<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>marketing &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Wed, 08 Jan 2025 08:01:01 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>marketing &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>5 Elemen call to action yang menarik perhatian pelanggan</title><link>/pemasaran/5-elemen-call-to-action-yang-menarik-perhatian-pelanggan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 05 May 2021 02:00:34 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[call to action]]></category><category><![CDATA[call to action yang menarik]]></category><category><![CDATA[cara membuat call to action yang menarik]]></category><category><![CDATA[cara membuat cta yang menarik]]></category><category><![CDATA[cta]]></category><category><![CDATA[cta yang menarik]]></category><category><![CDATA[elemen call to action]]></category><category><![CDATA[elemen cta]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[marketing online]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran online]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3104</guid><description><![CDATA[Memiliki harga jual yang tepat merupakan hal yang sangat penting bagi kampanye direct email Anda. Dan salah satu aspek yang paling penting dari penjualan adalah penawaran atau call to action. Ini merupakan bagian dimana Anda membiarkan pengunjung mengetahui apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda dan apa yang akan mereka dapatkan jika mereka melakukannya. &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki harga jual yang tepat merupakan hal yang sangat penting bagi kampanye direct email Anda. Dan salah satu aspek yang paling penting dari penjualan adalah penawaran atau <em>call to action</em>. Ini merupakan bagian dimana Anda membiarkan pengunjung mengetahui apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda dan apa yang akan mereka dapatkan jika mereka melakukannya.</p><p><em>Call to action</em> harus dinamis agar para pengunjung dapat memahami apa yang Anda maksudkan secara natural dan menginspirasi mereka untuk melakukan sesuatu. <em>Call to action</em> ini harus memiliki kekuatan yang dapat memunculkan motivasi bagi para pengunjung untuk menjadi pembeli.</p><p>Tindakan yang akan membawa seorang pengunjung untuk melakukan<em> call to action</em> juga harus dapat melakukan tugasnya dengan baik, hal tersebut harus dapat membuat para pengunjung mengetahui mengaoa mereka memerlukan produk Anda atau layanan Anda, jelaskan kepada mereka bahwa apa yang Anda tawarkan merupakan sebuah produk atau layanan yang berkualitas dan mengapa mereka harus mencoba membeli apa yang Anda tawarkan untuk memenuhi kebutuhan personal mereka.</p><p>Karena <em>call to action</em> Anda akan membuat orang-orang menjadi prioritas utama, maka hal tersebut harus dapat mendeskripsikan segala hal terbaik yang dapat mereka peroleh jika mereka meresponnya, dan jangan lupa instruksikan mereka untuk memanfaatkan hal tersebut.</p><p>Sayangnya, ini merupakan saat dimana saya seringkali melihat penjualan menjadi sia-sia (tidak meraih target). <em>Call to action</em> tidak cukup kuat atau jelas untuk mengangkat penjualan, yang berarti Anda dapat menyia-nyiakan uang Anda dan juga menghancurkan penjualan yang Anda butuhkan untuk membangun bisnis Anda.</p><p>Untuk membantu Anda menghindari kesalahan tersebut, berikut ini saya akan jabarkan lima elemen <em>call to action</em> yang menarik perhatian pelanggan.</p><h3>Pastikan Anda memang memiliki call to action</h3><p>Elemen ini merupakan yang paling penting: Anda harus memastikan bahwa memang ada hal yang dapat Anda tawarkan untuk membuat pelanggan Anda melakukan <em>call to action</em>.</p><p>Kita mungkin saja berpikir bahwa kita (produk atau layanan) menarik, sehingga kita hanya perlu memperkenalkan diri kita, dan pelanggan maka akan mencari kita, dan memohon kepada kita untuk menceritakan lebih banyak lagi tentang produk atau layanan kita. Kenyataannya tidaklah seperti itu. Orang-orang tidak akan mau menghabiskan banyak waktu untuk mencari tahu tentang apa yang Anda inginkan terhadap mereka.</p><p>Jika misalnya Anda memiliki sebuah cara diet yang bagus, jangan berpikir bahwa sudah cukup dengan memperkenalkan produk Anda saja, Anda juga harus mengatakan mengapa produk Anda jauh lebih baik daripada yang dijual di tempat lain, minta testimonial-testimonial baik dari pelanggan Anda, dan jangan lupa untuk meletakkan no kontak Anda agar mereka (pelanggan) dapat menghubungi Anda. Anda harus memberitahukan kepada pelanggan Anda bagaimana cara memesan produk Anda , apa saja yang akan mereka dapatkan, dan mengapa mereka harus melakukannya segera. Atau peluang mereka akan menghubungi Anda menjadi tipis.</p><p>Sebagai tambahan tidak ada salahnya jika Anda memberikan sedikit pengingat dalam setiap elemen promosi Anda dengan tulisan &#8220;Pesan sekarang juga&#8221; dan disertai dengan no telepon.</p><h3>Berikan instruksi yang jelas dengan pilihan terbatas</h3><p>Anda mungkin memiliki 26 produk yang Anda sukai, dan banyak sekali kombinasi program yang tersedia bagi pelanggan untuk mereka pilih, namun tidak banyak orang yang ingin mengetahui itu semua. Dan jika Anda memberikan mereka terlalu banyak pilihan, mereka bisa saja malah menjadi bingung dan akhirnya memutuskan untuk pergi dan kembali lagi ketika mereka memiliki waktu luang. Hal ini tentu saja akan merugikan Anda, karena ini berarti Anda telah melewatkan kesempatan untuk closing penjualan.</p><p>Sebuah riset pemasaran menunjukkan bahwa peluang calon pembeli melakukan transaksi menjadi lebih besar ketika mereka memiliki pilihan yang terbatas. Jadi, pilihlah satu atau dua produk yang dapat Anda tawarkan, dan berikan mereka instruksi sederhana seperti: hubungi kami, atau email kami sesuai dengan kontak yang ada pada formulir pemesanan.</p><p>Pastikan Anda selalu memberikan sebuah penawaran dengan <em>call to action</em> yang jelas, dan gunakan kata-kata yang tegas seperti: Beli sekarang!, Hubungi sekarang! hal ini akan memotivasi calon pembeli untuk segera melakukan tindakan.</p><h3>Berikan batas waktu</h3><p>Walaupun kita menyukai sebuah produk dan berpikir bahwa sebaiknya kita memesannya, namun tetap ada sebersit pemikiran &#8220;Aku pesan produknya nanti saja&#8221;. Dan ternyata kita tidak pernah memesannya. Anda dapat membantu mengatasi pemikiran tersebut dengan membuat sebuah penawaran yang memiliki batas waktu. Calon pembeli harus memesan produk tersebut dalam waktu tertentu atau penawaran tersebut hangus, atau mereka akan kehilangan sebuah bonus. Atau Anda juga bisa mengatakan kepada calon pembeli Anda bahwa produk tersebut sangat terbatas dan siapa yang memesan terlebih dahulu maka akan dilayani.</p><p>Tambahkan sebuah rasa urgency pada <em>call to action</em>, dan Anda akan mendapatkan respon yang lebih baik</p><p>Saya juga harus mengatakan bahwa dengan menambahkan batasan waktu, maka pesanan yang Anda terima akan datang lebih awal. Jika Anda menggunakan metode ini, jangan pernah sekal<em>i-kali memperpanjang batasan waktu tersebut, Hal ini sangat penting, jika Anda ingin menentukan keberhasilan call to action</em> ini. Anda harus tahu setelah Anda membuat promosi dalam waktu tertentu, katakanlah tiga minggu, Anda akan tahu berapa banyak pesanan yang Anda terima. Karena jika Anda tidak memiliki batas waktu, maka Anda tidak akan mendapatkan angka statistik pesanan Anda dengan akurat.</p><h3>Tawarkan bonus</h3><p>Sebuah penawaran dapat menjadi lebih efektif jika Anda menambahkan sebuah item bonus. Sebagai contoh, jika pelanggan Anda membeli produk Anda ketika masa promosi, maka mereka akan mendapatkan hadiah, seperti CD, sesi pelatihan, gantungan kunci, aksesoris, apa pun yang Anda rasa dapat menambah value Anda di mata pelanggan.</p><p>Sebuah bonus yang terikat dengan batasan waktu sangat efektif, Pastikan Anda menyampaikan bahwa bonus tersebut hanya bisa didapatkan dalam waktu yang terbatas, atau selama persediaan masih ada.</p><p>Dalam beberapa kasus, Anda dapat membuat bonus terlihat menarik sehingga orang-orang akan membeli produk tersebut hanya untuk mendapatkan bonusnya.</p><h3>Searah dengan tujuan Anda</h3><p>Terakhir, <em>call to action</em> yang terbaik adalah mendapatkan apa yang menjadi tujuan Anda dalam penjualan. Tanyakan pada diri Anda, apa yang ingin Anda raih, dan rancang sebuah penawaran untuk meraih apa yang Anda inginkan.</p><p>Sebagai contoh, jika Anda mengirimkan sebuah penawaran untuk mendapatkan pelanggan baru, maka tujuan utama Anda adalah membuat mereka untuk melakukan pembelian pertama, sehingga mereka bisa menjadi familiar dengan produk yang Anda tawarkan dan Anda juga bisa mendapatkan kontak informasi mereka. Pada kasus tersebut, sebuah harga penawaran yang rendah bisa menjadi cara untuk meraih tujuan Anda. Jika Anda, memiliki sebuah produk yang sifatnya berlangganan, maka Anda dapat memberikan penawaran seharga $1, hanya untuk mendapatkan kontak informasi mereka (syarat dan ketentuan harus dijelaskan kepada mereka dengan sangat jelas pada bagian deskripsi).</p><p>Sebaliknya, jika Anda ingin melakukan penjualan kepada pelanggan lama Anda, cobalah tawarkan mereka untuk membeli produk yang lebih mahal. Dalam hal ini, Anda bisa memberikan penawaran dengan harga lebih tinggi dan benefit yang lebih tinggi pula untuk mereka.</p><p>Apa pun penawaran yang Anda berikan, Anda harus membebaskan pelanggan Anda dari rasa khawatir dengan memberikan garansi &#8220;Tanpa Resiko&#8221;. Jika Anda memberikan garansi, maka pelanggan Anda akan menjadi lebih tenang karena mereka tahu bahwa mereka bisa membatalkan layanan Anda kapan pun mereka mau. Orang-orang cenderung untuk melakukan pembelian ketika mereka merasa nyaman dengan garansi yang jelas.</p>]]></content:encoded></item><item><title>7 Alasan mengapa kegiatan pemasaran Anda tidak berhasil</title><link>/pemasaran/7-alasan-mengapa-kegiatan-pemasaran-anda-tidak-berhasil/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 12 Jul 2020 14:59:33 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[kegagalan dalam marketing]]></category><category><![CDATA[kegagalan dalam pemasaran]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1726</guid><description><![CDATA[Terkadang ketika sedang bekerja bersama dengan klien, saya menemukan bahwa mereka bersyukur pada hal buruk yang mereka alami. Kegagalan adalah sesuatu yang baik. Memang, mungkin kita tidak pernah bersyukur atas kegagalan kita, tetapi jika kita dapat belajar dan menjadi lebih baik karena hal tersebut, maka kegagalan bukan lagi sebuah kegagalan. Ijinkan saya untuk berbagi kegagalan &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang ketika sedang bekerja bersama dengan klien, saya menemukan bahwa mereka bersyukur pada hal buruk yang mereka alami. Kegagalan adalah sesuatu yang baik. Memang, mungkin kita tidak pernah bersyukur atas kegagalan kita, tetapi jika kita dapat belajar dan menjadi lebih baik karena hal tersebut, maka kegagalan bukan lagi sebuah kegagalan. Ijinkan saya untuk berbagi kegagalan dalam kegiatan pemasaran yang dapat membantu Anda meningkatkan kegiatan pemasaran Anda dengan lebih baik.</p><p>Berikut ini merupakan 7 alasan mengapa kegiatan pemasaran Anda tidak berhasil.</p><h3>Anda terlalu fokus pada produk</h3><p>Apakah Anda menjual produk? Saya sudah pernah mengatakan hal ini sebelumnya dan saya akan mengatakannya lagi. Tidak ada yang peduli dengan apa yang Anda jual. Mereka tidak peduli dengan produk Anda, layanan Anda, atau alasan Anda. Mereka hanya peduli pada manfaat yang dapat Anda berikan kepada mereka. Mereka hanya peduli bagaimana produk Anda dapat membantu mereka. Pasar Anda tidak peduli dengan program latihan Anda. Mereka hanya peduli pada kebugaran mereka. Ingat itu. Kegiatan amal Anda tidak penting. Tetapi efek dari amal dan kebaikan yang dapat Anda berikan kepada komunitas yang dipedulikan oleh orang-orang. Fokuslah selalu pada manfaat.</p><h3>Anda fokus pada harga</h3><p>Kebanyakan orang lebih sering membeli karena faktor emosi, bukan analisis keuangan. Harga bukanlah faktor utama dalam keputusan untuk membeli. Orang-orang memang ingin mendapatkan harga yang terbaik, tetapi mereka juga menginginkan kualitas tinggi, layanan cepat, dan seorang tenaga penjual yang ramah, atau hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan harga. Orang-orang sadar bahwa jika mereka membeli radio dari toko loak, artinya mereka tidak ingin membeli produk yang berkualitas. Jangan terlalu berfokus pada harga, tetapi fokuslah pada kompetisi Anda.</p><h3>Anda mengabaikan kompetisi</h3><p>Pasar memiliki banyak pilihan dan tentunya kami menginginkan agar target pasar Anda memilih Anda dibandingkan kompetitor lain. Untuk dapat bersaing dengan kompetitor, Anda harus memperhatikan mereka dengan baik. Apakah mereka melakukan sesuatu untuk menarik perhatian pelanggan, atau kasus terburuk, mereka mengambil pelanggan Anda? Perhatikan apa yang mereka lakukan. Dan jika Anda tidak dapat mengalahkan mereka dalam permainan mereka, maka ciptakan permainan Anda sendiri. Pasarkan sesuatu yang ada pada bisnis Anda yang tidak dapat dengan mudah mereka contek.</p><h3>Anda mendengarkan dan mengabaikan</h3><p>Bukan hanya harus memperhatikan kompetitor, tetapi Anda juga harus memperhatikan pasar. Kebanyakan dari Anda mendengarkan pasar, tetapi kemudian mengabaikan pelanggan Anda. Jika mereka mengeluh tentang produk Anda yang memiliki warna yang tidak tepat, maka gantilah warna tersebut dan beritahukan mereka. Dari waktu ke waktu saya selalu mendengar klien yang mengadu kepada saya tentang apa yang sebenarnya diinginkan pasar mereka, padahal sebenarnya mereka dapat dengan mudah mengetahuinya. Pasar memberitahukan kepada Anda apa yang ingin mereka beli. Jadi tolong jangan mengabaikan mereka.</p><h3>Anda berbicara terlalu banyak</h3><p>Ingat ketika Anda berumur lima tahun dan ibu Anda mengatakan bahwa Anda memiliki dua telinga dan satu mulut? Beliau menjelaskan bahwa Anda harus lebih banyak mendengar daripada berbicara. Hentikan basa basi dalam pemasaran. Apakah itu memang diperlukan? Jika tim CSI dapat menemukan seorang pembunuh dalam waktu 45 menit, lantas mengapa Anda membutuhkan sepuluh halaman untuk menjelaskan produk Anda? Memberikan terlalu banyak informasi kepada pelanggan bukanlah cara yang baik untuk meyakinkan mereka dalam membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan.</p><h3>Anda tidak sabar</h3><p>Merupakan hal yang baik untuk memiliki pesan pemasaran yang padat, langsung, singkat, dan diulang berkali-kali. Membangun kepercayaan merupakan bagian yang penting dalam setiap strategi pemasaran. Pembeli harus mempercayai Anda, bisnis Anda dan apa yang Anda tawarkan sebelum mereka memutuskan untuk membeli. Membangun hubungan dengan cara ini membutuhkan waktu. Jadi, ketika Anda memulai sebuah strategi pemasaran baru, Anda harus memberikan kesempatan dan waktu agar dapat berhasil. Jika Anda mengeksekusinya dengan benar, Anda akan meraih kesuksesan, tetapi tidak dalam waktu singkat.</p><h3>Anda mengulangi kesalahan</h3><p>Lagi-lagi Anda melakukan hal yang sama berulang-ulang, meskipun Anda tahu bahwa yang Anda lakukan tidak berhasil. Aneh memang, tetapi manusia lebih nyaman dengan hal-hal yang mereka ketahui. Dan walaupun kegiatan pemasaran yang kita lakukan tidak memberikan hasil yang baik, tetapi karena kita merasa familiar dengan hal tersebut, kita dapat menerimanya. Apakah Anda orang yang selalu menyelipkan brosur pada wiper mobil saya? Apakah hal tersebut berhasil? Saya yakin bahwa itu tidak berhasil, tetapi karena kita sudah familiar dengan hal tersebut, maka kita terus saja melakukannya. Meskipun kita tahu bahwa itu adalah sebuah kesalahan, tetapi tetap saja masih banyak bisnis yang melakukannya. Saya ingin Anda merasakan kesuksesan dan hal tersebut seringkali datang dari hal-hal yang tidak familiar. Selidikilah apa yang kira-kira dapat dilakukan bisnis Anda, kemudian buat sebuah rencana dan anggaran yang realistis dan eksekusi rencana tersebut.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Langkah untuk menjadi pemimpin pasar</title><link>/pemasaran/5-langkah-untuk-menjadi-pemimpin-pasar/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 26 Jun 2020 06:00:58 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara menjadi market leader]]></category><category><![CDATA[cara menjadi pemimpin pasar]]></category><category><![CDATA[market leader]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemimpin pasar]]></category><category><![CDATA[tips menjadi market leader]]></category><category><![CDATA[tips menjadi pemimpin pasar]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1612</guid><description><![CDATA[Menjadi pemimpin dalam pasar tidak dapat terjadi dalam waktu semalam, tetapi melalui kerja keras dan rencana yang baik. Berikut ini merupakan beberapa langkah bagi startup untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin pasar di bidangnya. Tawarkan sesuatu yang unik Menjadi pemimpin dalam sebuah pasar yang sudah memiliki banyak pemain merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Daripada Anda &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi pemimpin dalam pasar tidak dapat terjadi dalam waktu semalam, tetapi melalui kerja keras dan rencana yang baik.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa langkah bagi startup untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin pasar di bidangnya.</p><h3>Tawarkan sesuatu yang unik</h3><p>Menjadi pemimpin dalam sebuah pasar yang sudah memiliki banyak pemain merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Daripada Anda bertarung dalam sebuah pasar yang luas dan memiliki banyak kompetitor, lebih baik Anda mencari pasar yang lebih kecil dan menjadi spesialis dalam produk dan layanan tersebut. Semakin kecil sebuah pasar, semakin mudah bagi Anda untuk menjadi pemimpin.</p><h3>Jadilah purple cow</h3><p>Bahkan dalam sebuah pasar yang kecil, Anda akan menghadapi kompetisi. Untuk menjadi pemimpin, sebuah bisnis harus mencari cara untuk membedakan dirinya dengan kompetitor pada industri yang digeluti.</p><p>Seperti yang sudah dijelaskan oleh Seth Godin dalam bukunya, Purple Cow: Transform Your Business by Being Remarkable, sebuah produk yang menonjol merupakan kunci untuk sukses.</p><p>Apple dan Goolgle merupakan sebuah contoh model yang sesuai dengan purple cow.  Walaupun banyak perusahaan komputer ketika Apple meluncurkan Macintosh pada tahun 1984, perusahaan tersebut memfokuskan diri mereka pada desain dan pengalaman pengguna. Ketika Google diluncurkan tahun 1998, mereka berhasil melebihi kemampuan mesin pencari yang saat itu sudah ada selama bertahun-tahun dengan sebuah pendekatan ranking dalam hasil pencarian dan dengan mendesain sebuah interface yang user friendly dan bersih.</p><p>Untuk menjadi seorang pemimpin, fokuslah pada apa yang dapat membedakan bisnis Anda dengan yang lainnya. Cari tahu apa hal yang tidak dilakukan oleh kompetisi Anda. Apakah ada hal baru atau cara yang lebih baikuntuk menciptakan sebuah produk yang bagus?</p><h3>Bergerak dengan cepat</h3><p>Jangan menunggu hingga produk Anda sempurna baru diluncurkan. Tetapi, eksekusi dan improvisasi produk Anda secara konstan.</p><p>Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa sebuah produk tidak akan pernah sempurna, setidaknya pada saat peluncuran. Ketika produk Anda sudah berada pada pasar, dengarkan umpan balik dari konsumen dan pertimbangkan apa yang mereka inginkan, perlukan, dan khawatirkan. Teruslah berinovasi terhadap perubahan dalam pasar dan tetap menjadi yang terdepan dalam kompetisi.</p><h3>Kepuasan pelanggan</h3><p>Pelanggan merupakan pemegang kekuatan dalam media sosial dan teknologi saat ini. Apa yang mereka katakan dapat membuat perusahaan maju atau hancur.</p><p>Sebuah survei yang dilakukan oleh Dimensional Research pada tahun 2013 pada 1046 konsumen menemukan bahwa 90 responden mengatakan bahwa sebuah review yang positif akan mempengaruhi keputusan mereka dalam melakukan transaksi, dan 86 persen mengatakan bahwa review negatif dapat membuat mereka membatalkan transaksi.</p><p>Sebuah produk atau layanan membutuhkan sebuah kualitas yang tinggi agar dapat memberikan kepuasan pada pelanggan, dan mengubah mereka menjadi brand ambasaddor bagi perusahaan. Jika sebuah produk memiliki review atau umpan balik yang negatif pada media sosial, maka Anda harus dapat menemukan masalah tersebut, memperbaikinya, dan meningkatkan kualitas produk Anda.</p><h3>Investasi dalam pemasaran</h3><p>Pemasaran yang kreatif dan strategi iklan sangat diperlukan untuk menjangkau konsumen dan membangun sebuah brand awareness.</p><p>Sebuah survei pemasaran konten tahunan yang dilakukan oleh The Content Marketing Institute’s pada 5.000 pemasar menemukan bahwa pemasar B2C (Business-to-Consumer) menggunakan rata-rata 11 taktik pemasaran konten, termasuk media sosial, blog, newsletter, dan artikel website. Bahkan dalam media sosial, mereka menggunakan rata-rata tujuh platform media sosial yang berbeda untuk menjangkau konsumen.</p><p>Jadilah ambisius dalam pemasaran. Gunakan cara baru dan kreatif untuk memasarkan produk Anda dan berhubungan dengan pelanggan Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Kesalahan umum marketing yang dilakukan CEO</title><link>/pemasaran/5-kesalahan-umum-marketing-yang-dilakukan-ceo/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 08 Jun 2020 17:10:51 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[kesalahan umum marketing]]></category><category><![CDATA[kesalahan umum pemasaran]]></category><category><![CDATA[kesalahan yang biasa terjadi dalam marketing]]></category><category><![CDATA[kesalahan yang biasa terjadi dalam pemasaran]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1462</guid><description><![CDATA[Kebanyakan entrepreneur merupakan ahli di bidang software, hardware, atau hal tertentu pada bisnis yang mereka kejar. Kebanyakan dari mereka juga ada yang tidak seperti itu, namun mereka ahli dibidang marketing atau public relation. Sehingga pada akhirnya mereka melakukan kesalahan yang tidak mereka sadari. Sebagai seseorang yang telah menjalankan perusahaan PR sendiri 18 tahun yang lalu &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Kebanyakan entrepreneur merupakan ahli di bidang software, hardware, atau hal tertentu pada bisnis yang mereka kejar. Kebanyakan dari mereka juga ada yang tidak seperti itu, namun mereka ahli dibidang marketing atau public relation. Sehingga pada akhirnya mereka melakukan kesalahan yang tidak mereka sadari.</p><p>Sebagai seseorang yang telah menjalankan perusahaan PR sendiri 18 tahun yang lalu dan telah menasihati startups yang tak terhitung jumlahnya, saya ingin berbagi lima kesalahan pemasaran yang sering dilakukan, kata Steve Cody.</p><h3>Melihat kompetitor sebagai musuh</h3><p>Jangan pernah berpikir kompetitor yang berada pada bisnis Anda sebagai kompetitor. Namun, lihat mereka sebagai sumber bisnis.</p><p>Ketika saya meluncurkan Peppercomm, saya tahu bahwa perusahaan barus saya bukanlah ancaman bagi raksasa industri saya, jadi saya membuat janji seorang CEO dari perusahaan besar untuk bergabung dan minum bersama saya. Tujuan saya ada dua, membuat mereka mengetahui bahwa saya memulai sebuah bisnis, dan meminta mereka untuk memberikan prospek untuk proyek yang mereka anggap nilainya terlalu kecil atau berpotensi untuk menimbulkan konflik. Beberapa kompetitor besar melakukannya dan akhirnya membuat saya mendapatkan pekerjaan bernilai ratusan ribu dollar dalam bisnis baru.</p><p>Saya berterima kasih pada kompetitor saya dengan menyebutkan nama mereka sebagai referensi pada awal pertemuan bisnis saya dan dengan sebotol anggur yang mewah.</p><h3>Berpartner dengan organisasi amal yang salah</h3><p>Kebanyakan startup percaya mereka akan baik–baik saja dengan melakukan hal yang baik, sehingga mereka berpartner dengan siapa saja atau organisasi amal nasional yang menghubungi mereka. Hal itu bisa jadi merupakan kesalahan besar.</p><p>Ada beberapa entrepreneur yang berpikir bahwa organisasi amal dan organisasi nirlaba sebagai partner bisnis strategis mereka. Kami pernah bekerja sama dengan gym yang berpartner dengan organisasi veteran. Tempat gym tersebut mendonasikan 10 sen dari pendapatan mereka sebagai ganti rekomendasi dari grup veteran kepada member. Sebut saja ini sebagai win–win partnership.</p><h3>Percaya dengan self-promotion Anda sendiri</h3><p>Kebanyakan startup percaya bahwa produk atau jasa mereka layak untuk muncul dalam majalah entrepreneur. Sejak awal mereka memulainya. Memang hal tersebut mungkin saja terjadi, katakanlah beberapa tahun kemudian. Namun hingga waktu tersebut datang, mereka harus menjaga publisitas dan marketing Anda dengan cara yang sama yang mereka lakukan pada bagian bisnis mereka.</p><p>Mulailah dengan menceritakan kisah Anda secara lokal, online, dan media tradisional. Kumpulkan testimonial dari pihak ketiga. Raih beberapa penghargaan industri. Kemudian, ketika Anda sudah membuktikan bahwa Anda memang melakukan hal yang spesial, minta tim PR Anda untuk menghubungi editor dari publikasi bisnis nasional. Tidak pernah ada jaminan, namun peluang Anda secara eksponesial akan lebih baik.</p><h3>Salah memperlakukan media</h3><p>Beberapa perusahaan dianggap penting oleh media, namun mereka jarang memperlakukan wartawan dengan rasa hormat seperti mereka memperlakukan pelanggan atau prospek besar mereka. Saya sudah sering hubungan berbagai media hancur bahkan sebelum mereka memulainya ketika entrepreneur sibuk dan memutuskan untuk membatalkan interview TV pada saat–saat terakhir. Kemudian, dia akan benar–benar panik ketika media TV tidak lagi tertarik pada perusahaannya.</p><p>Wartawan dapat menjadi bagian yang penting dalam membangun bisnis Anda. Perlakukan mereka sama dengan Anda memperlakukan manajer purchasing yang memiliki kontrak bernilai jutaan dollar. Jangan pernah membatalkan janji.</p><h3>Terus mengubah strategi Anda</h3><p>Banyak entrepreneur menjadi sukses karena mereka dapat melakukan multitasking. Itu merupakan hal yang sangat mengaggumkan dalam berbagai aspek manajemen, namun tidak dalam marketing komunikasi. Untuk menciptakan awareness, kredibilitas dan consideration, sebuah perusahaan startup harus menceritakan kisah yang jelas dan konsisten. Jadi, jangan terus mengejar objek baru yang terlihat menarik.