<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>apa yang memotivasi anda &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/apa-yang-memotivasi-anda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Fri, 09 Sep 2022 07:17:18 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>apa yang memotivasi anda &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Tips menjawab pertanyaan interview “Apa yang memotivasi Anda?”</title><link>/karir/tips-menjawab-pertanyaan-interview-apa-yang-memotivasi-anda/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 18 Jul 2021 04:20:58 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[apa motivasi anda]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda]]></category><category><![CDATA[cara menjawab pertanyaan apa yang memotivasi anda]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pertanyaan apa yang memotivasi anda]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips menjawab pertanyaan apa yang memotivasi anda]]></category><category><![CDATA[tips menjawab pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[tips menjawab pertanyaan wawancara kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3485</guid><description><![CDATA[Selama wawancara kerja, pewawancara kemungkinan akan mengajukan pertanyaan langsung dan terbuka. Biasanya, pertanyaan terbuka digunakan untuk lebih memahami kepribadian, gaya kerja, dan kualifikasi Anda serta mengidentifikasi apakah Anda cocok untuk peran, tim, dan budaya di perusahaan tersebut. &#8220;Apa yang memotivasi Anda?&#8221; adalah pertanyaan terbuka populer yang harus siap Anda jawab. Karena Anda mungkin memiliki banyak &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Selama wawancara kerja, pewawancara kemungkinan akan mengajukan pertanyaan langsung dan terbuka. Biasanya, pertanyaan terbuka digunakan untuk lebih memahami kepribadian, gaya kerja, dan kualifikasi Anda serta mengidentifikasi apakah Anda cocok untuk peran, tim, dan budaya di perusahaan tersebut. &#8220;Apa yang memotivasi Anda?&#8221; adalah pertanyaan terbuka populer yang harus siap Anda jawab.</p><p>Karena Anda mungkin memiliki banyak motivasi baik secara profesional dan pribadi, cobalah luangkan waktu untuk mempertimbangkan motivasi mana yang paling relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Dalam artikel ini, kami akan menguraikan beberapa ide yang perlu diingat untuk membantu Anda mempersiapkan tanggapan terbaik Anda, ditambah contoh jawaban yang dapat Anda buat sendiri.</p><h2>Konsep utama</h2><h4>Pertimbangkan apa yang dicari pewawancara</h4><p>Ada beberapa hal yang biasanya ingin diketahui oleh pemberi kerja tentang Anda ketika mereka mengajukan pertanyaan ini. Jawaban Anda harus unik sesuai dengan pengalaman Anda, tetapi juga harus mengikuti formula umum sehingga Anda dapat memberikan informasi yang tepat kepada pewawancara.</p><h4>Bijaksana</h4><p>Dengan memiliki pemikiran yang bijaksana akan membantu Anda mempersiapkan jawaban yang tepat sebelum wawancara. Anda memiliki waktu yang cukup untuk mengidentifikasi apa yang mungkin ingin diketahui oleh pemberi kerja secara spesifik, menghasilkan jawaban yang jujur, dan fokus pada poin pembicaraan Anda.</p><h4>Tunjukkan kualifikasi Anda yang relevan:</h4><p>Meskipun mungkin Anda tergoda untuk membahas berbagai passion yang Anda miliki saat menjawab pertanyaan ini, namun akan lebih baik jika Anda membatasi jawaban Anda pada satu atau dua motivasi spesifik yang juga menunjukkan kualifikasi Anda untuk pekerjaan yang Anda lamar.</p><h2>Mengapa pewawancara bertanya “Apa yang memotivasi Anda?”