<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>cara membuat konten &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/cara-membuat-konten/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 14:25:51 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>cara membuat konten &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>3 Alasan mengapa pelanggan tidak peduli dengan konten Anda</title><link>/pemasaran/3-alasan-mengapa-pelanggan-tidak-peduli-dengan-konten-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 06 Apr 2021 00:00:42 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara membuat konten]]></category><category><![CDATA[cara membuat konten yang baik]]></category><category><![CDATA[konten]]></category><category><![CDATA[mengapa pelanggan tidak melihat konten anda]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran konten]]></category><category><![CDATA[tips membuat konten]]></category><category><![CDATA[tips membuat konten yang baik]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2650</guid><description><![CDATA[Konten marketing merupakan salah satu strategi bisnis yang paling powerful yang dapat digunakan untuk membangun hubungan dengan pengikut yang sudah ada dan meraih pelanggan baru. Tetapi banyak sekali brand yang gagal ketika mengeksekusi teknik ini dengan benar. Menurut laporan terbaru dari Forrester, 87 persen brand kesulitan untuk menciptakan konten yang ingin dibaca dan dibagikan oleh &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Konten marketing merupakan salah satu strategi bisnis yang paling <em>powerful</em> yang dapat digunakan untuk membangun hubungan dengan pengikut yang sudah ada dan meraih pelanggan baru. Tetapi banyak sekali brand yang gagal ketika mengeksekusi teknik ini dengan benar.</p><p>Menurut laporan terbaru dari Forrester, 87 persen brand kesulitan untuk menciptakan konten yang ingin dibaca dan dibagikan oleh pelanggan mereka, dan hanya 14 persen mengatakan bahwa mereka merasa bahwa konten mereka sangat efektif untuk membangun nilai bagi bisnis mereka.</p><p>Anda akan menjadi lebih mudah ketika melakukan penetrasi terhadap pelanggan, jika Anda menyadari kesalahan-kesalahan yang pada umumnya dibuat oleh kebanyakan brand.</p><h3>Tidak mengetahui audiens Anda</h3><p>Institusi pemasaran konten menemukan bahwa 65 persen brand tidak memahami prinsip dasar strategi pemasaran konten: Fokus pada kebutuhan target audiens.</p><p>Setiap konten yang Anda ciptakan harus dibangun disekitar pembaca konten Anda, jadi ingatlah beberapa poin berikut ini:</p><ul><li>Anda harus dengan jelas mendefinisikan target audiens Anda, yang artinya Anda harus dapat secara spesifik menentukan demografi audiens yang ingin Anda raih selagi merencanakan strategi pemasaran konten.</li><li>Anda harus mengidentifikasi masalah pelanggan Anda dan menggunakan konten Anda untuk menawarkan solusi yang mereka cari.</li><li>Anda harus menggunakan suara yang mencerminkan audiens yang ingin Anda raih.</li></ul><p>Strategi pemasaran Anda secara keseluruhan perlu untuk berada di sekitar pelanggan dan kebutuhan mereka, jadi sesuaikanlah konten Anda dengan mereka. Salah satu hal yang membuat para pemasar melakukan kesalahan ini adalah dengan menciptakan konten yang menarik bagi diri mereka sendiri, bukan pelanggan mereka.</p><p>Misalkan Anda menjalankan sebuah website untuk memberikan nasihat keuangan. Anda tertarik dengan saham, tetapi pembaca Anda merasa terintimidasi oleh hal itu, maka mereka akan pergi dari website Anda dan membaca konten lain seperti strategi investasi dan reksadana.</p><h3>Terlalu mempromosikan diri</h3><p>Ada garis yang menandakan bahwa Anda bangga dengan brand Anda dan terlalu membesar-besarkan hal tersebut. Sebuah keseimbangan bagi setiap strategi pemasaran sangat penting ketika Anda ingin melakukan kampanye.</p><p>Kenyataannya, hasil studi yang baru-baru ini dilakukan menemukan bahwa 88 persen brand hanya berbagi riset mereka sendiri dan menampilkannya kepada pembaca mereka, sehingga sangat sulit bagi audiens untuk melihat hal tersebut sebagai sebuah informasi yang objektif.</p><p>Hasil studi baru dari Public Relation Society of America (PRSA) menunjukkan bahwa 60 persen pembaca tidak percaya dengan konten yang disponsori. Hasilnya, para pembaca menjadi sangat skeptis terhadap konten yang terlalu dipromosikan.</p><p>Untuk melakukan penetrasi terhadap pembaca dan mendapatkan kepercayaan mereka, Anda harus menjaga objektifitas pada level tertentu, yang mana dapat dilakukan dengan menggunakan quotes dan studi dari brand lain atau dengan memanfaatkan konten yang dibuat oleh pengguna / pembaca.