<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips untuk mendapatkan investor &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-untuk-mendapatkan-investor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 14:55:52 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips untuk mendapatkan investor &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>9 Tips untuk mendapatkan perhatian investor dalam 5 menit</title><link>/bisnis/9-tips-untuk-mendapatkan-perhatian-investor-dalam-5-menit/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 09 Apr 2021 23:00:42 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[cara membuat investor tertarik]]></category><category><![CDATA[cara mendapatkan investor]]></category><category><![CDATA[cara mendapatkan perhatian investor]]></category><category><![CDATA[cara untuk mendapatkan investor]]></category><category><![CDATA[tips membuat investor tertarik]]></category><category><![CDATA[tips mendapatkan investor]]></category><category><![CDATA[tips mendapatkan perhatian investor]]></category><category><![CDATA[tips untuk mendapatkan investor]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2723</guid><description><![CDATA[Sebagai startup teknologi, Anda mungkin sudah familiar dengan kata-kata investor, jurnalis teknologi, dan entrepreneur. Namun terkadang, ada saat-saat tertentu dimana Anda harus keluar dari istilah-istilah teknologi karena harus melakukan pitching terhadap audiens yang berbicara dengan “bahasa” yang berbeda dengan Anda. Baru-baru ini kami mengalami situasi tersebut, ketika kami harus melakukan pitching untuk produk terbaru kami &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai startup teknologi, Anda mungkin sudah familiar dengan kata-kata investor, jurnalis teknologi, dan entrepreneur. Namun terkadang, ada saat-saat tertentu dimana Anda harus keluar dari istilah-istilah teknologi karena harus melakukan pitching terhadap audiens yang berbicara dengan “bahasa” yang berbeda dengan Anda.</p><p>Baru-baru ini kami mengalami situasi tersebut, ketika kami harus melakukan pitching untuk produk terbaru kami Katana di GrowFashion, sebuah event untuk pemimpin bisnis dalam industri fashion di New York, kata Caroline Leon, direktur marketing di Katana, LiveNinja.</p><p>Kami merupakan sekumpulan orang-orang “gila” teknologi yang melakukan pitching untuk sebuah solusi layanan pelanggan virtual pada event fashion tersebut di New York. Hal ini merupakan sebuah pendekatan unik yang baru untuk standar pitching dalam teknologi.</p><p>Untuk mempersiapkannya, kami melakukan latihan berkali-kali setiap harinya sebelum event tersebut tiba. Dan pengorbanan kami tidak sia-sia ketika kami melihat antrian dari para eksekutif yang menunggu untuk memberikan kami kartu nama bisnis mereka, ketika kami selesai melakukan pitching tersebut. Lain kali jika Anda melakukan pitching, ada beberapa hal yang harus Anda ingat agar pitching Anda terlihat menonjol.</p><h3>Lakukan riset</h3><p>Cari tahu siapa audiens Anda. Sesuaikan pitching Anda berdasarkan masalah dan kebutuhan mereka. Sebuah pitching yang efektif merupakan pitching yang relevan. Pada pitching kami di GrowFashion, kami meminta teman-teman kami yang bekerja dalam ecommerce untuk memberitahukan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi.</p><p>Kami mempelajari bahwa kesetiaan pelanggan dan penetrasi merupakan sebuah issue yang besar bagi beberapa brand online, jadi kami memfokuskan pitching kami terhadap pentingnya sebuah pengalaman pelanggan yang unik. Kami membahas keterbatasan dalam menciptakan sebuah pengalaman berbelanja online yang luar biasa dan menginformasikan bahwa pentingnya memiliki kontak antar sesama manusia untuk menciptakan brand loyalty. Dengan cara ini, kami mulai menawarkan produk kami sebagai solusi dengan cara yang natural.