<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>kesalahan wawancara kerja &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/kesalahan-wawancara-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 13:27:43 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>kesalahan wawancara kerja &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Kesalahan terbesar interview yang pernah saya lakukan</title><link>/karir/kesalahan-terbesar-interview-yang-pernah-saya-lakukan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sat, 01 May 2021 02:00:44 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan interview]]></category><category><![CDATA[kesalahan interview kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan terbesar dalam interview]]></category><category><![CDATA[kesalahan terbesar dalam interview kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan terbesar dalam wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan terbesar saat interview]]></category><category><![CDATA[kesalahan terbesar saat interview kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan terbesar saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips agar tidak melakukan kesalahan saat interview kerja]]></category><category><![CDATA[tips agar tidak melakukan kesalahan saat wawancara kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3057</guid><description><![CDATA[Saya bukanlah kandidat interview yang terbaik. Saya merasa sangat gugup setiap kali melakukan interview. Jantung berdegup kencang, tangan basah, dan memiliki pikiran-pikiran yang membuat saya gelisah, kemudian ketika saya datang ke kantor tempat saya interview, hal terburuk pun terjadi. Saya lupa apa yang harus saya katakan, saya terbata-bata ketika berbicara, dan saya membiarkan pewawancara mengintimidasi &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukanlah kandidat interview yang terbaik. Saya merasa sangat gugup setiap kali melakukan interview. Jantung berdegup kencang, tangan basah, dan memiliki pikiran-pikiran yang membuat saya gelisah, kemudian ketika saya datang ke kantor tempat saya interview, hal terburuk pun terjadi. Saya lupa apa yang harus saya katakan, saya terbata-bata ketika berbicara, dan saya membiarkan pewawancara mengintimidasi saya.</p><p>Apakah Anda pernah mengalaminya?</p><p>Dengan keadaan seperti itu, tidak heran jika saya membuat kesalahan interview yang besar ketika saya mencari pekerjaan. Jadi, agar Anda tidak mengikuti jejak saya, berikut ini merupakan kesalahan terbesar interview yang pernah saya lakukan, dan bagaimana cara Anda untuk menghindarinya.</p><h3>Saya tidak melakukan riset</h3><p>Salah satu interview yang paling mengintimidasi saya terjadi satu hari setelah saya menghadiri job fair. Job fair berjalan dengan baik. Saya berbicara dengan perusahaan yang berada pada boothnya dan bertemu dengan perekrutnya selama beberapa menit, sebelum akhirnya dia meminta saya untuk menghadiri interview formal di hari berikutnya.</p><p>Dengan kesempatan yang begitu cepat saya dapatkan, saya memfokuskan perhatian saya untuk menjawab pertanyaan standar yang biasanya diberikan pada saat interview. Dan saya sama sekali tidak mencari informasi mengenai perusahaan tersebut, jadi tidak mungkin bagi saya untuk memahami perusahaan tersebut.</p><p>Hasilnya, hal tersebut justru menjadi bumerang bagi saya. Sesaat setelah saya berjabat tangan dengan perekrut yang ada di perusahaan tersebut, dia ingin mengetahui seberapa jauh pengetahuan saya mengenai perusahaan mereka dengan memberikan pertanyaan: “Jadi apakah kamu sudah melakukan riset? Siapa nama CEO perusahaan kami? Berapa banyak kantor cabang yang kami miliki?”