</h2><p>Ada dua alasan utama mengapa manajer HRD menanyakan pertanyaan ini:</p><h4>Perusahaan ingin tahu apakah sumber motivasi Anda sejalan dengan peran yang diberikan</h4><p>Kandidat terbaik untuk suatu pekerjaan akan selalu energik bila diberikan tanggung jawab dan pengalaman yang terkait dengan posisi yang mereka inginkan. Misalnya, jika Anda melamar pekerjaan untuk menjadi reporter berita dan Anda memiliki motivasi untuk sebuah pekerjaan yang berfokus pada deadline dan serba cepat, pewawancara dapat menarik kesejajaran yang jelas antara pekerjaan dan lingkungan kerja ideal Anda.</p><h4>Perusahaan ingin mengetahui apakah Anda cukup sadar untuk mengetahui apa yang mendorong Anda</h4><p>Sama seperti bertanya tentang kekuatan dan kelemahan terbesar Anda, pewawancara menanyakan apa yang memotivasi Anda sebagai cara untuk mempelajari seberapa baik Anda mengenal diri sendiri. Kandidat yang dapat dengan cepat memberikan penjelasan dengan baik dan natural tentang apa yang membuat mereka tetap termotivasi dalam pekerjaan adalah seseorang yang kemungkinan juga merupakan orang yang memiliki inisiatif yang tinggi dan tahu bagaimana tetap berada di jalur yang benar.</p><p>Variasi lain dari pertanyaan ini mungkin termasuk:</p><ul><li>Apa yang mendorong Anda untuk melakukan yang terbaik?</li><li>Apa yang menginspirasi Anda?</li><li>Apa passion Anda?</li><li>Apa yang membuatmu bersemangat untuk datang bekerja?</li></ul><h2>Bagaimana menjawab “Apa yang memotivasi Anda?”</h2><p>Seperti pertanyaan interview kerja lainnya, cara terbaik untuk memastikan Anda meninggalkan kesan positif adalah dengan mengembangkan poin pembicaraan Anda lebih awal. Berikut adalah beberapa pertanyaan untuk bertanya pada diri sendiri yang dapat membantu Anda merumuskan tanggapan Anda:</p><h4>Seperti apa hari yang menyenangkan di tempat kerja bagi Anda di posisi sebelumnya?</h4><p>Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan histori profesional Anda dan hal apa yang Anda anggap dapat memenuhi kepuasan batin Anda di setiap pekerjaan. Cobalah untuk mengingat hal sekecil apa pun. Misalnya, Anda mungkin menyadari bahwa masa-masa menyenangkan dari posisi Anda sebelumnya adalah ketika Anda terlibat dalam sebuah pencapaian goal yang sulit atau memecahkan masalah yang kompleks. Dalam hal ini, Anda dapat mengatakan bahwa Anda termotivasi dengan hal-hal yang dapat mendorong Anda keluar dari zona nyaman atau memiliki kesempatan untuk mengatasi tantangan. Jika Anda baru mengenal dunia profesional, pertimbangkan hal apa yang memotivasi Anda untuk melakukan yang terbaik ketika Anda magang, menjadi relawan, atau ketika Anda sekolah.</p><h4>Apa yang membuat Anda memilih profesi atau bidang Anda?</h4><p>Pikirkan tentang alasan mengapa Anda tertarik pada pekerjaan Anda, selain dari kompensasinya. Mungkin Anda senang memiliki kemampuan untuk membantu orang lain atau menggunakan keterampilan kreatif Anda. Seorang guru, misalnya, bisa mendapatkan motivasi dari membantu siswa mempelajari sesuatu yang baru dan melihat mereka berprestasi. Kompensasi mungkin menjadi motivasi yang kuat bagi Anda, tetapi hal ini biasanya bukan motivasi yang dapat Anda beritahukan ketika interview kerja.</p><h4>Apa yang mendorong Anda untuk melamar posisi tersebut ketika Anda membaca deskripsi pekerjaan?</h4><p>Tinjau deskripsi pekerjaan dan tentukan tanggung jawab pekerjaan mana yang meyakinkan Anda untuk melamar. Misalnya, jika Anda menyukai prospek bekerja di perusahaan startup untuk membangun aplikasi perangkat lunak baru, Anda dapat mengatakan bahwa Anda termotivasi oleh kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang inovatif atau melihat hasil nyata dari upaya Anda.</p><h2>Contoh jawaban terbaik untuk pertanyaan &#8220;Apa yang memotivasi Anda?&#8221;</h2><p>Saat menjawab pertanyaan ini, pastikan untuk sespesifik mungkin, berikan contoh kehidupan nyata dan tentu saja jawaban Anda harus relevan dengan posisi yang Anda lamar. Berikut adalah beberapa contoh tanggapan dapat Anda katakan kepada pewawancara:</p><h4>Contoh 1</h4><p>“Sebagai seorang pemasar, saya selalu termotivasi oleh proyek-proyek kreatif, kerja tim, dan dapat menghubungkan pemikiran saya dengan keuntungan yang akan di dapat perusahaan. Salah satu hal yang saya sukai dari pekerjaan terakhir saya adalah menyaksikan hasil kampanye tim kami dan menyaksikan prospek yang kami bina menjadi pelanggan. Memiliki kesempatan untuk memimpin kampanye dari ide hingga peluncuran adalah salah satu alasan saya mengapa saya sangat tertarik untuk melamar posisi ini.”</p><p>Mengapa mengatakan seperti ini: Kandidat akan menunjukkan kepada pewawancara bahwa mereka memiliki keinginan yang kuat untuk menjalankan tanggung jawab peran. Contoh spesifik yang mereka berikan menyampaikan kedalaman pengalaman dan semangat mereka untuk pekerjaan itu. Selain itu, cobalah untuk selalu mengutarakan bagaimana motivasi Anda dapat mendorong masa depan Anda bersama perusahaan.</p><h4>Contoh 2</h4><p>“Kepuasan mengatasi rintangan adalah motivasi terbesar saya. Misalnya, matematika tidak pernah menjadi mata pelajaran terbaik saya, tetapi saya memilih untuk mengambil kalkulus di perguruan tinggi, meskipun itu tidak diperlukan untuk jurusan saya, namun lebih karena saya ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa melakukannya. Kursusnya tidak mudah, dan saya menghabiskan banyak waktu untuk belajar hingga larut malam, tetapi akhirnya saya lulus dengan nilai A. Perasaan pencapaian tersebut adalah hal yang menarik saya untuk berkarir di bidang penjualan.”</p><p>Mengapa pewawancara menyukai hal ini: Jawaban ini memberi pewawancara gambaran yang baik tentang bagaimana kinerja kandidat di tempat kerja. Ini membuat perusahaan tahu bahwa mereka memiliki motivasi diri dan bersedia meninggalkan zona nyaman mereka untuk mencapai tujuan yang ambisius. Dalam hal ini, pewawancara dapat menyimpulkan bahwa karena kandidat termotivasi oleh tantangan, mereka kemungkinan akan berkinerja baik di bawah tekanan dan membantu perusahaan berkembang.</p><h4>Contoh 3</h4><p>“Saya termotivasi oleh fakta bahwa, ketika saya meninggalkan pekerjaan di akhir shift, saya tahu bahwa saya telah membantu membuat perbedaan dalam kehidupan pasien saya dan keluarga mereka. Melihat senyum di wajah mereka dan melihat mereka berkembang membuat saya bersemangat untuk bekerja. Itu sebabnya saya menjadi perawat, dan mengapa saya melamar posisi ini.</p><p>Mengapa pewawancara menyukai hal ini: Jawaban ini menunjukkan bahwa kandidat memiliki motivasi intrinsik yang sangat berguna dalam bidang-bidang seperti industri medis yang dapat membebani secara fisik dan emosional. Dengan menunjukkan kesediaan mereka untuk memberikan perawatan berkualitas dan untuk melihat orang lain berhasil, kandidat menunjukkan bagaimana motivasi mereka, membuat mereka menjadi karyawan yang bersemangat dan dapat diandalkan.</p><h2>Tips untuk menjawab “Apa yang memotivasi Anda?”</h2><h4>Tetap relevan dengan pekerjaan</h4><p>Strategi yang paling penting adalah menjaga jawaban Anda tetap relevan dengan persyaratan posisi yang dibuka. Meskipun Anda mungkin termotivasi oleh banyak faktor, inilah saatnya untuk membahas motivasi yang menggambarkan potensi Anda untuk pekerjaan yang Anda wawancarai.</p><h4>Jadikan ini sebagai alasan pribadi jika memungkinkan</h4><p>Jika memungkinkan, diskusikan bagaimana passion pribadi Anda berhubungan dengan motivasi profesional Anda. Ini menunjukkan kepada pewawancara bahwa Anda mungkin memiliki dedikasi yang lebih dalam terhadap peran tersebut. Misalnya, jika Anda sedang melakukan interview untuk posisi HRD, Anda dapat mendiskusikan secara singkat perjuangan Anda sebelumnya dalam menemukan pekerjaan yang tepat dan bagaimana hal itu semakin memotivasi Anda untuk membantu orang lain dalam pencarian pekerjaan mereka.