<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>tips karir &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/tips-karir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Fri, 09 Sep 2022 07:17:18 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>tips karir &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>5 Cara untuk tetap termotivasi saat mencari kerja</title><link>/karir/5-cara-untuk-tetap-termotivasi-saat-mencari-kerja/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 18 Nov 2021 07:25:07 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara agar terus termotivasi saat mencari kerja]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[membangkitkan semangat kerja]]></category><category><![CDATA[membangkitkan semangat kerja dalam diri]]></category><category><![CDATA[motivasi saat mencari kerja]]></category><category><![CDATA[tips agar terus termotivasi saat mencari kerja]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips mencari kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=4060</guid><description><![CDATA[Lagi-lagi, saya  harus mengklik tombol &#8220;terhubung&#8221; di LinkedIn. Motivasi Anda turun setelah mencari variasi terbaru dari pekerjaan yang sama dengan nama yang berbeda. Setelah memeriksa — sekali lagi — kotak masuk Anda kosong, Anda menutup laptop Anda dengan kekalahan. Sangat mudah untuk terjebak dalam siklus melelahkan ini. Pengalaman saya dalam mencari pekerjaan mengajari saya bahwa &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Lagi-lagi, saya  harus mengklik tombol &#8220;terhubung&#8221; di LinkedIn. Motivasi Anda turun setelah mencari variasi terbaru dari pekerjaan yang sama dengan nama yang berbeda. Setelah memeriksa — sekali lagi — kotak masuk Anda kosong, Anda menutup laptop Anda dengan kekalahan.</p><p>Sangat mudah untuk terjebak dalam siklus melelahkan ini. Pengalaman saya dalam mencari pekerjaan mengajari saya bahwa salah satu tantangan terbesar adalah mempertahankan motivasi untuk terus bekerja, terutama ketika Anda menghadapi penolakan. Tapi saya juga tahu bahwa Anda dapat menghidupkan kembali motivasi Anda dengan membuat perubahan sederhana pada pendekatan pencarian kerja Anda, mengurangi fokus pada CV dan surat lamaran, dan lebih banyak pada Anda dan apa yang Anda inginkan.</p><p>Keluar dari keterpurukan motivasi Anda dengan lima tips berikut:</p><h3>Menjadi lebih spesifik dengan To-Do List Anda</h3><p>Ketika motivasi Anda rendah, tugas pencarian pekerjaan seperti &#8220;network&#8221; dan &#8220;membuat kembali CV&#8221; bisa sangat melelahkan. Cara yang bagus untuk membuat pencarian Anda tampak lebih mudah dikelola? Kerjakan ulang daftar tugas Anda untuk memasukkan tugas yang lebih kecil dan lebih spesifik.</p><p>Misalnya, ketika saya sedang mencari pekerjaan, saya membuat tujuan untuk menjangkau dua kontak langsung satu hari dan dua rujukan berikutnya untuk wawancara informasi. Keduanya mudah dilakukan yang, dari waktu ke waktu, membantu saya mencapai tujuan yang lebih luas untuk memperluas jaringan saya (saya melakukannya tanpa merasa seperti saya sedang “berjejaring”).</p><p>Selain itu, dalam hal melamar secara aktif, alih-alih mengatakan pada diri sendiri bahwa saya harus mencari lebih banyak pekerjaan secara umum, saya memberi diri saya kuota mingguan dua hingga tiga pekerjaan. Ini adalah tujuan realistis yang memungkinkan saya untuk memusatkan perhatian pada menyusun lamaran pekerjaan terbaik setiap minggu (dan menyelamatkan saya dari menulis ratusan surat pengantar).</p><h3>Cari role model karir Anda</h3><p>Saat Anda mencari pekerjaan, membaca deskripsi demi deskripsi yang membutuhkan &#8220;pengalaman lima hingga tujuh tahun&#8221; di bidang tertentu, sulit untuk mengingat kebenaran tentang jalur karir: Mereka jarang linier. Faktanya, kebanyakan orang sukses membuat beberapa lompatan untuk sampai ke tempat mereka sekarang.</p><p>Jadi, menjauhlah sementara dari situs lowongan pekerjaan, kunjungi LinkedIn, dan cari orang yang memiliki pekerjaan impian Anda atau yang bekerja di perusahaan yang Anda minati. Melihat berbagai cara orang mencapai tempat mereka sekarang mungkin akan mengingatkan Anda bahwa tidak ada jalan yang mudah untuk menuju sukses .</p><p>Lebih baik lagi, hubungi beberapa orang ini. Minta beberapa orang untuk berbagi sedikit tentang pengalaman bagaimana mereka sampai di tempat mereka berada dan beberapa saran untuk pencarian kerja bisa sangat membantu—dan memotivasi.</p><h3>Minta kritik yang membangun dari pendukung Anda</h3><p>Penggemar terbesar Anda juga bisa menjadi kritikus yang paling membantu—jika Anda memintanya. Mantan rekan kerja yang suportif, profesor yang percaya pada Anda, dan teman yang baru saja membuat Anda tahu potensi penuh Anda dan bagaimana Anda bisa berkembang. Jadi, jika Anda merasa telah mencoba segalanya tetapi masih belum berhasil, cobalah meminta kritik yang membangun dari mereka.</p><p>Identifikasi di mana Anda kesulitan, apakah itu dengan format resume atau wawancara, dan mintalah saran dari orang yang tepat (mantan profesor yang mendorong Anda untuk melakukan public speaking terbaik Anda, misalnya). Minta mereka mengemukakan pengetahuan mereka tentang kekuatan dan kelemahan Anda, mereka dapat memberikan saran yang jujur ​​(bahwa Anda akan jauh lebih termotivasi untuk mempraktikkannya daripada tips umum yang Anda baca di mana-mana).</p><p>Salah satu profesor saya, misalnya, mendorong untuk menyempurnakan elevator pitch, jadi saya duduk bersamanya untuk mempelajari cara “pitching” dalam 30 detik. Dia menyuruh saya pitching berulang kali kepadanya, membuat saya mengulang setiap kali dia menemukan kesalahan—dan dia memberi tahu saya apa yang saya lakukan salah. Itu membuat saya frustrasi, tetapi itu membuat saya terus maju—dan segera, saya dapat memberikan promosi efektif yang kemudian saya gunakan ketika saya bertemu dengan kontak potensial.</p><h3>Letakkan tujuan karir Anda di atas kertas</h3><p>&#8220;Di mana Anda melihat diri Anda dalam 10 tahun?&#8221; adalah pertanyaan yang kita semua coba hindari. Namun saat ini, ketika Anda sedang terpuruk, adalah saat yang tepat untuk menjawabnya.</p><p>Luangkan waktu untuk membuat daftar semua impian Anda, besar dan kecil. Sebenarnya meletakkannya di atas kertas akan memaksa Anda untuk memikirkan apa yang ingin Anda capai dan—lebih baik lagi—memotivasi Anda untuk mencapai setidaknya satu tujuan (jika tidak semuanya). Anggap saja seperti daftar tugas untuk karir Anda: Melihat sesuatu di atas kertas akan membuat Anda bersemangat untuk memeriksanya.</p><p>Sebagai bonus tambahan, melihat impian Anda secara tertulis dapat memberi Anda beberapa ide tentang cara menyatukannya. Dari memenangkan penghargaan industri hingga mendapatkan posisi eksekutif hingga memulai perusahaan Anda sendiri, setiap tujuan, tidak peduli seberapa acaknya, dapat menjelaskan peluang baru. Anda bahkan dapat menemukan cara untuk memperluas pencarian Anda (seperti menghubungkan minat Anda dalam menulis dan makanan untuk menjadi public relation restoran).</p><h3>Ambil waktu istirahat</h3><p>Pada satu titik, saya melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pencarian kerja setiap hari, dari melakukan wawancara hingga mencari pekerjaan untuk setiap jenis posisi komunikasi tingkat pemula (fresh graduate). Saya sangat lelah. Dan saya mendapati diri saya kehilangan tujuan utama saya dan mencari pekerjaan hanya untuk mendapatkan pekerjaan saja, bahkan jika itu tidak tepat untuk saya.</p><p>Cara terbaik untuk mengatasi kemerosotan motivasi dalam bentuk apa pun adalah dengan mengambil waktu istirahat beberapa hari. Hari-hari bebas yang telah ditentukan sebelumnya—di mana Anda mendapatkan waktu istirahat dari memikirkan resume, surat lamaran, dan pertanyaan wawancara—dapat meringankan semua frustrasi pencarian kerja dan membantu memulihkan semangat Anda. Dengan mengambil cuti beberapa hari di sana-sini, saya menemukan bahwa saya dapat memfokuskan kembali dan menangani pencarian dengan lebih baik ketika saya sudah siap.</p><p>Saya tersandung beberapa kali selama pencarian pekerjaan, dan, di sepanjang jalan, belajar pentingnya melakukan pencarian tentang diri saya sendiri—bukan hanya pekerjaan. Saya memberi diri saya tujuan yang dapat diatur, waktu untuk berkumpul kembali dengan teman dan saudara, dan daftar yang tak terhitung jumlahnya, yang semuanya membantu saya untuk melewati dan mendapatkan pekerjaan saya saat ini di departemen pemasaran sebuah majalah.