<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips memilih pekerjaan yang tepat &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-memilih-pekerjaan-yang-tepat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 13:30:12 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips memilih pekerjaan yang tepat &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Cara memilih karir yang tepat</title><link>/karir/cara-memilih-karir-yang-tepat/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 31 May 2021 02:30:20 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara memilih karir]]></category><category><![CDATA[cara memilih karir yang tepat]]></category><category><![CDATA[cara memilih pekerjaan yang tepat]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[tips memilih karir]]></category><category><![CDATA[tips memilih karir yang tepat]]></category><category><![CDATA[tips memilih pekerjaan yang tepat]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3290</guid><description><![CDATA[Pepatah lama mengatakan &#8220;temukan pekerjaan yang Anda sukai dan Anda tidak akan pernah merasa kerja dalam hidup Anda&#8221; memberikan banyak tekanan pada orang-orang yang mencoba memilih karier yang tepat. Dapatkah Anda benar-benar menemukan karir yang begitu menyenangkan, bahkan tidak terasa seperti pekerjaan? Yah, itu mungkin sedikit berlebihan. Tidak peduli berapa banyak usaha yang Anda lakukan &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Pepatah lama mengatakan &#8220;temukan pekerjaan yang Anda sukai dan Anda tidak akan pernah merasa kerja dalam hidup Anda&#8221; memberikan banyak tekanan pada orang-orang yang mencoba memilih karier yang tepat. Dapatkah Anda benar-benar menemukan karir yang begitu menyenangkan, bahkan tidak terasa seperti pekerjaan?</p><p>Yah, itu mungkin sedikit berlebihan. Tidak peduli berapa banyak usaha yang Anda lakukan untuk memilih suatu pekerjaan, pasti ada hari-hari dimana karir yang Anda jalani itu akan terasa seperti pekerjaan. Tetapi, akan ada orang lain yang berpikir &#8220;Saya akan melakukan ini meskipun saya tidak dibayar.&#8221; Triknya adalah, memilih karir yang membuat Anda merasa senang setiap harinya dibandingkan yang membuat Anda merasa lelah.</p><p>Dengan ribuan pekerjaan bisa Anda pilih, carilah pekerjaan yang dapat meningkatkan peluang kepuasan karir Anda. Temukan satu pekerjaan yang cocok untuk minat, bakat, nilai-nilai terkait pekerjaan, dan tipe kepribadian Anda. Penting juga bagi Anda untuk menikmati sebagian besar tugas pekerjaan, penghasilannya sesuai dengan Anda, dan prospek pekerjaannya cerah di masa depan.</p><h3>Pertama, pelajari diri Anda</h3><p>Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah pelajari sebanyak mungkin tentang diri Anda sendiri. Jika Anda merasa tahu semua hal yang perlu diketahui, maka hasil <em>self assessment</em> yang Anda lakukan akan membuka mata Anda. Seorang profesional pengembangan karir, misalnya, konselor karir atau fasilitator pengembangan karir, dapat membantu Anda untuk melakukan langkah ini, namun jangan berkecil hati jika Anda tidak bisa membayar mereka untuk melakukan tahap ini, karena Anda dapat menggunakan <em>self assessment</em> secara gratis atau berbiaya rendah yang tersedia secara online.</p><p>Jika Anda pernah kuliah, pertimbangkan untuk menghubungi kantor layanan karir di institusi itu. Sebagai alumni, Anda mungkin bisa mengakses layanan mereka. Beberapa perguruan tinggi dan kantor karir universitas menawarkan layanan mereka kepada anggota komunitas lokal. Selain itu, program akademik yang melatih konselor karir seringkali menjadikan siswa atau alumni merkea sebagai tempat untuk melakukan pengujian tanpa biaya atau dengan biaya rendah untuk mendapatkan pengalaman.</p><h3>Pelajari tentang pekerjaan yang ada di list Anda</h3><p>Hasil dari penilaian diri Anda akan menyertakan daftar pekerjaan yang cocok untuk Anda berdasarkan semua faktor yang diteliti, tetapi pencarian untuk menemukan karir yang tepat tidak berakhir di sini. Walaupun beberapa pekerjaan mungkin terlihat sempurna untuk Anda, yang lain mungkin saja salah. Meskipun pekerjaan dari hasil assessment diri tersebut cocok untuk tipe kepribadian, minat, nilai, dan bakat Anda, bisa jadi tidak cocok untuk hal lainnya. Misalnya, tugas pekerjaan yang mungkin tidak menarik bagi Anda, prospeknya untuk masa depan mungkin buruk, atau pendidikan atau pelatihan yang diperlukan bisa melebihi daripada apa yang Anda miliki atau kuasai.