<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips menghadapi penolakan &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-menghadapi-penolakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 14 Jun 2022 06:59:58 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips menghadapi penolakan &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Cara menghadapi ketakutan dari penolakan</title><link>/inspirasi/cara-menghadapi-ketakutan-dari-penolakan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 30 Jun 2020 05:13:47 +0000</pubDate><category><![CDATA[Inspirasi]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi penolakan]]></category><category><![CDATA[inspirasi]]></category><category><![CDATA[menghadapi penolakan]]></category><category><![CDATA[penolakan]]></category><category><![CDATA[tips menghadapi penolakan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1690</guid><description><![CDATA[Ketakutan kita akan penolakan sangat besar dan hal ini seringkali menghentikan kita untuk berada pada jalur yang tepat (entah apakah kita menyadarinya atau tidak). Selain itu, ketakutan ini juga menghambat kita untuk maju berkembang dalam kehidupan professional atau pribadi. Pada akhirnya, kita takut untuk menentukan tujuan dan tidak berani mengambil resiko. Saya mengakuinya sangat sulit &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Ketakutan kita akan penolakan sangat besar dan hal ini seringkali menghentikan kita untuk berada pada jalur yang tepat (entah apakah kita menyadarinya atau tidak). Selain itu, ketakutan ini juga menghambat kita untuk maju berkembang dalam kehidupan professional atau pribadi. Pada akhirnya, kita takut untuk menentukan tujuan dan tidak berani mengambil resiko.</p><p>Saya mengakuinya sangat sulit untuk menerima penolakan secara personal. Kita semua selalu merasa ingin diterima, termasuk pada proyek yang sedang kita kerjakan. Ketika Anda menuangkan isi hati atau jiwa Anda pada sesuatu, rasanya seperti memiliki usia yang panjang.Tetapi perlu Anda ketahui bahwa penolakan juga tidak dapat dihindari. Dan ketika ada satu pintu yang tertutup, satu pintu lain akan terbuka. Jadi bagaimana cara Anda menghadapi penolakan? Bagaimana mengubah ketakutan Anda menjadi motivasi?</p><p>Saya sudah sering menerima kata “Tidak” begitu banyak hingga mungkin saya bisa menghias rumah saya dengan surat penolakan. Tetapi kabar baiknya adalah walaupun Anda tidak bisa mengontrol kapan dan bagaimana ide Anda akan ditolak, Anda tetap dapa tmengontrol reaksi Anda sendiri. Pelajari bagaimana cara memanage ketakutan Anda dan meminimalisasi penolakan dengan cara berikut ini.</p><h3>Rencanakan terlebih dahulu</h3><p>Selalu miliki rencana B dan rencana C. Jika Anda memilikinya, Anda tidak akan terlalu depresi dan tentunya efek penolakan tidak akan terlalu berpengaruh kepada Anda. Jika Anda memiliki pilihan lain, Anda akan mampu berpikir lebih kritikal mengenai mengapa rencana Anda gagal. Seperti pepatah dalam bisnis, tidak baik meletakkan semua telur Anda di dalam satu keranjang. Terimalah bahwa tidak ada satu ide atau proyek yang sempurna, sehingga Anda bisa memikirkan apa kelebihan dan kekurangannya. Anda harus bisa menerima kenyataan ini, bukannya malah mengabaikannya. Analisa ide Anda dari sudut pandang yang berbeda akan membantu Anda memahami penolakan dan bagaimana mengatasinya.</p><h3>Tanyakan mengapa</h3><p>Jika ide Anda ditolak, tanyakan mengapa. Nasihat ini begitu mudah untuk dilakukan dan saya sangat terkejut bahwa kebanyakan orang tidak melakukannya. Tanyalah secara sopan kepada siapa pun yang menolak Anda dan minta waktu kepada mereka untuk menjelaskan mengapa ide Anda tidak diterima oleh mereka. Jangan emosi dan lanjutkan penjualan ide Anda seperti biasa. Jika mereka bersedia menjelaskan mengapa ide Anda tidak sesuai dengan mereka, dengarkan baik-baik. Pengetahuan ini sangat berharga. Anda bisa mengatakan keberatan kepada mereka nanti, saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberikan respon kepada mereka. Ya, sangat sulit untuk menahan argumentasi dengan mereka namun tahan itu dan tetap dengarkan mereka. Ini merupakan informasi yang sangat penting yang tidak boleh Anda lewatkan sedikitpun. Anda akan terkejut nanti setelah mempelajarinya.