<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>apa itu branding &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/apa-itu-branding/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Tue, 02 Jan 2024 03:04:16 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>apa itu branding &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Pengertian branding?</title><link>/branding/pengertian-branding/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Tue, 02 Jan 2024 03:04:16 +0000</pubDate><category><![CDATA[Branding]]></category><category><![CDATA[apa itu branding]]></category><category><![CDATA[apa itu product branding]]></category><category><![CDATA[apa itu re branding]]></category><category><![CDATA[apa itu self branding]]></category><category><![CDATA[apa itu top brand]]></category><category><![CDATA[apa itu visual branding]]></category><category><![CDATA[branding]]></category><category><![CDATA[branding adalah]]></category><category><![CDATA[branding adalah dan contohnya]]></category><category><![CDATA[branding diri adalah]]></category><category><![CDATA[branding guideline adalah]]></category><category><![CDATA[branding marketing]]></category><category><![CDATA[branding marketing adalah]]></category><category><![CDATA[branding perusahaan adalah]]></category><category><![CDATA[branding produk]]></category><category><![CDATA[branding produk adalah]]></category><category><![CDATA[branding usaha adalah]]></category><category><![CDATA[contoh brand association]]></category><category><![CDATA[contoh brand dan branding]]></category><category><![CDATA[contoh brand element]]></category><category><![CDATA[contoh brand identity]]></category><category><![CDATA[contoh brand image]]></category><category><![CDATA[contoh brand jasa]]></category><category><![CDATA[contoh brand knowledge]]></category><category><![CDATA[contoh brand management]]></category><category><![CDATA[contoh brand persona]]></category><category><![CDATA[contoh brand positioning]]></category><category><![CDATA[contoh branding adalah]]></category><category><![CDATA[contoh konsep branding]]></category><category><![CDATA[creative branding adalah]]></category><category><![CDATA[definisi brand]]></category><category><![CDATA[definisi brand awareness]]></category><category><![CDATA[definisi branding]]></category><category><![CDATA[di branding adalah]]></category><category><![CDATA[individual branding adalah]]></category><category><![CDATA[internal branding adalah]]></category><category><![CDATA[istilah branding]]></category><category><![CDATA[konsep branding]]></category><category><![CDATA[konsep branding adalah]]></category><category><![CDATA[konsep personal branding]]></category><category><![CDATA[makna branding]]></category><category><![CDATA[marketing branding adalah]]></category><category><![CDATA[materi branding]]></category><category><![CDATA[materi branding produk]]></category><category><![CDATA[materi strategi branding]]></category><category><![CDATA[materi tentang branding]]></category><category><![CDATA[membangun branding adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian brand awareness]]></category><category><![CDATA[pengertian brand awareness menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[pengertian brand essence]]></category><category><![CDATA[pengertian brand identity]]></category><category><![CDATA[pengertian branding]]></category><category><![CDATA[pengertian branding dan marketing]]></category><category><![CDATA[pengertian branding menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[pengertian branding produk]]></category><category><![CDATA[pengertian personal branding]]></category><category><![CDATA[pengertian personal branding menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[penjelasan branding]]></category><category><![CDATA[perbedaan brand dan branding]]></category><category><![CDATA[perbedaan brand dan merek]]></category><category><![CDATA[perbedaan brand dengan branding]]></category><category><![CDATA[perbedaan branding dan marketing]]></category><category><![CDATA[perbedaan branding marketing dan selling]]></category><category><![CDATA[perbedaan marketing dan branding]]></category><category><![CDATA[perbedaan marketing selling dan branding]]></category><category><![CDATA[persona branding adalah]]></category><category><![CDATA[personal branding diri sendiri]]></category><category><![CDATA[produk branding adalah]]></category><category><![CDATA[retail branding adalah]]></category><category><![CDATA[self branding adalah]]></category><category><![CDATA[tujuan branding adalah]]></category><category><![CDATA[visual branding adalah]]></category><category><![CDATA[yang dimaksud branding]]></category><category><![CDATA[yang dimaksud dengan brand adalah]]></category><category><![CDATA[yang dimaksud personal branding]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=11632</guid><description><![CDATA[Branding telah menjadi salah satu aspek bisnis terpenting saat ini, dan jika Anda seorang pengusaha, tidak mungkin Anda melewatkannya. Tapi apa sebenarnya branding itu? Branding dapat berarti hal yang berbeda bagi orang yang berbeda, tetapi hal yang paling penting untuk diingat adalah branding bukanlah sebuah acara, ini bukan logo, dan ini bukan hanya tentang periklanan. &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Branding telah menjadi salah satu aspek bisnis terpenting saat ini, dan jika Anda seorang pengusaha, tidak mungkin Anda melewatkannya.</p><p>Tapi apa sebenarnya branding itu? Branding dapat berarti hal yang berbeda bagi orang yang berbeda, tetapi hal yang paling penting untuk diingat adalah branding bukanlah sebuah acara, ini bukan logo, dan ini bukan hanya tentang periklanan. Sebuah merek jauh lebih dari itu — ini tentang jumlah dari setiap pengalaman yang Anda miliki dengan produk atau layanan, dari awal hingga pembelian hingga konsumsi hingga pembuangan.</p><h3>Apa itu branding?</h3><p>Branding bisa menjadi konsep yang rumit untuk membungkus kepala Anda. Itu juga salah satu konsep yang, segera setelah Anda memahaminya, Anda tidak percaya bahwa Anda tidak memahaminya sebelumnya. Pada intinya, ini tentang membuat hubungan emosional dengan orang-orang—dengan calon pelanggan dan mitra bisnis. Jika suatu merek menjadi bagian dari identitas atau gaya hidup mereka, orang akan membeli dari merek itu lagi dan lagi. Loyalitas merek berarti kepuasan pelanggan jangka panjang dan profitabilitas untuk bisnis. Dalam hal pemasaran, branding bermuara pada satu hal: apa yang akan dikatakan orang tentang produk atau layanan Anda? Merek Anda harus membangkitkan perasaan mereka ketika mereka berpikir tentang bagaimana perusahaan Anda melakukan sesuatu—dan apa yang pelanggan alami selain itu.</p><h3>Apa yang dimaksud dengan branding</h3><p>Branding adalah konsep tidak berwujud yang secara keseluruhan membantu masyarakat umum mengenali perusahaan, produk, atau individu dengan menarik perasaan dan emosi target pelanggan mereka.</p><p>Branding adalah proses tanpa henti untuk terus-menerus mengelola positioning merek Anda untuk memengaruhi persepsi konsumen Anda secara positif. Perusahaan dan organisasi lain menggunakan merek untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri, dengan logo dan merek dagang menjadi dua cara populer untuk melakukannya. Identitas merek juga sering mencakup reputasi perusahaan, karena ketika orang mendengar nama perusahaan atau melihat logonya, mereka mengasosiasikan merek tersebut dengan pengalaman apa pun yang pernah mereka alami dengannya. Mereka juga mungkin memiliki asosiasi berdasarkan apa yang dikatakan orang lain tentang hal itu (yaitu, rekomendasi rekan). Akhirnya, beberapa perusahaan dan individu mengembangkan beberapa merek untuk produk atau layanan yang berbeda dalam upaya untuk sukses di lebih dari satu area—jika Anda hanya pandai mengembangkan aplikasi untuk iPhone tetapi memiliki minat yang semakin besar pada Android, Anda dapat mulai membangun Merek aplikasi Android juga.