<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>mentor &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/mentor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 15:03:40 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>mentor &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>3 Alasan mengapa pelanggan dapat menjadi mentor yang baik</title><link>/bisnis/3-alasan-mengapa-pelanggan-dapat-menjadi-mentor-yang-baik/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 14 Dec 2020 06:53:47 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[manfaat menjaga hubungan dengan pelanggan]]></category><category><![CDATA[mengapa harus menjaga hubungan dengan pelanggan]]></category><category><![CDATA[mentor]]></category><category><![CDATA[pentingnya menjaga hubungan dengan pelanggan]]></category><category><![CDATA[pentingnya pelanggan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2064</guid><description><![CDATA[Ketika kami memulai Alumnify, kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan. Bukan hanya karena ini merupakan startup pertama yang kami bangun, tetapi kami juga tidak tahu apa pun tentang alumni engagement, kata AJ Agrawal, CEO Alumnify. Kemudian yang lebih buruknya lagi, kami membangun perusahaan ini setelah kami lulus kuliah, jadi kami tidak memiliki banyak &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kami memulai Alumnify, kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan. Bukan hanya karena ini merupakan startup pertama yang kami bangun, tetapi kami juga tidak tahu apa pun tentang alumni engagement, kata AJ Agrawal, CEO Alumnify. Kemudian yang lebih buruknya lagi, kami membangun perusahaan ini setelah kami lulus kuliah, jadi kami tidak memiliki banyak pengalaman dengan penjualan jangka panjang. Jika kami melihat kembali, salah satu alasan mengapa kami masih bertahan pada bisnis ini hingga saat ini adalah karena kami belajar dengan cepat. Kami memiliki mentor yang luar biasa yang selalu menyelamatkan kami berulang-ulang kali, kami mencoba untuk belajar semampu kami dengan sangat cepat.</p><p>Memang semua mentor dapat membantu dengan cara yang berbeda-beda, tetapi guru terbaik bagi Anda, bisa jadi pelanggan Anda sendiri. Kebanyakan pengusaha mengabaikan kesempatan untuk memiliki mentor lebih awal. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan beberapa manfaat.Salah satunya yang paling penting adalah membantu Anda menciptakan lebih banyak pendapatan. Inilah alasan mengapa klien Anda dapat menjadi mentor yang luar biasa bagi perusahaan Anda.</p><h3>Mereka membantu menutup penjualan pertama Anda</h3><p>Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, sangat penting bagi Anda untuk memahami perbedaan antara penasihat dan mentor. Seorang penasihat merupakan seseorang yang pada umumnya memiliki saham pada perusahaan Anda. Orang-orang ini tidak boleh dipilih sembarangan, dan Anda harus membatasi orang-orang yang Anda bawa ke jajaran pemegang saham. Seorang mentor adalah orang (siapa saja) yang mengajarkan Anda. Saya memiliki banyak mentor, tetapi sedikit penasihat. Tidak ada perjanjian tertulis apa pun kepada mentor, dan Anda seharusnya memiliki banyak mentor yang baik untuk mengajari Anda dalam bisnis.</p><p>Karena Anda sudah tahu perbedaannya, maka jangan segan untuk meminta kepada pelanggan Anda agar menjadi mentor ketika berada pada fase penjualan. Saya sendiri, tidak melakukan hal tersebut untuk setiap prospek yang saya temui, saya hanya melakukannya kepada pelanggan besar yang saya kenal sebelumnya. Salah satu manfaat yang akan Anda dapatkan adalah mempermudah pelanggan untuk membeli produk saya.