<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>entrepreneur &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/entrepreneur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 15:07:17 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>entrepreneur &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Definisi entrepreneur yang sebenarnya</title><link>/kepemimpinan/definisi-entrepreneur-yang-sebenarnya/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Wed, 28 Oct 2020 06:38:12 +0000</pubDate><category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category><category><![CDATA[apa itu entrepreneur]]></category><category><![CDATA[apa itu pengusaha]]></category><category><![CDATA[definisi entrepreneur]]></category><category><![CDATA[definisi pengusaha]]></category><category><![CDATA[entrepreneur]]></category><category><![CDATA[kepemimpinan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1787</guid><description><![CDATA[Banyak perdebatan yang terjadi mengenai definisi entrepreneur. Beberapa ahli memiliki definisi yang luas. Mereka mendefinisikan entrepreneur sebagai siapa saja (orang) yang bekerja untuk diri mereka sendiri. Sedangkan yang lain memiliki sudut pandang yang lebih sempit, mereka mengatakan bahwa seorang entrepreneur tidak hanya seseorang yang bekerja secara mandiri saja tetapi bisnisnya juga melibatkan inovasi dan kepemimpinan. &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Banyak perdebatan yang terjadi mengenai definisi entrepreneur. Beberapa ahli memiliki definisi yang luas. Mereka mendefinisikan entrepreneur sebagai siapa saja (orang) yang bekerja untuk diri mereka sendiri. Sedangkan yang lain memiliki sudut pandang yang lebih sempit, mereka mengatakan bahwa seorang entrepreneur tidak hanya seseorang yang bekerja secara mandiri saja tetapi bisnisnya juga melibatkan inovasi dan kepemimpinan.</p><p>Mereka cenderung menyetujui gagasan bahwa seorang entrepreneur mengambil ide, mengembangkan bisnis, mengelola bisnis, dan berani mengambil risiko untuk meraih kesuksesan.</p><p>Berdasarkan definisi entrepreneur yang saya temukan di kamus Merriam-Webster’s dan Dictionary.com, definisi entrepreneur adalah:</p><ul><li>Merriam-Webster: <strong>“one who organizes, manages and assumes the risks of a business or enterprise.”</strong></li><li>Dictionary.com:<strong> “a person who organizes and manages any enterprise, especially a business, usually with considerable initiative and risk.”</strong></li></ul><p>Perbedaannya tidak terlalu terlihat, namun mendasar: Perbedaannya ada di kata &#8220;any.&#8221;</p><p>Menurut saya, Dictionary.com telah memberikan definisi entrepreneur dengan benar: Pengusaha, dalam arti yang paling murni, adalah mereka yang mengidentifikasi kebutuhan &#8212; kebutuhan apapun &#8211; dan mengisinya. Ini adalah dorongan primordial, terlepas dari produk, layanan, industri atau pasar.</p><p>Jika Anda ingin menjadi seorang entrepreneur suatu hari nanti, inilah sebuah persamaan yang harus Anda ingat dan lekatkan pada kepala, layar komputer, smartphone Anda, atau di manapun bola mata Anda menghabiskan sebagian besar waktunya:</p><p>Entrepreneur + Capital = Products + Customers = Business.</p><p>Anda boleh tidak mempercayai kata-kata saya. Namun, cobalah melihat setiap pengusaha sukses di planet ini. Persamaan tersebut selalu muncul dalam kehidupan bisnis mereka.</p><p><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Evan_Spiegel">Evan Spiegel</a> adalah CEO Snapchat. Itu merupakan pekerjaannya. Tetapi, ini adalah perusahaan yang nyata dengan produk nyata, karyawan nyata, dan investor riil. Dan saya yakin bahwa aplikasi pesan singkat yang dia dirikan berhasil menarik ratusan juta pengguna yang sangat terlibat dan mengumpulkan lebih dari setengah miliar dolar untuk pendanaan usaha.