<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>startup &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/startup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Mon, 10 Jan 2022 10:48:00 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>startup &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>4 Pertanyaan yang harus ditanyakan saat interview dengan perusahaan startup</title><link>/karir/4-pertanyaan-yang-harus-ditanyakan-saat-interview-dengan-perusahaan-startup/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 10 Jan 2022 21:00:18 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[interview]]></category><category><![CDATA[interview dengan startup]]></category><category><![CDATA[interview di startup]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pertanyaan saat interview di startup]]></category><category><![CDATA[pertanyaan saat wawancara kerja di startup]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><category><![CDATA[wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[wawancara kerja di startup]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=4751</guid><description><![CDATA[Jika Anda melakukan wawancara di startup tahap awal, kemungkinan Anda akan memiliki kesempatan untuk bertemu tidak hanya dengan bos masa depan Anda, tetapi juga dengan CEO perusahaan atau kepemimpinan senior lainnya. Dan sementara sebagian besar kandidat pekerjaan tahu bahwa mereka harus bersiap untuk menjawab pertanyaan sulit pada tahap proses ini, lebih sedikit yang bersiap untuk &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda melakukan wawancara di startup tahap awal, kemungkinan Anda akan memiliki kesempatan untuk bertemu tidak hanya dengan bos masa depan Anda, tetapi juga dengan CEO perusahaan atau kepemimpinan senior lainnya. Dan sementara sebagian besar kandidat pekerjaan tahu bahwa mereka harus bersiap untuk menjawab pertanyaan sulit pada tahap proses ini, lebih sedikit yang bersiap untuk bertanya kepada mereka.</p><p>Tapi kau harus! Ini adalah kesempatan penting bagi Anda untuk mempelajari tentang perusahaan, rencananya, dan potensinya dengan cara yang tidak dapat Anda lakukan dari artikel TechCrunch atau LinkedIn. Di perusahaan, saya bertemu dengan setiap kandidat yang berhasil mencapai tahap wawancara akhir, dan saya selalu memberi orang kesempatan untuk bertanya kepada saya. Tujuan Anda saat bertemu dengan CEO atau pendiri adalah untuk memahami nilai, tujuan, dan lintasan perusahaan secara keseluruhan, sehingga jika Anda mendapatkan tawaran, Anda tahu apakah itu perusahaan yang ingin Anda ikuti.</p><p>Berikut adalah empat pertanyaan yang harus diajukan oleh setiap orang yang diwawancarai oleh startup.</p><h3>Seperti apa kesuksesan bagi perusahaan?</h3><p>Di perusahaan yang sedang berkembang, ada keputusan tanpa akhir yang harus dibuat yang akan mempengaruhi jalannya perusahaan dan hasil akhirnya. Meskipun Anda tidak akan pernah bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang masa depan, memahami arah umum yang ingin diambil oleh para pendiri startup akan membantu Anda memutuskan apakah itu perusahaan yang Anda pikir akan Anda inginkan untuk bekerja saat ini, satu tahun dari sekarang, dan dalam lima tahun.</p><p>Misalnya, apakah mereka lebih suka diakuisisi sesegera mungkin atau membangun perusahaan besar yang berdiri sendiri? Jika yang pertama, akan sangat membantu untuk memahami mengapa mereka ingin diakuisisi—apakah ukuran pasarnya tidak cukup besar? Apakah mereka pikir mereka akan kehabisan dana sebelum menjadi menguntungkan? Jika yang terakhir, apa misi perusahaan? Masalah besar apa yang akan dipecahkannya yang tidak terpecahkan hari ini?</p><h3>Apa resiko terbesar bagi perusahaan?</h3><p>CEO startup percaya pada perusahaan mereka, tetapi mereka juga sangat menyadari hambatan yang ada di jalan menuju kesuksesan. Dan mendapatkan pemahaman tentang apa yang diyakini perusahaan sebagai risiko terbesarnya dapat membantu Anda mengevaluasi seberapa pasti atau tidak pasti masa depan perusahaan.</p><p>Resiko datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi mengetahui apakah perusahaan percaya uang, eksekusi produk, atau pesaing adalah hambatan terbesar untuk sukses dapat memberi Anda wawasan tentang bagaimana CEO berpikir tentang masa depan. Misalnya, jika perusahaan melihat uang sebagai resiko terbesar, CEO kemungkinan akan sangat fokus pada angka pendapatan dan penggalangan dana. Di sisi lain, jika eksekusi produk adalah resiko utama, Anda mungkin akan menemukan budaya perusahaan yang dibangun di sekitar tim produk. Apa pun itu, ada baiknya mengetahui apa yang Anda hadapi, dan pertanyaan ini dapat membantu Anda memahami apa yang terjadi di balik layar.</p><h3>Apa landasan saat ini, dan apa rencana pendanaan ke depan?