<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>cara memasarkan produk &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/cara-memasarkan-produk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 28 Sep 2021 15:03:14 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>cara memasarkan produk &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Gunakan 5 langkah ini untuk membuat rencana pemasaran</title><link>/pemasaran/gunakan-5-langkah-ini-untuk-membuat-rencana-pemasaran/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 10 Sep 2021 06:07:12 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[bagaimana membuat rencana pemasaran dan berikan contohnya]]></category><category><![CDATA[cara memasarkan produk]]></category><category><![CDATA[cara membuat rencana pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara pemasaran produk]]></category><category><![CDATA[contoh membuat rencana pemasaran]]></category><category><![CDATA[contoh rencana pemasaran]]></category><category><![CDATA[contoh strategi pemasaran]]></category><category><![CDATA[jelaskan pentingnya seorang wirausaha membuat rencana pemasaran]]></category><category><![CDATA[komponen rencana pemasaran]]></category><category><![CDATA[konsep dasar aspek pemasaran dalam penyusunan perencanaan usaha]]></category><category><![CDATA[langkah-langkah dalam membuat rencana pemasaran]]></category><category><![CDATA[marketing plan adalah]]></category><category><![CDATA[marketing planning]]></category><category><![CDATA[membuat rencana pemasaran sederhana]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[planning marketing]]></category><category><![CDATA[strategi marketing]]></category><category><![CDATA[strategi pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips membuat rencana pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3646</guid><description><![CDATA[Semua orang tahu Anda memerlukan rencana bisnis, namun banyak pengusaha tidak menyadari bahwa rencana pemasaran sama pentingnya dengan rencana bisnis. Tidak seperti rencana bisnis, rencana pemasaran berfokus pada memenangkan dan mempertahankan pelanggan. Strategi ini harus mencakup angka, fakta, dan tujuan. Rencana pemasaran yang baik menjelaskan semua alat dan taktik yang akan Anda gunakan untuk mencapai &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Semua orang tahu Anda memerlukan rencana bisnis, namun banyak pengusaha tidak menyadari bahwa rencana pemasaran sama pentingnya dengan rencana bisnis. Tidak seperti rencana bisnis, rencana pemasaran berfokus pada memenangkan dan mempertahankan pelanggan. Strategi ini harus mencakup angka, fakta, dan tujuan. Rencana pemasaran yang baik menjelaskan semua alat dan taktik yang akan Anda gunakan untuk mencapai tujuan penjualan Anda. Ini adalah rencana tindakan Anda &#8212; apa yang akan Anda jual, siapa yang ingin membelinya, dan taktik yang akan Anda gunakan untuk menghasilkan prospek yang menghasilkan penjualan. Kecuali Anda menggunakan rencana pemasaran Anda untuk membantu Anda mendapatkan dana, maka rencana pemasaran Anda itu tidak harus dibuat dengan panjang atau ditulis dengan indah. Gunakan beberapa poin yang dapat menjelaskan langsung ke intinya.</p><p>Berikut adalah cara untuk membuat rencana pemasaran yang berhasil.</p><h3>Langkah 1: Ambil potret situasi perusahaan Anda saat ini</h3><p>Bagian pertama ini mendefinisikan perusahaan Anda dan produk atau layanannya, kemudian tunjukkan bagaimana manfaat yang Anda berikan dapat membedakan Anda dari pesaing Anda. Ini disebut &#8220;analisis situasi.&#8221;</p><p>Target audiens saat ini sudah bisa dilakukan secara spesifik dan tersegmentasi. Apa pun industri Anda, mulai dari restoran hingga layanan profesional hingga toko pakaian ritel, yang ingin memposisikan produk atau layanan secara kompetitif memerlukan pemahaman tentang ceruk pasar. Anda tidak hanya harus dapat menggambarkan apa yang Anda pasarkan, tetapi Anda juga harus memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ditawarkan pesaing Anda dan dapat menunjukkan bagaimana produk atau layanan Anda memberikan nilai yang lebih baik.