<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>pengertian digital marketing pdf &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/pengertian-digital-marketing-pdf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Fri, 25 Aug 2023 03:00:50 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>pengertian digital marketing pdf &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Pemasaran tradisional vs pemasaran internet</title><link>/pemasaran/pemasaran-tradisional-vs-pemasaran-internet/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 25 Aug 2023 03:00:50 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[apa definisi pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa itu pemasaran internet]]></category><category><![CDATA[apa itu pemasaran tradisional]]></category><category><![CDATA[apa itu strategi pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa kelebihan dari pemasaran digital dibandingkan dengan pemasaran tradisional]]></category><category><![CDATA[apa keuntungan dari pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa keuntungan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa manfaat pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa manfaat strategi pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa pengertian dari digital marketing]]></category><category><![CDATA[apa pengertian digital marketing]]></category><category><![CDATA[apa pengertian pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa perbedaan alat pemasaran tradisional dan digital]]></category><category><![CDATA[apa perbedaan pemasaran online dan offline]]></category><category><![CDATA[apa perbedaan pemasaran online dan pemasaran offline]]></category><category><![CDATA[apa saja keunggulan dari pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa saja komponen pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa saja manfaat dari pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa saja manfaat pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa saja perbedaan pemasaran tradisional dan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa tujuan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa yang anda ketahui dari pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa yang anda ketahui tentang pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa yang di maksud dengan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud dengan digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud dengan marketing online]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud dengan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud dengan sistem pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud media promosi untuk pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud online advertising]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud pemasaran online]]></category><category><![CDATA[apa yang membuat digital marketing berbeda dari marketing tradisional]]></category><category><![CDATA[apa yang menyebabkan digital marketing lebih murah dibandingkan pemasaran tradisional]]></category><category><![CDATA[apa yg dimaksud dengan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[dalam pemasaran dengan media online sering disebut dengan istilah]]></category><category><![CDATA[dalam pemasaran dengan media online tanda sering disebut dengan istilah]]></category><category><![CDATA[definisi pemasaran online yang paling tepat adalah]]></category><category><![CDATA[jelaskan apa yang dimaksud dengan marketing online]]></category><category><![CDATA[jelaskan apa yang dimaksud dengan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[jelaskan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[jelaskan pengertian dari pemasaran online]]></category><category><![CDATA[jelaskan pengertian media promosi untuk pemasaran online]]></category><category><![CDATA[jelaskan pengertian pemasaran online]]></category><category><![CDATA[jelaskan pengertian pemasaran online dan konsumen online]]></category><category><![CDATA[jelaskan pengertian pemasaran online dan media promosi online]]></category><category><![CDATA[jelaskan pengertian pemasaran online menurut anda]]></category><category><![CDATA[jelaskan pengertian pemasaran online menurut chaffey]]></category><category><![CDATA[jelaskan perbedaan pemasaran online dan offline]]></category><category><![CDATA[jelaskan perbedaan pemasaran online dan pemasaran offline]]></category><category><![CDATA[jelaskan tentang online advertising]]></category><category><![CDATA[jelaskan tentang pemasaran online]]></category><category><![CDATA[jelaskan yang di maksud pemasaran online]]></category><category><![CDATA[jenis pemasaran online adalah]]></category><category><![CDATA[konsep dasar pemasaran online]]></category><category><![CDATA[konsep marketing online]]></category><category><![CDATA[materi media promosi dan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[materi media promosi pemasaran online]]></category><category><![CDATA[materi media promosi untuk pemasaran online]]></category><category><![CDATA[materi menerapkan media promosi untuk pemasaran online]]></category><category><![CDATA[media digital marketing apa saja]]></category><category><![CDATA[mencakup apa saja marketing online]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran internet adalah]]></category><category><![CDATA[pemasaran online adalah *]]></category><category><![CDATA[pemasaran online atau internet marketing adalah]]></category><category><![CDATA[pemasaran tradisional adalah]]></category><category><![CDATA[pemasaran tradisional vs pemasaran