</h3><p>Pertanyaan ini jarang ditanyakan, tetapi sangat penting. Sebagai calon karyawan baru, ada tingkat resiko yang berbeda antara perusahaan rintisan yang memiliki beberapa tahun uang tunai di bank versus perusahaan rintisan yang mendekati akhir pendanaannya dan perlu ditingkatkan lebih cepat untuk terus beroperasi.</p><p>Semakin panjang landasan perusahaan saat Anda bergabung, semakin besar keamanan kerja Anda (umumnya). Di sisi lain, bergabung selama waktu yang lebih penting (misalnya, ketika tekanan meningkat untuk kenaikan berikutnya) dapat membantu meningkatkan saham ekuitas Anda—tetapi Anda juga berisiko bahwa perusahaan tidak akan dapat meningkatkan, dan Anda akan kembali ke pasar kerja dengan opsi saham yang tidak berharga dalam beberapa bulan.</p><h3>Seperti apa pertumbuhan saat ini?</h3><p>Jika Anda bergabung dengan tim startup, Anda akan menerima opsi saham, dan opsi tersebut merupakan investasi atas nama Anda. Sama seperti seorang investor, mereka tidak akan memasukkan uang tanpa memahami lintasan perusahaan, Anda tidak boleh meluangkan waktu Anda (dan berpotensi mengambil pemotongan gaji) tanpa mengevaluasi potensi perusahaan.</p><p>Ada banyak hal yang menjadi faktor dalam hal ini (misalnya, pengalaman dan potensi tim manajemen, ukuran pasar saat ini dan yang diproyeksikan, strategi akuisisi pelanggan tim), tetapi tingkat pertumbuhan perusahaan akan memberi Anda gambaran singkat tentang satu hal. dari pertanyaan inti yang harus dijawab oleh bisnis mana pun: Apakah ini sesuatu yang benar-benar ingin digunakan orang?</p><p>Pada titik tertentu dalam wawancara Anda, para pendiri harus menanyakan apakah Anda memiliki pertanyaan. Dan menyiapkan keempat hal ini akan menunjukkan bahwa Anda telah menyelesaikan pekerjaan rumah Anda—dan sudah memikirkan metrik dan tren yang paling penting bagi perusahaan baru Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Sebelum Anda memulai startup, lakukan 3 hal berikut</title><link>/bisnis/sebelum-anda-memulai-startup-lakukan-3-hal-berikut/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 07 Jun 2021 04:11:50 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[hal yang harus dilakukan sebelum membangun startup]]></category><category><![CDATA[hal yang harus dilakukan sebelum memulai startup]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3321</guid><description><![CDATA[Sebelum Anda mengambil resiko dan memulai perusahaan Anda, ingatlah beberapa aspek dalam pekerjaan Anda saat ini akan membantu Anda untuk sukses dalam usaha baru yang akan Anda jalankan. Ingatlah hal-hal berikut ini, selagi Anda belum mengambil keputusan untuk keluar dan membangun perusahaan Anda sendiri. Kembangkan skill Anda Sebelum Anda berhenti, sediakan waktu untuk belajar pada &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum Anda mengambil resiko dan memulai perusahaan Anda, ingatlah beberapa aspek dalam pekerjaan Anda saat ini akan membantu Anda untuk sukses dalam usaha baru yang akan Anda jalankan. Ingatlah hal-hal berikut ini, selagi Anda belum mengambil keputusan untuk keluar dan membangun perusahaan Anda sendiri.</p><h3>Kembangkan skill Anda</h3><p>Sebelum Anda berhenti, sediakan waktu untuk belajar pada kolega Anda sebanyak-banyaknya selagi Anda masih bisa belajar. Percepat pembuatan sebuah software dalam industri yang spesifik, pelajari kembali taktik penjualan Anda atau skill dalam sosial media.</p><h3>Jangan hancurkan koneksi Anda</h3><p>Hubungan Anda dengan mentor, teman kerja, dan orang-orang yang Anda <em>manage</em> merupakan hal yang tidak ternilai. Meskipun Anda merasa bahwa perusahaan tempat Anda kerja sebelumnya tidak cocok untuk Anda. Namun, Anda tidak akan pernah tahu siapa orang yang dapat membantu Anda dan bagaimana Anda dapat membalas budi kepada orang-orang yang telah membantu Anda untuk sukses.</p><h3>Jaga Integritas Anda</h3><p>Jujurlah dan bertanggung jawab pada setiap tindakan yang Anda ambil ketika bekerja. Ketika Anda memulai sebuah bisnis baru, kata-kata Anda dan reputasi Anda dapat membuat Anda sukses atau malah akan menghancurkan Anda jika Anda tidak menjaga integritas Anda dengan baik.</p>]]></content:encoded></item><item><title>4 Alasan mengapa startup Anda tidak pernah berhasil</title><link>/bisnis/4-alasan-mengapa-startup-anda-tidak-pernah-berhasil/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 07 May 2021 02:00:49 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[alasan startup gagal]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[kegagalan startup]]></category><category><![CDATA[mengapa startup gagal]]></category><category><![CDATA[penyebab banyak startup yang gagal]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3142</guid><description><![CDATA[Memulai sebuah perusahaan adalah merupakan salah satu hal yang paling sulit yang pernah Anda lakukan dan hasilnya bisa jadi bukan menjadi seorang milyarder atau perusahaan yang sukses. Tingkat kegagalan yang tinggi dari sebuah perusahaan startup dapat disebabkan karena beberapa faktor yang berbeda, namun seringkali hal tersebut terjadi karena empat hal ini. Anda sedang membuat produk &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Memulai sebuah perusahaan adalah merupakan salah satu hal yang paling sulit yang pernah Anda lakukan dan hasilnya bisa jadi bukan menjadi seorang milyarder atau perusahaan yang sukses. Tingkat kegagalan yang tinggi dari sebuah perusahaan startup dapat disebabkan karena beberapa faktor yang berbeda, namun seringkali hal tersebut terjadi karena empat hal ini.