<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips menjadi bos yang baik &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-menjadi-bos-yang-baik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 14:13:05 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips menjadi bos yang baik &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>4 Cara untuk menjadi bos yang diinginkan karyawan</title><link>/kepemimpinan/4-cara-untuk-menjadi-bos-yang-diinginkan-karyawan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 19 Mar 2021 00:00:20 +0000</pubDate><category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category><category><![CDATA[cara menjadi atasan yang baik]]></category><category><![CDATA[cara menjadi bos inspirasi]]></category><category><![CDATA[cara menjadi bos yang baik]]></category><category><![CDATA[cara menjadi bos yang diinginkan karyawan]]></category><category><![CDATA[kepemimpinan]]></category><category><![CDATA[tips menjadi atasan yang baik]]></category><category><![CDATA[tips menjadi bos yang baik]]></category><category><![CDATA[tips menjadi bos yang diinginkan karyawan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2435</guid><description><![CDATA[Tanyalah pada kebanyakan orang dan Anda akan menemukan cerita tentang seorang bos yang buruk. Banyak pengusaha yang memulai bisnis mereka sendiri karena mereka pernah memiliki seorang atasan yang tidak efektif sebagai seorang pemimpin. Sebagai pemimpin bisnis, kepuasan kerja karyawan dapat memberikan efek yang sangat berpengaruh terhadap operasional bisnis Anda. Butuh banyak sumber daya, baik waktu dan &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Tanyalah pada kebanyakan orang dan Anda akan menemukan cerita tentang seorang bos yang buruk. Banyak pengusaha yang memulai bisnis mereka sendiri karena mereka pernah memiliki seorang atasan yang tidak efektif sebagai seorang pemimpin.</p><p>Sebagai pemimpin bisnis, kepuasan kerja karyawan dapat memberikan efek yang sangat berpengaruh terhadap operasional bisnis Anda. Butuh banyak sumber daya, baik waktu dan uang untuk merekrut pegawai baru. Turnover yang terlalu besar akan mempengaruhi margin keuntungan Anda.</p><p>Sebagai pengusaha, Anda akan mendapatkan banyak manfaat jika Anda terus berusaha untuk menjadi yang terbaik, menjadi manajer yang menginspirasi orang di sekitar Anda. Hal-hal kecil yang Anda lakukan akan membawa Anda meningkatkan kinerja keseluruhan bisnis Anda.</p><p>Berikut ini merupakan empat tips untuk membantu Anda menjadi bos yang diinginkan karyawan Anda.</p><h3>Berikan wewenang kepada orang lain</h3><p>Beberapa manajer ingin mengontrol segala aspek yang dikerjakan oleh karyawan mereka. Namun sayang sekali, hal seperti ini seringkali menciptakan konflik antar personal. Tidak ada satu pun orang yang suka dengan bos micromanaging yang selalu merasa ingin tahu dan menyetujui setiap langkah dalam proyek.</p><p>Bos yang efektif membagikan tanggung jawab pekerjaan kepada timnya. Mendelegasikan tugas dan tahu kapan dia harus membiarkan orang lain yang memimpin proyek. Daripada Anda selalu ingin mengontrol segala sesuatu, lebih baik Anda memberikan wewenang kepada orang lain agar mereka dapat berkembang dan meraih pencapaian lebih banyak. Dukung dan dorong staff Anda untuk terus mengejar pendidikan mereka. Training tambahan akan membantu karyawan untuk memperluas pengetahuan dan membantu mereka menjadi lebih cakap, profesional, dan produktif.</p><h3>Selalu antusias dan positif</h3><p>Beberapa bos yang hebat selalu antusias dan percaya dengan bisnis, karir, dan pekerjaan mereka.</p><p>Anda selalu menjadi role model bagi karyawan Anda. Jika Anda secara konsisten tampil dengan attitude yang negatif dan tidak peduli dengan pekerjaan Anda, maka tidak heran jika karyawan Anda pun akan melakukan hal yang sama dengan Anda.</p><p>Ada kalanya kita mengalami hari yang buruk, namun, tetaplah menunjukkan rasa terima kasih Anda kepada tim Anda setiap hari. Akuilah kerja keras mereka dan kesuksesan yang sudah Anda raih. Anda akan terkejut bahwa sedikit senyum atau pujian dapat mengubah atmosfir tempat kerja Anda.</p><h3>Mengumpulkan dan membagikan informasi</h3><p>Seorang manajer yang tidak pernah membagikan informasi mengenai perusahaan akan kehilangan kepercayaan dan rasa hormat dari karyawannya. Walaupun ada beberapa informasi yang bersifat rahasia, namun berusahalah sebisa mungkin untuk transparan. Kejujuran Anda akan membuat karyawan Anda menerima informasi yang up-to-date, dan pada beberapa kasus, akan membuat mereka merasa aman dengan pekerjaan mereka.</p><p>Tanyakan kepada karyawan Anda secara berkala mengenai pekerjaan yang mereka lakukan. Cari tahu apa tantangan yang mereka hadapi setiap hari. Kumpulkan umpan balik pada setiap proses dan prosedur bisnis Anda. Biarkan orang-orang berbagi ide mereka untuk membuat tempat kerja mereka menjadi lebih baik.</p><p>Berikan umpan balik positif yang lebih banyak daripada negatif ketika Anda sedang mereview kinerja karyawan Anda. Katakan kepada mereka apa yang mereka sudah lakukan dengan baik dan berikan mereka ide tentang bagaimana cara agar mereka dapat menjadi lebih produktif dalam pekerjaan mereka. Kritik yang membangun, ketika disampaikan dengan benar dan diplomatis akan membuat karyawan berkembang.</p><h3>Bangun kepercayaan melalui hubungan</h3><p>Banyak bos yang tidak menginvestasikan waktu dalam hubungan profesional mereka dengan karyawan. Anggota tim diperlakukan seperti sumber daya daripada rekan kerja. Ketidakpuasan dalam bekerja akan tumbuh jika Anda gagal menunjukkan rasa hormat Anda kepada karyawan Anda.</p><p>Walaupun Anda tidak harus menjadi sahabat baik dengan setiap orang yang Anda pekerjakan, namun sangat penting bagi Anda untuk membangun hubungan. Jika karyawan Anda mempercayai Anda, mereka akan lebih giat dalam bekerja dan mau melakukan hal lebih. Sediakanlah waktu untuk membantu anggota tim Anda dalam memahami kekuatan dan kelemahan mereka, sehingga mereka dapat mengembangkan strategi untuk memenuhi ekspektasi lingkungan kerja mereka.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Faktor yang membuat seseorang menjadi bos yang baik</title><link>/kepemimpinan/5-faktor-yang-membuat-seseorang-menjadi-bos-yang-baik/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 16 Jun 2020 01:35:18 +0000</pubDate><category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category><category><![CDATA[bos yang baik]]></category><category><![CDATA[bos yang hebat]]></category><category><![CDATA[cara menjadi bos yang baik]]></category><category><![CDATA[kepemimpinan]]></category><category><![CDATA[tips menjadi bos yang baik]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1529</guid><description><![CDATA[Bos yang terbaik adalah bos yang mampu mengubah organisasi yang baik menjadi perusahaan besar. Mereka adalah individu yang secara konsisten mendorong karyawan mereka menjadi lebih baik dan memungkinkan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di dalam perusahaan. Alih–alih menekan karyawannya, seorang bos besar justru mendorong karyawannya untuk mau mengutarakan ide–ide baru, terbuka, dan kreatif. &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Bos yang terbaik adalah bos yang mampu mengubah organisasi yang baik menjadi perusahaan besar. Mereka adalah individu yang secara konsisten mendorong karyawan mereka menjadi lebih baik dan memungkinkan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di dalam perusahaan.</p><p>Alih–alih menekan karyawannya, seorang bos besar justru mendorong karyawannya untuk mau mengutarakan ide–ide baru, terbuka, dan kreatif. Mereka memberikan penghargaan kepada karyawan yang memang pantas mendapatkan pengakuan daripada mempromosikan orang–orang yang selalu setuju dengan pendapat mereka.</p><p>Hasil studi menunjukkan bahwa bos besar memiliki 5 persamaan karakter yang menuntun mereka pada kesuksesan.</p><h3>Paham cara membangun kepercayaan diri karyawan mereka</h3><p>Boss besar tidak akan mengijinkan bawahan mereka untuk menyalahkan keadaan atau lingkungan atas kegagalan mereka. Mereka selalu menjaga energi optimis dan fokus pada kesempatan bukan pada masalah. Energi yang positif ini akan menular ke lingkungan sekitar mereka dan hasilnya adalah motivasi karyawan serta kepercayaan diri mereka akan terus meningkat, termasuk kesuksesan mereka.