<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>apa itu aspirasi karir &#8211; Kerjayuk.com</title><atom:link href="/tag/apa-itu-aspirasi-karir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://kerjayuk.com</link><description>Situs tentang karir, bisnis, pemasaran, branding, kepemimpinan dan inspirasi.</description><lastBuildDate>Sat, 27 Nov 2021 17:12:29 +0000</lastBuildDate><language>en-US</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator><image><url>/wp-content/uploads/2020/05/Ky.jpg</url><title>apa itu aspirasi karir &#8211; Kerjayuk.com</title><link>https://kerjayuk.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Apa itu aspirasi?</title><link>/karir/apa-itu-aspirasi/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Sun, 28 Nov 2021 18:00:12 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[apa itu aspirasi]]></category><category><![CDATA[apa itu aspirasi karir]]></category><category><![CDATA[arti aspirasi]]></category><category><![CDATA[arti aspirasi karir]]></category><category><![CDATA[arti hasil aspirasi]]></category><category><![CDATA[aspirasi adalah]]></category><category><![CDATA[aspirasi karir adalah]]></category><category><![CDATA[aspirasinya adalah]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[pengertian aspirasi]]></category><category><![CDATA[pengertian aspirasi adalah]]></category><category><![CDATA[pengertian aspirasi karir]]></category><category><![CDATA[pengertian aspirasi menurut para ahli]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=4237</guid><description><![CDATA[Apa itu aspirasi? Aspirasi adalah mimpi, harapan, atau ambisi untuk mencapai tujuan hidup. Mereka dapat dianggap sebagai tujuan hidup menyeluruh yang dapat membantu memberikan rasa tujuan dan arah. Sementara istilah ini sering digunakan secara sinonim dengan tujuan, ada beberapa perbedaan penting. Tujuan cenderung didukung oleh tindakan dan sering berpusat pada jangka pendek atau masa depan &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<h3>Apa itu aspirasi?</h3><p>Aspirasi adalah mimpi, harapan, atau ambisi untuk mencapai tujuan hidup. Mereka dapat dianggap sebagai tujuan hidup menyeluruh yang dapat membantu memberikan rasa tujuan dan arah.</p><p>Sementara istilah ini sering digunakan secara sinonim dengan tujuan, ada beberapa perbedaan penting. Tujuan cenderung didukung oleh tindakan dan sering berpusat pada jangka pendek atau masa depan dalam jangka waktu dekat. Aspirasi cenderung jauh lebih fokus pada masa depan dan seringkali lebih umum.</p><p>Artikel ini membahas berbagai jenis aspirasi, dampaknya terhadap hidup Anda, dan bagaimana menghasilkan aspirasi yang akan membantu Anda merasa termotivasi untuk menjalani hidup Anda sepenuhnya.</p><h3>Tanda Anda punya aspirasi yang tinggi</h3><p>Aspirasi yang Anda miliki dapat bervariasi dalam hal apa mereka dan seberapa tinggi mereka. Beberapa orang memiliki cita-cita sederhana yang terfokus pada tujuan yang relatif mudah dicapai. Orang lain memiliki cita-cita tinggi yang mungkin berfokus pada pencapaian hal-hal yang seringkali hanya diimpikan oleh banyak orang.</p><p>Beberapa tanda bahwa Anda memiliki aspirasi yang tinggi untuk hidup antara lain:</p><ul><li>Melamun tentang tujuan yang tinggi</li><li>Selalu berpikir tentang langkah selanjutnya untuk mencapai impian Anda</li><li>Memikirkan gambaran besarnya</li><li>Menilai kelemahan Anda untuk menjadi lebih kuat</li><li>Bekerja keras untuk menjadi yang terbaik yang Anda bisa</li><li>Digambarkan sebagai ambisius atau bahkan terlalu berprestasi</li></ul><p>Tingkat aspirasi Anda mungkin terkait dengan rasa harga diri Anda. Memiliki tujuan yang tinggi dapat memotivasi dan dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki keyakinan yang kuat pada kemampuan Anda untuk mencapai ambisi tersebut. Tujuan yang rendah, di sisi lain, juga dapat menyebabkan pencapaian yang rendah dan mungkin menunjukkan kurangnya kepercayaan diri.</p><h3>Jenis aspirasi</h3><p>Para peneliti menyarankan bahwa ada dua jenis utama aspirasi:</p><ul><li>Aspirasi intrinsik adalah aspirasi yang membantu memenuhi kebutuhan psikologis. Tujuan-tujuan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan individu.