</p><h3>Anda sedang membuat produk yang salah</h3><p>Kesalahan terbesar yang pernah Anda lakukan sebagai entrepreneur adalah membuat sebuah produk yang tidak dibutuhkan oleh orang-orang. Ketika Anda menciptakan persepsi mengenai apa yang Anda pikir orang lain butuhkan, Anda sudah menembak kaki Anda sendiri. Salah satu cara terbaik untuk membuat produk yang dibutuhkan oleh orang lain adalah dengan melibatkan end user atau calon pelanggan dalam proses pembuatannya dari awal hingga akhir.</p><p>Lakukan pekerjaan Anda, keluarlah dan berbicaralah kepada orang-orang mengenai apa yang ingin Anda bangun. Tanyakan kepada calon pelanggan Anda apakah mereka akan menggunakannnya. Ketika Anda sudah cukup mengumpulkan bukti mengenai kebutuhan produk tersebut, Anda akan menghabiskan sedikit sumber daya untuk meyakinkan orang-orang untuk menggunakannya ketika produk tersebut sudah selesai Anda buat.</p><p>Kebanyakan startup yang berhasil,mulai menciptakan produkberdasarkan passion dari si founder. Mulailah dengan apa yang ingin Anda lakukan, validasikan, dan fokuslah untuk membuatnya terlihat luar biasa.</p><h3>Anda tidak dapat beradaptasi atau mengubah tujuan ketika dibutuhkan</h3><p>Jika founder tidak dapat mengubah ide original ketika dibutuhkan dan membuat sebuah haluan, maka bisnis Anda mungkin akan menuju jalan buntu.</p><p>Kebanyakan startup yang gagal, memiliki tujuan spesifik yang tidak dapat diubah ketika mereka ingin mencapainya. Perubahan bisnis yang begitu cepat mengharapkan agar semua rencana dapat di revisi dan diubah ketika dibutuhkan. Peranan, kepemimpinan, tujuan dan tim harus saling terbuka untuk berdiskusi ketika ada hal yang tidak berjalan sesuai dengan rencana. Jika Anda tidak tahu kapan harus berubah haluan ketika masih ada waktu dan uang, Anda berada dalam masalah.</p><p>Seberapa fleksibel tujuan bisnis Anda? Startup yang sukses merupakan perusahaan yang dapat mengubah tujuan dan ide awal untuk mendapatkan versi lebih baik yang diinginkan oleh orang-orang. Startup harusnya dapat berevolusi dan berkembang menjadi perusahaan yang luar biasa, dan tidak ada yang salah dengan improvisasi dan bersikukuh pada apa yang dapat dijual.</p><h3>Pasar Anda tidak cukup besar</h3><p>Anda membutuhkan pasar yang cukup besar untuk sukses. Seberapa besar pasar Anda saat ini? Bagaimana Anda dapat mempertahankan perkembangan di dalam pasar yang secara virtual tidak berkembang? Anda dapat menciptakan sesuatu yang menarik atau produk yang berinovasi, namun jika pasar Anda tidak berkembang, Anda akan kesulitan untuk mempertahankan bisnis Anda.</p><p>Beberapa entrepreneur percaya pasar tertentu kurang dilirik namun sangat besar potensinya untuk berkembang, sehingga akhirnya mereka terjun ke dalam industri tersebut. Kenyataannya, ada alasan tertentu mengapa pasar tersebut tidak dilirik. Lakukan riset yang mendalam dan bertahan pada pasar yang memiliki potensi untuk perkembangan yang lebih signifikan.</p><h3>Anda menghabiskan terlalu banyak uang di awal</h3><p>Mendapatkan pembiayaan merupakan proses yang sulit dan kebanyakan startup tidak mendapatkan pembiayaan sama sekali. Proses pembiayaan Anda harus berjalan dengan baik terlebih dahulu sebelum Anda kehabisan dana. Jika perusahaan startup Anda terlalu banyak menghabiskan dana, dan Anda masih belum tahu bagaimana Anda mendapatkan penghasilan di tahap berikutnya, Anda harus mulai khawatir. Bisnis Anda tidak boleh berjalan pada skenario, dimana Anda tidak mengetahui berapa lama waktu yang tersisa untuk menjalankan perusahaan.</p><p>Jika Anda sudah mengetahui waktu yang tersisa untuk menjalankan perusahaan dan tahu bahwa Anda sudah mulai kehabisan dana, Anda harus mengeksekusi rencana untuk memperbaiki situasi tersebut. Anda harus fokus untuk menjaga agar pengeluaran tetap dalam kontrol. Hal yang paling lucu pada kebanyakan startup adalah sebelum mereka mendapatkan dana, mereka berhemat, menjaga pengeluaran agar tetap efisien, dan menjaga agar pengeluaran tetap dalam kontrol, namun ketika mereka mendapatkan dana, semuanya berubah. Tiba-tiba kebiasaan berhemat hilang begitu saja.