</p>]]></content:encoded></item><item><title>8 Hal yang dapat menghancurkan kegiatan marketing Anda</title><link>/pemasaran/8-hal-yang-dapat-menghancurkan-kegiatan-marketing-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 31 May 2020 10:54:29 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[kegagalan marketing]]></category><category><![CDATA[kegagalan pemasaran]]></category><category><![CDATA[kegiatan marketing]]></category><category><![CDATA[kegiatan pemasaran]]></category><category><![CDATA[kesalahan marketing]]></category><category><![CDATA[kesalahan pemasaran]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1281</guid><description><![CDATA[Marketing merupakan suatu kegiatan yang tidak boleh di sia–siakan. Anda sudah bekerja keras untuk membangun reputasi dan menghasilkan word-of-mouth yang positif, namun hasil yang dicapai belum juga memuaskan. Mungkin ada strategi yang kurang tepat atau pengimplementasiannya yang tidak baik sehingga hasilnya pun tidak maksimal. Review kembali strategi Anda dan hindari 8 hal berikut ini agar &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Marketing merupakan suatu kegiatan yang tidak boleh di sia–siakan. Anda sudah bekerja keras untuk membangun reputasi dan menghasilkan word-of-mouth yang positif, namun hasil yang dicapai belum juga memuaskan. Mungkin ada strategi yang kurang tepat atau pengimplementasiannya yang tidak baik sehingga hasilnya pun tidak maksimal. Review kembali strategi Anda dan hindari 8 hal berikut ini agar kegiatan marketing Anda berikutnya dapat memberikan hasil yang memuaskan.</p><h3>Marketing adalah tentang Anda</h3><p>Kegiatan marketing harusnya berfokus kepada produk dan jasa Anda kan? Itu salah. Kegiatan marketing harus berfokus pada apa yang produk atau jasa Anda dapat lakukan untuk pelanggan Anda. Kegiatan marketing yang berfokus pada perusahaan adalah masa lalu, sekarang semuanya harus berfokus pada pelanggan. Tarik diri Anda dari kegiatan marketing dan letakkan pelanggan sebagai pusat dari kegiatan tersebut. Intinya adalah jadikan pelanggan Anda dan bukannya perusahaan Anda sebagai pahlawan.</p><h3>Anda memasarkan diri Anda sendiri</h3><p>Anda dapat mengacaukan kegiatan marketing Anda, jika Anda membuat asumsi berdasarkan preferensi Anda atau teman Anda sendiri. Lakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh target market Anda dan seperti apa perilaku mereka, jika Anda tidak mengetahui apa yang mereka mau, butuhkan, sukai dan seperti apa perilaku mereka maka jangan lakukan kegiatan marketing karena itu akan menghancurkan program Anda.</p><h3>Anda tidak mengetahui audiens Anda</h3><p>Investasikan waktu dan uang untuk mengidentifikasi bukan hanya siapa pelanggan Anda namun seperti apa perilaku mereka. Bagaimana kehidupan mereka sehari–hari  dan apa pekerjaan mereka? Dimana biasanya mereka belanja? Siapa yang mempengaruhi mereka untuk belanja? Review site kah? Teman facebook kah? Dapatkan informasi secara keseluruhan mengenai pelanggan yang Anda targetkan.</p><h3>Anda melakukan pemasaran berdasarkan komite</h3><p>Kegiatan marketing seperti mengasuh anak. Setiap orang percaya bahwa mereka dapat melakukan segala sesuatunya dengan efektif (terutama mereka yang tidak memiliki anak). Cara terbaik untuk mengatasi rasa sok tahu ini adalah dengan menyiapkan data. Hindari ide yang tidak jelas dari sekumpulan orang (termasuk boss Anda). Anda tahu siapa pelanggan Anda, Anda tahu bagaimana cara menarik mereka dan Anda memahami apa yang ada dalam pikiran mereka. Itu sebabnya Anda akan mendapatkan masalah jika Anda melakukan kegiatan marketing berdasarkan komite.</p><h3>Anda tidak memilik data pelanggan</h3><p>Seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Riset dan bukan opini atau insting yang menjadi dasar acuan program marketing Anda. Namun hal ini bukan berarti kreatifitas dan seni tidak memiliki peran. Sebaliknya, jadikan data sebagai dasar untuk menentukan kesempatan yang baru dan kegiatan marketing yang menginspirasi.</p><h3>Anda bergantung pada contoh daripada analogi</h3><p>Terobosan dalam marketing seringkali hanya inovatif dalam satu industri, tetapi hal ini tidak harus selalu original bagi dunia. Seperti yang dikatakan oleh profesor Mason Cooley, “Seni dimulai dari imitasi dan berakhir pada inovasi”. Jadi perhatikan apa yang dilakukan oleh perusahaan lain. Ahli marketing Seth Godin selalu menekankan hal ini berkali–kali dan saya setuju dengan hal tersebut. Jangan pernah menunggu studi kasus pada industri yang sama dengan Andauntuk membuktikan efektifitas dalam strategi marketing. Tetapi, mengutip dari apa yang dikatakan Godin pada blognya: “Inovasi adalah mengambil sesuatu yang berhasil disana dan menggunakannya disini”.</p><h3>Anda tidak membagikan pengalaman</h3><p>Pada era sosial media saat ini, orang marketing dan media tradisional tidak lagi menjadi pengaruh yang besar dalam menentukan pembelian. Konsumen saat ini bergantung pada web sosial media sebagai sumber pengetahuan mereka, jadi tugas seorang marketing adalah menghidupkan koneksi tersebut.Mungkin Anda berpikir bagaimana cara mengidentifikasi pelanggan berpotensial saat ini dalam sosial media, sebelum mereka mengidentifikasi diri mereka kepada Anda? Caranya sangat mudah: Perhatikan sosial media, gunakan search engine dan konten strategi dan tentu saja jangan lupa untuk melibatkan pelanggan berpotensi Anda.</p><h3>Anda sering mendiamkan interaksi</h3><p>Jika ada seorang pelanggan yang menghubungi Anda melalui sosial media, apakah Anda meresponnya, atau mendiamkannya? Pelanggan mengharapkan respon yang real-time (atau setidaknya mendekati). Brian Solis mengatakan: “Jika ada seseorang yang bertanya, dimana pun dia, Jika jawaban tersebut tidak datang dalam hitungan menit atau jam maka kesempatan untuk membuat keputusan (membeli) akanberkurang secara drastis dan dalam 24 jam (tidak ada jawaban), lebih baik lupakan”.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Menulis rencana bisnis? jangan melupakan marketing</title><link>/pemasaran/menulis-rencana-bisnis-jangan-melupakan-marketing/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 29 May 2020 14:00:49 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[business plan]]></category><category><![CDATA[contoh proposal rencana bisnis hijab]]></category><category><![CDATA[contoh proposal rencana bisnis kwu]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis anggaran]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis bank]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis bank syariah]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis bumd]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis cafe]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis cafe ice cream]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis coffee shop]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis dalam bahasa inggris]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis dengan analisis swot]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis digital]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis fashion]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis frozen food]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis hijab]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis hotel]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis ikan nila]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis jangka panjang]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis jangka pendek]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis jasa]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis kewirausahaan]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis laundry]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis lengkap]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis makanan]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis makanan ringan]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis masa depan]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis online]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis online shop]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis pakaian]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis pakaian online]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis pdf]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis rumah makan]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis rumah sakit]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis sederhana]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis startup]]></category><category><![CDATA[contoh rencana bisnis tugas kewirausahaan]]></category><category><![CDATA[contoh rencana investasi usaha]]></category><category><![CDATA[contoh rencana usaha cafe]]></category><category><![CDATA[contoh rencana usaha es buah]]></category><category><![CDATA[contoh rencana usaha