3 Tanda saatnya Anda melakukan pivot

By -

Dalam setiap usaha pemasaran dan bisnis apa pun, akan selalu ada celah untuk melakukan kesalahan. Tidak ada satu pun perusahaan yang sempurna di awal. Kenyataannya, beberapa perusahaan terkenal yang kita kenal saat ini membangun usaha mereka dari kegagalan, perusahaan seperti Twitter, Instagram, Foursquare, dan Groupon meraih kesuksesan mereka karena melakukan pivot.

Contoh lain yang paling tepat adalah AT&T. Perusahaan Bell Labs telah menemukan teknologi untuk telepon selular pada tahun 1960an. AT&T harusnya dapat mengambil pasar pada teknologi wireless, namun mereka melakukan kesalahan dalam riset bahwa trend teknologi tersebut tidak akan meningkat secara signifikan. Pada tahun 1984, ketika AT&T membebaskan Bell System dalam gugatan hukum membuat mereka melepaskan teknologi dalam layanan jangka panjang, mereka percaya bahwa teknologi nirkabel akan selalu berada dalam pasar yang kecil.

AT&T mengakui kesalahan tersebut pada tahun 1994 dengan mengakuisisi McCaw Cellular, yang sekarang telah menjadi satu dari tiga brand terkenal di Amerika dalam teknologi nirkabel. Wireless atau nirkabel merupakan sektor yang paling besar dalam memberikan keuntuntan pada AT&T, tetapi perusahaan tersebut telah menghabiskan biaya $12.6 milyar dollar.

Baca juga:  Cara meyakinkan orang – orang untuk bergabung ke startup Anda

Banyak pengusaha yang tidak memiliki sumber daya untuk memperbaiki kesalahan seperti AT&T, tetapi mereka, tetapi mereka memiliki tendensi yang sama dalam produk atau layanan mereka yang akan membawa mereka ke sebuah kegagalan.

Berikut ini merupakan cara yang pasti untuk menyadari kapan waktu yang tepat untuk melakukan pivot dan menentukan bagaimana melakukan perubahan yang sukses:

Memiliki perasaan yang “tidak wajar”

Setiap orang tahu bahwa perasaan yang tidak wajar dapat muncul ketika Anda melihat ada sesuatu yang salah. Seorang pemasar yang cerdas dan berpengalaman akan memiliki perasaan tersebut, dan mereka harus memberikan perhatian lebih. “Blink” buku yang ditulis oleh Malcolm Gladwell telah menunjukkan bagaimana perasaan kita seringkali membuktikan bahwa perasaan kita benar.

Saya pernah memiliki seorang klien yang berprofesi sebagai seorang pemasar dalam produk komoditif yang premium, dan hal tersebut tidak menarik perhatian siapa pun. Dia tahu bahwa produk yang dia tawarkan tidak memiliki nilai lebih, tetapi dia tetap bersikeras untuk terus mengikuti perkiraan pendapatannya daripada mempercayai perasaannya sendiri. Dan akhirnya perusahaannya tidak berjalan dengan baik.

Baca juga:  4 Aturan dalam menentukan harga produk

Kurangnya antusias pelanggan

Kebanyakan perusahaan saat ini di dorong untuk memasarkan lebih cepat dan awal, sehingga produk dan kampanye yang dilakukan jarang sekali mendapatkan testing yang ideal. Jadi sangat penting bagi Anda untuk sesegera mungkin melakukan hal – hal yang dapat mempengaruhi keputusan membeli pelanggan, sebelum produk tersebut diluncurkan. Sangat mudah bagi Anda untuk jatuh dalam perangkap fokus mengenai menjual apa yang Anda sukai, bukannya menjual apa yang orang – orang ingin beli. Ketika saya melihat bisnis apa pun (termasuk bisnis saya) mengarah kesana, saya akan melakukan hal yang saya bisa untuk menghentikannya.

Apakah produk ini berbeda? Apakah orang – orang bersedia untuk membayarnya? Jawaban ini seharusnya sudah ada dalam pikiran pemilik bisnis dan anggota tim Anda. Jika Anda atau anggota tim Anda kesulitan menjawab pertanyaan tersebut, itu artinya produk tersebut belum siap untuk dipasarkan. Hal ini juga sama dengan perusahaan, sebuah perusahaan seharusnya bukan hanya mengenai produk, melainkan bagaimana cara mengeksekusi dan melakukan kegian pemasaran yang berarti. Berpikirlah secara realistis mengenai distribusi, promosi produk, dan komunikasi.

Baca juga:  10 Pertanyaan yang harus ditanyakan sebelum memberi nama bisnis Anda

Kekhawatiran tim digital

Pada tahun 2020, 85 persen hubungan pelanggan akan melibatkan mesin dengan manusia, namun hanya 5 persen tim pemasaran yang telah memiliki sistem otomatisasi untuk melakukan hal tersebut. Pada dunia pemasaran saat ini, sangat penting untuk mempersiapkan pemasaran digital yang akan merespon mekanisme terhadap ketertarikan pelanggan dan menentukan apakah pivoting merupakan hal yang harus dilakukan.

Pada lingkungan yang di dorong oleh data, jika Anda jatuh, maka Anda akan jatuh dengan cepat. Walaupun setiap kampanye akan jatuh pada titik tertentu, kuncinya adalah untuk mengisolasi kesalahan tersebut dan melakukan pivoting menuju ke arah sukses secepat mungkin, sebelum Anda lebih banyak membuang uang dan sumber daya lainnya.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *