5 Cara mudah untuk membuat investor mencintai startup Anda

By -

Para entrepreneur selalu melihat hasil karya orang lain, terinspirasi dari ide – ide mereka, dan bersemangat untuk berinovasi dengan intepretasi mereka sendiri.

Tentu saja, intepretasi tersebut harus lebih baik, lebih cepat, dan lebih kuat. Namun, melakukan semua itu saja belum cukup untuk membedakan produk Anda dengan produk yang ada pada kompetisi. Jadi berikut ini merupakan lima tips untuk membuat investor mencintai startup Anda.

Bukti sebuah konsep

Jadi, Anda memiliki sebuah ide besar dan orang – orang mulai meliriknya, namun sebelum Anda mulai bergerak maju, ada baiknya jika Anda memiliki bukti sebuah konsep yang menjadi fondasi untuk membawa perusahaan Anda ke level berikutnya.

Agar para venture capital mengambil resiko besar untuk berinvestasi pada perusahaan Anda, maka Anda harus memberikan mereka sebuah model bisnis yang menjanjikan untuk sukses. Cobalah berpikir seperti ketika Anda melakukan test driving.

Anda tentu tidak akan membeli mobil tanpa mengetahui bahwa mobil itu nyaman untuk dikendarai bukan? Hal ini juga berlaku sama pada startup. Setiap proses tentu tidak sama, bergantung pada tipe startup dan industri mereka: bukti sebuah konsep dapat berupa penjualan yang tinggi, hak paten, berpartner dengan vendor untuk trial sebuah produk.

Baca juga:  Tips untuk presentasi bisnis yang menarik

Belajar dari kesalahan orang lain

Seperti yang sudah sering dikatakan, orang – orang normal belajar dari kesalahan mereka, orang yang cerdas belajar dari kesalahan orang lain. Sangat penting bagi Anda untuk terus memperhatikan apa yang orang lain lakukan dan cobalah untuk menghindari kesalahan mereka.

Salah satu pergerakan yang paling bijaksana yang dapat Anda lakukan untuk tim Anda adalah mencari seorang mentor. Bijaksanalah ketika Anda memilih seorang mentor. Mungkin memang ada orang yang terlihat cemerlang hanya karena mereka menjalankan perusahaan yang bernilai milyaran rupiah, namun bukan berarti orang – orang tersebut cocok untuk menjadi penasihat perusahaan Anda.

Pastikan Anda mencari seseorang dengan pengalaman yang sesuai dengan bidang Anda dan mau membantu Anda untuk meraih kesuksesan bersama – sama.

Pahami pelanggan Anda

Dengan memahami pelanggan Anda dan bangun rencana yang matang untuk menjangkau mereka. Masalah yang seringkali terjadi pada para entrepreneur adalah mereka tidak mengetahui apakah ada yang membutuhkan atau menginginkan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Jika Anda tahu bahwa ada permintaan dan pasar untuk ide Anda, ingatlah bahwa Anda membutuhkan usaha dua kali lebih keras untuk menjangkau pelanggan Anda. Selain itu, memulai sebuah bisnis juga bukan hanya harus mampu mengidentifikasi demografis pelanggan Anda dan menargetkan keinginan mereka. Sebuah bisnis harus mampu memberikan solusi pada sebuah masalah dan mampu secara fleksibel untuk berubah ketika ada hal – hal yang tidak bekerja.

Baca juga:  5 Kegagalan pemasaran yang umumnya terjadi pada startup

Pelanggan merupakan aspek inti kesuksesan sebuah bisnis. Dengan bisnis yang masih baru, sangat penting bagi Anda untuk membuat laporan perkembangan pada pelanggan awal Anda. Hal yang paling menakjubkan ketika memiliki pelanggan adalah dorongan mereka untuk selalu memberikan umpan balik dan ide yang membangun.

Pelanggan yang juga sudah menjadi sahabat Anda akan jauh lebih sering memberikan Anda umpan balik yang jujur, mereka melakukan hal itu karena mereka ingin melihat Anda sukses.

Lakukan PR Anda

Sangat mudah secara mental untuk meluncurkan startup Anda ke tahap mature, namun sangat penting juga untuk mengetahui bagaimana cara masuk dan keluar dari proses tersebut dengan cara Anda sendiri dan membayar semua biaya yang mungkin terjadi ketika Anda belajar seluk beluk bisnis.

Pelajari bagaimana cara perusahaan melakukan deal, pelajari juga nilai valuasi pada pasar dan apa yang mereka lakukan. Ada sebuah etika dalam dunia startup dan Anda melakukan sebuah kesalahan besar jika startup Anda yang tanpa pengalaman mendekati investor dengan nilai valuasi yang tinggi.

Baca juga:  7 Resiko yang harus diambil setiap pengusaha

Tidak memahami terminologi dan proses tentang dunia venture capital merupakan cara terbaik untuk membuat perusahaan Anda tetap stagnant.

Tetap bertahan pada nilai inti

Langkah pertama pada proses ini adalah mengidentifikasi nilai saham untuk pemimpin dan anggota tim. Zappos, contohnya, mengirimkan email ke semua karyawannya untuk menanyakan mereka berapa nilai yang mereka hargai untuk diri mereka sendiri.

Setelah mengumpulkan informasi ini, Anda dan co-founder Anda dapat menyoroti apa saja nilai – nilai parameter yang dapat membantu Anda menentukan mana hal yang penting dan mana yang tidak. Tidak peduli apapun perubahan yang akan terjadi ketika mengembangkan startup Anda, nilai inti tersebut harus menjadi pedoman. Sangat penting bagi Anda untuk mengetes komitmen Anda terhadap nilai tersebut.

Nilai inti tersebut tidak akan menjadi penting jika Anda tidak menjadikannya sebuah pedoman ketika mengambil keputusan penting. Jadilah contoh bagi anggota tim Anda dan tunjukkan bahwa mereka juga harus mengikuti nilai inti tersebut.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *