<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/penyebab-sulitnya-mendapatkan-pekerjaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 13:25:50 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>7 Alasan mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan setelah melakukan semuanya dengan benar</title><link>/karir/7-alasan-mengapa-anda-tidak-mendapatkan-pekerjaan-setelah-melakukan-semuanya-dengan-benar/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 14 Jun 2021 00:13:11 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[alasan mengapa anda menganggur]]></category><category><![CDATA[alasan mengapa anda sulit mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[alasan mengapa anda tidak mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[sebab mengapa anda menganggur]]></category><category><![CDATA[sebab mengapa anda sulit mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[sebab mengapa anda tidak mendapatkan pekerjaan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3339</guid><description><![CDATA[Kita semua tentu pernah merasa kecewa ketika melamar sebuah pekerjaan dan interview beberapa kali, namun tidak juga mendapatkan pekerjaan. Bahkan ketika kita merasa yakin bahwa kita akan mendapatkan pekerjaan tersebut. Apakah ada sesuatu yang dilihat oleh manajer HRD mengenai postingan kita di sosial media beberapa tahun yang lalu, atau apakah CV kita tidak menarik, atau &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Kita semua tentu pernah merasa kecewa ketika melamar sebuah pekerjaan dan interview beberapa kali, namun tidak juga mendapatkan pekerjaan. Bahkan ketika kita merasa yakin bahwa kita akan mendapatkan pekerjaan tersebut.</p><p>Apakah ada sesuatu yang dilihat oleh manajer HRD mengenai postingan kita di sosial media beberapa tahun yang lalu, atau apakah CV kita tidak menarik, atau mungkin kita tidak fokus pada saat interview?</p><p><a href="http://wendyburbridge.com/">Wendy Burbridge</a>, seorang profesional HR yang memiliki spesialisasi dalam mencari talenta, baru-baru ini menulis sebuah buku yang luar biasa yang berjudul <a href="https://www.amazon.com/Reasons-You-Didnt-Get-Hired/dp/0996396802?ie=UTF8&amp;keywords=30%20Reasons&amp;qid=1441987299&amp;ref_=sr_1_4&amp;sr=8-4">30 Reasons You Didn’t Get Hired</a>. Pada buku ini, Wendy menunjukkan 30 alasan umum mengapa orang-orang tidak mendapatkan pekerjaan mereka, dan bagaimana cara Anda menghindari kesalahan tersebut.</p><p>Berikut ini merupakan 7 alasan mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan, namun jika Anda ingin melihat 23 alasan lainnya, Anda dapat membeli buku Wendy.</p><h3>Anda tidak melakukan tugas Anda</h3><p>Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal mengenai perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan. Ketika Anda dapat mengatakan kepada pewawancara apa yang dilakukan perusahaan, dan bagaimana Anda dapat memberikan nilai lebih kepada mereka, maka Anda telah menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan pelamar kerja lainnya.</p><h3>Anda tidak melihat CV sebagai alat pemasaran</h3><p>Kata Wendy, “Alat penjualan yang paling berharga sebagai seorang kandidat adalah CV. Jika Anda tidak melihat CV Anda sebagai sebuah alat pemasaran, maka Anda telah merugikan diri Anda sendiri.” Bukan hanya itu saja, Anda juga tidak akan mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.</p><h3>Anda tidak dapat pitching</h3><p>Beberapa pencari kerja terkadang lupa bahwa mereka merupakan tenaga penjual, namun alih-alih menjual produk atau layanan, mereka menjual diri mereka sendiri kepada perusahaan. Siapa pun yang pernah menjadi tenaga penjual tahu bahwa ada dua aturan dasar yaitu: Pecahkan masalah dan mendapatkan bisnis. Mendapatkan bisnis artinya Anda harus mampu untuk pitching. Setelah Anda memberikan kesan yang luar biasa kepada calon atasan Anda dengan keahlian dan pengalaman yang Anda miliki, jangan biarkan interview Anda selesai tanpa meminta pekerjaan. Kuncinya adalah Anda harus percaya diri ketika melakukan pitching.