</p><p>Buat keputusan yang tepat dengan mengeksplorasi setiap karir di list yang  sudah Anda buat.</p><p>Baca deskripsi pekerjaan dan abaikan praduga Anda. Kecuali jika Anda memiliki pengalaman pribadi atau telah melakukan penelitian sebelumnya, masih banyak yang harus dipelajari sebelum Anda dapat memutuskan apakah suatu karir cocok untuk Anda atau tidak.</p><p>Jika setelah mengetahui pengalaman bekerja dalam suatu pekerjaan masih menarik minat Anda, lihat apa saja persyaratan pendidikannya. Jika tidak sesuai dengan tujuan pendidikan Anda, coret dari list Anda. Misalnya, jika gelar yang lebih tinggi diperlukan dan itu bukan sesuatu yang dapat Anda lakukan saat ini, maka jangan pilih karir itu. Begitu juga jika Anda sudah lulus kuliah, jangan memilih pekerjaan yang hanya membutuhkan ijazah SMA.</p><p>Terakhir, Anda akan sangat merugikan diri sendiri jika Anda tidak melihat prospek pekerjaan di masa depan suatu pekerjaan. Menginvestasikan waktu untuk pelatihan hanya akan membuang waktu, tenaga, dan uang Anda jika prospek pekerjaan tersebut di masa depan tidak jelas atau mungkin buruk.</p><p>Setelah mempersempit list Anda menjadi beberapa karir saja, sekarang saatnya untuk menggali lebih dalam. Lanjutkan penelitian Anda dengan melakukan wawancara informasi dengan orang-orang yang bekerja dalam pekerjaan yang Anda pertimbangkan secara serius. Mendapatkan perspektif mereka dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara memilih pekerjaan yang tepat</title><link>/karir/cara-memilih-pekerjaan-yang-tepat/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 21 Jun 2020 07:06:11 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara memilih pekerjaan]]></category><category><![CDATA[cara memilih pekerjaan yang tepat]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips memilih pekerjaan]]></category><category><![CDATA[tips memilih pekerjaan yang tepat]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1585</guid><description><![CDATA[Entah apakah Anda sedang mencari pekerjaan pertama Anda setelah lulus kuliah atau Anda sedang mencari pekerjaan baru untuk naik ke level karir berikutnya, Anda harus cerdas dalam perburuan (mencari kerja) dan mengambil keputusan. Sangat mudah bagi seseorang (terutama yang baru mencari pekerjaan) untuk fokus menciptakan kesan positif kepada HRD untuk mendapatkan pekerjaan yang mungkin membuat &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Entah apakah Anda sedang mencari pekerjaan pertama Anda setelah lulus kuliah atau Anda sedang mencari pekerjaan baru untuk naik ke level karir berikutnya, Anda harus cerdas dalam perburuan (mencari kerja) dan mengambil keputusan. Sangat mudah bagi seseorang (terutama yang baru mencari pekerjaan) untuk fokus menciptakan kesan positif kepada HRD untuk mendapatkan pekerjaan yang mungkin membuat Anda lupa untuk bertanya kepada diri Anda sendiri sebuah pertanyaan penting: “Apakah saya benar–benar ingin bekerja disini?”</p><p>Banyak pencari kerja yang pertama kali melamar pekerjaan mengabaikan hal ini dan baru menyadarinya ketika mereka sudah bekerja di perusahaan tersebut. Anda mungkin sangat bersemangat bahwa ada seseorang yang ingin mempekerjakan Anda dan langsung menerimanya. Atau, jika Anda memiliki lebih dari satu pilihan, maka Anda akan memilih perusahaan yang menawarkan gaji yang lebih tinggi, karena tentu saja Anda memiliki tagihan yang harus dibayarkan. Tetapi ada faktor lain yang harus dipertimbangkan selain finansial, seperti apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan keahlian Anda, gaya hidup Anda, dan ambisi Anda.</p><p>Untuk membantu Anda memilih pilihan yang terbaik, silahkan lihat tujuh hal yang harus Anda evaluasi ketika Anda mendapatkan tawaran pekerjaan:</p><h3>Benefit</h3><p>Ini merupakan hal yang sering cicari oleh para pelamar kerja muda ketika mereka pertama kali memulai karir mereka, namun benefit ini dapat mencapai 30% dari total kompensasi Anda, menurut Quintessential, sebuah situs pencari kerja. Mulailah mencari tahu berapa biaya medis dan perawatan gigi yang di cover perusahaan, apakah mereka memberikan program pensiun. Anda juga harus mempertimbangkan tunjangan finansial lainnya seperti biaya reimburse untuk pendidikan, bonus, biaya dinas, dan bantuan untuk kredit rumah. Jangan melupakan juga tunjangan non finansial lainnya seperti jam kerja yang fleksibel dan kesempatan untuk bekerja dari rumah.