</p><p>Jadikan analisis situasi Anda sebagai ikhtisar singkat tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan Anda. Kekuatan dan kelemahan mengacu pada karakteristik yang ada dalam bisnis Anda, sedangkan peluang dan ancaman mengacu pada faktor luar. Untuk menentukan kekuatan perusahaan Anda, pertimbangkan bagaimana produk Anda bisa lebih unggul dari yang lain, atau mungkin layanan Anda lebih komprehensif, misalnya. Apa yang Anda tawarkan dalam bisnis yang memiliki keunggulan kompetitif? Sementara kelemahan Anda bisa apa saja, mulai dari beroperasi di pasar yang sangat jenuh hingga kurangnya anggota staf yang berpengalaman.</p><p>Selanjutnya, jelaskan setiap peluang eksternal yang dapat Anda manfaatkan, seperti perluasan pasar untuk produk Anda. Jangan lupa untuk menyertakan ancaman eksternal apa pun terhadap kemampuan perusahaan Anda untuk mendapatkan pangsa pasar sehingga Anda dapat membuat rencana yang lebih detil untuk mengatasi ancaman tersebut.</p><p>Memposisikan produk Anda melibatkan dua langkah. Pertama, Anda perlu menganalisis fitur produk Anda dan memutuskan bagaimana fitur tersebut dapat membedakan produk Anda dari pesaingnya. Kedua, tentukan jenis pembeli yang paling mungkin untuk membeli produk Anda. Apa yang kamu jual? kenyamanan? kualitas? harga murah? Anda tidak dapat menawarkan semuanya. Dengan mengetahui apa yang diinginkan pelanggan dapat membantu Anda memutuskan apa yang akan Anda tawarkan, dan itu membawa kita ke bagian selanjutnya dari rencana Anda.</p><h3>Langkah 2: Tentukan siapa audiens target Anda</h3><p>Mengembangkan profil sederhana mengenai calon pelanggan Anda adalah langkah Anda selanjutnya. Anda dapat menggambarkan prospek dalam hal demografi &#8212; usia, jenis kelamin, komposisi keluarga, penghasilan dan lokasi geografis &#8212; serta gaya hidup. Tanyakan pada diri Anda hal-hal berikut: Apakah pelanggan saya konservatif atau inovatif? Pemimpin atau pengikut? Penakut atau agresif? Tradisional atau modern? Introvert atau ekstrovert? Seberapa sering mereka membeli apa yang saya tawarkan? Dalam jumlah berapa?</p><p>Jika Anda seorang pemasar bisnis-ke-bisnis (B2B), Anda dapat menentukan audiens target Anda berdasarkan jenis bisnis, jabatan, ukuran bisnis, lokasi geografis, atau karakteristik lain apa pun yang memungkinkan mereka menjadi prospek. Tidak peduli siapa audiens target Anda, pastikan untuk mendefinisikannya secara spesifik di bagian ini karena ini akan menjadi panduan Anda saat Anda merencanakan kampanye media dan hubungan masyarakat Anda.</p><h3>Langkah 3: Buat daftar tujuan pemasaran Anda</h3><p>Apa tujuan rencana pemasaran yang ingin Anda capai? Misalnya, apakah Anda mengharapkan peningkatan 20 persen dalam penjualan produk Anda per kuartal? Tuliskan daftar pendek tujuan &#8212; dan buatlah itu secara terukur sehingga Anda akan tahu kapan Anda telah mencapainya.</p><p>Jika Anda memerlukan bantuan untuk membuat tujuan Anda, berikut ini hal dasar yang harus Anda pikirkan:</p><p>Kekhususan. Anda memiliki peluang lebih baik untuk mencapai tujuan jika tujuan tersebut dapat dijelaskan secara spesifik. Meningkatkan modal bukanlah tujuan spesifik. Mengumpulkan $ 10.000 pada 1 Juli adalah tujuan yang spesifik.</p><p>Optimisme. Jadilah positif ketika Anda menetapkan tujuan Anda. Mampu membayar tagihan bukanlah tujuan yang menginspirasi. Mencapai keamanan finansial mengungkapkan tujuan Anda dengan cara yang lebih positif, sehingga memicu energi Anda untuk mencapainya.</p><p>Realisme. Jika Anda menetapkan tujuan untuk mendapatkan $100.000 per bulan ketika Anda tidak pernah menghasilkan sebanyak itu dalam setahun, tujuan itu tidak realistis. Mulailah dengan langkah-langkah kecil, seperti meningkatkan penghasilan bulanan Anda sebesar 25 persen. Setelah tujuan pertama Anda terpenuhi, Anda dapat meraih yang lebih besar.