</p><p>Pernahkah ada orang lain yang meminta Anda menjadi mentor mereka? Ketika hal ini terjadi pada saya, saya langsung merasa lebih terkoneksi dengan orang tersebut. Tidak peduli Anda menerimanya atau tidak, tetap ada sesuatu yang membuat Anda merasa spesial ketika orang lain ingin menjadikan Anda sebagai pelatih mereka. Perasaan tersebut akan selaras dengan pelanggan Anda dan membuat mereka menjadi lebih berkomitmen. Akan menjadi lebih mudah untuk membuat mereka merasa sebagai bagian dari perusahaan Anda, dan ingin membantu Anda agar sukses. Dengan meminta mereka menjadi guru bagi diri Anda, Anda akan memiliki hubungan yang lebih personal, dan hal ini akan membantu untuk mendapatkan komitmen mereka.</p><h3>Pelanggan akan membawa Anda lebih banyak klien</h3><p>Klien Anda akan berbicara kepada prospek lain yang mereka kenal. Ketika dia menjadi mentor Anda, dia tidak akan memiliki masalah untuk menceritakan kepada orang lain mengenai peran barunya. Selalu menjadi hal yang menyenangkan mengatakan kepada orang lain mengenai perusahaan yang kita bantu.</p><p>Karena Anda telah membuat pelanggan Anda menjadi bagian dari perusahaan Anda, dia akan menjadi advokat terbesar Anda. Hal ini membantu membawa bisnis bagi Anda dan mentor berpotensi lainnya.</p><h3>Anda akan mendapatkan nasihat yang Anda perlukan</h3><p>Ketika kami berada pada tahap awal Alumnify, salah satu tantangan terbesar saya adalah mempelajari penjualan B2B. Anehnya lagi, orang yang mengajari saya hal tersebut merupakan pelanggan pertama saya. Karena sudah banyak vendor yang mendekati mereka setiap saat, mereka dapat mengatakan kepada saya mana yang berhasil dan mana yang tidak.</p><p>Selain itu saya menemukan masalah baru yang harus dipecahkan dalam pasar. Ketika mentor saya yang juga membeli produk dari saya menghadapi kesulitan, mereka mengatakannya kepada saya, untuk memastikan agar saya dapat menghindari atau menghadapi masalah tersebut dan memastikan agar saya dapat terus berada di depan. Terakhir, pelanggan yang sekaligus juga mentor Anda akan terus mencoba produk Anda untuk memastikan agar produk Anda sukses. Mereka berinvestasi pada diri Anda secara personal, dan mereka akan terus menjadi klien terbaik Anda. Keuntungan lainnya adalah mereka merupakan orang yang paling paham mengenai kekurangan produk Anda. Mentor Anda akan secara aktif memberikan Anda lebih banyak bisnis, dan mau menggali paling dalam bersama Anda agar produk Anda bekerja dengan baik.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Kualitas yang harus dimiliki oleh mentor Anda selanjutnya</title><link>/inspirasi/kualitas-yang-harus-dimiliki-oleh-mentor-anda-selanjutnya/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 07 Jun 2020 17:57:20 +0000</pubDate><category><![CDATA[Inspirasi]]></category><category><![CDATA[inspirasi]]></category><category><![CDATA[kualitas mentor]]></category><category><![CDATA[mentor]]></category><category><![CDATA[mentoring]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1442</guid><description><![CDATA[Mencari seorang mentor tidaklah mudah dan tidak semua orang yang Anda hormati merupakan orang yang tepat untuk melakukan hal itu. Pada panel online yang baru – baru ini dilakukan oleh Entrepreneur.com, Linda Lacina menanyakan kepada para ahli dalam bisnis kecil dan kepemimpinan mengenai kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang mentor. Berikut ini merupakan saran &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Mencari seorang mentor tidaklah mudah dan tidak semua orang yang Anda hormati merupakan orang yang tepat untuk melakukan hal itu. Pada panel online yang baru – baru ini dilakukan oleh Entrepreneur.com, Linda Lacina menanyakan kepada para ahli dalam bisnis kecil dan kepemimpinan mengenai kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang mentor. Berikut ini merupakan saran yang mereka berikan.