</p><h4>Spesifik</h4><p>Sampaikan satu atau beberapa motivasi spesifik dan diskusikan pengalaman tertentu yang menunjukkan bagaimana hal itu berdampak positif pada pekerjaan Anda. Ini akan memberikan kredibilitas pada jawaban Anda. Semakin spesifik Anda menceritakan situasinya sambil tetap menjaga jawaban Anda tetap singkat, semakin baik.</p><h4>Tunjukkan bagaimana itu cocok dengan visi masa depan Anda</h4><p>Jika Anda melihat diri Anda tumbuh di posisi ini dalam jangka panjang karena passion Anda terhadap pekerjaan tersebut, pastikan Anda menjelaskannya. Ketika Anda mengikat motivasi Anda dengan perkembangan karir Anda, maka itu akan meyakinkan mereka bahwa Anda akan menjadi karyawan yang berkomitmen.</p><h4>Menghubungkan kembali dengan misi atau visi perusahaan</h4><p>Jika memungkinkan, diskusikan bagaimana motivasi Anda selaras dengan misi atau budaya perusahaan. Misalnya, jika misi perusahaan adalah untuk menghubungkan dunia melalui media sosial, Anda dapat berbagi cerita tentang hubungan pribadi atau profesional yang Anda buat melalui platform media sosial dan mendiskusikan mengapa hal itu menginspirasi Anda untuk berkontribusi pada kesuksesan mereka. Atau, jika Anda melamar suatu posisi di perusahaan startup, Anda dapat berbicara tentang mengapa lingkungan kerja yang serba cepat memotivasi Anda.</p><h2>Apa yang tidak boleh dikatakan saat menjawab pertanyaan “Apa yang memotivasi Anda?”</h2><p>Walaupun pewawancara umumnya tidak mencoba untuk ‘menjebak’ Anda, namun ada beberapa situasi yang harus diperhatikan saat menjawab pertanyaan ini. Memahami kesalahan umum yang terjadi dapat membantu Anda menghindari kesalahan tersebut selama wawancara. Hal ini juga dapat membantu Anda untuk mengingat bahwa jawaban Anda harus mendukung tujuan wawancara akhir Anda: ‘memaksa’ perusahaan untuk mempekerjakan Anda.</p><ul><li><strong>Tetap positif:</strong> Hindari mendiskusikan motivasi negatif apa pun, karena itu biasanya dilihat sebagai kualitas yang tidak diinginkan. Ini bisa jadi hal yang sangat menantang ketika pewawancara menggunakan ungkapan yang sedikit berbeda, seperti, &#8220;Apa yang memotivasi Anda untuk melamar posisi ini?&#8221; Daripada mengungkapkan keraguan tentang pekerjaan atau atasan Anda saat ini, bicarakan mengapa Anda bersemangat dengan tanggung jawab peran baru.</li><li><strong>Tetap fokus:</strong> Jaga agar jawaban Anda relevan dengan pekerjaan dan fokus pada pengalaman tertentu. Persiapan lebih awal dapat membantu Anda dalam mengatasi hal ini. Jika jawaban Anda terlalu kabur, bertele-tele atau umum, jawaban Anda mungkin akan terdengar tidak otentik dan tidak siap.</li><li>T<strong>etap relevan:</strong> Manfaatkan setiap kesempatan untuk menunjukkan bagaimana motivasi Anda dapat membuat Anda menjadi kandidat yang paling memenuhi syarat untuk pekerjaan itu. Meskipun boleh saja termotivasi oleh gaji yang tinggi atau tunjangan yang besar, pemberi kerja biasanya lebih suka merekrut kandidat yang memiliki hubungan dan komitmen yang lebih dalam ke pekerjaan.</li></ul><p>Pada dasarnya, menanyakan &#8220;apa yang memotivasi Anda?&#8221; adalah cara lain untuk menilai apakah Anda memiliki passion di posisi tersebut atau tidak dan bagaimana memastikan bahwa Anda selalu melakukan pekerjaan Anda dengan baik. Dengan mengidentifikasi dan memperluas motivasi, maka Anda dapat meninggalkan kesan positif dan ekspektasi yang lebih jelas kepada pewawancara tentang bagaimana Anda ketika bekerja menjadi seorang karyawan.