<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>kegagalan marketing &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/kegagalan-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 14:31:03 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>kegagalan marketing &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Alasan mengapa banyak kegiatan pemasaran yang gagal</title><link>/pemasaran/alasan-mengapa-banyak-kegiatan-pemasaran-yang-gagal/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 12 Nov 2020 17:27:58 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[alasan kegiatan pemasaran gagal]]></category><category><![CDATA[kegagalan dalam marketing]]></category><category><![CDATA[kegagalan dalam pemasaran]]></category><category><![CDATA[kegagalan marketing]]></category><category><![CDATA[mengapa kegiatan pemasaran gagal]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1917</guid><description><![CDATA[Kebanyakan bisnis, termasuk bisnis Anda seringkali melakukan kegiatan pemasaran yang salah. Saya sudah banyak membantu pemilik perusahaan kecil selama bertahun-tahun dan saya banyak melihat berbagai bisnis dan ukuran yang melakukan kesalahan besar ketika mereka melakukan kegiatan pemasaran. Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan oleh pemilik bisnis adalah menyalahkan media atau medium pemasaran mereka yang tidak berjalan &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Kebanyakan bisnis, termasuk bisnis Anda seringkali melakukan kegiatan pemasaran yang salah. Saya sudah banyak membantu pemilik perusahaan kecil selama bertahun-tahun dan saya banyak melihat berbagai bisnis dan ukuran yang melakukan kesalahan besar ketika mereka melakukan kegiatan pemasaran.</p><p>Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan oleh pemilik bisnis adalah menyalahkan media atau medium pemasaran mereka yang tidak berjalan dengan baik. Pada kebanyakan kasus, media atau medium tersebut dijadikan alasan bahwa mereka merupakan penyebab kegagalan sebuah kampanye. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa jika Anda menyalahkan media itu artinya Anda adalah seorang amatir.</p><p>Pemasaran itu mirip seperti sebuah rantai, sebuah mata rantai yang lemah akan menjadi masalah, dan pada banyak kasus, itu bukanlah kesalahan media. Masalah sebenarnya justru ada pada sistem tracking, penawaran yang Anda berikan, proses follow up, proses penjualan, atau layanan purna jual Anda. Tetapi sekali lagi, hampir 100% pemilik bisnis selalu menyalahkan media atas kegagalan kampanye mereka. Kenyataannya, sebuah media tidak akan dapat bekerja dengan baik jika Anda memiliki banyak masalah lain yang perlu untuk diselesaikan sebelum sebuah media dapat memberikan efek.</p><p>Ini merupakan masalah yang sulit untuk dipecahkan, dan Anda mungkin tidak tahu dimana Anda harus memulainya, tetapi mari kita telaah lebih lanjut.</p><h2>Anda harus mentracking semua kegiatan pemasaran</h2><p>Ini merupakan hal yang mudah untuk dilakukan! Ambil buku catatan atau data kegiatan pemasaran Anda, analisa data tersebut, berikan pertanyaan kepada orang yang bertanggung jawab pada kegiatan pemasaran tersebut mengenai masalah yang mereka hadapi di lapangan dan rekam semua jawaban yang mereka berikan. Hal ini tidak sesulit yang Anda pikirkan, namun banyak orang tidak mau melakukannya.</p><h2>Realistis terhadap angka yang diinginkan</h2><p>Kebanyakan bisnis tidak menyadari berapa biaya yang dibutuhkan untuk membawa sebuah lead baru atau klien baru. Hal ini seringkali disebabkan karena mereka tidak merekam atau menyimpan data mereka, tetapi bagaimana Anda tahu bahwa sebuah media akan bekerja atau tidak tanpa mengetahui biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan lead atau pelanggan baru?