</p><p>Jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dapat dicapai dalam jangka waktu beberapa minggu hingga satu tahun. Tujuan jangka panjang bisa selama lima, 10 atau bahkan 20 tahun. Tujuan tersebut harus jauh lebih besar daripada tujuan jangka pendek tetapi tetap harus realistis.</p><h3>Langkah 4: Riset taktik pemasaran</h3><p>Bagian ini adalah inti dan jiwa dari rencana pemasaran Anda. Di bagian sebelumnya, Anda menguraikan apa yang harus dicapai pemasaran Anda dan mengidentifikasi prospek terbaik Anda; sekarang saatnya untuk merinci taktik yang akan Anda gunakan untuk mencapai prospek ini dan mencapai tujuan Anda.</p><p>Program pemasaran yang baik menargetkan prospek di semua tahap siklus penjualan Anda. Beberapa taktik pemasaran, seperti berbagai bentuk periklanan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung, sangat bagus untuk menjangkau prospek baru. Prospek yang berpotensial adalah mereka yang sebelumnya telah mengetahui pesan pemasaran Anda dan mungkin bahkan bertemu dengan Anda secara pribadi &#8212; akan merespons email, program loyalitas, dan acara penghargaan pelanggan dengan baik dibandingkan yang lain. Prospek terbaik Anda adalah individu yang telah terpapar pesan penjualan dan pemasaran Anda dan siap untuk menutup penjualan. Umumnya, mereka ini adalah calon pelanggan yang sudah melakukan kontak penjualan antarpribadi (baik secara langsung, melalui telepon, atau email).</p><p>Untuk melengkapi bagian taktik Anda, uraikan strategi pemasaran utama Anda, lalu sertakan berbagai taktik yang akan Anda gunakan untuk menjangkau prospek di titik mana pun dalam siklus penjualan Anda. Misalnya, Anda mungkin dapat menggabungkan papan reklame luar ruang, iklan cetak, dan pencarian lokal online untuk menjangkau prospek baru, tetapi Anda dapat menggunakan email untuk menghubungi prospek potensial Anda.</p><p>Untuk mengidentifikasi bauran pemasaran ideal Anda, cari tahu media mana yang dituju oleh target audiens Anda untuk mendapatkan informasi tentang jenis produk atau layanan yang Anda jual. Hindari penggunaan media yang lebih luas, bahkan jika itu dapat menarik target audiens Anda, jika kontennya tidak relevan. Taktik pemasaran yang Anda pilih harus menjangkau prospek Anda saat mereka berada di waktu dan tempat yang paling membuat mereka menerima pesan Anda.</p><h3>Langkah 5: Tetapkan anggaran pemasaran Anda</h3><p>Anda harus mencurahkan persentase penjualan kotor yang diproyeksikan ke anggaran pemasaran tahunan Anda. Tentu saja, ketika memulai bisnis, ini mungkin berarti menggunakan dana yang baru diperoleh, pinjaman atau pembiayaan sendiri. Ingatlah bahwa pemasaran sangat penting untuk keberhasilan bisnis Anda. Dan dengan begitu banyak jenis taktik yang tersedia untuk menjangkau setiap ceruk audiens, ada banyak hal yang dapat Anda gunakan dengan anggaran yang ketat.</p><p>Saat Anda mulai mengumpulkan biaya untuk taktik pemasaran yang Anda uraikan pada langkah sebelumnya, Anda mungkin menemukan bahwa Anda telah melampaui anggaran Anda. Jika itu terjadi, cukup kembali dan sesuaikan taktik Anda sampai Anda memiliki campuran yang terjangkau. Kuncinya adalah jangan pernah berhenti memasarkan (produk atau layanan Anda) &#8212; jangan mengkhawatirkan diri Anda dengan taktik pemasaran yang mahal sampai Anda memang mampu melakukannya.