Bisnis

Nasihat untuk startup: Tidak ada uang, banyak masalah

Ketika orang meminta satu nasihat bisnis, saya selalu mengatakan hal yang sama: jangan pernah kehabisan uang. Dan itu berlaku untuk semua orang yang terlibat di dalamnya: startup dan investor.

Ketika Anda tidak memiliki cukup uang, hal-hal menjadi… katakan saja — aneh. Di sisi startup, aneh datang dalam berbagai bentuk. Katakanlah produk perusahaan tidak laku di pasar atau, lebih buruk lagi, tidak bisa masuk ke pasar. Para investor yang ada, enggan untuk menuangkan lebih banyak uang ke dalamnya, dan ketika mereka melakukannya, mereka menuntut bagian yang lebih banyak karena mereka telah menyuntikkan dana tambahan. Perusahaan terbaik selalu berharap bahwa kesepakatan yang bersifat transparan tersebut dapat menjadi motivasi mereka untuk mencapai tujuan tertentu dan memberikan hasil yang lebih menguntungkan dalam jarang waktu tertentu jika berhasil.

Ketika sebuah perusahaan kehabisan uang dan investor tidak bisa membantu untuk memberikan dana lagi, maka semuanya kembali ke manajemen. Biasanya mereka akan membawa investor baru untuk menyelesaikan situasi seperti ini. Tetapi dengan melakukan hal tersebut maka secara tidak langsung mereka menghukum para investor yang ada dengan mengurangi jumlah saham yang mereka miliki agar mereka mendapatkan pendanaan yang baru. Jika ini terjadi, tentu investor lama mungkin akan memberikan reaksi yang kurang baik, dan manajemen startup akan terjebak di tengah sebagai pihak yang harus membujuk kedua belah pihak (investor lama dan investor baru) untuk mendapatkan kesepakatan.

Inilah sebabnya mengapa saya mengatakan: Jangan pernah kehabisan uang. Startup dan investor harus mengumpulkan dana, bahkan ketika mereka belum merasa memerlukannya atau — bahkan lebih baik lagi — ketika kesuksesan mereka memberi mereka momentum pendorong pendanaan. Jika mereka pikir mereka butuh $1 juta, maka mereka harus menaikkan dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat. Mereka mungkin kehilangan saham mereka, tetapi startup tanpa uang memiliki peluang kegagalan yang lebih besar.

Artikel Terkait:  4 Cara untuk menemukan pelanggan pertama Anda

Related Articles

Back to top button