internet]]></category><category><![CDATA[pengertian dan manfaat pemasaran online]]></category><category><![CDATA[pengertian dari digital marketing]]></category><category><![CDATA[pengertian dari pemasaran online]]></category><category><![CDATA[pengertian dari pemasaran online adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[pengertian internet marketing]]></category><category><![CDATA[pengertian media pemasaran online]]></category><category><![CDATA[pengertian media promosi pemasaran online]]></category><category><![CDATA[pengertian media promosi untuk pemasaran online]]></category><category><![CDATA[pengertian online advertising]]></category><category><![CDATA[pengertian pemasaran internet]]></category><category><![CDATA[pengertian pemasaran online]]></category><category><![CDATA[pengertian pemasaran online adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian pemasaran online menurut chaffey]]></category><category><![CDATA[pengertian pemasaran online secara umum]]></category><category><![CDATA[pengertian pemasaran tradisional]]></category><category><![CDATA[pengertian traditional marketing]]></category><category><![CDATA[perbedaan biaya pemasaran online dan offline]]></category><category><![CDATA[perbedaan biaya pemasaran online dan pemasaran offline]]></category><category><![CDATA[perbedaan bisnis online dan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[perbedaan digital marketing dan internet marketing]]></category><category><![CDATA[perbedaan internet marketing dan digital marketing]]></category><category><![CDATA[perbedaan media yang digunakan pemasaran online dan offline]]></category><category><![CDATA[perbedaan media yang digunakan pemasaran online dan pemasaran offline]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran digital dan pemasaran tradisional]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran online dan bisnis online]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran online dan offline dari segi biaya]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran online dan offline dari segi media yang digunakan]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran online dan offline dari segi target konsumen]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran online dan offline dari segi teknologi yang digunakan]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran online dan pemasaran offline]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran online dengan pemasaran offline]]></category><category><![CDATA[perbedaan pemasaran tradisional dan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[perbedaan target konsumen pemasaran online dan offline]]></category><category><![CDATA[perbedaan teknologi yang digunakan pemasaran online dan pemasaran offline]]></category><category><![CDATA[perbedaan traditional marketing dan digital marketing]]></category><category><![CDATA[sebutkan apa saja keterbatasan pemasaran online]]></category><category><![CDATA[sebutkan dan jelaskan komponen pemasaran online]]></category><category><![CDATA[sebutkan pengertian pemasaran online]]></category><category><![CDATA[traditional marketing vs internet marketing]]></category><category><![CDATA[tujuan pemasaran online adalah]]></category><category><![CDATA[yang dimaksud digital marketing]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=10982</guid><description><![CDATA[Banyak pemilik usaha kecil yang baru fokus begitu banyak energi pada produk dan layanan mereka, sehingga mereka tidak menyadari bahwa kesuksesan bukan hanya dari apa yang ditawarkan bisnis. Namun, kesuksesan datang dari kemampuan untuk mencapai pelanggan dan membuat mereka membeli. Pemasaran adalah elemen penting untuk kesuksesan usaha kecil. Sebelum internet, pemasaran, terutama kepada massa, sulit &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Banyak pemilik usaha kecil yang baru fokus begitu banyak energi pada produk dan layanan mereka, sehingga mereka tidak menyadari bahwa kesuksesan bukan hanya dari apa yang ditawarkan bisnis. Namun, kesuksesan datang dari kemampuan untuk mencapai pelanggan dan membuat mereka membeli. Pemasaran adalah elemen penting untuk kesuksesan usaha kecil.</p><p>Sebelum internet, pemasaran, terutama kepada massa, sulit dan mahal. Internet telah mengubah hal itu. Namun, itu tidak berarti tidak ada tempat bagi metode pemasaran tradisional bersamaan dengan pemasaran internet.</p><h3>Apa itu pemasaran?</h3><p>Pemasaran pada dasarnya adalah segala hal yang Anda lakukan untuk mempromosikan bisnis Anda untuk menarik pelanggan dan klien agar membeli dari Anda, termasuk iklan, publisitas, penjualan, media sosial, merchandising, dan distribusi. Untungnya, dengan pertumbuhan internet, Anda memiliki dua kategori pemasaran di mana Anda dapat menghabiskan waktu dan uang pemasaran Anda: pemasaran tradisional dan pemasaran internet.</p><p>Ada perdebatan yang berkelanjutan tentang metode mana yang terbaik. Sebenarnya, kedua metode tersebut dapat berguna, dan tidak ada alasan untuk memilih salah satunya. Namun, kunci untuk mengetahui di mana menghabiskan waktu dan uang pemasaran Anda terletak pada pemahaman tentang target pasar Anda, cara terbaik untuk mencapai mereka, dan pro dan kontra dari masing-masing jenis pemasaran.</p><h3>Apa itu pemasaran tradisional?</h3><p>Pada dasarnya, pemasaran tradisional melibatkan strategi promosi yang digunakan sebelum internet, atau yang sekarang disebut pemasaran offline. Ini mencakup berbagai taktik pemasaran seperti penjualan langsung, iklan TV, radio, dan surat. Metode tradisional sangat mengandalkan iklan cetak seperti majalah, buku kupon, papan reklame, dan materi promosi cetak lainnya seperti katalog atau brosur untuk menyampaikan pesan mereka kepada pembeli.