</p><h3>Mereka memecahkan masalah yang Anda hadapi saat ini</h3><p>Carilah orang yang memahami apa yang sedang Anda hadapi saat ini, kata Poornima Vijayashanker, founder dari Femgineer, sebuah startup edukasi yang mendukung wanita dalam dunia teknologi dan kepemimpinan. Seorang mentor yang berpotensial mungkin tidak berada pada bidang yang Anda kuasai, tetapi mereka pernah mengalami permasalahan yang sedang Anda hadapi saat ini, seperti mencari pendanaan atau membangun basis pelanggan.</p><h3>Mereka familiar dengan bidang yang Anda geluti</h3><p>Jangan pernah takut untuk mencari penasihat baru ketika bisnis Anda berkembang. Maria Contreras-Sweet meluncurkan beberapa bisnis sebelum menjadi administrator bagi U.S Small Business Administration. Dia mengatakan bahwa dia sering membutuhkan beberapa mentor yang berbeda untuk membantu dia berpikir mengenai legalitas atau masalah keuangan. Hal ini bisa jadi teman Anda, kata Contreras-Sweet.</p><h3>Mereka mengenal Anda dengan baik</h3><p>Jenn Piepszak, seorang national sales executive di Chase mengatakan bahwa kebanyakan mentornya tidak mengidentifikasi diri mereka sebagai mentor tetapi dia selalu mencari mereka ketika membutuhkan bimbingan dan dukuntan. Hubungilah orang yang Anda mengenal dengan baik dan pahami konteks mengenai situasi yang sedang Anda hadapi.</p>]]></content:encoded></item><item><title>6 Tanda saatnya memecat mentor anda</title><link>/inspirasi/6-tanda-saatnya-memecat-mentor-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 02 Jun 2020 05:18:44 +0000</pubDate><category><![CDATA[Inspirasi]]></category><category><![CDATA[coach]]></category><category><![CDATA[inspirasi]]></category><category><![CDATA[mentor]]></category><category><![CDATA[mentoring]]></category><category><![CDATA[pelatihan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1343</guid><description><![CDATA[Aku ingat malam ketika istri saya menyampaikan kabar buruk bagi saya. Pembicaraan tersebut sudah diluar kendali – hanya saja saya tidak melihatnya. Saya ingin hal yang berbeda dan mempercayai bahwa apa yang saya alami tidak benar, kata Jason W. Womack. Dan kemudian dia mengatakan enam kata yang mengubah segalanya: &#8220;Dia tidak pernah ada untuk kamu&#8221; &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingat malam ketika istri saya menyampaikan kabar buruk bagi saya. Pembicaraan tersebut sudah diluar kendali – hanya saja saya tidak melihatnya. Saya ingin hal yang berbeda dan mempercayai bahwa apa yang saya alami tidak benar, kata Jason W. Womack.</p><p>Dan kemudian dia mengatakan enam kata yang mengubah segalanya:</p><h3>&#8220;Dia tidak pernah ada untuk kamu&#8221;</h3><p>Saya tidak pernah berpikir tentang hal itu seperti itu. Saya pikir dia telah menemani saya selama lebih dari 8 tahun! Tiba-tiba, saya melihat laki-laki yang saya sebut mentor tidak ada lagi di tim saya. Untuk lebih jelas, ini bukan merupakan sebuah bisnis coach yang berbayar – tetapi seseorang yang telah mengajar saya selama beberapa tahun. Sulit untuk menerima hal ini &#8211; dia adalah mentor pertama, bos, dan(sayapikir) teman.</p><p>Jika saya kembali menengok ke belakang, hal ini seharusnya bukanlah sebuah kejutan. Ada beberapa tanda peringatan hanya saja saya tidak ingin melihatnya. Berikut ini merupakan lima tanda yang dapat Anda temukan, jika Anda berpikir mungkin sudah saatnya untuk melepaskan mentor.