<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips kerja &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Fri, 22 Jul 2022 12:38:05 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips kerja &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>3 Kesalahan karir yang harus Anda lakukan (Namun sekali saja)</title><link>/karir/3-kesalahan-karir-yang-harus-anda-lakukan-namun-sekali-saja/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 17 Mar 2021 03:00:11 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan dalam karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan karir]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2407</guid><description><![CDATA[Saya tahu apa yang Anda pikirkan: Bukankah seharusnya membaca nasihat pada artikel secara online bertujuan untuk menghindari kesalahan yang fatal? Namun terkadang, sebuah pelajaran tidak akan melekat hingga Anda mengalami kesalahan tersebut secara personal. Setidaknya hal itulah yang saya alami sepanjang karir saya. Saya akui saya pernah membuat kesalahan yang cukup besar (siapa pun pasti &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Saya tahu apa yang Anda pikirkan: Bukankah seharusnya membaca nasihat pada artikel secara online bertujuan untuk menghindari kesalahan yang fatal?</p><p>Namun terkadang, sebuah pelajaran tidak akan melekat hingga Anda mengalami kesalahan tersebut secara personal.</p><p>Setidaknya hal itulah yang saya alami sepanjang karir saya. Saya akui saya pernah membuat kesalahan yang cukup besar (siapa pun pasti pernah melakukannya), namun setiap kesalahan tersebut telah mengajarkan saya suatu hal yang sangat berharga yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan bila saya hanya membacanya dari sudut pandang orang lain. Dan setiap kejadian tersebut cukup memberitahukan dan memastikan bahwa saya tidak boleh melakukan kesalahan yang sama.</p><p>Jadi, jika Anda ingin membuat kesalahan dalam karir Anda, pastika melakukan tiga kesalahan ini, namun lakukan sekali saja.</p><h3>Kesalahan #1: Mengumbar janji dan tidak mampu menyelesaikan</h3><p>Jika Anda merupakan orang baru dalam dunia profesional, maka saya yakin bahwa Anda ingin membuat bos, klien, dan rekan kerja Anda terkesan. Dan saya yakin bahwa Anda akan melakukan apapun untuk membuktikannya.</p><p>Saya pernah merasakan hal tersebut beberapa tahun yang lalu, ketika saya menjabat sebagai manajer pada layanan kebersihan yang baru saja meluncurkan layanan kebersihan untuk tempat komersial. Kami sangat senang bahwa ada sebuah perusahaan hukum yang ingin menggunakan jasa kami untuk layanan kebersihan, namun ketika saya mengunjungi kantor tersebut untuk memberikan estimasi, saya tahu bahwa tim kecil kami tidak akan sanggup untuk menangani pekerjaan tersebut (kantornya benar-benar sangat besar).</p><p>Tetapi karena saya terlalu bersemangat untuk membuat atasan saya senang dengan nilai kontrak kerja yang sangat besar, dan ingin menyenangkan klien potensial kami karena beliau mengatakan akan merekomendasikan jasa perusahaan kami pada semua rekan bisnisnya. Sehingga untuk memastikan bahwa kami yang akan mendapatkan pekerjaan tersebut, maka saya mengatakan kepada klien saya mengenai seberapa teliti, detil, dan dapat diandalkannya karyawan saya. Saya terlalu menjual pengalaman perusahaan kami yang baru saja meluncurkan jasa kebersihan pada tempat komersial secara langsung.</p><p>Hanya dalam beberapa minggu bagi kantor hukum tersebut untuk menyadari bahwa kami tidak dapat menangani pekerjaan tersebut seperti yang sudah dijanjikan. Tim kami menghabiskan waktu terlalu lama di tempat tersebut setiap malam (yang artinya kami menghabiskan banyak uang), dan kami masih saja menerima komplain mengenai lemari yang masih berdebu hingga tissue toilet yang lupa diganti dan semua hal itu terus meningkat.</p><p>Pada akhirnya, kami kehilangan kontrak kerja tersebut.</p><p>Jika Anda, seperti saya, pernah membuat kesalahan karena terlalu mengumbar janji, saya yakin bahwa Anda tidak akan pernah melakukannya lagi. Saya belajar bahwa akan lebih baik jika Anda bersikap lebih realistis mengenai apa yang dapat Anda tawarkan, entah apakah itu kepada klien, bos, atau tim Anda. Kemudian lakukan pekerjaan tersebut dengan lebih baik daripada apa yang sudah Anda janjikan sehingga membuat klien, bos, dan rekan kerja Anda terkesan. Hal itu jauh lebih baik daripada mengecewakan mereka.</p><h3>Kesalahan #2: Pergi interview tanpa melakukan persiapan</h3><p>Sekitar setahun yang lalu, saya sedang melakukan persiapan untuk pindah ke departemen lain di perusahaan saya. Saya telah berhasil melewati dua tahap interview sebelum akhirnya mereka mengatakan bahwa saya harus melakukan satu interview terakhir dengan wakil direktur dari departemen tersebut. Perekrut yang merekrut saya mengatakan bahwa ini hanya merupakan pertemuan kasual, jadi saya berasumsi bahwa ini hanya pertemuan formalitas saja untuk perkenalan, bukan interview formal.</p><p>Jadi saya tidak menduga bahwa senior direktur yang menginterview saya langsung memberikan pertanyaan interviewbegitu saya datang ke kantornya. “Apa yang membuat Anda merasa layak untuk mendapatkan posisi ini?” katanya. “Apa kesempatan terbesar yang dimiliki oleh departemen ini yang belum dimanfaatkan secara maksimal? Apa kritik yang dapat Anda berikan mengenai proyek yang baru-baru ini kita selesaikan?”</p><p>Saya hanya dapat menatap beliau dalam keheningan (dan dalam keadaan yang sangat memalukan) sambil berpikir apa jawaban yang dapat saya berikan. Karena saya tidak melakukan riset sebelumnya  atau diberikan pertanyaan seserius ini pada interview saya sebelumnya, saya tidak tahu bagaimana cara merespon pertanyaan tersebut.</p><p>Belajar dari kesalahan saya: Tidak ada yang dapat membuat Anda dalam keadaan siap untuk interview selain mempersiapkan diri dengan melakukan riset terhadap perusahaan dan hal-hal yang berkaitan dengan posisi yang Anda lamar. Pengalaman saya saat itu sangat memalukan (dan tentu saja saya tidak mendapatkan pekerjaan tersebut), namun saya sadar benar bahwa sangat penting sekali untuk melakukan persiapan interview apapun posisi yang Anda lamar. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi menganggap bahwa interview merupakan pertemuan untuk formalitas atau perkenalan saja.</p><h3>Kesalahan #3: Menolak sebuah kesempatan hanya karena Anda takut</h3><p>Mungkin ada beberapa kali kesempatan dimana Anda tergoda untuk menolak sebuah proyek tambahan atau kesempatan karena Anda sudah sangat sibuk dengan pekerjaan Anda saat ini dan merasa tidak mungkin dapat mengerjakan hal lainnya. Saya paham betul keadaan tersebut.</p><p>Tetapi saya yakin bahwa Anda juga pernah mengalami bahwa ketika Anda memikirkannya secara mendalam mengenai hal tersebut, ternyata Anda sebenarnya menolak pekerjaan tersebut karena Anda tidak yakin bahwa Anda dapat mengerjakan pekerjaan tersebut dan Anda takut untuk gagal.</p><p>Beberapa bulan yang lalu, saya diberikan kesempatan untuk membentuk sebuah tim sebagai bagian dari proyek khusus yang dimulai oleh eksekutif tim dari perusahaan saya. Dan saya ditunjuk sebagai pemimpin tim dan mereka bertanya apakah saya tertarik untuk mengambil tantangan tersebut.