</p><p>Saya tertawa dengan gugup, menganggap bahwa dia sedang bercanda. Tetapi ternyata tidak. Kemudian saya menebak-nebak dalam memberikan jawaban “Saya tidak ingat, mungkin 10?”, saya sangat menyesal karena menghabiskan waktu saya untuk menghapal jawaban pertanyaan umum interview dan melupakan riset tentang perusahaan tersebut.</p><h3>Cara menghindarinya</h3><p>Lakukan riset, bukan hanya melihat secara garis besar pada website perusahaan mereka. Pahami apa yang menjadi misi, visi, budaya, dan berita atau acara yang baru-baru ini terjadi. Intinya adalah pelajari sebanyak mungkin tentang perusahaan tersebut, sebelum melakukan interview, kemudian sampaikan kepada pewawancara mengenai apa yang sudah Anda ketahui dan jika memungkinkan berikan solusi untuk memecahkan masalah mereka, jika Anda diterima bekerja.</p><h3>Saya hanya ingin mengesankan mereka</h3><p>Setelah lulus dengan gelar sarjana komputer, mimpi saya adalah bekerja pada sebuah perusahaan konsultan. Kemudian saya melamar pekerjaan pada salah satu perusahaan konsultan terbesar di Jakarta dan saya diberikan kesempatan untuk interview.</p><p>Pada hari saya interview dengan penuh semangat dan fokus, saya berhasil membuat pewawancara saya terkesan dan berhasil mendapatkan pekerjaan tersebut. Saya selalu mengangguk dengan apa pun yang mereka katakan, mengingat semua jawaban interview yang sudah saya rancang, dan memberikan beberapa pertanyaan yang umumnya ditanyakan pada bagian akhir wawancara kerja.</p><p>Tetapi ada beberapa hal penting yang ternyata tidak saya tanyakan kepada mereka yaitu pertanyaan untuk membantu saya mengevaluasi apakah posisi tersebut sesuai untuk saya atau tidak.</p><p>Kemudian, setelah tiga bulan saya menerima “pekerjaan impian” tersebut, saya sudah mulai mencari-cari pekerjaan kembali. Padahal seharusnya jika saya memberikan pertanyaan yang lebih mendalam mengenai apa yang menjadi tanggung jawab saya, maka kejadian ini dapat dihindari.</p><h3>Cara menghindarinya</h3><p>Ketika Anda menginginkan sebuah pekerjaan, sangat mudah untuk melakukan apa pun untuk membuat pewawancara Anda terkesan. Dan tentu saja Anda harus melakukan hal tersebut dengan sopan, memberikan jawaban yang relevan dan mendalam, dan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan. Tetatpi jangan lupa, bahwa ini juga merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi perusahaan tersebut. Jadi cari tahu lebih mendalam tentang atasan Anda, rekan kerja, budaya perusahaan, dan kesempatan karir yang ditawarkan dan pertimbangkan dengan matang sebelum Anda mengambil keputusan untuk menerima pekerjaan tersebut.</p><h3>Saya tidak datang interview</h3><p>Apakah saya sudah mengatakan bahwa saya merupakan orang yang sangat buruk ketika interview? Saya sangat mudah untuk gugup, tidak peduli seberapa pun ketertarikan saya terhadap pekerjaan tersebut, saya memiliki pemikiran: Mungkin saya lebih baik tidak pergi.</p><p>Terkadang itu merupakan feeling saya, tetapi terkadang saya juga menyadari bahwa saya tidak tertarik dengan pekerjaan tersebut. Apapun itu, lebih dari beberapa kali, saya tidak mengangkat telepon untuk interview atau membuat alasan untuk membatalkan interview pada saat terakhir.</p><h3>Cara menghindarinya</h3><p>Jika Anda merupakan orang yang gugup atau tidak memiliki pengalaman interview atau bahkan jika Anda merupakan orang yang sangat berpengalaman dalam interview, semakin Anda sering menghadiri interview, maka Anda akan merasa semakin nyaman ketika interview. Tetapi bukan berarti Anda harus memenuhi jadwal interview Anda dengan pekerjaan yang tidak membuat Anda tertarik. Jika Anda diberikan kesempatan untuk interview, lakukanlah. Kasus terburuk, Anda memiliki pengalaman yang mungkin akan berguna ketika Anda mendapatkan interview pada pekerjaan lain.