</p><p><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/John_Mackey_(businessman)">John Mackey</a> adalah co-CEO Whole Foods. Makanan sehat selalu menjadi passionnya, tetapi cara dia membangun perusahaannya &#8211; untuk melayani semua pemangku kepentingan utamanya &#8211; unik. Dia menulis sebuah buku tentang hal itu yang dia sebut sebagai Conscious Capitalism. Saya benar-benar ragu apakah Mackey menganggap dirinya sebagai pengusaha hebat, tetapi sebagai co-founder sebuah perusahaan yang besar, dia berhasil menunjukkan kepada dunia cara baru dan lebih baik untuk berbisnis.</p><p>Jika Anda ingin menjadi entrepreneur sukses, jangan hanya menginginkannya saja. Mulailah dengan memecahkan masalah pelanggan dan ciptakan sebuah produk yang dapat memberikan solusi bagi ‘pain pont’ pelanggan Anda. Carilah modal. Buatlah produk, pasarkan, dapatkan pelanggan. Suatu hari Anda akan terbangun dan menyadari bahwa Anda merupakan: seorang pria yang mengambil risiko, memulai bisnis, dan menghasilkan uang. Seorang entrepreneur.</p><h3>Jenis-jenis entrepreneur</h3><p>Salah satu alasan mengapa terjadi perdebatan mengenai definisi pengusaha adalah bahwa entrepreneur mencakup begitu banyak jenis usaha. Beberapa jenis kewiraswastaan ​​yang umum termasuk:</p><p><strong>Bisnis kecil:</strong> Ini termasuk toko kelontong dan pemilik bisnis lokal. Usaha kecil bisa mencakup kemitraan, pemilik tunggal dan perusahaan jasa. Umumnya bisnisnya yang memiliki kurang dari 500 karyawan.</p><p><strong>Bisnis Home-Based:</strong> Bisnis berbasis rumah bisa masuk dalam kategori usaha kecil, namun faktor utama dalam kasus ini adalah semua pekerjaannya dilakukan dari rumah, berlawanan dengan kantor atau lokasi lainnya. Tapi hanya karena bisnis dijalankan dari rumah, bukan berarti tidak bisa bersaing dengan bisnis yang lebih besar. Sebab, banyak perusahaan besar berawal dari rumah.</p><p><strong>Bisnis Online:</strong> Bisnis berbasis internet bisa menjadi usaha kecil, rumahan atau bahkan perusahaan besar.</p><p>Perbedaan utama di sini adalah bisnis dioperasikan secara online. Ini termasuk perusahaan seperti Amazon atau bisnis e-commerce lainnya, blogger, pemilik Ebay dan Etsy, dan bisnis lain yang melakukan sebagian besar bisnisnya secara online.</p><p><strong>Inventors / Penemu:</strong> Bagi seorang penemu yang dianggap sebagai pengusaha, dia harus melampaui tahap ide untuk membangun produk dan membawanya ke pasar.</p><p>Contoh yang tepat dari penemu yang transisi ke entrepreneur adalah kontestan di Shark Tank.</p><p><strong>Serial Entrepreneur:</strong> Banyak entrepreneur yang mendapatkan kegembiraan dalam memulai dan membangun bisnis, namun tidak dalam pengelolaannya yang terus berlanjut, jadi mereka menjualnya (perusahaan mereka yang sudah jadi) untuk meluncurkan ide bisnis baru. Mereka masih dianggap entrepreneur karena mereka masih beroperasi dan menanggung risiko dalam bisnis ketika mereka masih memiliki bisnis tersebut (sebelum dijual). Sementara, ada beberapa serial entrepreneur yang berhasil menyulap beberapa bisnis sekaligus dan menghasilkan banyak aliran pendapatan.</p><h3>Karakteristik entrepreneur sukses</h3><p>Beberapa mengatakan bahwa dorongan kewirausahaan itu merupakan bawaan, sifat yang diperoleh saat lahir, sementara yang lain tidak setuju dan percaya bahwa siapapun bisa menjadi entrepreneur. Apakah seseorang dilahirkan atau berkembang, ada karakteristik dan ciri yang dibutuhkan untuk menjadi entrepreneur ​​yang sukses termasuk:</p><ul><li><strong>Passion</strong> &#8211; Bicaralah pada pengusaha sukses dan Anda akan hampir selalu bisa mendengar gairah saat mereka menggambarkan apa yang mereka lakukan. Mengikuti hasrat Anda adalah salah satu kunci kesuksesan.