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara menjawab “Apa yang memotivasi Anda?” saat interview</title><link>/karir/cara-menjawab-apa-yang-memotivasi-anda-saat-interview/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 05 Jul 2020 18:32:07 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda bekerja]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda bekerja disini]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda dalam bekerja]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda ingin bekerja di perusahaan kami]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi Anda interview]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda kerja setiap harinya]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda sehingga ingin bekerja di perusahaan kami]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda untuk bekerja]]></category><category><![CDATA[apa yang memotivasi anda untuk datang bekerja setiap hari]]></category><category><![CDATA[apa yang menjadi motivasi hidup anda]]></category><category><![CDATA[apa yang motivasi anda interview]]></category><category><![CDATA[apakah yang memotivasi anda untuk bekerja]]></category><category><![CDATA[hal apa yang memotivasi anda hingga sejauh ini]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pertanyaan interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan motivasi dalam interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan motivasi kerja pada saat interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan motivasi kerja saat interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan motivasi saat interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan tentang motivasi kerja saat interview]]></category><category><![CDATA[pertanyaan wawancara kerja]]></category><category><![CDATA[tips interview]]></category><category><![CDATA[tips karir]]></category><category><![CDATA[tips kerja]]></category><category><![CDATA[tips wawancara kerja]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1716</guid><description><![CDATA[Selama wawancara kerja, majikan kemungkinan akan mengajukan beberapa pertanyaan terbuka. Biasanya, pertanyaan terbuka digunakan untuk lebih memahami kepribadian, gaya kerja, dan kualifikasi Anda untuk menentukan apakah Anda cocok untuk peran tersebut. &#8220;Apa yang memotivasimu?&#8221; adalah pertanyaan terbuka populer yang harus siap Anda jawab. Dalam artikel ini, kami menguraikan beberapa ide yang perlu diingat untuk membantu &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Selama wawancara kerja, majikan kemungkinan akan mengajukan beberapa pertanyaan terbuka. Biasanya, pertanyaan terbuka digunakan untuk lebih memahami kepribadian, gaya kerja, dan kualifikasi Anda untuk menentukan apakah Anda cocok untuk peran tersebut. &#8220;Apa yang memotivasimu?&#8221; adalah pertanyaan terbuka populer yang harus siap Anda jawab.</p><p>Dalam artikel ini, kami menguraikan beberapa ide yang perlu diingat untuk membantu Anda mempersiapkan tanggapan Anda, dan kami menawarkan contoh jawaban untuk memandu Anda.</p><h3>Pertimbangkan apa yang dicari pewawancara</h3><p>Ada beberapa hal yang biasanya ingin diketahui oleh pemberi kerja tentang Anda ketika mereka mengajukan pertanyaan ini. Jawaban Anda harus unik untuk pengalaman Anda, tetapi juga harus mengikuti formula umum sehingga Anda memberikan informasi yang tepat kepada pewawancara.</p><h4>Bijaksana</h4><p>Ini membantu untuk mempersiapkan jawaban Anda sebelum wawancara, sehingga Anda punya waktu untuk mengidentifikasi apa yang mungkin ingin diketahui oleh pemberi kerja tertentu, menghasilkan jawaban yang jujur, dan fokus pada poin pembicaraan Anda.