<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>pelajaran bisnis &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/pelajaran-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 15:00:47 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>pelajaran bisnis &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>5 Pelajaran bisnis penting yang saya dapatkan dari pekerjaan pertama saya</title><link>/bisnis/5-pelajaran-bisnis-penting-yang-saya-dapatkan-dari-pekerjaan-pertama-saya/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 06 Jul 2021 05:39:43 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran bisnis]]></category><category><![CDATA[pengalaman bisnis]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3422</guid><description><![CDATA[Saya sudah melakukan banyak pengajaran dan berinteraksi dengan anak-anak muda belakangan ini, dan hal ini membuat saya nostalgia ketika saya masih berada di umur yang sama dengan mereka. Ini merupakan masa yang menyenangkan dalam hidup saya dimana saya memulai segalanya pertama kali dan segala sesuatunya merupakan hal baru. Ini merupakan perasaan yang sangat luar biasa, &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah melakukan banyak pengajaran dan berinteraksi dengan anak-anak muda belakangan ini, dan hal ini membuat saya nostalgia ketika saya masih berada di umur yang sama dengan mereka. Ini merupakan masa yang menyenangkan dalam hidup saya dimana saya memulai segalanya pertama kali dan segala sesuatunya merupakan hal baru. Ini merupakan perasaan yang sangat luar biasa, kata Jim Joseph, seorang penulis buku seri The Experience Effect.</p><p>Ketika saya masih berada di SMP, saya mendapatkan pekerjaan pertama saya di JCPenny department store. Saya berada di bagian katalog dan kemudian naik ke department pria (pakaian pria). Menangani katalog JCPenny merupakan hal yang tidak mudah dan brand tersebut membantu saya membentuk diri saya seperti saat ini.</p><p>Saya belajar banyak hal penting dalam kehidupan dan bisnis disana. Berikut ini merupakan lima pelajaran bisnis penting yang saya dapatkan:</p><h3>Buat layanan kepada pelanggan sebagai prioritas utama</h3><p>Saya belajar banyak tentang nilai sebuah pelayanan terhadap pelanggan dan bagaimana sebuah hubungan dengan pelanggan dapat membantu Anda mengembangkan bisnis Anda dan membuat bisnis Anda semakin menyenangkan. Saya belajar untuk tertawa bersama pelanggan, mendengar cerita-cerita mereka dan kepercayaan bahwa saya akan menjaga mereka.</p><p>Saya juga belajar untuk berinteraksi dengan klien sepanjang hidup saya dan mereka memiliki kekhawatiran yang berbeda-beda. Dengan mengetahui bagaimana cara beradaptasi secara unik pada setiap situasi merupakan pelajaran hidup yang saya bawa hingga saat ini.</p><h3>Sensitif ketika menyelesaikan masalah</h3><p>Anda tidak akan percaya apa saja yang akan di retur oleh pelanggan pada toko retail: Baju yang jelas-jelas sudah rusak dan gorden yang sudah berubah warna karena sinar matahari. Saya belajar bagaimana cara mengatasi konflik dan melakukan pembicaraan sehingga pelanggan memahami dan menerima kata “tidak”.</p><h3>Mengintegrasikan komunikasi online dan offline</h3><p>Ini merupakan masa sebelum digital, tetapi saya belajar pentingnya mengintegrasikan berbagai bentuk bisnis dan komunikasi yaitu dengan cara menelepon pelanggan kami satu per satu dan menawarkan berbagai hal yang ada dalam katalog penjualan kami.</p><p>Seni dalam mengintegrasikan adalah membuat segala hal bekerja bersama-sama dalam satu brand dan satu pengalaman brand, dengan saya sebagai ambasador brandnya dan inilah pelajaran yang saya ajarkan kepada anak-anak muda saat ini.