</p><h3>Mengapa branding begitu penting?</h3><p>Berikut adalah lima alasan mengapa branding penting untuk bisnis Anda:</p><h4>Branding menentukan kesan pertama</h4><p>Kesan pertama adalah segalanya, bukan?</p><p>Aturan praktis lama adalah kesan pertama dibuat dalam tujuh detik pertama saat bertemu seseorang atau melihat situs web. Berapa lama waktu yang dibutuhkan manusia untuk membuat penilaian.</p><p>Sebuah studi oleh psikolog Princeton menemukan bahwa hanya dibutuhkan sepersepuluh detik bagi seseorang untuk menilai apakah orang lain dapat dipercaya atau tidak. Itu untuk wajah manusia, bukan merek, tapi apakah itu tujuh detik atau sepersepuluh detik, intinya Anda tidak punya banyak waktu.</p><p>Identitas merek yang profesional, bersih, dan estetis dapat mengomunikasikan kepercayaan dalam waktu kurang dari tujuh detik.</p><h4>Branding membuat perusahaan lebih diinginkan</h4><p>Sebelum Anda berkata, &#8220;Sebuah merek saja tidak dapat membenarkan penetapan harga tinggi,&#8221; lihat ini.</p><p>Air kemasan merek Acqua di Cristallo Tributo a Modigliani dijual seharga $3.600 untuk botol 750ml. Bagaimana mungkin mereka mengenakan biaya sebanyak itu untuk air? Sederhana saja: mereka membangun merek mereka berdasarkan konsep itu.</p><p>Inilah cara perusahaan membenarkan harga:</p><ul><li>Airnya bersumber dari tiga wilayah berbeda: Prancis, Fiji, dan Islandia.</li><li>Kemasannya cantik dan mewah, dirancang oleh Fernando Altamirano yang terkenal di dunia, yang menjadikan botol-botol itu sebagai barang koleksi bagi pecinta desain.</li><li>Setiap botol berisi emas 24 karat.</li><li>Dalam beberapa botol, 5mg emas juga ditaburkan ke dalam air (tentu saja dengan harga yang lebih tinggi).</li></ul><p>Jika Anda berpikir $3.600 kedengarannya terlalu banyak untuk sebotol air, apakah Anda akan terkejut mengetahui bahwa perusahaan juga menjual satu botol seharga $60.000? Botol yang satu itu terbuat dari 100% emas 24k padat. Bukan sesuatu yang ingin Anda buang ke tempat sampah setelah berolahraga, itu sudah pasti.</p><p>Intinya adalah bahwa merek dirancang untuk menjadi eksklusif. Bukan air kemasan yang akan dijual di Walmart seharga $3 per lusin. Anda tidak membeli Acqua di Cristallo Tributo a Modigliani untuk hidrasi, Anda membelinya sebagai simbol status.</p><p>Dan itu berfungsi sebagai merek karena jika ada sesuatu yang paling disukai orang kaya, itu adalah simbol status yang tidak perlu mahal, bukan?</p><p>Selama ada kecocokan pasar untuk produk Anda, merek yang ditargetkan dengan baik akan memungkinkan Anda menagih apa pun yang Anda suka.</p><h4>Branding memicu loyalitas pelanggan</h4><p>Mengapa orang terus membeli iPhone? Penggemar Apple berbaris berhari-hari sebelum peluncuran produk untuk menjadi salah satu yang pertama di planet ini dengan yang terbaru. Tapi kenapa?</p><p>Bukan karena ini ponsel terbaik di dunia. Ada beberapa perangkat yang sebanding dan bisa dibilang lebih baik di luar sana.</p><p>Ini bukan tentang telepon yang sebenarnya dan lebih banyak tentang merek yang dibangun Apple. Apple secara keseluruhan memiliki pengikut sekte, tetapi iPhone memiliki pengikut terkuat dari semua produk Apple. Segala sesuatu di iOS telah dirancang dengan tujuan ini.</p><p>Aplikasi yang mudah digunakan, desain sederhana dan modern, kamera untuk membuat Anda merasa seperti fotografer pro, dan keajaiban teknologi tinggi seperti Face ID. Tidak mengutak-atik pengaturan atau aplikasi yang mogok. Ponsel yang cantik, mudah digunakan, dan berfungsi: itulah mereknya.</p><p>Begitu orang menggunakan iPhone, mereka cenderung akan tetap menggunakannya saat mereka meningkatkan ke model yang lebih baru. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang lebih memilih Android. Begitu Anda mengidentifikasi dengan satu merek lebih dari yang lain, Anda telah mengembangkan loyalitas. Butuh acara yang cukup besar untuk membuat Anda beralih setelah memiliki, katakanlah, tiga iPhone berturut-turut, bukan?</p><h4>Branding menumbuhkan budaya perusahaan</h4><p>Branding lebih bermanfaat bagi perusahaan Anda daripada menjual produk. Ini juga alat rekrutmen dan SDM yang kuat.</p><p>Budaya perusahaan adalah seperangkat keyakinan dan nilai-nilai yang dimiliki oleh semua karyawan. Merek Anda menentukan itu. Merek otentik, perlu datang dari dalam ke luar. Karyawan perlu merasakannya dalam kehidupan kerja sehari-hari dan bangga bekerja di sana.</p><p>Mengapa? Karena karyawan berbicara. Jika perusahaan Anda mengatakan bahwa Anda menghargai orang-orang Anda dari luar tetapi di dalam perusahaan Anda ada kekacauan politik kantor, pengkhianatan, dan semangat rendah, pelanggan akan mengetahuinya.</p><p>Mari kita lihat dua contoh, kedua perusahaan yang mengklaim menghargai karyawannya sebagai aset terbesar mereka.</p><p>Pengecer mode Forever 21 mungkin dikenal dengan barang-barang murah, tetapi mereka juga dikenal sebagai salah satu perusahaan terburuk untuk bekerja di Amerika. Mereka telah terkena beberapa tuntutan hukum dari mantan karyawan, termasuk gugatan kelompok pada tahun 2012 karena menahan karyawan selama berjam-jam tanpa upah lembur dan menggeledah tas mereka untuk mencari barang curian.</p><p>Bergantian, Hilton telah mendapat peringkat Perusahaan Terbaik Fortune untuk Bekerja selama dua tahun berturut-turut. Raksasa hotel ini telah bekerja secara aktif untuk meningkatkan tunjangan karyawan, termasuk kebijakan cuti melahirkan dan program pembelian saham untuk semua karyawan, mulai dari pembantu rumah tangga hingga C suite. CEO Chris Nassetta dengan sengaja melakukan ini, dengan mengatakan, &#8220;Kami mencoba untuk memperhatikan orang-orang kami dengan cara yang benar sehingga mereka akan memperhatikan pelanggan kami.&#8221; Betapa benarnya dia!</p><h4>Branding meningkatkan strategi pemasaran Anda</h4><p>Identitas merek yang kohesif dan mudah dikenali membantu mendorong upaya penjualan dan pemasaran. Untuk semuanya, mulai dari materi iklan hingga postingan media sosial, menggunakan elemen visual yang akan segera dikenali oleh pelanggan Anda membuat semuanya mengalir dengan mulus.</p><p>Apa yang lebih mungkin Anda ingat? Iklan yang menggunakan warna dan elemen yang familiar untuk merek yang pernah Anda lihat sebelumnya, atau sesuatu yang sama sekali baru dan tidak terkait dengan pengetahuan Anda tentang merek tersebut sejauh ini?</p><p>Itu tergantung pada kepercayaan juga. Pelanggan mempercayai merek Anda melalui pengulangan. Apakah mereka mengenali Anda di iklan baru yang Anda jalankan? Ledakan. Anda jauh lebih mungkin untuk mengonversinya. Semuanya bekerja bersama.</p><p>Singkatnya, ini adalah cara untuk menonjol dari pesaing Anda dan secara efektif membangun reputasi Anda. Branding menambahkan kepribadian pada produk, membangun loyalitas antara pelanggan dan bisnis, dan memberikan arahan kepada karyawan. Namun pada tingkat yang lebih mendasar, jika Anda memiliki merek yang dikenali orang, mereka cenderung membeli apa yang Anda jual (atau merekomendasikannya) karena mereka mempercayai Anda. Ini membawa kita ke poin berikutnya &#8230;</p><h3>Langkah-langkah dalam membangun brand</h3><p>Untuk membuat brand yang efektif, Anda harus mengambil pendekatan yang sistematis. Itu berarti mengembangkan strategi merek Anda dengan mengerjakan lima langkah ini:</p><p>Menentukan pelanggan ideal Anda. Untuk melakukannya, Anda harus menjawab beberapa pertanyaan kunci, seperti: siapa yang Anda layani? seperti apa mereka: latar belakang pendidikan, karir, tempat tinggal, jenis kelamin, pendapatan, minat, dan hobi, dimana mereka berbelanja, dan apa saja tantangan mereka sehari-hari?