</p><p>Jujur saja, hal itu sangat menakutkan saya. Saya merasa sudah nyaman dengan peranan saya saat ini, dan saya tidak yakin bahwa saya akan berhasil dengan peran baru saya tersebut, dan secara keseluruhan, saya merasa bahwa dengan menolak pekerjaan tersebut maka saya akan merasa lebih aman. Kemudian saya baru menyadarinya tidak lama setelah saya menolak pekerjaan tersebut bahwa saya telah melewatkan sebuah kesempatan besar. Ini merupakan sebuah kesempatan saya untuk maju dalam karir dengan cepat dan membuktikan kepada tim eksekutif tersebut bahwa saya dapat menjadi seorang pemimpin. Dan saya melewati kesempatan itu hanya karena saya merasa takut.</p><p>Lakukan hal itu sekali, dan saya jamin bahwa Anda tidak akan melakukannya lagi. Ya, mungkin Anda harus mengevaluasi kembali peranan baru Anda, proyek, atau kesempatan dan memutuskan apakah hal itu merupakan yang terbaik untuk Anda dan tujuan karir Anda (ini adalah hal yang wajar), namun Anda tidak boleh menolak sebuah kesempatan untuk maju berkembang hanya karena Anda takut untuk mengalami kegagalan. Karena seringkali bahwa, Anda akan menemukan resiko yang Anda ambil akan sebanding dengan penghargaan yang akan Anda dapatkan.</p><p>Apakah kesalahan dalam karir merupakan hal yang memalukan? Ya. Namun apakah mereka merupakan sebuah alat untuk membantu Anda berkembang sebagai profesional, membangun kepercayaan diri, dan maju dalam karir Anda? Pastinya. Jadi, jangan hanya mendengar pengalaman saya saja, lakukan kesalahan tersebut (dengan lebih hati-hati tentunya) dan belajarlah dari pengalaman Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Haruskah saya berbohong pada resume saya?</title><link>/karir/haruskah-saya-berbohong-pada-resume-saya/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 11 Mar 2021 01:00:24 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cari kerja]]></category><category><![CDATA[cv]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[resume]]></category><category><![CDATA[surat lamaran kerja]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2335</guid><description><![CDATA[Katakanlah Anda sedang mencari pekerjaan dan setelah sekian lama Anda melamar pekerjaan, tidak ada satu pekerjaan pun yang Anda dapatkan karena Anda dianggap overqualified, jadi Anda mulai berpikir “mungkin saya harus menghilangkan beberapa riwayat kerja lama saya atau mengubah jabatan manajerial Anda menjadi sesuatu yang bersifat staff.” Sebagai contoh, jika Anda ingin berbohong pada resume &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Katakanlah Anda sedang mencari pekerjaan dan setelah sekian lama Anda melamar pekerjaan, tidak ada satu pekerjaan pun yang Anda dapatkan karena Anda dianggap overqualified, jadi Anda mulai berpikir “mungkin saya harus menghilangkan beberapa riwayat kerja lama saya atau mengubah jabatan manajerial Anda menjadi sesuatu yang bersifat staff.” Sebagai contoh, jika Anda ingin berbohong pada resume Anda, Anda harus menghilangkan riwayat pekerjaan Anda dari manajer penjualan menjadi sales representative dan menghapus semua hal yang berhubungan dengan memimpin sebuah tim atau mengatur operasional sehari-hari dari resume Anda. Dengan melakukan hal tersebut, tentu resume Anda tidak terlihat overqualified dan mungkin saja pihak HRD akan mempertimbangkan untuk merekrut Anda. Walaupun ini bisa saja Anda lakukan, namun Anda juga harus berhati-hati dan memikirkan efek jangka panjangnya jika Anda ketahuan melakukan hal tersebut.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara menghadapi rekan kerja yang menyebalkan</title><link>/karir/cara-menghadapi-rekan-kerja-yang-menyebalkan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 25 Feb 2021 03:00:38 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi rekan kerja]]></category><category><![CDATA[cara menghadapi rekan kerja yang menyebalkan]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips menghadapi rekan kerja]]></category><category><![CDATA[tips menghadapi rekan kerja yang menyebalkan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2274</guid><description><![CDATA[Rekan kerja yang menyebalkan merupakan hal yang umum. Rekan kerja yang menyebalkan dan tidak berperikemanusiaan ini selalu ada di hampir setiap tempat kerja dan berkomunikasi dengan mereka dapat merusak hari Anda. Ketika Anda menghadapi masalah ini, sangat penting untuk tidak memasukkan perilaku mereka ke dalam hati, kata para ahli. &#8220;Mereka bersikap menyebalkan karena ada sesuatu &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Rekan kerja yang menyebalkan merupakan hal yang umum. Rekan kerja yang menyebalkan dan tidak berperikemanusiaan ini selalu ada di hampir setiap tempat kerja dan berkomunikasi dengan mereka dapat merusak hari Anda. Ketika Anda menghadapi masalah ini, sangat penting untuk tidak memasukkan perilaku mereka ke dalam hati, kata para ahli.</p><p>&#8220;Mereka bersikap menyebalkan karena ada sesuatu yang terjadi pada mereka. Jangan ambil hati atas perilaku mereka,&#8221; kata Scott Eblin, penulis &#8220;The Next Level: What Insiders Know About Executive Success.&#8221;</p><p>Tidak yakin dapat menangani masalah ini? Inilah yang harus Anda lakukan saat menghadapi perilaku menyebalkan rekan kerja Anda:</p><h3>Objektif</h3><p>Sebelum Anda menunjukkan hal-hal yang menyebalkan dari rekan kerja Anda, pastikan Anda bukan orang yang bereaksi berlebihan, saran Martha Newman, seorang pelatih eksekutif dan mantan litigator bisnis. Bersikaplah jujur ​​kepada diri Anda sendiri tentang apa yang benar-benar mengganggu Anda dan melihatnya dari sudut pandang kedua belah pihak. &#8220;Pemeriksaan diri secara menyeluruh akan menentukan apakah rasa kesal Anda benar-benar hasil tindakan rekan kerja Anda yang menyebalkan atau karena Anda yang terlalu sensitif.&#8221;</p><h3>Konsultasikan dengan teman</h3><p>Entah itu kolega yang bisa Anda percaya atau teman di luar kantor, minta pendapat kedua dari mereka tentang rekan kerja yang menyebalkan tersebut supaya mereka dapat membantu Anda memikirkan solusi terbaiknya untuk Anda. Minta teman Anda untuk membantu Anda dan &#8220;mulailah melakukan brainstorming untuk mengatasi situasi ini,&#8221; saran Newman.</p><p>&#8220;Tidak seperti Anda, mereka tidak merasakan rasa marah, sakit hati atau terhina, dan dengan kondisi seperti itu, tentu mereka dapat memberi Anda saran yang masuk akal dan obyektif.&#8221; Tidak masalah apa yang Anda putuskan, tunggu satu atau dua hari sebelum melaksanakan rencana Anda agar Anda tidak mengeluarkan kata – kata yang kasar.</p><h3>Buat mereka diam dengan kebaikan</h3><p>Anda bisa mencoba cara yang lebih positif terlebih dahulu. Meskipun butuh banyak usaha untuk melakukan hal baik kepada seseorang yang menyebalkan, namun ini bisa membuka jalan menuju hubungan yang lebih baik. &#8220;Bila mereka bersikap kasar terhadap Anda, cobalah untuk membalasnya dengan bersikap sopan terhadap mereka. Perilaku Anda dapat mempengaruhi mereka untuk hal yang positif,&#8221; kata Eblin.