</p><h3>Anda tidak memberikan kejutan</h3><p>Pewawancara ingin dikejutkan, tepatnya Anda harus dapat membuat mereka mendukung Anda. Menurut Wendy, “Hal yang saya sukai adalah ketika orang lain membuat pekerjaan saya menjadi lebih mudah, dan semakin banyak kejutan yang mereka berikan, semakin mudah pekerjaan saya. Kejutan ini dapat bervariasi, mulai dari surat rekomendasi hingga penghargaan, pengakuan, sertifikat pencapaian, dan lain sebagainya. Tetapi kejutan yang terbaik adalah ketika pencari kerja melakukan usaha ekstra: membuat website untuk aplikasi mereka, membuat CV mereka seperti majalah, menampilkan artikel yang mereka tulis atau terbitkan, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan bidang keahlian mereka.”</p><h3>Anda tidak melihat kegagalan sebagai sesuatu yang keren</h3><p>Tidak mendapatkan pekerjaan bukan berarti Anda gagal, itu artinya kesempatan atau perusahaan tersebut tidak sesuai untuk Anda. Cobalah untuk tidak putus asa dan terus mencoba.</p><h3>Anda tidak berani menjual diri Anda</h3><p>Banyak dari kita yang takut untuk mempromosikan pencapaian kita, karena kita berpikir bahwa mungkin hal tersebut dapat membuat diri kita terlihat arogan. Ketika Anda sedang melakukan interview, itulah saat yang tepat untuk menunjukkan kepercayaan diri Anda dan menjual pencapaian yang sudah pernah Anda raih. Jangan malu!</p><h3>Anda agresif</h3><p>Tidak ada satu orang pun yang ingin merekrut kandidat yang terlihat agresif untuk mendapatkan pekerjaan. Tidak masalah jika Anda memang sangat menginginkan posisi tersebut. Ambisi memang baik, namun jika terlihat terlalu agresif maka itu malah membuat Anda terlihat buruk.</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Kesalahan yang membuat Anda sulit untuk mendapatkan pekerjaan</title><link>/karir/3-kesalahan-yang-membuat-anda-sulit-untuk-mendapatkan-pekerjaan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 01 Dec 2020 11:26:46 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[alasan sulitnya mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[cara mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[kesalaham ketika melamar pekerjaan]]></category><category><![CDATA[kesalahan ketika melamar kerja]]></category><category><![CDATA[mengapa sulit mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[sebab mengapa sulit mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[sulitnya mendapatkan pekerjaan]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips untuk mendapatkan pekerjaan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1988</guid><description><![CDATA[Ketika mencari pekerjaan, ada beberapa hal dasar yang harus Anda hindari: Surat lamaran kerja Anda harus bebas typo dan Anda tidak boleh interview tanpa mengetahui terlebih dahulu mengenai perusahaan yang memanggil Anda interview atau mengenai posisi yang Anda lamar. Jika hal dasar tersebut sudah dapat Anda hindari, maka proses berikut seharusnya mudah bukan? Namun kenyataannya, &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mencari pekerjaan, ada beberapa hal dasar yang harus Anda hindari: Surat lamaran kerja Anda harus bebas typo dan Anda tidak boleh interview tanpa mengetahui terlebih dahulu mengenai perusahaan yang memanggil Anda interview atau mengenai posisi yang Anda lamar.</p><p>Jika hal dasar tersebut sudah dapat Anda hindari, maka proses berikut seharusnya mudah bukan?</p><p>Namun kenyataannya, walaupun Anda sudah menganggap bahwa semuanya ada dalam kendali, Anda tidak boleh terlalu santai. Selama beberapa tahun saya mencari pekerjaan, saya sering membuat beberapa kesalahan yang mengakibatkan hilangnya kesempatan dan menahan saya untuk mendapatkan pekerjaan yang sangat saya cintai.</p><p>Jadi, setelah belajar beberapa hal (dan begitu banyak CV dan surat lamaran yang saya buat dan kirim), berikut ini merupakan tiga hal yang paling penting yang harus Anda hindari ketika mencari pekerjaan dan bagaimana Anda dapat menghindarinya.</p><h3>Kesalahan #1:Mencari, Melamar, Menunggu, Mengulangi</h3><p>Ketika pertama kali saya memulai pencarian kerja, saya sangat tertarik dengan ide untuk mendapatkan pekerjaan impian. Jadi untuk merealisasikannya, saya melakukan eksplorasi lowongan pekerjaan selama berjam-jam hingga saya menemukan satu lowongan yang saya pikir merupakan paling cocok dengan saya. Kemudian saya mencurahkan segala waktu dan kemampuan saya untuk membuat CV dan surat lamaran kerja sebaik mungkin dan mengirimkannya, kemudian menunggu. Dan menunggu. Dan menunggu.