</p><p>Membangun atau menemukan audiens Anda. Mulailah dengan membuat kisah merek yang solid yang mencakup bagaimana dan mengapa bisnis Anda dimulai, menunjukkan kemampuan Anda, menyoroti apa yang membuat Anda unik, dan menunjukkan bagaimana produk atau layanan Anda dapat bermanfaat bagi pelanggan potensial Anda. Kemudian, Anda dapat memanfaatkan taktik dan saluran yang berbeda untuk menemukan dan melibatkan konsumen, mulai dari membuat konten yang sesuai dengan nilai, keyakinan, dan masalah pelanggan target Anda, hingga melibatkan mereka melalui media sosial, forum khusus, atau Iklan berbayar.</p><p>Membuat proposisi nilai yang unik. Proposisi nilai hanyalah cara mewah untuk mengatakan, &#8220;Apa yang membuat Anda berbeda dan mengapa pelanggan a) peduli akan hal itu, dan b) membeli dari Anda?&#8221; Mungkin Anda membuat smoothie terbaik dunia atau jenis kain yang benar-benar baru yang akan dibunuh oleh perusahaan pakaian jadi untuk mendapatkannya. Apa pun yang Anda lakukan, mengapa Anda yang terbaik dalam hal itu? Anda harus dapat mengomunikasikannya dengan jelas kepada audiens Anda sebagai bagian dari merek Anda.</p><p>Mengidentifikasi janji nilai unik Anda kepada mereka. Apa yang Anda percaya? Janji apa yang dapat Anda buat untuk target pasar Anda yang akan dipenuhi oleh merek Anda? Merek otentik tidak hanya mengatakan mereka percaya pada nilai-nilai tertentu, mereka menunjukkannya melalui tindakan. Starbucks, misalnya, selalu vokal tentang dukungannya terhadap pertanian kopi yang etis dan berkelanjutan. Alih-alih hanya mengatakan mereka percaya akan hal itu, mereka menunjukkannya melalui sertifikasi pada kopi mereka dan mencantumkan asal masing-masing kopi tersebut. Selain itu, mereka membuat Laporan Dampak Sosial tahunan untuk menjaga agar tindakan mereka didasarkan pada nilai-nilai mereka.</p><p>Memilih tampilan dan nuansa yang menyampaikan apa yang Anda tawarkan. Pekerjakan desainer merek profesional untuk membuat logo dan elemen visual Anda. Jangan takut untuk mempertimbangkan beberapa versi logo. Memiliki ikon yang dapat dipisahkan dari bagian wordmark (teks) logo Anda dapat menambah nilai jangka panjang. Pikirkan lengkungan emas McDonald&#8217;s atau ikon lingkaran merah dan kuning Mastercard. Keduanya dapat dikenali dengan sendirinya tanpa menyertakan nama perusahaan, berkat ekuitas merek yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. Setelah Anda memiliki logo, palet warna, dan identitas visual, pastikan semua materi menggunakan ini untuk konsistensi (kartu nama, saluran media sosial, file aplikasi atau kemasan produk, brosur, dll).</p><p>Meskipun beberapa pemilik bisnis dapat membangun merek mereka dalam semalam, yang terbaik adalah memikirkan membangun merek sebagai proses multi-bulan—bahkan multi-tahun. Banyak pengusaha merasa berguna untuk bertemu dengan orang lain di industri mereka setidaknya sekali setiap beberapa bulan untuk sesi brainstorming tentang menyempurnakan identitas mereka dan meningkatkan citra mereka.</p><h3>Bagaimana branding berkembang dari waktu ke waktu</h3><p>Untuk memahami branding yang berkembang di Amerika Utara, Anda sebenarnya perlu memahami sedikit tentang sejarah dan ekonomi pasca-WW2. Mari kita jelaskan&#8230;</p><p>Sebelum Perang Dunia Kedua, produk dibeli berdasarkan kualitas. Jika Anda bisa membuat sesuatu yang lebih baik dari orang lain, orang akan membeli milik Anda.</p><p>Setelah perang di Amerika tahun 1950-an, industrialisasi mengubah semua itu. Peningkatan penggunaan mesin, otomatisasi, dan akses yang lebih luas ke bahan dan tenaga kerja berarti bahwa selama Anda memiliki uang untuk membuat produk, Anda mungkin dapat membuatnya sebaik perusahaan besar seperti Kraft dan Unilever.</p><p>Kualitas tetap penting, namun tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang digunakan konsumen untuk membuat keputusan pembelian.</p><p>Maju cepat ke hari ini. Burger King dan Wendy sama-sama membuat hamburger, misalnya. Anda dapat berargumen bahwa satu rasanya lebih enak dari yang lain, tetapi sebagai ukuran kualitas minimum, keduanya aman untuk dimakan dan akan memuaskan rasa lapar Anda. Jadi itu tergantung pada preferensi.</p><p>Kata lain untuk preferensi? Merek.</p><p>Ambil Target misalnya. Pernah dianggap sebagai pengecer diskon yang suram, Target sekarang masuk dalam 10 merek teratas di Amerika. Mereka membawa merek desainer untuk kolaborasi eksklusif guna menarik demografi berpenghasilan lebih tinggi. Dan pada tahun 1999, mereka menambahkan kios Starbucks di dalam toko.</p><p>Strateginya berhasil. &#8220;Going for a Target run&#8221; adalah ungkapan rumah tangga untuk sebagian besar ibu kelas menengah Amerika, demografi inti untuk toko, dan pendapatan tahunan telah melonjak dari tahun ke tahun dari $52 miliar pada tahun 2005 menjadi lebih dari $78 miliar pada tahun 2019.</p><p>Saat ini, jika Anda tidak menarik emosi pelanggan target Anda, Anda meninggalkan uang di atas meja. Banyak sekali.</p><h3>FAQ tentang brand</h3><h4>Apa saja unsur-unsur branding?</h4><p>Branding melibatkan lebih dari sekedar nama dan logo. Merek yang kuat dibangun di atas tiga pilar utama: produk atau layanan, strategi pemasaran, dan desain. Meskipun elemen-elemen ini sangat penting untuk kesuksesan, penting untuk menjaga keseimbangannya; terlalu fokus pada salah satu pilar ini dapat menyebabkan masalah di kemudian hari. Sebelum Anda mulai membuat merek perusahaan Anda, ada baiknya meluangkan waktu untuk mempertimbangkan masing-masing dari ketiga pilar ini dan bagaimana hubungannya dengan tujuan bisnis Anda. Ketika Anda melakukannya, Anda akan dapat mulai berpikir tentang bagaimana posisi merek Anda dalam ceruk pasarnya.</p><h4>Apa itu ekuitas brand?</h4><p>Ekuitas Anda seperti seluruh merek Anda digabungkan menjadi satu. Sederhananya: Anda dapat menagih lebih banyak bila Anda memiliki ekuitas merek yang tinggi. Semua upaya yang Anda lakukan untuk bercerita, kualitas produk, layanan pelanggan, tampilan dan nuansa, nilai, menunjukkan kemampuan Anda, membangun kepercayaan, dll &#8212; semua pekerjaan itu terbayar setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun.</p><p>Apa artinya?</p><p>Anggap saja seperti hipotek rumah. Rumah itu bernilai $ 500.000. Anda membayar $2.000 sebulan selama 25 tahun. Selama bertahun-tahun saat Anda melunasinya, Anda membangun ekuitas yang akan menghasilkan keuntungan besar saat Anda menjualnya.</p><p>Sebuah merek bekerja dengan cara yang sama. Ini benar-benar membangun nilai finansial dari waktu ke waktu.</p><p>Cukup keren, bukan?</p><p>Ambil Coca-Cola, misalnya. Mereka adalah salah satu merek ekuitas tertinggi di dunia dengan nilai lebih dari $80 miliar. Ketika Anda diberi pilihan antara Coke dan soda tanpa nama, mana yang akan Anda pilih? Jujur saja, Anda akan memilih Coke.</p><p>Alasan Anda memilihnya adalah karena sejarah 128 tahun (dan pemasaran yang bagus). Itu membangun ekuitas dari waktu ke waktu.</p><p>Tentu saja, branding bukanlah sapi perah yang menunggu Anda mengklik tombol &#8220;uang gratis&#8221;. Proses membangun ekuitas merek berarti Anda benar-benar perlu menyampaikan proposisi nilai tersebut dengan menjadi ahli dalam apa yang Anda lakukan.</p><h4>Apa itu identitas merek?</h4><p>Identitas merek Anda adalah segala sesuatu yang dapat Anda lihat.