</p>]]></content:encoded></item><item><title>8 Alasan memulai usaha</title><link>/bisnis/8-alasan-memulai-usaha/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 02 May 2021 23:00:40 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[alasan membangun bisnis]]></category><category><![CDATA[alasan membangun usaha]]></category><category><![CDATA[alasan memulai bisnis]]></category><category><![CDATA[alasan memulai usaha]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[mengapa kita harus memulai bisnis]]></category><category><![CDATA[mengapa kita harus memulai usaha]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3063</guid><description><![CDATA[Ada banyak alasan bagus untuk menjadi seorang pengusaha. Anda bisa menjadi atasan untuk diri Anda sendiri, melakukan hal yang Anda sukai, mengatur jam kerja Anda sendiri, mendapatkan keuntungan, mewujudkan kepuasan pribadi, bahagia, dan lain sebagainya. Masalahnya adalah tidak ada satu pun alasan di atas yang bisa Anda jadikan sebagai alasan untuk memulai usaha karena semua &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak alasan bagus untuk menjadi seorang pengusaha. Anda bisa menjadi atasan untuk diri Anda sendiri, melakukan hal yang Anda sukai, mengatur jam kerja Anda sendiri, mendapatkan keuntungan, mewujudkan kepuasan pribadi, bahagia, dan lain sebagainya.</p><p>Masalahnya adalah tidak ada satu pun alasan di atas yang bisa Anda jadikan sebagai alasan untuk memulai usaha karena semua itu tidak logis. Semua dogma populer itu tidak lain hanyalah omong kosong belaka yang dibuat oleh para blogger atau pembuat konten untuk mendapatkan klik.</p><p>Alasan memulai usaha yang benar selalu merujuk pada nilai pelanggan <em>(customer value)</em>. Berikut ini merupakan 8 alasan untuk memulai usaha yang merujuk pada nilai pelanggan:</p><h3>Anda telah menemukan solusi yang lebih baik untuk masalah besar</h3><p>Ini adalah merupakan alasan memulai usaha yang paling umum bagi startup di Silicon Valley, dan ini merupakan persyaratan utama untuk mendapatkan pendanaan bisnis. Jika Anda ingin agar VC <em>(Venture Capital)</em> tertarik, Anda harus memiliki pernyataan masalah yang solid dan solusi yang jauh lebih baik daripada yang ada di luar sana.</p><h3>Memiliki tim impian <em>(dream team)</em></h3><p>Steve Jobs dan Steve Wozniak. Bill Gates dan Paul Allen. Paul McCartney dan John Lennon. Ketika orang-orang berbakat dengan minat yang sama saling melengkapi keahlian masing-masing, maka muncul sebuah percikan-percikan ide yang kemudian melahirkan sebuah bisnis.</p><h3>Anda terobsesi</h3><p>Obsesi merupakan hal dasar bagi banyak pengusaha sukses. Jika Anda sangat menyukai sesuatu dan hanya hal itulah yang Anda pikirkan setiap harinya dan Anda tidak percaya bahwa ada orang lain yang tahu bagaimana melakukan hal tersebut dengan benar, maka bisa jadi ini merupakan jalan yang tepat  untuk Anda. Inilah yang terjadi pada pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk.</p><h3>Kesempatan mengetuk</h3><p>Ketika bintang-bintang selaras, rasanya Anda seperti dicium oleh malaikat, atau sebuah kesempatan emas kebetulan jatuh ke pangkuan Anda, maka Anda berhutang pada diri sendiri untuk meraihnya atau Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda untuk bertanya-tanya apa yang mungkin terjadi jika Anda melakukannya. Jika alam semesta mencoba memberi tahu Anda sesuatu, sebaiknya Anda dengarkan, terutama jika Anda memiliki dana untuk membiayainya.</p><h3>Anda putus asa</h3><p>Ada alasan yang bagus mengapa orang yang tumbuh dengan keberanian untuk gagal seperti pendiri SoftBank Masayoshi Son atau CEO FUBU Daymond John menjadi pengusaha hebat. Mereka sangat termotivasi untuk mengambil risiko. Selain itu, jika tidak ada yang mau mempekerjakan Anda, lalu apa ruginya untuk Anda? Jika kebutuhan adalah ibu dari sebuah penemuan maka keputusasaan adalah bapak dari motivasi.</p><h3>Ada dalam DNA Anda</h3><p>Ini mungkin terdengar seperti tipuan tapi sebenarnya tidak. Jika intuisi Anda mengatakan bahwa itu yang harus Anda lakukan, maka itu adalah takdir Anda, dan Anda harus mempertimbangkannya. Beberapa orang, Donald Trump, misalnya benar-benar tumbuh dengan itu sehingga toleransi risiko mereka tinggi.</p><h3>Anda memiliki banyak pengalaman</h3><p>Ketika Anda sudah memiliki banyak pengalaman dan merasakan beberapa kemenangan dan kekalahan dalam hidup Anda, maka ini artinya Anda sudah siap untuk membangun bisnis Anda sendiri, dan ini merupakan alasan yang cukup bagus untuk memulai usaha. Dengan catatan: semakin dekat dengan keahlian fungsional Anda, semakin baik bagi Anda untuk memulai usaha dibidang tersebut.</p><h3>Anda membuat sesuatu yang diminati</h3><p>Keahlian adalah alasan yang bagus untuk memulai sebuah perusahaan, tentunya jika Anda memang menguasai bidang industri Anda atau memiliki nilai proposisi yang benar-benar berbeda (contohnya, John Mackey Whole Foods atau Michael Dell). Keahlian yang saya maksud bisa apa saja, mulai dari koding atau desain produk hingga memasak atau membuat kue, tapi jika bidang yang ingin Anda masuki sudah terlalu penuh dengan kompetisi maka berhati-hatilah. Anda membutuhkan strategi jitu untuk memenangkan kompetisi tersebut.