</p><p>Konten promosi akan selalu memainkan sebuah peran penting dalam kegiatan pemasaran, tetapi sebuah brand yang sukses harus menyadari pentingnya keterlibatan audiens mereka dan memenuhi kebutuhan mereka, jika mereka ingin konten mereka dibaca dan dibagikan. Pesan promosi wajib, karena itu Anda harus melakukannya dengan secara halus dan didukung dengan konten yang bernilai.</p><h3>Gagal menggunakan headline untuk menarik perhatian</h3><p>Anda dapat menciptakan konten terbaik di internet, tetapi pelanggan Anda tidak akan mempedulikannya jika mereka tidak mengetahuinya.</p><p>Gagal menggunakan headline untuk menarik perhatian merupakan kesalahan besar, karena Anda hanya memiliki dua detik atau kurang untuk mendapatkan perhatian pelanggan Anda dan membuat mereka membuka konten Anda. Oleh karena itu, Anda harus menciptakan headline yang <em>powerful</em>, jika Anda ingin konten Anda mendapatkan perhatian dari pelanggan Anda.</p><p>Neil Patel dari QuickSprout baru-baru ini mempublikasikan artikel mengenai trend terakhir dalam menciptakan konten, dimana dia memberitahukan bahwa 80 persen pelanggan membaca judul dari sebuah halaman web, namun hanya 20 persen yang membaca isi postingan Anda berikutnya.</p><p>Dengan mengoptimalkan headline dengan baik, maka Anda dapat melakukan penetrasi terhadap pembaca Anda dengan lebih efektif dan membuat mereka menyimak isi konten Anda yang lain, jadi ikuti beberapa tips berikut ini untuk menciptakan headline yang akan membuat audiens membaca konten Anda:</p><ul><li>Gunakan kekuatan kata-kata yang dapat memicu rasa penasaran pembaca Anda.</li><li>Menurut riset yang dilakukan oleh Leverable, sebuah daftar postingan dibagikan sekitar dua kali lebih banyak dan dibaca lebih sering dibandingkan tipe konten lainnya, jadi gunakan hal tersebut.</li><li>Pastikan headline Anda cukup panjang untuk menarik perhatian dan dapat menyampaikan pesan Anda tanpa menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Simon Edelstyn dari Outbrain menemukan bahwa judul dengan delapan kata-kata di klik 21 persen lebih banyak dibandingkan headline pada umumnya. Hal ini menjadi panjang sebuah kata-kata pada headline yang ideal.</li></ul><p>Test strategi yang berbeda untuk melihat headline mana yang paling menarik perhatian dan dapatkan klik yang lebih banyak untuk setiap konten unik Anda.</p><p>Ya, banyak hal yang harus dipikirkan, namun dengan membuat semua tujuan tersebut sebagai prioritas dalam kampanye pemasaran konten Anda, maka akan memastikan bahwa setiap konten yang Anda ciptakan mendapatkan perhatian yang layak dari audiens Anda.</p>]]></content:encoded></item><item><title>4 Hal penting pada konten</title><link>/pemasaran/4-hal-penting-pada-konten/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 26 Mar 2021 04:00:17 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[bagian penting dari konten]]></category><category><![CDATA[bagian terpenting pada konten]]></category><category><![CDATA[cara membuat konten]]></category><category><![CDATA[cara membuat konten yang baik]]></category><category><![CDATA[cara membuat konten yang menarik]]></category><category><![CDATA[hal penting pada konten]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips membuat konten]]></category><category><![CDATA[tips membuat konten yang baik]]></category><category><![CDATA[tips membuat konten yang menarik]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2562</guid><description><![CDATA[Baru-baru ini saya diminta untuk mereview sebuah konten blog pada website teman saya. Blog tersebut sangat bagus sekali, penuh dengan pemikiran-pemikiran dan sangat berguna sekali, saya merasa hal ini sangat bernilai dan relevan. Namun masalahnya adalah konten itu sangat sulit untuk dibaca. Dengan estimasi hampir 3 juta postingan blog setiap harinya, maka tidak akan cukup &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini saya diminta untuk mereview sebuah konten blog pada website teman saya. Blog tersebut sangat bagus sekali, penuh dengan pemikiran-pemikiran dan sangat berguna sekali, saya merasa hal ini sangat bernilai dan relevan.</p><p>Namun masalahnya adalah konten itu sangat sulit untuk dibaca.</p><p>Dengan estimasi hampir 3 juta postingan blog setiap harinya, maka tidak akan cukup waktu bagi kita untuk membaca semuanya. Saya selalu mengunjungi blog-blog baru, dan saya selalu menemukan diri saya kembali ke blog yang sama dengan sebuah alasan sederhana: mudah untuk dibaca.</p><p>Jadi apa sih maksudnya mudah dibaca? Begini, coba bayangkan jika waktu membaca pengunjung blog Anda terbatas dan Anda ingin membagikan pengetahuan Anda dalam waktu yang terbatas itu, karena alasan tersebut maka Anda dapat mempertimbangkan untuk membuat konten dengan beberapa tips berikut:</p><h3>Headline</h3><p>Bagian pertama agar konten Anda dibaca adalah dengan menarik perhatian pembaca, dan hal tersebut dimulai dari headline. Uniknya, saya menemukan bahwa delapan dari 10 orang yang membaca headline Anda, hanya dua orang yang benar-benar membaca konten Anda. Tujuan Anda dari awal adalah untuk mendapatkan perhatian orang-orang sejak awal paragraf, jika mereka berhenti pada headline, itu artinya semua usaha Anda akan sia-sia.