</p><p>Pencarian pekerjaan tidak harus menjadi tugas yang menakutkan setiap kali Anda membuka laptop. Tips ini berhasil untuk saya, dan saya yakin juga bisa berhasil untuk Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Ingin menjadi sukses dan bahagia? Jangan lakukan 5 kesalahan karir berikut ini</title><link>/karir/ingin-menjadi-sukses-dan-bahagia-jangan-lakukan-5-kesalahan-karir-berikut-ini/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 25 May 2021 01:00:47 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan berkarir]]></category><category><![CDATA[kesalahan dalam berkarir]]></category><category><![CDATA[kesalahan dalam karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan-kesalahan dalam berkarir]]></category><category><![CDATA[kesalahan-kesalahan dalam karir]]></category><category><![CDATA[tips berkarir]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3185</guid><description><![CDATA[Walaupun Anda sudah merasa aman dengan posisi Anda saat ini, tetapi jangan pernah menjadi terlalu nyaman. Ada banyak hal yang dapat terjadi: Perusahaan dapat diakuisisi, bangkrut, pergantian kepemimpinan, operasional dipindahkan ke luar negeri. Atau jika Anda merasa sudah saatnya Anda pindah bekerja ke perusahaan lain maka saya menyarankan agar jangan pernah melakukan 5 kesalahan karir &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun Anda sudah merasa aman dengan posisi Anda saat ini, tetapi jangan pernah menjadi terlalu nyaman. Ada banyak hal yang dapat terjadi: Perusahaan dapat diakuisisi, bangkrut, pergantian kepemimpinan, operasional dipindahkan ke luar negeri. Atau jika Anda merasa sudah saatnya Anda pindah bekerja ke perusahaan lain maka saya menyarankan agar jangan pernah melakukan 5 kesalahan karir berikut ini.</p><h3>Membakar koneksi</h3><p>Hanya dengan bersikap tidak profesional atau tidak menghormati atasan dapat menghancurkan kesempatan Anda untuk mendapatkan promosi atau pekerjaan baru. Membakar koneksi dapat menyebabkan Anda kehilangan kesempatan yang berpotensial. Oleh karena itu, selalu berlaku hormat kepada kolega kerja, atasan, klien, dan pelanggan Anda. Hal ini juga berlaku pada aktivitas media sosial Anda juga. Ingatlah bahwa setiap orang dapat melihat gambar atau foto yang tidak sopan atau penggunaan bahasa yang kasar dan membagikannya kepada orang lain.</p><h3>Tidak mau belajar dan menantang diri sendiri</h3><p>Jika Anda tertinggal jauh mengenai pengetahuan dan teknologi, dan bersikeras untuk melanjutkannya dengan cara kuno, maka keahlian Anda akan dianggap sudah tertinggal atau tidak berguna lagi. Oleh karena itu, teruslah belajar segala seseuatu yang berkaitan dengan bidang Anda, tantang diri Anda untuk mengambil proyek baru. Update terus pengetahuan Anda mengenai teknologi dengan cepat dan praktikkan hal-hal baru yang berada pada bidang Anda.</p><h3>Mengabaikan CV Anda</h3><p>Seringkali ketika kita sudah mendapatkan pekerjaan yang tepat, maka kita tidak lagi mengupdate CV kita. Dan kemudian ketika Anda ingin pindah bekerja, maka akan sulit bagi Anda untuk mempercantik CV Anda dengan cepat. Banyak sekali orang-orang yang saat ini menggunakan LinkedIn atau situs sejenis untuk mengupdate posisi terbaru mereka, perkembangan, pencapaian, edukasi, dan penghargaan. Situs ini dapat dengan mudah untuk dibuka ketika atasan Anda ingin mereview Anda untuk kenaikan gaji atau promosi, dan situs seperti itu merupakan tempat yang tepat bagi perusahaan yang tertarik untuk merekrut Anda. Simpanlah CV Anda saat ini pada situs online atau PDF dan jangan lupa untuk memperhatikan typo dan masalah ejaan agar CV Anda terlihat profesional.</p><h3>Tidak melakukan networking dan mengeksplorasi kemungkinan</h3><p>Jika Anda terus menerus menolak kesempatan untuk menghadiri sebuah acara industri atau perusahaan, maka Anda telah mengisolasi diri Anda sendiri. Jika Anda tidak melakukan networking dan mencari kontak, bagaimana Anda berharap setiap orang dapat mengenal Anda? Bersosialisasi, dan temuilah orang-orang yang berada pada industri Anda sebanyak mungkin. Banyak orang yang mendapatkan pekerjaan karena mereka mengenal seseorang. Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan melakukan beberapa eksplorasi pada pasar kerja, cari tahu apa yang orang lain lakukan dan berapa banyak uang yang mereka dapatkan pada posisi yang mirip dengan Anda. Ikuti terus perkembangan trend yang ada pada bidang Anda agar Anda memiliki nilai tawar yang lebih tinggi dibanding yang lain.</p><h3>Tidak memberikan usaha maksimal</h3><p>Dengan terus menyelesaikan tugas secara minimal setiap harinya dan tidak berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk membantu perusahaan atau pelanggan, atau tidak dapat bekerja sama dengan tim akan memberikan pesan kepada orang-orang bahwa Anda tidak peduli atau malas. Jika Anda terus menerus melakukan kesalahan ini setiap harinya, maka Anda akan menghancurkan kesempatan Anda untuk mendapatkan karir yang lebih baik. Intinya adalah lakukanlah segala sesuatu dengan kemampuan terbaik Anda dan jangan pernah takut untuk mencoba tantangan atau kesempatan baru.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Alasan mengapa kamu harus bekerja cuma-cuma</title><link>/karir/5-alasan-mengapa-kamu-harus-bekerja-cuma-cuma/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sat, 20 Mar 2021 01:00:42 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[alasan bekerja]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[mengapa anda harus bekerja]]></category><category><![CDATA[tips agar karir sukses]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2465</guid><description><![CDATA[Pernahkah Anda bekerja bersama kolega Anda dan bertanya-tanya mengapa gaji mereka lebih tinggi dari Anda? Saya pernah merasakannya dan hal itu tidak menyenangkan. Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja wanita memiliki pendapatan yang lebih rendah daripada pria dan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa wanita bekerja lebih keras untuk mendapatkan bayaran mereka, namun perbedaan tersebut juga &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda bekerja bersama kolega Anda dan bertanya-tanya mengapa gaji mereka lebih tinggi dari Anda? Saya pernah merasakannya dan hal itu tidak menyenangkan. Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja wanita memiliki pendapatan yang lebih rendah daripada pria dan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa <a href="http://www.forbes.com/sites/eliseackerman/2013/02/24/superiority-of-female-workers-confirmed-study-finds-women-really-do-work-longer-and-harder-than-men/">wanita bekerja lebih keras untuk mendapatkan bayaran mereka</a>, namun perbedaan tersebut juga dapat terjadi pada pria.</p><p>Mengapa beberapa karyawan menerima bayaran yang tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan? Menurut <a href="http://www.prnewswire.com/news-releases/new-red-bull-survey-finds-men-are-more-motivated-by-money-to-keep-their-new-years-resolutions-women-by-personal-satisfaction-238486301.html">survei terbaru yang dilakukan oleh Red Bull dengan Harris Interactive</a>, pria termotivasi untuk mendapatkan uang, sedangkan wanita lebih termotivasi karena kepuasan atas apa yang mereka capai.</p><p>Bagaimana kita melakukan pendekatan terhadap resolusi yang kita buat akan menjelaskan bagaimana kita melakukan pendekatan terhadap pekerjaan yang kita lakukan, karena kedua hal tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan tujuan dan pencapaian.</p><p>Sebagai gender yang berbeda, kita mungkin dapat memprediksi trend dalam hal motivasi, namun sebagai manusia, hal ini menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Banyakpria yang membuat kesalahan sama seperti yang sudah saya lakukan, dengan mempercayai bahwa saya seharusnya tidak diberikan kompensasi untuk pekerjaan yang membuat saya bahagia karena saya sedang diberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baru.</p><p>Jadi kapan seharusnya Anda mempertimbangkan untuk bekerja secara cuma-cuma? Ada beberapa waktu dimana Anda akan mendapatkan keuntungan dari bekerja secara cuma-cuma.</p><h3>Kesempatan untuk memperluas jaringan</h3><p>Jika ada suatu pekerjaan yang dapat membuka pintu baru bagi Anda atau mungkin dapat membawa Anda kepada seseorang yang Anda pikir merupakan sebuah pemimpin dalam sebuah industri yang ingin Anda temui, maka hal itu akan sangat berharga sekali untuk Anda, jadi tidak ada salahnya jika sesekali Anda mengambil sebuah proyek tersebut walaupun Anda tidak mendapatkan bayaran apapun.</p><p>Pada awal karir saya, saya sering menjadi relawan untuk melakukan orientasi rutin setiap dua mingguan untuk menjadi penasihat keuangan karena saya tahu bahwa pada waktu itu, saya akan mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan wakil direktur perusahaan saya. Hal ini dapat memberikan saya sebuah kesempatan untuk mendapatkan tanggung jawab lebih dalam hal manajerial dan masuk ke dalam sebuah program eksklusif.