Bisnis

Mengapa banyak startup yang kehabisan uang terlalu cepat

Selama lima tahun terakhir, Red Rocket Ventures telah memberikan konsultasi atau mentoring lebih dari 500 startup, hampir semuanya mengalami masalah yang sama. Mereka terlalu fokus untuk membangun produk mereka, mereka tidak dapat meningkatkan kapital mereka untuk menutup biaya aktivitas penjualan dan pemasaran sehingga pada akhirnya mereka kehabisan uang setelah mereka baru saja meluncurkan startup mereka.

Akar permasalahan ini ada pada edukasi. Para entrepreneur harus belajar untuk lebih awal bahwa mereka tidak bisa meluncurkan startup mereka sampai mereka memiliki kapital yang cukup untuk pengembangan produk dan penjualan awal dan aktivitas pemasaran mereka. Mereka harus belajar apa yang sebenarnya diinginkan oleh investor: Pertumbuhan jumlah pengguna yang pesat, akuisisi pelanggan yang sudah terbukti dari testing penjualan sebelumnya dan channel pemasaran yang tepat, taktik pemasaran untuk menentukan batas anggaran mereka.

Dengan fokus pada masalah edukasi ini, maka para entrepreneur dapat memahami bahwa untuk membangun sebuah startup tidak hanya membutuhkan ide-ide cemerlang saja, tetapi juga membutuhkan kapital yang cukup untuk membuat sebuah produk yang bagus dan melakukan aktivitas penjualan dan pemasaran karena ini merupakan kunci kesuksesan sebuah startup.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan oleh para entrepreneur dalam dunia startup untuk mendapatkan dana segar yakni: mengadakan campaign pada sebuah platform pengumpulan dana seperti kickstarter, mengajukan proposal kepada sebuah perusahaan incubator, atau menggunakan dana pribadi / keluarga / teman.

Mengadakan campaign pada sebuah platform seperti kickstarter merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kapital yang efektif, namun sebelum Anda mengadakan sebuah campaign akan lebih baik jika Anda sudah memiliki sebuah produk purwa-rupa yang dapat Anda perlihatkan kepada calon pembeli Anda. Anda juga harus sudah melakukan perhitungan segala biaya yang dibutuhkan untuk menciptakan produk tersebut, karena jika Anda sudah melakukan campaign pada kickstarter, itu artinya Anda harus sudah siap memproduksi massal produk yang Anda ciptakan tersebut, oleh karena itu jangan sampai salah melakukan pehitungan biaya pembuatan produk agar Anda tidak mengalami kerugian.

Cara kedua yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan dana adalah dengan mengajukan proposal kepada sebuah perusahaan incubator, namun sebelum Anda mengajukan proposal kepada mereka, banyak hal yang harus Anda siapkan seperti ramalan penjualan (sales forcasting), strategi pemasaran, jumlah akuisisi pelanggan, produk purwa-rupa, dan lain-lain. Memang agak sedikit merepotkan jika Anda menggunakan cara ini dalam mengumpulkan dana untuk menjalankan startup Anda, namun biasanya jika perusahaan incubator tersebut menyukai startup Anda, mereka tidak akan segan-segan untuk menggelontorkan dana yang besar agar startup Anda dapat sukses, bahkan terkadang mereka dapat memberikan channel atau jaringan mereka untuk membantu Anda dalam menjual atau memasarkan produk Anda.

Cara ketiga adalah menggunakan dana pribadi atau keluarga atau teman untuk mendapatkan dana segar bagi perusahaan startup Anda. Cara ketiga ini dapat Anda gunakan jika Anda mengembangkan sebuah produk yang tidak membutuhkan biaya besar. Namun untuk mendapatkan dana tersebut Anda harus dapat meyakinkan pihak-pihak yang bersangkutan, termasuk bagaimana pembagian keuntungan untuk mereka.

Jika Anda berhasil mendapatkan dana dari ketiga cara yang sudah saya sebutkan diatas, jangan lupa untuk membuat perencanaan anggaran biaya untuk mengembangkan produk, pemasaran, dan penjualan agar dana yang Anda miliki dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga Anda tidak akan kehabisan uang ketika Anda baru saja meluncurkan produk atau startup Anda.

Related Articles

Back to top button