</p><p>Pasar merupakan zona kompetitif dan pelanggan tidak peduli dengan motif Anda ketika Anda menjalankan sebuah bisnis. Agar perusahaan Anda sukses dalam jangka panjang, pelanggan harus melihat nilai proposisi yang kuat dan produk atau layanan Anda harus memiliki diferensiasi, sebab pasar penuh dengan alternatif dan pelanggan bisa membeli dari siapa saja.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Mengapa startup butuh seorang pemimpin bukan bos</title><link>/bisnis/mengapa-startup-butuh-seorang-pemimpin-bukan-bos/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 02 Apr 2021 08:18:48 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[alasan startup butuh pemimpin]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><category><![CDATA[startup butuh pemimpin]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2620</guid><description><![CDATA[Q: Apa perbedaan antara pemimpin dengan bos? A: Tidak ada tempat lain dimana kepemimpinan yang kuat lebih dibutuhkan daripada sebuah lingkungan startup yang kacau, dan ini merupakan tanggung jawab yang dilimpahkan kepada Anda. Seorang pemimpin harus mampu memberikan dan menjaga tenaga mereka setiap hari, bukan perminggu atau perbulan. Bos berpegang pada aturan dan peran yang &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Q: Apa perbedaan antara pemimpin dengan bos?</p><p>A: Tidak ada tempat lain dimana kepemimpinan yang kuat lebih dibutuhkan daripada sebuah lingkungan startup yang kacau, dan ini merupakan tanggung jawab yang dilimpahkan kepada Anda. Seorang pemimpin harus mampu memberikan dan menjaga tenaga mereka setiap hari, bukan perminggu atau perbulan.</p><p>Bos berpegang pada aturan dan peran yang sudah ditetapkan, dengan kata lain hirarki otoritas dan pendekatan kontribusi mereka berada pada konteks karir mereka sendiri, kompensasi mereka, dan tujuan pribadi mereka. Sedangkan pemimpin, mengilhami perubahan positif kepada orang lain, mendapatkan kepercayaan, menciptakan kohesi, dan meningkatkan moral. Singkatnya, bos mengatakan kepada orang-orang apa yang harus dikerjakan, sementara pemimpin mengilhami orang lain untuk melakukan yang terbaik.</p><p>Ketika ingin mengembangkan sebuah perusahaan, maka tidak ada ruang bagi bos, yang ada hanya pemimpin.</p><p>Berikut ini merupakan kualitas yang saya percayai harus dimiliki oleh seorang pemimpin:</p><ul><li>Kemampuan untuk menggambarkan arah tujuan dan mengarahkan setiap orang ke jalan yang benar</li><li>Kemampuan untuk memahami bagaimana cara menghasilkan sumber daya, bukan hanya mengalokasikannya saja</li><li>Memiliki gairah tanpa batas terhadap pekerjaannya</li><li>Haus akan pengetahuan</li><li>Memiliki kekuatan untuk mengapresiasi dan menjadi magnet bagi orang-orang berbakat</li></ul>]]></content:encoded></item><item><title>4 S untuk setiap startup</title><link>/bisnis/4-s-untuk-setiap-startup/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 28 Oct 2020 06:52:13 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[4s dalam bisnis]]></category><category><![CDATA[4s dalam startup]]></category><category><![CDATA[4s di bisnis]]></category><category><![CDATA[4s di startup]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1797</guid><description><![CDATA[Sekolah bisnis sangat menyukai akronim dan formula. Ada empat P dalam pemasaran (terkadang ada yang sampai tujuh) dan tiga C bisnis. Ada juga strength, weakness, opportunities, dan threat analysis (SWOT) dan academic quadrants yang dapat Anda terapkan dalam bisnis Anda dan mencari solusi, secara teori. Setiap tools ini memiliki nilai dan fungsinya dan dapat sangat berguna untuk beberapa bisnis. Mencoba untuk &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah bisnis sangat menyukai akronim dan formula. Ada <a href="https://www.extension.purdue.edu/extmedia/EC/EC-730.pdf" target="_blank" rel="noopener noreferrer">empat P</a> dalam pemasaran (terkadang ada yang sampai <a href="https://www.entrepreneur.com/article/70824" target="_blank" rel="noopener noreferrer">tujuh</a>) dan <a href="http://www.mckinsey.com/business-functions/strategy-and-corporate-finance/our-insights/have-you-tested-your-strategy-lately" target="_blank" rel="noopener noreferrer">tiga C bisnis</a>.</p><p>Ada juga strength, weakness, opportunities, dan threat analysis (<a href="https://www.entrepreneur.com/article/61206" target="_blank" rel="noopener noreferrer">SWOT</a>) dan academic <a href="https://czartodotcom.files.wordpress.com/2012/04/time-quadrants1.png" target="_blank" rel="noopener noreferrer">quadrants</a> yang dapat Anda terapkan dalam bisnis Anda dan mencari solusi, secara teori.