<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>kebiasaan buruk &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/kebiasaan-buruk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 14:56:35 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>kebiasaan buruk &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>3 Kebiasaan buruk yang akan menghancurkan impian Anda sebagai pengusaha</title><link>/bisnis/3-kebiasaan-buruk-yang-akan-menghancurkan-impian-anda-sebagai-pengusaha/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 19 Apr 2021 23:00:18 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[kebiasaan buruk]]></category><category><![CDATA[kebiasaan buruk pengusaha]]></category><category><![CDATA[kebiasaan buruk wiraswasta]]></category><category><![CDATA[kebiasaan buruk yang dapat menghancurkan mimpi]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2869</guid><description><![CDATA[Jika Anda melihat di sekeliling Anda dan melihat ada pengusaha yang sukses, sementara Anda tidak, mungkin Anda perlu melihat jauh lebih dalam lagi. Terkadang memang kehidupan kita tidak berjalan sama cepatnya seperti orang lain. Namun, jika Anda menyadari bahwa hal ini terus terjadi pada diri Anda, mungkin semua ini memang karena Anda memiliki kebiasaan buruk &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda melihat di sekeliling Anda dan melihat ada pengusaha yang sukses, sementara Anda tidak, mungkin Anda perlu melihat jauh lebih dalam lagi. Terkadang memang kehidupan kita tidak berjalan sama cepatnya seperti orang lain. Namun, jika Anda menyadari bahwa hal ini terus terjadi pada diri Anda, mungkin semua ini memang karena Anda memiliki kebiasaan buruk yang menahan diri Anda untuk meraih kesuksesan.</p><p>Cobalah untuk merenungkan dan melihat jauh lebih dalam apakah Anda memiliki 3 kebiasaan buruk ini:</p><h3>Selalu membuat alasan</h3><p>Banyak orang yang mengatakan bahwa: Anda dapat membuat alasan atau Anda dapat membuat hasil, tetapi Anda tidak dapat membuat keduanya. Orang-orang yang sukses tahu bahwa ada jutaan alasan yang dapat Anda buat untuk tidak melakukan sesuatu, namun jika Anda ingin mendapatkan hasil, maka Anda harus menemukan solusi dan terus maju.</p><p>Jika Anda menemukan bahwa diri Anda selalu mencari alasan mengapa Anda tidak dapat melakukan sesuatu, mengapa hal-hal yang Anda lakukan tidak berhasil, mengapa orang lain memiliki kesempatan yang lebih baik, dan alasan-alasan lainnya karena kinerja Anda yang buruk, maka Anda memiliki kebiasaan buruk yang harus diubah. Ini merupakan sesuatu yang berbahaya karena selalu membuat alasan merupakan salah satu bentuk kebohongan yang ada di dalam diri kita yang akan menggerogoti diri kita sendiri dan orang lain.</p><p>Jangan selalu membuat alasan. Jadilah lebih baik. Jika suatu saat Anda menemukan bahwa Anda mengatakan kepada diri Anda bahwa Anda tidak bisa, cobalah untuk berbicara kepada diri Anda apa tindakan yang harus Anda lakukan untuk melakukan hal tersebut, dan bukannya malah melarikan diri.</p><h3>Menunda</h3><p>Seorang pengusaha yang hebat dan orang-orang yang produktif tahu bahwa Anda harus melakukan segala sesuatu yang Anda bisa hari ini juga. Sebuah tindakan akan membantu Anda untuk menentukan tindakan yang selanjutnya dan hal tersebut akan memberikan Anda energi. Anda dapat menciptakan momentum yang luar biasa dengan mengambil tindakan setiap harinya untuk mengejar visi Anda.</p><p>Semakin Anda menunda pekerjaan atau tugas atau proyek maka akan semakin sulit secara mental bagi Anda untuk dapat bangkit dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jangan biarkan diri Anda terjerumus pada masalah yang lebih kompleks dan mulailah saat ini juga. Ketika Anda duduk dan melakukan sebuah tindakan yang Anda pada daftar pekerjaan Anda, maka Anda akan menyadari bahwa Anda dapat menyelesaikan banyak hal dengan sebuah tindakan sederhana.