</p><h3>Mereka melewatkan pertemuan</h3><p>Saya sebut &#8220;mentor&#8221; karena seseorang memiliki pengalaman yang dapat membantu Anda sampai ke tujuan Anda berikutnya. Saya harus bertemu mereka setidaknya sekali dalam seminggu. Jika mereka menjadwal ulang pertemuan lebih dari dua kali pertemuan, berhati-hatilah.</p><h3>Mereka menahan Anda</h3><p>Seorang mentor menurut definisi memiliki lebih banyak pengalaman, dan mereka memiliki jaringan yang lebih besar. Mereka harus dapat membantu Anda untuk memikirkan siapa orang-orang yang dapat membantu Anda mengembangkan bisnis Anda dan siapa orang yang tepat untuk Anda jalin hubungan bisnis. Jika mereka menahan Anda membuat perkenalan, maka mereka bukan orang yang tepat untuk menjadi mentor Anda.</p><h3>Mereka tidak mengajukan pertanyaan baru</h3><p>Tentu saja, saya mencari ahli di bidangnya untuk belajar dari apa yang mereka sudah tahu, tapi seiring waktu saya berharap bahwa mereka akan menanyakan pertanyaan baru dari waktu ke waktu. Jika Anda selalu berbicara tentang hal yang sama dengan mentor Anda dan mereka selalu menceritakan kisah-kisah yang sama, mungkin sudah waktunya Anda untuk pindah.</p><h3>Mereka tidak mendukung ekspansi</h3><p>Ini merupakan hal yang terjadi padaku. Ketika saya mulai berbicara tentang buku yang saya ingin tulis pada tahun 2000, &#8220;mentor&#8221;saya pada saat itu benar-benar mendorong saya untuk tidak mengejar tujuan itu. Seharusnya saya sudah mendapatkan peringatan.</p><h3>Mereka tidak mengakui kemajuan</h3><p>Sebagai mentee (orang yang dimentori), kewajiban Anda untuk berbagi update status dengan mentor dari waktu ke waktu. Jika, selama satu tahun atau lebih, Anda tidak mendapatkan pengakuan, berhati-hatilah.</p><p>Tapi Anda mungkin berpikir: Bagaimana Anda bisa memecat seorang mentor? Ya, Anda tidak perlu takut untuk melakukan hal tersebut. Hal ini bukan sesuatu yang dapat Anda pelajari di sekolah. Anda harus yakin dengan visi Anda, etos kerja Anda, peluang dan tantangan Anda untuk seseorang yang bersedia untuk berdiri bersama Anda.</p><p>Dengan melepaskan mentor yang tidak membuat Anda maju berkembang, Anda akan membuka segala kemungkinan baru yang terjadi.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Apa yang harus diketahui setiap mentor</title><link>/inspirasi/apa-yang-harus-diketahui-setiap-mentor/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sat, 30 May 2020 10:06:22 +0000</pubDate><category><![CDATA[Inspirasi]]></category><category><![CDATA[apa yang harus diketahui mentor]]></category><category><![CDATA[inspirasi]]></category><category><![CDATA[mentor]]></category><category><![CDATA[mentoring]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1218</guid><description><![CDATA[Sebagai seorang mentor, tentunya Anda ingin waktu Anda dan pengalaman Anda dapat membuat perbedaan. Tetapi dalam kegiatan mentoring, ada penghargaan sekaligus tekanan yang dapat membuat Anda frustasi. Namun untungnya, hanya dengan menyesuaikan pendekatan, Anda dapat menghilangkan banyak rintangan dan tekanan yang tidak perlu. Pilih niche Anda Kegiatan mentoring Anda akan menjadi lebih baik, jika Anda berpikir &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang mentor, tentunya Anda ingin waktu Anda dan pengalaman Anda dapat membuat perbedaan. Tetapi dalam kegiatan mentoring, ada penghargaan sekaligus tekanan yang dapat membuat Anda frustasi. Namun untungnya, hanya dengan menyesuaikan pendekatan, Anda dapat menghilangkan banyak rintangan dan tekanan yang tidak perlu.