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara menyelamatkan bisnis Anda dari kehancuran</title><link>/bisnis/cara-menyelamatkan-bisnis-anda-dari-kehancuran/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 19 Feb 2021 06:22:58 +0000</pubDate><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[bisnis]]></category><category><![CDATA[cara memasarkan produk]]></category><category><![CDATA[cara menyelamatkan bisnis]]></category><category><![CDATA[cara menyelamatkan bisnis dari kebangkrutan]]></category><category><![CDATA[cara menyelamatkan bisnis dari kehancuran]]></category><category><![CDATA[menyelamatkan bisnis]]></category><category><![CDATA[tips menyelamatkan bisnis]]></category><category><![CDATA[tips menyelamatkan bisnis dari kebangkrutan]]></category><category><![CDATA[tips menyelamatkan bisnis dari kehancuran]]></category><category><![CDATA[tips untuk menyelamatkan bisnis]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2147</guid><description><![CDATA[Dengan persentase kegagalan bisnis sebesar 70-80 persen dalam 10 tahun pertama, seorang pengusaha tentu tahu bahwa memulai sebuah perusahaan tidaklah mudah. Mereka juga tahu bahwa mendapatkan kesuksesan membutuhkan lebih dari sekadar sikap “saya bisa melakukannya”dan inovasi. Sukses itu berarti mengetahui kapan waktunya mengurangi kerugian dan terus maju ke depan, entah apakah itu berarti membangun usaha &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Dengan persentase kegagalan bisnis sebesar 70-80 persen dalam 10 tahun pertama, seorang pengusaha tentu tahu bahwa memulai sebuah perusahaan tidaklah mudah. Mereka juga tahu bahwa mendapatkan kesuksesan membutuhkan lebih dari sekadar sikap “saya bisa melakukannya”dan inovasi. Sukses itu berarti mengetahui kapan waktunya mengurangi kerugian dan terus maju ke depan, entah apakah itu berarti membangun usaha baru atau mengubah poros strategi bisnis saat ini.</p><p>Memang sulit melepaskan bisnis yang dibangun dari darah, keringat dan air mata, namun perlu Anda ketahui bahwa ini bisa menjadi keputusan terbaik dalam hidup Anda untuk jangka panjang. Saya telah melihat begitu banyak pengusaha yang bertahan terlalu lama pada bisnis mereka yang merugi hingga akhirnya mereka harus menanggung beban hutang yang besar. Jangan biarkan ini terjadi pada  diri Anda.</p><p>Sebelum perusahaan Anda sampai pada titik itu, perhatikan tanda-tanda berikut ini dan buat perubahan sebelum terlambat.</p><h3>Pasar Anda hilang</h3><p>Sebelum krisis perumahan tahun 2008, saudara laki-laki saya dan saya bekerja untuk perusahaan rekayasa pengembangan lahan. Manajemen tidak melakukan tindakan pencegahan untuk mempersiapkan peralihan yang akan datang; Akibatnya, kantor tersebut kehilangan 85 persen karyawannya selama dua tahun ke depan, termasuk saudara laki-laki saya dan saya, kata Chris Thornham, co-founder <a href="http://www.flocycling.com/">FLO Cycling</a>.</p><p>Untuk mengatasi ini, Anda harus beradaptasi. Seorang pengusaha berbakat mengatakan kepada saya bahwa begitu Anda melepaskan produk baru, maka produk itu sudah tua. Latih mentalitas seperti ini ke dalam nilai inti Anda untuk memastikan bahwa Anda terus mendorong inovasi dan membuat konsumen Anda terkagum-kagum.</p><h3>Tidak ada yang mengerti produk atau layanan Anda</h3><p>Sebelum menemukan kesuksesan dalam berwirausaha, saudara laki-laki saya dan saya mengejar usaha amal yang disebut Painting with a Purpose. Ini merupakan sebuah program yang menjual gambar digital yang dibuat oleh anak-anak dengan kebutuhan khusus. Bingung? Begitu pula pelanggan kami. Mencoba menciptakan industri dan produk yang sama sekali baru hampir membunuh kita.</p><p>Anda tidak perlu menemukan kembali roda untuk menjadi inovatif. Seringkali, menjual roda yang benar-benar bagus sudah lebih dari cukup. Sebelum Anda menyerah (menutup bisnis Anda), pertimbangkan apakah produk atau layanan Anda dapat dimodifikasi. Mungkin saja sebuah perubahan kecil dapat membuat bisnis Anda kembali ke jalan yang tepat.</p><h3>Anda dan tim Anda telah kehilangan passion</h3><p>Banyak pengusaha berkembang dengan menantang risiko untuk memulai sesuatu yang baru. Dan setelah masa pertumbuhan yang cepat berlalu dan model bisnis mulai bekerja, jangan biarkan kegiatan-kegiatan monoton memadamkan api semangat wirausaha Anda. Passion Anda harus tetap konstan bertahan walaupun bisnis Anda sudah berjalan dengan baik. Terus-menerus temukan hal baru tentang bisnis Anda agar Anda terus jatuh cinta pada bisnis Anda dan jangan lupa tularkan hal tersebut kepada setiap anggota tim Anda. Outsourcingkan tugas-tugas yang tidak disukai oleh siapa pun.