</p><h3>Lokasi</h3><p>Memang mungkin Anda akan tertarik untuk bekerja di kota–kota besar, namun perlu Anda ketahui biaya yang harus dikeluarkan untuk bekerja di kota besar cukup tinggi. Biaya transportasi, makan, tempat tinggal, dan lain-lain sangat tinggi dibandingkan jika Anda bekerja di daerah. Ini mungkin bukan sebuah masalah yang berarti di awal, namun harga BBM yang fluktuatif dapat mempengaruhi anggaran, jika tempat kerja Anda jauh dan Anda harus membawa kendaraan pribadi. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, maka waktu tempuh ke kantor akan menjadi lebih lama, ini artinya Anda menghabiskan lebih banyak waktu dalam seminggu untuk mencapai tempat kerja Anda, tetapi waktu bukan satu–satunya faktor yang harus dipertimbangkan: pertimbangkan juga tingkat stres ketika Anda menunggu angkutan umum. Oleh karena itu, lokasi kerja merupakan salah satu hal yang harus Anda pertimbangkan ketika Anda menerima tawaran pekerjaan.</p><h3>Kesempatan karir</h3><p>Tidak ada satu orang pun yang ingin stuck di sebuah pekerjaan. Jadi ketika Anda interview, coba tanyakan apakah ada jenjang karir dalam perusahaan tersebut dan apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan promosi. Cari tahu juga apakah perusahaan tersebut menyediakan fasilitas yang dapat membuat diri Anda berkembang. Sebagai contoh, apakah disana ada program pelatihan, mentoring, atau kesempatan edukasi yang dapat membuat keahlian Anda menjadi semakin baik. Ini akan membantu Anda menjadi aset yang berharga bagi perusahaan atau meningkatkan nilai Anda ketika Anda sudah siap untuk pindah ke perusahaan lain.</p><h3>Lingkungan kerja</h3><p>Ada 168 jam dalam seminggu. Jika Anda menghabiskan 40 jam di tempat kerja, ini artinya Anda menghabiskan seperempat minggu Anda disana. Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa Anda menyukai tempat kerja Anda. Hal ini meliputi kode etik berpakaian, ruang kantor Anda, budaya perusahaan, dan lain–lain.</p><p>Memang agak sulit untuk merasakan lingkungan kerja kantor tersebut ketika Anda datang untuk interview. Untuk mengetahui hal ini, tidak ada salahnya jika Anda meminta calon atasan Anda untuk mengenalkan Anda kepada rekan kerja Anda ketika Anda berada di interview tahap kedua. Tanyakan kepada mereka apa yang mereka sukai dan tidak sukai tentang pekerjaan mereka. Jika Anda belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mereka, maka cobalah untuk meminta kontak person beberapa orang yang mungkin akan bekerja bersama Anda nantinya dan coba menghubungi mereka via telepon atau email sebelum Anda menerima pekerjaan tersebut.</p><h3>Keamanan kerja</h3><p>Ketika Anda masih muda dan baru saja memulai karir, mungkin Anda tidak akan terlalu peduli dengan perusahaan tempat Anda bekerja pertama kali. Karena kenyataannya, seorang karyawan cenderung untuk pindah pekerjaan setidaknya lima kali dalam kehidupan mereka. Namun tetap saja, Anda harus memikirkan keamanan kerja Anda ketika Anda bekerja di perusahaan mana pun. Cobalah cari tahu apakah perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan merupakan perusahaan yang sudah mature atau startup? Apakah perusahaan tersebut cukup dikenal pada bidang industri mereka? Apakah keuangan perusahaan tersebut stabil? Karena tentu Anda tidak ingin kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempat Anda bekerja bangkrut.</p><h3>Tingkat tanggung jawab</h3><p>Anda tentu menginginkan pekerjaan yang benar–benar menggunakan pengetahuan yang sudah Anda dapatkan melalui pendidikan dan mempertajam keahlian Anda, bukannya pekerjaan yang malah membuat Anda menjadi bosan. Namun perlu diingat juga bahwa Anda tidak mungkin langsung bisa mendapatkan pekerjaan impian, begitu Anda lulus kuliah. Anda harus memulai segala sesuatunya dari dasar dan perlahan–lahan naik hingga Anda meraih puncak karir Anda.</p><h3>Dimana Anda ingin berada 10 tahun yang akan datang?</h3><p>Ini mungkin terdengar klise, tetapi ini merupakan hal besar. Apakah pekerjaan ini akan membawa Anda meraih karir yang Anda impikan? Dua pilihan pekerjaan dapat membawa Anda ke dua jalan karir yang berbeda. Oleh karena itu, pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan tujuan jangka panjang Anda. Jangan pernah memilih pekerjaan hanya karena Anda ingin mendapatkan gaji yang besar (jangka pendek), tetapi pilihlah pekerjaan yang dapat membuat karir Anda cemerlang untuk 10 tahun ke depan.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>