kerajinan non benda]]></category><category><![CDATA[contoh rencana usaha pdf]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[membuat rencana bisnis laundry]]></category><category><![CDATA[membuat rencana bisnis online]]></category><category><![CDATA[membuat rencana bisnis restoran]]></category><category><![CDATA[membuat rencana bisnis sederhana]]></category><category><![CDATA[menulis rencana bisnis]]></category><category><![CDATA[menulis rencana bisnis adalah]]></category><category><![CDATA[menyusun rencana bisnis adalah]]></category><category><![CDATA[menyusun rencana usaha ekspor]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[rencana bisnis]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1173</guid><description><![CDATA[Panduan Lengkap Menyusun Strategi Pemasaran dalam Rencana Bisnis Anda Menyusun rencana bisnis adalah langkah penting bagi siapa saja yang ingin keluar dari zona nyaman dan mulai mengejar impian bisnis mereka. Salah satu elemen yang sering kali diabaikan namun sangat krusial dalam rencana bisnis adalah strategi pemasaran. Meski banyak pengusaha fokus pada proyeksi arus kas atau &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<h2>Panduan Lengkap Menyusun Strategi Pemasaran dalam Rencana Bisnis Anda</h2><p>Menyusun rencana bisnis adalah langkah penting bagi siapa saja yang ingin keluar dari zona nyaman dan mulai mengejar impian bisnis mereka. Salah satu elemen yang sering kali diabaikan namun sangat krusial dalam rencana bisnis adalah <strong>strategi pemasaran</strong>. Meski banyak pengusaha fokus pada proyeksi arus kas atau tujuan jangka panjang, strategi pemasaran sering kali tidak mendapatkan perhatian yang cukup.</p><p>Padahal, strategi pemasaran adalah pilar utama yang menentukan apakah produk atau layanan Anda dapat dikenal oleh target pasar. Anda mungkin memiliki produk yang luar biasa atau layanan yang memecahkan masalah besar, tetapi tanpa strategi pemasaran yang solid, audiens tidak akan pernah mengetahuinya. Artikel ini akan membantu Anda memahami komponen penting dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif, dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan untuk pengusaha dari berbagai latar belakang.</p><h2>Mengapa Strategi Pemasaran Itu Penting?</h2><p>Tidak peduli seberapa baik produk atau layanan Anda, audiens tidak akan menemukannya jika Anda tidak memasarkan dengan baik. Banyak pengusaha bukan pemasar. Mereka mungkin ahli dalam bidang mereka, seperti keuangan, teknologi, atau kreatif, tetapi tanpa keahlian dalam pemasaran, keberhasilan bisnis bisa terhambat.</p><p>Strategi pemasaran membantu:</p><ol><li><strong>Menciptakan kesadaran</strong>: Menarik perhatian target pasar terhadap bisnis Anda.</li><li><strong>Membangun kredibilitas</strong>: Memberikan alasan mengapa audiens harus memilih Anda dibandingkan pesaing.</li><li><strong>Mendorong penjualan</strong>: Mengubah audiens menjadi pelanggan yang loyal.</li></ol><h2>Komponen Penting dalam Strategi Pemasaran</h2><h3>1. Menentukan Pesan Utama Anda</h3><p>Pesan utama adalah inti dari apa yang ingin Anda sampaikan kepada audiens. Ini bukan hanya tentang mengatakan “produk saya sangat bagus”, tetapi menjelaskan bagaimana produk Anda memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan. Beberapa pertanyaan yang perlu Anda jawab:</p><ul><li>Apa nilai utama dari produk atau layanan Anda?</li><li>Masalah apa yang dapat diatasi?</li><li>Apa yang membedakan Anda dari kompetitor?</li></ul><p>Sebagai contoh, sebuah perusahaan pemasaran mungkin menawarkan model <strong>pay-for-performance</strong>, yang berarti klien hanya membayar jika hasil yang dijanjikan tercapai. Ini adalah nilai unik yang membuat perusahaan tersebut berbeda.</p><h3>2. Mengidentifikasi Target Audiens Anda</h3><p>Mengetahui siapa audiens Anda adalah langkah krusial. Jika Anda memiliki produk niche, pertimbangkan apakah ada kelompok audiens tambahan yang bisa Anda jangkau. Misalnya, jika Anda menjual teko kopi lipat untuk mahasiswa, pikirkan juga tentang:</p><ul><li>Orang tua yang ingin membantu anaknya mengatur ruang kecil.</li><li>Penggemar aktivitas luar ruangan, seperti berkemah atau hiking.</li><li>Pasangan yang tinggal di apartemen kecil.</li></ul><p>Dengan memahami audiens Anda, Anda dapat membuat pesan pemasaran yang lebih relevan dan efektif.</p><h3>3. Memilih Media yang Tepat</h3><p>Media yang Anda pilih untuk menyampaikan pesan sangat penting. Setiap media memiliki demografi audiens yang berbeda. Misalnya:</p><ul><li><strong>Media sosial</strong>: Ideal untuk produk niche karena Anda dapat membangun komunitas online.</li><li><strong>Acara TV siang hari</strong>: Cocok untuk produk yang menargetkan wanita.</li><li><strong>Koran</strong>: Baik untuk menjangkau audiens berusia 55 tahun ke atas.</li></ul><p>Langkah pertama adalah mengetahui di mana audiens Anda berada, apa yang mereka konsumsi, dan bagaimana Anda dapat menjangkau mereka secara efektif.</p><h3>4. Menyusun Anggaran Pemasaran</h3><p>Anggaran adalah fondasi yang menentukan seberapa jauh strategi pemasaran Anda dapat berjalan. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:</p><ul><li>Berapa banyak pemasaran yang bisa Anda lakukan sendiri?</li><li>Apakah Anda memerlukan bantuan profesional?</li><li>Bagaimana cara Anda mengalokasikan anggaran untuk media online dan offline?</li></ul><p>Jika Anda menangani pemasaran sendiri, pastikan untuk mengalokasikan waktu untuk:</p><ul><li>Membuat dan memelihara situs web.</li><li>Menulis dan memposting konten blog secara konsisten.</li><li>Mengelola akun media sosial.</li></ul><p>Jika Anda memutuskan untuk mempekerjakan profesional, pastikan untuk merinci biaya dan jadwal dalam rencana pemasaran Anda.</p><h3>5. Membuat Website yang Profesional</h3><p>Website adalah pusat dari strategi pemasaran digital. Pastikan website Anda:</p><ul><li>Memiliki desain yang menarik dan responsif.</li><li>Mudah digunakan dan memberikan informasi yang jelas.</li><li>Memiliki fitur untuk melakukan pembelian atau menghubungi Anda dengan mudah.</li></ul><p>Gunakan <strong>SEO (Search Engine Optimization)</strong> untuk meningkatkan visibilitas website Anda di mesin pencari. Pilih kata kunci yang relevan dengan bisnis Anda dan buat konten yang menarik untuk audiens Anda.</p><h3>6. Mengoptimalkan Kehadiran di Media Sosial</h3><p>Media sosial adalah alat yang sangat kuat untuk membangun hubungan dengan audiens. Pilih platform yang paling relevan dengan bisnis Anda dan gunakan secara konsisten untuk:</p><ul><li>Membagikan konten menarik.</li><li>Berinteraksi dengan audiens.</li><li>Membangun komunitas di sekitar merek Anda.</li></ul><h3>7. Memanfaatkan Email Marketing</h3><p>Email marketing adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Kirimkan:</p><ul><li>Newsletter berkala dengan informasi yang relevan.</li><li>Penawaran khusus.</li><li>Konten edukasi yang menarik.</li></ul><h3>8. Menggunakan Video Marketing</h3><p>Video adalah media yang sangat efektif untuk menarik perhatian audiens. Buat video yang:</p><ul><li>Menunjukkan cara kerja produk Anda.</li><li>Berisi testimoni pelanggan.</li><li>Menceritakan kisah di balik bisnis Anda.</li></ul><h3>9. Berkolaborasi dengan Influencer</h3><p>Influencer dapat membantu memperluas jangkauan merek Anda. Cari influencer yang relevan dengan industri Anda dan ajak mereka bekerja sama untuk mempromosikan produk atau layanan Anda.</p><h3>10. Mengukur dan Mengevaluasi Hasil</h3><p>Pemasaran bukan hanya tentang pelaksanaan; Anda juga harus memantau hasilnya. Gunakan alat seperti Google Analytics untuk melacak:</p><ul><li>Trafik website.</li><li>Konversi penjualan.</li><li>Efektivitas kampanye di media sosial.</li></ul><p>Dengan data ini, Anda dapat menyesuaikan strategi pemasaran Anda agar lebih efektif di masa depan.</p><h2>Kesimpulan</h2><p>Strategi pemasaran adalah elemen fundamental dari rencana bisnis yang sukses. Dengan menyusun strategi pemasaran yang matang, Anda tidak hanya dapat meningkatkan kesadaran terhadap produk atau layanan Anda tetapi juga membangun hubungan dengan pelanggan yang bertahan lama. Jangan biarkan pemasaran menjadi hasil pemikiran terakhir. Jadikan pemasaran sebagai prioritas utama untuk mendorong kesuksesan bisnis Anda.</p><p>Apakah Anda sedang memulai bisnis baru atau mengevaluasi ulang bisnis yang sudah ada, semuanya dimulai dengan rencana yang solid. Ambil langkah pertama Anda hari ini dan buat strategi pemasaran yang tidak hanya relevan tetapi juga dapat dieksekusi dengan baik.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Apa itu digital marketing?