</p><p>Misalnya, platform pemasaran email Mailchimp dikenal dengan ilustrasi hitam putihnya yang digunakan di seluruh situs web dan saluran media sosialnya. Grafik digunakan untuk ikon dan dengan cepat menjelaskan konsep teknis secara visual. Meskipun itu bukan logo mereka, itu tetap menjadi bagian dari identitas merek mereka.</p><p>Identitas merek dapat meliputi:</p><ul><li>Logo</li><li>Warna</li><li>Tipografi dan font</li><li>Elemen visual, seperti ilustrasi atau fotografi</li><li>Ikon</li></ul><h3>Apa itu positioning merek?</h3><p>Pemosisian merek berarti Anda dapat menonjol dari pesaing Anda. Anda perlu memposisikan diri Anda dengan cara yang membedakan Anda dari orang lain dan memungkinkan Anda membangun citra merek Anda sebagai pemimpin, inovator, atau ahli dalam pasar Anda.</p><p>Apakah Anda versi makanan cepat saji dari apa yang Anda lakukan, atau versi restoran Michelin? Tidak ada yang salah dengan salah satu opsi ini—ada pasar untuk keduanya—namun Anda perlu tahu posisi Anda di antara para pesaing.</p><p>Katakanlah Anda adalah studio kebugaran. Apakah Anda melakukan sesi kamp pelatihan $10 atau mengenakan biaya ratusan dolar untuk keanggotaan bulanan? Target pasar untuk masing-masing akan sangat berbeda.</p><h3>Apa saja jenis-jenis branding?</h3><p>Ada banyak jenis branding dan dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok utama, yaitu: Personal Branding Business Branding Consumer Branding.</p><p>Merek Pribadi. Ini terkait dengan Anda sebagai pribadi atau profesional di bidang keahlian apa pun yang ingin Anda wakili tentang diri Anda.</p><p>Merek Bisnis. Ini berkaitan dengan membangun dan menetapkan identitas korporat untuk perusahaan, produk, atau layanan yang telah diluncurkan ke pasar.</p><p>Merek Konsumen. Jenis merek ini menentukan apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dilakukan konsumen setelah berinteraksi dengan identitas, penawaran, atau kampanye bisnis Anda. Fokus utama branding konsumen harus pada audiens target utama karena siapa yang akan membeli produk atau layanan merek Anda di tempat pertama.</p><h3>Kesimpulan</h3><p>Merek Anda adalah kesan pertama Anda pada pelanggan. Saat mereka masuk, menelepon, atau mengklik, mereka membentuk opini tentang seberapa tepercaya perusahaan Anda dalam waktu tujuh detik.</p><p>Bagaimana Anda mendapatkan kepercayaan itu begitu cepat?</p><p>Gambar profesional: logo, desain situs web, warna, dan tipografi.</p><p>Konten yang menyampaikan nilai, keyakinan, dan poin kesulitan pelanggan target Anda.</p><p>Pengalaman yang sengaja dirancang untuk membuat mereka merasa penting dan aman (terutama saat membeli secara online).</p><p>Merek Anda adalah alat yang ampuh untuk menghubungkan Anda dengan audiens dan berkembang dari nama yang tidak dikenal menjadi nama rumah tangga.</p><p>Tapi itu belum semuanya. Merek yang kuat juga:</p><ul><li>Mendefinisikan dan mendorong budaya perusahaan internal Anda</li><li>Membuat pemasaran Anda lebih efektif</li><li>Membenarkan strategi penetapan harga premium</li><li>Membangun retensi dan loyalitas pelanggan</li></ul>]]></content:encoded></item><item><title>Apa itu brand?</title><link>/branding/apa-itu-brand/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 31 May 2020 10:48:44 +0000</pubDate><category><![CDATA[Branding]]></category><category><![CDATA[apa itu brand]]></category><category><![CDATA[apa itu brand online]]></category><category><![CDATA[apa itu branding]]></category><category><![CDATA[brand]]></category><category><![CDATA[brand adalah]]></category><category><![CDATA[brand adalah menurut ahli]]></category><category><![CDATA[brand adalah merek]]></category><category><![CDATA[branding]]></category><category><![CDATA[definisi brand]]></category><category><![CDATA[pengertian brand]]></category><category><![CDATA[pengertian brand dan branding]]></category><category><![CDATA[pengertian brand dan contohnya]]></category><category><![CDATA[pengertian brand dan merek]]></category><category><![CDATA[pengertian branding]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1277</guid><description><![CDATA[Menciptakan sebuah brand merupakan salah satu hal terpenting yang harus Anda lakukan ketika mendirikan bisnis kecil. Tetapi mendefinisikan “brand” dapat menjadi tugas yang sedikit tricky. Ada begitu banyak pendekatan untuk branding pada bisnis dan begitu banyak elemen sebuah brand. Definisi brand yang paling akurat yang saya ketahui adalah: Brand merupakan kumpulan persepsi yang dimiliki oleh pelanggan mengenai &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Menciptakan sebuah brand merupakan salah satu hal terpenting yang harus Anda lakukan ketika mendirikan bisnis kecil. Tetapi mendefinisikan “brand” dapat menjadi tugas yang sedikit tricky. Ada begitu banyak pendekatan untuk branding pada bisnis dan begitu banyak elemen sebuah brand. Definisi brand yang paling akurat yang saya ketahui adalah:</p><p><strong>Brand merupakan kumpulan persepsi yang dimiliki oleh pelanggan mengenai bisnis Anda.</strong></p><p>Berikut ini merupakan definisi yang saya ambil dari wikipedia:</p><p><strong>In marketing, a brand is the symbolic embodiment of all the information connected with a product or service. A brand typically includes a name, logo, and other visual elements such as images or symbols. It also encompasses the set of expectations associated with a product or service which typically arise in the minds of people. Such people include employees of the brand owner, people involved with distribution, sale or supply of the product or service, and ultimate consumers.</strong></p><p>Jika saya boleh mengartikan kira–kira artinya seperti ini:</p><p>Dalam pemasaran, sebuah brand merupakan simbol perwujudan dari segala informasi yang berhubungan dengan produk atau jasa. Sebuah brand dapat termasuk nama, logo, dan elemen visual lainnya seperti gambar atau simbol. Hal tersebut meliputi kumpulan ekspektasi yang berhubungan dengan produk atau jasa yang muncul dalam pikiran orang–orang. Orang–orang tersebut karyawan dari pemilik brand, orang–orang yang terlibat dalam distribusi, penjualan atau supplier produk atau jasa, dan pelanggan.</p><p>Definisi ini biasanya membuat pemilik bisnis kecil merasa tak berdaya terhadap brand mereka. Definisi sederhananya adalah sebuah brand diciptakan dalam pikiran pelanggan Anda, mulai dari perspektif hingga pengalaman, tetapi bukan berarti tidak ada hal yang dapat Anda lakukan untuk membentuknya atau mengontrol hasilnya. Sebagai contoh,  jika seorang pelanggan pernah mengalami pengalaman buruk, atau sedang berada dalam mood yang tidak baik ketika sedang melakukan transaksi bersama Anda, maka ada kemungkinan bahwa kesan mereka terhadap perusahaan Anda menjadi kurang baik. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempengaruhi atau membentuk pikiran pelanggan dan membuatnya menjadi lebih positif.</p><p>Sekarang mari kita lihat bagaimana perusahaan besar melakukan pendekatan terhadap branding. Perusahaan besar pada umumnya memiliki anggaran tersendiri untuk membangun brand. Biasanya, proses membangun branding dimulai dari merekrut konsultan brand untuk mendefinisikan brand perusahaan. Kemudian, ada fokus grup yang bertugas untuk memastikan bahwa branding yang mereka lakukan berjalan di track yang benar. Setelah branding ditentukan, perusahaan akan memberikan pesan yang mendukung brand tersebut, dan sebuah identitas brand akan di desain untuk mengkomunikasikan secara visual tentang brand tersebut. Banyak perusahaan yang juga membuat iklan atau kampanye PR (public relation) untuk menyebarkan informasi tentang brand mereka dan mendapatkan brand recognition. Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh perusahaan besar untuk membangun brand awareness dan menciptakan equity dalam brand mereka.</p><p>Tetapi pendekatan ini sangat sulit untuk dilakukan oleh perusahaan kecil. Perusahaan kecil pada umumnya tidak memiliki anggaran untuk riset, membayar konsultan, dan melakukan kampanye dalam skala nasional. Dan mereka jarang sekali memiliki waktu atau sumber daya internal yang didedikasikan untuk penciptaan dan manajemen brand.</p><p>Saya biasanya merampingkan aktivitas branding tersebut menjadi sebuah paket yang ekonomis seperti:</p><p><strong>Brand Definition</strong>: ini merupakan proses untuk mendefinisikan bisnis Anda: siapa Anda, apa yang Anda lakukan, siapa yang dapat Anda bantu, dan apa yang membuat Anda berbeda dari kompetitor Anda. Anda harus memiliki semua faktor ini untuk menciptakan brand yang efektif. Jika pemikiran Anda pada area ini masih belum jelas, ringkas, dan mudah dipahami, maka jangan pernah berharap untuk dapat mengarahkan pemikiran pelanggan Anda secara efektif tentang bisnis Anda.</p><p><strong>Brand Identity</strong>: yang biasa dikenal sebagai grafik “wajah” dari bisnis Anda. Perusahaan kecil mendapatkan keuntungan dengan membuat logo dan beberapa alat material pemasaran yang konsisten. Empat puluh persen orang–orang lebih mudah mengingat apa yang mereka lihat dibandingkan dengan apa yang mereka dengar atau baca. Jadi dengan memiliki logo yang iconic dan visual vocabulary yang kuat pada semua material yang Anda gunakan, maka itu akan meningkatkan kemungkinan bisnis Anda diingat dan membuat pelanggan selalu memikirkan Anda. Warna, font, dan simbol yang Anda gunakan pada brand identity Anda juga dapat mengkomunikasikan brand definition Anda kepada pelanggan dengan cara yang visual sehingga lebih powerful dibandingkan hanya kata–kata saja.</p><p><strong>Brand messaging</strong>: Ini merupakan cara bagaimana Anda berbicara mengenai bisnis Anda. Apa pesan utama yang ingin Anda katakan kepada orang–orang mengenai bisnis Anda? Apa yang ingin mereka ingat tentang Anda, dan bagaimana Anda menginginkan agar mereka meneruskan pesan tersebut kepada orang lain yang mereka temui? Anda dapat mempengaruhi pikiran yang dimiliki oleh pelanggan tentang Anda, dan bagaimana mereka membicarakan tentang Anda, dengan cara memberikan pesan secara konsisten pada setiap material pemasaran Anda.</p><p><strong>Brand Service</strong>: Ini merupakan cara Anda melakukan tugas Anda, berhubungan dengan pelanggan Anda, dan memberikan produk atau layanan Anda. Customer service merupakan bagian dari brand perusahaan yang seringkali dilupakan karena tidak dianggap sebagai bagian dari iklan atau kampanye pemasaran. Jika Anda mendefinisikan sebuah brand yang berfokus pada pelanggan, itu berarti cara Anda melayani pelanggan merupakan keuntungan terbesar Anda, karena Anda dapat berbicara secara langsung kepada mereka dan membagikan pengalaman yang dapat membentuk opini mereka. Pastikan bahwa layanan dan bisnis Anda sejalan dengan brand Anda, entah apakah itu ketika Anda melayani pelanggan yang sudah ada atau prospek baru.</p><p>Jika Anda berhasil melakukan empat point branding ini dalam perusahaan kecil Anda, dan menjaga pikiran pelanggan Anda melalui branding, maka brand Anda akan menjadi cara yang efektif untuk membangun koneksi dengan klien dan prospek Anda, dan akan membuat bisnis Anda menjadi semakin kuat.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Apa itu digital marketing?</title><link>/pemasaran/apa-itu-digital-marketing/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 28 May 2020 08:39:37 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pemasaran]]></category><category><![CDATA[apa itu branding]]></category><category><![CDATA[apa itu digital branding]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing agency]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing channel]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing communication]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing dan contohnya]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing indonesia]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing manager]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing officer]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing ppt]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing specialist]]></category><category><![CDATA[apa itu digital marketing strategy]]></category><category><![CDATA[apa itu marketing digital banking]]></category><category><![CDATA[apa itu marketing digital printing]]></category><category><![CDATA[apa sih digital marketing itu]]></category><category><![CDATA[apa yang dimaksud dengan digital marketing metrics]]></category><category><![CDATA[contoh digital branding]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing campaign]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing canvas]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing communication]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing di indonesia]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing di perusahaan]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing plan]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing plan pdf]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing strategy]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing untuk umkm]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing yang baik]]></category><category><![CDATA[contoh digital marketing yang sukses]]></category><category><![CDATA[definisi digital branding]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[definisi digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[digital marketing]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[pemasaran]]></category><category><![CDATA[pemasaran digital]]></category><category><![CDATA[pengertian digital branding]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing dan contohnya]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing journal]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing jurnal]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut buku]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut kotler]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2017]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2018]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli 2019]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing menurut para ahli terbaru]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing pdf]]></category><category><![CDATA[pengertian digital marketing secara umum]]></category><category><![CDATA[tips marketing]]></category><category><![CDATA[tips pemasaran]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=1099</guid><description><![CDATA[Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Pada umumnya, pelaku bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, media sosial, email, dan situs web mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan mereka. Dengan semakin mudahnya menggunakan akses internet saat ini, maka jumlah orang yang online akan semakin meningkat dari tahun &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Digital marketing adalah semua upaya pemasaran yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Pada umumnya, pelaku bisnis memanfaatkan saluran digital seperti search engine, media sosial, email, dan situs web mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggan mereka.