</p><p>Headline Anda sama seperti penampilan pribadi Anda, ini merupakan impresi pertama yang akan menilai seperti apa diri Anda. Untuk itu, headline Anda harus memiliki beberapa elemen berikut ini.</p><p><strong>Deskriptif:</strong> Pembaca Anda harus paham apa topik umum yang Anda bicarakan.</p><p><strong>Rasa Penasaran:</strong> Ketika Anda mendesripsikan konten Anda kepada para pembaca, jangan pernah memberitahukan secara keseluruhan. Sediakan informasi yang cukup kepada para pembaca untuk membuat mereka klik melalui paragraf pertama tersebut.</p><p><strong>Nilai:</strong> Apa alasan pembaca membaca konten Anda? Pada umumnya, pemahaman sebuah nilai dapat dapat berarti dua hal yaitu membuat pembaca Anda senang atau kaya (pengetahuan atau material).</p><p><strong>Unik:</strong> Headline yang tidak biasa. Provokatif, sarkasme, dan lain-lain yang dapat membuat headline Anda unik dan menarik.</p><p><strong>Urgensi:</strong> Pembaca harus membaca konten Anda segera karena esok hari sudah tidak relevan.</p><p>Menulis sebuah headline butuh latihan yang lama, namun apa yang Anda dapatkan sangat berharga karena hal tersebut dapat meningkatkan view konten Anda hingga 500%.</p><h3>Opini Pribadi</h3><p>Gaya menulis Anda memiliki pengaruh yang besar terhadap kemudahan membaca. Blog bisnis pada umumnya bersifat netral, dan ditulis oleh orang ketiga, tetapi jika Anda ingin menyajikan informasi dengan lebih menghibur, menarik, dan <em>engaging</em>, cobalah untuk lebih sedikit kreatif dan jangan pernah takut untuk memasukkan opini Anda ke dalam tulisan atau pembicaraan.</p><p>Hal lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah intelektual audiens Anda. Jika Anda ingin memiliki audiens yang lebih luas, ingatlah bahwa orang-orang tersebut suka untuk membaca hal-hal yang dua level di bawah kemampuan membaca mereka yang sebenarnya.</p><h3>Panjang tulisan</h3><p>Ada dua jenis audiens hal yang harus dipertimbangkan ketika berbicara panjang tulisan sebuah konten.</p><p>Audiens pertama, merupakan orang-orang yang suka membaca sesuatu yang singkat, namun penuh informasi dengan penyajian menggunakan daftar <em>bullet</em> dan link website. Karena banyaknya informasi yang kita terima setiap harinya, ada beberapa orang yang hanya mencerna dan membagikan konten pendek yang relevan, tidak memakan banyak waktu, berguna, dan mudah untuk dibaca. Inilah mengapa artikel yang ada di <a href="http://www.kerjayuk.com">kerjayuk.com</a> umumnya terdiri dari 500 hingga 1000 kata.</p><p>Audiens kedua menyukai konten yang panjang, sekitar 1500 hingga 3000 kata. Sebuah studi yang dilakukan oleh <a href="http://www.huffingtonpost.com/noah-kagan/why-content-goes-viral-wh_b_5492767.html" target="_blank" rel="noopener">Buzzsumo</a> menunjukkan bahwa konten dengan range ini umumnya memiliki jumlah <em>share</em> yang lebih banyak daripada konten yang pendek dan menghasilkan lebih banyak <em>backlink</em> dan meningkatkan konversi.</p><p>Kesimpulannya adalah cobalah mencari titik tengahnya. Menciptakan konten yang panjang secara berkala merupakan hal yang tidak mudah, dan mungkin banyak pembaca situs Anda yang tidak menyukainya. Sementara menciptakan konten yang pendek dapat menghibur dan menambahkan nilai, sedangkan menambahkan konten yang panjang dapat membantu Anda membangun image sebagai seorang yang ahli di bidang industri Anda.</p><h3>Tampilan visual</h3><p>Salah satu cara yang paling efektif untuk membuat konten Anda mudah dibaca adalah dengan mengkonversi konten Anda menjadi format visual, seperti infografis, slide, atau bahkan video. Dengan melakukan hal tersebut, akan memecahkan konten Anda menjadi lebih sederhana, sehingga mudah untuk dikonsumsi.</p><p>Selain itu, walaupun menambahkan gambar tidak membuat konten Anda mudah dibaca, tetapi efek visual tersebut akan membuat konten Anda berbeda dari yang lain dan mudah untuk dikenali. Hasil studi dari Buzzsumo menemukan bahwa konten yang diiringi dengan gambar dibagikan dua kali lebih banyak daripada konten yang tidak memiliki gambar.</p><p>Tentu saja, SEO merupakan salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan pada headline Anda dan konten Anda, namun jika Anda membuat konten yang terlalu dipaksakan hanya karena SEO, maka itu tidak akan memberikan nilai yang berarti bagi pembaca Anda. Buatlah konten yang memang berharga bagi pembaca Anda agar efeknya dapat dirasakan hingga ke perusahaan Anda.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>