</p><p>Setiap tools ini memiliki nilai dan fungsinya dan dapat sangat berguna untuk beberapa bisnis. Mencoba untuk menerapkan semua tools tersebut pada startup, akan membuat bisnis Anda menjadi sangat kompleks.</p><p>Ketika Anda mau meluncurkan startup Anda, maka ada empat hal yang harus dipertimbangkan. Jika ide bisnis Anda telah memenuhi empat elemen berikut ini, maka startup Anda sudah siap untuk diluncurkan, secara teori.</p><h3>Service / Layanan</h3><p>Apakah Anda sudah mengidentifikasi sebuah solusi untuk sebuah permasalahan bagi pelanggan Anda? Apakah solusi Anda tersebut dapat membuat kehidupan pelanggan Anda menjadi lebih baik?</p><p>Entah apakah Anda memproduksi sebuah produk atau menyediakan layanan fisik, perusahaan Anda harus dapat memberikan nilai kepada pelanggan Anda. Walaupun produk baru selalu diciptakan, startup Anda tidak harus selalu menemukan kembali sebuah produk.</p><p>Sebagai contoh, perusahaan Anda tercipta karena Anda sebagai pendiri perusahaan menemukan masalah, tetapi belum ada solusi untuk permasalahan tersebut di pasar. Atau jika solusi tersebut sudah ada, namun Anda merasa itu belum cukup, tidak memuaskan, atau terlalu mahal.</p><p>Temukan masalah dan perbaiki hal tersebut.</p><h3>Sistem</h3><p>Dapatkah Anda memproduksi dan meluncurkan produk atau layanan yang telah Anda kembangkan? Mungkinkah ada orang lain yang dapat memproduksi dan meluncurkannya untuk Anda?</p><p>Caritahu kejelasan mengenai sistem yang akan Anda gunakan untuk memproduksi dan meluncurkan produk atau layanan Anda. Terkadang sebuah ide yang baru dan inovatif sulit untuk diproduksi atau biaya untuk memproduksinya mahal, terbatas, atau bahkan belum tersedia. Tetapi sebuah perusahaan yang sudah berdiri mungkin dapat membantu Anda untuk memproduksinya dan membawanya ke pasar dengan lebih cepat dan lebih efisien melalui perjanjian lisensi.</p><p>Selain itu Anda juga harus memutuskan hal penting lainnya dalam bisnis, mulai dari struktur perusahaan Anda hingga bagaimana Anda dapat membiayai perusahaan Anda. Karena Anda yang akan bertanggung jawab dalam hal administrasi dari awal, walaupun hal tersebut dapat di delegasikan ke tim yang tepat.</p><p>Prioritas Anda adalah untuk mempertemukan dan membangun permintaan.</p><h3>Strategi</h3><p>Bagaimana cara Anda mendapatkan pelanggan pertama Anda?</p><p>Bagaimana Anda dapat mempercepat pertumbuhan bisnis?</p><p>Apakah Anda sudah mempertimbangkan cara untuk keluar dari perusahaan dan mendapatkan keuntungan?</p><p>Begitu banyak pengusaha yang memulai usahanya dengan ide besar, meluncurkan perusahaan dan kemudian mereka merasa kebingungan dan pada akhirnya kehabisan uang untuk membiayai perusahaan. Mereka mungkin tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan perusahaan mereka ke skala perusahaan besar atau telah melakukan diversifikasi bisnis tersebut secara berlebihan (atau tidak sama sekali).</p><p>Dengan memiliki visi dan mempertimbangkan strategi jangka pendek dan jangka panjang akan membantu memastikan bahwa Anda memimpin perusahaan Anda ke arah yang tepat. Mengembangkan sebuah rencana bisnis memang sangat baik ketika Anda memulai pertama kali memulai bisnis, namun Anda harus ingat bahwa fleksibilitas jauh lebih penting di era yang serba cepat seperti ini.</p><p>Pertimbangkan sebuah strategi seperti ketika Anda ingin mengarungi lautan. Tentu saja Anda akan membutuhkan peta dan tujuan, tools navigasi yang baik dan rencana untuk menyetok persediaan makanan bagi Anda, dan juga hal-hal yang dapat terjadi diluar dugaan.</p><p>Rencana awal bagi perusahaan startup sangat penting dan ini merupakan tantangan bagi setiap entrepreneur karena masih banyak dari mereka yang memiliki pengalaman yang minim dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Inilah sebabnya mengapa Anda membutuhkan seorang mentor dan penasihat dan mungkin seorang co-founder yang sudah berpengalaman untuk membantu Anda.</p><p>Untuk membangun startup, Anda harus memiliki visi dan rencana.</p><h3>Spine / Nyali</h3><p>Apakah Anda memiliki keberanian untuk memulai startup?</p><p>Elemen terakhir ketika merencanakan sebuah perusahaan adalah keberanian untuk memulainya. Berdasarkan pengalaman, saya tahu bahwa jika Anda memiliki tiga elemen pertama di atas, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk menunda peluncuran. Namun pahamilah bahwa ada beberapa faktor yang dapat membuat perusahaan Anda gagal.</p><p>Besar kemungkinan bagi Anda untuk tidak berhasil membangun bisnis pertama Anda. Saya percaya bahwa entrepreneur yang sukses adalah orang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan rendah hati dan selalu mengingat pelajaran-pelajaran yang sudah mereka dapatkan dari kegagalan mereka di awal.