<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips membangun kepercayaan &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-membangun-kepercayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 15:07:51 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips membangun kepercayaan &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>8 Cara membangun kredibilitas bisnis Anda</title><link>/bisnis/8-cara-membangun-kredibilitas-bisnis-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 13 Apr 2021 02:00:37 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[apa saja yang dibutuhkan untuk membangun kredibilitas]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[cara membangun kepercayaan]]></category><category><![CDATA[cara membangun kredibilitas]]></category><category><![CDATA[cara membuat bisnis kredible]]></category><category><![CDATA[kepercayaan pelanggan]]></category><category><![CDATA[kredibilitas]]></category><category><![CDATA[kredibilitas bisnis]]></category><category><![CDATA[tips membangun kepercayaan]]></category><category><![CDATA[tips membangun kredibilitas]]></category><category><![CDATA[tips membuat bisnis anda kredible]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2768</guid><description><![CDATA[Apa karakter yang membedakan pengusaha sukses dengan pengusaha yang tidak sukses? Kredibilitas. Mengapa kredibilitas? Coba lihat pengusaha startup yang berusaha meyakinkan pemegang saham dan investor untuk membangun ide atau inovasi tanpa bukti konsep. Atau pengusaha yang mengalami masalah produksi dan membutuhkan partner bisnisnya untuk mendapatkan kredit tanpa batas waktu yang jelas. Tentu saja, ada beberapa karakteristik &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Apa karakter yang membedakan pengusaha sukses dengan pengusaha yang tidak sukses?</p><p>Kredibilitas.</p><p>Mengapa kredibilitas? Coba lihat pengusaha startup yang berusaha meyakinkan pemegang saham dan investor untuk membangun ide atau inovasi tanpa bukti konsep. Atau pengusaha yang mengalami masalah produksi dan membutuhkan partner bisnisnya untuk mendapatkan kredit tanpa batas waktu yang jelas.</p><p>Tentu saja, ada beberapa karakteristik yang luar biasa yang harus dimiliki untuk dapat keluar dari situasi tersebut, namun memiliki reputasi sebagai pengusaha yang dapat menyelesaikan sesuatu, menepati janjinya, dan memiliki sejarah kesuksesan akan menciptakan ‘’mata uang” kredibilitas yang dapat di uangkan secara instan.</p><p>Memang, kredibilitas tidak dapat diciptakan dalam waktu singkat, tetapi seorang pengusaha harus dapat membuat strategi yang memungkinkan mereka membangun kredibilitas dengan cara yang efektif. Berikut ini merupakan cara membangun kredibilitas bisnis Anda.</p><h3>Sensitif</h3><p>Miliki dan demonstrasikan empati untuk orang-orang yang berada dalam tim Anda dan pelanggan Anda. Hal ini akan memberikan nilai yang jauh lebih berharga daripada kebijakan politik bisnis Anda.</p><p>Sebagai contoh, jika Anda merupakan startup bootstrap, menekankan kepada anggota tim tentang pentingnya memotong biaya, bekerja lebih lama dan mendapatkan gaji di bawah rata-rata pasar akan lebih menyentuh daripada muncul ke kantor dengan BMW baru.</p><h3>Jujur</h3><p>Tidak usah diragukan lagi, salah satu hal yang dapat membunuh kredibilitas seseorang adalah ketidak jujuran. Berbohong akan menghancurkan semua usaha Anda, termasuk juga menambah-nambahkan cerita yang tidak perlu, memberikan informasi atau feedback diluar konteks dengan cara yang manipulatif.</p><p>Pemegang saham ingin transparansi dari pengusaha, jadi lebih baik Anda berbicara dengan jujur tentang bisnis dan tujuan Anda.</p><h3>Objektif</h3><p>Sangat penting untuk selalu menjadi objektif pada hal-hal yang berhubungan dengan bisnis dan jangan pernah termakan issue-issue yang tidak jelas. Selain itu, Anda juga dapat mengeliminasi topik atau subjek diskusi yang tidak berhubungan dengan bisnis dan tujuan bisnis Anda.</p><p>Prioritas Anda adalah memfokuskan energi dan sumber daya yang Anda miliki untuk tugas-tugas dan asset yang membantu Anda meraih tujuan bisnis.</p><h3>Tulus</h3><p>Optimis merupakan salah satu karakter yang menawan dari seorang pengusaha, namun sifat buruk pengusaha juga dapat timbul ketika mereka terlalu cemburu atau iri pada kesuksesan orang lain. Ketika keadaan bisnis Anda baik, tampilkan hal-hal yang sudah raih dan biarkan tim Anda merayakan pencapaian mereka, tetapi jangan berlebihan.