<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips pemasaran &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-pemasaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Sat, 02 Jul 2022 07:33:36 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips pemasaran &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>12 Tips pemasaran untuk kampanye pemasaran Anda</title><link>/pemasaran/12-tips-pemasaran-untuk-kampanye-pemasaran-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sat, 02 Jul 2022 07:33:36 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[marketing tips and tricks]]></category><category><![CDATA[marketing tips copywriting]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran bakso]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran bank]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran bank syariah]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran e bisnis]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran e dagang]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran filem]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran global]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran google scholar]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran hartanah]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran holcim]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran hotel saat covid]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran jasa]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran jasa pendidikan]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran jurnal]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran kampanye digital]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran keripik pisang]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran keripik singkong]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran kfc]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran langsung]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran lokasi]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran makanan]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran ms glow]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran nestle di malaysia]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran niche]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran online di media sosial]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran pengajian perniagaan]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran perniagaan]]></category><category><![CDATA[tips about marketing]]></category><category><![CDATA[tips affiliate marketing]]></category><category><![CDATA[tips content marketing]]></category><category><![CDATA[tips marketing di instagram]]></category><category><![CDATA[tips marketing digital]]></category><category><![CDATA[tips marketing influencer]]></category><category><![CDATA[tips marketing instagram]]></category><category><![CDATA[tips marketing interview]]></category><category><![CDATA[tips marketing online]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran digital]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran facebook]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran furniture]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran lewat media sosial]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran online]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran produk]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran untuk kampanye]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=6931</guid><description><![CDATA[Sebagai seorang profesional pemasaran, penting untuk tetap mengikuti perkembangan tren dan teknologi terbaru untuk memastikan Anda memberi kampanye pemasaran Anda peluang terbaik untuk sukses. Menjadi strategis tentang taktik dan pendekatan pemasaran Anda dapat membantu Anda menarik lebih banyak pelanggan ke bisnis Anda dan mendorong keuntungan. Pada artikel ini, kami menjelaskan apa itu pemasaran dan mencantumkan &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang profesional pemasaran, penting untuk tetap mengikuti perkembangan tren dan teknologi terbaru untuk memastikan Anda memberi kampanye pemasaran Anda peluang terbaik untuk sukses. Menjadi strategis tentang taktik dan pendekatan pemasaran Anda dapat membantu Anda menarik lebih banyak pelanggan ke bisnis Anda dan mendorong keuntungan. Pada artikel ini, kami menjelaskan apa itu pemasaran dan mencantumkan beberapa tips pemasaran untuk membantu strategi pemasaran Anda.</p><h3>Apa itu pemasaran?</h3><p>Pemasaran mengacu pada strategi dan taktik yang Anda gunakan untuk menarik pelanggan ke bisnis dan membangun loyalitas. Profesional pemasaran menggunakan keterampilan pemasaran mereka untuk menetapkan harga berdasarkan penawaran dan permintaan, membantu meningkatkan keuntungan perusahaan dan membantu menumbuhkan pangsa pasar perusahaan melalui pemasaran.</p><p>Sementara pemasaran dapat mengambil definisi umum, ada juga banyak jenis pemasaran yang telah berkembang selama bertahun-tahun. Berikut adalah beberapa jenis pemasaran yang berbeda dan apa yang diperlukan masing-masing:</p><ul><li>Pemasaran tradisional: Ini mengacu pada semua jenis promosi merek pada semua jenis media atau saluran. Sebelum internet, banyak pemasaran tradisional mengandalkan pendekatan keluar seperti iklan cetak dan papan reklame.</li><li>Pemasaran keluar: Pemasaran keluar mengacu pada semua jenis promosi di mana suatu merek mendorong pesan mereka kepada konsumen dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran merek. Contoh pemasaran keluar termasuk iklan cetak, iklan TV, email, dan panggilan dingin.</li><li>Pemasaran masuk: Jenis pemasaran ini berfokus pada menarik pelanggan tanpa memaksakan agenda mereka. Para profesional pemasaran yang menggunakan inbound marketing bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang berdampak positif guna mendatangkan calon pelanggan ke website Anda. Setelah berada di situs web Anda, Anda menggunakan berbagai alat untuk membuat mereka tetap terlibat dan memberikan nilai yang berkelanjutan. Setelah ini, Anda melanjutkan peran Anda sebagai penasihat yang membantu dan pakar produk atau layanan.</li><li>Pemasaran digital: Pemasaran digital menggunakan teknologi untuk menjangkau audiens dengan cara baru dan inovatif. Ini melibatkan penggunaan internet dan perangkat elektronik. Misalnya, bisnis menggunakan pemasaran digital ketika mereka menggunakan media sosial atau email untuk terlibat dengan audiens mereka.</li></ul><h3>Tips pemasaran</h3><p>Meskipun Anda mungkin berpikir Anda tahu apa yang diperlukan untuk membangun strategi pemasaran yang sukses, menjaga pengetahuan industri Anda tetap mutakhir dan menggunakan semua sumber daya Anda untuk keuntungan Anda dapat membantu Anda dan perusahaan Anda menemukan kesuksesan yang lebih besar. Gunakan tip berikut untuk membantu saat merencanakan atau menerapkan strategi atau kampanye pemasaran Anda:</p><h4>Pasarkan produk Anda sebelumnya</h4><p>Meskipun produk Anda belum siap, pasarkan terlebih dahulu untuk membantu meningkatkan kesadaran sebelum tersedia. Lakukan kampanye kesadaran preemptive untuk pada dasarnya menjual manfaat produk atau layanan sebelum tiba. Ini memungkinkan Anda untuk meningkatkan permintaan, memastikan Anda memiliki semacam audiens setelah diluncurkan.</p><h4>Ukur hasil</h4><p>Pastikan Anda dapat mengukur hasil kampanye pemasaran Anda. Tetapkan cara untuk melacak konversi dan menjalankan berbagai jenis kampanye pemasaran dalam kelompok kecil. Melakukan hal ini memungkinkan Anda untuk membandingkan saluran pemasaran yang berbeda untuk menentukan mana yang memberi Anda manfaat paling banyak. Ini juga memberi tahu Anda mana yang tidak berfungsi dan mana yang harus terus Anda gunakan.