</p><h3>Penampilan itu penting</h3><p>Saya banyak melakukan kegiatan modeling saat itu. Saya belajar dengan cepat bagaimana cara berpakaian yang baik agar dapat meninggalkan kesan yang baik pada orang-orang dan membuat agar mereka memperlakukan saya dengan baik. Caranya, saya berpakaian sedikit lebih tua dari umur saya dan menjaga agar pakaian saya tetap rapi. Sekarang saya mungkin berpakaian sedikit lebih muda daripada umur saya, dan saya tetap menjaga agar pakaian saya tetap rapi.</p><h3>Menjadi brand Anda</h3><p>saya meluncurkan brand personal saya sendiri dan menentukan apa yang saya inginkan dari karir berdasarkan pada apa yang saya sukai dan apa yang saya suka lakukan. Saya belajar untuk menjadi sebuah brand yang nyata dan tetap berada di jalan dan konsisten untuk mewujudkannya. Akhirnya, &#8220;Brand&#8221; saya terbentuk, dan saat ini saya masih konsisten untuk berada di jalan tersebut.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Hal yang saya pelajari dari Steve Jobs</title><link>/bisnis/5-hal-yang-saya-pelajari-dari-steve-jobs/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 22 Apr 2021 23:00:49 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran bisnis dari steve jobs]]></category><category><![CDATA[pengalaman bisnis steve jobs]]></category><category><![CDATA[steve jobs]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2925</guid><description><![CDATA[Tidak ada satu orang pun yang dapat mengajari Anda mengenai memulai sebuah bisnis daripada Steve Jobs, dan saya memiliki kebanggaan dapat bekerja dengannya di divisi Macintosh Apple, kata Guy Kawasaki. Selama lebih dari beberapa tahun, dan memperhatikannya selama kurang lebih dua dekade, ini merupakan lima hal penting yang saya pelajari tentang startup dari Steve Jobs. &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada satu orang pun yang dapat mengajari Anda mengenai memulai sebuah bisnis daripada Steve Jobs, dan saya memiliki kebanggaan dapat bekerja dengannya di divisi Macintosh Apple, kata Guy Kawasaki.</p><p>Selama lebih dari beberapa tahun, dan memperhatikannya selama kurang lebih dua dekade, ini merupakan lima hal penting yang saya pelajari tentang startup dari Steve Jobs.</p><h3>Orang-orang tidak dapat mengatakan apa yang mereka inginkan kepada Anda</h3><p>Mereka dapat mengatakan kepada Anda apa yang mereka inginkan dan biasanya dimulai dengan kata “lebih”. Lebih cepat, lebih murah, dan lain-lain. Sebagai contoh, pada tahun 1980, pelangan Apple menginginkan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah dari Apple II. Tidak ada satu orang pun yang meminta Macintosh. Pengusaha yang sukses mampu menciptakan apa yang tidak dapat dikatakan oleh kebanyakan orang.</p><h3>Orang ahli tidak dapat mengatakan apa yang harus Anda lakukan</h3><p>Orang ahli sangat baik ketika mengatakan apa hal yang salah dengan keadaan saat ini. Tetapi mereka tidak dapat mengatakan bagaimana cara untuk memperbaiki yang salah, sama seperti pelanggan yang mengatakan Anda untuk melompati pemimpin pasar.</p><h3>Bertindak ke inovasi berikutnya</h3><p>Pada tahun 1830, pemanen es disapu bersih oleh pabrik es. Pada tahun 1850, pabrik es ditumbangkan oleh pabrik kulkas. Bertindak berdasarkan inovasi yang ada saat ini mungkin dapat membuat Anda berhasil, tetapi sebuah inovasi dan kewirausahaan lahir ketika Anda bertindak ke inovasi berikutnya atau Anda yang menciptakannya.