</li><li>Aspirasi ekstrinsik adalah aspirasi yang berfokus pada pencapaian hasil instrumental seperti menjadi kaya atau terkenal. Tujuan-tujuan ini terkadang dapat merusak kesejahteraan dan menghabiskan sumber daya yang terkadang lebih baik diarahkan pada aspirasi intrinsik.</li></ul><p>Aspirasi intrinsik dan ekstrinsik sering berpusat pada beberapa tema umum. Beberapa jenis aspirasi yang mungkin Anda miliki diuraikan di bawah ini.</p><h3>Aspirasi ekstrinsik</h3><p>Aspirasi ekstrinsik sering berfokus pada pencapaian hal-hal seperti terlihat menarik secara fisik, menjadi kaya, atau menjadi populer.</p><p><strong>Aspirasi keuangan:</strong> Aspirasi yang berkaitan dengan uang juga umum, seringkali berpusat pada pencapaian tujuan keuangan tertentu (seperti kemandirian finansial) atau menghasilkan sejumlah uang tertentu.</p><p><strong>Tujuan popularitas:</strong> Dijunjung tinggi oleh orang lain adalah tujuan ekstrinsik yang umum. Ini mungkin berpusat pada menjadi terkenal dalam skala besar, tetapi juga dapat berfokus pada menjadi populer di kelompok sosial yang lebih sempit.</p><p>Aspirasi keuangan adalah hal yang umum, tetapi juga sering dikaitkan dengan hasil negatif. Penelitian menunjukkan orang-orang yang mendasarkan harga diri mereka pada kesuksesan finansial lebih rentan terhadap stres, kecemasan, dan penurunan otonomi</p><h3>Aspirasi intrinsik</h3><p>Aspirasi intrinsik sering berpusat pada hal-hal seperti membentuk hubungan yang bermakna dengan orang lain (afiliasi), berkontribusi pada komunitas Anda dan dunia (generativity), memiliki kesejahteraan fisik dan mental yang baik (kesehatan), dan berkembang sebagai individu (pertumbuhan pribadi).</p><h4>Contoh aspirasi intrinsik meliputi:</h4><p><strong>Aspirasi sosial:</strong> Aspirasi sosial dapat berpusat pada melakukan hal-hal seperti berteman, membangun hubungan, menjadi sukarelawan untuk suatu tujuan, atau melakukan sesuatu untuk berkontribusi pada komunitas Anda.</p><p><strong>Aspirasi keluarga:</strong> Aspirasi yang berfokus pada keluarga mungkin melibatkan melakukan hal-hal seperti memulai hubungan, menikah, dan memiliki anak.</p><p><strong>Aspirasi keterampilan:</strong> Terkadang aspirasi berpusat pada menjadi terampil atau berbakat dalam sesuatu yang Anda minati. Misalnya, Anda mungkin bercita-cita menjadi musisi atau artis berbakat.</p><p>Aspirasi karir seringkali memiliki elemen ekstrinsik dan intrinsik. “Apa cita-cita karir Anda?” adalah pertanyaan umum yang mungkin Anda tanyakan selama wawancara kerja. Aspirasi ini berpusat pada hal-hal seperti memperoleh keterampilan, pengalaman, atau pencapaian yang terkait dengan karier.</p><p>Terkadang tujuan ini difokuskan pada faktor ekstrinsik seperti citra atau kekayaan, tetapi mereka juga dapat dikaitkan dengan pertumbuhan pribadi, kesadaran diri, dan kontribusi komunitas.</p><h3>Bagaimana mengembangkan aspirasi</h3><p>Terkadang orang memiliki aspirasi yang luas dan menyeluruh untuk hidup mereka. Yang lain memiliki visi yang sangat spesifik untuk apa yang mereka inginkan. Tetapi juga tidak jarang orang tidak begitu yakin apa aspirasi mereka.</p><p>Jika Anda mencoba mengembangkan aspirasi hidup yang dapat menjadi sumber inspirasi, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan visi hidup Anda ini akan memiliki pengaruh positif.</p><h3>Beberapa hal yang dapat Anda lakukan antara lain:</h3><p><strong>Ajukan pertanyaan kepada diri sendiri:</strong> Apa saja hal-hal yang ingin Anda capai atau alami suatu hari nanti? Apa saja kegiatan yang Anda kejar yang menurut Anda paling membuat Anda bersemangat atau bergairah? Memikirkan impian atau hasrat Anda dapat memberi petunjuk tentang hal-hal yang mungkin Anda cita-citakan.</p><p><strong>Beri diri Anda waktu:</strong> Penting untuk diingat bahwa meskipun aspirasi dapat memotivasi dan menginspirasi, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mencari tahu semuanya sekarang. Sebaliknya, beri diri Anda kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Cobalah hal-hal baru, kumpulkan informasi tentang diri Anda, dan kemudian pikirkan tentang bagaimana apa yang telah Anda pelajari dapat berkontribusi pada aspirasi Anda.