</p><p>Ingatlah bahwa meluncurkan startup sama seperti ketika Anda berpacaran. Kencan pertama selalu membuat Anda tidak nyaman, karena begitu banyak ketidakpastian dan ketidakamanan. Namun semakin lama Anda menjalaninya, maka semuanya akan menjadi lebih mudah.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Passion saja tidak cukup untuk menjalankan bisnis</title><link>/bisnis/passion-saja-tidak-cukup-untuk-menjalankan-bisnis/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 28 Jun 2020 14:48:10 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[membangun bisnis dengan passion]]></category><category><![CDATA[passion]]></category><category><![CDATA[passion saja tidak cukup untuk membangun bisnis]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1634</guid><description><![CDATA[Pemilik bisnis kecil biasanya membuka bisnis karena mereka memiliki passion untuk produk atau jasa tertentu. Tetapi seharusnya orang-orang tidak boleh membuka toko roti hanya karena mereka suka membuat roti. Jika Anda suka membuat roti, Anda dapat mencari kerja sebagai tukang roti. Begitu Anda membuka sebuah toko roti, Anda akan menemukan bahwa masih banyak hal lain &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Pemilik bisnis kecil biasanya membuka bisnis karena mereka memiliki passion untuk produk atau jasa tertentu. Tetapi seharusnya orang-orang tidak boleh membuka toko roti hanya karena mereka suka membuat roti. Jika Anda suka membuat roti, Anda dapat mencari kerja sebagai tukang roti.</p><p>Begitu Anda membuka sebuah toko roti, Anda akan menemukan bahwa masih banyak hal lain yang harus Anda lakukan selain membuat roti. Anda harus menunggu konsumen, membuat pembukuan, memesan bahan baku, dan membersihkan toko Anda. Bukalah toko roti, jika Anda memang ingin menjalankan bisnis dan Anda memiliki kemampuan untuk membuat roti yang enak.</p><p>Banyak hal-hal lain yang perlu Anda ketahui dalam menjalankan bisnis. Jadi, sebelum Anda berhenti kerja untuk memulai bisnis Anda, pastikan bahwa Anda mengetahui faktor-faktor tersebut dan bagaimana cara menanganinya. Pada kebanyakan kasus, pemilik bisnis harus menjadi ahli pada bagian terpenting pada bisnis, termasuk penjualan. Dan Anda juga harus memiliki rencana bagaimana untuk menyelesaikan faktor-faktor pendukung lainnya seperti akunting, teknologi informasi, dan lain-lain.</p><p>Langkah pertama yang harus dilakukan oleh kebanyakan pengusaha adalah menjual sesuatu. Jangan menghabiskan terlalu banyak uang pada infrastruktur dan fokuslah pada bagaimana mendapatkan keuntungan. Banyak bisnis baru yang gagal karena mereka tidak mampu mendapatkan penghasilan atau pendapatan yang cukup untuk membiayai operasional mereka.</p><p>Belajarlah dari kegagalan Anda dan modifikasi pendekatan Anda. Jika Anda sudah berhasil untuk mengidentifikasi sebuah model yang dapat memberikan pendapatan, baru Anda boleh fokus untuk membangun infrastruktur.</p><p>Saran saya untuk Anda adalah “gagal cepat, gagal murah, tetapi jangan gagal karena Anda murahan.” Itu saja, jangan pernah menawarkan sebuah produk atau layanan berkualitas rendah karena hal tersebut akan membuat peluang Anda untuk sukses menjadi kecil atau tidak ada sama sekali.</p><p>Saya merekomendasikan agar Anda menjalankan bisnis pada tahap startup dengan infrastruktur seminimal mungkin, karena ada banyak hal penting lainnya yang Anda butuhkan. Sebagai contoh, Anda membutuhkan sebuah ijin bisnis. Anda juga harus memantau pendapatan yang Anda hasilkan dan semua pengeluaran Anda untuk lapor pajak.</p><p>Untuk mengurangi biaya, Anda harus menangani semua hal tersebut sendirian ketika awal membangun bisnis. Namun, sangat bijak bila Anda mencari orang yang dapat menutupi bidang keahlian yang tidak Anda kuasai. Intinya adalah pada awal membangun bisnis, Anda harus meminimalisasikan biaya untuk infrastruktur, lakukan segala hal yang diperlukan dalam bisnis sendiri dan outsourcingkan hal-hal yang tidak Anda kuasai.</p><p>Seiring berkembangnya bisnis, Anda akan menemukan bahwa Anda tidak dapat menangani segala hal sendiri. Pada saat itu Anda harus mulai melakukan pertukaran antara biaya dengan manfaat. Sebagai contoh, apakah bisnis Anda akan berjalan lebih baik jika Anda melakukan pembukuan sendirian atau merekrut orang lain untuk melakukan pekerjaan tersebut, sementara Anda dapat menghabiskan waktu Anda untuk melakukan penjualan?</p><p>Pada dasarnya Anda dapat memberikan diri Anda waktu lebih banyak jika Anda dapat berinvestasi pada aspek lain dalam bisnis Anda. Investasi tersebut merupakan keputusan yang sangat bijak, terutama ketika nilai yang Anda ciptakan pada aspek bisnis lain tersebut melebihi nilai yang Anda ciptakan ketika Anda melakukannya sendiri.