</p><h3>Desain itu penting</h3><p>Mungkin hal ini tidak berarti bagi kebanyakan orang, tetapi sebuah desain sangat penting bagi orang-orang yang menginginkan startupnya berhasil. Sebuah fungsi saja tidak cukup. Sekarang produk dan layanan Anda harus dapat melakukan fungsinya dengan elegan dan dengan cara yang menyenangkan. Steve Jobs dan Apple telah berhasil melebihi ekspektasi pelanggannya.</p><h3>Nilai tidak sama dengan harga</h3><p>Harga merupakan angka yang tercetak pada daftar barang. Sedangkan nilai merupakan total biaya dan manfaat sebuah produk. Sesuatu dengan harga yang tinggi dapat memiliki nilai yang lebih baik karena berhasil mengurangi biaya, seperti training dan memberikan hasil yang lebih baik. Jangan fokus pada harga, fokuslah pada penyediaan sebuah nilai.</p><p>Satu hal lagi: Steve Jobs mengajari saya bahwa sesuatu yang Anda percayai harus dapat Anda lihat. Orang-orang yang skeptis menolak untuk mempercayai sesuatu hingga mereka melihatnya. Jika Anda ingin menjadi pengusaha, Anda harus percaya pada ide Anda. Inilah sebabnya mengapa Steve Jobs dapat mengubah dunia sementara kebanyakan orang menunggu hingga dunia berubah.</p>]]></content:encoded></item><item><title>10 Pelajaran yang dapat Anda ambil dari perusahaan startup yang gagal</title><link>/bisnis/10-pelajaran-yang-dapat-anda-ambil-dari-perusahaan-startup-yang-gagal/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 07 Apr 2021 01:00:40 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[belajar dari kegagalan]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran dari kegagalan bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran dari kegagalan startup]]></category><category><![CDATA[pelajaran untuk mengatasi kegagalan]]></category><category><![CDATA[pelajaran yang dapat diambil dari perusahaan startup yang gagal]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2671</guid><description><![CDATA[Pengusaha yang baru saja memulai bisnis seringkali mengalami kegagalan, walaupun secara statistik dapat bervariasi, menurut Bloomberg. Ingatlah bahwa meluncurkan sebuah perusahaan startup berarti memulai perjalanan panjang dan berliku, mencari sebuah celah untuk kesuksesan bukanlah tugas yang paling penting bagi pendiri perusahaan. Pertanyaan yang paling penting yang harus ditanyakan adalah mengapa banyak startup yang gagal. Walaupun &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Pengusaha yang baru saja memulai bisnis seringkali mengalami kegagalan, walaupun secara statistik dapat bervariasi, menurut Bloomberg.</p><p>Ingatlah bahwa meluncurkan sebuah perusahaan startup berarti memulai perjalanan panjang dan berliku, mencari sebuah celah untuk kesuksesan bukanlah tugas yang paling penting bagi pendiri perusahaan. Pertanyaan yang paling penting yang harus ditanyakan adalah mengapa banyak startup yang gagal. Walaupun perekonomian secara keseluruhan dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh, namun startup seringkali membuat kesalahan yang umum terjadi.</p><p>Jadi untuk membantu para pengusaha di masa yang akan datang, berikut ini merupakan beberapa pelajaran berharga yang dapat dipelajari dari kegagalan startup, termasuk kesalahan yang pernah saya lakukan:</p><h3>Validasi ide produk dengan pelanggan</h3><p>Pengusaha seringkali gagal untuk melakukan validasi ide produk startup mereka dengan pelanggan. Itu merupakan kesalahan besar yang saya lakukan ketika saya meluncurkan startup. Tidak ada satu orang pun yang menginginkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan saya. Akhirnya saya menghabiskan ratusan juta untuk produk yang tidak diinginkan oleh orang lain.