</p><h3>Hal itu akan meningkatkan kemampuan dalam karir Anda</h3><p>Sebuah proyek baru akan membantu Anda mendapatkan keahlian atau visualisasi dalam area yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Namun berhati-hatilah agar ruang lingkup proyek tersebut tidak keluar dari jalur pembelajaran Anda.</p><p>Program eksklusif yang saya ikuti bertujuan untuk membantu para penasihat keuangan untuk menjadi lebih baik dalam melakukan kegiatan pemasaran secara viral (word-of-mouth marketing), dan hal ini membantu saya meningkatkan kemampuan saya dengan cepat karena saya belajar dari orang yang terbaik dalam hal tersebut. Kekurangannya adalah saya harus tetap menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan saya sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan. Namun manfaat yang saya dapatkan jauh lebih besar daripada kekurangan tersebut.</p><h3>Hal ini merupakan bisnis di masa yang akan datang atau kesempatan untuk maju</h3><p>Sebuah usaha atau hal yang baru terkadang dapat meningkatkan kemampuan Anda yang mungkin akan bermanfaat untuk bisnis di masa depan. Jika hal tersebut memang benar, maka waktu yang Anda sediakan saat ini akan menjadi sangat berharga pada saatnya nanti.</p><p>Banyak penasihat yang sudah saya bantu datang kepada saya untuk sebuah nasihat, jadi sekarang saya mementori sebuah grup kecil untuk karyawan baru secara gratis. Ketika saatnya tiba bagi saya untuk menambah manajer baru untuk perusahaan saya, maka secara alami saya dapat memilihnya dengan baik.</p><h3>Hal ini akan menambah skala gaji atau nilai honor Anda</h3><p>Jika proyek tersebut akan berkontribusi dalam meningkatkan honor Anda di masa yang akan datang, waktu yang Anda sediakan mungkin akan menjadi sebuah investasi yang menguntungkan. Dalam layanan finansial, Anda diharapkan untuk mendapatkan sertifikat yang lebih tinggi dengan menggunakan waktu Anda sendiri. Namun setiap kualifikasi tersebut akan membuat nilai honor Anda menjadi lebih tinggi, jadi tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak melanjutkan pendidikan atau menambah sertifikasi yang sudah Anda miliki.</p><h3>Hal ini merupakan passion Anda</h3><p>Proyek hewan peliharaan dapat terjadi karena orang-orang secara emosional tergerak untuk melakukan sebuah tindakan tertentu. Jika pekerjaan tersebut akan menghubungkan Anda dengan tujuan hidup Anda dan Anda harus terlibat, maka lakukanlah. Namun lakukanlah dengan pemahaman bahwa waktu Anda sangat bernilai dan berharga, walaupun Anda tidak mendapatkan kompensasi.</p><p>Ketika saya masih bekerja di perusahaan terakhir, kami memulai sebuah proyek untuk program finansial bagi anak-anak SMA dan menunjukkan kepada mereka seperti apa proses rencana finansial seharusnya. Hal ini sangat menyenangkan dan sangat bermanfaat, dan saya bersedia melakukannya kembali jika diberikan kesempatan.</p><h3>Kapan Anda seharusnya tidak bekerja secara cuma-cuma</h3><p>Jangan menerima pekerjaan secara cuma-cuma jika Anda berpikir bahwa ada kemungkinan bagi Anda untuk menerima bayaran dengan melakukan hal tersebut (terkecuali jika Anda memang sengaja menyediakan waktu dan keahlian Anda untuk itu). Anda dapat menghilangkan keraguan tersebut dengan memberikan pertanyaan sederhana di awal seperti : “Apa kompensasi yang saya dapatkan untuk tanggung jawab tersebut?”</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara memilih pendidikan yang tepat untuk karir</title><link>/inspirasi/cara-memilih-pendidikan-yang-tepat-untuk-karir/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 19 Mar 2021 03:00:27 +0000</pubDate><category><![CDATA[Inspirasi]]></category><category><![CDATA[cara memilih jurusan ketika kuliah]]></category><category><![CDATA[cara memilih pendidikan untuk karir]]></category><category><![CDATA[cara memilih pendidikan yang tepat]]></category><category><![CDATA[inspirasi]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips memilih jurusan ketika kuliah]]></category><category><![CDATA[tips memilih pendidikan untuk karir]]></category><category><![CDATA[tips memilih pendidikan yang tepat]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2445</guid><description><![CDATA[Entah apakah Anda sedang mencari pekerjaan baru atau ingin dipromosikan, Anda harus tahu bahwa pendidikan itu penting. Walaupun banyak orang mencari karir yang sesuai dengan pendidikan mereka, tetapi tidak sedikit juga yang melakukan hal sebaliknya. Jika Anda tidak puas dengan karir Anda saat ini dan ingin mencari perubahan, maka sangat penting bagi Anda untuk memastikan &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Entah apakah Anda sedang mencari pekerjaan baru atau ingin dipromosikan, Anda harus tahu bahwa pendidikan itu penting. Walaupun banyak orang mencari karir yang sesuai dengan pendidikan mereka, tetapi tidak sedikit juga yang melakukan hal sebaliknya. Jika Anda tidak puas dengan karir Anda saat ini dan ingin mencari perubahan, maka sangat penting bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda melakukan semua hal yang Anda bisa untuk mewujudkan kesuksesan Anda di masa depan. Jika hal tersebut melibatkan pendidikan, maka pastikan pendidikan yang Anda dapatkan bisa membuat Anda meraih tujuan pribadi dan profesional.</p><p>Ingin tahu bagaimana memilih pendidikan yang tepat untuk karir Anda? Berikut ini merupakan tips untuk memilih pendidikan yang tepat untuk karir Anda.</p><h3>Mempertimbangkan pendidikan vs permintaan</h3><p>Banyak orang yang salah mengartikan bahwa pendidikan yang tinggi berarti mudah untuk mendapatkan posisi yang tinggi. Walaupun hal itu mungkin benar, namun ada banyak perusahaan yang tidak terlalu peduli tentang pendidikan Anda karena ada hal lain yang sangat dihargai oleh perusahaan. Keahlian dan pengalaman Anda.</p><p>Anda juga harus memperhatikan trend yang terjadi pada politik dan ekonomi ketika Anda merencanakan masa depan karir Anda. Kebijakan pemerintah saat ini dan di masa depan akan memberikan dampak bagi perkembangan karir Anda di masa depan. Oleh karena itu, selalu perhatikan jangka panjang ketika Anda memilih pendidikan Anda karena hal ini saling berhubungan satu sama lain.</p><h3>Meraih keahlian yang Anda perlukan untuk sukses</h3><p>Meskipun terkadang masuk akal untuk memperoleh pelatihan dengan keterampilan yang sangat spesifik, namun sebagian besar perusahaan lebih memilih karyawan dengan pengetahuan yang luas. Institusi pendidikan merasa bahwa mereka sudah mempersiapkan siswa mereka untuk berkontribusi dalam beragam aktivitas, namun siswa seringkali tidak menyukai hal tersebut dan mereka merasa bahwa mereka belum siap. Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini. Salah satunya adalah memilih program pendidikan yang memberikan pelatihan langsung. Sangat sedikit institusi yang menawarkan pendekatan praktis semacam ini terhadap pendidikan, tetapi institusi yang dapat melakukan hal tersebut dapat memberikan kepercayaan diri pada lulusan mereka bahwa mereka dapat melakukan segala pekerjaan yang memang ditugaskan kepada mereka.</p><p>Ada berbagai faktor lain yang dapat dipilih sebagai fokus dalam pendidikan untuk mengejar ambisi karir Anda, namun keterampilan utama yang paling penting yang harus dipelajari adalah bagaimana bekerja secara efektif dalam berbagai tugas, bekerja dengan baik bersama orang lain dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Memang sulit untuk memperoleh keterampilan ini dalam lingkungan pendidikan, tapi saya selalu mendorong Anda untuk dapat menempatkan diri Anda dalam situasi dimana Anda diharuskan untuk memanfaatkan dan mengembangkan keterampilan praktis dan emosional ini.</p><p>Saya memang tidak akan bisa mengatakan apa yang akan membuat Anda bahagia dalam pekerjaan Anda dan semaju apa karir Anda di masa depan, namun saya berharap bahwa tips ini dapat membantu Anda menemukan jalan karir Anda yang tepat.</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Kesalahan karir yang harus Anda lakukan (Namun sekali saja)</title><link>/karir/3-kesalahan-karir-yang-harus-anda-lakukan-namun-sekali-saja/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 17 Mar 2021 03:00:11 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan dalam karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan karir]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2407</guid><description><![CDATA[Saya tahu apa yang Anda pikirkan: Bukankah seharusnya membaca nasihat pada artikel secara online bertujuan untuk menghindari kesalahan yang fatal? Namun terkadang, sebuah pelajaran tidak akan melekat hingga Anda mengalami kesalahan tersebut secara personal. Setidaknya hal itulah yang saya alami sepanjang karir saya. Saya akui saya pernah membuat kesalahan yang cukup besar (siapa pun pasti &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Saya tahu apa yang Anda pikirkan: Bukankah seharusnya membaca nasihat pada artikel secara online bertujuan untuk menghindari kesalahan yang fatal?