</p><p>Penggunaan brosur sering disebut sebagai materi pendukung tetapi sekarang berlaku untuk beberapa media yang menyajikan produk.</p><h3>Kelebihan pemasaran tradisional</h3><p>Bahkan di era digital, ada alasan yang baik untuk menggunakan strategi pemasaran tradisional. Metode tradisional mungkin merupakan satu-satunya cara untuk mencapai kelompok tertentu dari konsumen. Misalnya, jika Anda tertarik untuk menargetkan CEO yang pensiun, sebagian besar dari demografi ini mungkin tidak menggunakan internet atau saluran media sosial.</p><p>Anda dapat memasarkan dari orang ke orang, yang dapat menjadi strategi pemasaran tradisional yang sangat efektif. Ada waktu dan tempat ketika jenis penjualan langsung ini adalah cara paling efektif untuk memasarkan produk atau layanan. Misalnya, melalui pertemuan langsung, Anda dapat melakukan demonstrasi. Selain itu, banyak pelanggan lebih suka berbisnis dengan orang yang mereka temui secara pribadi.</p><p>Pemasaran tradisional menawarkan keberadaan materi cetak yang dapat dirasakan atau hard copy. Ada sesuatu yang dapat dikatakan tentang memberikan materi cetak kepada konsumen yang dapat mereka lihat kapan saja. Ini memudahkan dalam memberikan informasi secara praktis, seperti memberikan kartu nama atau memiliki sesuatu di acara tatap muka, seperti acara berbicara atau pameran dagang.</p><h3>Kerugian pemasaran tradisional</h3><p>Meskipun pemasaran tradisional dapat efektif, bukan berarti tanpa kekurangan atau keterbatasan. Banyak metode tradisional mahal dan sulit dijangkau: Membeli iklan di TV, radio, atau cetak dapat sangat mahal bagi banyak pemilik usaha kecil berbasis rumahan. Mencetak brosur, kartu nama, dan pengiriman melalui pos adalah biaya yang tinggi, dan biaya tersebut meningkat jika Anda mengirimkannya melalui surat langsung. Iklan televisi dan cetak juga dapat sangat mahal.</p><p>Sulit untuk melacak hasil ketika menggunakan bentuk pemasaran lama yang umum. Pemasaran tradisional seperti melempar sesuatu ke dinding dan berharap agar menempel. Sulit untuk melacak hasil kuantitatif yang nyata.</p><p>Menggunakan sumber tradisional secara ketat berarti sebagian besar bisnis akan membutuhkan bantuan dari luar. Bantuan dari luar bisa mahal jika Anda mempertimbangkan biaya pencetakan materi, membeli media, dan membuat iklan radio atau televisi. Selain itu, metode ini menggunakan desainer grafis atau penulis naskah, yang menambah biaya.</p><p>Pemasaran tradisional biasanya dipaksakan kepada konsumen, seringkali mengganggu mereka. Banyak orang tidak suka kotak surat mereka dipenuhi dengan &#8220;sampah&#8221; surat. Rekaman digital telah membuat lebih mudah bagi penonton televisi untuk menghindari iklan.</p><h3>Apa itu pemasaran internet?</h3><p>Pemasaran internet adalah proses mempromosikan produk atau layanan Anda secara online. Pemasaran internet tidak terbatas pada bisnis online, seperti blogger atau pemilik toko e-commerce. Bahkan bisnis berbasis tempat dapat, dan seharusnya, menggunakan internet untuk tujuan pemasaran.</p><p>Pemasaran internet menggunakan strategi seperti situs web, optimasi mesin pencari (SEO), iklan banner situs web, media sosial, iklan berbayar per klik, dan pemasaran melalui email.</p><h3>Kelebihan pemasaran internet</h3><p>Pemasaran internet telah memudahkan mencapai pasar yang lebih luas dengan lebih mudah dan terjangkau. Interaksi pelanggan atau hasil jauh lebih terukur dengan menggunakan metode pemasaran berbasis online. Anda dapat melihat metode mana yang membawa prospek dan calon pelanggan ke bisnis Anda, dan mengarah ke penjualan, dan mana yang tidak. Data ini memungkinkan Anda untuk fokus pada apa yang berhasil. Ini dapat diakses oleh bisnis dengan segala ukuran.</p><p>Keputusan dapat diambil menggunakan data nyata dan hasil kualitatif. Hasil kualitatif bersifat deskriptif dan dapat memberikan gambaran keseluruhan tentang klien Anda. Anda dapat lebih baik mengidentifikasi demografi untuk lebih</p><p>baik menemukan dan mencapai target pasar Anda. Ini memungkinkan Anda untuk menargetkan sub-grup pasar Anda untuk pesan pemasaran yang lebih efektif untuk meningkatkan respons. Selain itu, data dan hasil tersedia secara langsung. Ini memberikan umpan balik cepat tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak sehingga Anda dapat menyesuaikan pemasaran Anda.</p><p>Anda dapat berinteraksi dan berjaringan dengan pasar Anda. Media sosial memungkinkan Anda untuk berkomunikasi langsung dengan kelompok atau bahkan individu konsumen. Ini gratis, memungkinkan Anda berbicara dengan pasar Anda, dan memberikan umpan balik cepat tentang apa yang berhasil dan apa yang disukai pasar Anda. Anda memiliki kemampuan untuk membangun hubungan langsung dengan pelanggan melalui media sosial dan komunitas. Ini juga memberikan kemampuan untuk melakukan perubahan pesan pemasaran secara cepat.</p><p>Menggunakan pemasaran internet bisa murah. Beberapa metode pemasaran online gratis. Tidak perlu menyewa bantuan dari luar. Banyak strategi pemasaran online dapat dengan mudah dilakukan oleh bisnis rumahan satu orang.</p><h3>Kerugian pemasaran internet</h3><p>Meskipun internet telah membuat pemasaran lebih mudah, itu tidak tanpa tantangan. Ini dapat berarti bergantung pada pelanggan yang sangat interaktif di internet. Jika pasar Anda tidak online, itu bukan cara yang paling efektif untuk pemasaran. Meskipun begitu, penggunaan internet terus meningkat, dan pada akhirnya, akan menjadi umum di hampir semua konsumen.