</p><p>Gary Swartz merupakan salah satu pengusaha yang terjatuh dalam perangkap yang sama dengan saya. Swartz mendirikan perusahaan Intellibank, sebuah perusahaan yang dia deskripsikan di LinkedIn sebagai “Seperti Dropbox yang salah.” Swartz diyakinkan oleh investornya bahwa produk mereka sudah cukup baik untuk dibawa ke publik, namun dia tidak pernah berhenti untuk mengecek peringatan yang diberikan oleh pelanggannya.</p><p>“Hal yang paling penting bagi setiap perusahaan adalah mendapatkan validasi dari pelanggan mereka” kata Swartz. “Memang benar, pelanggan Anda lebih berarti daripada investor, dan investor yang baik akan setuju dengan hal tersebut.”</p><h3>Memahami pentingnya co-founder, partner, dan anggota tim</h3><p>Setiap pengusaha yang sukses memahami bahwa dia tidak akan dapat menyelesaikan segala sesuatu sendirian. Ada beberapa tugas yang berada di luar kemampuan pemilik perusahaan. Jadi sangat penting untuk mendapatkan partner yang tepat dan melibatkan anggota tim.</p><p>Saya belajar dari pengalaman, ketika saya memulai perusahaan saya, kata John Rampton, co-founder dari Pixloo.com. Saya bekerja keras dan menghabiskan begitu banyak waktu, semuanya terlihat begitu mulus selama 10 bulan pertama. Kami meluncurkan produk dan mendapatkan lebih dari 80.000 pelanggan dalam waktu satu bulan.</p><p>Kemudian kami memiliki perbedaan pandangan. Kami memiliki perbedaan pandangan terhadap arah perusahaan dan keputusan apakah kami harus meningkatkan dana investasi atau tidak. Saya tahu bahwa kami tidak berada pada jalan yang tepat, namun karena dia memiliki setengah hak dari perusahaan, maka tidak ada yang dapat saya lakukan. Akhirnya kami menjual perusahaan tersebut dengan murah.</p><h3>Menjadi agresif</h3><p>Kebanyakan orang mungkin mengakui bahwa mereka tidak menyukai tenaga penjual yang terlalu memaksa. Tetapi bagi setiap orang yang ingin bisnisnya sukses harus menjadi sangat agresif. Mereka harus terus menerus menelepon pelanggan mereka.</p><p>Pada perusahaan yang saya dirikan, saya memiliki dua skenario yang harus dipilih: tidak mendapatkan uang atau menelepon klien berpotensial dan menolak untuk mendapatkan jawaban tidak dari mereka. Tanpa dorongan yang kuat, kebanyakan bisnis akan gagal. Sangat jarang sekali meluncurkan perusahaan tanpa penjualan produk yang agresif.</p><h3>Menyadari bahwa mendapatkan pendanaan memakan waktu</h3><p>Begitu banyak pendiri perusahaan yang berfokus untuk membantu pelanggan dalam memecahkan sebuah masalah, namun tidak dapat dihindari bahwa Anda memerlukan uang untuk merealisasikan semua hal tersebut. Startup tidak dapat beroperasi atau berkembang tanpa memiliki pendapatan. Membangun startup mengharuskan Anda untuk mengeluarkan begitu banyak biaya. Dan terkadang sangat tidak mungkin untuk menunggu lama, hingga Anda mendapatkan pendanaan. Banyak sekali pemilik bisnis yang kehabisa uang sebelum mereka mendapatkan pendanaan.</p><p>Mengharapkan pendanaan akan memakan banyak waktu. Hal ini tidak sama dengan yang Anda lihat di film. Anda harus melakukan pitching terhadap ratusan perusahaan pendanaan, sebelum mendapatkan investasi yang nyata.</p><h3>Pantau keuangan Anda</h3><p>John Rampton mengatakan bahwa ketika dia menjalankan startupnya, Pixloo.com, dia berpikir bahwa sangat mungkin untuk mendapatkan jutaan pelanggan yang rela membayar $10 setiap bulan. Namun dia salah. Dia hanya mendapatkan 90 pelanggan yang bersedia untuk membayar $10 setiap bulan, sedangkan 80.000 pelanggan lainnya tidak bersedia membayar apa pun.</p><h3>Memiliki visi jangka panjang</h3><p>Kebanyakan pengusaha menyadari bahwa mereka membutuhkan tujuan jangka panjang untuk startup mereka agar sukses.