</p><h4>Beri pelanggan cara untuk menghubungi Anda</h4><p>Tidak peduli apa yang pelanggan Anda katakan, penting untuk memberi mereka kesempatan untuk berbicara dengan Anda. Memberi mereka outlet ini menunjukkan bahwa Anda menghargai pemikiran dan pendapat mereka.</p><p>Sertakan tempat di situs web Anda di mana mereka dapat terlibat dengan Anda. Jika mereka memiliki masalah atau kekhawatiran, ini memberi Anda kesempatan untuk mengatasi masalah tersebut dan mencapai resolusi yang dapat mereka hargai.</p><h4>Miliki rutinitas pembersihan data</h4><p>Bantu tingkatkan strategi pemasaran Anda dengan membersihkan database Anda secara teratur. Ini membantu Anda mengatasi masalah kualitas data yang dapat memengaruhi persepsi pelanggan tentang bisnis Anda. Pastikan Anda memiliki data akurat yang dapat membantu Anda membuat keputusan bisnis yang lebih strategis. Data yang akurat juga memastikan Anda memiliki strategi pemasaran yang tepat sasaran. Bertujuan untuk menjadikan pembersihan data sebagai rutinitas bulanan untuk memastikan keakuratan data Anda.</p><h4>Gunakan konten video</h4><p>Banyak orang lebih suka konten visual daripada membaca posting atau email yang panjang. Saat Anda bertukar pikiran tentang ide pemasaran, pertimbangkan untuk menggunakan video untuk meningkatkan kesadaran merek dan menarik pelanggan baru. Banyak platform media sosial bahkan mendukung konten video, memberi Anda peluang untuk memasarkan bisnis Anda dengan cara baru.</p><p>Membuat dan berbagi video memungkinkan Anda memberi tahu audiens tentang produk dan layanan Anda dan membantu Anda terlibat dengan mereka secara lebih teratur. Karena banyak orang menonton video tanpa suara, pertimbangkan untuk menambahkan teks ke video Anda untuk mendapatkan interaksi yang lebih besar.</p><h4>Pahami audiens Anda</h4><p>Saat mengembangkan strategi pemasaran Anda, sangat penting untuk memahami audiens target Anda. Pertimbangkan siapa mereka, demografis mereka, situasi kehidupan mereka, apa yang mereka lakukan dan bagaimana Anda dapat membantu mereka melakukannya dengan lebih baik. Untuk membantu Anda lebih memahami audiens Anda, buat persona pembeli untuk mendefinisikan mereka dengan lebih baik dalam hal demografi dan minat mereka. Menciptakan persona pembeli juga memberi Anda arahan saat mengembangkan strategi pemasaran Anda.</p><h4>Gunakan platform iklan yang berbeda</h4><p>Uji berbagai jenis iklan untuk menentukan mana yang paling cocok untuk perusahaan dan merek Anda. Seringkali, Anda memerlukan kombinasi iklan bukan hanya satu. Semakin banyak pelanggan Anda melihat Anda di saluran yang berbeda, semakin besar kemungkinan mereka akan menerima merek Anda dan menghargai keandalannya. Ini juga membantu mereka mengingat Anda lebih baik daripada pesaing Anda.</p><h4>Buat konten yang ditargetkan</h4><p>Mengetahui audiens Anda membantu Anda menghasilkan konten yang lebih bertarget dan relevan untuk pelanggan Anda saat ini dan calon pelanggan. Untuk mendapatkan kepercayaan dari audiens Anda, bertujuan untuk menjangkau mereka secara pribadi dengan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda memahami kebutuhan mereka dan cukup peduli untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan ini. Untuk membuat konten yang ditargetkan, berikan informasi bermanfaat yang dapat mereka gunakan.</p><h4>Tingkatkan konten media sosial Anda</h4><p>Karena media sosial terus berkembang, penting untuk mengikuti perkembangan zaman dan memastikan Anda selalu menggunakannya untuk keuntungan Anda. Pertimbangkan untuk berinvestasi dalam iklan berbayar di berbagai platform media sosial untuk membantu Anda menarik lebih banyak pelanggan. Anda juga dapat menggunakan pos yang ditingkatkan untuk menyebarkan kesadaran merek.</p><h4>Optimalkan email Anda</h4><p>Meskipun banyak orang lebih suka email saat berkomunikasi dengan bisnis, mudah untuk membuat mereka merasa kewalahan dengan jumlah email yang mereka dapatkan di kotak masuk mereka setiap hari. Untuk meningkatkan pemasaran email dan keterlibatan audiens secara keseluruhan, optimalkan email Anda dengan cara berikut:</p><ul><li>Jadikan email Anda berasal dari alamat email dan nama pengirim yang dapat dikenali.</li><li>Tulis baris subjek yang menarik yang membuat audiens Anda membuka email Anda.</li><li>Jadikan email dan konten situs web Anda dioptimalkan untuk tampilan seluler.</li><li>Pastikan konten Anda memenuhi apa yang Anda janjikan di baris subjek email Anda.</li><li>Miliki email dan situs web yang estetis untuk audiens Anda.</li><li>Sertakan ajakan bertindak di setiap email Anda sehingga audiens Anda tahu apa yang Anda ingin mereka lakukan.</li></ul><h4>Baca ulasan online</h4><p>Ulasan pelanggan dapat membantu Anda menarik pelanggan baru melalui rujukan karena banyak orang membaca ulasan sebelum membeli produk atau layanan. Pertimbangkan untuk membuat proses pemantauan ulasan yang memungkinkan Anda menyaring ulasan dengan lebih mudah. Ketika Anda membaca ulasan negatif, Anda memiliki kesempatan untuk menjangkau mereka dan memperbaiki situasi. Meskipun Anda tidak dapat menyenangkan semua pelanggan Anda, menjangkau mereka menunjukkan bahwa Anda peduli sekaligus membangun loyalitas pelanggan.</p><h4>Gunakan alat otomatisasi pemasaran</h4><p>Untuk membantu Anda mengelola tugas pemasaran dengan lebih baik, gunakan otomatisasi pemasaran. Otomatisasi pemasaran mengacu pada platform dan teknologi yang membantu Anda memasarkan bisnis Anda secara lebih efektif di berbagai saluran menggunakan tugas otomatis dan berulang. Otomatisasi pemasaran tidak hanya menghemat waktu Anda yang berharga, tetapi juga memastikan Anda tetap berada di puncak jaringan Anda dan dapat membantu Anda mempertahankan pelanggan dengan lebih mudah.</p>]]></content:encoded></item><item><title>7 Tips pemasaran di media sosial untuk meningkatkan penjualan</title><link>/pemasaran/7-tips-pemasaran-di-media-sosial-untuk-meningkatkan-penjualan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 07 May 2021 01:00:56 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara meningkatkan penjualan di media sosial]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran di media sosial]]></category><category><![CDATA[pemasaran media sosial]]></category><category><![CDATA[tips meningkatkan penjualan di media sosial]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran di media sosial]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3139</guid><description><![CDATA[Menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan bukanlah sesuatu yang baru. Hal ini sudah ada sejak situs media sosial hadir. Namun, strategi dan cara pengimplementasiannya yang berubah. Berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan penjualan Anda dengan menggunakan media sosial. Menghubungi influencer yang tepat Memiliki daftar artis &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan bukanlah sesuatu yang baru. Hal ini sudah ada sejak situs media sosial hadir. Namun, strategi dan cara pengimplementasiannya yang berubah. Berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan penjualan Anda dengan menggunakan media sosial.</p><h3>Menghubungi influencer yang tepat</h3><p>Memiliki daftar artis yang popular untuk mempromosikan produk Anda merupakan hal yang mahal dan cukup lawas. Tetapi saat ini, ada beberapa <em>celebrity</em> (online) yang terkenal di media sosial. Influencer dengan pengikut kurang dari 50 ribu. Biasanya influencer yang kecil ini memiliki pengikut yang setia dan biasanya mereka itu berfokus pada <em>niche</em> yang khusus. Penting sekali bagi Anda untuk dapat terhubungan dengan influencer yang tepat yang dapat menyampaikan pesan dan visi Anda. Sangat tidak bijak jika Anda memilih influencer hanya berdasarkan jumlah pengikut, komentar, atau likes. Influencer yang tepat harus bisa menceritakan <em>brand value</em> Anda karena ini berhubungan dengan calon pelanggan baru.