</p><h2>Proses penjualan</h2><p>Tidak banyak orang yang mau mereview kembali proses penjualan mereka ketika mereka mengevaluasi media&#8230; dan lagi-lagi itu merupakan sebuah kesalahan besar. Jika Anda mendapatkan lead baru, tetapi Anda tidak dapat melakukan penutupan penjualan, besar kemungkinan bahwa Anda memiliki masalah pada kegiatan penjualan Anda. Jawaban yang seringkali diberikan oleh pemilik bisnis adalah media tersebut hanya memberikan lead yang buruk, walaupun mungkin tidak 100% benar. Sayangnya, Anda tidak dapat mengetahui apakah media tersebut yang memang buruk atau proses penjualan Anda yang bermasalah hingga Anda mentracking dan mengecek sendiri proses penjualan Anda dan mentracking jumlah follow up yang dilakukan.</p><h2>Penawaran yang diberikan</h2><p>Bisa saja penawaran yang Anda berikan memang buruk atau jika tidak, mungkin ada kesalahan pada saat Anda menyampaikan pesan kepada audiens Anda. Jika Anda mengiklankan sebuah produk atau jasa yang di desain untuk para ibu-ibu dalam majalah pria, dan berharap bahwa semua mereka akan membelikannya untuk istri mereka, mungkin iklan Anda akan memiliki dampak yang sangat kecil atau bisa jadi malah gagal.</p><p>Untuk mengecek dan memperbaiki setiap area tersebut, maka Anda membutuhkan sebuah perhatian yang cukup besar dan memiliki beberapa pilihan konsep yang lain.</p><h2>Memasarkan hubungan tidak sama dengan pemasaran untuk menghasilkan lead</h2><p>Beberapa tahun yang lalu, saya mendedikasikan waktu saya untuk mencari ahli pemasaran. Seorang pemasar yang dapat memberikan banyak lead yang saya butuhkan agar perusahaan menjadi cepat berkembang. Saya mengenal beberapa orang yang mengklaim bahwa mereka melihat ahli pemasaran, beberapa dari mereka bahkan mengklaim bahwa mereka memiliki ahlinya, tetapi saya pribadi tidak memilikinya walaupun saya mencoba untuk mendapatkannya selama bertahun-tahun. Karena saya tidak berhasil mendapatkan seorang ahli pemasaran, maka akhirnya saya melakukan banyak kegiatan pemasaran menggunakan berbagai macam bentuk media.</p><p>Setelah melakukan dan menggunakan berbagai macam bentuk media untuk pemasaran, akhirnya saya menemukan “Rule of Seven” atau tujuh aturan (orang-orang harus melihat atau mendengar tentang Anda tujuh kali atau lebih sebelum mereka mengambil tindakan) yang nyata. Dengan menjangkau prospek dengan cara yang berbeda, dengan banyak media yang berbeda, Anda dapat dan akan meningkatkan respon rata-rata Anda. Tetapi Anda harus menyadari bahwa pada kebanyakan kasus, media lain dapat membantu Anda mendapatkan lead atau penjualan baru.</p><h2>Bingung antara menjaga dan memasarkan hubungan dengan pemasaran yang menghasilkan lead</h2><p>Hal ini seringkali terjadi lebih banyak daripada yang Anda pikirkan. Kebanyakan orang sering menyamakan antara menjaga dan memasarkan hubungan dengan pemasaran yang menghasilkan lead, dan itu merupakan kesalahan yang sangat besar. Dua hal ini jelas berbeda karena mereka membutuhkan anggaran tersendiri, memiliki aturan tersendiri, dan alat ukur yang berbeda.</p><p>Contohnya brosur. Jika seseorang menerima brosur Anda dan kemudian membacanya, dua hari kemudian mereferensikan kepada teman mereka karena Anda berada pada urutan pertama dalam pikiran mereka, bagaimana Anda dapat mentrack tersebut? Karena tentu saja teman mereka tidak akan datang kepada Anda dan mengatakan bahwa, “Teman saya membaca brosur Anda dan karena hal tersebut maka dia mereferensikan saya kepada Anda.” Dengan mengasumsikan kegiatan ini sebagai referral, maka timbullah pertanyaan, apa yang menyebabkan referral? Jawabannya adalah hubungan. Anda harus terus mengembangkan hubungan dengan klien Anda baik yang lama maupun yang baru. Jika Anda tidak memilikinya, maka ada kemungkinan bahwa Anda akan kehilangan persentase besar terhadap referral.