</p><h3>Ubah pengetahuan menjadi kekuatan</h3><p>Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan mengenai mengapa ide Anda ditolak, semakin baik karena Anda dapat mengubahnya menjadi lebih baik. Seringkali saya berpikir bahwa penolakan merupakan hasil dari kurangnya pemahaman. Jika ide Anda tidak cocok untuk perusahaan mereka, sudah pasti mereka akan menolaknya, namun ini bukan berarti ide Anda buruk. Apa yang sudah Anda pelajari akan membantu Anda dalam mempresentasikan produk Anda secara berbeda kepada perusahaan tersebut di waktu yang akan datang.</p><p>Saya juga menemukan bahwa memulai sebuah dialog dengan perusahaan merupakan cara yang paling baik untuk mendapatkan respek. Dulu, saya sering melihat keraguan perusahaan mengenai produk yang saya ciptakan dan saya datangi mereka kembali dengan produk yang sudah direvisi. Mereka memahami bahwa saya serius mengenai apa yang saya kerjakan dan saya peduli terhadap kebutuhan mereka.</p><p>Saya ingin mengatakan bahwa entrepreneurship adalah sebuah permainan angka: sederhananya, Anda akan lebih banyak menerima kata “Tidak”, sebelum akhirnya mendapatkan “Ya”. Ini merupakan hal yang mengerikan, namun bila Anda sudah terbiasa menghadapinya, maka bisnis Anda akan semakin baik. Jika Anda berhasil mengubah penolakan menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan kembali bisnis Anda, selamat Anda berada di jalur yang tepat untuk menuju kesuksesan.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Menghadapi penolakan: 5 Cara untuk mengubah “tidak” menjadi “ya”</title><link>/bisnis/menghadapi-penolakan-5-cara-untuk-mengubah-tidak-menjadi-ya/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sat, 30 May 2020 13:53:48 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bagaimana sikap yesus menghadapi penolakan itu]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[cara mengatasi penolakan]]></category><category><![CDATA[cara mengatasi penolakan dalam penjualan]]></category><category><![CDATA[cara mengatasi penolakan nasabah asuransi]]></category><category><![CDATA[cara mengatasi penolakan perubahan]]></category><category><![CDATA[cara mengatasi penolakan prospek]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi penolakan]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi penolakan bisnis]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi penolakan dalam bekerja]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi penolakan dalam penjualan]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi penolakan jualan]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi penolakan penjualan]]></category><category><![CDATA[hadapi penolakan]]></category><category><![CDATA[mengatasi penolakan]]></category><category><![CDATA[mengatasi penolakan konsumen]]></category><category><![CDATA[mengatasi penolakan perubahan]]></category><category><![CDATA[mengatasi penolakan terhadap perubahan]]></category><category><![CDATA[menghadapi penolakan]]></category><category><![CDATA[menghadapi penolakan diri]]></category><category><![CDATA[menghadapi penolakan kerja]]></category><category><![CDATA[menghadapi penolakan konsumen]]></category><category><![CDATA[menghadapi penolakan orang]]></category><category><![CDATA[menghadapi penolakan penjualan]]></category><category><![CDATA[menghadapi penolakan sales]]></category><category><![CDATA[tips mengatasi penolakan]]></category><category><![CDATA[tips menghadapi penolakan]]></category><category><![CDATA[tips menghadapi penolakan konsumen]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1232</guid><description><![CDATA[“Kepada pak Kevin: Terima kasih atas penawarannya, tetapi sayang sekali…” Jika Anda adalah seorang pengusaha, Anda akan mendengar banyak kata “tidak”. Surat penolakan