</p><p>Jangan menunda lagi, itu akan menahan diri Anda untuk meraih kesuksesan.</p><h3>Mengeluh</h3><p>Mungkin diantara kebiasaan buruk lainnya, mengeluh merupakan satu-satunya kebiasaan yang dapat membunuh kesuksesan Anda. Karena jika Anda mengeluh, Anda tidak hanya membuat alasan untuk diri Anda, tetapi juga dapat meracuni orang-orang yang ada disekitar Anda.</p><p>Jika Anda sering mengeluh dan marah, maka jangan heran jika kebanyakan orang tidak ingin berada di dekat Anda. Orang-orang yang ada di dekat Anda adalah orang-orang yang memiliki kebiasaan yang sama dengan Anda yaitu orang yang suka mengeluh dan pemarah. Pengusaha yang sukses tidak pernah mengeluh dan merengek. Jika memang ada hal yang dikeluhkan, mereka akan langsung melakukan tindakan untuk mengubah hal tersebut, bukannya malah marah-marah.</p><p>Seperti yang dikatakan oleh Joel Osteen, “Jika Anda tidak bisa menjadi positif, setidaknya diamlah.”</p>]]></content:encoded></item><item><title>5 Kebiasaan buruk yang dapat menghancurkan bisnis Anda</title><link>/bisnis/5-kebiasaan-buruk-yang-dapat-menghancurkan-bisnis-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 07 Apr 2021 23:00:31 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[hal yang dapat menghancurkan bisnis]]></category><category><![CDATA[kebiasaan buruk]]></category><category><![CDATA[kebiasaan buruk yang dapat menghancurkan usaha]]></category><category><![CDATA[kebiasaan-kebiasaan yang dapat menghancurkan bisnis]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2686</guid><description><![CDATA[Salah satu peran penting yang harus Anda lakukan sebagai seorang entrepreneur adalah membuat keputusan. Mudah-mudahan, suatu saat Anda dapat bergantung pada tim penasihat dalam organisasi Anda untuk memberikan Anda informasi dan pilihan, namun apa pun konteksnya, keputusan akhir ada pada diri Anda. Anda akan bertanggung jawab untuk setiap arah dalam organisasi Anda dan membuat setiap &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu peran penting yang harus Anda lakukan sebagai seorang entrepreneur adalah membuat keputusan. Mudah-mudahan, suatu saat Anda dapat bergantung pada tim penasihat dalam organisasi Anda untuk memberikan Anda informasi dan pilihan, namun apa pun konteksnya, keputusan akhir ada pada diri Anda. Anda akan bertanggung jawab untuk setiap arah dalam organisasi Anda dan membuat setiap keputusan penting dalam bisnis. Walaupun ini merupakan posisi yang dapat mengintimidasi, namun Anda harus tumbuh menjadi orang memiliki keahlian (membuat keputusan) tersebut.</p><p>Membuat keputusan sama seperti keahlian lainnya. Ketika pertama kali Anda menghadapinya, Anda mungkin tidak memiliki pengalaman yang cukup, dan sebagai hasilnya, kinerja Anda akan terkena dampaknya. Namun, jika Anda dapat mengurangi kebiasaan buruk Anda dan menggantinya dengan hal yang positif, Anda akan mendapatkan kesuksesan yang Anda impikan.</p><p>Berikut ini merupakan lima kebiasaan buruk dalam membuat keputusan, jika Anda melihat hal ini ada dalam diri Anda, carilah cara untuk menyingkirkannya.</p><h3>Tidak melakukan riset</h3><p>Riset seharusnya dilakukan sebelum Anda mengambil setiap keputusan, mulai dari memilih target audiens Anda hingga memilih karyawan yang ahli dalam layanan pelanggan. Waktu dan usaha yang Anda kerahkan ketika melakukan riset harus berbanding lurus dengan pengambilan keputusan.</p><p>Tentu saja, ada beberapa faktor yang harus Anda riset terlebih dulu sebelum mengambil setiap keputusan, termasuk keadaan lingkungan, potensi biaya, potensi resiko, hasil potensial, dan apa saja yang mungkin muncul dan memberikan dampak dari keputusan yang sudah Anda ambil sebelumnya. Ketika Anda sudah memiliki data di depan Anda, Anda akan dapat membuat keputusan yang lebih baik.