</p><h3>Berpengetahuan</h3><p>Memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk meraih tujuan, sekaligus menarik kepercayaan pemegang saham perusahaan merupakan hal yang baik, namun pengetahuan tersebut tidak langsung dapat membuat Anda menjadi seorang pemimpin yang baik. Kenyataannya seseorang yang fokus hanya pada area tertentu gagal untuk melihat pentingnya kemampuan dan keahlian lain yang diperlukan untuk memimpin tim.</p><p>Carilah keseimbangan antara pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk memimpin tim Anda.</p><h3>Mempromosikan pencapaian</h3><p>Sekarang bukan lagi saatnya untuk malu-malu. Pertama, belajarlah untuk mengakui pencapaian dalam bisnis Anda dan dalam karir Anda. Bahkan pencapaian yang kecil pun harus diakui jika hal tersebut dapat membangun kredibilitas Anda. Berikutnya, letakkan pencapaian Anda di depan orang-orang agar setiap anggota tim Anda dapat melihatnya. Bagikan hal tersebut kepada pemegang saham perusahaan Anda, tampilkan juga dalam website Anda, dan promosikan hal tersebut dalam akun <a href="https://www.linkedin.com/">LinkedIn</a> Anda.</p><p>Banggalah pada apa yang sudah Anda capai, dan biarkan hal tersebut menciptakan kredibilitas Anda.</p><h3>Minta diendorse</h3><p>Pertama, lihat kembali orang-orang yang pernah Anda temui selama dalam karir Anda, tidak peduli seberapa kecil peran mereka dalam karir Anda, sebab orang-orang tersebut dapat menambah nilai dalam kredibilitas Anda. Jangan malu-malu untuk meminta endorse dan testimonial dari mereka, terutama jika Anda hal tersebut dapat memberikan nilai lebih dan dampak yang positif.</p><p>Semakin banyak endorsement dan testimonial yang Anda dapatkan dari profesional sukses lainnya, maka akan lebih baik untuk kredibilitas bisnis Anda.</p><h3>Percaya diri</h3><p>Jika Anda orang yang baru memulai karir, mungkin Anda akan kurang dalam hal pencapaian, endorsement, dan pengalaman yang Anda butuhkan untuk membangun kredibilitas Anda saat ini. Walaupun tanpa hal tersebut, kepercayaan diri merupakan karakter yang&#8230; jika Anda kuasai dapat memberitahukan kepada orang lain tentang kualitas diri Anda.</p><p>Jika Anda berusaha menjadi seorang pengusaha, Anda telah memiliki kredibilitas yang lebih tinggi dari jutaan individual yang tidak memiliki kepercayaan diri untuk mencoba menjadi pengusaha. Banggalah terhadap diri Anda.</p><p>Semua tips ini sangat bagus untuk Anda gunakan dalam membangun kredibilitas, tetapi ingatlah bahwa proses ini dapat memakan waktu yang lama, kerja keras, dan eksekusi yang cerdas. Kemudian berhati-hatilah dalam bertindak atau mendengarkan nasihat dari orang lain, karena semua kerja keras yang sudah Anda lakukan untuk membangun kredibilitas dapat hancur dalam sekejab jika Anda melakukan kesalahan yang fatal. Lakukan segala hal untuk melindungi kredibilitas Anda ketika Anda membangunnya.</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Cara untuk membangun kepercayaan konsumen</title><link>/bisnis/3-cara-untuk-membangun-kepercayaan-konsumen/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 29 Nov 2020 10:14:32 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[cara membangun kepercayaan]]></category><category><![CDATA[cara membangun kepercayaan konsumen]]></category><category><![CDATA[cara membangun kepercayaan pelanggan]]></category><category><![CDATA[tips membangun kepercayaan]]></category><category><![CDATA[tips membangun kepercayaan konsumen]]></category><category><![CDATA[tips membangun kepercayaan pelanggan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1970</guid><description><![CDATA[Pikirkan brand yang Anda cintai, brand yang Anda percayai untuk menyimpan informasi personal Anda, merekomendasikannya kepada teman Anda, dan dengan setia memilih brand tersebut dibandingkan brand lain. Sebagai pengusaha dalam pasar yang skeptis, menciptakan rasa percaya membutuhkan komitmen dan integritas yang tinggi. “Tantangan terbesarnya adalah sesuatu yang disebut sebagai kerapuhan dalam kepercayaan,” Kata Roderick Kramer, &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Pikirkan brand yang Anda cintai, brand yang Anda percayai untuk menyimpan informasi personal Anda, merekomendasikannya kepada teman Anda, dan dengan setia memilih brand tersebut dibandingkan brand lain. Sebagai pengusaha dalam pasar yang skeptis, menciptakan rasa percaya membutuhkan komitmen dan integritas yang tinggi.