</p><h3>Mengetahui media sosial yang tepat untuk demografi Anda</h3><p>Untuk menciptakan sebuah gambar yang ideal bagi pelanggan Anda, Anda harus mempertimbang media sosial apa yang digunakan. Akun Facebook memiliki tipe pengguna dari berbagai kalangan dan jenis karakter. Hal ini berbeda dengan pengguna Instagram, dimana mereka seringkali menemukan brand baru, produk baru dan layanan-layanan baru dari <em>platform</em> tersebut.</p><p>Di Twitter, B2B lebih sukses untuk digunakan karena sekitar 77% pengguna Twitter memiliki kesan yang positif terhadap bisnis sering membalas tweet penggunanya, yang berarti ini adalah <em>engagement</em>. Sementara YouTube merupakan <em>platform</em> yang sangat popular di kalangan anak muda.</p><h3>Gunakan pelanggan setia Anda sebagai brand advocates</h3><p>Anda tidak perlu bergantung kepada influencer, jika Anda menginginkan orang-orang mempromosikan produk dan layanan Anda. Pelanggan setia Anda merupakan aset terbesar Anda, karena mereka bisa menjadi brand advocate Anda jika Anda mampu menarik perhatian mereka melalui promosi dan layanan Anda. Dengan menggunakan <em>hashtag</em> dan kata kunci yang <em>related</em> terhadap nama brand Anda di media sosial dapat membantu Anda menemukan orang-orang yang benar-beanr aktif menyebarkan konten yang berhubungan dengan brand Anda.</p><h3>Gunakan chatbot</h3><p>Salah satu hal yang paling efektif untuk menangani layanan pelanggan adalah menggunakan chatbot. Walaupun memang tidak ada satu pun yang dapat menggantikan interaksi antar sesama manusia, namun teknologi AI (Artificial intelligence) dapat dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan yang berat. Chatbot dapat digunakan untuk berkomunikasi secara langsung atau secara aktif berinteraksi dengan pelanggan porensial pada media sosial. Mereka dapat menjadi rekan kerja untuk manusia dengan shift kerja yang baik. AI tidak memiliki masalah untuk bekerja selama 24/7 untuk memberitahukan masalah, merespon <em>inquiry</em> pada media sosial, dan juga menjangkau pelanggan di media sosial untuk meningkatkan interaksi. Chatbot juga dapat membantu sebuah bisnis dengan mengubah <em>inquiry</em> menjadi penjualan.</p><h3>Memantau konversi</h3><p>Ada begitu banyak kesempatan yang belum tersentuh di media sosial dalam hal konversi. Namun, dengan kesibukan yang Anda lakukan setiap harinya akan membuat sulit bagi Anda untuk mengidentifikasi informasi yang relevan. <em>Brand listening</em> adalah tindakan yang dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan berharga melalui observasi, mengumpulkan, dan menganalisis percakapan tentang brand Anda, pesaing, dan industri secara umum.</p><p>Memantau apa yang dibicarakan oleh audience Anda dapat membantu Anda untuk keluar dari situasi yang sulit, mendapatkan pelanggan baru, brand advocate, menemukan teknis pemasaran baru, dan meningkatkan motivasi. Sebagai tambahan, perusahaan yang secara aktif memantau pergerakan kompetitor mereka dapat menyali masuk dan membantu pelanggan-pelanggan mereka (kompetitor) yang tidak puas.</p><h3>Gunakan gambar yang sosial media friendly</h3><p>Media sosial sangat dekat dengan konten visual. Tidak ada satu pun agensi pemasaran media sosial yang tidak merekomendasikan kliennya untuk menggunakan jejaring sosial yang mendukung layanan untuk menampilkan gambar, infografis, atau video. Karena para pengguna lebih menyukai sesuatu yang bersifat visual maka gambar-gambar yang sudah umum menjadi tidak menarik lagi.</p><p>Menciptakan gambar yang <em>sosial media friendly</em>, berarti bergantung pada layanan gambar-gambar yang bebas royalty sehingga Anda dapat menggunakannya dalam postingan Anda.</p><h3>Tawarkan nilai</h3><p>Untuk mendapatkan pengikut yang banyak di media sosial, maka brand Anda harus memiliki nilai yang layak untuk mereka (pelanggan Anda). Cobalah berikan diskon atau kontes yang hanya dilakukan di media sosial. Berikan pelanggan konten yang bersifat <em>informative</em> dan cocok dengan pesan perusahaan Anda. Anda juga harus selalu memperbaharui informasi tentang perkembangan terakhir yang ada di industri Anda. Pastikan profil media sosial Anda seimbang antara informasi produk dan informasi yang bernilai bagi pelanggan.</p>]]></content:encoded></item><item><title>10 Cara mempromosikan produk</title><link>/pemasaran/10-cara-mempromosikan-produk/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 19 Feb 2021 05:54:33 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara memasarkan produk]]></category><category><![CDATA[cara mempromosikan produk]]></category><category><![CDATA[cara pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara promosi]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips memasarkan produk]]></category><category><![CDATA[tips mempromosikan produk]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips promosi]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2139</guid><description><![CDATA[Membuat produk atau layanan baru untuk sebuah toko merupakan hal yang cukup menantang, namun ketika Anda ingin mempromosikan produk atau layanan baru maka Anda membutuhkan sebuah rencana yang sangat matang. Jika Anda tidak membuat rencana yang matang, maka Ini bisa menjadi sebuah hal yang mengerikan, namun Anda tidak perlu khawatir, dengan beberapa panduan, Anda bisa &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Membuat produk atau layanan baru untuk sebuah toko merupakan hal yang cukup menantang, namun ketika Anda ingin mempromosikan produk atau layanan baru maka Anda membutuhkan sebuah rencana yang sangat matang. Jika Anda tidak membuat rencana yang matang, maka Ini bisa menjadi sebuah hal yang mengerikan, namun Anda tidak perlu khawatir, dengan beberapa panduan, Anda bisa menjalankan proses promosi produk dengan mudah dan menyenangkan.</p><p>Sebagai pengusaha, tentu Anda melakukan segalanya: menciptakan produk, bekerja dengan klien dan pelanggan, membangun toko online dan media sosial. Ini merupakan pekerjaan yang cukup banyak.</p><p>Tapi pekerjaan itu tidak berhenti hanya sampai di situ. Anda juga perlu cara untuk mempromosikan produk.</p><p>Di bawah ini, kami telah mengemukakan cara paling efektif untuk mempromosikan produk. Anda mungkin terkejut: tidak setiap metode membutuhkan banyak usaha, cukup hanya strategi dan fokus untuk menjalankannya.</p><p>Mari kita lihat apa saja cara untuk mempromosikan produk.</p><h3>Kirim email ke daftar kontak Anda</h3><p>Pemasaran email adalah panduan dasar pemasaran online &#8211; dan kemungkinan metode ini akan tetap ada untuk sementara waktu. Email marketing mampu mengkonversi dengan lebih baik jika dibandingkan dengan media sosial. Mengapa? Karena secara sosial, Anda bersaing untuk mendapat perhatian. Di email, calon pelanggan ingin mendengar kabar dari Anda &#8211; dan Anda memiliki akses langsung ke inbox email mereka.</p><p>Daftar email penuh dengan orang-orang yang (sudah beberapa tahun) sudah tertarik dengan produk Anda &#8211; dan semoga Anda bisa memanfaatkan konten gratis untuk mendidik dan menarik perhatian mereka. Bila pelanggan Anda terbiasa melihat konten berharga dari Anda, maka email tentang produk terbaru Anda akan lebih efektif untuk menghasilkan penjualan.</p><p>Email adalah aspek penting dari platform pemasaran Anda, namun jangan berhenti sampai sana saja.</p><h3>Ceritakan tentang produk Anda sepanjang strategi konten Anda</h3><p>Bangun keseluruhan strategi konten Anda untuk berbagi cerita produk Anda dengan pelanggan. Entah apakah ketika Anda memposting konten di Instagram, buat konten visual yang menarik untuk dibagikan pada media sosial, atau kirimkan email marketing kepada audiens Anda secara terjadwal (Scheduling), dengan menyusun strategi konten secara cerdas Anda dapat meningkatkan jumlah penjualan Anda seiring dengan berjalannya waktu.