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Mengapa banyak startup yang kehabisan uang terlalu cepat</title><link>/bisnis/mengapa-banyak-startup-yang-kehabisan-uang-terlalu-cepat/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 26 Jun 2020 06:15:31 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis kecil]]></category><category><![CDATA[kegagalan startup]]></category><category><![CDATA[startup]]></category><category><![CDATA[umkm]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1619</guid><description><![CDATA[Selama lima tahun terakhir, Red Rocket Ventures telah memberikan konsultasi atau mentoring lebih dari 500 startup, hampir semuanya mengalami masalah yang sama. Mereka terlalu fokus untuk membangun produk mereka, mereka tidak dapat meningkatkan kapital mereka untuk menutup biaya aktivitas penjualan dan pemasaran sehingga pada akhirnya mereka kehabisan uang setelah mereka baru saja meluncurkan startup mereka. &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Selama lima tahun terakhir, Red Rocket Ventures telah memberikan konsultasi atau mentoring lebih dari 500 startup, hampir semuanya mengalami masalah yang sama. Mereka terlalu fokus untuk membangun produk mereka, mereka tidak dapat meningkatkan kapital mereka untuk menutup biaya aktivitas penjualan dan pemasaran sehingga pada akhirnya mereka kehabisan uang setelah mereka baru saja meluncurkan startup mereka.</p><p>Akar permasalahan ini ada pada edukasi. Para entrepreneur harus belajar untuk lebih awal bahwa mereka tidak bisa meluncurkan startup mereka sampai mereka memiliki kapital yang cukup untuk pengembangan produk dan penjualan awal dan aktivitas pemasaran mereka. Mereka harus belajar apa yang sebenarnya diinginkan oleh investor: Pertumbuhan jumlah pengguna yang pesat, akuisisi pelanggan yang sudah terbukti dari testing penjualan sebelumnya dan channel pemasaran yang tepat, taktik pemasaran untuk menentukan batas anggaran mereka.</p><p>Dengan fokus pada masalah edukasi ini, maka para entrepreneur dapat memahami bahwa untuk membangun sebuah startup tidak hanya membutuhkan ide-ide cemerlang saja, tetapi juga membutuhkan kapital yang cukup untuk membuat sebuah produk yang bagus dan melakukan aktivitas penjualan dan pemasaran karena ini merupakan kunci kesuksesan sebuah startup.</p><p>Ada beberapa cara yang dapat digunakan oleh para entrepreneur dalam dunia startup untuk mendapatkan dana segar yakni: mengadakan campaign pada sebuah platform pengumpulan dana seperti <a href="https://www.kickstarter.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">kickstarter</a>, mengajukan proposal kepada sebuah perusahaan incubator, atau menggunakan dana pribadi / keluarga / teman.</p><p>Mengadakan campaign pada sebuah platform seperti kickstarter merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kapital yang efektif, namun sebelum Anda mengadakan sebuah campaign akan lebih baik jika Anda sudah memiliki sebuah produk purwa-rupa yang dapat Anda perlihatkan kepada calon pembeli Anda. Anda juga harus sudah melakukan perhitungan segala biaya yang dibutuhkan untuk menciptakan produk tersebut, karena jika Anda sudah melakukan campaign pada kickstarter, itu artinya Anda harus sudah siap memproduksi massal produk yang Anda ciptakan tersebut, oleh karena itu jangan sampai salah melakukan pehitungan biaya pembuatan produk agar Anda tidak mengalami kerugian.</p><p>Cara kedua yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan dana adalah dengan mengajukan proposal kepada sebuah perusahaan incubator, namun sebelum Anda mengajukan proposal kepada mereka, banyak hal yang harus Anda siapkan seperti ramalan penjualan (sales forcasting), strategi pemasaran, jumlah akuisisi pelanggan, produk purwa-rupa, dan lain-lain. Memang agak sedikit merepotkan jika Anda menggunakan cara ini dalam mengumpulkan dana untuk menjalankan startup Anda, namun biasanya jika perusahaan incubator tersebut menyukai startup Anda, mereka tidak akan segan-segan untuk menggelontorkan dana yang besar agar startup Anda dapat sukses, bahkan terkadang mereka dapat memberikan channel atau jaringan mereka untuk membantu Anda dalam menjual atau memasarkan produk Anda.</p><p>Cara ketiga adalah menggunakan dana pribadi atau keluarga atau teman untuk mendapatkan dana segar bagi perusahaan startup Anda. Cara ketiga ini dapat Anda gunakan jika Anda mengembangkan sebuah produk yang tidak membutuhkan biaya besar. Namun untuk mendapatkan dana tersebut Anda harus dapat meyakinkan pihak-pihak yang bersangkutan, termasuk bagaimana pembagian keuntungan untuk mereka.</p><p>Jika Anda berhasil mendapatkan dana dari ketiga cara yang sudah saya sebutkan diatas, jangan lupa untuk membuat perencanaan anggaran biaya untuk mengembangkan produk, pemasaran, dan penjualan agar dana yang Anda miliki dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga Anda tidak akan kehabisan uang ketika Anda baru saja meluncurkan produk atau startup Anda.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>