</p><p>Meetro, contohnya, salah satu perusahaan yang pertama kali membangun jejaring sosial yang berbasis lokasi. Startup tersebut melakukan hal dengan baik dalam membangun fan base di Chicago dan kemudian di Silicon Valley, menurut guest post dari pendiri Meetro di Techcrunch. Daripada terus mengembangkan komunitas di Chicago, pendiri perusahaan meninggalkan daerah tersebut dan berfokus di San Francisco. “Kami tidak lagi menjadi wajah komunitas tersebut dalam mengorganisir acara,” tulis Bragiel. “Walaupun layanan tersebut masih berlanjut dan memiliki orang-orang yang masih menggunakannya, namun hal tersebut tidak lagi seperti ketika dulu berada pada puncak kejayaan mereka.”</p><p>Untuk sukses, para pengusaha harus mengingat tujuan jangka panjang mereka dan terus berusaha untuk membangun basis komunitas yang kuat dan mempertahankannya, sebelum Anda mulai ekspansi ke lokasi lain.</p><h3>Jangan menginvestasikan uang terlalu besar</h3><p>Hal ini memang terdengar aneh, tetapi dengan menginvestasikan uang terlalu besar dapat menjadi faktor hancurnya sebuah startup. Hal itulah yang di deskripsikan oleh Ben Yoskovitz sebagai kegagalan startupnya: Menginvestasikan $1.8 juta dollar di awal. “Kami tidak memiliki validasi yang dibutuhkan ketika menginvestasikan uang sebesar itu.” Tulisnya, dan mencatat bahwa tidak ada satu pun anggota tim pendiri yang dapat membangun sebuah produk yang layak dengan kemampuan mereka sendiri. “Itu adalah sebuah kesalahan.”</p><p>Bahaya bagi pengusaha yang berhasil mendapatkan pendanaan pada produk baru yang belum di test sepenuhnya adalah bahwa mereka dapat jatuh dalam perangkap berpikir bahwa mereka sudah mendapatkan sesuatu yang menarik banyak orang. Daripada melakukan validasi terhadap asumsi mereka.</p><h3>Membangun produk yang unik</h3><p>Dinamika yang menarik adalah permainan dalam dunia kewirausahaan. Pendiri perusahaan tidak boleh terlalu fokus pada niche audiens yang terlalu kecil untuk menghindari kompetisi. Sangat tidak mungkin untuk mendapatkan uang dengan cara tersebut. Namun berhati-hatilah terhadap startup lain yang mungkin akan mencontek bisnis Anda.</p><p>Cap Watkin, desainer yang sekarang berada di Etsy, menjelaskan dalam sebuah postingan yang membedah bisnis mengenai Formspring berdasarkan pengalaman dia ketika berda disana, staff disana terlalu banyak menghabiskan waktu dan uang untuk berinvestasi pada sebuah tombol berbagi yang mirip dengan tombol berbagi Facebook dan Twitter. “Kami menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengerjakan sistem tersebut. Kami harus memastikan bahwa server kami mampu menangani traffic yang besar, mendesain, dan mengimplementasi fitur tersebut, memastikan agar dapat digunakan dengan mudah oleh pihak penerbit, membuat kesepakatan dengan penerbit.”</p><p>Namun fitur tersebut ternyata gagal, kata dia.</p><p>“Para pengusaha: Buatlah produk Anda sendiri,” saran Watkin. “Produk yang sukses dieksekusi berdasarkan visi yang sejalan dengan tujuan produk dan penggunanya.”</p><h3>Ingat untuk terus membangun bisnis</h3><p>Startup dapat disamakan seperti produk yang paling laris di dunia, jika perusahaan tidak berkembang, bisnis mereka pun tidak akan bertahan lama. Dengan kata lain, pasarkan perusahaan startup Anda.</p><p>Itu merupakan masalah yang dihadapi oleh startup fotografi Everpix, menurut the Verge: “Para pendiri mengakui bahwa mereka membuat kesalahan saat mereka beroperasi. Mereka terlalu lama menghabiskan waktu pada produk dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk berkembang dan melakukan distribusi.”