</p><p>Intinya adalah ketika Anda sudah melakukan kegiatan pemasaran dengan media apa pun, jangan pernah langsung membatalkannya hanya karena media tersebut belum bisa memenuhi ekspektasi Anda. Salah satu hal yang paling sulit yang harus dilakukan oleh pemilik bisnis adalah membuat agar media yang mereka gunakan berhasil. Jadi ketika Anda jika Anda sudah memiliki media yang baik, tetapi belum memberikan hasil yang optimal, Anda harus mencari tahu apakah ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan hasilnya sebelum Anda menghentikannya. Tujuannya adalah membuat agar media tersebut dapat bekerja secara optimal dan jika Anda menghentikannya terlalu cepat, maka hal tersebut dapat memberikan efek yang kurang baik bagi bisnis Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Kegagalan pemasaran yang umumnya terjadi pada startup</title><link>/pemasaran/5-kegagalan-pemasaran-yang-umumnya-terjadi-pada-startup/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 02 Jun 2020 11:41:17 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[kegagalan marketing]]></category><category><![CDATA[kegagalan pemasaran]]></category><category><![CDATA[kesalahan marketing]]></category><category><![CDATA[kesalahan pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1362</guid><description><![CDATA[Tidak peduli apapun bidang industri Anda, setiap pemilik bisnis pasti akan merasakan hal yang sama ketika mereka meluncurkan bisnis mereka yaitu: Bangga, walaupun mereka sadar bahwa mereka akan menghadapi banyak kesulitan di masa yang akan datang. Ketika Anda mempertaruhkan segalanya untuk mengejar mimpi, tentu Anda tidak mengharapkan bahwa Anda akan gagal bukan? Oleh karena itu, &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Tidak peduli apapun bidang industri Anda, setiap pemilik bisnis pasti akan merasakan hal yang sama ketika mereka meluncurkan bisnis mereka yaitu: Bangga, walaupun mereka sadar bahwa mereka akan menghadapi banyak kesulitan di masa yang akan datang.</p><p>Ketika Anda mempertaruhkan segalanya untuk mengejar mimpi, tentu Anda tidak mengharapkan bahwa Anda akan gagal bukan? Oleh karena itu, Anda harus menemukan cara agar Anda sukses atau setidaknya meminimalisasi kemungkinan Anda untuk gagal.</p><p>Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah melalui pemasaran, tetapi sangat penting bagi Anda untuk memahami bahwa Anda tidak akan dapat dengan mudah untuk menyingkirkan orang–orang yang berkompetisi pada pasar yang sama. Berikut ini merupakan kegagalan pemasaran yang pada umumnya terjadi pada startup.</p><h3>Merekrut tim PR (public relation) terlalu dini</h3><p>Anda tidak memerlukan tim PR ketika Anda baru mulai menjalankan bisnis. Yang Anda butuhkan adalah basis pelanggan yang solid yang terbentuk dari kesetiaan pada brand Anda, dan cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah dengan berinteraksi dengan pelanggan Anda melalui media sosial dan menjadi terbuka tentang bisnis Anda. Orang–orang sangat suka untuk membaca blog dan mengikuti akun twitter, jadi berikanlah apa yang diinginkan oleh orang–orang.</p><h3>Mencontek mentah–mentah strategi pemasaran dari kompetitor Anda</h3><p>Walaupun Anda memang harus terus memantau kompetitor agar Anda dapat sukses dalam bisnis Anda, namun jika Anda menerapkan strategi pemasaran mereka secara mentah–mentah maka kemungkinan Anda untuk sukses sangat kecil. Mengapa? Karena strategi pemasaran yang mereka jalankan belum tentu sesuai dengan yang Anda butuhkan atau mungkin strategi tersebut tidak cocok untuk Anda jalankan karena kondisi tertentu. Sadarilah bahwa setiap bisnis itu berbeda dan masing–masing bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda pula pada strategi pemasarannya. Walaupun Anda melihat bahwa strategi pemasaran yang dijalankan oleh kompetitor Anda sukses, namun jika Anda memaksa untuk menjalankan strategi tersebut tanpa memperhitungkan kebutuhan dan kondisi bisnis Anda, maka strategi tersebut bukan membawa Anda menuju kesuksesan tetapi kegagalan.