</p><h3>Anda memiliki karyawan beracun</h3><p>Saya pernah bekerja untuk sebuah perusahaan yang menunjuk seorang manajer baru tanpa pengalaman manajemen sebelumnya. Dalam waktu kurang dari tiga tahun, dia menghancurkan moral, mengurangi retensi karyawan dan menurunkan jumlah penjualan kami hampir 85 persen.</p><p>Lain kali jika Anda meremehkan dampak dari karyawan yang buruk, mungkin gambar Godzilla di Tokyo dapat mengingatkan Anda kemana bisnis Anda menuju. Menyingkirkan orang-orang ini tidak hanya bagus untuk bisnis Anda, tetapi juga sangat bagus untuk mengembalikan semangat tim Anda.</p><p>Saya tidak mengatakan bahwa setiap karyawan yang buruk harus dipecat. Terkadang Anda hanya perlu mengadakan proses pelatihan agar mereka dapat mengembangkan diri mereka untuk menjadi seorang manajer yang hebat atau meletakkan mereka ke posisi yang paling sesuai dengan keahlian mereka. Mantan manajer saya memenangkan posisinya karena keahliannya dalam penjualan. Mengirimnya kembali ke bagian penjualan dapat menyelamatkan perusahaan dan memaksimalkan kemampuan mereka di bidang yang memang mereka kuasai.</p><h3>Anda tidak menghasilkan uang</h3><p>Keringnya arus kas bisa menghancurkan mimpi lebih cepat daripada forum Shark Tank. Meskipun tak terbayangkan jika kita harus menyerah pada bisnis yang telah kita investasikan begitu banyak waktu dan sumber daya, namun kita harus menyadari kapan saatnya mengurangi kerugian.</p><p>Sebelum Anda menutup bisnis Anda, kenali terlebih dahulu masalahnya dan tentukan apakah itu masih bisa dikontrol. Jika sudah tidak terkontrol, lakukan kajian secara menyeluruh mengapa bisnis tersebut gagal. Jika terkendali, kembangkan rencana aksi. Jika bisnis Anda masih belum bisa diselamatkan, tentukan di mana kesalahan Anda. Dan ingat pelajaran tersebut sehingga Anda tidak mengulanginya lagi di masa depan.</p>]]></content:encoded></item><item><title>10 Cara mempromosikan produk</title><link>/pemasaran/10-cara-mempromosikan-produk/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Fri, 19 Feb 2021 05:54:33 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara memasarkan produk]]></category><category><![CDATA[cara mempromosikan produk]]></category><category><![CDATA[cara pemasaran]]></category><category><![CDATA[cara promosi]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips memasarkan produk]]></category><category><![CDATA[tips mempromosikan produk]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><category><![CDATA[tips promosi]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=2139</guid><description><![CDATA[Membuat produk atau layanan baru untuk sebuah toko merupakan hal yang cukup menantang, namun ketika Anda ingin mempromosikan produk atau layanan baru maka Anda membutuhkan sebuah rencana yang sangat matang. Jika Anda tidak membuat rencana yang matang, maka Ini bisa menjadi sebuah hal yang mengerikan, namun Anda tidak perlu khawatir, dengan beberapa panduan, Anda bisa &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Membuat produk atau layanan baru untuk sebuah toko merupakan hal yang cukup menantang, namun ketika Anda ingin mempromosikan produk atau layanan baru maka Anda membutuhkan sebuah rencana yang sangat matang. Jika Anda tidak membuat rencana yang matang, maka Ini bisa menjadi sebuah hal yang mengerikan, namun Anda tidak perlu khawatir, dengan beberapa panduan, Anda bisa menjalankan proses promosi produk dengan mudah dan menyenangkan.</p><p>Sebagai pengusaha, tentu Anda melakukan segalanya: menciptakan produk, bekerja dengan klien dan pelanggan, membangun toko online dan media sosial. Ini merupakan pekerjaan yang cukup banyak.</p><p>Tapi pekerjaan itu tidak berhenti hanya sampai di situ. Anda juga perlu cara untuk mempromosikan produk.