</p><p>Tunjukkan kualifikasi Anda yang relevan:</p><p>Meskipun mungkin tergoda untuk membahas berbagai gairah saat menjawab pertanyaan ini, Anda akan menemukan kesuksesan terbesar jika Anda membatasi jawaban Anda pada satu atau dua motivator spesifik yang juga menunjukkan kualifikasi Anda untuk pekerjaan ini.</p><h3>Mengapa pewawancara bertanya &#8220;Apa yang memotivasi Anda?&#8221;</h3><p>Ada dua alasan utama manajer perekrutan menanyakan pertanyaan ini:</p><h4>Majikan ingin tahu apakah sumber motivasi Anda sesuai dengan peran.</h4><p>Kandidat terbaik untuk suatu pekerjaan akan secara alami diberi energi oleh tanggung jawab dan pengalaman yang terkait dengan posisi tersebut. Misalnya, jika Anda mewawancarai untuk menjadi reporter berita dan Anda berbagi motivasi untuk pekerjaan yang berfokus pada tenggat waktu dan serba cepat, pewawancara dapat menarik kesejajaran yang jelas antara pekerjaan dan lingkungan kerja ideal Anda.</p><h4>Pengusaha ingin menentukan apakah Anda cukup sadar diri untuk mengetahui apa yang mendorong Anda</h4><p>Sama seperti bertanya tentang kekuatan dan kelemahan terbesar Anda, pewawancara menanyakan apa yang memotivasi Anda sebagai cara untuk mempelajari seberapa baik Anda mengenal diri sendiri. Kandidat yang dapat dengan cepat memberikan penjelasan yang dibuat dengan baik dan alami tentang apa yang membuat mereka tetap termotivasi dalam pekerjaan adalah seseorang yang kemungkinan juga merupakan orang yang memulai sendiri dan tahu bagaimana tetap berada di jalur yang benar.</p><p>Variasi lain dari pertanyaan ini mungkin termasuk:</p><ul><li>Apa yang mendorong Anda untuk melakukan yang terbaik?</li><li>Apa yang menginspirasi Anda?</li><li>Hal Apa Yang Menbuatmu Tertarik?</li><li>Apa yang membuatmu bersemangat untuk datang bekerja?</li></ul><h3>Bagaimana cara menjawab pertanyaan interview “Apa yang memotivasi Anda?”</h3><p>Seperti pertanyaan wawancara kerja lainnya, cara terbaik untuk memastikan Anda meninggalkan kesan positif adalah dengan mengembangkan poin pembicaraan Anda sebelumnya. Berikut adalah beberapa pertanyaan untuk bertanya pada diri sendiri untuk membantu Anda merumuskan tanggapan Anda:</p><h3>Seperti apa hari yang menyenangkan di tempat kerja dalam peran sebelumnya?</h3><p>Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan sejarah profesional Anda dan apa yang Anda anggap memenuhi setiap pekerjaan. Cobalah untuk mengidentifikasi tren apa pun. Misalnya, Anda mungkin menyadari kenangan favorit Anda dari masing-masing posisi Anda sebelumnya yang terlibat dalam mencapai tujuan yang sulit atau memecahkan masalah yang kompleks. Dalam hal ini, Anda dapat mengatakan bahwa Anda termotivasi dengan didorong keluar dari zona nyaman Anda atau memiliki kesempatan untuk mengatasi tantangan. Jika Anda baru mengenal dunia profesional, pertimbangkan apa yang memotivasi Anda untuk melakukan yang terbaik dalam magang, posisi sukarelawan, atau kelas.</p><h3>Apa yang membuat Anda memilih profesi atau bidang Anda?</h3><p>Pikirkan tentang alasan Anda tertarik pada pekerjaan Anda, selain dari kompensasi. Mungkin Anda senang memiliki kemampuan untuk membantu orang lain atau menggunakan keterampilan kreatif Anda. Seorang guru, misalnya, dapat menarik motivasi dari membantu siswa mempelajari sesuatu yang baru dan menyaksikan mereka unggul. Kompensasi mungkin menjadi motivator yang kuat bagi Anda, tetapi biasanya bukan motivator yang ingin Anda bagikan selama wawancara perilaku.</p><h3>Apa yang mendorong Anda untuk melamar peran tersebut ketika Anda membaca deskripsi pekerjaan?</h3><p>Tinjau deskripsi pekerjaan dan tentukan tanggung jawab pekerjaan mana yang meyakinkan Anda untuk melamar. Misalnya, jika Anda menyukai prospek bekerja di perusahaan rintisan untuk membangun aplikasi perangkat lunak baru, Anda mungkin mengatakan bahwa Anda termotivasi oleh kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang inovatif atau melihat hasil nyata dari upaya Anda.