</p><p><strong>Jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain:</strong> Aspirasi tidak perlu menjadi besar atau tinggi untuk menjadi penting. Orang lain mungkin memiliki aspirasi yang sangat tinggi, tetapi itu tidak berarti bahwa tujuan tersebut tepat untuk Anda atau hidup Anda. Sebaliknya, Anda harus fokus untuk menemukan aspirasi yang akan membantu Anda merasa terpenuhi dan puas dalam hidup Anda.</p><p>Temukan tujuan Anda. Mencari tahu apa yang memberi makna dan tujuan hidup Anda juga dapat membantu Anda mengembangkan aspirasi.</p><p><strong>Bicaralah dengan seorang profesional:</strong> Terkadang kurangnya aspirasi mungkin terkait dengan kondisi kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi. Jika Anda berjuang untuk merasa termotivasi atau kehilangan minat pada hal-hal yang dulu Anda sukai, penting untuk berbicara dengan dokter atau profesional kesehatan mental. Perawatan yang efektif, termasuk pengobatan dan psikoterapi, dapat membantu meringankan gejala tersebut.</p><h3>Dampak aspirasi</h3><p>Tujuan pribadi jangka panjang ini dapat membantu Anda membuat pilihan hidup dan terlibat dalam perilaku tertentu yang dapat menempatkan Anda di jalan menuju pencapaian aspirasi hidup tersebut.</p><p>Aspirasi juga dapat membantu memberikan tujuan dan makna hidup. Mereka dapat memberi Anda sesuatu untuk diharapkan dan dituju. Bahkan jika aspirasi ini terkadang lebih mirip dengan lamunan, mereka menawarkan pandangan sekilas tentang jenis kehidupan yang mungkin Anda harapkan di masa depan.</p><p>Memiliki visi untuk masa depan juga dapat membantu Anda merasa lebih termotivasi dan terinspirasi. Ketika Anda memiliki gambaran tentang apa yang Anda inginkan dalam pikiran Anda, itu dapat membantu Anda tetap fokus pada hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk akhirnya mewujudkan mimpi itu.</p><p>Memiliki aspirasi juga dapat membantu Anda tetap pada tugas dan berorientasi pada tujuan Anda. Alih-alih menghabiskan waktu untuk tindakan sia-sia yang tidak membantu Anda maju, bekerja menuju tujuan Anda, betapapun lambatnya, akan membantu menjaga kemajuan Anda tetap pada jalurnya.</p><h3>Tips untuk mencapai aspirasi Anda</h3><p>Jika Anda sedang mencari cara untuk mencapai aspirasi Anda, berikut adalah beberapa tips yang perlu diingat:</p><p>Bekerja untuk membangun kesadaran diri. Kembangkan pemahaman yang lebih kuat tentang hal-hal yang secara intrinsik bermanfaat. Ketika Anda bekerja menuju tujuan yang memenuhi kebutuhan Anda, itu dapat membantu Anda menghindari mengejar hal-hal yang pada akhirnya tidak melayani kesejahteraan psikologis Anda.</p><p>Tetap terbuka untuk berubah. Tidak semua cita-cita terwujud. Terkadang situasi berubah atau Anda menyadari bahwa impian yang pernah Anda miliki bukanlah sesuatu yang ingin Anda kejar lagi. Menjadi fleksibel dan terbuka untuk berpindah dapat membantu Anda terus bekerja menuju tujuan baru.</p><p>Lakukan apa yang kamu sukai. Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang mengejar tujuan yang secara intrinsik memiliki motivasi diri untuk mengejar, mereka memiliki waktu yang lebih mudah untuk bertahan ketika keadaan menjadi sulit.</p><h3>Potensi jebakan</h3><p>Penting untuk menyadari bahwa aspirasi tidak selalu membantu. Beberapa contoh ketika mereka mungkin tidak membantu atau bahkan merusak meliputi:</p><ul><li>Bercita-cita untuk sesuatu karena dianggap ideal oleh masyarakat atau budaya terlepas dari apakah hal itu benar-benar membawa Anda kebahagiaan atau tidak</li><li>Bercita-cita untuk hal-hal yang tidak realistis atau di luar bidang kemungkinan</li><li>Bercita-cita untuk hal-hal yang menciptakan konflik dalam kehidupan sehari-hari Anda atau merusak hubungan Anda dengan orang lain</li></ul><p>Mereka juga dapat menyebabkan perasaan kecewa dan sedih ketika orang gagal mencapai aspirasi mereka. Anda dapat melindungi diri sendiri dengan mencoba mempertahankan pandangan optimis dan mengembangkan rasa ketahanan yang kuat.