</p><h3>Pilih niche Anda</h3><p>Kegiatan mentoring Anda akan menjadi lebih baik, jika Anda berpikir mengenai siapa yang dapat Anda layani dengan baik. Sebagai contoh, saya tidak memiliki keahlian untuk membantu pengusaha yang tertarik dalam bidang-bidang seperti menciptakan barang-barang konsumsi secara fisik. Saya memutuskan untuk menggabungkan keahlian khusus saya, membangun produk teknologi dan perusahaan, dengan fokus pada kelompok yang khusus seperti: wanita yang tertarik berbisnis di bidang teknologi. Menemukan kelompok yang tepat dapat membantu saya menjadi mentor yang lebih efektif, kata <a href="http://www.linkedin.com/in/poornima">Poornima Vijayashanker</a> founder dari <a href="http://femgineer.com/">Femgineer</a>.</p><h3>Luangkan waktu</h3><p>Mentorships merupakan hubungan. Hal ini bukan sebuah transaksi atau sebuah jadwal sesi yang sudah dipesan. Pikirkan baik-baik mengenai berapa banyak waktu yang dapat Anda berikan dan pilih frekuensi dan interval waktu yang dapat Anda hadiri secara konsisten. Ketika Anda bertemu dengan bimbingan Anda pastikan Anda hadir tanpa gangguan. Untuk dapat maju, Anda harus bertemu secara konsisten sehingga Anda dapat mengukur apa kebutuhan bimbingan Anda dan membantu mereka. Sebagian besar pertemuan diawal, hanya digunakan sebagai sesi untuk  &#8220;mengenal bimbingan Anda&#8221;, dan setelah bertemu beberapa kali Anda baru bisa benar – benar memahami mereka, tujuan mereka dan bagaimana Anda bisa membantu mereka.</p><h3>Jangan memberikan saran</h3><p>Terlalu banyak mentor menawarkan nasihat dan bukan bimbingan ketika pertama kali bertemu. Mereka menawarkan solusi berdasarkan sesuatu yang sudah berhasil diterapkan oleh mereka, berdasarkan pengalaman mereka dan bidang yang mereka geluti, bukan sebuah proses yang dapat dipelajari oleh bimbingan dan menerapkannya sesuai dengan kebutuhan dan situasi mereka sendiri. Bimbingan Anda mungkin memiliki latar belakang yang berbeda atau tantangan mereka sendiri dan sangat penting untuk meluangkan waktu untuk memahami kepentingan, tujuan, dan cara apa yang akan berhasil dan gagal untuk mereka. Sebagai contoh, saya baru punya bimbingan yang tertarik pada software development consulting business. Jika saya hanya melihat permukaannya saja, saya akan memberikan saran dan tips mengenai cara untuk menjadi konsultan atau membangun sebuah bisnis konsultan. Namun, setelah saya mengenal dia selama sebulan, saya menyadari bahwa “rasa malunya” dapat mempengaruhi kemampuannya dalam menangani klien secara langsung. Maka saya mengambil langkah mundur dan fokus pada keterampilan presentasinya, sehingga dia bisa mendapatkan kepercayaan yang dibutuhkannya untuk menarik klien, kata Poornima.</p><h3>Tahu kapan Anda tidak dapat membantu</h3><p>Ada saat-saat dimana sepertinya Anda dan bimbingan Anda seperti berada dalam roda yang berputar. Ketika hal itu terjadi mungkin, bimbingan Anda memerlukan bantuan yang berada di luar kemampuan Anda. Jika bimbingan Anda berurusan dengan masalah pribadi, misalnya, bimbingan Anda mungkin lebih baik dilayani oleh terapis profesional atau lifecoach. Jika Anda tidak memiliki pengalaman atau pelatihan yang dibutuhkan bimbingan Anda pada saat itu, jelaskan bahwa Anda harus menunda proses bimbingan tersebut sambil tetap berhubungan dan katakan kepada bimbingan Anda bahwa Anda akan melanjutkan proses mentoring ketika bimbingan Anda sudah siap.</p><h3>Katakan tidak</h3><p>Jika seseorang menghubungi Anda, dan Anda memang tidak sempat, biarkan calon bimbingan Anda tahu. Namun ketika Anda membuka kembali sesi mentoring, Anda dapat memberitahukan mereka. Jika Anda sudah memiliki sesi bimbingan dan jadwal mentoring Anda berubah, beritahukan mereka juga &#8211; mereka akan menghargai kejujuran Anda dan Anda dapat memulai proses mentoring ketika Anda dan bimbingan Anda menemukan waktu yang sesuai.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>