</p><h3>Saya membuat diri saya gugup</h3><p>Saat ini, mungkin Anda tahu bahwa saya dapat menjadi sangat gugup sebelum interview, selain itu saya juga tidak memiliki keyakinan yang dapat membuat saya percaya diri dalam memberikan jawaban.</p><p>Kombinasi dari semua hal tersebut membuat saya menjadi target yang sempurna bagi pewawancara yang senang melihat saya kewalahan dengan pertanyaan beratnya, seperti “Saya tidak yakin bahwa Anda benar-benar ingin bekerja di lingkungan perusahaan seperti ini?” atau “Saya tidak melihat pengalaman dalam CV Anda, apa yang membuat Anda yakin dapat melakukan pekerjaan ini?”</p><p>Dengan berada pada tekanan seperti itu, saya berusaha untuk menjawab, namun suara saya tersekat, dan saya tiba-tiba lupa bahwa, saya merupakan seorang profesional yang kompeten dan memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada perusahaan. Hal ini sangat memalukan dan tidak menyenangkan, dan tentu saja saya tidak terkejut, jika saya tidak mendapatkan pekerjaan tersebut.</p><h3>Cara menghindarinya</h3><p>Sayang sekali beberapa pewawancaran merupakan orang yang <em>straight-to-the-point</em> dan tentu saja Anda tidak dapat melakukan apapun mengenai hal tersebut, selain membawa kepercayaan diri Anda ke dalam ruangan, mengingat bahwa Anda dipanggil untuk interview karena Anda memenuhi kualifikasi tersebut dan sudah membuktikannya di dalam CV Anda. Sekarang, tinggal kepercayaan diri dan kualitas personality Anda saja yang dapat membuat Anda terlihat bersinar pada saat interview.</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Kesalahan besar yang dapat Anda lakukan ketika interview</title><link>/karir/3-kesalahan-besar-yang-dapat-anda-lakukan-ketika-interview/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 11 Nov 2020 17:20:35 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan besar saat interview]]></category><category><![CDATA[kesalahan besar saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan interview]]></category><category><![CDATA[kesalahan saat interview]]></category><category><![CDATA[kesalahan saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips interview]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1902</guid><description><![CDATA[Jangan terlihat seperti anak baru kemarin pada interview Anda berikutnya. Tunjukkan bahwa Anda memang sudah memiliki banyak pengalaman dan tahu bagaimana menghindari kesalahan yang dapat terjadi ketika interview. Terobsesi pada gaji Sayang sekali, proses interview bukanlah tempat yang sesuai untuk mendiskusikan gaji. Negosiasi dan mendiskusikan gaji dapat Anda lakukan ketika sudah mendapatkan tawaran akhir. Hingga &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Jangan terlihat seperti anak baru kemarin pada interview Anda berikutnya. Tunjukkan bahwa Anda memang sudah memiliki banyak pengalaman dan tahu bagaimana menghindari kesalahan yang dapat terjadi ketika interview.</p><h3>Terobsesi pada gaji</h3><p>Sayang sekali, proses interview bukanlah tempat yang sesuai untuk mendiskusikan gaji. Negosiasi dan mendiskusikan gaji dapat Anda lakukan ketika sudah mendapatkan tawaran akhir. Hingga saat itu, Anda harus merahasiakan gaji yang Anda harapkan. Walaupun mungkin Anda mengkhawatirkan gaji yang akan ditawarkan pada posisi tersebut, tetapi tujuan utama Anda saat ini adalah mendapatkan pekerjaan. Setelah itu Anda baru dapat membicarakan gaji yang Anda harapkan, jangan sampai Anda kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan karena Anda terlalu terobsesi pada gaji.