</li><li><strong>Berpikir mandiri</strong> &#8211; Entrepreneur sering berpikir di luar kotak.</li><li><strong>Optimisme</strong> &#8211; Sulit untuk berhasil dalam segala hal jika Anda tidak percaya pada hasil yang baik. Entrepreneur adalah pemimpi dan percaya bahwa gagasan mereka mungkin terjadi, bahkan ketika hal itu tersebut sulit terjangkau.</li><li><strong>Memiliki rasa percaya diri</strong> &#8211; Ini bukan berarti pengusaha tidak pernah memiliki keraguan diri, tapi mereka mampu mengatasinya dan percaya bahwa mereka dapat mencapai tujuan mereka.</li><li><strong>Pemecah masalah</strong> &#8211; Kurangnya aset, pengetahuan, dan sumber daya umum terjadi, namun pengusaha dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan atau memikirkan bagaimana menggunakan apa yang mereka miliki secara optimal. Mereka tidak pernah membiarkan masalah dan tantangan menghalangi, dan sebaliknya. Mereka selalu dapat menemukan cara untuk mencapai tujuan mereka meski mengalami banyak kesulitan.</li><li><strong>Kegigihan dan kemampuan untuk mengatasi kesulitan</strong> &#8211; Pengusaha tidak berhenti pada hambatan pertama, kedua atau bahkan keseratus. Bagi mereka, kegagalan bukanlah pilihan, jadi mereka terus berupaya menuju kesuksesan, bahkan bila ada yang salah.</li><li><strong>Visi</strong> &#8211; Beberapa definisi kewiraswastaan ​​yang lebih ketat mencakup visi sebagai elemen yang diperlukan. Ini membantu untuk mengetahui tujuan akhir Anda saat Anda memulai. Selanjutnya, visi adalah bahan bakar yang mendorong Anda maju menuju tujuan Anda.</li><li><strong>Fokus</strong> &#8211; Sangat mudah terganggu dalam dunia yang penuh dengan informasi yang serba cepat, namun semua itu bukanlah kendala yang berarti bagi entrepreneur. Mereka merupakan orang-orang yang mampu berpikir dan menganalisa informasi dengan segala pengetahuan, koneksi dan informasi dari sampah-sampah informasi yang beredar. Entrepreneur sukses selalu berfokus pada apa yang akan mendatangkan hasil.</li><li><strong>Berorientasi aksi</strong> &#8211; Entrepreneur tidak mengharapkan sesuatu dari tindakan nol dan mereka tidak menunggu sesuatu terjadi di depan mereka. Mereka adalah pelaku. Mereka mengatasi tantangan dan menghindari penundaan.</li></ul><h3>Cara menjadi entrepreneur</h3><p>Salah satu hal hebat tentang menjadi entrepreneur adalah siapapun bisa melakukannya. Steve Jobs, Bill Gates dan Mark Zuckerberg berada di perguruan tinggi saat mereka memulai Apple, Microsoft dan Facebook. Menjadi entrepreneur tidaklah sulit, tetapi pekerjaan ini membutuhkan banyak kerja keras dan keuletan dan beberapa langkah termasuk:</p><ul><li>Pengembangan karakteristik yang sudah disebutkan di atas.</li><li>Ide bagus.</li><li>Sebuah rencana.</li><li>Pelaksanaan rencana secara konsisten.</li></ul>]]></content:encoded></item><item><title>4 Hal yang pada umumnya dimiliki entrepreneur sukses</title><link>/kepemimpinan/4-hal-yang-pada-umumnya-dimiliki-entrepreneur-sukses/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 29 Jun 2020 15:59:52 +0000</pubDate><category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category><category><![CDATA[ciri-ciri entrepreneur sukses]]></category><category><![CDATA[ciri-ciri pengusaha sukses]]></category><category><![CDATA[entrepreneur]]></category><category><![CDATA[karakter entrepreneur]]></category><category><![CDATA[karakter entrepreneur