</title><link>/pemasaran/apa-itu-digital-marketing/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 28 May 2020 08:39:37 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[apa itu branding]]></category><category><![CDATA[apa itu digital branding]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing agency]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing channel]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing communication]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing dan contohnya]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing indonesia]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing manager]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing officer]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing ppt]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing specialist]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing strategy]]></category><category><![CDATA[apa itu marketing digital banking]]></category><category><![CDATA[apa itu marketing digital printing]]></category><category><![CDATA[apa sih digital marketing itu]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud dengan digital marketing metrics]]></category><category><![CDATA[contoh digital branding]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing campaign]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing canvas]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing communication]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing di indonesia]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing di perusahaan]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing plan]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing plan pdf]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing strategy]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing untuk umkm]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing yang baik]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing yang sukses]]></category><category><![CDATA[definisi digital branding]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[digital marketing]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran digital]]></category><category><![CDATA[pengertian digital branding]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing dan contohnya]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing journal]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing jurnal]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut buku]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut kotler]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2017]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2018]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2019]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli terbaru]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing secara umum]]></category><category><![CDATA[tips marketing]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1099</guid><description><![CDATA[Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Pada umumnya, pelaku bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, media sosial, email, dan situs web mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan mereka. Dengan semakin mudahnya menggunakan akses internet saat ini, maka jumlah orang yang online akan semakin meningkat dari tahun &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Pada umumnya, pelaku bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, media sosial, email, dan situs web mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan mereka.</p><p>Dengan semakin mudahnya menggunakan akses internet saat ini, maka jumlah orang yang online akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, pengguna internet di kalangan orang dewasa meningkat sebesar 5% hanya dalam tiga tahun terakhir, menurut Pew Research. Dengan semakin meningkatnya pengguna internet di dunia, maka cara mereka berbelanja pun berubah, ini berarti pemasaran konvensional menjadi tidak efektif lagi.</p><p>Pemasaran merupakan tentang bagaimana menghubungkan audiens Anda di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Ini artinya Anda harus menemui mereka dimana mereka menghabiskan waktu mereka paling banyak yaitu internet.</p><h2>Bagaimana Anda mendefinisikan digital marketing?</h2><p>Digital marketing ditentukan oleh penggunaan berbagai taktik dan saluran digital untuk terhubung dengan pelanggan di mana mereka menghabiskan banyak waktu mereka: online. Mulai dari situs website yang merupakan aset branding online, iklan digital, <a href="/pemasaran/3-taktik-pemasaran-email-yang-anda-butuhkan/">email marketing</a>, brosur online, dan lainnya, merupakan beberapa taktik yang termasuk di dalam digital marketing.</p><h3>Taktik dan contoh digital marketing</h3><p>Digital marketing terbaik memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana setiap kampanye pemasaran digital dapat membantu mereka meraih tujuan atau goal mereka. Dan tergantung pada tujuan strategi pemasaran mereka, pemasar dapat mengadakan kampanye yang lebih besar melalui saluran gratis dan berbayar yang mereka miliki.</p><p>Seorang pemasar konten (content marketing), misalnya, dapat membuat serangkaian posting blog yang berfungsi untuk mengarahkan traffic ke sebuah produk yang baru – baru ini di luncurkan oleh perusahaan. Pemasar media sosial kemudian membantu mempromosikan postingan blog tersebut melalui pos berbayar dan organik di akun media sosial. Mungkin juga pemasar email membuat kampanye email untuk mengirimkan informasi tentang produk tersebut kepada pelanggan – pelanggan  berpotensial.</p><p>Berikut ini merupakan rangkuman singkat tentang beberapa taktik pemasaran digital yang paling umum digunakan dan saluran apa saja yang biasanya digunakan oleh digital marketing dalam membuat kampanye.</p><h4>Search Engine Optimization (SEO)</h4><p>Search Engine Optimization atau SEO adalah <a href="/pemasaran/internet-marketing/cara-menaikkan-rating-website-di-google/">proses mengoptimalkan situs web Anda untuk mendapatkan &#8220;peringkat&#8221; yang lebih tinggi</a> di halaman hasil pencarian mesin pencari, sehingga meningkatkan jumlah traffic organik yang diterima situs web Anda. Saluran yang mendapatkan keuntungan dari SEO adalah:</p><ul><li>Situs web</li><li>Blog</li><li>Infografis</li></ul><h4>Pemasaran Konten atau Content Marketing</h4><p>Istilah ini menunjukkan pembuatan dan promosi aset konten untuk tujuan menghasilkan kesadaran merek, pertumbuhan lalu lintas, perolehan prospek, dan pelanggan. Saluran yang dapat berperan dalam strategi pemasaran konten Anda meliputi:</p><ul><li>Posting blog</li><li>Ebooks dan whitepaper</li><li>Infografis</li><li>Brosur dan buku panduan online</li></ul><h4>Social Media Marketing</h4><p>Ini merupakan kegiatan pemasaran yang mempromosikan merek dan konten Anda di saluran media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), mendorong traffic, dan memberikan prospek atau calon pelanggan untuk bisnis Anda. Saluran yang dapat Anda gunakan dalam social media marketing meliputi:</p><ul><li>Facebook</li><li>Twitter</li><li>LinkedIn</li><li>Instagram</li><li>Snapchat</li><li>Pinterest</li><li>Google+</li></ul><h4>Pay-Per-Click (PPC)</h4><p>PPC merupakan metode untuk mengarahkan traffic ke situs web Anda dengan membayar publisher setiap kali iklan Anda diklik. Salah satu jenis PPC yang paling umum adalah <a href="https://ads.google.com/home/">Google AdWords</a>, yang memungkinkan Anda membayar slot teratas di halaman hasil mesin pencari Google dengan harga &#8220;per klik&#8221; dari tautan yang Anda tempatkan. Saluran lain di mana Anda dapat menggunakan PPC meliputi:</p><ul><li>Iklan berbayar di Facebook.</li><li>Tweet Promosi di Twitter.</li><li>Pesan Sponsor di LinkedIn.</li></ul><h4>Affiliate Marketing</h4><p>Ini adalah jenis iklan berbasis kinerja dimana Anda akan menerima komisi ketika mempromosikan produk atau layanan orang lain di situs web Anda. Saluran affiliate marketing meliputi:</p><ul><li>Hosting iklan video melalui YouTube.</li><li>Memposting tautan afiliasi dari akun media sosial Anda.</li></ul><h4>Native Advertising</h4><p>Native advertising mengacu pada iklan yang umumnya berupa konten dan ditampilkan di platform bersama konten non-bayar lainnya. Postingan sponsor merupakan contoh native advertising yang baik, tetapi ada beberapa orang yang juga menganggap iklan di media sosial sebagai native advertising, contohnya jika Anda memasang iklan di Facebook atau Instagram.</p><h4>Marketing Automation</h4><p>Marketing automation mengacu pada perangkat lunak yang berfungsi untuk mengotomatisasi kegiatan pemasaran dasar Anda. Banyak kegiatan pemasaran yang dapat diotomatisasikan seperti:</p><ul><li>Email Newletter.</li><li>Penjadwalan posting pada media sosial.</li><li>Pembaharuan daftar kontak.</li><li>Laporan dan tracking kampanye pemasaran.