</p><p>Anda juga dapat membuat strategi promosi untuk produk dengan membuat postingan blog dan video yang mendidik dan menginspirasi pelanggan ideal Anda. Misalnya, jika Anda menjual sebuah program tentang cara menulis dan menjual ebook, Anda pasti harus mengirimkan email yang menyertakan banyak konten gratis dan berharga tentang bagaimana cara membuat judul yang baik, bagaimana mengorganisir ebook sebelum Anda menuliskannya, dan bagaimana untuk tetap produktif saat Anda mengerjakannya.</p><p>Jangan lupa menyertakan call-to-action di setiap postingan, entah apakah itu ketika membagikan postingan blog, mengirim email pemasaran ke daftar kontak Anda, dan lain sebagainya.</p><h3>Tulis postingan pada blog</h3><p>Sambil mengerjakan strategi konten Anda, siapkan waktu untuk postingan blog yang mengumumkan produk Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti membuat artikel yang menceritakan tentang produk baru Anda yang disertai dengan tombol atau widget yang memungkinkan pelanggan Anda untuk membeli produk tersebut dengan mudah.</p><p>Menulis posting blog adalah cara cerdas untuk meningkatkan tidak hanya SEO Anda, tapi juga mengekspos brand Anda ke pelanggan dengan cara yang kreatif. Platform di media sosial dapat membatasi akses Anda ke pelanggan jika Anda tidak menggunakan konten berbayar atau iklan sponsor, namun dengan menggunakan artikel atau psotingan pada blog, maka Anda dapat memperluas jangkauan audiens Anda tanpa Anda harus mengeluarkan biaya yang mahal.</p><h3>Bagikan produk Anda secara sosial dimanapun pelanggan Anda berada</h3><p>Entah apakah pelanggan potensial Anda lebih menyukai platform media sosial di Instagram, Facebook, atau Twitter, namun Anda harus tetap membagikan postingan tentang produk Anda dengan konten yang sudah disesuaikan secara visual untuk setiap platform tersebut. Jadikan promosi sosial Anda visual, sehingga penggemar Anda dapat terhubung dengan produk Anda pada tingkat yang lebih dalam.</p><p>Saat ini, orang-orang lebih suka mendengar cerita Anda di media sosial, dan kemudian mengambil tindakan berdasarkan hal tersebut, oleh karena itu Anda harus paham tentang demografi pengguna media sosial tersebut, bagaimana cara berbicara pada platform tersebut, , memperhatikan konteks, memahami nuansa dan perbedaan yang membuat setiap platform unik, dan sesuaikan semua hal tersebut dengan konten Anda.</p><h3>Cari, dan pekerjakan, brand ambassador</h3><p>Apakah Anda memiliki produk atau layanan yang sangat disukai oleh pelanggan Anda? Apakah Anda memperhatikan bahwa beberapa pelanggan Anda yang fans dengan perusahaan atau produk Anda di media sosial? Jika iya, mereka mungkin adalah brand ambassador alami yang dapat membawa produk baru Anda ke tempat yang tidak dapat Anda capai sendiri. Pertimbangkan untuk membayar atau memberikan produk secara gratis kepada brand ambassador Anda atas bantuan mereka dalam membagikan produk Anda di jaringan mereka. Jangan lupa untuk memposting ulang konten buatan brand ambassador tersebut di Instagram Anda sendiri.</p><h3>Tawarkan diskon khusus bagi subscriber</h3><p>Masukkan diskon sebagai bagian dari strategi bisnis Anda dan gunakan dengan bijaksana. Ingatlah bahwa Anda harus bisa menjangkau pelanggan baru dan mendorong penjualan secara berkala tanpa harus memotong profit Anda terlalu jauh. Katakanlah Anda ingin memperbesar daftar email, sekaligus mempromosikan sebuah produk, maka Anda dapat menyediakan kode diskon dimana mereka harus melakukan pendaftaran (berguna untuk memperbesar daftar email) sebelum melakukan transaksi pembelian sehingga Anda mendapatkan dua keuntungan. Keuntungan pertama adalah mendapatkan data email mereka dan yang kedua adalah meningkatkan jumlah penjualan Anda.</p><h3>Jalankan kontes sosial</h3><p>Jika Anda ingin mempromosikan produk Anda secara sosial, pertimbangkan untuk menjalankan sebuah kontes media sosial untuk meningkatkan awareness pada pelanggan Anda.</p><p>Encircled, sebuah perusahaan pakaian wanita yang ramah lingkungan, menjalankan sebuah kontes perjalanan untuk mempromosikan legging mereka. Untuk mengikuti kontes tersebut, ada banyak hal yang harus mereka lakukan, termasuk mengikuti (follow) mereka secara sosial, berlangganan newsletter mereka dan mengomentari postingan blog mereka. Setiap aktivitas menghasilkan poin dan menghasilkan 4 pemenang.</p><h3>Minta teman (sesama pengusaha) dan blogger untuk berbagi produk baru Anda</h3><p>Memiliki sekelompok wirausahawan yang memang menyukai apa yang Anda lakukan bisa menjadi media yang sangat bagus ketika Anda ingin mempromosikan produk. Emily dan Kathleen dari <a href="https://beingboss.club/" target="_blank" rel="noopener">Being Boss</a> menyebut hal ini sebagai &#8216;Wolfpack&#8217;, yang merupakan sekelompok orang-orang yang mencintai apa yang Anda lakukan dan akan membantu mempromosikan apa yang Anda lakukan. Jadikan konten Anda menjadi lebih mudah bagi &#8216;Wolfpack&#8217; Anda untuk berbagi apa yang Anda lakukan dengan menyediakan Tweet, posting Facebook, dan konten visual yang telah ditulis sebelumnya.</p><h3>Buat siaran pers</h3><p>Begitu banyak pemasaran yang dilakukan secara online belakangan ini, tetapi bagaimana dengan media lokal? Jurnalis berita selalu mencari informasi yang relevan tentang komunitas untuk dibagikan dan produk atau layanan baru Anda mungkin saja salah satu hal menarik untuk dibagikan oleh mereka. Oleh karena itu, buatlah sebuah tulisan untuk siaran pers dan bagikan dengan koran dan stasiun berita lokal untuk mendapatkan perhatian dari lingkungan disekitar Anda.</p><h3>Facebook Live</h3><p>Video menjadi semakin populer, lalu mengapa Anda tidak memberi kesempatan untuk mempromosikan produk Anda di Facebook Live? Jika Anda memiliki halaman Facebook yang ramai (bahkan jika itu adalah halaman pribadi Anda), arahkan mereka ke Facebook Live untuk berbicara dengan penggemar dan teman Anda tentang produk terbaru Anda. Pertimbangkan untuk membuatnya menjadi sebuah serial, Tunjukkan juga behind the scene proses pembuatan produk dan semua hal yang terjadi selama peluncuran produk Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Tips pemasaran dalam media sosial untuk bisnis lokal</title><link>/pemasaran/tips-pemasaran-dalam-media-sosial-untuk-bisnis-lokal/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 14 Dec 2020 00:45:45 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara menggunakan media sosial dalam bisnis]]></category><category><![CDATA[cara menggunakan media sosial untuk bisnis]]></category><category><![CDATA[cara pemasaran dalam media sosial di bisnis]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips media sosial]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran media sosial untuk bisnis]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran media sosial untuk bisnis lokal]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran untuk media sosial]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2053</guid><description><![CDATA[Sudah terlalu banyak saya mendengar bisnis, terutama bisnis kecil mengatakan bahwa sosial media bukanlah untuk mereka. Sosial media memakan banyak waktu. Mereka tidak yakin dimana mereka harus memulainya atau bagaimana cara menjalankannya. Selain itu, mereka harus fokus untuk menjalankan bisnis mereka yang sebenarnya dan bukannya memposting gambar secara online. Bukankah begitu? Salah. Sosial media terus &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Sudah terlalu banyak saya mendengar bisnis, terutama bisnis kecil mengatakan bahwa sosial media bukanlah untuk mereka. Sosial media memakan banyak waktu. Mereka tidak yakin dimana mereka harus memulainya atau bagaimana cara menjalankannya. Selain itu, mereka harus fokus untuk menjalankan bisnis mereka yang sebenarnya dan bukannya memposting gambar secara online. Bukankah begitu?</p><p>Salah.