</p><h3>Contoh jawaban terbaik</h3><p>Saat menjawab pertanyaan ini, pastikan untuk sespesifik mungkin, berikan contoh kehidupan nyata dan ikat jawaban Anda kembali ke peran pekerjaan. Berikut adalah beberapa contoh tanggapan yang dibuat dengan baik:</p><h4>Contoh 1</h4><p>“Sebagai seorang pemasar, saya selalu termotivasi oleh proyek-proyek kreatif, kerja tim, dan kemampuan untuk menghubungkan antara upaya saya dan keuntungan organisasi. Salah satu hal yang saya sukai dari pekerjaan terakhir saya adalah menyaksikan hasil kampanye tim kami dan menyaksikan prospek yang kami bina menjadi pelanggan. Memiliki kesempatan untuk memimpin kampanye dari ide hingga peluncuran adalah salah satu alasan saya sangat bersemangat untuk melamar peran ini.”</p><p>Mengapa pewawancara seperti ini: Kandidat ini menunjukkan kepada pewawancara bahwa mereka memiliki keinginan yang kuat untuk menjalankan tanggung jawab peran. Contoh spesifik mereka menyampaikan kedalaman pengalaman dan semangat mereka untuk pekerjaan itu. Selain itu, selalu membantu untuk memasukkan bagaimana motivasi Anda akan mendorong masa depan Anda bersama perusahaan.</p><h4>Contoh 2</h4><p>“Kepuasan mengatasi rintangan adalah motivator terbesar saya. Misalnya, matematika tidak pernah menjadi mata pelajaran terbaik saya, tetapi saya memilih untuk mengambil kalkulus di perguruan tinggi, meskipun itu tidak diperlukan untuk jurusan saya karena saya ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa melakukannya. Kursusnya tidak mudah, dan saya menghabiskan banyak malam untuk belajar hingga larut malam, tetapi saya lulus dengan nilai A. Perasaan pencapaian yang datang dengan melampaui tujuan yang menantang adalah yang menarik saya untuk berkarir di bidang penjualan.”</p><p>Mengapa pewawancara menyukai ini: Jawaban ini memberi pewawancara gambaran yang baik tentang bagaimana kinerja kandidat di tempat kerja. Ini membuat majikan tahu bahwa mereka memiliki motivasi diri dan bersedia meninggalkan zona nyaman mereka untuk mencapai tujuan yang ambisius. Dalam hal ini, pewawancara dapat menyimpulkan bahwa karena kandidat termotivasi oleh tantangan, mereka kemungkinan akan berkinerja baik di bawah tekanan dan membantu perusahaan berkembang.</p><h4>Contoh 3</h4><p>“Saya termotivasi oleh fakta bahwa, ketika saya meninggalkan pekerjaan di akhir shift, saya tahu saya telah membantu membuat perbedaan dalam kehidupan pasien saya dan keluarga mereka. Melihat senyum di wajah mereka dan melihat mereka berkembang membuat saya bersemangat untuk bekerja. Itu sebabnya saya menjadi perawat, dan mengapa saya mengejar posisi di pediatri.</p><p>Mengapa pewawancara menyukai ini: Jawaban ini menunjukkan bahwa kandidat memiliki motivasi intrinsik yang sangat berguna dalam bidang-bidang seperti industri medis yang dapat membebani secara fisik dan emosional. Dengan menunjukkan kesediaan mereka untuk memberikan perawatan berkualitas untuk melihat orang lain berhasil, kandidat menunjukkan bagaimana motivasi mereka membuat mereka menjadi karyawan yang bersemangat dan dapat diandalkan.</p><h3>Tips untuk menjawab “Apa yang memotivasi Anda?”</h3><h4>Tetap relevan dengan pekerjaan</h4><p>Strategi yang paling penting adalah menjaga jawaban Anda tetap relevan dengan persyaratan peran. Meskipun Anda mungkin termotivasi oleh banyak faktor, inilah saatnya untuk membahas motivasi yang menggambarkan kebugaran dan potensi Anda untuk pekerjaan yang Anda wawancarai.