</li></ul><h4>Email Marketing</h4><p>Perusahaan menggunakan email marketing sebagai cara berkomunikasi dengan audiens mereka. Email marketing sering digunakan untuk mempromosikan konten, diskon, dan acara, serta mengarahkan orang &#8211; orang menuju situs web bisnis Anda. Jenis email yang dapat Anda kirimkan dalam kampanye email marketing meliputi:</p><ul><li>Newsletter untuk berlangganan blog.</li><li>Email follow up yang ditujukan kepada pengunjung situs web untuk mendownload sesuatu.</li><li>Email selamat datang.</li><li>Promosi liburan untuk anggota member yang setia berbelanja.</li><li>Tips atau email serial untuk mengedukasi pelanggan.</li></ul><h4>Online PR</h4><p>Online PR merupakan sebuah praktik untuk mengamankan material online yang diperoleh dari publikasi digital, blog, dan situs web berbasis konten lainnya. Ini mirip seperti PR tradisional, bedanya dilakukan secara online. Saluran yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan upaya PR Anda meliputi:</p><ul><li>Outreach melalui media sosial.</li><li>Membuat review online perusahaan Anda.</li><li>Terlibat dalam kolom komentar di situs web atau blog pribadi Anda.</li></ul><h4>Inbound Marketing</h4><p>Inbound marketing mengacu pada pendekatan &#8220;full-funnel&#8221; untuk menarik, engaging, dan membuat pelanggan senang dengan menggunakan konten online. Anda dapat menggunakan setiap taktik pemasaran digital yang tercantum di atas ke strategi inbound marketing.</p><h2>Apa yang harus dilakukan digital marketer?</h2><p>Digital marketer bertanggung jawab untuk mendorong kesadaran merek (brand awareness) dan mengarahkan semua upaya pemasaran melalui semua saluran digital, baik yang gratis maupun berbayar. Saluran ini termasuk media sosial, situs web perusahaan itu sendiri, peringkat mesin pencari, email, periklanan, dan blog perusahaan.</p><p>Digital marketer biasanya berfokus pada key performance indicator (KPI) yang berbeda untuk setiap saluran, sehingga mereka dapat mengukur kinerja perusahaan dengan tepat di setiap saluran. Digital marketer yang bertanggung jawab atas SEO, misalnya, mengukur &#8220;traffic organik&#8221; situs web mereka &#8211; dari lalu lintas yang berasal dari pengunjung situs web yang menemukan halaman situs web bisnis Anda  melalui pencarian di mesin pencari Google.</p><p>Digital marketing memiliki banyak peran dalam kegiatan pemasaran saat ini. Di perusahaan kecil, satu generalis mungkin memiliki banyak taktik pemasaran digital yang dijelaskan di atas pada saat yang bersamaan. Di perusahaan besar, taktik ini memiliki banyak spesialis yang masing &#8211; masing fokus hanya pada satu atau dua saluran digital merek.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa contoh dari para spesialis ini:</p><p><strong>Manajer SEO</strong></p><p>KPI Utama: Traffic organic</p><p>Singkatnya, para manajer SEO harus bisa menempatkan bisnis mereka di peringkat tertinggi dari hasil pencarian di mesin pencari Google. Menggunakan berbagai pendekatan untuk mengoptimalkan mesin pencari, Manajer SEO harus bekerja secara langsung dengan pembuat konten untuk memastikan konten yang mereka hasilkan berkinerja baik di Google, termasuk ketika perusahaan memposting konten tersebut di media sosial.</p><p><strong>Content marketing specialist</strong></p><p>KPI Utama: Lama waktu di sebuah halaman web, traffic blog secara keseluruhan, subscriber pada YouTube</p><p>Content marketing specialist merupakan pencipta konten digital. Mereka biasanya sering memperhatikan kalender blog perusahaan, dan kemudian muncul dengan strategi konten dan mencakup video juga. Para profesional ini sering bekerja dengan bagian departemen lain untuk memastikan produk dan kampanye peluncuran bisnis sejalan dengan konten promosi di setiap saluran digital.</p><p><strong>Manajer Media Sosial</strong></p><p>KPI Utama: Follower, Impression, Shares</p><p>Manajer media sosial menetapkan jadwal posting untuk konten tertulis dan visual perusahaan. Mereka juga dapat bekerja sama dengan content marketing specialist untuk mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk memposting konten di jaringan sosial tertentu.</p><p>(Catatan: Per KPI di atas, &#8220;impression&#8221; mengacu pada berapa kali postingan konten muncul di newsfeed dari pengguna.)</p><p><strong>Marketing automation coordinator</strong></p><p>KPI Utama: Rate email yang dibuka, campaign click-through rate, lead generation rate</p><p>Marketing automation coordinator membantu memilih dan mengelola perangkat lunak yang memungkinkan seluruh tim pemasaran memahami perilaku pelanggan dan mengukur pertumbuhan bisnis mereka. Karena banyak operasi pemasaran yang dijelaskan di atas dapat dijalankan secara terpisah satu sama lain, penting bagi seorang marketing automation coordinator untuk memahami pengelompokkan aktivitas digital ini ke dalam kampanye individu dan melacak setiap kinerja kampanye yang dilakukan.</p><h2>Inbound Marketing vs Digital Marketing</h2><p>Sekilas, keduanya terlihat sama: Keduanya merupakan aktivitas online, dan keduanya fokus pada pembuatan konten digital untuk dikonsumsi orang. Jadi apa bedanya?</p><p>Istilah &#8220;digital marketing&#8221; tidak membedakan antara taktik pemasaran push dan pull (atau apa yang sekarang bisa kita sebut sebagai metode ‘inbound&#8217; dan ‘outbound’). Keduanya masih berada di bawah ruang lingkup digital marketing.</p><p>Taktik digital outbound bertujuan untuk menempatkan pesan pemasaran secara langsung di depan sebanyak mungkin orang yang ada di dunia online, terlepas dari apakah itu relevan atau tidak. Misalnya, iklan banner mencolok yang Anda lihat di bagian atas kebanyakan situs web yang mencoba mendorong suatu produk atau promosi ke orang yang belum tentu siap menerimanya (sesuai target).</p><p>Di sisi lain, pemasar yang menggunakan taktik digital inbound menggunakan konten online untuk menarik target pelanggan mereka ke situs web dengan menyediakan aset yang bermanfaat bagi mereka. Salah satu aset pemasaran digital yang paling sederhana namun paling efektif adalah blog, yang memungkinkan situs web Anda untuk memanfaatkan istilah &#8211; istilah yang dicari oleh pelanggan ideal Anda.</p><p>Pada akhirnya, pemasaran inbound adalah metodologi yang menggunakan aset pemasaran digital untuk menarik, meng-engage, dan membuat pelanggan senang secara online. Digital marketing, di sisi lain, hanyalah sebuah istilah untuk menggambarkan taktik pemasaran online dalam berbagai bentuk, entah apakah itu inbound atau outbound.</p><h2>Apakah digital marketing dapat diterapkan untuk semua bisnis?</h2><p>Digital marketing dapat diterapkan untuk bisnis apa pun di industri apa pun. Terlepas dari apa yang dijual oleh perusahaan Anda, digital marketing melibatkan pembangunan “persona” pembeli untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda, dan menciptakan konten online yang bernilai. Namun, tidak berarti semua bisnis harus menerapkan strategi pemasaran digital dengan cara yang sama.</p><h3>Digital Marketing B2B</h3><p>Jika perusahaan Anda adalah business-to-business (B2B), upaya pemasaran digital Anda mungkin akan berpusat pada generate lead secara online, dengan tujuan untuk mendatangkan calon pembeli. Oleh karena itu, peran strategi pemasaran Anda adalah untuk menarik dan menkonversi lead menjadi pelanggan melalui tenaga penjual pada situs web dan saluran digital Anda.</p><p>Di luar situs web Anda, Anda mungkin dapat memilih untuk memfokuskan upaya Anda pada saluran yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn di mana demografi Anda menghabiskan waktu online mereka disana.</p><h3>Digital Marketing B2C</h3><p>Jika perusahaan Anda adalah business-to-consumer (B2C), bergantung pada titik harga produk Anda, kemungkinan tujuan dari upaya pemasaran digital Anda adalah untuk menarik orang ke situs web Anda dan membuat mereka menjadi pelanggan tanpa perlu berbicara dengan seorang tenaga penjualan.</p><p>Oleh karena itu, Anda mungkin cenderung tidak fokus pada &#8216;prospek&#8217; dalam pengertian tradisional, dan lebih fokus dalam membangun perjalanan pembeli yang dipercepat, dari saat seseorang tiba di situs web Anda, hingga saat mereka melakukan pembelian. Ini berarti Anda harus membuat strategi pemasaran yang berfokus pada call to action (CTA).</p><p>Untuk perusahaan B2C, saluran seperti Instagram dan Pinterest seringkali lebih berharga daripada platform yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn.</p><h2>Apa manfaat digital marketing?</h2><p>Tidak seperti kebanyakan upaya pemasaran offline, pemasaran digital memungkinkan pemasar melihat hasil yang akurat secara real time. Jika Anda pernah memasang iklan di surat kabar, Anda akan tahu betapa sulitnya memperkirakan berapa banyak orang yang benar &#8211; benar memperhatikan iklan Anda. Tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah iklan tersebut dapat berkontribusi terhadap penjualan atau tidak.