</p><h3>Jangan salahkan mereka</h3><p>Jika situasinya terus berlanjut, dekati rekan kerja tersebut dan katakan saja bahwa perilakunya yang menyebalkan membuat Anda merasa marah, hal ini Anda lakukan bukan untuk menunjukkan kesalahannya atau mengatakan bahwa yang dia lakukan salah, kata Newman.</p><p>&#8220;Sangat penting untuk berhenti menyalahkan mereka dan mencari cara untuk menghindari agar mereka tidak mengulangi perilaku yang tidak diinginkan,&#8221; katanya. Berikan beberapa contoh spesifik kepada mereka dapat membantu rekan kerja Anda memahami sudut pandang Anda.</p><h3>Bersikap tegas</h3><p>Jika perilaku rekan kerja tidak dapat diterima, penting untuk menghadapi orang tersebut. Akui masalah dengan cara yang tegas tanpa menghina rekan kerja Anda dan menghadapinya sesegera mungkin. Tidak perlu menunggu sampai situasinya benar-benar tak tertahankan.</p><p>&#8220;Bila tidak diberitahukan sejak awal, rekan kerja Anda dapat menganggap bahwa Anda tidak peduli dan tidak tegas. Hal ini dapat menyebabkan perilaku menyebalkan terus berlanjut dan meningkat dalam intensitas yang lebih tinggi,&#8221; kata Celestine Chua, seorang life coach di Personal Excellence Blog.</p><h3>Ambil keputusan akhir</h3><p>Pastikan percakapan Anda berakhir dengan cara yang spesifik untuk mengakhiri perilaku tidak diinginkan rekan kerja Anda. Sarankan perubahan atau metode yang bisa memperbaiki hubungan Anda alih-alih hanya menunjukkan perilaku kasarnya. Ikutilah beberapa gagasan tentang bagaimana Anda dapat memperbaiki lingkungan kerja namun tetap mengikuti rencana Anda.</p><h3>Bawa masalah ini ke manajer Anda</h3><p>Jika masalah terus berlanjut dan merupakan hal tersebut memberikan gangguan yang konstan, silahkan hubungi bagian HRD atau manajer Anda agar mereka dapat membantu Anda menangani masalah tersebut.</p><p>Bicaralah dengan jujur ​​dan tenang saat berbicara dengan HRD atau manajer Anda. Siapkan contoh kasus perilaku menyebalkan rekan kerja Anda dan ceritakan apa adanya.</p><p>&nbsp;</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Langkah untuk sukses pada interview kedua</title><link>/karir/5-langkah-untuk-sukses-pada-interview-kedua/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 23 Feb 2021 02:00:55 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara sukses interview]]></category><category><![CDATA[cara sukses interview kedua]]></category><category><![CDATA[cara sukses saat interview kedua]]></category><category><![CDATA[cara sukses wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips sukses interview]]></category><category><![CDATA[tips sukses interview kedua]]></category><category><![CDATA[tips sukses wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips sukses wawawancara kerja kedua]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2226</guid><description><![CDATA[Ini merupakan interview kedua Anda di perusahaan yang sama dan bukankah interview itu sama saja? Anda sudah melakukannya dengan baik di interview sebelumnya, jadi apa susahnya sih? Jawabannya adalah tergantung kondisi. Umumnya, setelah Anda melakukan interview dan Anda akan mendapatkan hasilnya, entah apakah Anda diterima atau tidak. Namun saat ini, banyak perusahaan yang mempertimbangkan seorang &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan interview kedua Anda di perusahaan yang sama dan bukankah interview itu sama saja? Anda sudah melakukannya dengan baik di interview sebelumnya, jadi apa susahnya sih? Jawabannya adalah tergantung kondisi.</p><p>Umumnya, setelah Anda melakukan interview dan Anda akan mendapatkan hasilnya, entah apakah Anda diterima atau tidak. Namun saat ini, banyak perusahaan yang mempertimbangkan seorang pelamar lebih lama dan mereka melakukan hal tersebut untuk mendapatkan informasi lebih detil. Banyak kandidat yang diundang interview beberapa kali hingga akhirnya ada keputusan pasti.</p><p>Karena ada variasi yang besar pada setiap perusahaan ketika mereka melakukan proses seleksi, sangat sulit untuk mengetahui apa yang akan Anda hadapi. Interview kedua bisa jadi sebuah formalitas atau sebuah cara bagi manajer HRD atau perusahaan memberitahukan bahwa Anda gagal mendapatkan pekerjaan tersebut. Atau bisa juga mereka sedang membandingkan Anda dengan kandidat kuat lainnya untuk mengambil keputusan siapa yang lebih tepat untuk mengisi posisi yang mereka buka.</p><p>Jika Anda tidak mengetahui situasi tersebut, sebaiknya cari tahu dengan cepat. Dan lakukan persiapan penuh. Lupakan kesuksesan Anda pada interview pertama, tidak ada waktu untuk berpuas diri, Anda harus memiliki rencana untuk interview berikutnya.</p><h3>Melakukan segala persiapan</h3><p>Hubungi orang yang mengorganisir interview tersebut untuk menanyakan hal detil yang perlu Anda ketahui. Ada beberapa keuntungan yang dapat Anda raih dengan melakukan hal tersebut. Semakin sering Anda menghubungi orang tersebut artinya semakin familiar untuk Anda dan hal tersebut akan memberikan keuntungan lebih bagi Anda. Tanyakan setidaknya siapa orang yang akan Anda temui pada saat interview kedua tersebut, ada berapa kandidat yang diundang untuk interview, berapa no urut Anda, dan format interviewnya seperti apa.</p><p>Jika Anda berhasil menciptakan sebuah kesempatan, tanyakan juga apakah ada orang yang kurang setuju dengan hasil interview sebelumnya atau apakah ada hal yang kurang. Ini merupakan kesempatan emas, jika Anda bisa mendapatkan informasi tersebut. Ingat jangan sampai Anda membuat kesan yang dapat mencederai image Anda sehingga pihak pemberi kerja (perusahaan) melihat Anda sebagai terlalu ngotot atau stalker.</p><p>Setelah Anda mendapatkan informasi, Anda harus melakukan riset ke level yang lebih dalam. Lakukan riset mengenai perusahaan, orang-orang yang bekerja disana, peran posisi yang Anda lamar, industri perusahaan, perubahan ekonomi, pasar mereka, kompetitor, dan lain-lain. Anda tidak harus menjadi seorang ahli, tetapi Anda bisa menjadikan pengetahuan tersebut sebagai topik pembicaraan Anda ketika Anda interview nanti.</p><p>Pada saat interview, tunjukkan kepada mereka bahwa Anda sudah mengetahui banyak hal tentang apa yang akan Anda kerjakan di perusahaan tersebut. Perusahaan berharap bahwa Anda dapat memberikan lebih banyak gambaran tentang tantangan dan antusiasme nyata Anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, dan mengapa Anda merupakan orang yang tepat untuk mendapatkannya. Berikut ini merupakan lima langkah yang dapat membantu Anda untuk memenangkan interview kedua:</p><h3>Tenangkan pikiran Anda</h3><p>Pada interview kedua umumnya orang yang Anda temui merupakan calon atasan Anda dan mereka merupakan orang yang sibuk yang tidak mungkin lagi menanyakan hal-hal yang bersifat personal kepada Anda. Mereka sudah berpikir bahwa Anda adalah orang yang mampu bekerja dan cocok (secara kualifikasi), karena jika tidak, mereka tidak akan mengundang Anda kembali. Jika setiap kandidat melakukan kesalahan karena mereka gelisah, tidak tenang, gugup, dan lain sebagainya sudah pasti posisi tersebut akan menjadi milik Anda. Begitu pula sebaliknya, jangan sampai Anda kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut karena Anda gelisah, gugup, grogi, dan lain sebagainya. Untuk itu langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah tenangkan pikiran Anda.