</p><h4>Jadikan pribadi jika Anda bisa</h4><p>Jika memungkinkan, diskusikan bagaimana gairah pribadi Anda berhubungan dengan motivasi profesional Anda. Ini menunjukkan kepada pewawancara bahwa Anda mungkin memiliki dedikasi yang lebih dalam terhadap peran tersebut. Misalnya, jika Anda sedang mewawancarai posisi perekrut, Anda dapat mendiskusikan secara singkat perjuangan Anda sebelumnya dalam menemukan pekerjaan yang tepat dan bagaimana hal itu semakin memotivasi Anda untuk membantu orang lain dalam pencarian pekerjaan mereka.</p><h4>Jadilah spesifik</h4><p>Sampaikan satu atau beberapa motivasi spesifik dan diskusikan pengalaman tertentu yang menunjukkan bagaimana hal itu berdampak positif pada pekerjaan Anda. Ini memberikan kredibilitas pada jawaban Anda. Semakin spesifik Anda tentang situasinya sambil tetap menjaga jawaban Anda tetap singkat, semakin baik.</p><h4>Tunjukkan bagaimana itu cocok dengan lintasan karir Anda</h4><p>Jika Anda melihat diri Anda tumbuh dalam posisi ini dalam jangka panjang karena Anda bersemangat dengan tanggung jawab pekerjaan, pastikan untuk menjelaskannya. Ketika Anda mengikat motivasi Anda dengan evolusi karir Anda dengan majikan ini, itu meyakinkan mereka bahwa Anda akan menjadi karyawan yang berkomitmen.</p><h4>Kaitkan kembali dengan misi atau visi perusahaan</h4><p>Jika memungkinkan, diskusikan bagaimana motivasi Anda selaras dengan misi atau budaya perusahaan. Misalnya, jika misi perusahaan adalah untuk menghubungkan dunia melalui media sosial, Anda dapat berbagi cerita tentang hubungan pribadi atau profesional yang Anda buat melalui platform dan mendiskusikan mengapa hal itu menginspirasi Anda untuk berkontribusi pada kesuksesan mereka. Atau, jika Anda melamar pekerjaan di perusahaan rintisan, Anda dapat berbicara tentang mengapa lingkungan kerja yang serba cepat memotivasi Anda.</p><h3>Apa yang tidak boleh dikatakan saat menjawab “Apa yang Memotivasi Anda?”</h3><p>Sementara pewawancara umumnya tidak mencoba menipu Anda, ada beberapa situasi rumit yang harus diperhatikan saat menjawab pertanyaan ini. Memahami kesalahan umum dapat membantu Anda menghindarinya selama wawancara. Ini juga dapat membantu untuk mengingat bahwa jawaban Anda harus mendukung tujuan wawancara akhir Anda: memaksa majikan untuk mempekerjakan Anda.</p><ul><li>Jangan bersikap negatif: Hindari mendiskusikan motivator negatif apa pun karena hal itu biasanya dianggap sebagai kualitas yang tidak diinginkan. Ini bisa sangat menantang jika pewawancara menggunakan ungkapan yang sedikit berbeda, seperti, &#8220;Apa yang memotivasi Anda untuk melamar posisi ini?&#8221; Daripada mengungkapkan keraguan tentang pekerjaan atau atasan Anda saat ini, bicarakan mengapa Anda bersemangat dengan tanggung jawab peran baru.</li><li>Jangan tidak fokus: Pertahankan jawaban Anda terkait dengan pekerjaan dan fokus pada pengalaman tertentu. Persiapan lanjutan dapat membantu dalam hal ini. Jika jawaban Anda terlalu kabur, bertele-tele atau umum, Anda mungkin berisiko terdengar tidak autentik dan tidak siap.</li><li>Jangan keluar topik: Manfaatkan kesempatan untuk menunjukkan bagaimana motivasi Anda menjadikan Anda kandidat yang paling memenuhi syarat untuk pekerjaan itu. Meskipun boleh saja termotivasi oleh gaji yang tinggi atau tunjangan yang besar, pemberi kerja biasanya mencari kandidat yang memiliki hubungan dan komitmen yang lebih dalam dengan pekerjaan yang sebenarnya.</li></ul><p>Pada dasarnya, menanyakan &#8220;apa yang memotivasi Anda&#8221; adalah cara lain untuk menilai apakah Anda bersemangat dan bersemangat tentang posisi tersebut dan bagaimana Anda memastikan Anda selalu melakukan pekerjaan dengan baik. Dengan mengidentifikasi dan memperluas motivasi Anda, Anda dapat meninggalkan kesan positif dan harapan yang lebih jelas kepada pewawancara tentang bagaimana Anda akan menjadi seorang karyawan.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>