Branding

3 Langkah untuk membangun strategi brand yang unggul

Sebagai pelengkap dalam strategi Anda yang lain, saya menyarankan bahwa setiap rencana bisnis yang Anda buat harus memasukkan strategi branding. Ini merupakan rencana tertulis tentang bagaimana Anda akan mengaplikasikan strategi brand Anda ke perusahaan dalam beberapa waktu ke depan.

Sebuah strategi branding yang baik memiliki setidaknya satu atau dua elemen penting dalam produk atau jasa, mendesktipsikan tujuan perusahaan yang ingin Anda raih dan mendefinisikan target pelanggan Anda. Hasilnya adalah berupa cetak biru tentang apa yang menjadi hal terpenting bagi perusahaan Anda dan pelanggan Anda.

Jangan khawatir: menciptakan sebuah strategi brand tidaklah menakutkan atau serumit yang Anda pikirkan. Berikut ini cara untuk melakukannya:

Langkah 1: Buat diri Anda berbeda

Mengapa orang harus membeli dari Anda, bukan dari bisnis yang sama yang ada di kota Anda? Coba pikirkan tentang kualitas produk atau layanan Anda yang tidak berwujud (intangible), gunakan kata sifat dari “ramah” hingga “cepat” dalam setiap tindakan yang Anda lakukan. Sasaran Anda adalah memiliki posisi di benak pelanggan sehingga mereka bisa melihat bahwa Anda berbeda dari kompetitor.

“Brand yang kuat akan memiliki kata-kata — seperti Volvo [owns] safety,” kata Laura Ries, konsultan pemasaran yang berbasis di Atlanta dan co-author dari buku The 22 Immutable Laws of Branding: How to Build a Product or Service into a World-Class Brand. Kata apa yang menjadi tagline perusahaan Anda? Sebagai contoh, salon rambut baru mungkin akan berfokus pada kata sifat “nyaman” dan tetap buka di malam hari untuk pelanggan yang bekerja lembur — sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh salon lokal lain. Bagaimana Anda dapat terlihat berbeda dari pesaing? Jawabannya adalah aset berharga yang menjadi dasar brand Anda.

Langkah 2: Kenali target pelanggan Anda

Setelah Anda menentukan produk atau layanan Anda, pikirkan tentang target pelanggan Anda. Anda mungkin sudah mengumpulkan informasi demografis tentang pasar yang Anda ingin masuki, tetapi pikirkan tentang pelanggan sebenarnya yang akan mengunjungi Anda. Siapa orang ini, dan apa satu hal yang pada akhirnya dia inginkan dari produk atau layanan Anda? Bagaimanapun, pelanggan membelinya karena suatu alasan. Apa yang diinginkan pelanggan dari Anda?

Langkah 3: Bangun personalitas

Bagaimana Anda akan menunjukkan kepada pelanggan tentang apa yang Anda lakukan dan siapa Anda setiap harinya? Banyak perusahaan kecil menulis pernyataan misi yang mengatakan perusahaan kami akan “menghargai” pelanggan dan berusaha untuk memberikan “layanan pelanggan yang sangat baik.” Sayangnya, kata-kata ini semuanya hanya omong kosong, dan tidak ada tindakan. Cobalah untuk menggali lebih dalam dan pikirkan tentang bagaimana Anda dapat memenuhi janji brand Anda dan memberikan value serta layanan kepada orang yang Anda layani. Jika Anda menjanjikan layanan cepat, misalnya, apa artinya “cepat” di dalam perusahaan Anda? Dan bagaimana Anda memastikan layanan tetap cepat? Sepanjang proses yang Anda lakukan dalam membangun brand, Anda harus meletakkan fondasi dasar strategi perekrutan Anda dan bagaimana karyawan di masa depan diharapkan berinteraksi dengan pelanggan. Anda juga membuat kerangka untuk strategi periklanan dan pemasaran Anda.

Pengulangan

Banyak perusahaan besar dan kecil tersandung ketika harus memasukkan karyawan ke dalam strategi branding mereka. Tetapi bagi pelanggan yang melakukan pembelian, karyawan Anda adalah perusahaan. Karyawan Anda dapat meningkatkan atau menghancurkan brand Anda, jadi jangan pernah melupakan mereka. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

Rekrut berdasarkan strategi brand. Komunikasikan brand Anda melalui karyawan, dimulai dari merekrut karyawan yang tepat. Lihat kembali strategi brand Anda untuk membantu Anda kembali ke jalur yang tepat. Jika fokus Anda adalah pada layanan pelanggan, maka karyawan harus ramah, sopan, dan termotivasi, bukan? Berikan salinan strategi brand Anda kepada karyawan baru, dan bicarakan dengan mereka secara berkala.

Tentukan ekspektasi. Bagaimana Anda mengharapkan karyawan memperlakukan pelanggan? Pastikan mereka memahami apa yang dibutuhkan. Berikan penghargaan kepada karyawan yang melakukan pekerjaan luar biasa atau melampaui tugas mereka.

Berkomunikasi, lalu berkomunikasi lagi. Menjaga karyawan tetap berada di jalur yang tepat membutuhkan komunikasi berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan rapat, poster, pelatihan, dll. Jangan pernah berasumsi bahwa karyawan dapat membaca pikiran Anda.

Strategi branding Anda tidak perlu lebih dari satu halaman. Bahkan bisa sesingkat satu paragraf. Itu semua tergantung pada produk atau layanan Anda dan industri Anda.

Related Articles