</p><h3>Perhatikan penampilan Anda</h3><p>Buat agar penampilan Anda lebih rapi daripada sebelumnya karena hal tersebut dapat memberikan efek percaya diri. Jika Anda, dan kandidat lainnya sudah memiliki kualifikasi yang baik dan berpenampilan rapi, maka hal menentukan lainnya adalah keahlian, pengetahuan, dan perencanaan yang sudah Anda lakukan. Lakukan rehearsal mengenai penampilan, gerakan (bahasa tubuh) dan apa saja yang harus Anda katakan dan tanyakan pada saat interview sejak Anda berada di resepsionis. Arahkan pembicaraan Anda ke sebuah hubungan personal untuk memberi kesan Anda adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi yang sedang mereka buka.</p><h3>Antisipasi keraguan mereka</h3><p>Bersiaplah untuk menggali lebih dalam tentang interview yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Ketika interview sebelumnya, apa yang menjadi kekhawatiran Anda? Dimana Anda merasa lemah atau mungkin gagal menunjukkan hal terbaik Anda? Asumsikan bahwa hal tersebut akan muncul kembali dan lakukan persiapan agar Anda tidak melakukan kesalahan yang sama. Dengan mengetahui bahwa Anda sudah siap untuk menutupi (kekurangan) tersebut, maka hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri Anda.</p><h3>Apa yang dapat Anda lakukan untuk mereka?</h3><p>Tunjukkan bahwa Anda memahami tantangan nyata mereka sebagai sebuah bisnis. Anda tidak harus menyebut secara eksplisit tentang masalah mereka, kesalahan, dan lain sebagainya. Tetapi jika Anda dapat mengetahui apa yang membuat atasan Anda tidak bisa tidur dengan tenang di malam hari, dan Anda dapat menunjukkan bahwa Anda dapat menjadi solusi bagi masalah mereka, maka posisi tersebut sudah pasti jadi milik Anda.</p><h3>Tunjukkan nilai lebih Anda</h3><p>Apa saja hal yang dapat Anda berikan kepada perusahaan yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain? Berpikirlah diluar dari deskripsi pekerjaan Anda dan lihat peranan Anda secara luas. Apa keahlian lain atau pengalaman yang Anda miliki yang dapat menjadi bonus ekstra bagi mereka jika mereka merekrut Anda? Jika Anda tidak bisa menjawabnya, maka Anda harus menggali informasi lebih dalam lagi, namun percayalah kesulitan (ketika menggali informasi) yang Anda lakukan akan terbayar.</p><p>Ingatlah, bahwa setiap kandidat memiliki kekuatan dan kelemahan mereka masing-masing, jadi jangan terlalu khawatir mengenai kompetisi dan berhenti membandingkan diri Anda dengan kandidat lainnya. Tetapi, fokuslah untuk menunjukkan hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk perusahaan dan bagaimana Anda dapat terlihat menonjol dibandingkan yang lainnya.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Tolong, saya punya referensi kerja yang buruk!</title><link>/karir/tolong-saya-punya-referensi-kerja-yang-buruk/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 21 Feb 2021 04:02:53 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara mengatasi ketika memiliki referensi buruk]]></category><category><![CDATA[cara mengatasi referensi buruk]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[referensi buruk]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips mencari kerja]]></category><category><![CDATA[tips mencari lowongan kerja]]></category><category><![CDATA[tips mengatasi referensi buruk]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2179</guid><description><![CDATA[Anda mungkin sudah melakukan banyak hal, sudah memperbaharui CV, melakukan interview untuk pekerjaan impian, dan mendapatkan tawaran kerja. Cuma masalahnya satu: referensi kerja Anda menjadi penghambat Anda. Apa yang harus Anda lakukan? Berikut ini beberapa tips yang dapat membantu Anda agar Anda direkrut oleh perusahaan walaupun Anda memiliki referensi kerja yang kurang baik. “Jarang sekali menemukan kandidat yang tidak &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Anda mungkin sudah melakukan banyak hal, sudah memperbaharui CV, melakukan interview untuk pekerjaan impian, dan mendapatkan tawaran kerja. Cuma masalahnya satu: referensi kerja Anda menjadi penghambat Anda. Apa yang harus Anda lakukan? Berikut ini beberapa tips yang dapat membantu Anda agar Anda direkrut oleh perusahaan walaupun Anda memiliki referensi kerja yang kurang baik.</p><p>“Jarang sekali menemukan kandidat yang tidak bisa memberikan setidaknya dua referensi yang baik,” kata Melanie Roy. “Selama 13 tahun pengalaman di dunia perekrutan, saya hanya menemukan satu orang yang percaya bahwa dirinya telah memberikan referensi yang baik, namun ternyata semua referensi yang diberikan memberikan komentar yang negatif tentang dirinya. Karena referensi yang baik menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam memberikan pekerjaan, maka ketika Anda meninggalkan perusahaan, Anda harus meninggalkan kesan yang baik.”</p><p>Apakah Anda pernah dipecat dari sebuah perusahaan beberapa tahun yang lalu, namun Anda tetap ingin menggunakannya sebagai referensi kerja? Coba hubungi mereka kembali dan tanyakan apakah mereka bersedia untuk memberikan referensi yang baik jika dibutuhkan. Jika hal tersebut terjadi beberapa tahun yang lalu, dan Anda tidak melakukan hal yang benar-benar fatal, ada kemungkinan mereka akan bersedia untuk memberikan referensi yang baik untuk membantu Anda.</p><p>Roy stress ketika melakukan interview terhadap orang tersebut karena dia harus melakukan pengecekan terhadap lebih dari satu referensi. “Kebanyakan orang dapat memberikan setidaknya dua referensi yang baik, namun terkadang mereka seringkali tidak menyadari bahwa bidang industri mereka terlalu kecil. Karena setiap tindakan yang Anda lakukan akan terus mengikuti Anda dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan berikutnya, maka sangat penting bagi Anda untuk menjaga reputasi yang baik. Profesionalisme dan etika kerja yang Anda tunjukkan kepada setiap orang yang bekerja dengan Anda, mulai dari supplier, klien, dan kolega kerja Anda akan mempengaruhi persepsi orang tentang Anda.”</p><p>Walaupun mereka memberikan surat referensi yang baik, namun kadang-kadang mantan atasan Anda masih bisa mengatakan hal-hal yang kurang baik ketika di telepon. Oleh karena itu, Roy menyarankan agar Anda jujur terhadap perekrut Anda. “Jika Anda tidak bisa memberikan referensi yang relevan, maka sebaiknya katakan hal tersebut kepada mereka. Jelaskan bahwa Anda sudah mendapatkan pelajaran dan tidak akan mengulanginya kembali.”</p><p>Terkadang hal yang baik dapat datang pada situasi yang buruk: Jelaskan pada mereka bahwa Anda sedang mengembangkan keahlian baru, tunjukkan kepada mereka bahwa Anda memiliki keinginan untuk meningkatkan diri Anda dan akan memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Anda juga boleh memberikan contoh yang konkrit tentang peningkatan diri Anda kepada mereka. Dengan menunjukkan kejujuran, kerendahan hati, dan rasa hormat akan membantu Anda mendapatkan nilai lebih di mata perekrut.