Kepemimpinan

Perbedaan pemimpin dan manajer

Bila Anda dipromosikan untuk mengambil peran di mana Anda harus mengelola orang, bukan berarti secara otomatis Anda menjadi pemimpin. Ada perbedaan penting antara mengelola (manajer) dan memimpin (leader) orang. Sebelum kita membahas apa perbedaan pemimpin dan manajer, mari kita cari tahu apa itu pemimpin dan apa itu manajer:

Apa itu manajer?

Seorang manajer adalah orang yang ada di dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab menjalankan empat fungsi manajemen, termasuk merencanakan, mengatur, memimpin dan mengendalikan. Anda akan melihat bahwa salah satu fungsinya adalah kepemimpinan, jadi Anda mungkin bertanya kepada diri sendiri apakah bisa mengasumsikan bahwa semua manajer adalah pemimpin. Secara teoritis, ya – semua manajer akan menjadi pemimpin, jika mereka secara efektif melaksanakan tanggung jawab kepemimpinan mereka untuk berkomunikasi, memotivasi, menginspirasi dan mendorong karyawan menuju tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Namun, tidak semua manajer adalah pemimpin, sebab tidak semua manajer dapat melakukan semua tugas yang sudah saya sebutkan diatas. Seorang karyawan akan mengikuti petunjuk dari seorang manajer tentang bagaimana cara melakukan suatu pekerjaan karena mereka harus melakukannya. Namun, seorang karyawan akan secara sukarela mengikuti petunjuk pemimpin karena mereka percaya kepada pemimpin mereka secara pribadi, tahu apa yang mereka perjuangkan dan bagaimana pemimpin mereka dapat membuat mereka terinspirasi. Seorang manajer menjadi pemimpin berdasarkan posisi mereka, dan bawahan akan mengikuti manajer karena deskripsi dan jabatannya.

Karena manajer bertanggung jawab untuk menjalankan empat fungsi manajemen, perhatian utama mereka adalah mencapai tujuan organisasi. Manajer dibayar untuk menyelesaikan pekerjaan di organisasi. Dengan demikian, manajer bertanggung jawab atas diri mereka sendiri serta perilaku dan kinerja karyawannya. Seorang manajer memiliki wewenang untuk mempekerjakan, mempromosikan, mendisiplinkan dan memecat karyawan berdasarkan perilaku dan kinerja tersebut. Manajemen adalah tentang efisiensi dan mendapatkan hasil melalui sistem, proses, prosedur, kontrol dan struktur.

Apa itu pemimpin?

Mungkin perbedaan terbesar antara manajemen dan kepemimpinan adalah bahwa pemimpin tidak harus memegang posisi manajemen. Artinya, seseorang bisa menjadi pemimpin tanpa gelar resmi. Setiap individu bisa menjadi pemimpin karena basis kepemimpinan ada pada kualitas pribadi mereka. Orang – orang bersedia mengikuti pemimpin karena diri mereka dan apa yang menjadi tujuan mereka, bukan karena otoritas yang diberikan kepadanya melalui organisasi. Pemimpin akan menunjukkan semangat dan investasi dalam setiap pribadi agar pengikutnya bisa mencapai tujuan mereka walaupun mungkin tujuan pribadi mereka berbeda dengan tujuan organisasi yang mereka pimpin.

Baca juga:  4 Cara untuk menjadi bos yang diinginkan karyawan

Seorang pemimpin tidak memiliki kekuatan formal dan nyata atas pengikut mereka. Kekuasaan diberikan kepada pemimpin secara temporer dan bergantung pada kemampuan pemimpin untuk terus memotivasi dan mengilhami pengikut. Perhatikan peralihan terminologi di sini: manajer memiliki bawahan, sementara pemimpin memiliki pengikut. Bawahan tidak punya pilihan selain mendengarkan tuntutan dan keinginan para manajer mereka, tetapi seorang pengikut akan mengikuti pemimpin dengan sukarela (tanpa paksaan yang bersifat otoritas). Mereka yang tidak mau lagi mengikuti pemimpin dapat berhenti kapan pun mereka mau. Artinya, jika seorang karyawan pada awalnya melihat manajernya sebagai pemimpin dan akhirnya tidak lagi terinspirasi oleh manajer tersebut, karyawan tersebut tetap akan mematuhi manajer, namun hanya karena karyawan tersebut memang harus untuk melakukannya, bukan karena dia menginginkannya.

Kepemimpinan adalah tentang efektivitas melalui kepercayaan, inspirasi dan orang – orang. Pemimpin sering menantang status quo yang seringkali merupakan tempat dimana para manajer menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk membawa inovasi ke organisasi. Kepemimpinan bersifat visioner, cerdas, kreatif, tangkas dan adaptif.

Apakah semua manajer adalah pemimpin?