</p><p>Di bawah ini, kami telah mengemukakan cara paling efektif untuk mempromosikan produk. Anda mungkin terkejut: tidak setiap metode membutuhkan banyak usaha, cukup hanya strategi dan fokus untuk menjalankannya.</p><p>Mari kita lihat apa saja cara untuk mempromosikan produk.</p><h3>Kirim email ke daftar kontak Anda</h3><p>Pemasaran email adalah panduan dasar pemasaran online &#8211; dan kemungkinan metode ini akan tetap ada untuk sementara waktu. Email marketing mampu mengkonversi dengan lebih baik jika dibandingkan dengan media sosial. Mengapa? Karena secara sosial, Anda bersaing untuk mendapat perhatian. Di email, calon pelanggan ingin mendengar kabar dari Anda &#8211; dan Anda memiliki akses langsung ke inbox email mereka.</p><p>Daftar email penuh dengan orang-orang yang (sudah beberapa tahun) sudah tertarik dengan produk Anda &#8211; dan semoga Anda bisa memanfaatkan konten gratis untuk mendidik dan menarik perhatian mereka. Bila pelanggan Anda terbiasa melihat konten berharga dari Anda, maka email tentang produk terbaru Anda akan lebih efektif untuk menghasilkan penjualan.</p><p>Email adalah aspek penting dari platform pemasaran Anda, namun jangan berhenti sampai sana saja.</p><h3>Ceritakan tentang produk Anda sepanjang strategi konten Anda</h3><p>Bangun keseluruhan strategi konten Anda untuk berbagi cerita produk Anda dengan pelanggan. Entah apakah ketika Anda memposting konten di Instagram, buat konten visual yang menarik untuk dibagikan pada media sosial, atau kirimkan email marketing kepada audiens Anda secara terjadwal (Scheduling), dengan menyusun strategi konten secara cerdas Anda dapat meningkatkan jumlah penjualan Anda seiring dengan berjalannya waktu.</p><p>Anda juga dapat membuat strategi promosi untuk produk dengan membuat postingan blog dan video yang mendidik dan menginspirasi pelanggan ideal Anda. Misalnya, jika Anda menjual sebuah program tentang cara menulis dan menjual ebook, Anda pasti harus mengirimkan email yang menyertakan banyak konten gratis dan berharga tentang bagaimana cara membuat judul yang baik, bagaimana mengorganisir ebook sebelum Anda menuliskannya, dan bagaimana untuk tetap produktif saat Anda mengerjakannya.</p><p>Jangan lupa menyertakan call-to-action di setiap postingan, entah apakah itu ketika membagikan postingan blog, mengirim email pemasaran ke daftar kontak Anda, dan lain sebagainya.</p><h3>Tulis postingan pada blog</h3><p>Sambil mengerjakan strategi konten Anda, siapkan waktu untuk postingan blog yang mengumumkan produk Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti membuat artikel yang menceritakan tentang produk baru Anda yang disertai dengan tombol atau widget yang memungkinkan pelanggan Anda untuk membeli produk tersebut dengan mudah.</p><p>Menulis posting blog adalah cara cerdas untuk meningkatkan tidak hanya SEO Anda, tapi juga mengekspos brand Anda ke pelanggan dengan cara yang kreatif. Platform di media sosial dapat membatasi akses Anda ke pelanggan jika Anda tidak menggunakan konten berbayar atau iklan sponsor, namun dengan menggunakan artikel atau psotingan pada blog, maka Anda dapat memperluas jangkauan audiens Anda tanpa Anda harus mengeluarkan biaya yang mahal.</p><h3>Bagikan produk Anda secara sosial dimanapun pelanggan Anda berada</h3><p>Entah apakah pelanggan potensial Anda lebih menyukai platform media sosial di Instagram, Facebook, atau Twitter, namun Anda harus tetap membagikan postingan tentang produk Anda dengan konten yang sudah disesuaikan secara visual untuk setiap platform tersebut. Jadikan promosi sosial Anda visual, sehingga penggemar Anda dapat terhubung dengan produk Anda pada tingkat yang lebih dalam.</p><p>Saat ini, orang-orang lebih suka mendengar cerita Anda di media sosial, dan kemudian mengambil tindakan berdasarkan hal tersebut, oleh karena itu Anda harus paham tentang demografi pengguna media sosial tersebut, bagaimana cara berbicara pada platform tersebut, , memperhatikan konteks, memahami nuansa dan perbedaan yang membuat setiap platform unik, dan sesuaikan semua hal tersebut dengan konten Anda.