</p><p>Ini bisa sangat menuntut pada waktu Anda. Konten yang terus-menerus harus dibuat, diedit, disetujui, dan dipublikasikan; komentar harus dijawab dan situs dan halaman harus dipelihara. Dan kemudian ada media sosial, yang dapat memakan waktu yang tidak wajar.</p><p>Ini bisa tidak terkelola atau tidak konsisten dengan identitas merek Anda di forum, blog, dan media sosial. Pemasaran online yang berhasil membutuhkan konsistensi di semua platform pemasaran Anda.</p><h3>Jenis pemasaran mana yang terbaik?</h3><p>Terlalu banyak bisnis mengandalkan satu bentuk pemasaran daripada yang lain dengan keyakinan bahwa salah satunya lebih baik dari yang lain. Meskipun satu metode mungkin efektif dalam menghasilkan hasil, itu tidak berarti mengintegrasikan pilihan lain tidak dapat sama efektifnya. Misalnya, iklan televisi mungkin menarik banyak prospek, tetapi iklan yang sama di YouTube juga bisa sama efektifnya dengan biaya yang lebih rendah.</p><p>Pertanyaannya sebenarnya bukan tentang jenis pemasaran mana yang terbaik, tetapi sebaliknya, pertanyaannya adalah jenis mana yang menawarkan cara terbaik untuk mencapai pasar Anda dan membuat mereka membeli? Kemungkinan besar ada strategi dalam pemasaran tradisional dan internet yang akan berhasil. Untuk mengetahui pilihan terbaik untuk bisnis Anda, Anda harus melakukan riset pasar saat membuat rencana pemasaran Anda, sehingga Anda tahu siapa pasar Anda dan di mana mereka dapat ditemukan baik secara online maupun offline.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Apa itu digital marketing?</title><link>/pemasaran/apa-itu-digital-marketing/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 28 May 2020 08:39:37 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[apa itu branding]]></category><category><![CDATA[apa itu digital branding]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing agency]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing channel]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing communication]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing dan contohnya]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing indonesia]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing manager]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing officer]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing ppt]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing specialist]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing strategy]]></category><category><![CDATA[apa itu marketing digital banking]]></category><category><![CDATA[apa itu marketing digital printing]]></category><category><![CDATA[apa sih digital marketing itu]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud dengan digital marketing metrics]]></category><category><![CDATA[contoh digital branding]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing campaign]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing canvas]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing communication]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing di indonesia]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing di perusahaan]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing plan]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing plan pdf]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing strategy]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing untuk umkm]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing yang baik]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing yang sukses]]></category><category><![CDATA[definisi digital branding]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[digital marketing]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran digital]]></category><category><![CDATA[pengertian digital branding]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing dan contohnya]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing journal]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing jurnal]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut buku]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut kotler]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2017]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2018]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2019]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli terbaru]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing secara umum]]></category><category><![CDATA[tips marketing]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1099</guid><description><![CDATA[Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Pada umumnya, pelaku bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, media sosial, email, dan situs web mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan mereka. Dengan semakin mudahnya menggunakan akses internet saat ini, maka jumlah orang yang online akan semakin meningkat dari tahun &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Pada umumnya, pelaku bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, media sosial, email, dan situs web mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan mereka.</p><p>Dengan semakin mudahnya menggunakan akses internet saat ini, maka jumlah orang yang online akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, pengguna internet di kalangan orang dewasa meningkat sebesar 5% hanya dalam tiga tahun terakhir, menurut Pew Research. Dengan semakin meningkatnya pengguna internet di dunia, maka cara mereka berbelanja pun berubah, ini berarti pemasaran konvensional menjadi tidak efektif lagi.