</p><h3>Menghindari penggunaan teknologi baru</h3><p>Cara terbaik untuk mendapatkan pelanggan pada pasar yang serba canggih saat ini adalah dengan menggunakan teknologi terbaru untuk menjangkau orang–orang. Tetapi jangan hanya sekedar menggunakan teknologi terbaru saja, Anda juga harus benar–benar paham bagaimana cara menggunakan teknologi tersebut untuk kemajuan bisnis Anda.</p><h3>Takut dengan pemasaran</h3><p>Setiap orang benci dengan tenaga penjual yang agresif, jadi saya paham jika Anda tidak ingin menjadi seperti mereka. Namun, bukan berarti Anda harus berdiam diri menunggu pelanggan untuk datang dan membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Sebuah perusahaan startup jelas membutuhkan pemasaran agar mereka dapat menarik pelanggan pertama mereka. Oleh karena itu dengan berinvestasi pada pemasaran, maka akan membantu tim penjualan Anda untuk mendapatkan lebih banyak trafik dan menutup penjualan lebih banyak.</p><h3>Menangani semua hal sendirian</h3><p>Pemasaran biasanya dilakukan berkelompok (satu tim) dan hal itu memang dilakukan karena ada alasannya. Pemasaran merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan berbagai sudut pandang dan waktu yang cukup lama untuk mengerjakannya. Sedangkan Anda sebagai pemilik bisnis tentu memiliki area lain yang harus dikerjakan, dan pemasaran merupakan area yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk mengatasi hal ini biasanya pemilik bisnis membentuk sebuah tim atau merekrut beberapa ahli pemasaran untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan bisnis Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>8 Hal yang dapat menghancurkan kegiatan marketing Anda</title><link>/pemasaran/8-hal-yang-dapat-menghancurkan-kegiatan-marketing-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 31 May 2020 10:54:29 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[kegagalan marketing]]></category><category><![CDATA[kegagalan pemasaran]]></category><category><![CDATA[kegiatan marketing]]></category><category><![CDATA[kegiatan pemasaran]]></category><category><![CDATA[kesalahan marketing]]></category><category><![CDATA[kesalahan pemasaran]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1281</guid><description><![CDATA[Marketing merupakan suatu kegiatan yang tidak boleh di sia–siakan. Anda sudah bekerja keras untuk membangun reputasi dan menghasilkan word-of-mouth yang positif, namun hasil yang dicapai belum juga memuaskan. Mungkin ada strategi yang kurang tepat atau pengimplementasiannya yang tidak baik sehingga hasilnya pun tidak maksimal. Review kembali strategi Anda dan hindari 8 hal berikut ini agar &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Marketing merupakan suatu kegiatan yang tidak boleh di sia–siakan. Anda sudah bekerja keras untuk membangun reputasi dan menghasilkan word-of-mouth yang positif, namun hasil yang dicapai belum juga memuaskan. Mungkin ada strategi yang kurang tepat atau pengimplementasiannya yang tidak baik sehingga hasilnya pun tidak maksimal. Review kembali strategi Anda dan hindari 8 hal berikut ini agar kegiatan marketing Anda berikutnya dapat memberikan hasil yang memuaskan.</p><h3>Marketing adalah tentang Anda</h3><p>Kegiatan marketing harusnya berfokus kepada produk dan jasa Anda kan? Itu salah. Kegiatan marketing harus berfokus pada apa yang produk atau jasa Anda dapat lakukan untuk pelanggan Anda. Kegiatan marketing yang berfokus pada perusahaan adalah masa lalu, sekarang semuanya harus berfokus pada pelanggan. Tarik diri Anda dari kegiatan marketing dan letakkan pelanggan sebagai pusat dari kegiatan tersebut. Intinya adalah jadikan pelanggan Anda dan bukannya perusahaan Anda sebagai pahlawan.