sukses]]></category><category><![CDATA[karakter pengusaha]]></category><category><![CDATA[karakter pengusaha sukses]]></category><category><![CDATA[kepemimpinan]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1668</guid><description><![CDATA[Memulai bisnis selalu berisiko dan kesuksesan tidak pernah bisa dijamin. Namun, pengusaha berkembang setiap hari. Meskipun tidak ada satu ukuran pendekatan yang cocok untuk mereka semua. Entrepreneur sukses ingin berbagi beberapa hal yang tidak dimiliki entrepreneur lainnya. SCORE, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan membantu usaha kecil, baru-baru ini merilis Infographic mereka mengenai apa yang membuat &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Memulai bisnis selalu berisiko dan kesuksesan tidak pernah bisa dijamin. Namun, pengusaha berkembang setiap hari. Meskipun tidak ada satu ukuran pendekatan yang cocok untuk mereka semua. Entrepreneur sukses ingin berbagi beberapa hal yang tidak dimiliki entrepreneur lainnya.</p><p>SCORE, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan membantu usaha kecil, baru-baru ini merilis Infographic mereka mengenai apa yang membuat pengusaha hari ini sukses. Untuk berkembang, pengusaha perlu pengalaman profesional, rencana bisnis, kepribadian yang tepat dan mentor, menurut hasil survey yang ditemukan SCORE.</p><h3>Pengalaman profesional</h3><p>Pengalaman profesional memberikan pengusaha kemampuan yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan bisnis yang bijak. Pengusaha dengan track record sukses memiliki peluang dua setengah kali kemungkinan untuk mengumpulkan uang lebih banyak, 3,6 kali lebih mungkin untuk melihat pertumbuhan pengguna yang lebih baik, dan 52% lebih kecil kemungkinannya untuk skala prematur, seperti yang sudah diungkapkan pada Infographic mereka.</p><h3>Sebuah rencana bisnis</h3><p>Mengambil waktu untuk menulis rencana bisnis tidak hanya memberikan arah bisnis Anda, tetapi juga meningkatkan peluang Anda. Perusahaan dengan rencana bisnis, memiliki peluang keberhasilan hampir dua kali jika dibandingakan dengan perusahaan yang tidak memiliki rencana bisnis. Perusahaan-perusahaan yang menciptakan rencana bisnis juga melihat pertumbuhan bisnis yang lebih tinggi dan lebih mungkin untuk mengamankan modal dan pinjaman.</p><h3>Kepribadian positif</h3><p>Anda berpikir dapat berhasil sebagai pengusaha hanya dengan menjadi Anda? Jika Anda terlalu agresif dan tertutup, pikirkan lagi. Para pengusaha paling sukses memancarkan sifat-sifat positif, seperti keterbukaan dan keramahan. Sifat-sifat yang tidak boleh ditunjukkan adalah narsisme, membuat alasan dan ketidakstabilan emosional. Selain itu, walaupun agresif sering dapat Anda manfaatkan untuk keuntungan Anda, entrepreneur perlu untuk menendang kebiasaan buruk agresivitas predator jika mereka ingin sukses.</p><h3 style="line-height: 1.09091;">Seorang mentor</h3><p>Bisnis baru tidak harus dihadapi sendiri. Para pemilik bisnis paling sukses telah mengandalkan pada beberapa bentuk mentoring untuk memberikan arahan dan menjaga mereka di jalur yang benar. Pengusaha yang bekerja dengan mentor tiga kali lebih mungkin untuk memulai bisnis, tujuh kali lebih mungkin untuk mengumpulkan uang investasi, dan tiga setengah kali lebih mungkin untuk meningkatkan permintaan pada produk mereka. Mereka juga lebih mungkin untuk berkembang, walaupun banyak bisnis gagal dalam tahun pertama mereka, 84% usaha yang dilakukan dengan bimbingan mentor masih berada dalam bisnis setidaknya satu sampai dua tahun.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Apakah Anda benar–benar siap untuk menjadi entrepreneur?