<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips menggunakan media sosial &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-menggunakan-media-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 14:27:26 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips menggunakan media sosial &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Bagaimana sinyal sosial mempengaruhi rangking situs</title><link>/pemasaran/bagaimana-sinyal-sosial-mempengaruhi-rangking-situs/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 08 Sep 2021 16:15:05 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[bagaimana media sosial dapat meningkatkan traffic]]></category><category><![CDATA[cara meningkatkan peringkat situs]]></category><category><![CDATA[cara meningkatkan peringkat website]]></category><category><![CDATA[media sosial]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[seo]]></category><category><![CDATA[sinyal sosial]]></category><category><![CDATA[social signal]]></category><category><![CDATA[tips menggunakan media sosial]]></category><category><![CDATA[tips meningkatkan peringkat situs]]></category><category><![CDATA[tips meningkatkan peringkat website]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3621</guid><description><![CDATA[Kami telah berbicara tentang pentingnya peningkatan sinyal sosial untuk waktu yang lama. Dan sangat lucu ketika kami melihat ke belakang sekarang, sebab ketika kami pertama kali mulai berbicara tentang hal ini, banyak yang berhipotesis mengenai hal ini. Namun seiring waktu, kami mulai mempelajari apa yang berhasil dan apa yang tidak. Pada titik ini, kami memiliki &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Kami telah berbicara tentang pentingnya peningkatan sinyal sosial untuk waktu yang lama. Dan sangat lucu ketika kami melihat ke belakang sekarang, sebab ketika kami pertama kali mulai berbicara tentang hal ini, banyak yang berhipotesis mengenai hal ini.</p><p>Namun seiring waktu, kami mulai mempelajari apa yang berhasil dan apa yang tidak. Pada titik ini, kami memiliki pandangan yang bagus tentang cara kerja sinyal sosial dalam algoritma Google. Dan itu merupakan hal yang cukup menarik untuk SEO. Sekali lagi, Google menyamakan kedudukan, memastikan bahwa jika Anda dapat membuat konten yang sangat berharga, Anda akan mendapatkan imbalan yang besar untuk itu.</p><p>Saya masih mendengar banyak orang yang berkata, “Jika kita tidak dapat membangun tautan seperti sebelumnya, bagaimana kita bisa mendapatkan lalu lintas?”</p><p>Nah, orang-orang ini mengabaikan kekuatan luar biasa dari media sosial. Berkat media sosial, Anda bisa mendapatkan lalu lintas dalam jumlah besar – bahkan ketika Anda baru saja meluncurkan situs Anda semalam!</p><p>Jika Anda menghasilkan jenis konten yang tepat—konten yang “dapat dibagikan”—orang akan membagikannya dari mana pun asalnya. Dan berbagi itu viral. Satu orang membagikannya, menyebabkan lima orang melihatnya, tiga di antaranya membagikannya juga, menyebabkan 15 orang melihatnya dan enam membagikannya, dan seterusnya dan seterusnya.</p><p>Semakin baik kontennya, semakin banyak yang dibagikan. Jadi meskipun Anda baru saja meluncurkannya kemarin, jika Anda dapat membuat konten yang benar-benar berharga dan layak dibagikan, Anda dapat dengan mudah mendapatkan ribuan pengunjung sosial ke situs web Anda!</p><p>Sekarang, semua itu merupakan hal yang biasa dan kita semua tahu bahwa lalu lintas sosial, secara umum, sangat buruk dalam konversi. Ya, mereka akan mengunjungi situs web Anda. Tetapi mereka mungkin tidak membeli atau mendaftar ke daftar email Anda.</p><p>Jadi apakah lalu lintas ini tidak berharga? Sama sekali tidak – terutama jika Anda memahami bagaimana media sosial ini membantu SEO.