</p><p>Sosial media terus mengubah cara kita dalam berkomunikasi, hal ini telah menjadi alat yang sangat penting untuk sebuah bisnis kecil. Mari kita lihat: Facebook, Twitter, dan LinkedIn tidak akan menghilang. Sementara platform sosial media lainnya memulai bisnis mereka dengan cara menghubungkan saudara dan teman-teman, ini sudah menjadi hal yang lumrah.</p><p>Dalam dunia yang sudah terkoneksi seperti saat ini, pelanggan melakukan riset pembelian secara online dan mencari rekomendasi dari sahabat dan keluarga. Jadi, memiliki kehadiran sosial media bagi bisnis kecil merupakan hal yang penting.</p><p>Sekarang saatnya untuk merangkul sosial media. Ini merupakan tempat berkumpulnya pelanggan Anda, jadi jangan ragu untuk menghampiri mereka. Jangan takut untuk melakukan pendekatan kepada mereka dan berikan pelukan yang hangat kepada mereka.</p><p>ROI (Return of Investment) Anda untuk waktu beberapa jam dalam seminggu dan beberapa klik dari sebuah tombol dapat memberikan sesuatu yang besar. Anda dapat mendukung dan mengembangkan brand Anda selagi membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan Anda saat ini atau pelanggan baru Anda. Saya telah berhasil mendapatkan lead melalui pesan langsung pada Twitter dan Facebook. Percayalah, semua ini bekerja dengan baik.</p><h3>Kualitas mengalahkan kuantitas</h3><p>Anda tidak harus memposting segala hal pada channel sosial media Anda. Namun Anda harus membuat pesan Anda keluar secara rutin.Ketika Anda melakukan posting mengenai apapun, Anda harus mengingat hal ini: Kualitas akan selalu mengalahkan kuantitas.</p><p>Ingatlah bahwa pelanggan berbelanja pada sebuah bisnis kecil karena nilai yang diberikan. Jadi, sebisa mungkin Anda harus transparan terhadap pelanggan Anda. Jangan pernah takut untuk memiliki personality secara online dan terus berikan pelanggan Anda alasan untuk terus kembali kepada Anda. Ketika Anda membangun hubungan, Anda membangun sebuah bisnis.</p><h3>Fokus pada komunitas</h3><p>Hal ini sudah dibuktikan oleh para ahli bahwa pemasaran sosial media dapat memperluas jangkauan Anda, membantu Anda untuk meng-engage lebih banyak audiens dan menciptakan lebih banyak penggemar. Namun sosial media tidak sama dengan pemasaran tradisional, dimana Anda meletakkan pesan Anda di luar sana dan berharap agar seseorang memberikan respon. Sosial media lebih kepada pembicaraan dua arah dan berpusat disekitar komunitas yang memiliki ide sama.</p><p>Sosial media membuat bisnis kecil secara langsung berkomunikasi dengan pelanggan mereka dan memiliki potensi untuk mengubah pelanggan mereka menjadi tim sales vitual. Pembicaraan merupakan jalur dua arah. Pastikan bahwa Anda membalas pesan orang-orang yang mencoba untuk berinteraksi dengan Anda pada sosial media. Lakukan penetrasi kepada orang-orang yang memiliki pengaruh secara sosial (dalam sosial media), seperti blogger yang blognya sering dikunjungi oleh pelanggan Anda atau seseorang yang memiliki pengikut banyak. Melakukan penetrasi dalam komunitas online merupakan inti dari sosial media dan salah satu kunci kesuksesan Anda.</p><h3>Pertimbangkan untuk memasang iklan</h3><p>Anda telah berinvestasi pada waktu. Investlah pada sedikit uang Anda juga. Jangan pernah takut untuk membuang sedikit uang Anda melalui sosial media Anda.</p><p>Jika anggaran Anda memungkinkan, sediakansedikit dana Anda melalui Google AdWords untuk membantu Anda meningkatkan hasil pencarian website Anda ke tempat yang lebih tinggi. Untuk melakukan ini, Anda membutuhkan sebuah daftar kata kunci yang merepresentasikan diri Anda dan yang sering ditemukan pada website Anda.</p><p>Anda juga dapat meningkatkan pesan sosial media Anda pada Facebook, Twitter, dan LinkeIn. Caranya adalah denganmembuat sebuah iklan yang ditargetkan pada komunitas tertentu pada jaringan Anda. Kenali audiens Anda, dan Anda dapat dengan mudah mempromosikan postingan Anda, berbagi, mendapatkan lebih banyak pengikut dan mengirimkan traffic ke website Anda.</p><h3>Ulangi hal yang sudah terbukti berhasil</h3><p>Tidak perlu menemukan kembali hal yang sudah terbukti berhasil. Jika usaha sosial media Anda berhasil, ulangi kembali langkah-langkah tersebut. Perlu Anda ingat, jika Anda memasukkan iklan pada Facebook dan kemudian tidak berhasil, cobalah untuk mendefinisikan kembali audiens Anda atau jumlah investasi Anda.</p><p>Sosial media merupakan sebuah alat pemasaran yang sudah banyak digunakan oleh pemilik bisnis kecil lainnya. Ini merupakansuatu hal yang unik karena dapat meningkatkan visibilitas perusahaan, memperluas jangkauan dan melibatkan pelanggan Anda. Namun semua ini akan bekerja dengan baik hanya jika Anda melakukannya.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Apa itu digital marketing?</title><link>/pemasaran/apa-itu-digital-marketing/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 28 May 2020 08:39:37 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[apa itu branding]]></category><category><![CDATA[apa itu digital branding]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing agency]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing channel]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing communication]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing dan contohnya]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing indonesia]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing manager]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing officer]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing ppt]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing specialist]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing strategy]]></category><category><![CDATA[apa itu marketing digital banking]]></category><category><![CDATA[apa itu marketing digital printing]]></category><category><![CDATA[apa sih digital marketing itu]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud dengan digital marketing metrics]]></category><category><![CDATA[contoh digital branding]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing campaign]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing canvas]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing communication]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing di indonesia]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing di perusahaan]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing plan]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing plan pdf]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing strategy]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing untuk umkm]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing yang baik]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing yang sukses]]></category><category><![CDATA[definisi digital branding]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[digital marketing]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran digital]]></category><category><![CDATA[pengertian digital branding]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing dan contohnya]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing journal]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing jurnal]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut buku]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut kotler]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2017]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2018]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2019]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli terbaru]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing secara umum]]></category><category><![CDATA[tips marketing]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1099</guid><description><![CDATA[Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Pada umumnya, pelaku bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, media sosial, email, dan situs web mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan mereka. Dengan semakin mudahnya menggunakan akses internet saat ini, maka jumlah orang yang online akan semakin meningkat dari tahun &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Pada umumnya, pelaku bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, media sosial, email, dan situs web mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan mereka.