</title><link>/inspirasi/apakah-anda-benar-benar-siap-untuk-menjadi-entrepreneur/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Mon, 15 Jun 2020 14:10:43 +0000</pubDate><category><![CDATA[Inspirasi]]></category><category><![CDATA[apakah anda siap menjadi entrepreneur]]></category><category><![CDATA[apakah anda siap menjadi pengusaha]]></category><category><![CDATA[entrepreneur]]></category><category><![CDATA[inpirasi]]></category><category><![CDATA[inspirasi]]></category><category><![CDATA[pengusaha]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1509</guid><description><![CDATA[Memang untuk keluar dari pekerjaan yang Anda benci merupakan hal yang mudah, namun meninggalkan karir yang Anda cintai untuk mengejar impian Anda sendiri merupakan hal yang sulit. Namun bagi entrepreneur, keinginan untuk melakukan sesuatu bagi diri mereka sendiri dan memegang kendali atas hidup mereka merupakan motivasi yang cukup untuk meninggalkan pekerjaan dan status profesional mereka.Tetapi, &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Memang untuk keluar dari pekerjaan yang Anda benci merupakan hal yang mudah, namun meninggalkan karir yang Anda cintai untuk mengejar impian Anda sendiri merupakan hal yang sulit. Namun bagi entrepreneur, keinginan untuk melakukan sesuatu bagi diri mereka sendiri dan memegang kendali atas hidup mereka merupakan motivasi yang cukup untuk meninggalkan pekerjaan dan status profesional mereka.Tetapi, hal ini bukan berarti orang–orang harus terburu–buru melompat dari pekerjaan tetap mereka ke dunia startup tanpa pertimbangan yang baik.</p><p>Setelah menghabiskan waktu selama satu dekade pada perusahaan lama (membantu mengembangkan perusahaan tersebut dari startup menjadi perusahaan publik), saya mulai merindukan saat–saat dimana harus membuat sebuah produk dari awal. Setelah menganalisa pasar dengan intens dan mempertimbangkan pro dan kontra untuk meninggalkan keamanan dari pekerjaan tetap, saya tahu bahwa sekarang saatnya saya harus melompat, kata Nir Polak, co-founder dari Exabeam.</p><p>Setelah melalui semua pengalaman ini sendiri, ada empat hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum Anda memulai perusahaan Anda sendiri.</p><h3>Anda merasa ingin untuk menciptakan sesuatu</h3><p>Entrepreneur berkembang berdasarkan energi kreatif, dimana setiap keputusan akan memicu efek yang akan dirasakan oleh setiap anggota perusahaan. Tanpa hal ini, Anda tidak akan dapat mencapai target yang sudah Anda tentukan untuk membawa perusahaan Anda sukses. Membangun sebuah tim yang solid dapat meningkatkan semangat kreatif, dimana hal ini juga akan menciptakan budaya kekeluargaan yang akan membawa setiap anggota menuju pada hasil akhir yang sama.</p><h3>Anda tahu apa yang Anda lakukan</h3><p>Anda tidak akan pernah mengetahui segala hal, itulah sebabnya mengapa nasihat sederhana kepada seorang entrepreneur adalah merekrut orang–orang yang memiliki kemampuan yang tidak Anda miliki. Namun, Anda harus memiliki pengetahuan pada industri yang Anda geluti dan mampu menambahkan sesuatu pada perusahaan startup Anda, entah apakah itu strategi marketing, network, atau suatu hal yang bersifat teknis.</p><p>Sebelum saya memulai perusahaan, saya mengabiskan waktu 10 tahun dalam karir untuk mendapatkan pengalaman di dalam engineering, manajemen produk, strategi perusahaan, dan lain–lain. Skill tersebut sangatpenting untuk saya sebagai founder dari perusahaan yang berfokus pada analisis keamanan dengan data yang besar.</p><p>Sangat menguntungkan bagi Anda untuk meningkatkan pengalaman yang cukup sebelum Anda memulai bisnis Anda sendiri, dan terkadang cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah bekerja kepada orang lain.