</p><p>Kita semua tahu bahwa lalu lintas pencarian adalah lalu lintas yang berasal dari konten terbaik yang sudah Anda ciptakan. Lalu lintas pencarian sangat bertarget terutama orang-orang yang membeli lalu lintas. Jika Anda bisa mendapatkan peringkat yang bagus untuk kata kunci yang kompetitif, Anda akan mendapatkan lalu lintas dengan jumlah yang sangat besar.</p><p>Namun, di masa lalu, sulit untuk berkompetisi untuk mendapatkan peringkat pada kata kunci yang sangat kompetitif ini, karena perusahaan dengan anggaran besar membeli backlink seperti orang gila.</p><p>Kami senang bahwa hal ini telah berubah.</p><p>Apa yang dilakukan sinyal sosial?</p><p>Cara kerja sinyal sosial sangat intuitif dan, jika kita mampu memahaminya, maka kita akan mengatakan bahwa semua itu masuk akal!</p><p>Saat Anda memposting sesuatu di situs Anda dan orang-orang membagikannya, algoritma Google akan mengetahuinya. Semakin banyak orang yang berbagi dalam waktu yang lebih singkat, semakin Google memperhatikan situs tersebut. Karena share tersebut memicu reaksi “viral” terhadap Google. Google tahu bahwa situs dengan banyak share sangat cepat kemungkinan besar akan viral. Akibatnya, orang mungkin akan Googling konten tersebut.</p><p>Oleh karena itu, demi dapat menampilkan konten yang relevan bagi pengguna, maka Google akan menempatkan konten ini tepat di bagian atas halaman #1 untuk istilah pencarian ini!</p><p>Ya, jika Anda mendapatkan sinyal sosial yang cukup banyak dalam waktu yang cukup singkat, Anda dapat melompat ke peringkat teratas untuk hampir setiap kata kunci!</p><p>Meskipun mendapatkan peringkat ini merupakan hal yang fantastis, namun hal itu hanya bersifat sementara. Google ingin tahu apakah konten Anda dibuat untuk bertahan lama, atau hanya sekali seumur hidup. Jadi sinyal sosial hanya akan membuat Anda tetap peringkat untuk waktu yang singkat – kemungkinan besar sekitar seminggu atau sebulan.</p><p>Jika Anda tidak mendapatkan backlink selama minggu ini, peringkat situs Anda akan turun, karena Google akan melihat bahwa itu hanya kejadian sesaat. Namun, jika konten Anda cukup bagus untuk mendapatkan tautan (yang terjadi pada konten yang selalu hijau, dan bukan hanya posting sekali seumur hidup), Google akan membuat Anda tetap berada di halaman depan untuk kata kunci kompetitif itu!</p><p>Teman-teman, konten benar-benar raja di era SEO yang baru. Semakin berharga konten Anda, semakin baik peringkat Anda. Sesederhana itu!</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Alasan mengapa bergantung pada media sosial marketing merupakan strategi yang buruk</title><link>/pemasaran/3-alasan-mengapa-bergantung-pada-media-sosial-marketing-merupakan-strategi-yang-buruk/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sat, 20 Mar 2021 04:00:38 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[alasan mengapa bergantung pada media sosial merupakan strategi yang buruk]]></category><category><![CDATA[bergantung pada media sosial merupakan strategi yang buruk]]></category><category><![CDATA[cara menggunakan media sosial]]></category><category><![CDATA[media sosial]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[strategi yang buruk pada media sosial]]></category><category><![CDATA[tips menggunakan media sosial]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2475</guid><description><![CDATA[Kebanyakan perusahaan media sosial besar saat ini diperdagangkan, ini artinya mereka fokus untuk menghasilkan profit. Sedangkan bagi pengusaha, ini berarti Anda harus membayar ketika Anda ingin menjangkau audiens Anda. Perubahan pada media sosial merupakan cerminan yang terjadi pada SEO beberapa tahun yang lalu. Ada pengusaha yang membangun bisnisnya pada SEO, dan setelah dua perubahan algoritma Google, banyak &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Kebanyakan perusahaan media sosial besar saat ini diperdagangkan, ini artinya mereka fokus untuk menghasilkan profit. Sedangkan bagi pengusaha, ini berarti Anda harus membayar ketika Anda ingin menjangkau audiens Anda.