Branding

Produk Anda adalah brand Anda

Produk Anda adalah brand Anda. Nilainya bagi pelanggan harus menjadi inti dari bagaimana, kapan, dan apa yang Anda komunikasikan kepada dunia. Apple, Coca-Cola, BMW, Disney, dan Intel memiliki merek yang kuat karena mereka adalah pemimpin di industrinya masing-masing, bukan sebaliknya.

Tetapi bukan berarti Anda tidak boleh menjadi kreatif.

Dihadapkan pada dilema tentang bagaimana mendapatkan awareness sebagai “The Computer Inside” pesaing mereka, dengan harga yang lebih rendah mengambil sedikit demi sedikit pangsa pasar mereka, kemudian Intel menggunakan pemasaran konsumen secara keseluruhan.

Begitulah cara mereka menghasilkan iklan dengan branding Intel Inside yang inovatif yang membuat para pembuat PC untuk menggunakan prosesor Intel di komputer mereka. Setahun setelah kampanye diluncurkan, Intel menjadi perusahaan semikonduktor terbesar di dunia, posisi yang tidak pernah dilepaskannya sejak saat itu.

Saat ini, Intel adalah salah satu brand paling terkenal dan kuat di dunia. Dan meskipun itu adalah kisah hebat tentang kekuatan pencitraan brand sebagai tools pemasaran strategis, kenyataannya adalah Intel tidak akan menikmati reputasi dan pangsa pasar yang dimilikinya saat ini jika bukan karena fakta bahwa ia merancang dan memproduksi mikroprosesor terkemuka di industri.

Berlawanan dengan kepercayaan populer di dunia pemasaran, branding bukanlah tentang nama, logo, atau iklan. Ini tentang reputasi. Ini adalah jumlah total persepsi pelanggan melalui pengalaman dengan perusahaan Anda, produknya, dan layanannya.

Banyak yang memperkirakan era Internet akan mematikan branding. Meskipun e-commerce dan media sosial benar-benar menyamakan kedudukan, saya berpendapat bahwa reputasi brand jauh lebih penting dari sebelumnya. Konsumen sangat dibebani dengan informasi dan dibombardir dengan penawaran kompetitif, mereka memiliki sedikit waktu atau kesabaran untuk berurusan dengan produk jelek dan layanan pelanggan yang buruk.

Untungnya, mereka tidak perlu melakukannya lagi saat ini. Mereka dapat memilih brand-brand terpercaya.

Bob Pittman, sekarang CEO iHeartMedia, telah menjalankan segalanya mulai dari MTV dan Nickelodeon hingga Century 21 dan Six Flags. Ketika dia menjadi presiden dan COO AOL di masa kejayaannya, dia berkata, “Coca-Cola tidak memenangkan uji rasa. Microsoft tidak memiliki sistem operasi terbaik. Brand yang menang.” Dan sampai saat ini hal tersebut masih berlaku. Brand-brand besar semakin kuat saat ini.

Namun, tidak ada satu pun perusahaan di muka bumi ini yang dapat mempertahankan citra brand yang kuat dengan produk dan layanan yang jelek atau bahkan biasa-biasa saja. Lihat saja Sony, BlackBerry, Radio Shack, dan Yahoo. Reputasi mereka adalah bayangan dari masa dulu.

Kata-kata Anda adalah janji Anda. Begitu juga dengan brand Anda. Ini adalah janji yang Anda buat kepada setiap pelanggan bahwa, ketika mereka menggunakan produk Anda dan terlibat dengan perusahaan Anda, mereka dapat mengharapkan tingkat kinerja tertentu, jenis pengalaman tertentu, sikap layanan pelanggan tertentu, tingkat kualitas tertentu.

Tugas Anda adalah memastikan Anda – bukan pesaing atau media – mendefinisikan dan mengontrol janji itu. Bahkan lebih penting lagi untuk memastikan bahwa janji brand Anda harus secara konsisten dengan proposisi nilai yang diharapkan pelanggan terhadap produk Anda. Jika Anda terlalu banyak berjanji dan kurang bisa memenuhi janji tersebut, mereka akan kecewa.

Di era komunikasi yang penuh dengan penekanan pada frekuensi dan volume, mengontrol pesan dan penyampaian menjadi lebih penting dari sebelumnya. Triknya adalah dengan meringkas konsep kompleks menjadi bentuk yang paling sederhana dan mengomunikasikan nilai produk Anda dengan cara yang berarti bagi pelanggan.

Sampai Anda benar-benar menemukan produk atau layanan yang baik, Anda tidak punya banyak hal untuk dibicarakan atau disampaikan.

Related Articles