</p><p>Namun terkadang, sebuah pelajaran tidak akan melekat hingga Anda mengalami kesalahan tersebut secara personal.</p><p>Setidaknya hal itulah yang saya alami sepanjang karir saya. Saya akui saya pernah membuat kesalahan yang cukup besar (siapa pun pasti pernah melakukannya), namun setiap kesalahan tersebut telah mengajarkan saya suatu hal yang sangat berharga yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan bila saya hanya membacanya dari sudut pandang orang lain. Dan setiap kejadian tersebut cukup memberitahukan dan memastikan bahwa saya tidak boleh melakukan kesalahan yang sama.</p><p>Jadi, jika Anda ingin membuat kesalahan dalam karir Anda, pastika melakukan tiga kesalahan ini, namun lakukan sekali saja.</p><h3>Kesalahan #1: Mengumbar janji dan tidak mampu menyelesaikan</h3><p>Jika Anda merupakan orang baru dalam dunia profesional, maka saya yakin bahwa Anda ingin membuat bos, klien, dan rekan kerja Anda terkesan. Dan saya yakin bahwa Anda akan melakukan apapun untuk membuktikannya.</p><p>Saya pernah merasakan hal tersebut beberapa tahun yang lalu, ketika saya menjabat sebagai manajer pada layanan kebersihan yang baru saja meluncurkan layanan kebersihan untuk tempat komersial. Kami sangat senang bahwa ada sebuah perusahaan hukum yang ingin menggunakan jasa kami untuk layanan kebersihan, namun ketika saya mengunjungi kantor tersebut untuk memberikan estimasi, saya tahu bahwa tim kecil kami tidak akan sanggup untuk menangani pekerjaan tersebut (kantornya benar-benar sangat besar).</p><p>Tetapi karena saya terlalu bersemangat untuk membuat atasan saya senang dengan nilai kontrak kerja yang sangat besar, dan ingin menyenangkan klien potensial kami karena beliau mengatakan akan merekomendasikan jasa perusahaan kami pada semua rekan bisnisnya. Sehingga untuk memastikan bahwa kami yang akan mendapatkan pekerjaan tersebut, maka saya mengatakan kepada klien saya mengenai seberapa teliti, detil, dan dapat diandalkannya karyawan saya. Saya terlalu menjual pengalaman perusahaan kami yang baru saja meluncurkan jasa kebersihan pada tempat komersial secara langsung.</p><p>Hanya dalam beberapa minggu bagi kantor hukum tersebut untuk menyadari bahwa kami tidak dapat menangani pekerjaan tersebut seperti yang sudah dijanjikan. Tim kami menghabiskan waktu terlalu lama di tempat tersebut setiap malam (yang artinya kami menghabiskan banyak uang), dan kami masih saja menerima komplain mengenai lemari yang masih berdebu hingga tissue toilet yang lupa diganti dan semua hal itu terus meningkat.</p><p>Pada akhirnya, kami kehilangan kontrak kerja tersebut.</p><p>Jika Anda, seperti saya, pernah membuat kesalahan karena terlalu mengumbar janji, saya yakin bahwa Anda tidak akan pernah melakukannya lagi. Saya belajar bahwa akan lebih baik jika Anda bersikap lebih realistis mengenai apa yang dapat Anda tawarkan, entah apakah itu kepada klien, bos, atau tim Anda. Kemudian lakukan pekerjaan tersebut dengan lebih baik daripada apa yang sudah Anda janjikan sehingga membuat klien, bos, dan rekan kerja Anda terkesan. Hal itu jauh lebih baik daripada mengecewakan mereka.</p><h3>Kesalahan #2: Pergi interview tanpa melakukan persiapan</h3><p>Sekitar setahun yang lalu, saya sedang melakukan persiapan untuk pindah ke departemen lain di perusahaan saya. Saya telah berhasil melewati dua tahap interview sebelum akhirnya mereka mengatakan bahwa saya harus melakukan satu interview terakhir dengan wakil direktur dari departemen tersebut. Perekrut yang merekrut saya mengatakan bahwa ini hanya merupakan pertemuan kasual, jadi saya berasumsi bahwa ini hanya pertemuan formalitas saja untuk perkenalan, bukan interview formal.</p><p>Jadi saya tidak menduga bahwa senior direktur yang menginterview saya langsung memberikan pertanyaan interviewbegitu saya datang ke kantornya. “Apa yang membuat Anda merasa layak untuk mendapatkan posisi ini?” katanya. “Apa kesempatan terbesar yang dimiliki oleh departemen ini yang belum dimanfaatkan secara maksimal? Apa kritik yang dapat Anda berikan mengenai proyek yang baru-baru ini kita selesaikan?”</p><p>Saya hanya dapat menatap beliau dalam keheningan (dan dalam keadaan yang sangat memalukan) sambil berpikir apa jawaban yang dapat saya berikan. Karena saya tidak melakukan riset sebelumnya  atau diberikan pertanyaan seserius ini pada interview saya sebelumnya, saya tidak tahu bagaimana cara merespon pertanyaan tersebut.</p><p>Belajar dari kesalahan saya: Tidak ada yang dapat membuat Anda dalam keadaan siap untuk interview selain mempersiapkan diri dengan melakukan riset terhadap perusahaan dan hal-hal yang berkaitan dengan posisi yang Anda lamar. Pengalaman saya saat itu sangat memalukan (dan tentu saja saya tidak mendapatkan pekerjaan tersebut), namun saya sadar benar bahwa sangat penting sekali untuk melakukan persiapan interview apapun posisi yang Anda lamar. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi menganggap bahwa interview merupakan pertemuan untuk formalitas atau perkenalan saja.</p><h3>Kesalahan #3: Menolak sebuah kesempatan hanya karena Anda takut</h3><p>Mungkin ada beberapa kali kesempatan dimana Anda tergoda untuk menolak sebuah proyek tambahan atau kesempatan karena Anda sudah sangat sibuk dengan pekerjaan Anda saat ini dan merasa tidak mungkin dapat mengerjakan hal lainnya. Saya paham betul keadaan tersebut.</p><p>Tetapi saya yakin bahwa Anda juga pernah mengalami bahwa ketika Anda memikirkannya secara mendalam mengenai hal tersebut, ternyata Anda sebenarnya menolak pekerjaan tersebut karena Anda tidak yakin bahwa Anda dapat mengerjakan pekerjaan tersebut dan Anda takut untuk gagal.</p><p>Beberapa bulan yang lalu, saya diberikan kesempatan untuk membentuk sebuah tim sebagai bagian dari proyek khusus yang dimulai oleh eksekutif tim dari perusahaan saya. Dan saya ditunjuk sebagai pemimpin tim dan mereka bertanya apakah saya tertarik untuk mengambil tantangan tersebut.</p><p>Jujur saja, hal itu sangat menakutkan saya. Saya merasa sudah nyaman dengan peranan saya saat ini, dan saya tidak yakin bahwa saya akan berhasil dengan peran baru saya tersebut, dan secara keseluruhan, saya merasa bahwa dengan menolak pekerjaan tersebut maka saya akan merasa lebih aman. Kemudian saya baru menyadarinya tidak lama setelah saya menolak pekerjaan tersebut bahwa saya telah melewatkan sebuah kesempatan besar. Ini merupakan sebuah kesempatan saya untuk maju dalam karir dengan cepat dan membuktikan kepada tim eksekutif tersebut bahwa saya dapat menjadi seorang pemimpin. Dan saya melewati kesempatan itu hanya karena saya merasa takut.</p><p>Lakukan hal itu sekali, dan saya jamin bahwa Anda tidak akan melakukannya lagi. Ya, mungkin Anda harus mengevaluasi kembali peranan baru Anda, proyek, atau kesempatan dan memutuskan apakah hal itu merupakan yang terbaik untuk Anda dan tujuan karir Anda (ini adalah hal yang wajar), namun Anda tidak boleh menolak sebuah kesempatan untuk maju berkembang hanya karena Anda takut untuk mengalami kegagalan. Karena seringkali bahwa, Anda akan menemukan resiko yang Anda ambil akan sebanding dengan penghargaan yang akan Anda dapatkan.</p><p>Apakah kesalahan dalam karir merupakan hal yang memalukan? Ya. Namun apakah mereka merupakan sebuah alat untuk membantu Anda berkembang sebagai profesional, membangun kepercayaan diri, dan maju dalam karir Anda? Pastinya. Jadi, jangan hanya mendengar pengalaman saya saja, lakukan kesalahan tersebut (dengan lebih hati-hati tentunya) dan belajarlah dari pengalaman Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Pertanyaan yang harus ditanyakan pada setiap kandidat yang Anda interview</title><link>/karir/3-pertanyaan-yang-harus-ditanyakan-pada-setiap-kandidat-yang-anda-interview/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 01 Dec 2020 13:08:34 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview kerja]]></category><category><![CDATA[pertanyaan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1994</guid><description><![CDATA[Apa tiga pertanyaan yang harus saya tanyakan pada setiap kandidat? Kevin Lust, direktur dari Small Business Development Center di Springfield menyarankan agar manajer HRD pada setiap industri melontarkan tiga pertanyaan dasar berikut ini. Mengapa kami harus merekrut Anda? Memang hal ini terlihat aneh, namun pertanyaan yang sebenarnya dapat Anda berikan setelah kandidat menjawab pertanyaan pertama &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Apa tiga pertanyaan yang harus saya tanyakan pada setiap kandidat?