</p><p>Di sisi lain, dengan pemasaran digital, Anda dapat mengukur ROI pada hampir semua aspek dari upaya pemasaran Anda.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa contohnya:</p><h3>Traffic Situs Web</h3><p>Dengan pemasaran digital, Anda dapat melihat jumlah pasti orang &#8211; orang yang telah melihat beranda situs web Anda secara real time dengan menggunakan perangkat lunak analitik seperti <a href="https://analytics.google.com/">Google Analytics</a>.</p><p>Anda juga dapat melihat berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, perangkat apa yang mereka gunakan, dan dari mana mereka berasal, dan lain sebagainya.</p><p>Informasi ini akan membantu Anda memprioritaskan saluran pemasaran mana yang memberikan kontribusi lebih banyak dan lebih sedikit. Misalnya, jika hanya 10% lalu lintas Anda berasal dari penelusuran organik, Anda tahu bahwa Anda mungkin perlu meluangkan waktu untuk meningkatkan persentase tersebut.</p><p>Dengan pemasaran offline, sangat sulit untuk mengetahui bagaimana orang berinteraksi dengan merek Anda sebelum mereka berinteraksi dengan penjual atau melakukan pembelian. Dengan pemasaran digital, Anda dapat mengidentifikasi tren dan pola perilaku orang &#8211; orang sebelum mereka melakukan transaksi pembelian, ini berarti Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang cara menarik mereka ke situs web Anda melalui saluran pemasaran.</p><h3>Lead Generation</h3><p>Bayangkan Anda telah membuat brosur produk dan mempostingnya melalui kotak surat orang &#8211; brosur tersebut merupakan sebuah konten, meskipun offline. Masalahnya adalah Anda tidak tahu berapa banyak orang yang membuka brosur Anda atau berapa banyak orang yang melemparkan brosur tersebut langsung ke tempat sampah.</p><p>Sekarang bayangkan Anda memiliki brosur itu di situs web Anda. Anda dapat mengukur dengan tepat berapa banyak orang yang melihat halaman web Anda, dan Anda dapat mengumpulkan detail kontak mereka dengan mengisi form yang sudah Anda sediakan. Anda tidak hanya dapat mengukur berapa banyak orang yang terlibat dengan konten Anda, tetapi Anda juga bisa menghasilkan prospek yang memenuhi kriteria Anda.</p><h3>Attribution Modeling</h3><p>Strategi pemasaran digital yang efektif yang dikombinasikan dengan alat dan teknologi yang tepat memungkinkan Anda untuk melacak semua penjualan Anda, bahkan hingga ke pembelian yang dilakukan oleh pelanggan pertama Anda.</p><p>Kami menyebut ini sebagai attribution modeling, dan ini memungkinkan Anda mengidentifikasi tren dengan cara meneliti orang yang membeli produk Anda, membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat tentang bagian mana dari strategi pemasaran Anda yang layak mendapatkan perhatian lebih, dan bagian mana dari siklus penjualan Anda yang perlu diperbaiki .</p><p>Menghubungkan titik &#8211; titik antara pemasaran dan penjualan sangat penting &#8211; menurut Aberdeen Group, perusahaan dengan penjualan yang kuat dan harmonisasi pemasaran meraih tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 20%, dibandingkan dengan penurunan 4% dalam pendapatan untuk perusahaan dengan harmonisasi pemasaran yang buruk. Jika Anda dapat meningkatkan kecepatan dalam transaksi pembelian dengan pelanggan Anda dengan menggunakan teknologi digital, maka hal itu cenderung akan menimbulkan efek yang positif pada bottom line bisnis Anda.</p><h2>Jenis konten digital apa yang harus saya buat?</h2><p>Jenis konten yang Anda buat tergantung pada kebutuhan audiens Anda pada tahap yang berbeda dalam proses pembelian. Anda harus mulai dengan membuat personas pembeli untuk mengidentifikasi apa tujuan dan tantangan audiens Anda dalam kaitannya dengan bisnis Anda. Pada tingkat dasar, konten online Anda harus bertujuan untuk membantu mereka mencapai sasaran ini, dan mengatasi tantangan mereka.</p><p>Kemudian, Anda harus memikirkan kapan kemungkinan besar mereka siap untuk mengkonsumsi konten tersebut. Kami menyebutnya sebagai pemetaan konten.</p><p>Tujuan menggunakan pemetaan konten adalah untuk mendapatkan informasi:</p><ul><li>Ciri – ciri atau karakteristik orang yang akan mengkonsumsinya (di situlah personas pembeli dapat terlihat).</li><li>Seberapa dekat orang itu untuk melakukan pembelian.</li></ul><p>Dalam format konten, ada banyak hal yang dapat untuk dicoba. Berikut adalah beberapa opsi yang kami sarankan untuk digunakan pada setiap tahap proses pembelian:</p><h3>Awareness stage atau tahap kesadaran</h3><ul><li><strong>Postingan blog.</strong> Bagus untuk meningkatkan traffic organik Anda ketika dipasangkan dengan strategi SEO dan kata kunci yang kuat.</li><li><strong>Infografis.</strong> Sangat mudah dibagikan, artinya mereka meningkatkan peluang Anda ditemukan melalui media sosial ketika orang lain berbagi konten Anda.</li><li><strong>Video pendek.</strong> Sekali lagi, ini sangat mudah dibagikan dan dapat membantu merek Anda ditemukan oleh audiens baru dengan menghostingnya di platform seperti YouTube.</li></ul><h3>Tahap Pertimbangan</h3><ul><li><strong>Ebooks.</strong> Sangat bagus untuk menghasilkan prospek karena umumnya lebih komprehensif daripada postingan blog atau infografis, yang berarti seseorang lebih mungkin bertukar informasi kontak mereka.</li><li><strong>Laporan penelitian.</strong> Sekali lagi, ini adalah bagian dari konten bernilai tinggi yang sangat bagus untuk menghasilkan prospek. Laporan penelitian dan data baru untuk industri Anda juga dapat Anda gunakan pada tahap awareness, karena sering diambil oleh media atau pers industri.</li><li><strong>Webinar.</strong> Karena ini merupakan sebuah bentuk konten video yang lebih rinci dan interaktif, maka bisa dikatakan bahwa webinar adalah format konten yang efektif, sebab webinar menawarkan konten yang lebih komprehensif daripada postingan blog atau video pendek.</li></ul><h3>Tahap Keputusan</h3><ul><li><strong>Studi kasus.</strong> Memiliki studi kasus mendetail di situs web Anda dapat menjadi sebuah bentuk konten yang efektif bagi mereka yang siap untuk membuat keputusan pembelian, karena hal tersebut membantu Anda mempengaruhi keputusan mereka secara positif.</li><li><strong>Testimonial.</strong> Jika studi kasus tidak cocok untuk bisnis Anda, maka memiliki testimonial singkat di situs web Anda dapat menjadi alternatif yang baik. Untuk yang bermain di area B2C, testimonial merupakan hal yang sangat penting. Jika Anda merupakan bisnis yang bergerak di brand fashion, maka Anda bisa menaruh foto ketika orang lain menggunakan baju atau gaun tersebut, buat tagar yang menarik agar kampanye Anda bisa lebih exist di media sosial.</li></ul><h2>Berapa lama waktu yang diperlukan untuk melihat hasil dari konten saya?</h2><p>Dengan pemasaran digital, sering kali Anda merasa dapat melihat hasil lebih cepat daripada pemasaran offline karena lebih mudah mengukur ROI dari kampanye yang Anda lakukan. Namun, seberapa cepat hasil tersebut dapat terlihat bergantung pada skala dan efektivitas strategi pemasaran digital Anda.</p><p>Jika Anda menghabiskan waktu membangun persona pembeli yang komprehensif untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda, dan Anda fokus untuk menciptakan konten online berkualitas untuk menarik dan mengkonversikannya, maka Anda kemungkinan akan melihat hasil yang positif pada enam bulan pertama sejak Anda melakukan kampanye pemasaran.</p><p>Jika iklan berbayar merupakan bagian dari strategi digital Anda, maka hasilnya akan lebih cepat &#8211; tetapi saya menyarankan untuk fokus membangun traffic organik Anda menggunakan konten, SEO, dan media sosial untuk kesuksesan jangka panjang dan berkelanjutan.</p><h2>Apakah saya perlu menyediakan anggaran yang besar untuk digital marketing?</h2><p>Jika Anda berfokus pada teknik inbound seperti SEO, media sosial, dan pembuatan konten untuk situs web yang sudah ada sebelumnya, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu memiliki banyak anggaran. Dengan pemasaran inbound, fokus utamanya adalah menciptakan konten berkualitas tinggi yang ingin dikonsumsi oleh audiens Anda, satu &#8211; satunya investasi yang Anda butuhkan adalah waktu Anda.</p><p>Dengan teknik outbound seperti iklan online dan pembelian daftar email, tentu pasti ada biaya. Namun seberapa besar biayanya bergantung pada jenis visibilitas yang ingin Anda dapatkan sebagai hasil dari memasang iklan.</p><p>Misalnya, untuk menerapkan PPC menggunakan Google AdWords, Anda akan bersaing dengan perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama dengan Anda agar bisa muncul pada bagian atas hasil pencarian Google untuk kata kunci yang terkait dengan bisnis Anda. Besaran biaya tersebut bergantung pada daya saing kata kunci, kata kunci ini dapat cukup terjangkau, atau sangat mahal, itulah mengapa ide saya menyarankan untuk fokus membangun traffic organik Anda juga.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>