</p><h3>Fokus pada apa yang dapat perusahaan berikan kepada Anda dan bukan sebaliknya</h3><p>Ya, perusahaan memang akan memberikan Anda fasilitas dan gaji, tetap pada kenyataannya ini semua tentang apa yang dapat Anda berikan untuk mereka. Simpan pemikiran “Apa yang dapat Anda berikan kepada saya?” untuk kemudian hari. Interview merupakan saat dimana Anda harus menunjukkan kepada mereka mengapa Anda merupakan orang yang cocok untuk posisi tersebut. Ketika perusahaan tahu seberapa besar kemampuan Anda, mereka akan dengan senang hati untuk mempekerjakan Anda dan pada saat itulah Anda dapat membicarakan masalah gaji dan fasilitas yang Anda harapkan.</p><h3>Tidak melakukan riset</h3><p>Ketika saya mengatakan “riset”, maka ini dapat memiliki banyak arti. Apakah Anda tahu semua hal yang berhubungan dengan perusahaan tersebut? Apakah Anda cukup memiliki pengetahuan mengenai industri mereka? Apakah Anda sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk posisi yang Anda lamar? Ada banyak hal yang harus Anda lakukan sebelum melakukan interview.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 kesalahan yang secara diam-diam tidak disukai oleh pewawancara pekerjaan</title><link>/karir/5-kesalahan-yang-secara-diam-diam-tidak-disukai-oleh-pewawancara-pekerjaan/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 03 Nov 2020 09:52:20 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[kesalahan interview]]></category><category><![CDATA[kesalahan saat interview kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[kesalahan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips interview]]></category><category><![CDATA[tips interview kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1828</guid><description><![CDATA[Bayangkan ini: anda adalah calon pekerja yang akan berperan di perusahaan yang didambakan. Anda memiliki pengalaman dan rekomendasi, dan anda mendapat kesempatan untuk wawancara. Jadi, pada saat wawancara, anda sangat yakin dengan peluang anda. Seminggu kemudian, anda masih belum mendapat kabar dari pewawancara ataupun perusahaan. Apa sebabnya? Meskipun dengan kemampuan wawancara atau pengalaman tinggi, banyak &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Bayangkan ini: anda adalah calon pekerja yang akan berperan di perusahaan yang didambakan. Anda memiliki pengalaman dan rekomendasi, dan anda mendapat kesempatan untuk wawancara. Jadi, pada saat wawancara, anda sangat yakin dengan peluang anda. Seminggu kemudian, anda masih belum mendapat kabar dari pewawancara ataupun perusahaan. Apa sebabnya?<br />Meskipun dengan kemampuan wawancara atau pengalaman tinggi, banyak kandidat pekerja yang masih mencari pekerjaan. Walaupun mudah menyalahkan pewawancara &#8211; karena mereka mungkin menerima lebih dari 100 lamaran &#8211; anda mungkin secara tidak sengaja melakukan kesalahan.</p><p>Ketika ini terjadi, saatnya untuk mengambil tindakan. Sebagai bantuan, kami telah menyusun daftar segala hal yang pewawancara akan katakan kepada pelamar yang tidak memiliki persiapan &#8211; dan bagaimana menghindarinya.</p><h3>&#8220;Mengapa anda datang tanpa persiapan?&#8221;</h3><p>Dari kegagalan dalam meneliti perusahaan sampai tidak mampu dalam wawancara anda, tidak mempersiapkan wawancara sebaik-baiknya untuk pekerjaan adalah salah satu kesalahan terbesar. Contohnya, tidak dapat meneruskan informasi bidang anda atau tidak mengacu kepada perubahan organisasi baru-baru ini mungkin menunjukkan pewawancara kalau anda tidak serius dengan pekerjaan ini &#8211; atau juga anda tidak cukup tertarik untuk melakukan pekerjaan anda.