</p><h3>Disiplin</h3><p>Bos besar selalu memiliki target yang tinggi, namun tetap realistis karena mereka juga harus menyesuaikannya dengan kinerja atau kemampuan karyawan mereka. Mereka juga bekerja tanpa lelah untuk mengejar target mereka, walaupun terkadang mereka harus bekerja lembur setiap harinya untuk meraih apa yang mereka inginkan.</p><p>Bos besar tidak akan membiarkan intimidasi atau kerasnya lingkungan bisnis mereka mendikte segala tindakan mereka. Mereka dengan teguh berupaya untuk mempertahankan profitabilitas dan mencegah terbentuknya kebiasaan buruk di dalam organisasi mereka.</p><h3>Konsisten</h3><p>Bos yang efektif merupakan bos yang tidak akan pernah tergoda untuk mengejar “hal besar” lain. Mereka selalu membuat keputusan dengan tenang sesuai dengan visi dan misi organisasi mereka. Mereka juga mampu menentukan setiap peran dan tugas dengan jelas kepada karyawan mereka dan memberitahukan apa saja yang menjadi prioritas utama organisasi.</p><p>Mereka tidak pernah membuat tujuan yang ambigu dan mereka selalu berpegang pada aturan operasional yang sudah ditetapkan. Setiap karyawan yang bekerja pada seorang bos besar tahu dimana mereka harus berada.</p><h3>Ahli dibidangnya</h3><p>Salah satu kekuatan terbesar dari seorang bos besar adalah kemampuan mereka untuk menyelesaikan segala hal. Karyawan mereka akan mencari mereka untuk meminta nasihat karena mereka memiliki keahlian dan karakter yang selalu membawa mereka menuju kesuksesan. Mereka tidak terlalu peduli dengan ketenaran, mereka lebih peduli dengan komitmen untuk melakukan pekerjaan.</p><h3>Setia pada perusahaan dan segala hal yang berada dalam organisasi tersebut</h3><p>Bos besar seringkali mengabaikan keinginan pribadi mereka dan selalu mengutamakan kepentingan perusahaan. Ambisi mereka datang dari keinginan untuk membuat keuangan oraganisasi mereka tetap positif. Alih-alih menginginkan pengakuan dari orang lain atas pencapaian mereka, mereka justru malah diam-diam menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan membuat contoh positif bagi perusahaan.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Cara untuk menjadi bos yang baik</title><link>/kepemimpinan/5-cara-untuk-menjadi-bos-yang-baik/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 11 Jun 2020 07:42:01 +0000</pubDate><category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category><category><![CDATA[cara menjadi atasan yang baik]]></category><category><![CDATA[cara menjadi bos yang baik]]></category><category><![CDATA[cara menjadi pemimpin yang baik]]></category><category><![CDATA[kepemimpinan]]></category><category><![CDATA[tips menjadi atasan yang baik]]></category><category><![CDATA[tips menjadi bos yang baik]]></category><category><![CDATA[tips menjadi pemimpin yang baik]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1475</guid><description><![CDATA[Selama 13 tahun terakhir saya memimpin perusahaan email marketing, VerticalResponse, saya telah meilhat banyak manajer yang baik dan manajer yang buruk. Untuk menjadi seorang manajer yang baik sebetulnya tidak sulit, Anda hanya membutuhkan kesabaran, pengertian, dan waktu, Kata Janine Popick, CMO (Chief Marketing Officer) VerticalResponse. Manajer yang baik memotivasi karyawannya dengan baik dan membuat mereka merasa sebagai bagian penting &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Selama 13 tahun terakhir saya memimpin perusahaan email marketing, VerticalResponse, saya telah meilhat banyak manajer yang baik dan manajer yang buruk. Untuk menjadi seorang manajer yang baik sebetulnya tidak sulit, Anda hanya membutuhkan kesabaran, pengertian, dan waktu, Kata Janine Popick, CMO (Chief Marketing Officer) <a href="http://www.verticalresponse.com/">VerticalResponse</a>.</p><p>Manajer yang baik memotivasi karyawannya dengan baik dan membuat mereka merasa sebagai bagian penting dari perusahaan. Sedangkan manajer yang buruk menyimpan informasi hanya untuk diri mereka sendiri, tidak memberikan perhatian, dan micromanage.