<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>hal yang tidak boleh dilakukan saat wawancara kerja &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-wawancara-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 13:24:38 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>hal yang tidak boleh dilakukan saat wawancara kerja &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Hal yang tidak boleh dilakukan saat interview</title><link>/karir/hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-interview/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 23 Mar 2021 04:00:57 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[cara interview]]></category><category><![CDATA[cara wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[hal yang tidak boleh dilakukan saat interview]]></category><category><![CDATA[hal yang tidak boleh dilakukan saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[interview kerja]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[tips interview]]></category><category><![CDATA[tips wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[wawancara kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2498</guid><description><![CDATA[Setiap kali kita interview, seringkali kita tidak tahu harus berbuat apa. Kita seringkali bingung pakaian apa yang harus dikenakan, apa yang harus dikatakan, bahkan apa yang harus kita makan pada pagi hari itu. Ketika membutuhkan nasihat, kita seringkali mendapatkan berbagai macam opini, dan tidak jarang juga kita saling berdebat. Jadi bagaimana kita harus memulainya? Jawabannya &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali kita interview, seringkali kita tidak tahu harus berbuat apa. Kita seringkali bingung pakaian apa yang harus dikenakan, apa yang harus dikatakan, bahkan apa yang harus kita makan pada pagi hari itu. Ketika membutuhkan nasihat, kita seringkali mendapatkan berbagai macam opini, dan tidak jarang juga kita saling berdebat. Jadi bagaimana kita harus memulainya? Jawabannya pertama, fokuslah pada apa yang tidak boleh dilakukan.</p><h3>Jangan sharing berlebihan</h3><p>Meskipun Anda tahu bahwa Anda harus membuat pewawancara terkesan, namun jika Anda menceritakan diri Anda secara berlebihan maka hal tersebut akan memberikan pesan yang negatif kepada pewawancara. Topik yang harus Anda hindari adalah Kebodohan yang Anda lakukan di tempat terakhir Anda bekerja, kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan ketika bekerja, atau menghabiskan banyak waktu untuk bercerita tentang diri Anda.</p><p>Cara untuk menghindari hal ini adalah dengan menyebarkan perhatian. Ketika mereka bertanya apa yang tidak Anda sukai pada pekerjaan terakhir Anda, maka Anda harus menjawabnya dengan diplomatis, bukannya malah sesuatu yang negatif. Ketika mereka bertanya apa “kelemahan” Anda, maka Anda harus memberikan respon dengan pertimbangan bahwa pewawancara tidak akan memandangnya sebagai suatu hal yang negatif. Dan ketika Anda berada dalam proses interview, jangan lupa juga untuk bertanya sedikit tentang perusahaan tersebut (jangan pertanyaan umum, berikan pertanyaan yang agak lebih spesifik untuk membuktikan bahwa Anda sudah melakukan riset terhadap perusahaan tersebut).</p><h3>Jangan terlalu arogan</h3><p>Ketika Anda berbicara mengenai pencapaian yang sudah pernah Anda raih, lakukanlah dengan sedikit lebih halus jangan sampai pewawancara menilai Anda sebagai orang yang arogan. Ya, memang Anda harus menceritakan pengalaman kerja Anda sebelumnya dan hal-hal terbaik yang sudah pernah Anda lakukan, namun jangan sampai mereka menangkapnya seperti “Saya merupakan yang terbaik dan kalian semua adalah pecundang.”</p><p>Satu cara yang pasti untuk tidak membuat diri Anda terlihat arogan adalah dengan mempraktikkan beberapa dasar sosialisasi. Cobalah untuk lebih sering mendengar, benar-benar mendengar apa yang diinginkan oleh pewawancara. Lakukan pembicaraan bukan hanya mengenai pencapaian Anda saja, tetapi cobalah berbicara mengenai kejadian atau event terbaru yang baru-baru ini dilakukan oleh perusahaan tersebut yang menarik perhatian Anda. Ketika Anda menjadi pendengar yang baik, Anda akan mendapatkan rasa simpatik dari orang lain.</p><h3>Jangan terlalu santai</h3><p>Seorang manajer HRD pernah mengatakan kepada saya bahwa dia terkejut dengan seorang pelamar yang datang interview dengan menggunakan celana jeans dan tshirt. Walaupun mungkin pelamar menganggap bahwa perusahaan tersebut memiliki budaya kasual, namun tentu saja perusahaan tidak akan mengapresiasi pelamar kerja yang datang untuk interview dengan menggunakan tshirt (perusahaan menganggap bahwa pelamar tersebut tidak serius untuk melamar kerja).</p><p>Walaupun perusahaan tempat Anda interview memiliki budaya yang kasual, tetapi untuk menunjukkan rasa serius dan hormat kepada mereka, maka Anda harus menggunakan pakaian formal ketika Anda datang interview, selain itu Anda juga bisa menjadikan kode etik berbusana ini sebagai bahan pembicaraan atau pertanyaan ketika proses interview berlangsung.