</p><p>Sebelum wawancara, lakukan penelitian secara terus-menerus. Temukan apa yang baru dari perusahaan, yang mewawancara, dan bidang anda. Sebagai tambahan, sesuaikan jawaban anda dengan penemuan anda. Sebagai contoh, jika baru-baru ini perusahaan menambahkan departemen baru, berkatalah seperti &#8220;Saya melihat kalau anda menambah departemen baru, itu menunjukkan komitmen perusahaan untuk berkembang dan bekerlanjutan &#8211; karena itu saya mengagumi perusahaan ini.&#8221;</p><h3>&#8220;Saya telah mendengar respon ini berkali-kali&#8221;</h3><p>Ada alasan mengapa beberapa tanggapan dianggap umum; karena tanggapan itu telah digunakan terus-menerus hingga pewawancara mungkin sudah bosan mendengarnya. Sebagai contoh, pernyataan bahwa anda seorang calon kandidat yang bagus karena cara kerja anda hal itu tidaklah baru atau unik. Pewawancara anda ingin di takjubkan &#8211; jadi merespon dengan menyatakan bahwa cara kerja anda bagus mungkin bukan pertanda yang bagus untuk anda.</p><p>Tunjukkan bagaimana kerja anda mengarah ke keberhasilan. Jika anda membuat iklan yang meningkatkan penjualan 15%, katakan hal itu. Hasil itu menandakan kalau anda mencapai kesuksesan, dimana itu yang sangat diinginkan pencari pekerja.</p><h3>&#8220;Respon ini tidak sesuai dengan aslinya&#8221;</h3><p>Pencari pekerja mencari anda secara online. Faktanya, 65% dari mereka mengecek keadaan online anda untuk melihat kalau anda benar-benar menunjukkan diri anda sendiri. Meskipun posting foto pesta atau menjelek-jelekan mantan atasan anda adalah ide yang lucu pada saat itu, yang mewawancara anda mungkin berpikir sebaliknya. Diri anda secara online mungkin akan merepresentasikan masa depan atasan anda &#8211; dan jika tidak sesuai, yang mewawancara mungkin meragukan anda.</p><p>Bersihkan status online anda dengan cepat. Ini berarti membuang konten yang tidak pantas dan atur privasi anda. Selanjutnya, mulai post sesuatu yang profesional, seperti berita perusahaan yang anda tekuni atau opini anda di thread terbaru perusahaan. Ini menunjukkan kalau cerita online dan offline anda cocok.</p><h3>&#8220;Cara berpakaian seperti itu tidak pantas&#8221;</h3><p>Penampilan fisik anda mencerminkan diri anda. Jika anda memakai pakaian yang acak-acakan atau tidak pantas, yang mewawancara anda mungkin berpikir kalau anda tidak cukup profesional untuk bekerja. Sebagai tambahan, tidak berpakaian rapi membuat anda seperti tidak peduli dengan organisasi atau pekerjaan &#8211; sudah pasti bukan kesan yang ingin anda sampaikan.</p><p>Ketika ragu, berpakaianlah yang sedikit formal. Setelan jas, sepatu, dan kemeja berkerah adalah pilihan yang bagus. Tetapi taruhlah beberapa kepribadian kepada pakaian anda, seperti warna baju yang ada di balik jaket anda atau sebuah perhiasan yang tidak berlebihan.</p><h3>&#8220;Saya bosan&#8221;</h3><p>Tahukah anda kalau 21% kandidat melaporkan bahwa pewawancara mereka terlihat bosan pada saat wawancara? Hal ini mungkin karena anda tidak memberikan respon yang cukup bagus untuk diingat. Ingatlah: pewawancara mungkin sudah melalui ratusan &#8211; jika tidak, ribuan &#8211; lamaran dan bertemu dengan banyak kandidat. Jika anda tidak cukup bersinar, mengapa mereka harus memperhatikan?</p><p>Buatlah sebuah rencana agar terlihat menonjol. Ini bisa terjangkau dengan membawa cerita lucu untuk menghasilkan latar belakang yang kreatif. Apapun yang kamu pilih, pastikan anda melakukan yang terbaik untuk menangkap perhatian pewawancara dari awal. Lalu, pewawancara akan lebih antusias tentang prospek anda di perusahaan.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>