</p><p>“Tantangan terbesarnya adalah sesuatu yang disebut sebagai kerapuhan dalam kepercayaan,” Kata Roderick Kramer, seorang profesor dari Stanford University. “Kepercayaan merupakan hal yang sulit untuk dimenangkan dan mudah sekali menghilang.”</p><p>Untuk membangun kepercayaan, pelanggan Anda perlu mempercayai tiga hal mengenai perusahaan Anda:</p><ol><li>Anda memiliki apa yang mereka butuhkan.</li><li>Anda mampu menepati janji Anda.</li><li>Anda jujur dan otentik.</li></ol><p>Untuk mendapatkan kesetiaan pelanggan yang percaya dengan brand Anda, cobalah menggunakan tiga teknik berikut:</p><h3>Fokus untuk mengerjakan pekerjaan Anda dengan baik</h3><p>“Kebanyakan perusahaan terlalu mengkhawatirkan tentang apakah mereka dapat dipercaya atau tidak,” kata Kramer. Daripada, menghabiskan energi Anda untuk menepati janji yang Anda berikan kepada mereka.</p><p>Di Dwolla, sebuah jaringan pembayaran yang berbasis web, Ben Milne, CEO sekaligus pendiri perusahaan tidak pernah khawatir untuk mengkomunikasikan kepercayaan. Melainkan, mengerahkan seluruh energinya untuk memberikan layanan dan produk terbaik yang dapat dia berikan. “Jika saya mulai mengatakan kepada orang-orang agar mempercayai saya, maka saya telah memulai pekerjaan saya dengan sangat buruk”, katanya.</p><h3>Menjadi transaparan ketika melakukan kesalahan</h3><p>Secara alami, orang-orang lebih menyukai untuk menyembunyikan kesalahan mereka, tetapi Anda harus bersikap terbuka sebisa mungkin. “Rahasia, penyembunyian, atau ketidakjujuran akan melemahkan kepercayaan publik,” kata Kramer. Ketika Anda membuat kesalahan, akuilah secepat mungkin, dan bagikan kepada orang-orang mengenai bagaimana Anda memperbaikinya, dan berikan update hingga masalah tersebut selesai.</p><p>Contoh yang paling tepat untuk kasus ini adalah ketika situs projects.co.id, sebuah perusahaan startup yang berbasis di Bandung, down beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 28 Mei 2015 hinggal 31 Mei 2015. Kemudian mereka menjelaskan masalah yang mereka hadapi mulai dari awal hingga akhir pada blog mereka. Membagikan pengalaman yang mereka rasakan dan menjelaskan bagaimana mereka memperbaikinya, dan tanpa mereka sadari respon yang mereka dapatkan sangat positif. Alasannya sangat sederhana sekali yaitu karena orang-orang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.</p><p>Hal seperti inilah yang harusnya juga diterapkan oleh perusahaan kepada karyawannya. Untuk memastikan bahwa setiap potensi masalah mendapatkan perhatian, Anda harus menciptakan sebuah budaya yang jujur. Ketika seorang karyawan membuat kesalahan, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan menyembunyikannya. Melainkan berikan tim yang terdiri dari orang-orang pandai untuk membantu karyawan Anda memecahkan masalah tersebut. Dan meyakinkan karyawan Anda bahwa mereka tidak akan dipecat. Dengan melakukan hal tersebut, maka karyawan akan berani untuk mengakui kesalahan mereka tanpa takut adanya hukuman, sehingga mereka akan merasa lebih nyaman untuk mendahulukan kepentingan konsumen mereka.</p><h3>Tetap waspada dari waktu ke waktu</h3><p>Membangun sebuah kepercayaan bukanlah pekerjaan satu kali saja, Anda harus membuktikan diri Anda layak untuk mereka percayai setiap kali konsumen Anda menggunakan produk Anda. “Membangun kepercayaan dan menjaganya membutuhkan kewaspadaan dan upaya yang berkelanjutan,” kata Kramer.</p><p>Jika Anda masih merasa ragu apakah upaya tersebut layak untuk dilakukan, maka Anda harus berpikir seperti ini: Menepati janji Anda merupakan bisnis Anda. Jika Anda tidak mampu menepatinya, maka tidak akan ada satu cara pun yang dapat memperbaikinya.</p>]]></content:encoded></item><item><title>4 Cara untuk membangun kepercayaan dengan cepat</title><link>/bisnis/4-cara-untuk-membangun-kepercayaan-dengan-cepat/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 03 Jun 2020 16:17:29 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[cara membangun kepercayaan]]></category><category><![CDATA[membangun kepercayaan]]></category><category><![CDATA[tips membangun kepercayaan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1379</guid><description><![CDATA[Tidak ada orang yang akan membeli dari Anda jika mereka tidak percaya dengan Anda terlebih dahulu. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi pengusaha, karena kita harus membangun hubungan kepercayaan dari awal. Berbeda dengan perusahaan besar seperti Microsoft, IBM, atau Apple yang sudah mempunyai reputasi yang besar. Tentu saja kepercayaan dibangun dari waktu ke waktu. Jika &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada orang yang akan membeli dari Anda jika mereka tidak percaya dengan Anda terlebih dahulu. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi pengusaha, karena kita harus membangun hubungan kepercayaan dari awal. Berbeda dengan perusahaan besar seperti Microsoft, IBM, atau Apple yang sudah mempunyai reputasi yang besar.</p><p>Tentu saja kepercayaan dibangun dari waktu ke waktu. Jika Anda bekerja dengan seseorang selama lima tahun, Anda tentu sudah mengetahui seperti apa karakter mereka. Tetapi kebanyakan pengusaha tidak dapat menunggu bertahun–tahun atau dekade karena mereka harus melakukan penjualan.</p><p>Berikut ini merupakan empat strategi untuk membangun kepercayaan dan membantu bisnis Anda lebih cepat daripada yang Anda pikirkan.</p><h3>Buat konten secara berkala</h3><p>Sangat sulit mempercayai seseorang yang Anda tidak yakin bahwa mereka tahu apa yang mereka kerjakan.Hilangkan kekhawatiran ini diawal dengan membuat konten online yang mendemonstrasikan keahlian Anda. Hal ini dapat Anda lakukan dengan membuat postingan pada blog, podcast, video, atau Twiter feed, atau apa pun juga yang dapat menunjukkan bahwa Anda meluangkan waktu untuk memikirkan permasalahan tersebut dan memiliki pengetahuan yang luas mengenai permasalahan tersebut. Selain itu juga, dengan melakukan hal tersebut Anda dapat meningkatkan hasil pencarian pada mesin pencari Google.Dan bila ada seseorang yang melihat Anda, mereka akan melihat produk berkualitas tinggi yang Anda ciptakan bukan produk asal–asalan yang Anda jual.</p><h3>Jelaskan pro dan kontranya</h3><p>Kita semua tahu bahwa sales seringkali berbicara panjang lebar mengenai kehebatan produk yang mereka jual dan bagaimana barang tersebut sangat cocok untuk Anda miliki. Namun jika suatu saat pelanggan Anda menemukan bahwa ternyata produk tersebut tidak dapat memenuhi keinginan mereka atau tidak sesuai dengan yang Anda katakan, mereka pasti sangat kecewa. Mungkin rasa kecewa tersebut hanya bersifat sementara, namun kebohongan Anda akan diingat dalam jangka waktu panjang danmungkin mereka tidak akan pernah mau membeli produk Anda lagi. Untuk menghindari hal ini akan lebih baik jika Anda mengatakan pro dan kontra mengenai produk atau jasa yang Anda tawarkan sehingga mereka dapat mempertimbangkan apakah produk atau jasa yang Anda tawarkan memang sesuai dengan kebutuhan mereka.</p><h3>Ungkapkan setiap bias atau konflik</h3><p>Tidak ada yang salah dengan membuat sebuah pengaturan yang sama–sama menguntungkan, seperti menerima pembayaran dari orang lain, jika Anda memberikan mereka pekerjaan. Tetapi tentunya Anda tidak menginginkan pelanggan Anda mengetahuinya belakangan dan menduga–duga apakah Anda mengirimkan mereka ke tempat yang terbaik untuk mereka atau ke tempat dimana Anda mendapatkan keuntungan paling besar. Sangat penting untuk transparan dan mengatakan pengaturan tersebut diawal. Jangan pernah melakukan hal yang dapat merusak kepercayaan yang sudah diberikan pelanggan kepada Anda.</p><h3>Batasi pitching Anda</h3><p>Ada waktu dan tempat untuk melakukan sales pitching dan biasanya hal tersebut tidak dilakukan ketika Anda pertama kali bertemu dengan prospek baru Anda (terkecuali memang Anda sengaja membuat pertemuan dengan tujuan tersebut). Anda harus membuat mereka memahami bahwa Anda menginginkan sebuah hubungan jangka panjang, bukan transaksi penjualan yang dilakukan sekali.</p><p>Luangkan waktu untuk mengenal mereka secara individual dan tunggu waktu yang tepat untuk membicarakan produk atau jasa Anda (alangkah baiknya dikatakan ketika prospek Anda yang memulai topik pembicaraantersebut atau ketika pembicaraan tersebut berhubungan dengan produk atau jasa Anda).Dengan melakukan ini bukan berarti Anda tidak melakukan pitching, Anda hanya menunggu waktu yang tepat untukmenawarkan produk atau jasa Anda secara natural, lakukan hal ini tanpa tekanan untuk menjual.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>