</p><h3>Anda sudah menganalisa pasar</h3><p>Tidak mungkin Anda terjun ke dalam sebuah bisnis hanya pada sebuah konsep, tanpa terlebih dahulu memastikan bahwa ada pelanggan yang berpotensi dan sebuah masalah yang hadir untuk Anda pecahkan.</p><p>Tentu saja Anda bisa berada lebih awal pada sebuah pasar. Jika ide Anda lebih maju lima tahun dari pada kemampuan pelanggan Anda dalam memahaminya, namun jangan terburu–buru untuk meluncurkannya, karena mungkin saja pelanggan potensial Anda belum bisa menerima ide Anda. Pilihlah waktu yang tepat untuk meluncurkan produk atau jasa Anda. Atau Anda mungkin saja terlambat untuk masuk ke dalam pasar. Jika ada enam kompetitor yang mengeluarkan penawaran yang sama, bahkan sebelum Anda menjalankan perusahaan Anda, ini bisa membuat perusahaan Anda dalam masalah.</p><p>Seperti cerita Goldilocks dan tiga beruang. Kondisi pasar harus berada pada saat yang tepat sebelum Anda melangkah menjadi seorang entrepreneur.</p><h3>Anda mengetahui resikonya</h3><p>Menjalankan sebuah perusahaan selalu memiliki resiko dan menjalankannya untuk mencapai keberhasilan membutuhkan dedikasi yang tinggi. Pastikan bahwa Anda dan keluarga Anda siap untuk kerja keras dan menghabiskan banyak waktu untuk mengurus bisnis.</p><p>Ada yang mengatakan bahwa Anda akan menemukan hal–hal yang bermanfaat ketika menjalankan bisnis Anda sendiri dengan pengalaman yang sudah Anda dapatkan dari tempat kerja Anda sebelumnya. Tidak ada hal yang menyenangkan seperti menciptakan sesuatu yang baru dan berkumpul dengan orang–orang yang memiliki visi yang sama dengan Anda dan ingin membantu Anda untuk mengubah perusahaannya menjadi perusahaan yang sukses.</p><p>Jika Anda mengangguk dengan atusias ketika membaca hal ini, maka Anda sudah siap untuk terjun sebagai entrepreneur. Perlu Anda ketahui bahwa akan ada banyak hal–hal yang baik dan buruk ketika menjalankan semua ini, namun jika Anda mampu bertahan dan selalu belajar dari kesalahan (dimana akan banyak Anda temukan), Anda akan menemukan sebuah pengalaman yang luar biasa.</p>]]></content:encoded></item><item><title>10 Langkah untuk sukses sebagai pengusaha</title><link>/bisnis/10-langkah-untuk-sukses-sebagai-pengusaha/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 11 Jun 2020 06:21:04 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[cara menjadi entrepreneur sukses]]></category><category><![CDATA[cara menjadi pengusaha sukses]]></category><category><![CDATA[entrepreneur]]></category><category><![CDATA[langkah untuk menjadi pengusaha sukses]]></category><category><![CDATA[pengusaha]]></category><category><![CDATA[pengusaha sukses]]></category><category><![CDATA[tips menjadi entrepreneur sukses]]></category><category><![CDATA[tips menjadi pengusaha sukses]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1472</guid><description><![CDATA[Kemampuan apa yang Anda butuhkan untuk menjalankan perusahaan Anda sendiri? Ada begitu banyak cara untuk sukses, tetapi Fred Mouawad memiliki nasihat konkrit yang akan membantu orang–orang untuk sukses, tidak peduli apa pun bidang industri yang mereka geluti. Mouawad telah membangun tujuh perusahaan berbeda, hal yang cukup membuat beberapa serial entrepreneur terkesima. Saat ini dia merupakan &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Kemampuan apa yang Anda butuhkan untuk menjalankan perusahaan Anda sendiri? Ada begitu banyak cara untuk sukses, tetapi Fred Mouawad memiliki nasihat konkrit yang akan membantu orang–orang untuk sukses, tidak peduli apa pun bidang industri yang mereka geluti.