</p><p>Dengan semakin mudahnya menggunakan akses internet saat ini, maka jumlah orang yang online akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, pengguna internet di kalangan orang dewasa meningkat sebesar 5% hanya dalam tiga tahun terakhir, menurut Pew Research. Dengan semakin meningkatnya pengguna internet di dunia, maka cara mereka berbelanja pun berubah, ini berarti pemasaran konvensional menjadi tidak efektif lagi.</p><p>Pemasaran merupakan tentang bagaimana menghubungkan audiens Anda di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Ini artinya Anda harus menemui mereka dimana mereka menghabiskan waktu mereka paling banyak yaitu internet.</p><h2>Bagaimana Anda mendefinisikan digital marketing?</h2><p>Digital marketing ditentukan oleh penggunaan berbagai taktik dan saluran digital untuk terhubung dengan pelanggan di mana mereka menghabiskan banyak waktu mereka: online. Mulai dari situs website yang merupakan aset branding online, iklan digital, <a href="/pemasaran/3-taktik-pemasaran-email-yang-anda-butuhkan/">email marketing</a>, brosur online, dan lainnya, merupakan beberapa taktik yang termasuk di dalam digital marketing.</p><h3>Taktik dan contoh digital marketing</h3><p>Digital marketing terbaik memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana setiap kampanye pemasaran digital dapat membantu mereka meraih tujuan atau goal mereka. Dan tergantung pada tujuan strategi pemasaran mereka, pemasar dapat mengadakan kampanye yang lebih besar melalui saluran gratis dan berbayar yang mereka miliki.</p><p>Seorang pemasar konten (content marketing), misalnya, dapat membuat serangkaian posting blog yang berfungsi untuk mengarahkan traffic ke sebuah produk yang baru – baru ini di luncurkan oleh perusahaan. Pemasar media sosial kemudian membantu mempromosikan postingan blog tersebut melalui pos berbayar dan organik di akun media sosial. Mungkin juga pemasar email membuat kampanye email untuk mengirimkan informasi tentang produk tersebut kepada pelanggan – pelanggan  berpotensial.</p><p>Berikut ini merupakan rangkuman singkat tentang beberapa taktik pemasaran digital yang paling umum digunakan dan saluran apa saja yang biasanya digunakan oleh digital marketing dalam membuat kampanye.</p><h4>Search Engine Optimization (SEO)</h4><p>Search Engine Optimization atau SEO adalah <a href="/pemasaran/internet-marketing/cara-menaikkan-rating-website-di-google/">proses mengoptimalkan situs web Anda untuk mendapatkan &#8220;peringkat&#8221; yang lebih tinggi</a> di halaman hasil pencarian mesin pencari, sehingga meningkatkan jumlah traffic organik yang diterima situs web Anda. Saluran yang mendapatkan keuntungan dari SEO adalah:</p><ul><li>Situs web</li><li>Blog</li><li>Infografis</li></ul><h4>Pemasaran Konten atau Content Marketing</h4><p>Istilah ini menunjukkan pembuatan dan promosi aset konten untuk tujuan menghasilkan kesadaran merek, pertumbuhan lalu lintas, perolehan prospek, dan pelanggan. Saluran yang dapat berperan dalam strategi pemasaran konten Anda meliputi:</p><ul><li>Posting blog</li><li>Ebooks dan whitepaper</li><li>Infografis</li><li>Brosur dan buku panduan online</li></ul><h4>Social Media Marketing</h4><p>Ini merupakan kegiatan pemasaran yang mempromosikan merek dan konten Anda di saluran media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), mendorong traffic, dan memberikan prospek atau calon pelanggan untuk bisnis Anda. Saluran yang dapat Anda gunakan dalam social media marketing meliputi:</p><ul><li>Facebook</li><li>Twitter</li><li>LinkedIn</li><li>Instagram</li><li>Snapchat</li><li>Pinterest</li><li>Google+</li></ul><h4>Pay-Per-Click (PPC)</h4><p>PPC merupakan metode untuk mengarahkan traffic ke situs web Anda dengan membayar publisher setiap kali iklan Anda diklik. Salah satu jenis PPC yang paling umum adalah <a href="https://ads.google.com/home/">Google AdWords</a>, yang memungkinkan Anda membayar slot teratas di halaman hasil mesin pencari Google dengan harga &#8220;per klik&#8221; dari tautan yang Anda tempatkan. Saluran lain di mana Anda dapat menggunakan PPC meliputi:</p><ul><li>Iklan berbayar di Facebook.</li><li>Tweet Promosi di Twitter.</li><li>Pesan Sponsor di LinkedIn.</li></ul><h4>Affiliate Marketing</h4><p>Ini adalah jenis iklan berbasis kinerja dimana Anda akan menerima komisi ketika mempromosikan produk atau layanan orang lain di situs web Anda. Saluran affiliate marketing meliputi:</p><ul><li>Hosting iklan video melalui YouTube.</li><li>Memposting tautan afiliasi dari akun media sosial Anda.</li></ul><h4>Native Advertising</h4><p>Native advertising mengacu pada iklan yang umumnya berupa konten dan ditampilkan di platform bersama konten non-bayar lainnya. Postingan sponsor merupakan contoh native advertising yang baik, tetapi ada beberapa orang yang juga menganggap iklan di media sosial sebagai native advertising, contohnya jika Anda memasang iklan di Facebook atau Instagram.</p><h4>Marketing Automation</h4><p>Marketing automation mengacu pada perangkat lunak yang berfungsi untuk mengotomatisasi kegiatan pemasaran dasar Anda. Banyak kegiatan pemasaran yang dapat diotomatisasikan seperti:</p><ul><li>Email Newletter.</li><li>Penjadwalan posting pada media sosial.</li><li>Pembaharuan daftar kontak.</li><li>Laporan dan tracking kampanye pemasaran.</li></ul><h4>Email Marketing</h4><p>Perusahaan menggunakan email marketing sebagai cara berkomunikasi dengan audiens mereka. Email marketing sering digunakan untuk mempromosikan konten, diskon, dan acara, serta mengarahkan orang &#8211; orang menuju situs web bisnis Anda. Jenis email yang dapat Anda kirimkan dalam kampanye email marketing meliputi:</p><ul><li>Newsletter untuk berlangganan blog.</li><li>Email follow up yang ditujukan kepada pengunjung situs web untuk mendownload sesuatu.</li><li>Email selamat datang.</li><li>Promosi liburan untuk anggota member yang setia berbelanja.</li><li>Tips atau email serial untuk mengedukasi pelanggan.</li></ul><h4>Online PR</h4><p>Online PR merupakan sebuah praktik untuk mengamankan material online yang diperoleh dari publikasi digital, blog, dan situs web berbasis konten lainnya. Ini mirip seperti PR tradisional, bedanya dilakukan secara online. Saluran yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan upaya PR Anda meliputi:</p><ul><li>Outreach melalui media sosial.</li><li>Membuat review online perusahaan Anda.</li><li>Terlibat dalam kolom komentar di situs web atau blog pribadi Anda.</li></ul><h4>Inbound Marketing</h4><p>Inbound marketing mengacu pada pendekatan &#8220;full-funnel&#8221; untuk menarik, engaging, dan membuat pelanggan senang dengan menggunakan konten online. Anda dapat menggunakan setiap taktik pemasaran digital yang tercantum di atas ke strategi inbound marketing.</p><h2>Apa yang harus dilakukan digital marketer?</h2><p>Digital marketer bertanggung jawab untuk mendorong kesadaran merek (brand awareness) dan mengarahkan semua upaya pemasaran melalui semua saluran digital, baik yang gratis maupun berbayar. Saluran ini termasuk media sosial, situs web perusahaan itu sendiri, peringkat mesin pencari, email, periklanan, dan blog perusahaan.</p><p>Digital marketer biasanya berfokus pada key performance indicator (KPI) yang berbeda untuk setiap saluran, sehingga mereka dapat mengukur kinerja perusahaan dengan tepat di setiap saluran. Digital marketer yang bertanggung jawab atas SEO, misalnya, mengukur &#8220;traffic organik&#8221; situs web mereka &#8211; dari lalu lintas yang berasal dari pengunjung situs web yang menemukan halaman situs web bisnis Anda  melalui pencarian di mesin pencari Google.