</p><h3>Ciptakan koneksi dengan audiens Anda dalam tingkatan manusia</h3><p>Tidak peduli seberapa revolusioner produk yang Anda ciptakan, produk tersebut tetap tidak dapat menjual dengan sendirinya. Perkenalkan diri Anda kepada mereka sebagai individu yang memiliki kehidupan di luar startup Anda. Bagikan gambar-gambar, kejadian-kejadian yang memalukan, atau berikan mereka latar belakang keluarga Anda.</p><p>Ingatlah bahwa audiens Anda juga manusia. Hal ini akan membuat mereka mengingat tentang Anda.</p><h3>Beritahukan sebuah cerita yang dapat mereka hubungkan</h3><p>Ketika Anda sudah mengetahui pain point (masalah yang mereka hadapi) mereka, buatlah seolah-olah Anda pernah mengalaminya juga. Bagikan sebuah cerita pendek dan berikan mereka pandangan mengenai apa yang Anda rasakan sebagai pelanggan.</p><p>“Kita berjalan menuju sebuah toko dan orang-orang mengetahui nama kita, menanyakan sebuah pertanyaan pribadi, dan mengatakan kepada kita betapa cantiknya penampilan kita ketika menggunakan sepasang sepatu&#8230;” Perasaan seperti itulah yang harus kita transfer pada sebuah pengalaman digital.</p><h3>Berbagi fakta</h3><p>Bangun kepercayaan. Buat mereka agar Anda merupakan pemimpin yang pandai, bukan hanya seorang tenaga penjual. Kumpulkan beberapa kutipan menarik dari artikel dan wawancara. Untuk kami, semua hal tersebut dapat meningkatkan sebuah pengalaman pelanggan dan membantu mempertahankan lebih banyak pelanggan, membuat brand loyalty menjadi lebih kuat, dan menciptakan lebih banyak keterlibatan dalam komunitas. Pada titik ini, kami membuat audiens kami agar berpikir: Bagaimana cara kami meningkatkan pengalaman pelanggan kami?</p><p>Ketika Anda menunjukkan bahwa Anda memahami apa subjek Anda, Audiens Anda akan mempercayai Anda.</p><h3>Jadilah yang cerdik, jangan beritahukan mereka segalanya</h3><p>Hal yang satu ini sangat tricky. Memang sangat penting untuk menampilkan produk Anda, namun jangan memberitahukan mereka setiap fiturnya seperti Anda berjualan mobil. Apa yang akan menarik perhatian banyak orang terhadap produk atau jasa yang Anda tawarkan jika Anda menceritakan segala fitur yang Anda miliki?</p><p>Ketika Anda menghadirkan startup Anda sebagai sebuah solusi terhadap masalah mereka, Anda mulai menciptakan ketertarikan. Tunjukkan sekilas kepada mereka tentang apa yang Anda miliki, tetapi tahan detil lebih lanjutnya hingga mereka melakukan transaksi, biarkan audiensyang menghubungkan setiap titik tersebut.</p><h3>Buat mereka tertawa</h3><p>Buatlah sebuah senyuman dan ingatlah, bahwa Anda juga manusia. Jangan membuat diri Anda terlalu serius. Katakanlah hal – hal yang bodoh. Jika Anda kehilangan perhatian mereka, Anda akan mendapatkannya kembali dengan membuat sebuah humor kecil yang tak terduga.</p><h3>Ciptakan rasa kebutuhan (sense of urgency)</h3><p>Tunjukkan kompetisi mereka. Cari sebuah contoh mengenai perusahaan yang sudah menggunakan produk yang mirip dengan produk yang Anda tawarkan untuk meyakinkan agar mereka harus segera bertindak.</p><p>Kami memperkenalkan audiens kami ke Amazon’s Mayday layanan pelanggan video chat untuk mengingatkan bahwa mereka sudah cukup terlambat untuk menggunakan produk kami. Berapa lama lagi mereka harus menunggu sebelum kompetitor mereka mengalahkan mereka dalam pasar dan menarik pelanggan mereka?</p><h3>Buat sebuah pernyataan yang tegas</h3><p>Buatlah agar lebih mudah untuk menjangkau lebih banyak perhatian melebihi konferensi yang Anda lakukan. Ciptakan beberapa pernyataan unik yang terdiri dari kurang lebih 140 karakter. Pernyataan tersebut dapat di tweet oleh audiens Anda agar mereka dapat berbagi informasi mengenai pitching Anda kepada jaringan mereka.