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara untuk menjawab “Apakah Anda bersedia untuk direlokasi (pindah tugas)?” saat interview</title><link>/karir/cara-untuk-menjawab-apakah-anda-bersedia-untuk-direlokasi-pindah-tugas-saat-interview/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 01 Dec 2020 16:29:21 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara menjawab pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[cara menjawab pertanyaan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview kerja]]></category><category><![CDATA[pertanyaan relokasi saat interview kerja]]></category><category><![CDATA[pertanyaan relokasi saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[pertanyaan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2001</guid><description><![CDATA[Mempersiapkan diri untuk interview bukanlah masalah mudah. Anda hanya akan dapat mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan apa yang kira-kira akan mereka tanyakan. Proses interview sudah berlangsung bahkan sebelum pertanyaan diberikan. Dari awal Anda memasuki gedung hingga Anda keluar gedung, proses intervies seolah-olah masih terjadi. Pewawancara selalu memperhatikan bahasa tubuh Anda dan hal-hal detil lainnya untuk &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Mempersiapkan diri untuk interview bukanlah masalah mudah. Anda hanya akan dapat mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan apa yang kira-kira akan mereka tanyakan. Proses interview sudah berlangsung bahkan sebelum pertanyaan diberikan. Dari awal Anda memasuki gedung hingga Anda keluar gedung, proses intervies seolah-olah masih terjadi. Pewawancara selalu memperhatikan bahasa tubuh Anda dan hal-hal detil lainnya untuk mengetahui apakah Anda merupakan orang yang tepat untuk perusahaan mereka.</p><p>Kesan pertama sangatlah penting dalam interview, sama pentingnya dengan cara Anda menjawab pertanyaan dari mereka. Setiap jawaban yang Anda berikan kepada mereka akan mempengaruhi hasil keputusan mereka secara keseluruhan. Apakah Anda percaya diri ketika menjawab pertanyaan? Apakah jawaban Anda jujur? Apakah Anda merasa kesulitan ketika menjawab pertanyaan mereka? Pewawancara akan melihat tanda-tanda tersebut, berikut dengan jawaban yang Anda berikan. Lalu bagaimana dengan pertanyaan yang sering ditanyakan pada saat interview seperti: “Apakah Anda bersedia untuk direlokasi?”</p><p>Pertanyaan ini mungkin akan menjadi kejutan bagi Anda atau bisa juga Anda sudah siap dengan pertanyaan tersebut. Lalu bagaimana cara kita untuk merespon pertanyaan tersebut? Berikut ini merupakan lima respon yang akan memastikan bahwa nama Anda tidak akan dicoret dalam daftar pertimbangan.</p><h3>Tentu saja saya bersedia untuk direlokasi</h3><p>Ini merupakan jawaban yang sangat jelas, terutama jika Anda memang tidak keberatan jika direlokasi ke tempat lain. Sebagai pria atau wanita yang dewasa, kesempatan untuk direlokasi dapat menjadi hal yang menyenangkan. Berikan jawaban tersebut jika memang Anda bersedia untuk direlokasi akan menunjukkan bahwa Anda akan melakukan segala sesuatu agar dapat bergabung sebagai bagian dari perusahaan dan tim mereka. Jawaban yang formal: “Jika memang diharuskan saya bersedia untuk direlokasi. Saya percaya bahwa ini merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk saya dan perusahaan.”</p><p>Jika Anda tidak memiliki masalah dengan relokasi untuk mendapatkan posisi tersebut, maka Anda dapat memberikan beberapa pertanyaan mengenai hal tersebut kepada pewawancara. Dengan memberikan pertanyaan tersebut, maka hal itu akan meyakinkan mereka bahwa Anda memang bersedia untuk direlokasi untuk mendapatkan posisi tersebut.</p><h3>“Mungkin”</h3><p>Relokasi merupakan perubahan besar dalam hidup. Ada berbagai pertanyaan yang belum Anda dapatkan jawabannya sehingga Anda tidak dapat memutuskan apakah Anda bersedia untuk direlokasi atau tidak. Berapa lama Anda akan berada disana? Apakah ini merupakan perusahaan tempat dimana saya akan berkarir dalam jangka waktu yang lama? Apakah saya akan mendapatkan promosi pada posisi ini? Semua pertanyaan ini akan menjadi hambatan atau keraguan bagi seseorang untuk mengambil keputusan apakah mereka bersedia direlokasi atau tidak. Dapatkah Anda menjawab pertanyaan tersebut?</p><p>Jika Anda jawabannya adalah ya, “mungkin” merupakan jawaban yang tepat. Tetapi jangan pernah menjawab “mungkin” secara langsung kepada pewawancara. Berikan respon seperti ini: “Saya sangat menyukai daerah ini dan berharap dapat melanjutkan karir saya disini, tetapi posisi ini merupakan sebuah kesempatan besar dalam karir saya dan jika relokasi merupakan bagian dari hal tersebut, saya akan mempertimbangkannya.”</p><h3>Mengatakan “mungkin” dengan antusias</h3><p>Pada umumnya perusahaan akan memberikan pertanyaan “Apakah anda bersedia untuk direlokasi?” untuk mengukur seberapa besar Anda tertarik dengan posisi tersebut. Pertanyaan ini dapat menjadi faktor penentu yang menentukan apakah Anda akan direkrut atau tidak. Inilah saat dimana kejujuran sangat penting. Berbohong ketika Anda interview akan merugikan kedua belah pihak.</p><p>Tidak masalah jika Anda ragu untuk berkata “iya” untuk relokasi. Tetapi sangat penting bagi Anda untuk memberikan respon yang diplomatik dengan menjawab pertanyaan tersebut seperti “Ini merupakan kesempatan besar bagi saya dan posisi ini sangat sesuai dengan keahlian saya. Saya sangat suka untuk bekerja di area ini, tetapi saya akan mempertimbangkan untuk direlokasi bergantung pada kondisi tertentu.”</p><p>Jawaban tersebut akan membantu Anda berada pada jalur yang tepat dan tetap berkata jujur kepada pewawancara. Mereka akan melihat bahwa Anda bersedia untuk melakukan apapun untuk menjadi bagian dari tim dan menyampaikan bahwa Anda lebih menyukai untuk berkari di wilayah ini.</p><h3>Bagaimana cara untuk mengatakan tidak?</h3><p>Terkadang pindah bukanlah sebuah pilihan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan Anda untuk tetap berada di area ini. Tetapi jika Anda menjawab tidak, maka Anda akan beresiko untuk kehilangan kesempatan kerja ini? Dalam beberapa kasus pasti. Tetapi ada cara untuk mengatakan “tidak” tanpa menyampaikan kesan bahwa Anda tidak menginginkan pekerjaan tersebut.</p><p>“Ini merupakan kesempatan besar bagi karir saya dan saya sangat senang jika dapat menjadi bagian dari tim. Saya sangat menyukai area ini dan berpikir untuk meneruskan karir saya disini, terutama di perusahaan ini.” Ini merupakan jawaban yang tepat untuk menyampaikan kepada pewawancara bahwa pindah bukanlah pilihan bagi Anda, tetapi Anda tetap menginginkan pekerjaan tersebut.</p><h3>Hal yang tidak boleh dikatakan</h3><p>Dengan beberapa jawaban yang sudah saya jabarkan di atas, ada beberapa jawaban yang tidak boleh Anda katakan kepada pewawancara untuk merespon pertanyaan tersebut. Berikut ini merupakan hal-hal yang tidak boleh Anda katakan kepada pewawancara:</p><ul><li>“Apakah Anda akan membayar saya lebih?”</li><li>“Apakah saya boleh memilih tempat untuk direlokasi?”</li><li>“Saya tidak ingin pindah dari area ini.”</li><li>“Bergantung pada apa yang akan Anda tawarkan.”