</p><p>Dengan semakin mudahnya menggunakan akses internet saat ini, maka jumlah orang yang online akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, pengguna internet di kalangan orang dewasa meningkat sebesar 5% hanya dalam tiga tahun terakhir, menurut Pew Research. Dengan semakin meningkatnya pengguna internet di dunia, maka cara mereka berbelanja pun berubah, ini berarti pemasaran konvensional menjadi tidak efektif lagi.</p><p>Pemasaran merupakan tentang bagaimana menghubungkan audiens Anda di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Ini artinya Anda harus menemui mereka dimana mereka menghabiskan waktu mereka paling banyak yaitu internet.</p><h2>Bagaimana Anda mendefinisikan digital marketing?</h2><p>Digital marketing ditentukan oleh penggunaan berbagai taktik dan saluran digital untuk terhubung dengan pelanggan di mana mereka menghabiskan banyak waktu mereka: online. Mulai dari situs website yang merupakan aset branding online, iklan digital, <a href="/pemasaran/3-taktik-pemasaran-email-yang-anda-butuhkan/">email marketing</a>, brosur online, dan lainnya, merupakan beberapa taktik yang termasuk di dalam digital marketing.</p><h3>Taktik dan contoh digital marketing</h3><p>Digital marketing terbaik memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana setiap kampanye pemasaran digital dapat membantu mereka meraih tujuan atau goal mereka. Dan tergantung pada tujuan strategi pemasaran mereka, pemasar dapat mengadakan kampanye yang lebih besar melalui saluran gratis dan berbayar yang mereka miliki.</p><p>Seorang pemasar konten (content marketing), misalnya, dapat membuat serangkaian posting blog yang berfungsi untuk mengarahkan traffic ke sebuah produk yang baru – baru ini di luncurkan oleh perusahaan. Pemasar media sosial kemudian membantu mempromosikan postingan blog tersebut melalui pos berbayar dan organik di akun media sosial. Mungkin juga pemasar email membuat kampanye email untuk mengirimkan informasi tentang produk tersebut kepada pelanggan – pelanggan  berpotensial.</p><p>Berikut ini merupakan rangkuman singkat tentang beberapa taktik pemasaran digital yang paling umum digunakan dan saluran apa saja yang biasanya digunakan oleh digital marketing dalam membuat kampanye.</p><h4>Search Engine Optimization (SEO)</h4><p>Search Engine Optimization atau SEO adalah <a href="/pemasaran/internet-marketing/cara-menaikkan-rating-website-di-google/">proses mengoptimalkan situs web Anda untuk mendapatkan &#8220;peringkat&#8221; yang lebih tinggi</a> di halaman hasil pencarian mesin pencari, sehingga meningkatkan jumlah traffic organik yang diterima situs web Anda. Saluran yang mendapatkan keuntungan dari SEO adalah:</p><ul><li>Situs web</li><li>Blog</li><li>Infografis</li></ul><h4>Pemasaran Konten atau Content Marketing</h4><p>Istilah ini menunjukkan pembuatan dan promosi aset konten untuk tujuan menghasilkan kesadaran merek, pertumbuhan lalu lintas, perolehan prospek, dan pelanggan. Saluran yang dapat berperan dalam strategi pemasaran konten Anda meliputi:</p><ul><li>Posting blog</li><li>Ebooks dan whitepaper</li><li>Infografis</li><li>Brosur dan buku panduan online</li></ul><h4>Social Media Marketing</h4><p>Ini merupakan kegiatan pemasaran yang mempromosikan merek dan konten Anda di saluran media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), mendorong traffic, dan memberikan prospek atau calon pelanggan untuk bisnis Anda. Saluran yang dapat Anda gunakan dalam social media marketing meliputi:</p><ul><li>Facebook</li><li>Twitter</li><li>LinkedIn</li><li>Instagram</li><li>Snapchat</li><li>Pinterest</li><li>Google+</li></ul><h4>Pay-Per-Click (PPC)</h4><p>PPC merupakan metode untuk mengarahkan traffic ke situs web Anda dengan membayar publisher setiap kali iklan Anda diklik. Salah satu jenis PPC yang paling umum adalah <a href="https://ads.google.com/home/">Google AdWords</a>, yang memungkinkan Anda membayar slot teratas di halaman hasil mesin pencari Google dengan harga &#8220;per klik&#8221; dari tautan yang Anda tempatkan. Saluran lain di mana Anda dapat menggunakan PPC meliputi:</p><ul><li>Iklan berbayar di Facebook.</li><li>Tweet Promosi di Twitter.</li><li>Pesan Sponsor di LinkedIn.</li></ul><h4>Affiliate Marketing</h4><p>Ini adalah jenis iklan berbasis kinerja dimana Anda akan menerima komisi ketika mempromosikan produk atau layanan orang lain di situs web Anda. Saluran affiliate marketing meliputi:</p><ul><li>Hosting iklan video melalui YouTube.</li><li>Memposting tautan afiliasi dari akun media sosial Anda.</li></ul><h4>Native Advertising</h4><p>Native advertising mengacu pada iklan yang umumnya berupa konten dan ditampilkan di platform bersama konten non-bayar lainnya. Postingan sponsor merupakan contoh native advertising yang baik, tetapi ada beberapa orang yang juga menganggap iklan di media sosial sebagai native advertising, contohnya jika Anda memasang iklan di Facebook atau Instagram.</p><h4>Marketing Automation</h4><p>Marketing automation mengacu pada perangkat lunak yang berfungsi untuk mengotomatisasi kegiatan pemasaran dasar Anda. Banyak kegiatan pemasaran yang dapat diotomatisasikan seperti:</p><ul><li>Email Newletter.</li><li>Penjadwalan posting pada media sosial.</li><li>Pembaharuan daftar kontak.</li><li>Laporan dan tracking kampanye pemasaran.</li></ul><h4>Email Marketing</h4><p>Perusahaan menggunakan email marketing sebagai cara berkomunikasi dengan audiens mereka. Email marketing sering digunakan untuk mempromosikan konten, diskon, dan acara, serta mengarahkan orang &#8211; orang menuju situs web bisnis Anda. Jenis email yang dapat Anda kirimkan dalam kampanye email marketing meliputi:</p><ul><li>Newsletter untuk berlangganan blog.</li><li>Email follow up yang ditujukan kepada pengunjung situs web untuk mendownload sesuatu.</li><li>Email selamat datang.</li><li>Promosi liburan untuk anggota member yang setia berbelanja.</li><li>Tips atau email serial untuk mengedukasi pelanggan.</li></ul><h4>Online PR</h4><p>Online PR merupakan sebuah praktik untuk mengamankan material online yang diperoleh dari publikasi digital, blog, dan situs web berbasis konten lainnya. Ini mirip seperti PR tradisional, bedanya dilakukan secara online. Saluran yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan upaya PR Anda meliputi:</p><ul><li>Outreach melalui media sosial.</li><li>Membuat review online perusahaan Anda.</li><li>Terlibat dalam kolom komentar di situs web atau blog pribadi Anda.</li></ul><h4>Inbound Marketing</h4><p>Inbound marketing mengacu pada pendekatan &#8220;full-funnel&#8221; untuk menarik, engaging, dan membuat pelanggan senang dengan menggunakan konten online. Anda dapat menggunakan setiap taktik pemasaran digital yang tercantum di atas ke strategi inbound marketing.</p><h2>Apa yang harus dilakukan digital marketer?</h2><p>Digital marketer bertanggung jawab untuk mendorong kesadaran merek (brand awareness) dan mengarahkan semua upaya pemasaran melalui semua saluran digital, baik yang gratis maupun berbayar. Saluran ini termasuk media sosial, situs web perusahaan itu sendiri, peringkat mesin pencari, email, periklanan, dan blog perusahaan.</p><p>Digital marketer biasanya berfokus pada key performance indicator (KPI) yang berbeda untuk setiap saluran, sehingga mereka dapat mengukur kinerja perusahaan dengan tepat di setiap saluran. Digital marketer yang bertanggung jawab atas SEO, misalnya, mengukur &#8220;traffic organik&#8221; situs web mereka &#8211; dari lalu lintas yang berasal dari pengunjung situs web yang menemukan halaman situs web bisnis Anda  melalui pencarian di mesin pencari Google.