</p><h3>Menemukan investor yang tepat</h3><p>Sangat jelas bahwa pengusaha membutuhkan investor agar dapat sukses, kecuali jika pendiri perusahaan tersebut sangat kaya. Namun menemukan investor yang tepat tidak mudah. Memang sangat menyenangkan jika memiliki investor yang berbagi visi dan filosofi yang sama dan dapat memberikan dukungan penuh seperti memberikan saran mengenai bagaimana membuat perusahaan menjadi lebih terorganisir dan melakukan pemasaran.</p><p>Namun bagaimana bila investor yang Anda miliki tidak sesuai secara pribadi, profesional, atau memahami bisnis yang Anda lakukan? Berdasarkan pengalaman David Levy’s pada perusahaan startup Tigerbow yang gagal. “Kami berhasil mendapatkan pendanaan dari teman dan keluarga. Disamping kenyataan bahwa kami mendapatkan sangat sedikit nilai (non material) dari investor ini, orang-orang yang tidak familiar dalam berinvestasi pada startup dan mengetahui resiko dan tantangannya dalam membangun perusahaan akan membuat Anda tertekan dan sulit untuk fokus dalam mengembangkan bisnis Anda.”</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Pelajaran bisnis yang saya dapatkan ketika membangun perusahaan</title><link>/bisnis/5-pelajaran-bisnis-yang-saya-dapatkan-ketika-membangun-perusahaan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 25 Mar 2021 03:00:50 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran dalam berwirausaha]]></category><category><![CDATA[pelajaran ketika membangun bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran ketika membangun usaha]]></category><category><![CDATA[pelajaran ketika memulai bisnis]]></category><category><![CDATA[pelajaran ketika memulai usaha]]></category><category><![CDATA[pengalaman bisnis]]></category><category><![CDATA[pengalaman ketika membangun bisnis]]></category><category><![CDATA[pengalaman ketika membangun usaha]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2538</guid><description><![CDATA[Salah satu yang menarik seseorang untuk menjadi seorang pengusaha adalah menciptakan kebebasan dalam kehidupan Anda. Kebebasan dalam mengontrol jadwal kerja, pendapatan, dan waktu Anda sendiri merupakan hal-hal yang membuat Anda berani untuk mempertaruhkan apapun untuk meraihnya. Banyak yang mengatakan bahwa memulai bisnis itu sulit dan banyak bisnis yang tidak berhasil. Bahkan beberapa diantaranya tidak memiliki profit &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu yang menarik seseorang untuk menjadi seorang pengusaha adalah menciptakan kebebasan dalam kehidupan Anda. Kebebasan dalam mengontrol jadwal kerja, pendapatan, dan waktu Anda sendiri merupakan hal-hal yang membuat Anda berani untuk mempertaruhkan apapun untuk meraihnya.</p><p>Banyak yang mengatakan bahwa memulai bisnis itu sulit dan banyak bisnis yang tidak berhasil. Bahkan beberapa diantaranya tidak memiliki profit selama bertahun-tahun.</p><p>Statistik mengenai kegagalan bisnis memang mengerikan, tetapi kegagalan tersebut tidak harus menjadi bagian dari cerita Anda. Memulai dan mengembangkan bisnis akan memberikan Anda pelajaran yang tak ternilai. Memulai bisnis memberikan saya lima pelajaran berharga berikut ini.</p><h3>Memulai bisnis jauh lebih sulit daripada apa yang Anda bayangkan</h3><p>Meninggalkan pendapatan tetap, uang pensiun, dan asuransi kesehatan untuk kewiraswastaan yang belum pasti merupakan hal yang menakutkan. Anda mungkin berpikir bahwa Anda tahu bahwa itu tidak mudah, namun Anda tetap memulai bisnis Anda dan menyadari bahwa Anda tidak tahu harus berbuat apa ketika Anda menjalankannya.