Inspirasi

Pelaku ekonomi adalah: Jenis dan perannya

Pelaku ekonomi mengacu pada peserta dalam kegiatan ekonomi dalam suatu perekonomian. Mereka menggunakan sumber daya produktif dan berinteraksi satu sama lain dengan motif dan kompensasi masing-masing, melibatkan arus barang dan pendapatan. Pelaku pasar sinonim adalah pelaku ekonomi.

Secara garis besar, pelaku ekonomi terdiri dari individu, bisnis, dan pemerintah. Dalam literatur umum, para ekonom berasumsi bahwa mereka bertindak secara rasional dengan memaksimalkan kepentingan diri mereka sendiri. Misalnya, individu akan memaksimalkan kepuasan (utilitas) dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Demikian pula, bisnis berusaha memaksimalkan keuntungan dalam memproduksi barang dan jasa.

Tiga pelaku ekonomi

Kami mengelompokkan pelaku ekonomi ke dalam tiga kategori berikut:

  • Sektor rumah tangga
  • Sektor bisnis
  • Sektor pemerintah

Dalam perekonomian terbuka, kegiatan ekonomi juga melibatkan sektor eksternal. Mewakili pelaku ekonomi di luar negeri yang berinteraksi dengan pelaku ekonomi dalam negeri melalui perdagangan internasional dan arus modal. Namun jika dirinci lagi komponennya, sektor eksternal juga terdiri dari ketiga pelaku ekonomi tersebut di atas.

Selanjutnya, transaksi antar sektor ini melibatkan pertukaran barang dan jasa dan uang sebagai alat pembayaran. Para ekonom menggambarkan aliran barang dan pendapatan ke dalam diagram yang kita sebut diagram aliran melingkar.

Selain ketiga sektor tersebut, beberapa penulis menambahkan sektor sukarela. Berbeda dengan sektor bisnis, sektor ini tidak berorientasi pada keuntungan dan tidak bergantung pada sektor pemerintah. Kadang-kadang kita menyebutnya sebagai sektor ketiga, sektor masyarakat, atau sektor nirlaba. Contoh sektor sukarela adalah badan amal, komunitas, koperasi, yayasan, kelompok advokasi, dan organisasi kesejahteraan sosial.

Selanjutnya, jika Anda membedah pelaku ekonomi secara lebih rinci, kemungkinan besar Anda akan menemukan berbagai macam pelaku, antara lain:

  • Rumah tangga: kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas
  • Perusahaan: perusahaan komersial, bisnis tidak berhubungan, perusahaan sosial
  • Organisasi layanan publik: pendidikan, perawatan kesehatan, lembaga utilitas
  • Badan politik: parlemen, pemerintah pusat dan daerah, organisasi internasional, dan lembaga pemerintah.
  • Lembaga keuangan: bank sentral, otoritas jasa keuangan, bank komersial, dana pensiun, bursa saham, dan perusahaan asuransi
  • Lembaga hukum: pengadilan dan firma hukum.
  • Institusi pendidikan dan budaya: universitas, organisasi R&D, dan institusi seni.
  • Komunitas lokal: komunitas profesi, hobi, dan minat.
  • Organisasi masyarakat sipil: organisasi non-pemerintah, mulai dari lingkungan, hak asasi manusia hingga budaya
  • Asosiasi profesional: serikat pekerja, asosiasi bisnis, dan kamar dagang.
Baca juga:  Platform blogging gratis terbaik

Rumah tangga

Sektor rumah tangga terdiri dari individu. Mereka adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian. Mereka mungkin pekerja, pemilik tanah, atau pengusaha.

Di pasar faktor, sektor rumah tangga menawarkan kepada perusahaan suatu faktor produksi. Sebagai imbalannya, mereka menerima berbagai pendapatan, termasuk:

  • Upah tenaga kerja
  • Disewakan tanah bekas
  • Keuntungan untuk berwirausaha
  • Bunga untuk modal

Sumber pendapatan lainnya adalah pembayaran transfer dari pemerintah, seperti tunjangan pensiun dan tunjangan pengangguran.

Rumah tangga menggunakan pendapatan tersebut untuk konsumsi atau tabungan. Sebelum dialokasikan ke keduanya, mereka harus membayar pajak. Pendapatan yang tersisa setelah membayar pajak disebut pendapatan disposabel.

Rumah tangga menggunakan pendapatan disposabel untuk membeli beberapa produk. Mereka membelinya dari sektor bisnis di pasar produk. Produk jatuh ke dalam tiga kategori utama barang tahan lama, barang tidak mudah rusak, dan jasa.

Rumah tangga juga menyimpan sebagian dari pendapatan mereka yang dapat dibelanjakan untuk mengumpulkan kekayaan. Mereka menempatkannya ke dalam aset nyata seperti properti atau aset keuangan seperti deposito berjangka, saham, reksa dana, dan obligasi.