</p><p>Digital marketing memiliki banyak peran dalam kegiatan pemasaran saat ini. Di perusahaan kecil, satu generalis mungkin memiliki banyak taktik pemasaran digital yang dijelaskan di atas pada saat yang bersamaan. Di perusahaan besar, taktik ini memiliki banyak spesialis yang masing &#8211; masing fokus hanya pada satu atau dua saluran digital merek.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa contoh dari para spesialis ini:</p><p><strong>Manajer SEO</strong></p><p>KPI Utama: Traffic organic</p><p>Singkatnya, para manajer SEO harus bisa menempatkan bisnis mereka di peringkat tertinggi dari hasil pencarian di mesin pencari Google. Menggunakan berbagai pendekatan untuk mengoptimalkan mesin pencari, Manajer SEO harus bekerja secara langsung dengan pembuat konten untuk memastikan konten yang mereka hasilkan berkinerja baik di Google, termasuk ketika perusahaan memposting konten tersebut di media sosial.</p><p><strong>Content marketing specialist</strong></p><p>KPI Utama: Lama waktu di sebuah halaman web, traffic blog secara keseluruhan, subscriber pada YouTube</p><p>Content marketing specialist merupakan pencipta konten digital. Mereka biasanya sering memperhatikan kalender blog perusahaan, dan kemudian muncul dengan strategi konten dan mencakup video juga. Para profesional ini sering bekerja dengan bagian departemen lain untuk memastikan produk dan kampanye peluncuran bisnis sejalan dengan konten promosi di setiap saluran digital.</p><p><strong>Manajer Media Sosial</strong></p><p>KPI Utama: Follower, Impression, Shares</p><p>Manajer media sosial menetapkan jadwal posting untuk konten tertulis dan visual perusahaan. Mereka juga dapat bekerja sama dengan content marketing specialist untuk mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk memposting konten di jaringan sosial tertentu.</p><p>(Catatan: Per KPI di atas, &#8220;impression&#8221; mengacu pada berapa kali postingan konten muncul di newsfeed dari pengguna.)</p><p><strong>Marketing automation coordinator</strong></p><p>KPI Utama: Rate email yang dibuka, campaign click-through rate, lead generation rate</p><p>Marketing automation coordinator membantu memilih dan mengelola perangkat lunak yang memungkinkan seluruh tim pemasaran memahami perilaku pelanggan dan mengukur pertumbuhan bisnis mereka. Karena banyak operasi pemasaran yang dijelaskan di atas dapat dijalankan secara terpisah satu sama lain, penting bagi seorang marketing automation coordinator untuk memahami pengelompokkan aktivitas digital ini ke dalam kampanye individu dan melacak setiap kinerja kampanye yang dilakukan.</p><h2>Inbound Marketing vs Digital Marketing</h2><p>Sekilas, keduanya terlihat sama: Keduanya merupakan aktivitas online, dan keduanya fokus pada pembuatan konten digital untuk dikonsumsi orang. Jadi apa bedanya?</p><p>Istilah &#8220;digital marketing&#8221; tidak membedakan antara taktik pemasaran push dan pull (atau apa yang sekarang bisa kita sebut sebagai metode ‘inbound&#8217; dan ‘outbound’). Keduanya masih berada di bawah ruang lingkup digital marketing.</p><p>Taktik digital outbound bertujuan untuk menempatkan pesan pemasaran secara langsung di depan sebanyak mungkin orang yang ada di dunia online, terlepas dari apakah itu relevan atau tidak. Misalnya, iklan banner mencolok yang Anda lihat di bagian atas kebanyakan situs web yang mencoba mendorong suatu produk atau promosi ke orang yang belum tentu siap menerimanya (sesuai target).</p><p>Di sisi lain, pemasar yang menggunakan taktik digital inbound menggunakan konten online untuk menarik target pelanggan mereka ke situs web dengan menyediakan aset yang bermanfaat bagi mereka. Salah satu aset pemasaran digital yang paling sederhana namun paling efektif adalah blog, yang memungkinkan situs web Anda untuk memanfaatkan istilah &#8211; istilah yang dicari oleh pelanggan ideal Anda.</p><p>Pada akhirnya, pemasaran inbound adalah metodologi yang menggunakan aset pemasaran digital untuk menarik, meng-engage, dan membuat pelanggan senang secara online. Digital marketing, di sisi lain, hanyalah sebuah istilah untuk menggambarkan taktik pemasaran online dalam berbagai bentuk, entah apakah itu inbound atau outbound.</p><h2>Apakah digital marketing dapat diterapkan untuk semua bisnis?</h2><p>Digital marketing dapat diterapkan untuk bisnis apa pun di industri apa pun. Terlepas dari apa yang dijual oleh perusahaan Anda, digital marketing melibatkan pembangunan “persona” pembeli untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda, dan menciptakan konten online yang bernilai. Namun, tidak berarti semua bisnis harus menerapkan strategi pemasaran digital dengan cara yang sama.</p><h3>Digital Marketing B2B</h3><p>Jika perusahaan Anda adalah business-to-business (B2B), upaya pemasaran digital Anda mungkin akan berpusat pada generate lead secara online, dengan tujuan untuk mendatangkan calon pembeli. Oleh karena itu, peran strategi pemasaran Anda adalah untuk menarik dan menkonversi lead menjadi pelanggan melalui tenaga penjual pada situs web dan saluran digital Anda.</p><p>Di luar situs web Anda, Anda mungkin dapat memilih untuk memfokuskan upaya Anda pada saluran yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn di mana demografi Anda menghabiskan waktu online mereka disana.</p><h3>Digital Marketing B2C</h3><p>Jika perusahaan Anda adalah business-to-consumer (B2C), bergantung pada titik harga produk Anda, kemungkinan tujuan dari upaya pemasaran digital Anda adalah untuk menarik orang ke situs web Anda dan membuat mereka menjadi pelanggan tanpa perlu berbicara dengan seorang tenaga penjualan.</p><p>Oleh karena itu, Anda mungkin cenderung tidak fokus pada &#8216;prospek&#8217; dalam pengertian tradisional, dan lebih fokus dalam membangun perjalanan pembeli yang dipercepat, dari saat seseorang tiba di situs web Anda, hingga saat mereka melakukan pembelian. Ini berarti Anda harus membuat strategi pemasaran yang berfokus pada call to action (CTA).</p><p>Untuk perusahaan B2C, saluran seperti Instagram dan Pinterest seringkali lebih berharga daripada platform yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn.</p><h2>Apa manfaat digital marketing?</h2><p>Tidak seperti kebanyakan upaya pemasaran offline, pemasaran digital memungkinkan pemasar melihat hasil yang akurat secara real time. Jika Anda pernah memasang iklan di surat kabar, Anda akan tahu betapa sulitnya memperkirakan berapa banyak orang yang benar &#8211; benar memperhatikan iklan Anda. Tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah iklan tersebut dapat berkontribusi terhadap penjualan atau tidak.</p><p>Di sisi lain, dengan pemasaran digital, Anda dapat mengukur ROI pada hampir semua aspek dari upaya pemasaran Anda.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa contohnya:</p><h3>Traffic Situs Web</h3><p>Dengan pemasaran digital, Anda dapat melihat jumlah pasti orang &#8211; orang yang telah melihat beranda situs web Anda secara real time dengan menggunakan perangkat lunak analitik seperti <a href="https://analytics.google.com/">Google Analytics</a>.</p><p>Anda juga dapat melihat berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, perangkat apa yang mereka gunakan, dan dari mana mereka berasal, dan lain sebagainya.</p><p>Informasi ini akan membantu Anda memprioritaskan saluran pemasaran mana yang memberikan kontribusi lebih banyak dan lebih sedikit. Misalnya, jika hanya 10% lalu lintas Anda berasal dari penelusuran organik, Anda tahu bahwa Anda mungkin perlu meluangkan waktu untuk meningkatkan persentase tersebut.