</p><h3>Buat kata penutup Anda berkesan</h3><p>Berikan alasan kepada audiens Anda untuk menemui Anda ketika selesai melakukan pitching. Kalimat terakhir Anda merupakan salah satu cara agar mereka terkesan terhadap Anda.</p><p>Akhiri dengan kalimat “Ayo lakukan pendaftaran untuk mendapatkan produk kami!” Tinggalkan audiens Anda dengan satu alasan untuk mendekati Anda. Buatlah agar memberi kesan bersahabat dengan cara mengatakan “ingin tahu lebih banyak” atau “datanglah mengunjungi kami.” Anda akan memiliki banyak kesempatan untuk menarik perhatian lebih besar dan lebih antusias dari audiens.</p><p>Dengan menggunakan tips ketika kami pitching di GrowFashion membuat kami mendapatkan perhatian dari perusahaan Fortune 500 dan mengajarkan kami bagaimana menciptakan sebuah koneksi yang tak ternilai dengan audiens kami dan meninggalkan mereka sebuah kesan terakhir yang baik dalam waktu kurang dari lima menit.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Cara mudah untuk membuat investor mencintai startup Anda</title><link>/bisnis/5-cara-mudah-untuk-membuat-investor-mencintai-startup-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 09 Apr 2021 01:00:28 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[cara agar investor tertarik untuk berinvestasi]]></category><category><![CDATA[cara mendapatkan investor]]></category><category><![CDATA[cara untuk mendapatkan investor]]></category><category><![CDATA[tips agar investor tertarik untuk berinvestasi]]></category><category><![CDATA[tips mendapatkan investor]]></category><category><![CDATA[tips untuk mendapatkan investor]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2713</guid><description><![CDATA[Para entrepreneur selalu hasil karya orang lain, terinspirasi dari ide-ide mereka, dan bersemangat untuk berinovasi dengan intepretasi mereka sendiri. Tentu saja, intepretasi tersebut harus lebih baik, lebih cepat, dan lebih kuat. Namun, melakukan semua itu saja belum cukup untuk membedakan produk Anda dengan produk yang ada pada kompetisi. Jadi berikut ini merupakan lima tips untuk &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Para entrepreneur selalu hasil karya orang lain, terinspirasi dari ide-ide mereka, dan bersemangat untuk berinovasi dengan intepretasi mereka sendiri.</p><p>Tentu saja, intepretasi tersebut harus lebih baik, lebih cepat, dan lebih kuat. Namun, melakukan semua itu saja belum cukup untuk membedakan produk Anda dengan produk yang ada pada kompetisi. Jadi berikut ini merupakan lima tips untuk membuat produk Anda terlihat lebih menonjol dibandingkan yang lain.</p><h3>Bukti sebuah konsep</h3><p>Anda memiliki sebuah ide besar dan orang-orang mulai meliriknya, tetapi sebelum Anda bergerak maju, Anda harus memiliki bukti sebuah konsep yang menjadi fondasi untuk membawa perusahaan ke level berikutnya.</p><p>Agar para venture capitalist mengambil resiko besar untuk berinvestasi pada perusahaan Anda, maka Anda harus memberikan mereka sebuah model bisnis yang menjanjikan untuk sukses. Cobalah berpikir seperti ketika Anda melakukan test driving.</p><p>Anda tentu tidak akan membeli mobil tanpa mengetahui bahwa mobil itu nyaman untuk dikendarai bukan? Hal ini juga berlaku sama pada startup. Setiap proses tentu tidak sama, bergantung pada tipe startup dan industri mereka: bukti sebuah konsep dapat berupa penjualan yang tinggi, hak paten, berpartner dengan vendor untuk trial sebuah produk.