</p><p>Pemasaran merupakan tentang bagaimana menghubungkan audiens Anda di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Ini artinya Anda harus menemui mereka dimana mereka menghabiskan waktu mereka paling banyak yaitu internet.</p><h2>Bagaimana Anda mendefinisikan digital marketing?</h2><p>Digital marketing ditentukan oleh penggunaan berbagai taktik dan saluran digital untuk terhubung dengan pelanggan di mana mereka menghabiskan banyak waktu mereka: online. Mulai dari situs website yang merupakan aset branding online, iklan digital, <a href="/pemasaran/3-taktik-pemasaran-email-yang-anda-butuhkan/">email marketing</a>, brosur online, dan lainnya, merupakan beberapa taktik yang termasuk di dalam digital marketing.</p><h3>Taktik dan contoh digital marketing</h3><p>Digital marketing terbaik memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana setiap kampanye pemasaran digital dapat membantu mereka meraih tujuan atau goal mereka. Dan tergantung pada tujuan strategi pemasaran mereka, pemasar dapat mengadakan kampanye yang lebih besar melalui saluran gratis dan berbayar yang mereka miliki.</p><p>Seorang pemasar konten (content marketing), misalnya, dapat membuat serangkaian posting blog yang berfungsi untuk mengarahkan traffic ke sebuah produk yang baru – baru ini di luncurkan oleh perusahaan. Pemasar media sosial kemudian membantu mempromosikan postingan blog tersebut melalui pos berbayar dan organik di akun media sosial. Mungkin juga pemasar email membuat kampanye email untuk mengirimkan informasi tentang produk tersebut kepada pelanggan – pelanggan  berpotensial.</p><p>Berikut ini merupakan rangkuman singkat tentang beberapa taktik pemasaran digital yang paling umum digunakan dan saluran apa saja yang biasanya digunakan oleh digital marketing dalam membuat kampanye.</p><h4>Search Engine Optimization (SEO)</h4><p>Search Engine Optimization atau SEO adalah <a href="/pemasaran/internet-marketing/cara-menaikkan-rating-website-di-google/">proses mengoptimalkan situs web Anda untuk mendapatkan &#8220;peringkat&#8221; yang lebih tinggi</a> di halaman hasil pencarian mesin pencari, sehingga meningkatkan jumlah traffic organik yang diterima situs web Anda. Saluran yang mendapatkan keuntungan dari SEO adalah:</p><ul><li>Situs web</li><li>Blog</li><li>Infografis</li></ul><h4>Pemasaran Konten atau Content Marketing</h4><p>Istilah ini menunjukkan pembuatan dan promosi aset konten untuk tujuan menghasilkan kesadaran merek, pertumbuhan lalu lintas, perolehan prospek, dan pelanggan. Saluran yang dapat berperan dalam strategi pemasaran konten Anda meliputi:</p><ul><li>Posting blog</li><li>Ebooks dan whitepaper</li><li>Infografis</li><li>Brosur dan buku panduan online</li></ul><h4>Social Media Marketing</h4><p>Ini merupakan kegiatan pemasaran yang mempromosikan merek dan konten Anda di saluran media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), mendorong traffic, dan memberikan prospek atau calon pelanggan untuk bisnis Anda. Saluran yang dapat Anda gunakan dalam social media marketing meliputi:</p><ul><li>Facebook</li><li>Twitter</li><li>LinkedIn</li><li>Instagram</li><li>Snapchat</li><li>Pinterest</li><li>Google+</li></ul><h4>Pay-Per-Click (PPC)</h4><p>PPC merupakan metode untuk mengarahkan traffic ke situs web Anda dengan membayar publisher setiap kali iklan Anda diklik. Salah satu jenis PPC yang paling umum adalah <a href="https://ads.google.com/home/">Google AdWords</a>, yang memungkinkan Anda membayar slot teratas di halaman hasil mesin pencari Google dengan harga &#8220;per klik&#8221; dari tautan yang Anda tempatkan. Saluran lain di mana Anda dapat menggunakan PPC meliputi:</p><ul><li>Iklan berbayar di Facebook.</li><li>Tweet Promosi di Twitter.</li><li>Pesan Sponsor di LinkedIn.</li></ul><h4>Affiliate Marketing</h4><p>Ini adalah jenis iklan berbasis kinerja dimana Anda akan menerima komisi ketika mempromosikan produk atau layanan orang lain di situs web Anda. Saluran affiliate marketing meliputi:</p><ul><li>Hosting iklan video melalui YouTube.</li><li>Memposting tautan afiliasi dari akun media sosial Anda.</li></ul><h4>Native Advertising</h4><p>Native advertising mengacu pada iklan yang umumnya berupa konten dan ditampilkan di platform bersama konten non-bayar lainnya. Postingan sponsor merupakan contoh native advertising yang baik, tetapi ada beberapa orang yang juga menganggap iklan di media sosial sebagai native advertising, contohnya jika Anda memasang iklan di Facebook atau Instagram.</p><h4>Marketing Automation</h4><p>Marketing automation mengacu pada perangkat lunak yang berfungsi untuk mengotomatisasi kegiatan pemasaran dasar Anda. Banyak kegiatan pemasaran yang dapat diotomatisasikan seperti:</p><ul><li>Email Newletter.</li><li>Penjadwalan posting pada media sosial.</li><li>Pembaharuan daftar kontak.</li><li>Laporan dan tracking kampanye pemasaran.</li></ul><h4>Email Marketing</h4><p>Perusahaan menggunakan email marketing sebagai cara berkomunikasi dengan audiens mereka. Email marketing sering digunakan untuk mempromosikan konten, diskon, dan acara, serta mengarahkan orang &#8211; orang menuju situs web bisnis Anda. Jenis email yang dapat Anda kirimkan dalam kampanye email marketing meliputi:</p><ul><li>Newsletter untuk berlangganan blog.</li><li>Email follow up yang ditujukan kepada pengunjung situs web untuk mendownload sesuatu.</li><li>Email selamat datang.</li><li>Promosi liburan untuk anggota member yang setia berbelanja.</li><li>Tips atau email serial untuk mengedukasi pelanggan.</li></ul><h4>Online PR</h4><p>Online PR merupakan sebuah praktik untuk mengamankan material online yang diperoleh dari publikasi digital, blog, dan situs web berbasis konten lainnya. Ini mirip seperti PR tradisional, bedanya dilakukan secara online. Saluran yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan upaya PR Anda meliputi:</p><ul><li>Outreach melalui media sosial.