</p><p>Ketika mimpi atau tujuan tidak berjalan dengan baik, mampu bangkit dan terus berjalan dengan sikap positif dapat membantu Anda menemukan cara baru untuk mencapai tujuan Anda atau menemukan sesuatu yang baru untuk dicita-citakan.</p>]]></content:encoded></item><item><title>Cara menjawab pertanyaan “Apa aspirasi karir Anda?” saat interview kerja</title><link>/karir/cara-menjawab-pertanyaan-apa-aspirasi-karir-anda-saat-interview-kerja/</link><dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator><pubDate>Thu, 23 Sep 2021 12:00:33 +0000</pubDate><category><![CDATA[Karir]]></category><category><![CDATA[apa aspirasi karir anda]]></category><category><![CDATA[apa itu aspirasi karir]]></category><category><![CDATA[arti aspirasi karir]]></category><category><![CDATA[aspirasi karir 5 tahun ke depan]]></category><category><![CDATA[aspirasi karir 5 tahun mendatang]]></category><category><![CDATA[aspirasi karir anda 5 tahun kedepan]]></category><category><![CDATA[aspirasi karir contoh]]></category><category><![CDATA[aspirasi karir di perusahaan]]></category><category><![CDATA[aspirasi karir jangka pendek]]></category><category><![CDATA[aspirasi karir pribadi]]></category><category><![CDATA[contoh aspirasi karir]]></category><category><![CDATA[contoh aspirasi karir adalah]]></category><category><![CDATA[contoh aspirasi karir jangka panjang]]></category><category><![CDATA[contoh aspirasi karyawan untuk perusahaan]]></category><category><![CDATA[jawaban karir yang diinginkan]]></category><category><![CDATA[karir]]></category><category><![CDATA[macam macam aspirasi karir]]></category><category><![CDATA[pengertian aspirasi karir]]></category><category><![CDATA[tujuan karir anda]]></category><guid isPermaLink="false">/?p=3720</guid><description><![CDATA[Saat Anda dalam interview kerja, pertanyaan seperti &#8220;Apa aspirasi karir Anda?&#8221; bisa membuat Anda lengah. Anda mungkin bersiap untuk menjawab pertanyaan interview umum tentang pengalaman masa lalu Anda dan apakah Anda memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Anda bahkan mungkin siap menjawab pertanyaan tentang kehidupan Anda di luar pekerjaan seperti “Apa hobi Anda?” Tapi &#8230;]]></description><content:encoded><![CDATA[<p>Saat Anda dalam interview kerja, pertanyaan seperti &#8220;Apa aspirasi karir Anda?&#8221; bisa membuat Anda lengah. Anda mungkin bersiap untuk menjawab pertanyaan interview umum tentang pengalaman masa lalu Anda dan apakah Anda memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Anda bahkan mungkin siap menjawab pertanyaan tentang kehidupan Anda di luar pekerjaan seperti “Apa hobi Anda?” Tapi &#8220;Apa aspirasi karir Anda?&#8221; merupakan pertanyaan yang digunakan pewawancara untuk mengetahui apa hal yang benar-benar penting bagi Anda secara profesional, dan Anda mungkin bertanya-tanya seperti apa jawaban yang harus Anda berikan dan seberapa jujur ​​Anda harus menjawabnya.</p><h3>Apa aspirasi karir Itu?</h3><p>Tujuan karir dan aspirasi karir merupakan hal yang sedikit berbeda: “Aspirasi untuk saya adalah mimpi yang lebih tinggi dan besar. Sementara tujuan karir lebih kepada sesuatu yang terukur dan tepat sasaran,” kata pelatih karir Muse Tara Goodfellow, founder Athena Consultants. Selain itu, tujuan karir cenderung mengacu pada garis waktu yang lebih pendek, kata pelatih karir Muse Jennifer Smith, founder Flourish Careers dan mantan HRD, sementara aspirasi karir umumnya berarti Anda memiliki pandangan lebih jauh ke depan atau lebih dari beberapa tahun. Misalnya, aspirasi karir adalah berhasil meraih posisi komunikasi senior di perusahaan yang digerakkan oleh misi yang Anda sukai, sementara tujuan karier untuk orang yang sama adalah menguasai penulisan siaran pers.</p><h3>Mengapa pewawancara bertanya “Apa aspirasi karir Anda?”</h3><p>Ketika pewawancara bertanya tentang aspirasi Anda, mereka mencoba mempelajari keinginan karir jangka panjang Anda. Pewawancara ingin melihat seberapa cocok jawaban Anda dengan kebutuhan, posisi, dan perusahaan mereka. Mereka “ingin tahu apakah Anda bisa untuk tetap setia dan tumbuh bersama organisasi mereka atau tidak,” kata Smith. “Menggunakan proses interview untuk mengetahui apakah seseorang memiliki rencana untuk bertahan adalah penting untuk keuntungan perusahaan.”