</p><p>Hal ini akan mendorong Anda untuk menggali lebih dalam dan mengatasi setiap kegagalan, namun semua ini akan membantu Anda berkembang pada area lain kehidupan Anda. Mengatasi setiap rintangan mengajarkan Anda bagaimana cara melalui keadaan sulit dalam kehidupan. Hal ini akan mengajarkan Anda untuk fokus mengapa Anda memulai bisnis dan mencari tahu bagaimana membuat hal ini sukses.</p><h3>Kebanyakan orang yang ada di sekitar Anda tidak akan mengerti</h3><p>Sebagai pengusaha, Anda akan berada pada titik dimana Anda ingin menyerah dan mencoba untuk menjelaskan visi Anda kepada keluarga dan teman, tetapi mereka tidak akan mengerti. Kita sudah dirancang untuk mencari rasa aman dan karir menyediakan rasa aman tersebut bagi kebanyakan orang. Bahkan pada ide bisnis cemerlang pun, Anda akan mengalami pertentangan dari orang yang mungkin Anda anggap dapat memahami Anda.</p><p>Tidak masalah jika kebanyakan orang-orang tidak mengerti. Fokuslah untuk membangun bisnis dan mimpi Anda. Mereka mungkin akan mengkritisi Anda ketika pertama kali Anda memulainya, atau ketika bisnis Anda sedang lesu, namun ketika Anda meraih kesuksesan, mereka akan keluar dan mendukung Anda. Jangan pernah merasa terganggu untuk meyakinkan mereka bahwa hal yang Anda lakukan merupakan tindakan cerdas. Tindakan akan berbicara lebih banyak dibandingkan kata-kata, jadi pastikan bahwa Anda tahu apa yang Anda lakukan.</p><h3>Akan ada saat dimana menyerah bukanlah pilihan</h3><p>Tidak semua orang bisa menjadi pengusaha. Terkadang ada bisnis yang tidak layak untuk diteruskan. Namun bukan berarti semua itu akan berakhir, itu artinya Anda harus melakukan pivoting.</p><p>Ada saat dimana ketika Anda sudah berada terlalu dalam dan menyerah bukanlah pilihan bagi Anda. Anda mungkin memiliki banyak waktu dan uang yang diinvestasikan dan harus mencari cara bagaimana agar semua yang sudah Anda lakukan berhasil. Terkadang Anda tidak bisa menyerah, sama seperti beberapa situasi dalam kehidupan Anda. Pada masa seperti itu, lakukan apapun yang Anda bisa untuk mengendalikan bencana yang mungkin datang pada Anda. Menyerah memang terlihat sebagai pilihan yang tepat pada masa ini, namun Anda adalah seorang pengusaha, Anda harus dapat mencari jalan keluarnya.</p><h3>Anda akan memiliki hubungan benci / cinta dengan bisnis Anda</h3><p>Akan ada masa dimana Anda tidak bisa tidur karena Anda terlalu bersemangat tentang apa yang sedang terjadi dalam bisnis Anda. Ada juga masa dimana Anda tidak bisa menunggu waktu untuk tidur karena segala hal yang Anda lakukan sepertinya kacau.</p><p>Pada masa-masa seperti itu, Anda akan mengalami rasa emosi yang sangat besar. Jangan pernah membuat keputusan bisnis apapun pada masa emosional tersebut. Belajarlah untuk mengikuti aliran naik dan turun tersebut dan hadapi kehidupan yang sudah Anda pilih tersebut.</p><h3>Kebebasan yang diberikan sangat tak ternilai</h3><p>Pada akhirnya, Anda melakukan semua ini karena Anda menginginkan kebebasan. Kebebasan untuk menjalani kehidupan bagi diri Anda merupakan hal yang tak ternilai. Jangan menggunakan kebebasan tersebut untuk bekerja lebih lama daripada ketika Anda masih bekerja dulu, gunakan waktu bebas Anda untuk melakukan hal-hal yang sangat penting bagi kehidupan Anda.</p><p>Sumber daya yang paling berharga bagi Anda adalah waktu, karena hal inilah satu-satunya hal yang tidak akan Anda dapatkan kembali. Bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda di bumi ini merupakan hal yang sangat penting, dan hal tersebut jauh lebih berarti dari bisnis Anda.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>