</li><li>Membuat review online perusahaan Anda.</li><li>Terlibat dalam kolom komentar di situs web atau blog pribadi Anda.</li></ul><h4>Inbound Marketing</h4><p>Inbound marketing mengacu pada pendekatan &#8220;full-funnel&#8221; untuk menarik, engaging, dan membuat pelanggan senang dengan menggunakan konten online. Anda dapat menggunakan setiap taktik pemasaran digital yang tercantum di atas ke strategi inbound marketing.</p><h2>Apa yang harus dilakukan digital marketer?</h2><p>Digital marketer bertanggung jawab untuk mendorong kesadaran merek (brand awareness) dan mengarahkan semua upaya pemasaran melalui semua saluran digital, baik yang gratis maupun berbayar. Saluran ini termasuk media sosial, situs web perusahaan itu sendiri, peringkat mesin pencari, email, periklanan, dan blog perusahaan.</p><p>Digital marketer biasanya berfokus pada key performance indicator (KPI) yang berbeda untuk setiap saluran, sehingga mereka dapat mengukur kinerja perusahaan dengan tepat di setiap saluran. Digital marketer yang bertanggung jawab atas SEO, misalnya, mengukur &#8220;traffic organik&#8221; situs web mereka &#8211; dari lalu lintas yang berasal dari pengunjung situs web yang menemukan halaman situs web bisnis Anda  melalui pencarian di mesin pencari Google.</p><p>Digital marketing memiliki banyak peran dalam kegiatan pemasaran saat ini. Di perusahaan kecil, satu generalis mungkin memiliki banyak taktik pemasaran digital yang dijelaskan di atas pada saat yang bersamaan. Di perusahaan besar, taktik ini memiliki banyak spesialis yang masing &#8211; masing fokus hanya pada satu atau dua saluran digital merek.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa contoh dari para spesialis ini:</p><p><strong>Manajer SEO</strong></p><p>KPI Utama: Traffic organic</p><p>Singkatnya, para manajer SEO harus bisa menempatkan bisnis mereka di peringkat tertinggi dari hasil pencarian di mesin pencari Google. Menggunakan berbagai pendekatan untuk mengoptimalkan mesin pencari, Manajer SEO harus bekerja secara langsung dengan pembuat konten untuk memastikan konten yang mereka hasilkan berkinerja baik di Google, termasuk ketika perusahaan memposting konten tersebut di media sosial.</p><p><strong>Content marketing specialist</strong></p><p>KPI Utama: Lama waktu di sebuah halaman web, traffic blog secara keseluruhan, subscriber pada YouTube</p><p>Content marketing specialist merupakan pencipta konten digital. Mereka biasanya sering memperhatikan kalender blog perusahaan, dan kemudian muncul dengan strategi konten dan mencakup video juga. Para profesional ini sering bekerja dengan bagian departemen lain untuk memastikan produk dan kampanye peluncuran bisnis sejalan dengan konten promosi di setiap saluran digital.</p><p><strong>Manajer Media Sosial</strong></p><p>KPI Utama: Follower, Impression, Shares</p><p>Manajer media sosial menetapkan jadwal posting untuk konten tertulis dan visual perusahaan. Mereka juga dapat bekerja sama dengan content marketing specialist untuk mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk memposting konten di jaringan sosial tertentu.</p><p>(Catatan: Per KPI di atas, &#8220;impression&#8221; mengacu pada berapa kali postingan konten muncul di newsfeed dari pengguna.)</p><p><strong>Marketing automation coordinator</strong></p><p>KPI Utama: Rate email yang dibuka, campaign click-through rate, lead generation rate</p><p>Marketing automation coordinator membantu memilih dan mengelola perangkat lunak yang memungkinkan seluruh tim pemasaran memahami perilaku pelanggan dan mengukur pertumbuhan bisnis mereka. Karena banyak operasi pemasaran yang dijelaskan di atas dapat dijalankan secara terpisah satu sama lain, penting bagi seorang marketing automation coordinator untuk memahami pengelompokkan aktivitas digital ini ke dalam kampanye individu dan melacak setiap kinerja kampanye yang dilakukan.</p><h2>Inbound Marketing vs Digital Marketing</h2><p>Sekilas, keduanya terlihat sama: Keduanya merupakan aktivitas online, dan keduanya fokus pada pembuatan konten digital untuk dikonsumsi orang. Jadi apa bedanya?</p><p>Istilah &#8220;digital marketing&#8221; tidak membedakan antara taktik pemasaran push dan pull (atau apa yang sekarang bisa kita sebut sebagai metode ‘inbound&#8217; dan ‘outbound’). Keduanya masih berada di bawah ruang lingkup digital marketing.</p><p>Taktik digital outbound bertujuan untuk menempatkan pesan pemasaran secara langsung di depan sebanyak mungkin orang yang ada di dunia online, terlepas dari apakah itu relevan atau tidak. Misalnya, iklan banner mencolok yang Anda lihat di bagian atas kebanyakan situs web yang mencoba mendorong suatu produk atau promosi ke orang yang belum tentu siap menerimanya (sesuai target).</p><p>Di sisi lain, pemasar yang menggunakan taktik digital inbound menggunakan konten online untuk menarik target pelanggan mereka ke situs web dengan menyediakan aset yang bermanfaat bagi mereka. Salah satu aset pemasaran digital yang paling sederhana namun paling efektif adalah blog, yang memungkinkan situs web Anda untuk memanfaatkan istilah &#8211; istilah yang dicari oleh pelanggan ideal Anda.</p><p>Pada akhirnya, pemasaran inbound adalah metodologi yang menggunakan aset pemasaran digital untuk menarik, meng-engage, dan membuat pelanggan senang secara online. Digital marketing, di sisi lain, hanyalah sebuah istilah untuk menggambarkan taktik pemasaran online dalam berbagai bentuk, entah apakah itu inbound atau outbound.