</p><p>Perubahan pada media sosial merupakan cerminan yang terjadi pada SEO beberapa tahun yang lalu. Ada pengusaha yang membangun bisnisnya pada SEO, dan setelah dua perubahan algoritma Google, banyak bisnis tersebut yang sekarang menghilang. Demikian juga pada media sosial.</p><p>Pengusaha yang cerdas dapat mengantisipasi hal ini dengan tidak menggunakan media sosial sebagai strategi pemasaran utama mereka. Berikut ini merupakan tiga alasannya:</p><h3>Jangkauan organic akan menurun</h3><p>Karena perusahaan media sosial ini harus melaporkan pendapatannya, maka tekanan untuk meningkatkan profit akan memaksa mereka untuk mengenakan biaya untuk layanan yang sebelumnya gratis. Jangkauan organic mungkin tidak akan mencapai angka nol, tetapi akan terus menurun. Ada beberapa cara untuk meningkatkan <em>engagement</em>, namun jika basis <em>audiens</em> Anda terlalu kecil maka sangat mustahil apabila postingan Anda ingin dilihat oleh banyak orang tanpa menggunakan layanan berbayar.</p><p>Bagi pemilik bisnis kecil, ini bukanlah berita baik. Masalahnya adalah iklan berbayar yang kita pasang pada media sosial tidak selalu dikonversi menjadi pendapatan kita, dan ada beberapa bukti yang mempertanyakan efektivitas iklan ini. Tetapi bukan berarti kita harus meninggalkan media sosial, kita hanya perlu menjadi lebih cerdas untuk memanfaatkan waktu dan uang kita.</p><h3>Platform tersebut bukan milik Anda</h3><p>Ketika Anda membangun follower yang besar pada media sosial, Anda harus menyadari bahwa orang-orang tersebut adalah pelanggan mereka, bukan pelanggan Anda. Mereka mungkin menjadi follower Anda, tetapi platform media sosial tersebutlah yang memiliki kontrol penuh tentang apa yang mereka lihat dan lakukan. Membangun bisnis Anda pada platform orang lain seringkali membawa kehancuran bagi beberapa pengusaha.</p><p>Media sosial harusnya menjadi penghasil <em>lead</em> dengan tujuan agar lead tersebut mengunjungi website Anda, dan mendaftar pada <em>email list</em> Anda. Email marketing merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk memberitahukan promosi karena 100 persen orang-orang yang ada pada list email Anda akan menerima email promosi Anda tanpa Anda harus mengeluarkan biaya sedikit pun untuk menjangkau mereka.</p><p>Ketika Anda dapat membawa lead tersebut keluar dari media sosial menuju website Anda, maka mereka berpeluang untuk melihat segala hal yang Anda tawarkan. Hal ini akan memberikan Anda peluang besar untuk melakukan <em>multiple sales</em>, dan menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan Anda. Website Anda yang seharusnya menjadi fondasi Anda, bukan media sosial.</p><h3>Strategi yang beragam akan memastikan kesuksesan</h3><p>Strategi pemasaran yang beragam merupakan strategi pemasaran yang terbaik. Ketika SEO mulai menurun, banyak pengusaha (di bidang teknologi) melakukan pivot karena mereka tidak bergantung pada satu strategi saja.</p><p>Meletakkan strategi Anda pada satu keranjang merupakan ide yang buruk. Pemasaran pada media sosial seharusnya mejadi salah satu diversifikasi strategi dalam pemasaran. Jika bagian strategi tersebut mengalami penurunan, maka Anda dapat langsung melakukan pivoting agar terhindar dari efek negatif finansial.