</p><p>Misalnya, jika Anda memiliki aspirasi karir untuk menjadi penasihat keuangan independen yang memberikan perhatian tingkat tinggi kepada beberapa klien individu besar, tetapi Anda sedang mewawancarai pekerjaan di mana Anda mungkin akan menjadi bagian dari tim yang memberi nasihat pada usaha kecil, pewawancara mungkin akan berpikir Anda tidak mungkin bertahan lama di perusahaan mereka. Mereka juga akan berpikir dua kali jika Anda mengatakan bahwa Anda berharap untuk dapat memimpin penjualan untuk startup teknologi kesehatan, tetapi Anda sedang melakukan wawancara untuk posisi manajemen akun di perusahaan game dan hiburan besar.</p><p>Bukan berarti bahwa perusahaan mengharapkan Anda untuk menghabiskan seluruh karir Anda bersama mereka. “Hari-hari dimana bertahan pada satu perusahaan selama 35 tahun sudah berakhir,” kata Smith. Jadi pewawancara tidak mengharapkan agar Anda berjanji bahwa Anda tidak akan pernah pergi. Sebaliknya, &#8220;Mereka ingin tahu apakah Anda berencana untuk bertahan dalam jangka waktu yang wajar.&#8221;</p><p>Tapi jangan berbohong kepada pewawancara hanya karena Anda berpikir itu yang ingin didengar pewawancara. Ini bukan hanya tentang operasional saja. Pertanyaan ini juga merupakan kesempatan untuk mengenal Anda lebih baik. &#8220;Saya tidak pernah memberikan pertanyaan ini untuk menjebak orang yang diwawancarai, namun saya memberikan pertanyaan ini karena saya benar-benar tertarik,&#8221; kata Goodfellow. Smith menawarkan alasan lain mengapa seorang pewawancara mungkin bertanya: &#8220;Manajer HRD ingin setiap kandidat berusaha keras untuk menjadi hebat dalam pekerjaan mereka.&#8221; Dan jawaban Anda untuk pertanyaan ini juga dapat menunjukkan kepada pewawancara bahwa Anda termotivasi dan memiliki visi untuk masa depan Anda sendiri, kata Smith, yang keduanya merupakan sifat yang diinginkan dalam diri seorang kandidat.</p><p>Ingatlah bahwa juga ini semua dilakukan demi kepentingan terbaik Anda, karena jika suatu posisi sejalan dengan aspirasi Anda, maka hal ini akan membantu Anda mencapai tujuan dan meningkatkan kepuasan kerja Anda.</p><h3>Bagaimana berbicara tentang aspirasi karir Anda dalam interview</h3><p>Berikut adalah beberapa langkah yang harus diikuti saat Anda bersiap untuk menjawab “Apa aspirasi karir Anda?”:</p><h4>Perjelas apa aspirasi Anda</h4><p>Memang semuanya tampak jelas, tetapi sebelum Anda dapat menjawab pertanyaan tentang aspirasi karir Anda, Anda harus mencari tahu aspirasi Anda sendiri. Ini melibatkan pemikiran tentang apa yang Anda sukai dan karir seperti apa yang akan membuat Anda bersemangat untuk pergi bekerja setiap hari. Tidak seperti tujuan karir, aspirasi tidak perlu terlalu spesifik.</p><p>Tanyakan pada diri Anda beberapa pertanyaan, seperti:</p><ul><li>Jenis pekerjaan apa yang memupuk energi Anda (vs menguras energi Anda)?</li><li>Tugas apa yang Anda lakukan ketika Anda mengerjakannya hingga lupa waktu?</li><li>Bagaimana Anda berkontribusi pada proyek, tim, atau tempat kerja?</li><li>Siapa/orang macam apa yang Anda suka bantu?</li><li>Perusahaan seperti apa yang paling membuat Anda bersemangat untuk bekerja?</li><li>Apakah ada rekan kerja yang lebih senior yang pekerjaannya benar-benar menarik bagi Anda?</li><li>Apakah Anda lebih suka bekerja sendiri atau berkolaborasi dengan tim setiap hari? Atau campuran?</li><li>Apakah Anda lebih suka tetap pada rutinitas di hari kerja Anda atau sering mengubah tugas sehari-hari Anda?</li><li>Apakah ada bagian dari pekerjaan Anda saat ini atau masa lalu yang benar-benar tidak Anda sukai atau takuti?</li><li>Apakah mengelola dan/atau melatih orang menarik bagi Anda?</li><li>Apa yang akan membuat karir dan kehidupan profesional Anda memuaskan bagi Anda? Mendapat gaji tinggi? Menemukan keseimbangan kehidupan kerja yang baik? Mentoring orang lain? Belajar hal baru? Melakukan sesuatu yang baru yang belum pernah dilakukan orang lain? Menjadi terkenal di bidang Anda? Melakukan pekerjaan yang dapat membantu orang lain?