</p><h2>Apakah digital marketing dapat diterapkan untuk semua bisnis?</h2><p>Digital marketing dapat diterapkan untuk bisnis apa pun di industri apa pun. Terlepas dari apa yang dijual oleh perusahaan Anda, digital marketing melibatkan pembangunan “persona” pembeli untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda, dan menciptakan konten online yang bernilai. Namun, tidak berarti semua bisnis harus menerapkan strategi pemasaran digital dengan cara yang sama.</p><h3>Digital Marketing B2B</h3><p>Jika perusahaan Anda adalah business-to-business (B2B), upaya pemasaran digital Anda mungkin akan berpusat pada generate lead secara online, dengan tujuan untuk mendatangkan calon pembeli. Oleh karena itu, peran strategi pemasaran Anda adalah untuk menarik dan menkonversi lead menjadi pelanggan melalui tenaga penjual pada situs web dan saluran digital Anda.</p><p>Di luar situs web Anda, Anda mungkin dapat memilih untuk memfokuskan upaya Anda pada saluran yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn di mana demografi Anda menghabiskan waktu online mereka disana.</p><h3>Digital Marketing B2C</h3><p>Jika perusahaan Anda adalah business-to-consumer (B2C), bergantung pada titik harga produk Anda, kemungkinan tujuan dari upaya pemasaran digital Anda adalah untuk menarik orang ke situs web Anda dan membuat mereka menjadi pelanggan tanpa perlu berbicara dengan seorang tenaga penjualan.</p><p>Oleh karena itu, Anda mungkin cenderung tidak fokus pada &#8216;prospek&#8217; dalam pengertian tradisional, dan lebih fokus dalam membangun perjalanan pembeli yang dipercepat, dari saat seseorang tiba di situs web Anda, hingga saat mereka melakukan pembelian. Ini berarti Anda harus membuat strategi pemasaran yang berfokus pada call to action (CTA).</p><p>Untuk perusahaan B2C, saluran seperti Instagram dan Pinterest seringkali lebih berharga daripada platform yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn.</p><h2>Apa manfaat digital marketing?</h2><p>Tidak seperti kebanyakan upaya pemasaran offline, pemasaran digital memungkinkan pemasar melihat hasil yang akurat secara real time. Jika Anda pernah memasang iklan di surat kabar, Anda akan tahu betapa sulitnya memperkirakan berapa banyak orang yang benar &#8211; benar memperhatikan iklan Anda. Tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah iklan tersebut dapat berkontribusi terhadap penjualan atau tidak.</p><p>Di sisi lain, dengan pemasaran digital, Anda dapat mengukur ROI pada hampir semua aspek dari upaya pemasaran Anda.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa contohnya:</p><h3>Traffic Situs Web</h3><p>Dengan pemasaran digital, Anda dapat melihat jumlah pasti orang &#8211; orang yang telah melihat beranda situs web Anda secara real time dengan menggunakan perangkat lunak analitik seperti <a href="https://analytics.google.com/">Google Analytics</a>.</p><p>Anda juga dapat melihat berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, perangkat apa yang mereka gunakan, dan dari mana mereka berasal, dan lain sebagainya.</p><p>Informasi ini akan membantu Anda memprioritaskan saluran pemasaran mana yang memberikan kontribusi lebih banyak dan lebih sedikit. Misalnya, jika hanya 10% lalu lintas Anda berasal dari penelusuran organik, Anda tahu bahwa Anda mungkin perlu meluangkan waktu untuk meningkatkan persentase tersebut.</p><p>Dengan pemasaran offline, sangat sulit untuk mengetahui bagaimana orang berinteraksi dengan merek Anda sebelum mereka berinteraksi dengan penjual atau melakukan pembelian. Dengan pemasaran digital, Anda dapat mengidentifikasi tren dan pola perilaku orang &#8211; orang sebelum mereka melakukan transaksi pembelian, ini berarti Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang cara menarik mereka ke situs web Anda melalui saluran pemasaran.</p><h3>Lead Generation</h3><p>Bayangkan Anda telah membuat brosur produk dan mempostingnya melalui kotak surat orang &#8211; brosur tersebut merupakan sebuah konten, meskipun offline. Masalahnya adalah Anda tidak tahu berapa banyak orang yang membuka brosur Anda atau berapa banyak orang yang melemparkan brosur tersebut langsung ke tempat sampah.</p><p>Sekarang bayangkan Anda memiliki brosur itu di situs web Anda. Anda dapat mengukur dengan tepat berapa banyak orang yang melihat halaman web Anda, dan Anda dapat mengumpulkan detail kontak mereka dengan mengisi form yang sudah Anda sediakan. Anda tidak hanya dapat mengukur berapa banyak orang yang terlibat dengan konten Anda, tetapi Anda juga bisa menghasilkan prospek yang memenuhi kriteria Anda.</p><h3>Attribution Modeling</h3><p>Strategi pemasaran digital yang efektif yang dikombinasikan dengan alat dan teknologi yang tepat memungkinkan Anda untuk melacak semua penjualan Anda, bahkan hingga ke pembelian yang dilakukan oleh pelanggan pertama Anda.</p><p>Kami menyebut ini sebagai attribution modeling, dan ini memungkinkan Anda mengidentifikasi tren dengan cara meneliti orang yang membeli produk Anda, membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat tentang bagian mana dari strategi pemasaran Anda yang layak mendapatkan perhatian lebih, dan bagian mana dari siklus penjualan Anda yang perlu diperbaiki .</p><p>Menghubungkan titik &#8211; titik antara pemasaran dan penjualan sangat penting &#8211; menurut Aberdeen Group, perusahaan dengan penjualan yang kuat dan harmonisasi pemasaran meraih tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 20%, dibandingkan dengan penurunan 4% dalam pendapatan untuk perusahaan dengan harmonisasi pemasaran yang buruk. Jika Anda dapat meningkatkan kecepatan dalam transaksi pembelian dengan pelanggan Anda dengan menggunakan teknologi digital, maka hal itu cenderung akan menimbulkan efek yang positif pada bottom line bisnis Anda.