</p><h3>Cari, dan pekerjakan, brand ambassador</h3><p>Apakah Anda memiliki produk atau layanan yang sangat disukai oleh pelanggan Anda? Apakah Anda memperhatikan bahwa beberapa pelanggan Anda yang fans dengan perusahaan atau produk Anda di media sosial? Jika iya, mereka mungkin adalah brand ambassador alami yang dapat membawa produk baru Anda ke tempat yang tidak dapat Anda capai sendiri. Pertimbangkan untuk membayar atau memberikan produk secara gratis kepada brand ambassador Anda atas bantuan mereka dalam membagikan produk Anda di jaringan mereka. Jangan lupa untuk memposting ulang konten buatan brand ambassador tersebut di Instagram Anda sendiri.</p><h3>Tawarkan diskon khusus bagi subscriber</h3><p>Masukkan diskon sebagai bagian dari strategi bisnis Anda dan gunakan dengan bijaksana. Ingatlah bahwa Anda harus bisa menjangkau pelanggan baru dan mendorong penjualan secara berkala tanpa harus memotong profit Anda terlalu jauh. Katakanlah Anda ingin memperbesar daftar email, sekaligus mempromosikan sebuah produk, maka Anda dapat menyediakan kode diskon dimana mereka harus melakukan pendaftaran (berguna untuk memperbesar daftar email) sebelum melakukan transaksi pembelian sehingga Anda mendapatkan dua keuntungan. Keuntungan pertama adalah mendapatkan data email mereka dan yang kedua adalah meningkatkan jumlah penjualan Anda.</p><h3>Jalankan kontes sosial</h3><p>Jika Anda ingin mempromosikan produk Anda secara sosial, pertimbangkan untuk menjalankan sebuah kontes media sosial untuk meningkatkan awareness pada pelanggan Anda.</p><p>Encircled, sebuah perusahaan pakaian wanita yang ramah lingkungan, menjalankan sebuah kontes perjalanan untuk mempromosikan legging mereka. Untuk mengikuti kontes tersebut, ada banyak hal yang harus mereka lakukan, termasuk mengikuti (follow) mereka secara sosial, berlangganan newsletter mereka dan mengomentari postingan blog mereka. Setiap aktivitas menghasilkan poin dan menghasilkan 4 pemenang.</p><h3>Minta teman (sesama pengusaha) dan blogger untuk berbagi produk baru Anda</h3><p>Memiliki sekelompok wirausahawan yang memang menyukai apa yang Anda lakukan bisa menjadi media yang sangat bagus ketika Anda ingin mempromosikan produk. Emily dan Kathleen dari <a href="https://beingboss.club/" target="_blank" rel="noopener">Being Boss</a> menyebut hal ini sebagai &#8216;Wolfpack&#8217;, yang merupakan sekelompok orang-orang yang mencintai apa yang Anda lakukan dan akan membantu mempromosikan apa yang Anda lakukan. Jadikan konten Anda menjadi lebih mudah bagi &#8216;Wolfpack&#8217; Anda untuk berbagi apa yang Anda lakukan dengan menyediakan Tweet, posting Facebook, dan konten visual yang telah ditulis sebelumnya.</p><h3>Buat siaran pers</h3><p>Begitu banyak pemasaran yang dilakukan secara online belakangan ini, tetapi bagaimana dengan media lokal? Jurnalis berita selalu mencari informasi yang relevan tentang komunitas untuk dibagikan dan produk atau layanan baru Anda mungkin saja salah satu hal menarik untuk dibagikan oleh mereka. Oleh karena itu, buatlah sebuah tulisan untuk siaran pers dan bagikan dengan koran dan stasiun berita lokal untuk mendapatkan perhatian dari lingkungan disekitar Anda.</p><h3>Facebook Live</h3><p>Video menjadi semakin populer, lalu mengapa Anda tidak memberi kesempatan untuk mempromosikan produk Anda di Facebook Live? Jika Anda memiliki halaman Facebook yang ramai (bahkan jika itu adalah halaman pribadi Anda), arahkan mereka ke Facebook Live untuk berbicara dengan penggemar dan teman Anda tentang produk terbaru Anda. Pertimbangkan untuk membuatnya menjadi sebuah serial, Tunjukkan juga behind the scene proses pembuatan produk dan semua hal yang terjadi selama peluncuran produk Anda.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>