</p><p>Mouawad telah membangun tujuh perusahaan berbeda, hal yang cukup membuat beberapa serial entrepreneur terkesima. Saat ini dia merupakan CEO dari sebuah platform online yang bernama Taskworld.</p><p>Berikut ini merupakan 10 langkah yang dia percaya harus diambil oleh setiap pengusaha sukses.</p><h3>Pencarian jiwa</h3><p>“Startup Anda merupakan gambaran dari diri Anda secara keseluruhan dan cerminan kepercayaan Anda,” kata Mouawad. Jadi sebelum Anda membuka pintu Anda, cobalah untuk menghabiskan waktu untuk merenungkan kembali kepercayaan, passion, dan niat Anda pada perusahaan baru tersebut, dan seperti apa perusahaan ideal yang Anda inginkan.</p><p>Pada saat yang bersamaan, cobalah untuk melihat kembali kelemahan Anda dan temukan blind spot yang ada pada diri Anda. Jika Anda menginginkan sebuah bisnis yang sukses, maka sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bagian–bagian mana saja yang mungkin membutuhkan bantuan dari orang lain untuk menutupi kelemahan Anda.</p><h3>Memilih tipe bisnis yang tepat</h3><p>Anda harus memberikan sebagian besar waktu Anda untuk bisnis jika Anda ingin sukses. Anda juga harus memberikan porsi besar pikiran Anda kepada bisnis Anda, Anda tidak akan punya banyak waktu untuk memikirkan hal lainnya. Jadi sangat penting bagi Anda untuk memastikan bahwa pekerjaan yang Anda lakukan sesuai dengan nilai Anda dan bagaimana cara Anda ingin menghabiskan waktu Anda.</p><p>Pertimbangkan bukan hanya jenis bisnisnya saja, tetapi juga karakteristik industri yang Anda pilih. Beberapa industri membutuhkan Anda untuk formal dan memahami tradisi. Beberapa membutuhkan kemampuan Anda untuk membangun hubungan personal dengan pelanggan. Beberapa yang lain dapat berubah dengan cepat sehingga Anda harus mampu untuk mengikutinya. Pada beberapa industri, setiap orang terlihat bersahabat, sementara pembicaraan yang keras merupakan hal yang normal pada beberapa jenis industri. Pertimbangkan setiap aspek pada bisnis dan tentukan apakah itu sesuai dengan diri Anda atau tidak.</p><p>Terakhir, bisnis Anda harus memberikan Anda ROI (return of investment) yang sesuai bagi Anda. Evaluasi keuangan Anda secara cermat, berapa pendapatan yang harus Anda dapatkan agar bertahan, dan berapa tarif yang dikenakan kompetitor Anda.</p><h3>Mencari tahu berapa banyak dana yang Anda butuhkan</h3><p>“Banyak bisnis yang membuat asumsi keuangan secara optimis sebelum mereka memulai perusahaan mereka,” kata Mouawad. Itu merupakan sebuah kesalahan yang dapat membunuh sebuah bisnis.</p><p>Kuncinya disini adalah menanyakan kepada diri Anda, “Apa hal terburuk yang mungkin terjadi?” dan cobalah untuk mengimajinasikan hal yang lebih buruk daripada itu. Berapa banyak uang yang harus Anda miliki agar dapat bertahan jika ada hal yang terjadi di luar dugaan? Itu merupakan uang yang harus Anda miliki di awal.</p><h3>Rekrut orang yang tepat</h3><p>“Bisnis sama seperti olahraga: Tim terbaik yang biasanya menjadi pemenang,” kata Mouawad. Jadi pastikan bahwa Anda memiliki tim terbaik. Investasikan waktu Anda pada proses perekrutan, cari tahu informasi tentang orang yang akan bekerja dengan Anda, dan pastikan mereka cocok dengan Anda dan perusahaan Anda dari sisi nilai, kepribadian, dan keahlian mereka. Dan ketika Anda sudah mendapatkan tim yang sesuai, pastikan Anda selalu memberikan pekerjaan yang mereka cintai dan kesempatan untuk berkembang.</p><h3>Menciptakan budaya kemenangan</h3><p>Kita semua berbicara mengenai budaya, tetapi kata Mouawad kebanyakan perusahaan gagal memberikan perhatian pada masalah penting ini. “Budaya merupakan sebuah organisme hidup yang memerlukan perhatian dan pembentukan secara konstan,” katanya. “Ketika Anda mulai merealisasikan hal ini dan mampu menangani ekspektasi, Anda akan menemukan cara untuk menginspirasi dan memotivasi tim Anda untuk meraih goal yang sebelumnya mungkin terlihat tidak dapat diraih.”