</p><p><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Milan_Kundera">Milan Kundera</a> mengatakan, “Bisnis memiliki dua fungsi: Marketing dan inovasi.” Anda mungkin telah memiliki strategi pemasaran pada media sosial, tetapi jika itu merupakan satu-satunya bentuk strategi pemasaran Anda, maka Anda kurang inovasi. Diversifikasi strategi memerlukan inovasi.</p><p>Cobalah untuk menyediakan sedikit waktu minggu ini untuk menganalisa kembali strategi Anda. Buat strategi pemasaran Anda beragam dan fokuslah pada inovasi. Ada begitu banyak orang yang online setiap harinya, dan berbagai cara untuk menjangkau mereka. Media sosial seharusnya tidak menjadi alat pemasaran Anda satu-satunya.</p>]]></content:encoded></item><item><title>4 Cara menggunakan media sosial untuk menjual produk Anda</title><link>/pemasaran/4-cara-menggunakan-media-sosial-untuk-menjual-produk-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 25 Feb 2021 02:00:59 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara menggunakan media sosial]]></category><category><![CDATA[cara menggunakan media sosial untuk bisnis]]></category><category><![CDATA[cara menggunakan media sosial untuk menjual produk]]></category><category><![CDATA[cara menggunakan media sosial untuk usaha]]></category><category><![CDATA[cara menjual produk menggunakan media sosial]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips menggunakan media sosial]]></category><category><![CDATA[tips menggunakan media sosial untuk bisnis]]></category><category><![CDATA[tips menggunakan media sosial untuk menjual produk]]></category><category><![CDATA[tips menggunakan media sosial untuk usaha]]></category><category><![CDATA[tips menjual produk menggunakan media sosial]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2271</guid><description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, sebuah bisnis kecil dapat memiliki sebuah website yang cantik, pengalaman checkout yang tidak ribet, dan pemasaran serta SEO yang solid. Semua hal tersebut dapat bekerja dengan baik karena semua hal tersebut matching dengan cara orang-orang dalam berbelanja. Cara-cara di atas masih menjadi tools yang powerful dan memang harus dimiliki oleh sebuah &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun yang lalu, sebuah bisnis kecil dapat memiliki sebuah website yang cantik, pengalaman checkout yang tidak ribet, dan pemasaran serta SEO yang solid. Semua hal tersebut dapat bekerja dengan baik karena semua hal tersebut matching dengan cara orang-orang dalam berbelanja.</p><p>Cara-cara di atas masih menjadi tools yang powerful dan memang harus dimiliki oleh sebuah situs ecommerce yang baik. Namun sekarang terjadi perubahan. Orang-orang banyak menghabiskan waktu mereka pada situs jejaring sosial mereka yang dibangun berdasarkan hubungan dan ketertarikan setiap individu. Hasilnya, proses pembelian telah bergeser dari keinginan untuk mencari sesuatu yang diinginkan menjadi sesuatu yang berbasis pelanggan yang disesuaikan berdasarkan pengalaman yang mereka bangun sendiri.</p><p>Berikut ini merupakan empat teknik bagi bisnis kecil yang ingin mengintegrasikan media sosial sebagai bagian dari proses penjualan mereka.</p><h3>Sesuaikan strategi sosial ke pelanggan Anda</h3><p>Kuncinya disini adalah tidak semua jaringan sosial akan sesuai dengan produk atau layanan yang Anda jual. Oleh karena itu Anda harus tahu beberapa hal seperti: apakah pelanggan inti Anda seorang perekrut profesional atau pekerja profesional? Apakah mereka masih remaja atau dewasa? Seorang ibu modern yang sedang mencari sebuah resep masakan? Atau mungkin pelanggan Anda merupakan seorang pemimpin atau orang yang baru mengenal teknologi. Setiap pertanyaan ini harus disesuaikan dengan platform media sosial yang Anda gunakan seperti LinkedIn, Instagram, Pinterest, Twitter, dan lain-lain. Cari tahu karakter platform pada setiap jejaring sosial dan sesuaikan dengan jasa atau produk yang Anda jual. Pilihlah dengan bijaksana dan mulai mendengarkan masalah yang dapat Anda pecahkan dan bagikan saran-saran yang bermanfaat bagi pelanggan Anda. Langkah pertama ini adalah dapatkan kepercayaan pelanggan Anda.