</p><p>Digital marketing memiliki banyak peran dalam kegiatan pemasaran saat ini. Di perusahaan kecil, satu generalis mungkin memiliki banyak taktik pemasaran digital yang dijelaskan di atas pada saat yang bersamaan. Di perusahaan besar, taktik ini memiliki banyak spesialis yang masing &#8211; masing fokus hanya pada satu atau dua saluran digital merek.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa contoh dari para spesialis ini:</p><p><strong>Manajer SEO</strong></p><p>KPI Utama: Traffic organic</p><p>Singkatnya, para manajer SEO harus bisa menempatkan bisnis mereka di peringkat tertinggi dari hasil pencarian di mesin pencari Google. Menggunakan berbagai pendekatan untuk mengoptimalkan mesin pencari, Manajer SEO harus bekerja secara langsung dengan pembuat konten untuk memastikan konten yang mereka hasilkan berkinerja baik di Google, termasuk ketika perusahaan memposting konten tersebut di media sosial.</p><p><strong>Content marketing specialist</strong></p><p>KPI Utama: Lama waktu di sebuah halaman web, traffic blog secara keseluruhan, subscriber pada YouTube</p><p>Content marketing specialist merupakan pencipta konten digital. Mereka biasanya sering memperhatikan kalender blog perusahaan, dan kemudian muncul dengan strategi konten dan mencakup video juga. Para profesional ini sering bekerja dengan bagian departemen lain untuk memastikan produk dan kampanye peluncuran bisnis sejalan dengan konten promosi di setiap saluran digital.</p><p><strong>Manajer Media Sosial</strong></p><p>KPI Utama: Follower, Impression, Shares</p><p>Manajer media sosial menetapkan jadwal posting untuk konten tertulis dan visual perusahaan. Mereka juga dapat bekerja sama dengan content marketing specialist untuk mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk memposting konten di jaringan sosial tertentu.</p><p>(Catatan: Per KPI di atas, &#8220;impression&#8221; mengacu pada berapa kali postingan konten muncul di newsfeed dari pengguna.)</p><p><strong>Marketing automation coordinator</strong></p><p>KPI Utama: Rate email yang dibuka, campaign click-through rate, lead generation rate</p><p>Marketing automation coordinator membantu memilih dan mengelola perangkat lunak yang memungkinkan seluruh tim pemasaran memahami perilaku pelanggan dan mengukur pertumbuhan bisnis mereka. Karena banyak operasi pemasaran yang dijelaskan di atas dapat dijalankan secara terpisah satu sama lain, penting bagi seorang marketing automation coordinator untuk memahami pengelompokkan aktivitas digital ini ke dalam kampanye individu dan melacak setiap kinerja kampanye yang dilakukan.</p><h2>Inbound Marketing vs Digital Marketing</h2><p>Sekilas, keduanya terlihat sama: Keduanya merupakan aktivitas online, dan keduanya fokus pada pembuatan konten digital untuk dikonsumsi orang. Jadi apa bedanya?</p><p>Istilah &#8220;digital marketing&#8221; tidak membedakan antara taktik pemasaran push dan pull (atau apa yang sekarang bisa kita sebut sebagai metode ‘inbound&#8217; dan ‘outbound’). Keduanya masih berada di bawah ruang lingkup digital marketing.</p><p>Taktik digital outbound bertujuan untuk menempatkan pesan pemasaran secara langsung di depan sebanyak mungkin orang yang ada di dunia online, terlepas dari apakah itu relevan atau tidak. Misalnya, iklan banner mencolok yang Anda lihat di bagian atas kebanyakan situs web yang mencoba mendorong suatu produk atau promosi ke orang yang belum tentu siap menerimanya (sesuai target).</p><p>Di sisi lain, pemasar yang menggunakan taktik digital inbound menggunakan konten online untuk menarik target pelanggan mereka ke situs web dengan menyediakan aset yang bermanfaat bagi mereka. Salah satu aset pemasaran digital yang paling sederhana namun paling efektif adalah blog, yang memungkinkan situs web Anda untuk memanfaatkan istilah &#8211; istilah yang dicari oleh pelanggan ideal Anda.</p><p>Pada akhirnya, pemasaran inbound adalah metodologi yang menggunakan aset pemasaran digital untuk menarik, meng-engage, dan membuat pelanggan senang secara online. Digital marketing, di sisi lain, hanyalah sebuah istilah untuk menggambarkan taktik pemasaran online dalam berbagai bentuk, entah apakah itu inbound atau outbound.</p><h2>Apakah digital marketing dapat diterapkan untuk semua bisnis?</h2><p>Digital marketing dapat diterapkan untuk bisnis apa pun di industri apa pun. Terlepas dari apa yang dijual oleh perusahaan Anda, digital marketing melibatkan pembangunan “persona” pembeli untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda, dan menciptakan konten online yang bernilai. Namun, tidak berarti semua bisnis harus menerapkan strategi pemasaran digital dengan cara yang sama.</p><h3>Digital Marketing B2B</h3><p>Jika perusahaan Anda adalah business-to-business (B2B), upaya pemasaran digital Anda mungkin akan berpusat pada generate lead secara online, dengan tujuan untuk mendatangkan calon pembeli. Oleh karena itu, peran strategi pemasaran Anda adalah untuk menarik dan menkonversi lead menjadi pelanggan melalui tenaga penjual pada situs web dan saluran digital Anda.</p><p>Di luar situs web Anda, Anda mungkin dapat memilih untuk memfokuskan upaya Anda pada saluran yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn di mana demografi Anda menghabiskan waktu online mereka disana.</p><h3>Digital Marketing B2C</h3><p>Jika perusahaan Anda adalah business-to-consumer (B2C), bergantung pada titik harga produk Anda, kemungkinan tujuan dari upaya pemasaran digital Anda adalah untuk menarik orang ke situs web Anda dan membuat mereka menjadi pelanggan tanpa perlu berbicara dengan seorang tenaga penjualan.</p><p>Oleh karena itu, Anda mungkin cenderung tidak fokus pada &#8216;prospek&#8217; dalam pengertian tradisional, dan lebih fokus dalam membangun perjalanan pembeli yang dipercepat, dari saat seseorang tiba di situs web Anda, hingga saat mereka melakukan pembelian. Ini berarti Anda harus membuat strategi pemasaran yang berfokus pada call to action (CTA).</p><p>Untuk perusahaan B2C, saluran seperti Instagram dan Pinterest seringkali lebih berharga daripada platform yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn.</p><h2>Apa manfaat digital marketing?</h2><p>Tidak seperti kebanyakan upaya pemasaran offline, pemasaran digital memungkinkan pemasar melihat hasil yang akurat secara real time. Jika Anda pernah memasang iklan di surat kabar, Anda akan tahu betapa sulitnya memperkirakan berapa banyak orang yang benar &#8211; benar memperhatikan iklan Anda. Tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah iklan tersebut dapat berkontribusi terhadap penjualan atau tidak.</p><p>Di sisi lain, dengan pemasaran digital, Anda dapat mengukur ROI pada hampir semua aspek dari upaya pemasaran Anda.</p><p>Berikut ini merupakan beberapa contohnya:</p><h3>Traffic Situs Web</h3><p>Dengan pemasaran digital, Anda dapat melihat jumlah pasti orang &#8211; orang yang telah melihat beranda situs web Anda secara real time dengan menggunakan perangkat lunak analitik seperti <a href="https://analytics.google.com/">Google Analytics</a>.</p><p>Anda juga dapat melihat berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, perangkat apa yang mereka gunakan, dan dari mana mereka berasal, dan lain sebagainya.</p><p>Informasi ini akan membantu Anda memprioritaskan saluran pemasaran mana yang memberikan kontribusi lebih banyak dan lebih sedikit. Misalnya, jika hanya 10% lalu lintas Anda berasal dari penelusuran organik, Anda tahu bahwa Anda mungkin perlu meluangkan waktu untuk meningkatkan persentase tersebut.</p><p>Dengan pemasaran offline, sangat sulit untuk mengetahui bagaimana orang berinteraksi dengan merek Anda sebelum mereka berinteraksi dengan penjual atau melakukan pembelian. Dengan pemasaran digital, Anda dapat mengidentifikasi tren dan pola perilaku orang &#8211; orang sebelum mereka melakukan transaksi pembelian, ini berarti Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang cara menarik mereka ke situs web Anda melalui saluran pemasaran.