</li></ul><p>Setelah Anda menetapkan apa yang memberi Anda energi, menggairahkan, dan memenuhi Anda (dan apa yang tidak), pertimbangkan aspek mana yang paling penting bagi Anda dan pikirkan tentang karir, industri, perusahaan, dan posisi apa yang memiliki kombinasi terbaik dari apa yang Anda inginkan.</p><p>Misalnya, jika Anda benar-benar berkembang saat bekerja dengan orang lain, Anda mungkin dapat mempertimbangkan karir di mana Anda dapat selalu atau sering berinteraksi dengan klien atau berkolaborasi dalam tim—mungkin peran dalam manajemen, layanan pelanggan, atau pengembangan software. Jika menjadi kreatif membuat Anda bersemangat, mungkin Anda ingin membidik peran di mana Anda memikirkan produk baru atau strategi pemasaran. Jika Anda ingin setiap hari terasa sedikit berbeda, mungkin bekerja di perusahaan startup adalah pilihan yang lebih baik bagi Anda daripada perusahaan besar dan mapan di mana orang jarang keluar dari deskripsi pekerjaan mereka. Jika hasrat Anda adalah memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke perawatan kesehatan, Anda mungkin mengincar pekerjaan di industri seperti kesehatan masyarakat. Jika Anda peduli dengan karir Anda, tetapi yang benar-benar penting untuk Anda adalah memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama orang yang Anda cintai, pekerjaan yang menuntut jam kerja yang panjang—seperti perbankan investasi atau memulai bisnis Anda sendiri—mungkin tidak cocok untuk Anda.</p><h4>Hubungkan aspirasi Anda dengan perusahaan dan jabatan</h4><p>Setelah Anda tahu apa yang Anda tuju dalam karir Anda, Anda dapat mencari pekerjaan dan perusahaan yang cocok. Atau Anda dapat membuat koneksi ini sebelum interview berikutnya. Dalam kedua kasus tersebut, Anda harus mencari informasi tentang posisi dan perusahaan.</p><p>Untuk posisi, sumber daya terbaik biasanya adalah deskripsi pekerjaan, kecuali jika Anda kebetulan mengenal seseorang di perusahaan yang memiliki pengetahuan lebih. Jika Anda sudah mengikuti interview putaran pertama, Anda dapat memperhitungkan apa yang sudah Anda pelajari selama percakapan itu. Saat meneliti perusahaan, lihat situs web mereka, media sosial, dan berita terbaru tentang mereka.</p><p>Saat Anda menyisir semua ini, lihat bagaimana perusahaan dan posisi sejalan dengan aspirasi karir Anda baik secara langsung atau sebagai batu loncatan untuk masa depan. Misalnya, mungkin Anda bersemangat untuk menemukan cara inovatif untuk meningkatkan literasi dan stabilitas keuangan bagi populasi yang terpinggirkan dan Anda sedang mewawancarai perusahaan fintech yang misinya adalah memanfaatkan teknologi untuk membantu orang mengelola keuangan mereka. Atau mungkin Anda akhirnya ingin menjadi pemimpin produk dan ini adalah posisi di mana Anda akan mengkoordinasikan tim kecil pembuat kode sebagai bagian dari tim produk dan teknik yang lebih besar, sehingga ini akan membantu Anda mendapatkan pengalaman kepemimpinan.</p><h4>Kumpulkan jawaban Anda</h4><p>Saat Anda menyusun jawaban Anda, pastikan Anda mengetahui apa aspirasi Anda, mengapa itu aspirasi Anda, dan bagaimana pekerjaan ini berhubungan dengannya. Ketika Anda berbicara tentang alasannya, jangan takut untuk menjadikannya personal, kata Goodfellow. Ini dapat membantu motivasi Anda bersinar. Misalnya, “Ayah saya adalah seorang ahli bedah dan ibu saya [adalah] seorang perawat, dan hal tersebut benar-benar telah membentuk hasrat dan dorongan saya untuk mengejar peran dalam administrasi perawatan kesehatan,” kata Goodfellow.</p><p>Ambil langkah lebih jauh dari sekadar mengatakan apa yang ingin Anda lakukan di masa depan dan bicarakan tentang bagaimana Anda mulai bekerja untuk mewujudkan ambisi Anda. Ini akan memungkinkan Anda untuk menyoroti bagaimana keterampilan dan pengalaman yang telah Anda peroleh akan membantu mereka dan perusahaan mereka. “Tunjukkan nilai yang Anda bawa ke organisasi,” kata Smith. “Bangun tanggapan Anda sedemikian rupa sehingga pewawancara dapat merasakan kegembiraan dan energi Anda untuk posisi tersebut, dan dengan cara yang dapat memvisualisasikan Anda mencapai aspirasi Anda dengan perusahaan mereka.”