</p><h3>Belajar empati</h3><p>Saat ini, karyawan yang memiliki keahlian dan pelanggan memiliki pilihan yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya. Jadi, Mouawad mengatakan, jika Anda ingin bisnis Anda bertahan, sangat penting bagi Anda untuk belajar melihat dari sudut pandang orang lain.</p><p>“Pahami keadaan dunia saat ini, dan bukan sebaliknya,” kata Mouawad. “Setiap pengusaha wajib memberikan solusi pada masalah yang sudah ada atau solusi yang dibutuhkan. Kemampuan empati kepada orang lain bukan hanya membuat Anda menjadi seorang individu yang lebih baik, tetapi juga membuat Anda menjadi lebih baik dalam bisnis.”</p><h3>Temukan metrik yang paling penting</h3><p>“Kerja keras tanpa tujuan yang jelas tidak akan memberikan hasil yang baik,” kata Mouawad. Cobalah untuk menyediakan waktu berpikir seperti apa kesuksesan pada bisnis Anda, dan berapa angka yang dibutuhkan agar Anda bisa sukses. Kemudian ciptakan strategi yang difokuskan pada elemen tersebut. Itu merupakan resep terbaik untuk sukses daripada Anda harus terus mengejar setiap kesempatan yang datang.</p><h3>Gunakan insentif</h3><p>Insentif merupakan cara yang powerful untuk mendorong perilaku yang Anda inginkan dari para pemangku kepentingan, mulai dari karyawan hingga pelanggan hingga supplier. Ketika Anda sudah melakukan langkah ke 7 dan tahu dengan jelas kunci metrik kesuksesan perusahaan Anda, gunakan informasi tersebut untuk membangun struktur insentif yang akan meningkatkan area spesifik tersebut. Kemudian pantau kinerja terhadap metrik tersebut untuk melihat apakah insentif Anda sudah memiliki efek yang Anda inginkan atau belum. Jika belum, Anda dapat menyesuaikannya kembali.</p><h3>Melakukan eksperimen</h3><p>Setiap industri dan bisnis, akan menghadapi perubahan secara konstan dan Anda harus terus berubah jika Anda ingin meraih kesuksesan. Mouawad merekomendasikan agar Anda melakukan perubahan kecil dan menggunakan program simulasi untuk mencoba ide baru sebelum Anda benar–benar menerapkannya ke perusahaan Anda. Kemudian evaluasi kembali hasil dari eksperimen yang sudah Anda lakukan untuk melihat apakah sudah ada efek yang dihasilkan atau belum. Jika belum, Anda dapat terus menyesuaikannya hingga Anda mendapatkan hasil yang diinginkan. Terakhir, “kembangkan hal–hal yang berhasil dilakukan dan tinggalkan yang tidak berhasil,” kata Mouawad.</p><h3>Lihat terus ke masa depan</h3><p>Menjalankan perusahaan sukses merupakan sebuah tantangan setiap harinya. Jadi akan mudah bagi Anda untuk kehilangan visi jangka panjang Anda, jadi pastikan bahwa Anda memiliki waktu dan mental untuk memikirkan kemana arah tujuan bisnis Anda.</p><p>“Tulislah sebuah jurnal untuk mendapatkan perspektif mengenai progress kerja Anda dan apa saja tantangan yang sudah Anda hadapi,” saran Mouawad. “Bangun sebuah dewan penasihat untuk memberikan Anda perspektif tambahan.”</p><p>Mouawad juga merekomendasikan agar Anda memikirkan exit strategy Anda, sebagai seorang serial entrepreneur, hal ini selalu menjadi pikiran utama dia. “Apakah Anda memiliki rencana untuk menjual perusahaan, memberikannya ke generasi berikut, atau menjadi perusahaan terbuka?” kata Mouawad. Dengan memikirkan hal tersebut maka secara tidak langsung akan memaksa Anda untuk mengevaluasi perusahaan Anda dan mencari tahu bagaimana cara untuk meningkatkan nilai perusahaan yang Anda miliki.</p><p>&nbsp;</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>