</li></ul><p>Jika Anda memberikan respon tersebut sebagai jawaban, maka mereka akan meninggalkan Anda dan pindah ke kandidat berikutnya. Salah satu nasihat yang pernah saya dengar adalah “Tidak masalah dengan apa pun yang Anda katakan, namun bagaimana cara Anda mengatakannya-lah yang penting.” Ini merupakan hal yang tepatjika diterapkan saat interview, terutama ketika Anda menjawab pertanyaan tertentu.</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Pertanyaan yang harus ditanyakan pada setiap kandidat yang Anda interview</title><link>/karir/3-pertanyaan-yang-harus-ditanyakan-pada-setiap-kandidat-yang-anda-interview/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 01 Dec 2020 13:08:34 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview kerja]]></category><category><![CDATA[pertanyaan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1994</guid><description><![CDATA[Apa tiga pertanyaan yang harus saya tanyakan pada setiap kandidat? Kevin Lust, direktur dari Small Business Development Center di Springfield menyarankan agar manajer HRD pada setiap industri melontarkan tiga pertanyaan dasar berikut ini. Mengapa kami harus merekrut Anda? Memang hal ini terlihat aneh, namun pertanyaan yang sebenarnya dapat Anda berikan setelah kandidat menjawab pertanyaan pertama &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Apa tiga pertanyaan yang harus saya tanyakan pada setiap kandidat?</p><p>Kevin Lust, direktur dari Small Business Development Center di Springfield menyarankan agar manajer HRD pada setiap industri melontarkan tiga pertanyaan dasar berikut ini.</p><h3>Mengapa kami harus merekrut Anda?</h3><p>Memang hal ini terlihat aneh, namun pertanyaan yang sebenarnya dapat Anda berikan setelah kandidat menjawab pertanyaan pertama tersebut. Kata ‘ceritakan kepada saya’ merupakan hal yang sangat powerful, kata Lust. “Ceritakan kepada saya lebih banyak tentang hal tersebut dan berikan contoh yang lebih spesifik.”</p><h3>Bagaimana cara Anda melatih seseorang untuk mengerjakan tugas ini?</h3><p>“Hal ini akan memberikan mereka kesempatan untuk membagikan keahlian teknikal mereka,” kata Lust. “Bahkan pertanyaan sederhana seperti ‘Ceritakan kepada saya bagaimana menjadi pramusaji pada restoran.’”</p><h3>Apa yang sudah Anda lakukan pada pekerjaan Anda sebelumnya?</h3><p>Daripada mendengarkan tugas-tugas kandidat pada pekerjaan sebelumnya, Anda dapat mengetahui siapa kandidat yang memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab pada pekerjaan mereka sebelumnya. Seseorang yang memahami hasil pekerjaan mereka atau seseorang yang berbicara mengenai gagasan misi yang lebih besar.</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Kesalahan yang membuat Anda sulit untuk mendapatkan pekerjaan</title><link>/karir/3-kesalahan-yang-membuat-anda-sulit-untuk-mendapatkan-pekerjaan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 01 Dec 2020 11:26:46 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[alasan sulitnya mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[cara mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[kesalaham ketika melamar pekerjaan]]></category><category><![CDATA[kesalahan ketika melamar kerja]]></category><category><![CDATA[mengapa sulit mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[sebab mengapa sulit mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[sulitnya mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips untuk mendapatkan pekerjaan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1988</guid><description><![CDATA[Ketika mencari pekerjaan, ada beberapa hal dasar yang harus Anda hindari: Surat lamaran kerja Anda harus bebas typo dan Anda tidak boleh interview tanpa mengetahui terlebih dahulu mengenai perusahaan yang memanggil Anda interview atau mengenai posisi yang Anda lamar. Jika hal dasar tersebut sudah dapat Anda hindari, maka proses berikut seharusnya mudah bukan? Namun kenyataannya, &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mencari pekerjaan, ada beberapa hal dasar yang harus Anda hindari: Surat lamaran kerja Anda harus bebas typo dan Anda tidak boleh interview tanpa mengetahui terlebih dahulu mengenai perusahaan yang memanggil Anda interview atau mengenai posisi yang Anda lamar.</p><p>Jika hal dasar tersebut sudah dapat Anda hindari, maka proses berikut seharusnya mudah bukan?</p><p>Namun kenyataannya, walaupun Anda sudah menganggap bahwa semuanya ada dalam kendali, Anda tidak boleh terlalu santai. Selama beberapa tahun saya mencari pekerjaan, saya sering membuat beberapa kesalahan yang mengakibatkan hilangnya kesempatan dan menahan saya untuk mendapatkan pekerjaan yang sangat saya cintai.</p><p>Jadi, setelah belajar beberapa hal (dan begitu banyak CV dan surat lamaran yang saya buat dan kirim), berikut ini merupakan tiga hal yang paling penting yang harus Anda hindari ketika mencari pekerjaan dan bagaimana Anda dapat menghindarinya.</p><h3>Kesalahan #1:Mencari, Melamar, Menunggu, Mengulangi</h3><p>Ketika pertama kali saya memulai pencarian kerja, saya sangat tertarik dengan ide untuk mendapatkan pekerjaan impian. Jadi untuk merealisasikannya, saya melakukan eksplorasi lowongan pekerjaan selama berjam-jam hingga saya menemukan satu lowongan yang saya pikir merupakan paling cocok dengan saya. Kemudian saya mencurahkan segala waktu dan kemampuan saya untuk membuat CV dan surat lamaran kerja sebaik mungkin dan mengirimkannya, kemudian menunggu. Dan menunggu. Dan menunggu.</p><p>Terkadang saya mendapatkan kesempatan untuk interview. Di lain waktu saya tidak mendengar kabar apapun selama berminggu-minggu, sehingga saya menyerah dan memulai proses pencarian tersebut kembali dari awal.</p><p>Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama hingga saya menyadari bahwa proses yang saya lakukan tersebut tidak efisien. Saya mendengar ada teman saya yang mendapatkan beberapa tawaran dari beberapa perusahaan (Dan menggunakan bargain power tersebut untuk mendapatkan gaji yang terbaik), namun untuk saya, hal tersebut tidak pernah terjadi. Hal ini tidak akan pernah terjadi jika saya masih menggunakan strategi yang sama.</p><p>Cara yang lebih baik</p><p>Pada kebanyakan kasus, akan lebih baik jika Anda mengumpulkan terlebih dahulu lowongan pekerjaan yang Anda sukai, kemudian mengirimkan surat lamaran Anda sekaligus pada waktu yang bersamaan. Hal ini akan membantu Anda untuk mengurangi waktu pencarian kerja Anda dan memberikan Anda kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan beberapa tawaran kerja dari perusahaan lain. Dan jika Anda tidak mendengarkan kabar mengenai surat lamaran Anda, jangan takut untuk follow up kepada manajer HRD.</p><h3>Kesalahan #2: Melamar Secepat Mungkin</h3><p>Sebagai tambahan dari kesalahan #1, saya juga sering melakukan kesalahan #2: Ketika saya melamar pekerjaan, saya terlalu bersemangat, saya ingin mengirimkan surat lamaran saya secepat mungkin. Saya menuliskan segala sesuatu yang pertama kali ada dalam pikiran saya di dalam seurat lamaran kerja saya, tidak terlalu memperhatikan CV secara detail, dan menekan tombol kirim secepat mungkin. Saya berpikir bahwa semakin cepat manajer HRD mendapatkan surat lamaran saya, semakin cepat pula saya akan mendapatkan panggilan kerja.