</p><h3>Mengambil keputusan berdasarkan insting</h3><p>Tipe pengusaha seperti ini biasanya memiliki semangat yang tinggi, tapi umumnya tidak akan bertahan lama karena mereka tidak memiliki fondasi kuat yang dibutuhkan untuk menjadi seorang <em>entrepreneur</em>. Bahkan bagi seorang <em>entrepreneur</em> yang <em>logic</em>, mereka memiliki masalah terhadap “insting” mereka. Memang pada beberapa kasus, insting Anda dapat membantu Anda untuk mengambil keputusan dari dua pilihan yang tersedia, tetapi Anda tidak bisa terus menerus bergantung terhadap insting Anda ketika mengambil keputusan karena suatu saat insting Anda bisa saja salah dan hal tersebut dapat berdampak bagi organisasi Anda.</p><h3>Menunggu terlalu lama</h3><p>Beberapa <em>entrepreneur</em> seringkali menghadapi pengambilan keputusan yang sulit dengan menundanya selama mungkin. Sebagai contoh, jika seorang <em>entrepreneur  </em>ingin memecat karyawan, biasanya mereka akan menunda hal tersebut karena ini merupakan keputusan yang tidak mudah, dan kemudian mereka menunggu hingga terus mendapatkan informasi yang dapat membuat mereka mengambil keputusan tersebut lebih mudah. Namun, ketika Anda menunda (mengambil keputusan untuk memecat), kerusakan yang dilakukan oleh karyawan tersebut akan terus bertambah dan ini bisa menyebabkan kerusakan yang fatal dalam perusahaan Anda.</p><p>Anda memang tidak harus selalu mengambil keputusan secara spontan, tetapi Anda juga tidak boleh menunda-nunda pengambilan keputusan jika masalah tersebut memang harus diselesaikan dengan cepat. Pada kebanyakan kasus, keputusan yang tidak ideal akan lebih baik daripada tidak ada keputusan sama sekali.</p><h3>Bergantung pada orang lain</h3><p>Sebagai pemimpin dalam perusahaan, Anda harus terbuka terhadap opini. Anda harus mendengar pendapat partner Anda, investor Anda, mentor Anda, karyawan Anda, bahkan teman dan keluarga Anda ketika mempertimbangkan pilihan untuk mengambil sebuah keputusan. Namun, Anda tidak boleh bergantung pada opini orang lain ketika Anda membuat keputusan.</p><p>Jika Anda meminta opini orang lain dan kemudian mengambil keputusan dengan cepat setelah mendengarnya, maka ini bisa jadi sebuah indikasi bahwa Anda terlalu bergantung pada nasihat dari luar. Ini adalah bisnis Anda dan Anda juga yang harus membuat setiap keputusan yang berhubungan dengan bisnis Anda.</p><h3>Menghindari pengambilan keputusan yang menyakitkan</h3><p>Ada beberapa keputusan menyakitkan yang harus Anda ambil sebagai seorang entrepreneur. Contohnya, Anda harus memecat karyawan, berpisah dengan partner Anda, memotong anggaran, menyerah terhadap produk Anda, dan lain-lain.</p><p>Seringkali, entrepreneur baru mengambil keputusan yang membuat mereka terhindar dari rasa sakit. Contohnya, mereka terus memproduksi produk yang jelas-jelas tidak dapat mereka jual hanya karena mereka tidak bisa mengakui bahwa mereka merugi. Menghindari keputusan yang menyakitkan untuk jangka pendek merupakan ide yang buruk. Seharusnya keputusan yang menyakitkan jangka pendek diambil demi kelangsungan bisnis Anda dalam jangka panjang.</p><p>Keputusan yang “baik” dan ”buruk” tidak dapat ditentukan berdasarkan hasil akhirnya. Sebaliknya, kualitas sebuah keputusan harus ditentukan berdasarkan jumlah dan usaha yang dilakukan dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan definisi ini, sangat mungkin bahwa sebuah keputusan &#8220;buruk&#8221; dapat berakhir dengan hasil yang baik dan keputusan yang &#8220;baik&#8221; dapat berakhir dengan hasil yang buruk. Namun, dari waktu ke waktu, keputusan &#8220;baik&#8221; akan selalu mengungguli keputusan &#8220;buruk&#8221;, jadi Anda harus menghilangkan kebiasaan buruk ini dan secara konsisten mengikuti proses pengambilan keputusan yang masuk akal.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>