</p><p>Kevin Lust, direktur dari Small Business Development Center di Springfield menyarankan agar manajer HRD pada setiap industri melontarkan tiga pertanyaan dasar berikut ini.</p><h3>Mengapa kami harus merekrut Anda?</h3><p>Memang hal ini terlihat aneh, namun pertanyaan yang sebenarnya dapat Anda berikan setelah kandidat menjawab pertanyaan pertama tersebut. Kata ‘ceritakan kepada saya’ merupakan hal yang sangat powerful, kata Lust. “Ceritakan kepada saya lebih banyak tentang hal tersebut dan berikan contoh yang lebih spesifik.”</p><h3>Bagaimana cara Anda melatih seseorang untuk mengerjakan tugas ini?</h3><p>“Hal ini akan memberikan mereka kesempatan untuk membagikan keahlian teknikal mereka,” kata Lust. “Bahkan pertanyaan sederhana seperti ‘Ceritakan kepada saya bagaimana menjadi pramusaji pada restoran.’”</p><h3>Apa yang sudah Anda lakukan pada pekerjaan Anda sebelumnya?</h3><p>Daripada mendengarkan tugas-tugas kandidat pada pekerjaan sebelumnya, Anda dapat mengetahui siapa kandidat yang memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab pada pekerjaan mereka sebelumnya. Seseorang yang memahami hasil pekerjaan mereka atau seseorang yang berbicara mengenai gagasan misi yang lebih besar.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara menjual diri Anda secara efektif saat interview</title><link>/karir/cara-menjual-diri-anda-secara-efektif-saat-interview/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 12 Jul 2020 15:44:49 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara menjual diri saat interview]]></category><category><![CDATA[cara menjual diri saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[interview]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[tips interview]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[wawancara kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1736</guid><description><![CDATA[Pasar kerja telah berubah drastis sejak resesi dan memaksa proses perekrutan membuat sebuah bentuk baru. Tentu saja, CV tetap menjadi hal yang sangat penting pada setiap lowongan pekerjaan, namun ada juga cara agar terlihat menonjol di antara kandidat lain saat interview. Kesan pertama juga penting dan Anda akan mendapatkan peluang kecil untuk bisa menunjukkan keahlian &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Pasar kerja telah berubah drastis sejak resesi dan memaksa proses perekrutan membuat sebuah bentuk baru. Tentu saja, CV tetap menjadi hal yang sangat penting pada setiap lowongan pekerjaan, namun ada juga cara agar terlihat menonjol di antara kandidat lain saat interview. Kesan pertama juga penting dan Anda akan mendapatkan peluang kecil untuk bisa menunjukkan keahlian yang dapat Anda tawarkan kepada perusahaan.</p><p>Inilah sebabnya mengapa sekarang sangat penting bagi Anda untuk belajar bagaimana cara menjual diri seefektif mungkin. Anggap saja Anda sedang menjual sebuah produk ke pelanggan. Ingatlah apa yang Anda jual, siapa orang yang Anda tawarkan, dan apa nilai jual unik (produk) Anda.</p><h3>Apa yang Anda jual?</h3><p>Ingatlah bahwa dalam situasi ini, Anda sendirilah produk yang ditawarkan. Anda harus menunjukkan  kekuatan Anda untuk memaksimalkan rasio konversi, seperti yang Anda lakukan ketika Anda menjual barang di <a href="https://www.ebay.com/">eBay</a>.</p><p>Jadi, bagaimana Anda membuat diri Anda terlihat sebaik mungkin? Pertama pastikan bahwa Anda memiliki kualifikasi yang benar yang diperlukan untuk posisi tersebut. Memang benar bahwa lebih banyak pemberi kerja yang mencari orang-orang dengan pengalaman, tetapi untuk setiap lowongan pekerjaan, tingkat pendidikan minimum adalah suatu keharusan yang Anda miliki. Jika Anda tidak memiliki kualifikasi formal untuk posisi tersebut, lalu apakah Anda merasa bahwa Anda merupakan orang yang tepat untuk mengisi posisi ini? Pastikan Anda memiliki pengalaman yang memadai untuk jika Anda tidak memiliki kualifikasi formal tersebut.</p><p>Alternatif lain, cobalah lihat internet. Ada banyak informasi gratis secara online, jadi walaupun Anda mungkin tidak memiliki sarana untuk mengikuti pendidikan, bukan berarti Anda tidak bisa menambah pengetahuan Anda.</p><p>Berdasarkan pengalaman saya, cobalah untuk mengecek ke sana (internet) dan kuasai beberapa pengetahuan yang penting untuk posisi yang Anda lamar. Anda juga harus mengingat bahwa calon atasan Anda akan mempertimbangkan kinerja masa lalu Anda sebagai indikasi potensi pencapaian masa depan Anda.</p><p>Phil McCabe dari Forum of Private Business telah menyatakan bahwa sistem pendidikan tidak menghasilkan pekerja muda yang siap bekerja dengan baik.</p><p>Lebih dari satu juta anak usia 16-24 tahun sekarang menganggur di Indonesia dan dari hasil studi  menunjukkan bahwa pengusaha lebih suka mempekerjakan seseorang dengan beberapa pengalaman kerja, dibandingkan gelar.</p><p>Jika Anda pekerja baru, cobalah beberapa pengalaman kerja (magang) di sebuah perusahaan secara gratis. Mereka tidak selalu karyawan yang sudah jadi atau berpengalaman. Mereka menginginkan seseorang yang ingin berkembang dan tumbuh dalam perusahaan. Jika ini adalah Anda, nyatakan hal tersebut secara eksplisit dalam sebuah interview kerja. Pemberi kerja akan terkesan pada pendekatan langsung Anda dan kemauan Anda untuk maju.</p><h3>Kepada siapa yang anda menjual?</h3><p>Pastikan Anda meneliti pasar yang ingin Anda masuki. Mayoritas interview gagal karena kurangnya persiapan atau karena Anda gugup. Jika Anda tampil dengan penuh persiapan, maka Anda akan lebih tenang dan lebih percaya diri ketika berhadapan dengan pewawancara ketika interview.</p><p>Pikirkan juga apakah keahlian yang Anda miliki sesuai dengan kriteria yang mereka butuhkan? Apakah perusahaan tesebut merupakan sebuah bisnis kecil? Jika memang seperti itu, mereka mungkin membutuhkan seseorang yang bisa multitasking dan mengambil lebih banyak tanggung jawab sejak awal.</p><p>Jika ada persyaratan minimum untuk posisi tersebut, maka pastikan bahwa Anda memperhatikannya. Perekrut lebih suka orang yang mengikuti instruksi mereka. Katakan sebelumnya, jika Anda merasa memiliki banyak hal untuk menutupi kurangnya pengalaman Anda, misalnya dengan memberitahukan hal tersebut dengan jelas pada cover letter Anda, dan minta agar mereka memberikan kesempatan kepada Anda.</p><p>Salah satu cara untuk menonjol dalam wawancara Anda adalah melalui pertanyaan yang Anda ajukan. Lihatlah deskripsi pekerjaan dan literatur perusahaan lainnya untuk menemukan pertanyaan yang relevan yang bisa Anda tanyakan.</p><p>Hal ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri. Jika Anda bertanya tentang rencana perusahaan, ini menunjukkan bahwa Anda memikirkan rencana jangka panjang. Selanjutnya, mengajukan pertanyaan yang mengacu pada situs web mereka, atau strategi bisnis, atau pers yang mereka terima, adalah bukti bahwa Anda telah melakukan pekerjaan rumah Anda, dan hal tersebut membuat kesan pertama yang fantastis. Anda akan takjub berapa banyak orang yang tidak melakukan riset sebelum interview. Pastikan Anda bukan salah satu dari mereka.</p><h3>Apa itu USP (Unique Selling Point)?</h3><p>Tempatkan diri Anda pada posisi orang yang diwawancarai. Apa yang bisa Anda tawarkan namun orang lain tidak bisa lakukan? Mereka mungkin akan bertemu dengan calon kandidat yang cukup banyak dalam satu hari, jadi temukan cara untuk membuat mereka terksesan, namun tetap terlihat profesional.</p><p>Saat mendiskusikan pengalaman, Anda tidak perlu harus memberikan contoh yang berhubungan dengan karir Anda. Mungkin Anda bisa menjelaskan bahwa hobi yang Anda miliki telah memberikan Anda beberapa keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut.</p><p>Ada tiga hal yang perlu dipikirkan saat memberitahukan USP Anda: Kinerja (apa yang telah Anda capai sejauh ini dalam karir Anda?), Potensi (apa yang mampu Anda berikan di masa depan?), Dan Ketekunan (antusiasme).</p><p>Sebelum Anda melakukan interview, cobalah untuk memikirkan atau memberikan bukti bahwa Anda memiliki USP yang memang dapat berguna bagi bisnis atau perusahaan tersebut. Jika Anda memiliki dokumentasi atau portofolio untuk mendukung hal tersebut, maka jangan lupa untuk menunjukkannya kepada mereka.</p><p>Namun yang paling penting adalah rileks, tenangkan diri Anda dan jadilah diri Anda sendiri. Hanya karena situasinya formal, bukan berarti Anda tidak bisa terlihat ceria. Kebanyakan orang akan gugup, tetapi dengan menunjukkan sisi ceria, Anda bisa terlihat lebih menonjol diantara kandidat lainnya.