</p><p>Namun yang tidak saya antisipasi sebelumnya adalah ketika esok hari saya mereview kembali surat lamaran dan CV yang saya kirim, saya baru menyadari bahwa saya meninggalkan beberapa list yang seharusnya tidak perlu saya tulis, lupa menambahkan proyek yang baru-baru ini saya kerjakan dan proyek yang relevan dengan posisi yang saya lamar, dan saya juga lupa menambahkan alasan utama mengapa saya melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Intinya adalah saya mengirimkan surat lamaran terlalu cepat, sehingga ada hal-hal detail yang tidak saya tambahkan atau lengkapi.</p><p>Cara yang lebih baik</p><p>Jangan buru-buru. Akan lebih baik lagi jika Anda menghabiskan beberapa waktu untuk mengecek kembali surat lamaran dan CV yang akan Anda kirim daripada menjadi surat lamaran kerja pertama yang ada pada inbox manajer HRD. Dan selalu, selalu baca kembali surat lamaran dan CV Anda sebelum Anda kirimkan.</p><h3>Kesalahan #3: Membiarkan Perekrut Mengambil Alih</h3><p>Ketika saya pertama kali melamar pekerjaan pada perusahaan besar, saya belum pernah di interview oleh internal HRD sebuah perusahaan. Dan kemudian, karena saya melamar pekerjaan untuk posisi penulisan teknikal, saya tidak menyangka bahwa saya akan di interview untuk posisi yang sangat berbeda: Posisi supervisor. Ya, memang manajemen dapat melihat pengalaman dan jurusan yang ada pada CV saya, namun saya sedang ingin mengubah haluan karir. Karena berpikir bahwa melakukan pekerjaan apapun akan lebih baik dibandingkan tidak memiliki pekerjaan, kemudian saya mencoba untuk mengikuti mereka. Dan kemudian saya menerima tawaran untuk posisi yang tidak saya inginkan.</p><p>Kenyataannya, pekerjaan perekrut adalah untuk mengisi posisi dengan kandidat yang memang berpengalaman pada bidangnya, jadi jika Anda sedang ingin melakukan perubahan karir, hal ini akan membuat Anda sulit mendapatkan posisi pekerjaan yang Anda inginkan. Dan jika Anda membiarkan kata hati Anda yang mengatakan bahwa posisi tersebut tidak sesuai dengan Anda, maka Anda akan mendapatkan posisi yang Anda harapkan tidak akan pernah Anda dapatkan.</p><p>Cara yang lebih baik</p><p>Menjadi orang yang fleksibel merupakan hal yang baik, namun jika Anda ingin mengubah karir Anda atau ingin mendapatkan pengalaman diluar dari apa yang Anda tulis dalam CV Anda, jangan pernah takut untuk mengatakannya. Percayalah pada insting Anda ketika Anda memilih lowongan pekerjaan yang akan Anda lamar, dan belajarlah bagaimana untuk berkata tidak, berikan pertanyaan yang tepat, dan berikan waktu sejenak untuk mengevaluasi segala kesempatan sebelum membuat keputusan.</p>]]></content:encoded></item><item><title>4 Cara mudah untuk mendapatkan teman baru di tempat kerja</title><link>/karir/4-cara-mudah-untuk-mendapatkan-teman-baru-di-tempat-kerja/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 13 Nov 2020 09:43:54 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara mendapatkan teman baru]]></category><category><![CDATA[cara mendapatkan teman di tempat kerja baru]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips mendapatkan teman baru]]></category><category><![CDATA[tips mendapatkan teman di tempat kerja baru]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1938</guid><description><![CDATA[Ketika Anda memulai sebuah pekerjaan baru, maka sudah sewajarnya jika teman kerja Anda menjadi teman baik Anda. Ok, mungkin tidak selalu menjadi teman baik, tetapi mereka adalah orang-orang yang akan berhubungan dengan Anda selama lima hari dalam seminggu. Namun walaupun Anda sibuk dengan pekerjaan baru Anda, tetapi Anda harus tetap dapat menjalin hubungan dengan orang-orang &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Anda memulai sebuah pekerjaan baru, maka sudah sewajarnya jika teman kerja Anda menjadi teman baik Anda. Ok, mungkin tidak selalu menjadi teman baik, tetapi mereka adalah orang-orang yang akan berhubungan dengan Anda selama lima hari dalam seminggu.</p><p>Namun walaupun Anda sibuk dengan pekerjaan baru Anda, tetapi Anda harus tetap dapat menjalin hubungan dengan orang-orang yang ada disekitar Anda. Memang tidak mudah untuk mendapatkan teman di tempat kerja baru, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa menciptakan hubungan dengan orang lain. Berikut ini merupakan empat cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan teman baru:</p><h3>Ucapkan “Hai”</h3><p>Ini merupakan cara yang paling sederhana dan mudah sekali untuk dilakukan. Berapa lama Anda bersembunyi di balik meja kerja Anda pada hari pertama kerja?</p><p>Walaupun ini terdengar aneh, namun tidak ada salahnya jika Anda menyapa semua rekan kerja Anda sebelum Anda memulai hari (kerja) Anda. Percayalah, bahwa setiap orang yang Anda temui akan memahami kondisi Anda dan mereka sangat berhargai usaha yang Anda lakukan.</p><h3>Meminta bantuan</h3><p>Apakah Anda menyukai jika seorang karyawan baru bertingkah seolah-olah mereka tahu segalanya? Ya, saya juga. Meminta bantuan tidak hanya bermanfaat untuk pekerjaan saja, tetapi ini merupakan cara yang sederhana dan efektif untuk menghilangkan rasa kaku (ice breaking). Dan jika Anda sudah terlibat dalam sebuah pembicaraan, usahakan agar Anda tidak langsung to the point tetapi basa basi terlebih dahulu agar mereka bisa mengenal Anda lebih mendalam.</p><h3>Bagikan makanan ke rekan kerja Anda</h3><p>Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan teman baru adalah dengan membagikan makanan ke rekan kerja Anda. Cara ini bukan hanya dapat menghilangkan rasa kaku, tetapi juga dapat menciptakan percakapan antara Anda dan rekan kerja Anda sehingga mereka bisa mengenal Anda lebih baik lagi.</p><h3>Ramah</h3><p>Memang ada beberapa tips yang mudah untuk dikatakan, namun sebetulnya sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan nyata. Tetapi cara yang satu ini sangat mudah untuk diterapkan: ramahlah kepada setiap orang.</p><p>Setiap orang yang berada di kantor pasti pernah berada di posisi yang sama dengan Anda. Mereka mungkin lebih empati daripada yang Anda bayangkan. Inilah sebabnya mengapa ini merupakan cara yang terbaik untuk mendapatkan teman baru di kantor.</p><p>Mendapatkan seorang teman baru memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan mengikuti tips di atas, saya yakin Anda akan mendapatkan teman baru dengan mudah. Selamat mencoba!