</p><p>Dengan pemasaran offline, sangat sulit untuk mengetahui bagaimana orang berinteraksi dengan merek Anda sebelum mereka berinteraksi dengan penjual atau melakukan pembelian. Dengan pemasaran digital, Anda dapat mengidentifikasi tren dan pola perilaku orang &#8211; orang sebelum mereka melakukan transaksi pembelian, ini berarti Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang cara menarik mereka ke situs web Anda melalui saluran pemasaran.</p><h3>Lead Generation</h3><p>Bayangkan Anda telah membuat brosur produk dan mempostingnya melalui kotak surat orang &#8211; brosur tersebut merupakan sebuah konten, meskipun offline. Masalahnya adalah Anda tidak tahu berapa banyak orang yang membuka brosur Anda atau berapa banyak orang yang melemparkan brosur tersebut langsung ke tempat sampah.</p><p>Sekarang bayangkan Anda memiliki brosur itu di situs web Anda. Anda dapat mengukur dengan tepat berapa banyak orang yang melihat halaman web Anda, dan Anda dapat mengumpulkan detail kontak mereka dengan mengisi form yang sudah Anda sediakan. Anda tidak hanya dapat mengukur berapa banyak orang yang terlibat dengan konten Anda, tetapi Anda juga bisa menghasilkan prospek yang memenuhi kriteria Anda.</p><h3>Attribution Modeling</h3><p>Strategi pemasaran digital yang efektif yang dikombinasikan dengan alat dan teknologi yang tepat memungkinkan Anda untuk melacak semua penjualan Anda, bahkan hingga ke pembelian yang dilakukan oleh pelanggan pertama Anda.</p><p>Kami menyebut ini sebagai attribution modeling, dan ini memungkinkan Anda mengidentifikasi tren dengan cara meneliti orang yang membeli produk Anda, membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat tentang bagian mana dari strategi pemasaran Anda yang layak mendapatkan perhatian lebih, dan bagian mana dari siklus penjualan Anda yang perlu diperbaiki .</p><p>Menghubungkan titik &#8211; titik antara pemasaran dan penjualan sangat penting &#8211; menurut Aberdeen Group, perusahaan dengan penjualan yang kuat dan harmonisasi pemasaran meraih tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 20%, dibandingkan dengan penurunan 4% dalam pendapatan untuk perusahaan dengan harmonisasi pemasaran yang buruk. Jika Anda dapat meningkatkan kecepatan dalam transaksi pembelian dengan pelanggan Anda dengan menggunakan teknologi digital, maka hal itu cenderung akan menimbulkan efek yang positif pada bottom line bisnis Anda.</p><h2>Jenis konten digital apa yang harus saya buat?</h2><p>Jenis konten yang Anda buat tergantung pada kebutuhan audiens Anda pada tahap yang berbeda dalam proses pembelian. Anda harus mulai dengan membuat personas pembeli untuk mengidentifikasi apa tujuan dan tantangan audiens Anda dalam kaitannya dengan bisnis Anda. Pada tingkat dasar, konten online Anda harus bertujuan untuk membantu mereka mencapai sasaran ini, dan mengatasi tantangan mereka.</p><p>Kemudian, Anda harus memikirkan kapan kemungkinan besar mereka siap untuk mengkonsumsi konten tersebut. Kami menyebutnya sebagai pemetaan konten.</p><p>Tujuan menggunakan pemetaan konten adalah untuk mendapatkan informasi:</p><ul><li>Ciri – ciri atau karakteristik orang yang akan mengkonsumsinya (di situlah personas pembeli dapat terlihat).</li><li>Seberapa dekat orang itu untuk melakukan pembelian.</li></ul><p>Dalam format konten, ada banyak hal yang dapat untuk dicoba. Berikut adalah beberapa opsi yang kami sarankan untuk digunakan pada setiap tahap proses pembelian:</p><h3>Awareness stage atau tahap kesadaran</h3><ul><li><strong>Postingan blog.</strong> Bagus untuk meningkatkan traffic organik Anda ketika dipasangkan dengan strategi SEO dan kata kunci yang kuat.</li><li><strong>Infografis.</strong> Sangat mudah dibagikan, artinya mereka meningkatkan peluang Anda ditemukan melalui media sosial ketika orang lain berbagi konten Anda.</li><li><strong>Video pendek.</strong> Sekali lagi, ini sangat mudah dibagikan dan dapat membantu merek Anda ditemukan oleh audiens baru dengan menghostingnya di platform seperti YouTube.</li></ul><h3>Tahap Pertimbangan</h3><ul><li><strong>Ebooks.</strong> Sangat bagus untuk menghasilkan prospek karena umumnya lebih komprehensif daripada postingan blog atau infografis, yang berarti seseorang lebih mungkin bertukar informasi kontak mereka.</li><li><strong>Laporan penelitian.</strong> Sekali lagi, ini adalah bagian dari konten bernilai tinggi yang sangat bagus untuk menghasilkan prospek. Laporan penelitian dan data baru untuk industri Anda juga dapat Anda gunakan pada tahap awareness, karena sering diambil oleh media atau pers industri.</li><li><strong>Webinar.</strong> Karena ini merupakan sebuah bentuk konten video yang lebih rinci dan interaktif, maka bisa dikatakan bahwa webinar adalah format konten yang efektif, sebab webinar menawarkan konten yang lebih komprehensif daripada postingan blog atau video pendek.</li></ul><h3>Tahap Keputusan</h3><ul><li><strong>Studi kasus.</strong> Memiliki studi kasus mendetail di situs web Anda dapat menjadi sebuah bentuk konten yang efektif bagi mereka yang siap untuk membuat keputusan pembelian, karena hal tersebut membantu Anda mempengaruhi keputusan mereka secara positif.</li><li><strong>Testimonial.</strong> Jika studi kasus tidak cocok untuk bisnis Anda, maka memiliki testimonial singkat di situs web Anda dapat menjadi alternatif yang baik. Untuk yang bermain di area B2C, testimonial merupakan hal yang sangat penting. Jika Anda merupakan bisnis yang bergerak di brand fashion, maka Anda bisa menaruh foto ketika orang lain menggunakan baju atau gaun tersebut, buat tagar yang menarik agar kampanye Anda bisa lebih exist di media sosial.</li></ul><h2>Berapa lama waktu yang diperlukan untuk melihat hasil dari konten saya?</h2><p>Dengan pemasaran digital, sering kali Anda merasa dapat melihat hasil lebih cepat daripada pemasaran offline karena lebih mudah mengukur ROI dari kampanye yang Anda lakukan. Namun, seberapa cepat hasil tersebut dapat terlihat bergantung pada skala dan efektivitas strategi pemasaran digital Anda.</p><p>Jika Anda menghabiskan waktu membangun persona pembeli yang komprehensif untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda, dan Anda fokus untuk menciptakan konten online berkualitas untuk menarik dan mengkonversikannya, maka Anda kemungkinan akan melihat hasil yang positif pada enam bulan pertama sejak Anda melakukan kampanye pemasaran.</p><p>Jika iklan berbayar merupakan bagian dari strategi digital Anda, maka hasilnya akan lebih cepat &#8211; tetapi saya menyarankan untuk fokus membangun traffic organik Anda menggunakan konten, SEO, dan media sosial untuk kesuksesan jangka panjang dan berkelanjutan.</p><h2>Apakah saya perlu menyediakan anggaran yang besar untuk digital marketing?</h2><p>Jika Anda berfokus pada teknik inbound seperti SEO, media sosial, dan pembuatan konten untuk situs web yang sudah ada sebelumnya, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu memiliki banyak anggaran. Dengan pemasaran inbound, fokus utamanya adalah menciptakan konten berkualitas tinggi yang ingin dikonsumsi oleh audiens Anda, satu &#8211; satunya investasi yang Anda butuhkan adalah waktu Anda.</p><p>Dengan teknik outbound seperti iklan online dan pembelian daftar email, tentu pasti ada biaya. Namun seberapa besar biayanya bergantung pada jenis visibilitas yang ingin Anda dapatkan sebagai hasil dari memasang iklan.</p><p>Misalnya, untuk menerapkan PPC menggunakan Google AdWords, Anda akan bersaing dengan perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama dengan Anda agar bisa muncul pada bagian atas hasil pencarian Google untuk kata kunci yang terkait dengan bisnis Anda. Besaran biaya tersebut bergantung pada daya saing kata kunci, kata kunci ini dapat cukup terjangkau, atau sangat mahal, itulah mengapa ide saya menyarankan untuk fokus membangun traffic organik Anda juga.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>