</p><p>&nbsp;</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara menjawab “Apa yang memotivasi Anda?” saat interview</title><link>/karir/cara-menjawab-apa-yang-memotivasi-anda-saat-interview/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 05 Jul 2020 18:32:07 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda bekerja]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda bekerja disini]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda dalam bekerja]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda ingin bekerja di perusahaan kami]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi Anda interview]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda kerja setiap harinya]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda sehingga ingin bekerja di perusahaan kami]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda untuk bekerja]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda untuk datang bekerja setiap hari]]></category><category><![CDATA[apa yang menjadi motivasi hidup anda]]></category><category><![CDATA[apa yang motivasi anda interview]]></category><category><![CDATA[apakah yang memotivasi anda untuk bekerja]]></category><category><![CDATA[hal apa yang memotivasi anda hingga sejauh ini]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan motivasi dalam interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan motivasi kerja pada saat interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan motivasi kerja saat interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan motivasi saat interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan tentang motivasi kerja saat interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips interview]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips wawancara kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1716</guid><description><![CDATA[Selama wawancara kerja, majikan kemungkinan akan mengajukan beberapa pertanyaan terbuka. Biasanya, pertanyaan terbuka digunakan untuk lebih memahami kepribadian, gaya kerja, dan kualifikasi Anda untuk menentukan apakah Anda cocok untuk peran tersebut. &#8220;Apa yang memotivasimu?&#8221; adalah pertanyaan terbuka populer yang harus siap Anda jawab. Dalam artikel ini, kami menguraikan beberapa ide yang perlu diingat untuk membantu &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Selama wawancara kerja, majikan kemungkinan akan mengajukan beberapa pertanyaan terbuka. Biasanya, pertanyaan terbuka digunakan untuk lebih memahami kepribadian, gaya kerja, dan kualifikasi Anda untuk menentukan apakah Anda cocok untuk peran tersebut. &#8220;Apa yang memotivasimu?&#8221; adalah pertanyaan terbuka populer yang harus siap Anda jawab.</p><p>Dalam artikel ini, kami menguraikan beberapa ide yang perlu diingat untuk membantu Anda mempersiapkan tanggapan Anda, dan kami menawarkan contoh jawaban untuk memandu Anda.</p><h3>Pertimbangkan apa yang dicari pewawancara</h3><p>Ada beberapa hal yang biasanya ingin diketahui oleh pemberi kerja tentang Anda ketika mereka mengajukan pertanyaan ini. Jawaban Anda harus unik untuk pengalaman Anda, tetapi juga harus mengikuti formula umum sehingga Anda memberikan informasi yang tepat kepada pewawancara.</p><h4>Bijaksana</h4><p>Ini membantu untuk mempersiapkan jawaban Anda sebelum wawancara, sehingga Anda punya waktu untuk mengidentifikasi apa yang mungkin ingin diketahui oleh pemberi kerja tertentu, menghasilkan jawaban yang jujur, dan fokus pada poin pembicaraan Anda.</p><p>Tunjukkan kualifikasi Anda yang relevan:</p><p>Meskipun mungkin tergoda untuk membahas berbagai gairah saat menjawab pertanyaan ini, Anda akan menemukan kesuksesan terbesar jika Anda membatasi jawaban Anda pada satu atau dua motivator spesifik yang juga menunjukkan kualifikasi Anda untuk pekerjaan ini.</p><h3>Mengapa pewawancara bertanya &#8220;Apa yang memotivasi Anda?&#8221;</h3><p>Ada dua alasan utama manajer perekrutan menanyakan pertanyaan ini:</p><h4>Majikan ingin tahu apakah sumber motivasi Anda sesuai dengan peran.</h4><p>Kandidat terbaik untuk suatu pekerjaan akan secara alami diberi energi oleh tanggung jawab dan pengalaman yang terkait dengan posisi tersebut. Misalnya, jika Anda mewawancarai untuk menjadi reporter berita dan Anda berbagi motivasi untuk pekerjaan yang berfokus pada tenggat waktu dan serba cepat, pewawancara dapat menarik kesejajaran yang jelas antara pekerjaan dan lingkungan kerja ideal Anda.</p><h4>Pengusaha ingin menentukan apakah Anda cukup sadar diri untuk mengetahui apa yang mendorong Anda</h4><p>Sama seperti bertanya tentang kekuatan dan kelemahan terbesar Anda, pewawancara menanyakan apa yang memotivasi Anda sebagai cara untuk mempelajari seberapa baik Anda mengenal diri sendiri. Kandidat yang dapat dengan cepat memberikan penjelasan yang dibuat dengan baik dan alami tentang apa yang membuat mereka tetap termotivasi dalam pekerjaan adalah seseorang yang kemungkinan juga merupakan orang yang memulai sendiri dan tahu bagaimana tetap berada di jalur yang benar.</p><p>Variasi lain dari pertanyaan ini mungkin termasuk:</p><ul><li>Apa yang mendorong Anda untuk melakukan yang terbaik?</li><li>Apa yang menginspirasi Anda?</li><li>Hal Apa Yang Menbuatmu Tertarik?</li><li>Apa yang membuatmu bersemangat untuk datang bekerja?</li></ul><h3>Bagaimana cara menjawab pertanyaan interview “Apa yang memotivasi Anda?”</h3><p>Seperti pertanyaan wawancara kerja lainnya, cara terbaik untuk memastikan Anda meninggalkan kesan positif adalah dengan mengembangkan poin pembicaraan Anda sebelumnya. Berikut adalah beberapa pertanyaan untuk bertanya pada diri sendiri untuk membantu Anda merumuskan tanggapan Anda:</p><h3>Seperti apa hari yang menyenangkan di tempat kerja dalam peran sebelumnya?</h3><p>Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan sejarah profesional Anda dan apa yang Anda anggap memenuhi setiap pekerjaan. Cobalah untuk mengidentifikasi tren apa pun. Misalnya, Anda mungkin menyadari kenangan favorit Anda dari masing-masing posisi Anda sebelumnya yang terlibat dalam mencapai tujuan yang sulit atau memecahkan masalah yang kompleks. Dalam hal ini, Anda dapat mengatakan bahwa Anda termotivasi dengan didorong keluar dari zona nyaman Anda atau memiliki kesempatan untuk mengatasi tantangan. Jika Anda baru mengenal dunia profesional, pertimbangkan apa yang memotivasi Anda untuk melakukan yang terbaik dalam magang, posisi sukarelawan, atau kelas.</p><h3>Apa yang membuat Anda memilih profesi atau bidang Anda?</h3><p>Pikirkan tentang alasan Anda tertarik pada pekerjaan Anda, selain dari kompensasi. Mungkin Anda senang memiliki kemampuan untuk membantu orang lain atau menggunakan keterampilan kreatif Anda. Seorang guru, misalnya, dapat menarik motivasi dari membantu siswa mempelajari sesuatu yang baru dan menyaksikan mereka unggul. Kompensasi mungkin menjadi motivator yang kuat bagi Anda, tetapi biasanya bukan motivator yang ingin Anda bagikan selama wawancara perilaku.</p><h3>Apa yang mendorong Anda untuk melamar peran tersebut ketika Anda membaca deskripsi pekerjaan?</h3><p>Tinjau deskripsi pekerjaan dan tentukan tanggung jawab pekerjaan mana yang meyakinkan Anda untuk melamar. Misalnya, jika Anda menyukai prospek bekerja di perusahaan rintisan untuk membangun aplikasi perangkat lunak baru, Anda mungkin mengatakan bahwa Anda termotivasi oleh kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang inovatif atau melihat hasil nyata dari upaya Anda.</p><h3>Contoh jawaban terbaik</h3><p>Saat menjawab pertanyaan ini, pastikan untuk sespesifik mungkin, berikan contoh kehidupan nyata dan ikat jawaban Anda kembali ke peran pekerjaan. Berikut adalah beberapa contoh tanggapan yang dibuat dengan baik:</p><h4>Contoh 1</h4><p>“Sebagai seorang pemasar, saya selalu termotivasi oleh proyek-proyek kreatif, kerja tim, dan kemampuan untuk menghubungkan antara upaya saya dan keuntungan organisasi. Salah satu hal yang saya sukai dari pekerjaan terakhir saya adalah menyaksikan hasil kampanye tim kami dan menyaksikan prospek yang kami bina menjadi pelanggan. Memiliki kesempatan untuk memimpin kampanye dari ide hingga peluncuran adalah salah satu alasan saya sangat bersemangat untuk melamar peran ini.”</p><p>Mengapa pewawancara seperti ini: Kandidat ini menunjukkan kepada pewawancara bahwa mereka memiliki keinginan yang kuat untuk menjalankan tanggung jawab peran. Contoh spesifik mereka menyampaikan kedalaman pengalaman dan semangat mereka untuk pekerjaan itu. Selain itu, selalu membantu untuk memasukkan bagaimana motivasi Anda akan mendorong masa depan Anda bersama perusahaan.</p><h4>Contoh 2</h4><p>“Kepuasan mengatasi rintangan adalah motivator terbesar saya. Misalnya, matematika tidak pernah menjadi mata pelajaran terbaik saya, tetapi saya memilih untuk mengambil kalkulus di perguruan tinggi, meskipun itu tidak diperlukan untuk jurusan saya karena saya ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa melakukannya. Kursusnya tidak mudah, dan saya menghabiskan banyak malam untuk belajar hingga larut malam, tetapi saya lulus dengan nilai A. Perasaan pencapaian yang datang dengan melampaui tujuan yang menantang adalah yang menarik saya untuk berkarir di bidang penjualan.”