</p><h3>Belajar dari kesalahan orang lain</h3><p>Seperti yang sudah sering dikatakan, orang-orang normal belajar dari kesalahan mereka, orang yang cerdas belajar dari kesalahan orang lain. Sangat penting bagi Anda untuk terus memperhatikan apa yang orang lain lakukan dan cobalah untuk menghindari kesalahan mereka.</p><p>Salah satu pergerakan yang paling bijaksana yang dapat Anda lakukan untuk tim Anda adalah mencari seorang mentor. Bijaksanalah ketika Anda memilih seorang mentor. Mungkin memang ada orang yang terlihat cemerlang hanya karena mereka menjalankan perusahaan yang bernilai milyaran rupiah, namun bukan berarti orang-orang tersebut cocok untuk menjadi penasihat perusahaan Anda.</p><p>Pastikan Anda mencari seseorang dengan pengalaman yang sesuai dengan bidang Anda dan mau membantu Anda untuk meraih kesuksesan bersama-sama.</p><h3>Pahami pelanggan Anda</h3><p>Dengan memahami pelanggan Anda dan bangun rencana yang matang untuk menjangkau mereka. Masalah yang seringkali terjadi pada para entrepreneur adalah mereka tidak mengetahui apakah ada yang membutuhkan atau menginginkan produk atau jasa yang Anda tawarkan.</p><p>Jika Anda tahu bahwa ada permintaan dan pasar untuk ide Anda, ingatlah bahwa Anda membutuhkan usaha dua kali lebih keras untuk menjangkau pelanggan Anda. Selain itu, memulai sebuah bisnis juga bukan hanya harus mampu mengidentifikasi demografis pelanggan Anda dan menargetkan keinginan mereka. Sebuah bisnis harus mampu memberikan solusi pada sebuah masalah dan mampu secara fleksibel untuk berubah ketika ada hal-hal yang tidak bekerja.</p><p>Pelanggan merupakan aspek inti kesuksesan sebuah bisnis. Dengan bisnis yang masih baru, sangat penting bagi Anda untuk membuat laporan perkembangan pada pelanggan awal Anda. Hal yang paling menakjubkan ketika memiliki pelanggan adalah dorongan mereka untuk selalu memberikan umpan balik dan ide yang membangun.</p><p>Pelanggan yang juga sudah menjadi sahabat Anda akan jauh lebih sering memberikan Anda umpan balik yang jujur, mereka melakukan hal itu karena mereka ingin melihat Anda sukses.</p><h3>Lakukan PR Anda</h3><p>Sangat mudah secara mental untuk meluncurkan startup Anda ke tahap mature, namun sangat penting juga untuk mengetahui bagaimana cara masuk dan keluar dari proses tersebut dengan cara Anda sendiri dan membayar semua biaya yang mungkin terjadi ketika Anda belajar seluk beluk bisnis.</p><p>Pelajari bagaimana cara perusahaan melakukan deal, pelajari juga nilai valuasi pada pasar dan apa yang mereka lakukan. Ada sebuah etika dalam dunia startup dan Anda melakukan sebuah kesalahan besar jika startup Anda yang tanpa pengalaman mendekati investor dengan nilai valuasi yang tinggi.</p><p>Tidak memahami terminologi dan proses tentang dunia venture capital merupakan cara terbaik untuk membuat perusahaan Anda tetap stagnant.</p><h3>Tetap bertahan pada nilai inti</h3><p>Langkah pertama pada proses ini adalah mengidentifikasi nilai saham untuk pemimpin dan anggota tim. Zappos, contohnya, mengirimkan email ke semua karyawannya untuk menanyakan mereka berapa nilai yang mereka hargai untuk diri mereka sendiri.</p><p>Setelah mengumpulkan informasi ini, Anda dan co-founder Anda dapat menyoroti apa saja nilai-nilai parameter yang dapat membantu Anda menentukan mana hal yang penting dan mana yang tidak. Tidak peduli apapun perubahan yang akan terjadi ketika mengembangkan startup Anda, nilai inti tersebut harus menjadi pedoman. Sangat penting bagi Anda untuk mengetes komitmen Anda terhadap nilai tersebut.</p><p>Nilai inti tersebut tidak akan menjadi penting jika Anda tidak menjadikannya sebuah pedoman ketika mengambil keputusan penting. Jadilah contoh bagi anggota tim Anda dan tunjukkan bahwa mereka juga harus mengikuti nilai inti tersebut.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>