</p><p>Berikut ini merupakan lima hal yang dapat Anda lakukan untuk menjadi bos yang baik.</p><h3>Mengambil waktu istirahat</h3><p>Setiap orang butuh waktu sesaat untuk recharge, bahkan ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk recharge. Ketika Anda berlibur, jangan memikirkan pekerjaan. Nikmati waktu liburan Anda. Anda boleh sesekali untuk mengecek email Anda, tetapi jangan meresponnya terkecuali jika itu merupakan hal yang sangat penting sekali.</p><p>Jika Anda memiliki tim yang solid dan sesuai dengan keahlian mereka, maka seharusnya Anda tidak perlu khawatir. Selain itu, dengan absennya diri Anda maka mereka akan menjadi lebih independen dan dapat belajar untuk mengambil keputusan.</p><h3>Memberikan sedikit kue untuk mereka</h3><p>Apakah perusahaan Anda memiliki kebijakan untuk berbagi keuntungan? Apakah Anda memberikan sebagian saham untuk karyawan Anda? Jika memang iya, maka Anda akan menemukan bahwa mereka akan lebih peduli dengan hal yang Anda kerjakan seperti: Biaya struktural, biaya perekrutan, dan biaya operasional lainnya.</p><p>Perusahaan teknologi biasanya memberikan 15 persen atau lebih sahamnya (stock option) untuk karyawan mereka. Kemudian alokasinya akan ditentukan berdasarkan peranan mereka, jabatan, dan tanggung jawab. Selain itu, startup memberikan stock option agar mereka (karyawan) menjadi lebih semangat dan saling berkompetisi.</p><h3>Terbuka</h3><p>Pepatah mengatakan “Pengetahuan merupakan kekuatan,” merupakan salah satu cara menjalankan perusahaan sukses. Saya sering melihat bagian manajemen (eksekutif) yang merekrut manajer tanpa meminta masukan dari karyawan mereka. Saya juga sering melihat manajemen me-micromanage komunikasi. Saya juga pernah berada dalam rapat untuk membicarakan rapat bagi perusahaan yang dirapatkan.</p><p>Sebetulnya tidak perlu sekompleks itu, Anda hanya perlu membicarakannya kepada orang–orang dan membiarkan mereka mengetahui apa yang sebetulnya terjadi di perusahaan. Biarkan mereka tahu jika pendapatan perusahaan menurun dan minta bantuan mereka agar dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Dengan melibatkan mereka dalam sebuah masalah mungkin akan memberikan solusi yang tidak terpikirkan oleh Anda. Dan dengan melakukan hal tersebut maka mereka akan menghormati Anda.</p><h3>Tunjukkan bahwa Anda tertarik</h3><p>Bahkan jika Anda memiliki tim terbaik di dunia sekalipun, mereka tetap ingin mengetahui jika Anda peduli terhadap apa yang mereka lakukan dan bagaimana cara mereka melakukannya. Jika Anda tidak bisa bertemu dengan anggota tim Anda secara rutin dan Anda tidak melibatkan mereka, mereka akan merasa bahwa hal yang mereka kerjakan tidak penting bagi Anda.</p><p>Memang mungkin Anda berpikir bahwa mereka akan baik–baik saja, mereka tidak butuh diri Anda untuk memantau pekerjaan mereka, dan lain–lain. Tetapi pada kenyataannya mereka butuh hal tersebut. Mereka mungkin dapat melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik, namun jika Anda tidak pernah mengatakannya kepada mereka dan memahami bagaimana mereka dapat melakukannya, mereka akan berpikir bahwa Anda tidak peduli terhadap mereka.</p><h3>Perlakukan mereka seperti manusia</h3><p>Setiap orang ingin diperhatikan. Beberapa bahkan mungkin ingin mengetahui siapa Anda dan mereka ingin Anda mengenal mereka secara individual. Mereka bukan hanya sebuah gerigi dalam roda, mereka itu juga manusia yang membuat bisnis Anda berjalan. Mereka memiliki keluarga. Mereka juga melakukan hal–hal menyenangkan di akhir pekan mereka. Mereka mungkin melatih sebuah tim sepak bola. Mereka ingin mengetahui bahwa Anda peduli terhadap mereka di luar dari pekerjaan.</p><p>Dalam karir, saya sering mengundang atasan–atasan saya untuk makan malam bersama dan kebanyakan dari mereka telah menjadi sahabat baik saya, bahkan satu diantaranya menjadi tetangga saya. Saya beruntung memiliki mereka dalam kehidupan saya dan semua itu dimulai dari hal yang sangat sederhana yaitu: Rasa peduli, kata Popick.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>