</p><p>Mengapa pewawancara menyukai ini: Jawaban ini memberi pewawancara gambaran yang baik tentang bagaimana kinerja kandidat di tempat kerja. Ini membuat majikan tahu bahwa mereka memiliki motivasi diri dan bersedia meninggalkan zona nyaman mereka untuk mencapai tujuan yang ambisius. Dalam hal ini, pewawancara dapat menyimpulkan bahwa karena kandidat termotivasi oleh tantangan, mereka kemungkinan akan berkinerja baik di bawah tekanan dan membantu perusahaan berkembang.</p><h4>Contoh 3</h4><p>“Saya termotivasi oleh fakta bahwa, ketika saya meninggalkan pekerjaan di akhir shift, saya tahu saya telah membantu membuat perbedaan dalam kehidupan pasien saya dan keluarga mereka. Melihat senyum di wajah mereka dan melihat mereka berkembang membuat saya bersemangat untuk bekerja. Itu sebabnya saya menjadi perawat, dan mengapa saya mengejar posisi di pediatri.</p><p>Mengapa pewawancara menyukai ini: Jawaban ini menunjukkan bahwa kandidat memiliki motivasi intrinsik yang sangat berguna dalam bidang-bidang seperti industri medis yang dapat membebani secara fisik dan emosional. Dengan menunjukkan kesediaan mereka untuk memberikan perawatan berkualitas untuk melihat orang lain berhasil, kandidat menunjukkan bagaimana motivasi mereka membuat mereka menjadi karyawan yang bersemangat dan dapat diandalkan.</p><h3>Tips untuk menjawab “Apa yang memotivasi Anda?”</h3><h4>Tetap relevan dengan pekerjaan</h4><p>Strategi yang paling penting adalah menjaga jawaban Anda tetap relevan dengan persyaratan peran. Meskipun Anda mungkin termotivasi oleh banyak faktor, inilah saatnya untuk membahas motivasi yang menggambarkan kebugaran dan potensi Anda untuk pekerjaan yang Anda wawancarai.</p><h4>Jadikan pribadi jika Anda bisa</h4><p>Jika memungkinkan, diskusikan bagaimana gairah pribadi Anda berhubungan dengan motivasi profesional Anda. Ini menunjukkan kepada pewawancara bahwa Anda mungkin memiliki dedikasi yang lebih dalam terhadap peran tersebut. Misalnya, jika Anda sedang mewawancarai posisi perekrut, Anda dapat mendiskusikan secara singkat perjuangan Anda sebelumnya dalam menemukan pekerjaan yang tepat dan bagaimana hal itu semakin memotivasi Anda untuk membantu orang lain dalam pencarian pekerjaan mereka.</p><h4>Jadilah spesifik</h4><p>Sampaikan satu atau beberapa motivasi spesifik dan diskusikan pengalaman tertentu yang menunjukkan bagaimana hal itu berdampak positif pada pekerjaan Anda. Ini memberikan kredibilitas pada jawaban Anda. Semakin spesifik Anda tentang situasinya sambil tetap menjaga jawaban Anda tetap singkat, semakin baik.</p><h4>Tunjukkan bagaimana itu cocok dengan lintasan karir Anda</h4><p>Jika Anda melihat diri Anda tumbuh dalam posisi ini dalam jangka panjang karena Anda bersemangat dengan tanggung jawab pekerjaan, pastikan untuk menjelaskannya. Ketika Anda mengikat motivasi Anda dengan evolusi karir Anda dengan majikan ini, itu meyakinkan mereka bahwa Anda akan menjadi karyawan yang berkomitmen.</p><h4>Kaitkan kembali dengan misi atau visi perusahaan</h4><p>Jika memungkinkan, diskusikan bagaimana motivasi Anda selaras dengan misi atau budaya perusahaan. Misalnya, jika misi perusahaan adalah untuk menghubungkan dunia melalui media sosial, Anda dapat berbagi cerita tentang hubungan pribadi atau profesional yang Anda buat melalui platform dan mendiskusikan mengapa hal itu menginspirasi Anda untuk berkontribusi pada kesuksesan mereka. Atau, jika Anda melamar pekerjaan di perusahaan rintisan, Anda dapat berbicara tentang mengapa lingkungan kerja yang serba cepat memotivasi Anda.</p><h3>Apa yang tidak boleh dikatakan saat menjawab “Apa yang Memotivasi Anda?”</h3><p>Sementara pewawancara umumnya tidak mencoba menipu Anda, ada beberapa situasi rumit yang harus diperhatikan saat menjawab pertanyaan ini. Memahami kesalahan umum dapat membantu Anda menghindarinya selama wawancara. Ini juga dapat membantu untuk mengingat bahwa jawaban Anda harus mendukung tujuan wawancara akhir Anda: memaksa majikan untuk mempekerjakan Anda.</p><ul><li>Jangan bersikap negatif: Hindari mendiskusikan motivator negatif apa pun karena hal itu biasanya dianggap sebagai kualitas yang tidak diinginkan. Ini bisa sangat menantang jika pewawancara menggunakan ungkapan yang sedikit berbeda, seperti, &#8220;Apa yang memotivasi Anda untuk melamar posisi ini?&#8221; Daripada mengungkapkan keraguan tentang pekerjaan atau atasan Anda saat ini, bicarakan mengapa Anda bersemangat dengan tanggung jawab peran baru.</li><li>Jangan tidak fokus: Pertahankan jawaban Anda terkait dengan pekerjaan dan fokus pada pengalaman tertentu. Persiapan lanjutan dapat membantu dalam hal ini. Jika jawaban Anda terlalu kabur, bertele-tele atau umum, Anda mungkin berisiko terdengar tidak autentik dan tidak siap.</li><li>Jangan keluar topik: Manfaatkan kesempatan untuk menunjukkan bagaimana motivasi Anda menjadikan Anda kandidat yang paling memenuhi syarat untuk pekerjaan itu. Meskipun boleh saja termotivasi oleh gaji yang tinggi atau tunjangan yang besar, pemberi kerja biasanya mencari kandidat yang memiliki hubungan dan komitmen yang lebih dalam dengan pekerjaan yang sebenarnya.</li></ul><p>Pada dasarnya, menanyakan &#8220;apa yang memotivasi Anda&#8221; adalah cara lain untuk menilai apakah Anda bersemangat dan bersemangat tentang posisi tersebut dan bagaimana Anda memastikan Anda selalu melakukan pekerjaan dengan baik. Dengan mengidentifikasi dan memperluas motivasi Anda, Anda dapat meninggalkan kesan positif dan harapan yang lebih jelas kepada pewawancara tentang bagaimana Anda akan menjadi seorang karyawan.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara mencintai pekerjaan Anda</title><link>/karir/cara-mencintai-pekerjaan-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 30 Jun 2020 03:15:23 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara mencintai pekerjaan]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[mencintai pekerjaan]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips mencintai pekerjaan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1680</guid><description><![CDATA[Temukan pekerjaan yang Anda cintai dan Anda tidak akan pernah merasa bekerja sehari pun dalam hidup Anda! Ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan bukan? Jika Anda merupakan orang yang beruntung yang mencintai pekerjaan Anda dan Anda memang ahli pada bidang tersebut, maka Anda sudah berada pada jalan karir yang tepat. Namun sayangnya, tidak semua orang &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Temukan pekerjaan yang Anda cintai dan Anda tidak akan pernah merasa bekerja sehari pun dalam hidup Anda! Ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan bukan?</p><p>Jika Anda merupakan orang yang beruntung yang mencintai pekerjaan Anda dan Anda memang ahli pada bidang tersebut, maka Anda sudah berada pada jalan karir yang tepat. Namun sayangnya, tidak semua orang dapat menemukan pekerjaan yang mereka cintai dan hal ini tentu saja dapat menciptakan masalah produktivitas. Menikmati pekerjaan Anda, bukan hanya dapat mengarahkan Anda meraih yang terbaik, tetapi juga dapat meningkatkan kebahagiaan Anda secara keseluruhan.</p><p><a href="https://www.adeccousa.com/">Adecco</a> sudah melihat manfaat dari lingkungan kerja yang nyaman dan alasan mengapa sangat penting bagi karyawan Anda untuk menikmati pekerjaan mereka.</p><h3>Mengapa sangat penting bagi karyawan untuk menikmati pekerjaan mereka?</h3><ul><li>Pekerja yang bahagia 12% lebih produktif dibandingkan dengan yang tidak menikmati pekerjaan mereka. Pekerja yang tidak bahagia 10% kurang produktif dibandingkan dengan yang lain.</li><li>Dengan bahagia di tempat kerja dapat membuat Anda lebih bergaul, semangat, ramah, dan sehat.</li><li>Pekerja yang paling bahagia berada di Kanada, dengan 64% mengatakan bahwa mereka sangat mencintai pekerjaan mereka. Pekerja yang kurang bahagia berada di Jerman, hanya 34% yang mengatakan mereka mencintai pekerjaan mereka.</li></ul><h3>Cara menjadi lebih produktif</h3><ul><li>Mengetahui waktu kerja produktif Anda. Selesaikan pekerjaan yang sulit terlebih dahulu ketika energi Anda berada dipuncak dan lakukan pekerjaan yang lebih mudah ketika sudah mendekati waktu pulang.</li><li>Prioritaskan pekerjaan. Selesaikan tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.</li><li>Terkadang Anda perlu waktu untuk istirahat agar dapat kembali fokus ke pekerjaan Anda. Ambillah waktu sejenak untuk minum teh atau berjalan-jalan sesaat untuk mengembalikan energi Anda.