</p>]]></content:encoded></item><item><title>4 Langkah negosiasi untuk mendapatkan gaji yang besar</title><link>/karir/4-langkah-negosiasi-untuk-mendapatkan-gaji-yang-besar/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 12 Nov 2020 15:52:05 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara mendapatkan gaji yang besar]]></category><category><![CDATA[cara negosiasi gaji]]></category><category><![CDATA[cara negosiasi untuk mendapatkan gaji yang besar]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[negosiasi untuk mendapatkan gaji yang besar]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips mendapatkan gaji yang besar]]></category><category><![CDATA[tips negosiasi gaji]]></category><category><![CDATA[tips negosiasi untuk mendapatkan gaji yang besar]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1911</guid><description><![CDATA[Kebanyakan orang melakukan hal yang salah ketika mereka melakukan negosiasi gaji di awal interview. Mereka tidak dengan gamblang menjelaskan pada saat proses interview mengenai nilai diri mereka sendiri dan bahwa mereka menginginkan hubungan business-to-business partnership. Anda tentu tidak ingin bekerja untuk perusahaan, tetapi Anda ingin bekerja dengan perusahaan, dan itu artinya adalah Anda harus membantu &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Kebanyakan orang melakukan hal yang salah ketika mereka melakukan negosiasi gaji di awal interview. Mereka tidak dengan gamblang menjelaskan pada saat proses interview mengenai nilai diri mereka sendiri dan bahwa mereka menginginkan hubungan business-to-business partnership. Anda tentu tidak ingin bekerja untuk perusahaan, tetapi Anda ingin bekerja dengan perusahaan, dan itu artinya adalah Anda harus membantu perusahaan untuk melihat nilai yang dapat Anda berikan kepada mereka. Ketika sebuah perusahaan benar-benar menginginkan Anda, maka Anda dapat duduk bersama mereka dan memiliki kekuatan untuk melakukan negosiasi gaji. Untuk membuat hal ini terjadi, Anda harus melakukan beberapa hal berikut ini:</p><h3>Langkah 1: Mengetahui masalah perusahaan</h3><p>Sebelum Anda menentukan rate fair untuk layanan Anda, Anda harus melakukan interview dan mencari tahu masalah yang dihadapi perusahaan. Orang yang benar-benar paham mengenai bisnis tahu bagaimana cara mengubah interview satu arah menjadi interview dua arah.</p><p>Kebanyakan orang melakukan pendekatan interview yang salah, terutama para pekerja, mereka seringkali melakukan kesalahan ini.</p><p>Orang yang sudah ahli dalam melakukan interview tahu bahwa tujuan mereka adalah memberikan jawaban untuk:</p><ul><li>Masalah apa yang dapat saya selesaikan untuk perusahaan?</li><li>Masalah apa yang dapat saya selesaikan dengan kombinasi keahlian dan kemampuan saya yang unik?</li><li>Yang paling penting lagi, berapa banyak uang yang dapat saya hemat atau dapatkan untuk perusahaan ketika mereka merekrut saya?</li></ul><p>Dengan melihat gambaran besar, seorang kandidat dapat mengetahui berapa biaya yang dapat mereka kenakan untuk layanan mereka. Kenyataannya, jika Anda dapat melakukan pekerjaan yang luar biasa dan dapat memberitahukan kepada mereka apa saja yang dapat Anda lakukan untuk membuat perusahaan menjadi lebih baik, maka hal tersebut akan membuat manajer HRD terkesan. Dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, menandakan bahwa Anda paham dengan masalah yang dihadapi perusahaan dan tahu bagaimana cara mengatasinya. Hal ini biasanya akan berujung pada pertanyaan berapa gaji yang Anda inginkan. Dan maju ke interview tahap kedua.</p><h3>Langkah 2: Berikan range gaji yang Anda inginkan dan jelaskan alasannya</h3><p>Hal ini tentu bertentangan dengan nasihat yang sudah sering Anda dengar sebelumnya yaitu, cara paling cepat untuk mendapatkan pekerjaan adalah dengan menghindari pertanyaan mengenai gaji. Tolong, tolong jangan pernah mengatakan hal seperti, “Mengapa histori gaji saya begitu penting?” atau “Mari kita mendiskusikan gaji, setelah Anda melihat bahwa saya layak untuk bekerja disini.” Perusahaan adalah pembeli jasa profesional Anda. Jika mereka menanyakan harga, maka diskusikanlah harganya. Mudah dan sederhana kan? Anda juga dapat melakukan hal tersebut setelah Anda mendapatkan rasa hormat mereka, seperti berikut ini:</p><p>Beritahukan mereka histori gaji Anda (jika mereka menanyakan), dan kemudian Anda beritahukan range gaji yang sesuai dengan harapan Anda. Kuncinya adalah memaksa mereka untuk bertanya, “Mengapa tinggi sekali range gaji Anda?” Dan Anda dapat mengatakan:</p><p>Kompensasi bukanlah faktor saya satu-satunya yang saya pertimbangkan dalam posisi baru. Hal lain, seperti manfaat dan kesempatan untuk berkembang dan bekerja pada proyek yang menarik, juga sangat penting bagi saya. Menukarkan pendapatan dengan hal tersebut selalu menjadi pertimbangan untuk saya.</p><p>Dengan melakukan hal tersebut, Anda memberitahukan kepada mereka bahwa jika mereka memang ingin merekrut Anda, maka akan ada diskusi mengenai manfaat yang akan Anda terima.</p><h3>Langkah 3: Bawa kembali ke topik mengenai kesempatan untuk memecahkan masalah</h3><p>Ketika Anda dan perusahaan sudah melakukan pembicaraan gaji, maka bawa pembicaraan kembali ke masalah yang mereka hadapi. Ingatlah bahwa mereka adalah pelanggan! kembalilah mendiskusikan masalah yang sedang mereka hadapi dan bagaimana kemampuan dan pengetahuan Anda dapat memecahkannya. Jangan pernah takut untuk menunjukkan antusiasme Anda untuk bekerja dengan mereka. Dengan “jumlah nilai” yang mereka sediakan untuk merekrut Anda, maka mereka ingin tahu bahwa Anda memang benar-benar mampu untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Oleh karena itu sekaranglah saatnya untuk menunjukkan kepada mereka bahwa Anda memang dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan membuat perusahaan menjadi ketergantungan terhadap diri Anda.</p><h3>Langkah 4: Negosiasi berdasarkan fakta</h3><p>Ketika Anda sudah mendapatkan pekerjaan tersebut, sediakan waktu untuk mereview segala sesuatunya dengan baik. Jika Anda merasa bahwa Anda seharusnya mendapatkan yang lebih baik, maka bangunlah sebuah kasus bisnis. Berikan alasan mengapa Anda layak mendapatkan gaji yang lebih tinggi? Apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan agar mereka mau menaikan gaji Anda? Kemudian bicaralah kepada manajer HRD secara personal dan beritahukan secara langsung kepada dia. Jangan pernah melakukan ini melalui email. Akan lebih baik jika manajer HRD mendengarnya langsung dari mulut Anda ketika Anda mengatakan:</p><p>Terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan. Saya sangat tertarik untuk bekerja di perusahaan ini. Dan terus terang ini merupakan subjek yang tidak mudah untuk saya singgung, oleh karena itu saya ingin berbicara secara langsung kepada Anda. Saya memiliki kebutuhan finansial. Saya berharap Anda dapat memberikan saya gaji di kisaran Rp______ sehingga saya dapat 100 persen percaya diri untuk mengambil peran tersebut dan tidak merasa khawatir dengan kompensasi yang saya terima. Saya ingin tahu apakah Anda dapat mempertimbangkan untuk menaikan gaji saya, sehingga saya tidak perlu merasa khawatir dengan masalah finansial. Saya percaya bahwa saya dapat menyesuaikan gaji saya tersebut dengan kinerja kerja yang saya berikan dan saya akan dengan senang hati melakukan pekerjaan sesuai dengan ekspektasi perusahaan dan milestone yang sudah ditentukan agar Anda merasa nyaman menaikan gaji saya. Apakah hal ini dapat Anda pertimbangkan?</p><p>Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui dengan jelas apa yang Anda inginkan dan mengapa Anda menginginkannya. Perusahaan tentu tidak akan mempertimbangkan permintaan Anda jika permintaan Anda tidak masuk akal. Dan jika mereka tidak dapat memenuhi permintaan Anda, bersiaplah untuk membuat rencana cadangan, seperti meminta mereka untuk melakukan review kinerja dalam waktu enam bulan bukan satu tahun agar Anda dapat memiliki alasan untuk melakukan negosiasi ulang pada saatnya.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>