</p><p>Sebelum Anda pergi interview, sediakanlah waktu untuk menyemir sepatu Anda, menyetrika baju kemeja, dan hal-hal lainnya agar Anda terlihat sebagai seorang profesional. Sesi interview bukan berarti membuat diri Anda menjadi “orang lain”, namun Anda harus tetap menunjukkan bahwa interview merupakan sesuatu yang penting dan Anda merupakan orang yang cerdas dan serius untuk bekerja.</p>]]></content:encoded></item><item><title>3 Hal yang tidak boleh Anda katakan kepada pewawancara</title><link>/karir/3-hal-yang-tidak-boleh-anda-katakan-kepada-pewawancara/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 13 Dec 2020 18:33:23 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[hal yang tidak boleh dikatakan kepada pewawancara]]></category><category><![CDATA[hal yang tidak boleh dikatakan saat interview kerja]]></category><category><![CDATA[hal yang tidak boleh dikatakan saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[hal yang tidak boleh dilakukan saat interview kerja]]></category><category><![CDATA[hal yang tidak boleh dilakukan saat wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2044</guid><description><![CDATA[Sebagai seorang pewawancara, tentunya saya sering berbicara dengan kandidat. Sudah tugas saya untuk membuat Anda berbagi pengalaman kerja Anda di masa lalu dan mengenal sedikit kepribadian Anda untuk melihat apakah Anda cocok untuk bekerja di perusahaan. Berbicara kepada Anda, membuat Anda lebih terbuka, kata Nando Rodriguez, Kepala bagian branding di Ogilvy &#38; Mather. Namun sayangnya, &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang pewawancara, tentunya saya sering berbicara dengan kandidat. Sudah tugas saya untuk membuat Anda berbagi pengalaman kerja Anda di masa lalu dan mengenal sedikit kepribadian Anda untuk melihat apakah Anda cocok untuk bekerja di perusahaan. Berbicara kepada Anda, membuat Anda lebih terbuka, kata Nando Rodriguez, Kepala bagian branding di Ogilvy &amp; Mather.</p><p>Namun sayangnya, beberapa kandidat bertindak terlalu jauh.</p><p>Perlu Anda ketahui: Tidak peduli seberapa jauh usaha pewawancara untuk membuat Anda agar tetap nyaman, namun tetap saja ada beberapa hal yang tidak boleh Anda katakan. Ini merupakan sebuah misi agar Anda terlihat profesional. Selalu. Berikut ini merupakan tiga hal yang sering saya dengar yang akan menghancurkan suasana positif dan membuat Anda kehilangan peluang untuk mendapatkan pekerjaan.</p><h3>“Ugh, Perusahaan terakhir saya&#8230;”</h3><p>Ada saatnya dimana pada titik tertentu saya pada wawancara kerja saya bertanya “Jadi apa yang kurang atau apa yang membuat Anda menerima tawaran kerja dari perusahaan lain?” dan disinilah saya dapat melihat sifat kandidat yang sebenarnya. Orang-orang yang tidak dapat menyaring perkataannya akan mengeluh tentang pekerjaan mereka, atasan, atau perusahaan tempat mereka bekerja, seberapa buruk keadaan disana, dan mengapa mereka ingin cepat-cepat keluar dari sana, dengan mengatakan semua ini maka Anda telah mendeskripsikan diri Anda dengan cara yang sangat buruk.</p><h3>“Saya akan melakukan apa saja”</h3><p>Saya merupakan tipe pewawancara yang suka merekrut orang-orang yang memiliki gairah. Kebanyakan perekrut seperti itu. Jadi, sangat mengganggu sekali bagi saya ketika berbicara kepada kandidat untuk, katakanlah posisi direktur komunitas media sosial, kemudian saya menemukan bahwa posisi tersebut tidak sesuai dengan diinginkan kandidat, dan orang tersebut berkata, “Sebenarnya, pekerjaan yang membuat saya inginkan berada pada divisi lain di perusahaan Anda, bisakah kamu menghubungkan saya dengan perekrutnya?” atau lebih buruk lagi, “Apakah Anda memiliki posisi lain yang terbuka? Saya akan melakukan apa saja.”</p><p>Dengan menjadi tidak jelas mengenai apa yang sebenarnya ingin Anda lakukan, mengatakan kepada saya bahwa Anda tidak memiliki gairah terhadap sebuah posisi tertentu. Anda hanya ingin mendapatkan pekerjaan saja, “Saya akan melakukan apa saja” merusak citra diri Anda, dan hal itu tidak akan pernah menjadi hal yang positif di mata pewawancara.</p><h3>“Yah, itu sudah saya cantumkan dalam CV saya”</h3><p>Sebagai seorang pewawancara, saya sudah sering mendengar apa yang sering dikatakan oleh kandidat, namun yang paling menyebalkan adalah perkataan “Yah, itu sudah saya cantumkan dalam CV saya.”</p><p>Saya tahu bahwa itu sudah tercantum dalam CV Anda, namun jika saya bertanya kepada Anda mengenai pekerjaan atau pengalaman tertentu, itu artinya bahwa saya ingin Anda mengatakan lebih banyak daripada apa yang Anda tulis dalam CV Anda. Saya sebenarnya juga sedang mengevaluasi komunikasi dan kemampuan bersosialisasi Anda. Apakah Anda pandai berbicara? Haruskah Anda menghadapi pelanggan, atau apakah Anda orang yang perlu kami tempatkan di belakang layar. Jika seorang pewawancara bertanya kepada Anda mengenai kemampuan Anda, jangan pernah mereferensikannya kepada CV Anda dan gunakan kesempatan ini untuk membuat pewawancara terkesan pada Anda. Buatlah diri Anda lebih menonjol dibandingkan kandidat lainnya dan buat kami terkesan.</p><p>Perlu diingat: Perekrut merupakan teman terbaik dalam pencarian pekerjaan. Pastikan bahwa Anda tetap menjalin hubungan dengan mereka.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>