</p><p>Saat Anda merencanakan jawaban Anda, jujurlah dan “sangat ambisius,” kata Smith. Misalnya, seorang kandidat tingkat pemula pernah mengatakan kepadanya bahwa mereka ingin menjadi CEO dalam tiga hingga lima tahun, yang bukan merupakan waktu yang sangat memungkinkan. Jawaban yang lebih realistis adalah mengatakan bahwa mereka ingin mendapatkan pengalaman kepemimpinan selama beberapa tahun ke depan sehingga pada akhirnya mereka dapat menjadi CEO di pucuk pimpinan perusahaan teknologi yang produknya membuat hidup orang lebih mudah.</p><h4>Hindari jebakan umum</h4><p>Saat Anda menjawab atau berencana untuk menjawab “Apa aspirasi karir Anda?” ada beberapa kesalahan yang harus Anda hindari:</p><ul><li><strong>Dengan mengatakan &#8220;Saya tidak tahu&#8221;:</strong> Jika Anda berada di awal karir Anda, Anda mungkin belum tahu apa yang Anda inginkan. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya jujur ​​sambil tetap menunjukkan bahwa Anda telah memikirkan masa depan Anda. Misalnya, Goodfellow berkata, “Cukup fair untuk mengatakan, &#8216;Sejujurnya, saya baru saja lulus X dengan gelar Y. Pada tahap awal karir saya ini, fokus saya lebih bersifat jangka pendek. Saya benar-benar ingin posisi sebagai Z, dan melakukan pekerjaan tersebut dengan baik dan belajar lebih banyak dari rekan kerja dan atasan saya.&#8217;”</li><li><strong>Berbicara tentang aspirasi yang tidak terkait dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan:</strong> Jangan bicara tentang apa ambisi Anda di luar pekerjaan dalam jawaban ini. Pewawancara mencari aspirasi karir, bukan tujuan hidup. Jadi pencarian Anda untuk berlari maraton di setiap negara bagian, meskipun mengagumkan, mungkin tidak relevan. Dan hindari berfokus pada aspirasi yang membuatnya tampak seperti Anda hanya tertarik pada pekerjaan untuk sesuatu yang tidak ada pada pekerjaan (yang Anda lamar) itu, kata Smith. Misalnya, Anda tidak boleh mengatakan bahwa cita-cita Anda adalah untuk mendapatkan gaji tinggi, tinggal di lokasi sekitar kantor, atau memiliki banyak fleksibilitas untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau melakukan kegiatan lain. Ini mungkin menjadi bagian dari aspirasi karir Anda, tetapi mereka tidak dapat membantu manajer HRD untuk yakin mengapa Anda orang yang harus mereka pilih dan mungkin juga bisa membuat mereka berpikir bahwa Anda tidak tertarik untuk pekerjaan, Anda hanya melamar posisi tersebut berdasarkan keuntungan atau manfaat yang ditawarkan perusahaan saja.</li><li><strong>Menyiratkan bahwa Anda akan segera meninggalkan peran tersebut:</strong> “Sebagai perekrut, tujuan saya adalah menemukan seseorang yang ingin benar-benar berkontribusi pada misi perusahaan, bukan menggunakan perusahaan untuk mempelajari sesuatu” dan kemudian pergi, kata Smith. Jadi jangan katakan bahwa Anda ingin memulai perusahaan Anda sendiri dalam satu setengah tahun (hal ini yang telah terjadi pada Smith!) Atau menyiratkan bahwa aspirasi Anda akan membuat Anda keluar dari perusahaan sebelum Anda bisa settle di perusahaan tersebut dan memberikan kontribusi. Tetapi Anda dapat dan harus tetap menemukan cara untuk jujur. Misalnya, alih-alih mengatakan Anda ingin berganti pekerjaan setiap dua hingga tiga tahun untuk membangun keahlian Anda, Goodfellow menyarankan untuk menggunakan apa yang Anda ketahui saat ini tentang perusahaan dan posisi yang Anda lamar dan mengatakan sesuatu seperti, “Pada titik ini, saya benar-benar bermimpi menjadi X atau memanfaatkan keterampilan dan kekuatan Y dalam kapasitas Z. Namun, saya masih muda, jadi saya akan mengantisipasi perubahan itu sembari saya belajar lebih banyak tentang diri saya, peluang, dan faktor kunci lainnya.”</li></ul><h3>Seperti apa jawaban Anda?</h3><p>Berikut ini merupakan beberapa contoh jawaban yang dapat Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan “Apa aspirasi karir Anda?”