Rumah tangga sebagai pelaku ekonomi rasional

Para ekonom menganggap sektor rumah tangga rasional dalam mengambil keputusan ekonomi. Mereka akan berusaha memaksimalkan kepuasan (utilitas) dari konsumsi barang dan jasa.

Utilitas bersifat subjektif. Item yang sama dapat memuaskan Anda dan teman Anda dengan cara yang berbeda. Demikian juga, kepuasan Anda mungkin juga berbeda ketika Anda berada di waktu dan lokasi yang berbeda.

Bisnis

Sektor bisnis terdiri dari berbagai organisasi yang memproduksi barang dan menyediakan jasa. Motif mereka adalah untuk keuntungan. Mereka menjual barang atau memberikan jasa ke sektor lain dan memperoleh pendapatan sebagai kompensasi.

Bisnis kemudian menggunakan uang itu untuk membeli berbagai input di pasar faktor. Mereka merekrut tenaga kerja, membeli bahan baku, dan membeli barang modal.

Secara umum, kita dapat mengelompokkan aktivitas bisnis ke dalam tiga sektor berdasarkan tahapannya dalam rantai nilai:

  • Sektor primer. Sektor ini terdiri dari berbagai usaha, dengan kegiatan utama adalah ekstraksi dan pengolahan sumber daya alam. Contoh kegiatan mereka adalah pertambangan, kehutanan, perikanan, perkebunan, dan pertanian.
  • Sektor sekunder. Sektor ini terdiri dari berbagai usaha yang menghasilkan barang-barang industri (seperti sepatu, pakaian, mobil, dan buku); membangun rumah dan gedung, menyediakan air, listrik, dan gas. Mereka mengolah bahan mentah dari sektor primer menjadi barang setengah jadi dan barang jadi.
  • Industri tersier. Sektor ini mencakup berbagai bisnis yang menyediakan layanan. Mereka melayani berbagai kegiatan seperti transportasi, keuangan, ritel, dan kesehatan.
Baca juga:  Cara membaca bahasa tubuh

Sedangkan berdasarkan bentuk hukumnya, kita dapat mengelompokkan usaha ke dalam tiga kelompok berikut:

  • Kepemilikan tunggal. Pemilik berhak atas semua keuntungan dan menanggung kewajiban yang tidak terbatas atas hutang perusahaan.
  • Kemitraan. Bisnis memiliki dua atau lebih pemilik. Mereka berbagi keuntungan dan tanggung jawab sesuai kesepakatan. Masing-masing dari mereka memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas hutang perusahaan.
  • Perusahaan. Kita juga sering menyebutnya sebagai perusahaan, dimana badan hukumnya terpisah dari pemiliknya. Pemilik mengendalikan perusahaan melalui saham yang mereka miliki. Mereka menerima bagian dari keuntungan (dividen) secara proporsional dengan kepemilikan saham mereka. Selain itu, mereka tidak bertanggung jawab atas hutang perusahaan. Beberapa dari perusahaan tersebut menjual sahamnya kepada publik melalui bursa efek (dikenal sebagai perusahaan publik). Lainnya tidak (disebut sebagai perusahaan swasta).

Pemerintah

Pemerintah terdiri dari lembaga yang bertugas mengatur dan mengeluarkan kebijakan untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi. Mereka termasuk pemerintah pusat, kementerian, bank sentral, dan pemerintah daerah.

Tujuan ekonomi makro sektor pemerintah adalah:

  • Mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
  • Inflasi yang stabil
  • Pekerjaan penuh
  • Keseimbangan neraca pembayaran

Selain melalui regulasi, sektor pemerintah juga mengeluarkan kebijakan. Contoh kebijakan makroekonomi yang terkenal adalah kebijakan fiskal dan moneter. Keduanya mempengaruhi permintaan agregat, yang pada gilirannya berdampak pada kegiatan produksi dan penawaran agregat.

Untuk membiayai operasi dan kebijakan ekonomi makro, pemerintah memungut pajak dari sektor bisnis dan rumah tangga. Jika penerimaan pajak lebih kecil dari pengeluaran, pemerintah mengalami defisit anggaran. Ia harus meminjam untuk menutupi defisit, misalnya dengan menerbitkan surat utang.

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan kebijakan struktural untuk mempengaruhi sisi penawaran perekonomian. Contoh kebijakan adalah privatisasi, pembangunan infrastruktur, perbaikan sistem pendidikan, dan peningkatan persaingan.

Di beberapa sektor, pemerintah juga melakukan berbagai kegiatan ekonomi, terutama yang kurang diminati oleh sektor swasta (usaha). Contohnya adalah pembangunan infrastruktur, pertahanan, layanan kesehatan dan pendidikan, dan transportasi kereta api. Sektor swasta menganggap kegiatan ini berisiko tinggi atau tidak menguntungkan.

Related Articles