diatas merupakan salah satu contohnya, sama ketika saya pertama kali mengajukan proposal untuk memasang lowongan kerja pada situs saya. Hampir sekitar 2 tahun saya mendengar kata “tidak” sampai akhirnya kata “ya” itu &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>“Kepada pak Kevin: Terima kasih atas penawarannya, tetapi sayang sekali…”</p><p>Jika Anda adalah seorang pengusaha, Anda akan mendengar banyak kata “tidak”. Surat penolakan diatas merupakan salah satu contohnya, sama ketika saya pertama kali mengajukan proposal untuk memasang lowongan kerja pada situs saya. Hampir sekitar 2 tahun saya mendengar kata “tidak” sampai akhirnya kata “ya” itu muncul pada email saya.</p><p>Dan hal ini menimbulkan pertanyaan: Bagaimana Anda menghadapi penolakan tersebut? Atau yang lebih penting lagi bagaimana Anda mengubahnya menjadi “ya”?</p><p>Berikut ini cara untuk mengubah “tidak” menjadi “ya”:</p><h3>Dapatkan petunjuk</h3><p>“Tidak” bukan selalu berarti penolakan. Hal ini bisa saja berupa “Saya belum yakin” atau “Saya tidak tahu” atau “Saya belum siap untuk memberikan jawaban saat ini”.</p><p>Jadi langkah pertama Anda adalah memastikan apakah “tidak” tersebut merupakan hal yang membutuhkan waktu atau tidak. Pemilik bisnis kecil yang berurusan dengan Anda seringkali mengatakan “tidak” karena hal ini menghemat waktu mereka dan cara yang paling mudah untuk dilakukan.</p><p>Saya ingat ketika pertama kali berbicara dengan salah satu manajer HRD mengenai penawaran lowongan kerja mereka di situs saya, beliau kelihatan tertarik dengan penawaran saya, namun beliau tetap berkata tidak. Namun ketika saya mengetahui bahwa beliau benar–benar tertarik, saya sedikit menekan beliau daripada yang biasanya saya lakukan. Saya mengatakan kepada beliau “Apakah ada sesuatu yang dapat saya bantu?” Hanya dengan beberapa waktu saja, beliau akhirnya mengambil keputusan untuk memasang lowongan kerja mereka ke situs saya.</p><h3>Mungkin bukan mereka, tetapi saya</h3><p>“Jika Anda sering mendengar kata tidak, mungkin itu merupakan sebuah petunjuk jika ada sesuatu yang salah”, kata George Cotanza. Tantangannya adalah menemukan “sesuatu” yang salah itu. Hal ini bisa menjadi beberapa hal:</p><ul><li>Sales pitching Anda mungkin terlalu pendek, atau terlalu panjang, atau tidak cukup detil.</li><li>Produk Anda mungkin terlalu mahal, atau mungkin tidak terlalu baik.</li><li>Mungkin penawaran Anda tidak cukup meyakinkan mereka.</li><li>Dan lain–lain</li></ul><p>Cara terbaik untuk mengetahui hal ini adalah dengan menceritakannya kepada kolega yang dapat Anda percaya. Jangan pernah untuk memikirkannya sendirian, karena hal ini membutuhkan sebuah feedback. Pelajari hal itu, ubah jika Anda memerlukannya, dan kembalilah ke lapangan.</p><h3>Hadapi penolakan tersebut</h3><p>Motivator sekaligus seorang guru sales Zig Ziglar pernah mengatakan sesuatu mengenai penjualan: “Setiap penjualan memiliki lima rintangan dasar: Tidak ada keperluan, tidak ada uang, tidak buru–buru, tidak ada keinginan, tidak ada kepercayaan”.</p><p>Dengan memahami “tidak” tersebut, Anda tidak perlu merasa khawatir dengan penolakan, justru Anda malah dipersenjatai untuk menghadapi penolakan tersebut. Jika Anda mengatasi ketakutan mereka dengan benar, apa pun itu, maka kata “tidak” belum tentu menjadi jawaban akhir mereka.</p><h3>Buat menjadi lebih baik</h3><p>Saya membaca sebuah Chicken Soup for the Soul karangan Jack Canfield baru–baru ini. Canfield berbagi sebuah prinsip yang dia gunakan untuk mengubah “tidak” menjadi “ya”. Dia menyebutnya “10”. Setelah dia memberikan pitch atau proposal, dia bertanya kepada prospeknya, “Apakah proposal saya bernilai 10? Jika tidak, bagaimana saya bisa membuatnya menjadi 10 untuk Anda?”.</p><h3>Jangan terlalu serius</h3><p>Pada akhirnya, sebuah kata “tidak” merupakan awal untuk mengantar Anda menuju “ya”. Tersenyum dan telepon, tersenyum dan telepon lagi, selama Anda terus mencoba, Anda pasti akan mendapatkan sesuatu.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>