</p><p>Seorang manajer proyek yang diwawancarai untuk posisi di dalam industri makanan dan kesehatan mungkin mengatakan sesuatu seperti:</p><p>“Aspirasi profesional terbesar saya adalah membantu membuat makanan sehat lebih banyak tersedia dan dapat diakses di mana pun Anda tinggal. Saya juga suka memecahkan masalah yang kompleks. Saat ini, sebagai manajer proyek, saya mengkhususkan diri dalam perencanaan strategis dan menggabungkannya dengan kemampuan alami untuk melibatkan pemangku kepentingan penting—menghasilkan pengiriman tepat waktu dengan anggaran yang kecil. Posisi ini akan membantu saya menggunakan keterampilan yang saya miliki untuk mengerjakan misi yang saya sukai. Saya bertekad untuk menggunakan keterampilan ini untuk membantu organisasi Anda, menjamin komunitas kita memiliki akses ke makanan dengan harga yang terjangkau, bergizi, dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan ketika mereka membuat keputusan untuk sehat. Dalam lima tahun ke depan atau lebih, saya akan senang untuk mengambil tanggung jawab tambahan dan berada dalam peran pengambilan keputusan untuk mendorong misi di luar komunitas kami dan mendukung lebih banyak keluarga dalam mendapatkan pilihan makanan yang dapat diakses dan bergizi.”</p><p>Seorang analis riset pemasaran mungkin mengatakan sesuatu seperti:</p><p>“Pada akhirnya, nanti dalam karir saya, saya ingin bertanggung jawab atas pemasaran untuk perusahaan teknologi yang produk dan layanannya sangat membantu orang. Ada begitu banyak teknologi sekarang yang dapat mengubah kehidupan orang menjadi lebih baik, tetapi karena ada begitu banyak, pelanggan tidak selalu tahu apa yang ada di luar sana dan apa yang mungkin menjadi hal yang sempurna untuk memecahkan masalah mereka. Saya selalu bersemangat untuk menghubungkan orang dengan produk dan layanan yang paling membantu mereka. Saya juga suka bekerja dengan angka. Itu sebabnya saya sangat tertarik dengan posisi ini. Saya ingin menggunakan keterampilan analitis dan keterampilan riset pasar saya untuk membantu perusahaan Anda mengidentifikasi pasar yang tepat untuk banyak produk dan lini produknya. Dan jumlah produk yang Anda jual akan membantu saya mempelajari tentang kelompok mana yang tertarik pada produk yang berbeda dan mengapa. Selama beberapa tahun ke depan, saya juga ingin pindah ke peran yang lebih strategis di mana saya menggunakan data untuk membuat konsep kampanye pemasaran yang berbicara kepada audiens target, jadi saya senang mendengar perusahaan Anda memiliki budaya promosi yang kuat dari dalam.</p><p>Seorang eksekutif akun yang ingin pindah ke peran manajemen akun mungkin mengatakan sesuatu seperti:</p><p>“Saya ingin sekali pada akhirnya berada dalam peran di mana saya membantu memberi orang-orang alat yang mereka butuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka dari waktu ke waktu—dan mengajari orang lain untuk melakukan hal yang sama. Saya telah berada di penjualan SaaS sepanjang karir saya dan bagian favorit saya selalu membangun hubungan dengan pelanggan selama proses melakukan penjualan. Dalam peran saya saat ini, eksekutif akun juga menjabat sebagai manajer akun dan saya menemukan bahwa hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan lebih bermanfaat bagi saya daripada yang saya buat selama proses penjualan. Dan skor kepuasan pelanggan saya menunjukkan bahwa klien menikmati dan mendapat manfaat dari panduan saya dalam hal fitur baru dari produk perangkat lunak kami. Jadi saya pikir langkah saya selanjutnya untuk bisa meraih tujuan karir saya adalah peran di mana seluruh fokusnya adalah pada manajemen akun. Peran ini, di mana manajer akun bekerja dengan klien bisnis kecil untuk menemukan solusi perangkat lunak yang tepat saat mereka tumbuh, akan memungkinkan saya untuk membangun hubungan dengan klien, membantu mereka menemukan perangkat lunak yang mereka butuhkan untuk bergerak maju, dan melihat bisnis mereka berkembang. Dalam beberapa tahun ke depan, saya juga ingin mengambil lebih banyak tanggung jawab kepemimpinan sehingga saya dapat membantu membimbing orang-orang di tim saya dan meneruskan apa yang telah saya pelajari.”</p>]]></content:encoded></item></channel></rss>