</p><h2>Jenis konten digital apa yang harus saya buat?</h2><p>Jenis konten yang Anda buat tergantung pada kebutuhan audiens Anda pada tahap yang berbeda dalam proses pembelian. Anda harus mulai dengan membuat personas pembeli untuk mengidentifikasi apa tujuan dan tantangan audiens Anda dalam kaitannya dengan bisnis Anda. Pada tingkat dasar, konten online Anda harus bertujuan untuk membantu mereka mencapai sasaran ini, dan mengatasi tantangan mereka.</p><p>Kemudian, Anda harus memikirkan kapan kemungkinan besar mereka siap untuk mengkonsumsi konten tersebut. Kami menyebutnya sebagai pemetaan konten.</p><p>Tujuan menggunakan pemetaan konten adalah untuk mendapatkan informasi:</p><ul><li>Ciri – ciri atau karakteristik orang yang akan mengkonsumsinya (di situlah personas pembeli dapat terlihat).</li><li>Seberapa dekat orang itu untuk melakukan pembelian.</li></ul><p>Dalam format konten, ada banyak hal yang dapat untuk dicoba. Berikut adalah beberapa opsi yang kami sarankan untuk digunakan pada setiap tahap proses pembelian:</p><h3>Awareness stage atau tahap kesadaran</h3><ul><li><strong>Postingan blog.</strong> Bagus untuk meningkatkan traffic organik Anda ketika dipasangkan dengan strategi SEO dan kata kunci yang kuat.</li><li><strong>Infografis.</strong> Sangat mudah dibagikan, artinya mereka meningkatkan peluang Anda ditemukan melalui media sosial ketika orang lain berbagi konten Anda.</li><li><strong>Video pendek.</strong> Sekali lagi, ini sangat mudah dibagikan dan dapat membantu merek Anda ditemukan oleh audiens baru dengan menghostingnya di platform seperti YouTube.</li></ul><h3>Tahap Pertimbangan</h3><ul><li><strong>Ebooks.</strong> Sangat bagus untuk menghasilkan prospek karena umumnya lebih komprehensif daripada postingan blog atau infografis, yang berarti seseorang lebih mungkin bertukar informasi kontak mereka.</li><li><strong>Laporan penelitian.</strong> Sekali lagi, ini adalah bagian dari konten bernilai tinggi yang sangat bagus untuk menghasilkan prospek. Laporan penelitian dan data baru untuk industri Anda juga dapat Anda gunakan pada tahap awareness, karena sering diambil oleh media atau pers industri.</li><li><strong>Webinar.</strong> Karena ini merupakan sebuah bentuk konten video yang lebih rinci dan interaktif, maka bisa dikatakan bahwa webinar adalah format konten yang efektif, sebab webinar menawarkan konten yang lebih komprehensif daripada postingan blog atau video pendek.</li></ul><h3>Tahap Keputusan</h3><ul><li><strong>Studi kasus.</strong> Memiliki studi kasus mendetail di situs web Anda dapat menjadi sebuah bentuk konten yang efektif bagi mereka yang siap untuk membuat keputusan pembelian, karena hal tersebut membantu Anda mempengaruhi keputusan mereka secara positif.</li><li><strong>Testimonial.</strong> Jika studi kasus tidak cocok untuk bisnis Anda, maka memiliki testimonial singkat di situs web Anda dapat menjadi alternatif yang baik. Untuk yang bermain di area B2C, testimonial merupakan hal yang sangat penting. Jika Anda merupakan bisnis yang bergerak di brand fashion, maka Anda bisa menaruh foto ketika orang lain menggunakan baju atau gaun tersebut, buat tagar yang menarik agar kampanye Anda bisa lebih exist di media sosial.</li></ul><h2>Berapa lama waktu yang diperlukan untuk melihat hasil dari konten saya?</h2><p>Dengan pemasaran digital, sering kali Anda merasa dapat melihat hasil lebih cepat daripada pemasaran offline karena lebih mudah mengukur ROI dari kampanye yang Anda lakukan. Namun, seberapa cepat hasil tersebut dapat terlihat bergantung pada skala dan efektivitas strategi pemasaran digital Anda.</p><p>Jika Anda menghabiskan waktu membangun persona pembeli yang komprehensif untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda, dan Anda fokus untuk menciptakan konten online berkualitas untuk menarik dan mengkonversikannya, maka Anda kemungkinan akan melihat hasil yang positif pada enam bulan pertama sejak Anda melakukan kampanye pemasaran.</p><p>Jika iklan berbayar merupakan bagian dari strategi digital Anda, maka hasilnya akan lebih cepat &#8211; tetapi saya menyarankan untuk fokus membangun traffic organik Anda menggunakan konten, SEO, dan media sosial untuk kesuksesan jangka panjang dan berkelanjutan.</p><h2>Apakah saya perlu menyediakan anggaran yang besar untuk digital marketing?</h2><p>Jika Anda berfokus pada teknik inbound seperti SEO, media sosial, dan pembuatan konten untuk situs web yang sudah ada sebelumnya, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu memiliki banyak anggaran. Dengan pemasaran inbound, fokus utamanya adalah menciptakan konten berkualitas tinggi yang ingin dikonsumsi oleh audiens Anda, satu &#8211; satunya investasi yang Anda butuhkan adalah waktu Anda.</p><p>Dengan teknik outbound seperti iklan online dan pembelian daftar email, tentu pasti ada biaya. Namun seberapa besar biayanya bergantung pada jenis visibilitas yang ingin Anda dapatkan sebagai hasil dari memasang iklan.</p><p>Misalnya, untuk menerapkan PPC menggunakan Google AdWords, Anda akan bersaing dengan perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama dengan Anda agar bisa muncul pada bagian atas hasil pencarian Google untuk kata kunci yang terkait dengan bisnis Anda. Besaran biaya tersebut bergantung pada daya saing kata kunci, kata kunci ini dapat cukup terjangkau, atau sangat mahal, itulah mengapa ide saya menyarankan untuk fokus membangun traffic organik Anda juga.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>