</li></ul><h3>Cara agar akur dengan teman kerja Anda</h3><ul><li>Temukan kesepakatan bersama. Jika Anda terlibat perselisihan dengan rekan kerja Anda, cobalah untuk membicarakannya dengan mereka dan temukan kesamaan kesepakatan bersama. Dengarkan apa yang ingin mereka katakan dan cobalah menemukan solusinya. Akan lebih baik jika Anda mengemukakannya secara terbuka daripada menusuk secara diam-diam.</li><li>Jangan takut dengan konflik. Jika ada sesuatu yang menganggu Anda, berikan penegasan. Tidak perlu khawatir untuk berdiri pada pendirian Anda jika Anda tahu bahwa Anda benar dan mampu menyikapinya secara dewasa.</li><li>Belajar dari orang lain. Perhatikan bagaimana orang lain berhadapan dengan rekan kerja mereka dan bos mereka agar Anda bisa mengetahui bagaimana cara mengatasi mereka pada situasi tertentu.</li></ul><h3>Cara mengatur waktu Anda dengan lebih baik</h3><ul><li>Berhenti menunda – nunda. Tentukan apa yang menjadi masalah atau gangguan utama Anda dan temukan solusinya sehingga Anda tidak membuang waktu Anda.</li><li>Jangan melakukan multitasking. Seringkali multitasking dapat menunda Anda dalam menyelesaikan pekerjaan. Cobalah untuk fokus pada satu pekerjaan agar Anda dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan lebih efisien.</li><li>Matikan media sosial. Pekerja rata-rata menghabiskan waktu 1 jam dan 14 menit pada media sosial dan 5 jam untuk browsing pada website yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Matikan media sosial Anda agar Anda dapat fokus untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.</li></ul><h3>Cara mendapatkan promosi</h3><ul><li>21% pekerja yang mendapatkan upah dibawah 50 juta setahun mengatakan bahwa mereka tidak menyukai pekerjaan mereka, sementara 63% orang-orang yang mendapatkan upah diatas 50 juta setahun mengatakan bahwa mereka mencintai pekerjaan mereka.</li><li>Agar Anda mendapatkan promosi, tanyakan pada atasan Anda apa ekspektasi perusahaan terhadap Anda dan kemudian bekerjalah sesuai dengan ekspektasi tersebut untuk mencapai target, keahlian, dan lain-lain.</li><li>Anda juga harus bekerja untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai perusahaan untuk mendemonstrasikan bahwa Anda bekerja seperti pekerja senior, bukan pekerja junior.</li></ul><p>Untuk mengetahui lebih banyak cara mencintai pekerjaan Anda, cek infografis berikut ini:</p><p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1687" src="/wp-content/uploads/2020/06/inspire-your-staff-to-say-i-love-my-job.jpg" alt="cara mencintai pekerjaan" width="728" height="747" srcset="/wp-content/uploads/2020/06/inspire-your-staff-to-say-i-love-my-job.jpg 728w, /wp-content/uploads/2020/06/inspire-your-staff-to-say-i-love-my-job-292x300.jpg 292w" sizes="(max-width: 728px) 100vw, 728px" /></p><p>&nbsp;</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara menjawab pertanyaan “Mengapa Anda keluar dari tempat kerja Anda sebelumnya?”</title><link>/karir/cara-menjawab-pertanyaan-mengapa-anda-keluar-dari-tempat-kerja-anda-sebelumnya/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 29 Jun 2020 09:43:59 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips interview]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips wawancara kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1661</guid><description><![CDATA[“Mengapa Anda keluar dari tempat kerja Anda sebelumnya?” Pertanyaan tersebut dapat memberikan rasa takut bahkan pada kandidat yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Apapun jawaban Anda, sederhana atau kompleks, jika Anda membicarakan hal ini, maka Anda harus memberikan penjelasan yang jelas dan usahakan untuk menceritakan alasan Anda yang sebenar-benarnya, namun dalam batasan etika tertentu. Sebagai contoh, &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>“Mengapa Anda keluar dari tempat kerja Anda sebelumnya?” Pertanyaan tersebut dapat memberikan rasa takut bahkan pada kandidat yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Apapun jawaban Anda, sederhana atau kompleks, jika Anda membicarakan hal ini, maka Anda harus memberikan penjelasan yang jelas dan usahakan untuk menceritakan alasan Anda yang sebenar-benarnya, namun dalam batasan etika tertentu.</p><p>Sebagai contoh, jika alasan Anda keluar dari tempat kerja sebelumnya adalah karena berselisih dengan rekan kerja atau atasan, maka jangan mengatakan kepada HRD bahwa Anda berselisih atau bertengkar secara langsung, tetapi katakan bahwa Anda memiliki pandangan yang berbeda dengan rekan kerja atau atasan Anda dan katakan bahwa Anda tidak nyaman bekerja dengan kondisi tersebut sehingga pada akhirnya Anda harus mengundurkan diri. Tetapi, hal ini juga harus didukung oleh rekam jejak kerja Anda yang baik, jika Anda memang terlalu sering berpindah-pindah kerja dalam jarak yang singkat maka HRD akan menganggap bahwa Anda tidak dapat bekerja sama dalam sebuah tim.</p><p>Di samping untuk mengetahui masa lalu Anda ditempat kerja sebelumnya, HRD juga memberikan pertanyaan ini untuk mengetahui mengapa Anda tertarik terhadap lowongan yang mereka pasang. Ada beberapa formula untuk merespon pertanyaan tersebut dan membuat Anda terlihat lebih profesional yaitu:</p><h3>Jujurlah</h3><p>Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jujurlah kepada HRD mengenai alasan mengapa Anda keluar dari tempat kerja Anda sebelumnya, bahkan jika Anda dipecat oleh atasan Anda. Tidak ada alasan untuk menyembunyikan hal tersebut (ada beberapa HRD yang akan mengecek background Anda ditempat kerja Anda yang lama untuk membuktikan apakah Anda jujur atau tidak), hanya saja Anda harus menyampaikannya dengan pendekatan yang baik.Berikan alasan yang jelas dan akui jika memang Anda melakukan kesalahan yang fatal dan ceritakan bahwa Anda belajar dari kesalahan tersebut dan ingin memperbaikinya, namun atasan / perusahaan Anda tidak dapat memberikan kesempatan kepada Anda.</p><h3>Tetap Positif</h3><p>Walaupun Anda menderita dibawah kepemimpinan atasan seperti di film Devil Wears Prada, namun jangan pernah menjelek-jelekan-nya di depan HRD pada saat interview. Dan jika Anda merasa tidak diperlakukan secara terhormat, jangan pernah membuat diri Anda seolah-olah seperti korban. Menurut perusahaan rekrutmen Deborah Osbourn, akan lebih baik jika Anda mengatakan bahwa pekerjaan tersebut tidak cocok untuk Anda dan berikan alasan yang mendukung pernyataan Anda tersebut. Sebagai contoh, Anda dapat mengatakan bahwa Anda ingin bekerja dalam sebuah lingkungan yang berbasis pada kerja sama tim atau posisi tersebut tidak memanfaatkan keahlian Anda.</p><h3>Jaga agar jawaban Anda tetap pendek</h3><p>Ketika Anda menjawab sebuah pertanyaan, jangan pernah memberikan jawaban yang panjang lebar. Semakin Anda banyak berbicara, maka semakin besar pula Anda membuka peluang bagi HRD untuk memberikan pertanyaan yang mungkin tidak Anda duga. Ya, saya tahu bahwa rekan kerja yang suka menusuk dari belakang, atasan yang temperamental, politik kantor yang kotor merupakan salah satu alasan yang cukup kuat untuk membuat Anda keluar dari tempat kerja, namun hal tersebut tidak pantas untuk Anda bicarakan ketika interview berlangsung.</p><p>Dan jika Anda keluar dengan alasan yang positif dan ingin mencari tantangan baru, maka hanya alasan itulah yang harus Anda katakan. Jika HRD ingin mendapatkan informasi lebih banyak, dia akan bertanya kepada Anda.</p><h3>Fokus pada pekerjaan yang baru</h3><p>Cara terbaik untuk memberikan respon adalah kembali pada hal yang paling penting yaitu mengapa Anda tertarik pada pekerjaan yang Anda lamar. “Orang yang menginterview Anda ingin mengetahui bahwa Anda memang menginginkan pekerjaan tersebut dan bersedia bekerja dalam waktu yang cukup lama”, kata Osbourn. “Anda akan terkejut bahwa banyak orang yang tidak mampu mengekspresikan alasan mengapa mereka tertarik pada pekerjaan tersebut”.</p><p>Soroti pekerjaan atau hal-hal yang ada pada posisi baru tersebut yang membuat Anda menjadi sangat tertarik, sebagai contoh, pada posisi sebelumnya saya tidak memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan divisi laindanhal inilah yang membuat saya tertarik untuk bekerja antar divisi. Dan berhati-hatilah dengan apa yang sudah Anda katakan mengenai hal yang tidak Anda sukai pada pekerjaan Anda sebelumnya yang mungkin saja berhubungan dengan posisi baru yang Anda lamar ini.</p><p>Ingat, bahwa setiap pertanyaan yang diberikan merupakan sebuah kesempatan untuk menunjukkan kualitas Anda, personality Anda, dan ketertarikan Anda pada posisi tersebut. Anda sudah behasil melewati saringan pertama, dan interview merupakan saat yang tepat untuk meyakinkan HRD bahwa Anda merupakan kandidat terbaik. Jadi jika Anda ditanya mengenai pekerjaan Anda sebelumnya, berikan jawaban yang pendek, jujur, dan positif.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>