</p><h3>Anda memasarkan diri Anda sendiri</h3><p>Anda dapat mengacaukan kegiatan marketing Anda, jika Anda membuat asumsi berdasarkan preferensi Anda atau teman Anda sendiri. Lakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh target market Anda dan seperti apa perilaku mereka, jika Anda tidak mengetahui apa yang mereka mau, butuhkan, sukai dan seperti apa perilaku mereka maka jangan lakukan kegiatan marketing karena itu akan menghancurkan program Anda.</p><h3>Anda tidak mengetahui audiens Anda</h3><p>Investasikan waktu dan uang untuk mengidentifikasi bukan hanya siapa pelanggan Anda namun seperti apa perilaku mereka. Bagaimana kehidupan mereka sehari–hari  dan apa pekerjaan mereka? Dimana biasanya mereka belanja? Siapa yang mempengaruhi mereka untuk belanja? Review site kah? Teman facebook kah? Dapatkan informasi secara keseluruhan mengenai pelanggan yang Anda targetkan.</p><h3>Anda melakukan pemasaran berdasarkan komite</h3><p>Kegiatan marketing seperti mengasuh anak. Setiap orang percaya bahwa mereka dapat melakukan segala sesuatunya dengan efektif (terutama mereka yang tidak memiliki anak). Cara terbaik untuk mengatasi rasa sok tahu ini adalah dengan menyiapkan data. Hindari ide yang tidak jelas dari sekumpulan orang (termasuk boss Anda). Anda tahu siapa pelanggan Anda, Anda tahu bagaimana cara menarik mereka dan Anda memahami apa yang ada dalam pikiran mereka. Itu sebabnya Anda akan mendapatkan masalah jika Anda melakukan kegiatan marketing berdasarkan komite.</p><h3>Anda tidak memilik data pelanggan</h3><p>Seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Riset dan bukan opini atau insting yang menjadi dasar acuan program marketing Anda. Namun hal ini bukan berarti kreatifitas dan seni tidak memiliki peran. Sebaliknya, jadikan data sebagai dasar untuk menentukan kesempatan yang baru dan kegiatan marketing yang menginspirasi.</p><h3>Anda bergantung pada contoh daripada analogi</h3><p>Terobosan dalam marketing seringkali hanya inovatif dalam satu industri, tetapi hal ini tidak harus selalu original bagi dunia. Seperti yang dikatakan oleh profesor Mason Cooley, “Seni dimulai dari imitasi dan berakhir pada inovasi”. Jadi perhatikan apa yang dilakukan oleh perusahaan lain. Ahli marketing Seth Godin selalu menekankan hal ini berkali–kali dan saya setuju dengan hal tersebut. Jangan pernah menunggu studi kasus pada industri yang sama dengan Andauntuk membuktikan efektifitas dalam strategi marketing. Tetapi, mengutip dari apa yang dikatakan Godin pada blognya: “Inovasi adalah mengambil sesuatu yang berhasil disana dan menggunakannya disini”.</p><h3>Anda tidak membagikan pengalaman</h3><p>Pada era sosial media saat ini, orang marketing dan media tradisional tidak lagi menjadi pengaruh yang besar dalam menentukan pembelian. Konsumen saat ini bergantung pada web sosial media sebagai sumber pengetahuan mereka, jadi tugas seorang marketing adalah menghidupkan koneksi tersebut.Mungkin Anda berpikir bagaimana cara mengidentifikasi pelanggan berpotensial saat ini dalam sosial media, sebelum mereka mengidentifikasi diri mereka kepada Anda? Caranya sangat mudah: Perhatikan sosial media, gunakan search engine dan konten strategi dan tentu saja jangan lupa untuk melibatkan pelanggan berpotensi Anda.</p><h3>Anda sering mendiamkan interaksi</h3><p>Jika ada seorang pelanggan yang menghubungi Anda melalui sosial media, apakah Anda meresponnya, atau mendiamkannya? Pelanggan mengharapkan respon yang real-time (atau setidaknya mendekati). Brian Solis mengatakan: “Jika ada seseorang yang bertanya, dimana pun dia, Jika jawaban tersebut tidak datang dalam hitungan menit atau jam maka kesempatan untuk membuat keputusan (membeli) akanberkurang secara drastis dan dalam 24 jam (tidak ada jawaban), lebih baik lupakan”.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>