</p><h3>Lead Generation</h3><p>Bayangkan Anda telah membuat brosur produk dan mempostingnya melalui kotak surat orang &#8211; brosur tersebut merupakan sebuah konten, meskipun offline. Masalahnya adalah Anda tidak tahu berapa banyak orang yang membuka brosur Anda atau berapa banyak orang yang melemparkan brosur tersebut langsung ke tempat sampah.</p><p>Sekarang bayangkan Anda memiliki brosur itu di situs web Anda. Anda dapat mengukur dengan tepat berapa banyak orang yang melihat halaman web Anda, dan Anda dapat mengumpulkan detail kontak mereka dengan mengisi form yang sudah Anda sediakan. Anda tidak hanya dapat mengukur berapa banyak orang yang terlibat dengan konten Anda, tetapi Anda juga bisa menghasilkan prospek yang memenuhi kriteria Anda.</p><h3>Attribution Modeling</h3><p>Strategi pemasaran digital yang efektif yang dikombinasikan dengan alat dan teknologi yang tepat memungkinkan Anda untuk melacak semua penjualan Anda, bahkan hingga ke pembelian yang dilakukan oleh pelanggan pertama Anda.</p><p>Kami menyebut ini sebagai attribution modeling, dan ini memungkinkan Anda mengidentifikasi tren dengan cara meneliti orang yang membeli produk Anda, membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat tentang bagian mana dari strategi pemasaran Anda yang layak mendapatkan perhatian lebih, dan bagian mana dari siklus penjualan Anda yang perlu diperbaiki .</p><p>Menghubungkan titik &#8211; titik antara pemasaran dan penjualan sangat penting &#8211; menurut Aberdeen Group, perusahaan dengan penjualan yang kuat dan harmonisasi pemasaran meraih tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 20%, dibandingkan dengan penurunan 4% dalam pendapatan untuk perusahaan dengan harmonisasi pemasaran yang buruk. Jika Anda dapat meningkatkan kecepatan dalam transaksi pembelian dengan pelanggan Anda dengan menggunakan teknologi digital, maka hal itu cenderung akan menimbulkan efek yang positif pada bottom line bisnis Anda.</p><h2>Jenis konten digital apa yang harus saya buat?</h2><p>Jenis konten yang Anda buat tergantung pada kebutuhan audiens Anda pada tahap yang berbeda dalam proses pembelian. Anda harus mulai dengan membuat personas pembeli untuk mengidentifikasi apa tujuan dan tantangan audiens Anda dalam kaitannya dengan bisnis Anda. Pada tingkat dasar, konten online Anda harus bertujuan untuk membantu mereka mencapai sasaran ini, dan mengatasi tantangan mereka.</p><p>Kemudian, Anda harus memikirkan kapan kemungkinan besar mereka siap untuk mengkonsumsi konten tersebut. Kami menyebutnya sebagai pemetaan konten.</p><p>Tujuan menggunakan pemetaan konten adalah untuk mendapatkan informasi:</p><ul><li>Ciri – ciri atau karakteristik orang yang akan mengkonsumsinya (di situlah personas pembeli dapat terlihat).</li><li>Seberapa dekat orang itu untuk melakukan pembelian.</li></ul><p>Dalam format konten, ada banyak hal yang dapat untuk dicoba. Berikut adalah beberapa opsi yang kami sarankan untuk digunakan pada setiap tahap proses pembelian:</p><h3>Awareness stage atau tahap kesadaran</h3><ul><li><strong>Postingan blog.</strong> Bagus untuk meningkatkan traffic organik Anda ketika dipasangkan dengan strategi SEO dan kata kunci yang kuat.</li><li><strong>Infografis.</strong> Sangat mudah dibagikan, artinya mereka meningkatkan peluang Anda ditemukan melalui media sosial ketika orang lain berbagi konten Anda.</li><li><strong>Video pendek.</strong> Sekali lagi, ini sangat mudah dibagikan dan dapat membantu merek Anda ditemukan oleh audiens baru dengan menghostingnya di platform seperti YouTube.</li></ul><h3>Tahap Pertimbangan</h3><ul><li><strong>Ebooks.</strong> Sangat bagus untuk menghasilkan prospek karena umumnya lebih komprehensif daripada postingan blog atau infografis, yang berarti seseorang lebih mungkin bertukar informasi kontak mereka.</li><li><strong>Laporan penelitian.</strong> Sekali lagi, ini adalah bagian dari konten bernilai tinggi yang sangat bagus untuk menghasilkan prospek. Laporan penelitian dan data baru untuk industri Anda juga dapat Anda gunakan pada tahap awareness, karena sering diambil oleh media atau pers industri.</li><li><strong>Webinar.</strong> Karena ini merupakan sebuah bentuk konten video yang lebih rinci dan interaktif, maka bisa dikatakan bahwa webinar adalah format konten yang efektif, sebab webinar menawarkan konten yang lebih komprehensif daripada postingan blog atau video pendek.</li></ul><h3>Tahap Keputusan</h3><ul><li><strong>Studi kasus.</strong> Memiliki studi kasus mendetail di situs web Anda dapat menjadi sebuah bentuk konten yang efektif bagi mereka yang siap untuk membuat keputusan pembelian, karena hal tersebut membantu Anda mempengaruhi keputusan mereka secara positif.</li><li><strong>Testimonial.</strong> Jika studi kasus tidak cocok untuk bisnis Anda, maka memiliki testimonial singkat di situs web Anda dapat menjadi alternatif yang baik. Untuk yang bermain di area B2C, testimonial merupakan hal yang sangat penting. Jika Anda merupakan bisnis yang bergerak di brand fashion, maka Anda bisa menaruh foto ketika orang lain menggunakan baju atau gaun tersebut, buat tagar yang menarik agar kampanye Anda bisa lebih exist di media sosial.</li></ul><h2>Berapa lama waktu yang diperlukan untuk melihat hasil dari konten saya?</h2><p>Dengan pemasaran digital, sering kali Anda merasa dapat melihat hasil lebih cepat daripada pemasaran offline karena lebih mudah mengukur ROI dari kampanye yang Anda lakukan. Namun, seberapa cepat hasil tersebut dapat terlihat bergantung pada skala dan efektivitas strategi pemasaran digital Anda.</p><p>Jika Anda menghabiskan waktu membangun persona pembeli yang komprehensif untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens Anda, dan Anda fokus untuk menciptakan konten online berkualitas untuk menarik dan mengkonversikannya, maka Anda kemungkinan akan melihat hasil yang positif pada enam bulan pertama sejak Anda melakukan kampanye pemasaran.</p><p>Jika iklan berbayar merupakan bagian dari strategi digital Anda, maka hasilnya akan lebih cepat &#8211; tetapi saya menyarankan untuk fokus membangun traffic organik Anda menggunakan konten, SEO, dan media sosial untuk kesuksesan jangka panjang dan berkelanjutan.</p><h2>Apakah saya perlu menyediakan anggaran yang besar untuk digital marketing?</h2><p>Jika Anda berfokus pada teknik inbound seperti SEO, media sosial, dan pembuatan konten untuk situs web yang sudah ada sebelumnya, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu memiliki banyak anggaran. Dengan pemasaran inbound, fokus utamanya adalah menciptakan konten berkualitas tinggi yang ingin dikonsumsi oleh audiens Anda, satu &#8211; satunya investasi yang Anda butuhkan adalah waktu Anda.</p><p>Dengan teknik outbound seperti iklan online dan pembelian daftar email, tentu pasti ada biaya. Namun seberapa besar biayanya bergantung pada jenis visibilitas yang ingin Anda dapatkan sebagai hasil dari memasang iklan.</p><p>Misalnya, untuk menerapkan PPC menggunakan Google AdWords, Anda akan bersaing dengan perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama dengan Anda agar bisa muncul pada bagian atas hasil pencarian Google untuk kata kunci yang terkait dengan bisnis Anda. Besaran biaya tersebut bergantung pada daya saing kata kunci, kata kunci ini dapat cukup terjangkau, atau sangat mahal, itulah mengapa ide saya menyarankan untuk fokus membangun traffic organik Anda juga.</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>