</p><h3>Ciptakan konten yang tepat dengan volume yang tepat</h3><p>Sebuah strategi sosial membutuhkan konten, semakin original dan engaging, maka akan semakin baik (jangan lupa untuk menambahkan gambar). Bergantung pada siapa pelanggan Anda, Anda harus dapat menemukan keseimbangan tentang seberapa sering Anda melakukan postingan dan format seperti apa yang disukai oleh pelanggan Anda. Jangan lupa untuk menggunakan kekuatan dari repost atau tweet material dari orang lain. Intinya adalah buat agar pelanggan Anda terlibat dalam media sosial Anda. Bukalah sebuah akun pribadi, buat pembicaraan dan ikutilah aturan-aturan dalam media sosial dan dengarkan ekspektasi yang diharapkan komunitas media sosial tersebut.</p><p>Hal yang harus diingat adalah jangan bertindak berlebihan karena hal tersebut dapat memberikan dampak yang negatif untuk tujuan strategi sosial Anda. Jika Anda terlalu sering memberikan komentar dan menunjukkan dengan jelas bahwa Anda menginginkan orang-orang untuk membuka situs Anda, maka Anda beresiko untuk kehilangan pelanggan berpotensial. Sadari juga bahwa platform media sosial memiliki fungsi tujuan yang berbeda sebagai contoh, sebuah tutorial mungkin dapat memberikan kesan yang mendalam pada LinkedIn, namun jika Anda ingin melakukan postingan kode diskon, maka sebaiknya dilakukan pada platform seperti Twitter atau Facebook.</p><h3>Bangun Jaringan Anda</h3><p>Tidak ada jalan pintas untuk melakukan hal ini, Anda harus berusaha semaksimal mungkin untuk membangun jaringan Anda sendiri. Nasihat yang dapat saya berikan untuk Anda adalah menciptakan target untuk membangun jaringan Anda setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan sehingga Anda dapat terus melihat perkembangan Anda dalam membangun jaringan. Carilah kata kunci yang relevan pada situs sosial untuk mencari orang-orang yang berbicara pada industri Anda atau menggunakan kata kunci yang berhubungan dengan hal tersebut. Kemudian, mulai retweet postingan mereka, berikan respon pada pertanyaan yang mereka berikan atau membagikan sesuatu yang mereka anggap menarik. Dengan berkontribusi pada pembicaraan prospek, Anda telah membangun mereka dan memberikan nilai lebih pada jaringan mereka.</p><h3>Koneksikan kembali ke bisnis</h3><p>Tentu saja semua ini tidak akan berarti jika tidak ada kenaikan dalam penjualan dan biasanya semua itu di dapatkan dari call to action baik untuk pelanggan maupun bukan. Ini merupakan hal yang sangat penting. Orang yang datang atau berinteraksi dengan media sosial Anda tidak selalu pelanggan, tetapi bisa saja teman dari pelanggan Anda, yang mungkin dapat memberi pengaruh bagi banyak orang. Jika memang orang ini merupakan orang yang berpengaruh maka Anda dapat menggunakan mereka sebagai tools untuk melakukan penjualan bagi bisnis Anda.</p><p>Intinya adalah sebuah hubungan jauh lebih penting dibandingkan dengan lead yang Anda dapatkan melalui media sosial. Orang-orang berbagi informasi dan jika Anda dapat menyediakan sedikit waktu untuk mendengarkan apa yang mereka katakan, Anda akan memiliki posisi yang baik untuk melakukan pembicaraan dengan mereka dan menawarkan sesuatu yang mereka butuhkan pada saat itu.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>