</p><p>Terkadang saya mendapatkan kesempatan untuk interview. Di lain waktu saya tidak mendengar kabar apapun selama berminggu-minggu, sehingga saya menyerah dan memulai proses pencarian tersebut kembali dari awal.</p><p>Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama hingga saya menyadari bahwa proses yang saya lakukan tersebut tidak efisien. Saya mendengar ada teman saya yang mendapatkan beberapa tawaran dari beberapa perusahaan (Dan menggunakan bargain power tersebut untuk mendapatkan gaji yang terbaik), namun untuk saya, hal tersebut tidak pernah terjadi. Hal ini tidak akan pernah terjadi jika saya masih menggunakan strategi yang sama.</p><p>Cara yang lebih baik</p><p>Pada kebanyakan kasus, akan lebih baik jika Anda mengumpulkan terlebih dahulu lowongan pekerjaan yang Anda sukai, kemudian mengirimkan surat lamaran Anda sekaligus pada waktu yang bersamaan. Hal ini akan membantu Anda untuk mengurangi waktu pencarian kerja Anda dan memberikan Anda kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan beberapa tawaran kerja dari perusahaan lain. Dan jika Anda tidak mendengarkan kabar mengenai surat lamaran Anda, jangan takut untuk follow up kepada manajer HRD.</p><h3>Kesalahan #2: Melamar Secepat Mungkin</h3><p>Sebagai tambahan dari kesalahan #1, saya juga sering melakukan kesalahan #2: Ketika saya melamar pekerjaan, saya terlalu bersemangat, saya ingin mengirimkan surat lamaran saya secepat mungkin. Saya menuliskan segala sesuatu yang pertama kali ada dalam pikiran saya di dalam seurat lamaran kerja saya, tidak terlalu memperhatikan CV secara detail, dan menekan tombol kirim secepat mungkin. Saya berpikir bahwa semakin cepat manajer HRD mendapatkan surat lamaran saya, semakin cepat pula saya akan mendapatkan panggilan kerja.</p><p>Namun yang tidak saya antisipasi sebelumnya adalah ketika esok hari saya mereview kembali surat lamaran dan CV yang saya kirim, saya baru menyadari bahwa saya meninggalkan beberapa list yang seharusnya tidak perlu saya tulis, lupa menambahkan proyek yang baru-baru ini saya kerjakan dan proyek yang relevan dengan posisi yang saya lamar, dan saya juga lupa menambahkan alasan utama mengapa saya melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Intinya adalah saya mengirimkan surat lamaran terlalu cepat, sehingga ada hal-hal detail yang tidak saya tambahkan atau lengkapi.</p><p>Cara yang lebih baik</p><p>Jangan buru-buru. Akan lebih baik lagi jika Anda menghabiskan beberapa waktu untuk mengecek kembali surat lamaran dan CV yang akan Anda kirim daripada menjadi surat lamaran kerja pertama yang ada pada inbox manajer HRD. Dan selalu, selalu baca kembali surat lamaran dan CV Anda sebelum Anda kirimkan.</p><h3>Kesalahan #3: Membiarkan Perekrut Mengambil Alih</h3><p>Ketika saya pertama kali melamar pekerjaan pada perusahaan besar, saya belum pernah di interview oleh internal HRD sebuah perusahaan. Dan kemudian, karena saya melamar pekerjaan untuk posisi penulisan teknikal, saya tidak menyangka bahwa saya akan di interview untuk posisi yang sangat berbeda: Posisi supervisor. Ya, memang manajemen dapat melihat pengalaman dan jurusan yang ada pada CV saya, namun saya sedang ingin mengubah haluan karir. Karena berpikir bahwa melakukan pekerjaan apapun akan lebih baik dibandingkan tidak memiliki pekerjaan, kemudian saya mencoba untuk mengikuti mereka. Dan kemudian saya menerima tawaran untuk posisi yang tidak saya inginkan.</p><p>Kenyataannya, pekerjaan perekrut adalah untuk mengisi posisi dengan kandidat yang memang berpengalaman pada bidangnya, jadi jika Anda sedang ingin melakukan perubahan karir, hal ini akan membuat Anda sulit mendapatkan posisi pekerjaan yang Anda inginkan. Dan jika Anda membiarkan kata hati Anda yang mengatakan bahwa posisi tersebut tidak sesuai dengan Anda, maka Anda akan mendapatkan posisi yang Anda harapkan tidak akan pernah Anda dapatkan.</p><p>Cara yang lebih baik</p><p>Menjadi orang yang fleksibel merupakan hal yang baik, namun jika Anda ingin mengubah karir Anda atau ingin mendapatkan pengalaman diluar dari apa yang Anda tulis dalam CV Anda, jangan pernah takut untuk mengatakannya. Percayalah pada insting Anda ketika Anda memilih lowongan pekerjaan yang akan Anda lamar, dan belajarlah bagaimana untuk berkata tidak, berikan pertanyaan yang tepat, dan berikan waktu sejenak untuk mengevaluasi segala kesempatan sebelum membuat keputusan.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>