Tanyakan pada diri Anda sendiri pertanyaan ini: apakah semua manajer adalah pemimpin? Beberapa dari Anda mungkin akan segera menjawab ‘iya’ dengan asumsi keduanya saling terkait satu sama lain. Orang lain mungkin akan berpikir dua kali dan mengevaluasi kembali dengan membandingkan perilaku atasan mereka. Banyak dari Anda mungkin langsung menanggapi ‘tidak’ untuk pertanyaan ini karena Anda telah mendengar tentang debat manajemen versus kepemimpinan di masa lalu dan sangat memahami bahwa kedua hal ini sebenarnya sangat berbeda. Terlepas dari tanggapan awal Anda terhadap pertanyaan ini, saya akan membantu Anda untuk menjelaskan lebih detil mengenai perbedaan pemimpin dan manajer, kemudian membaginya dalam dua kategori terpisah dengan karakteristik masing – masing (yang bisa Anda lihat di dalam infografis perbedaan pemimpin dan manajer di bawah). Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada kesamaan antara manajer dan pemimpin. Sebaliknya, saya ingin menunjukkan bahwa tidak semua manajer adalah pemimpin.

Baca juga:  4 Langkah untuk mengeluarkan potensi karyawan Anda

Perbedaan pemimpin dan manajer:

  1. Pemimpin menciptakan visi, manajer menciptakan tujuan.

Para pemimpin melukiskan gambaran dari apa yang mereka lihat dan mengilhami dan melibatkan orang-orang mereka untuk mewujudkan visi tersebut. Mereka berpikir secara besar, melebihi pemikiran individual. Mereka mendorong orang untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Mereka tahu bahwa tim yang berfungsi dengan baik dapat bekerja lebih produktif daripada orang yang bekerja secara mandiri. Sedangkan manajer fokus pada penetapan, pengukuran dan pencapaian sasaran. Mereka mengendalikan situasi untuk mencapai atau melampaui tujuan mereka.

  1. Pemimpin adalah agen perubahan, manajer mempertahankan status quo.

Pemimpin adalah orang yang bangga dengan terobosan. Inovasi adalah mantra mereka. Mereka merangkul perubahan dan tahu bahwa jika segala sesuatunya berjalan dengan baik, maka pasti ada cara yang lebih baik lagi. Dan mereka mengerti dan menerima kenyataan bahwa perubahan pada sistem pasti menciptakan gelombang (pro dan kontra). Sedangkan manajer tetap berpegang pada apa yang berhasil, memperbaiki sistem, struktur dan proses agar lebih baik.

  1. Pemimpin unik, manajer meniru.

Pemimpin bersedia untuk menjadi diri mereka sendiri. Mereka sadar diri dan bekerja secara aktif untuk membangun merek pribadi mereka yang unik dan berbeda. Mereka merasa nyaman dengan sepatu mereka sendiri dan bersedia tampil menonjol. Mereka otentik dan transparan. Manajer meniru kompetensi dan perilaku yang mereka pelajari dari orang lain dan menerapkan gaya kepemimpinan mereka daripada mendefinisikannya.

  1. Pemimpin mengambil risiko, manajer mengendalikan risiko.

Para pemimpin bersedia untuk mencoba hal baru meskipun mungkin mereka akan mengalami kegagalan. Mereka tahu bahwa kegagalan merupakan langkah menuju kesuksesan. Manajer bekerja untuk meminimalkan risiko. Mereka berusaha menghindari atau mengendalikan masalah daripada merangkul mereka.

  1. Pemimpin berpikir untuk jangka panjang, manajer berpikir jangka pendek.

Pemimpin memiliki intensionalitas. Mereka melakukan apa yang mereka katakan akan mereka lakukan dan tetap termotivasi untuk mencapai tujuan besar yang seringkali terlihat jauh. Mereka tetap termotivasi tanpa menerima imbalan apa pun. Manajer bekerja pada tujuan jangka pendek, mencari pengakuan atau penghargaan yang lebih teratur.

  1. Pemimpin tumbuh secara pribadi, para manajer bergantung pada kemampuan sudah mereka miliki.
Baca juga:  Perbedaan antara bos dan pemimpin

Pemimpin tahu jika mereka tidak mempelajari sesuatu yang baru setiap hari, mereka tidak akan bisa bertahan, mereka akan tertinggal. Mereka tetap penasaran dan berusaha untuk tetap relevan dalam dunia kerja yang selalu berubah. Mereka mencari orang dan informasi yang akan memperluas pemikiran mereka. Sedangkan manajer sering melipatgandakan (usaha) apa yang membuat mereka sukses, menyempurnakan keterampilan yang ada dan menerapkan perilaku yang telah terbukti.

  1. Pemimpin membangun hubungan, manajer membangun sistem dan proses.

Pemimpin berfokus pada orang – semua pemangku kepentingan yang mereka butuhkan untuk mewujudkan visi mereka. Mereka tahu siapa pemangku kepentingan mereka dan biasanya mereka akan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan mereka. Mereka membangun loyalitas dan kepercayaan secara konsisten dan memenuhi semua janjinya. Manajer fokus pada struktur yang diperlukan untuk menetapkan dan mencapai tujuan. Mereka berfokus pada analisis dan memastikan sistem tersedia untuk mencapai hasil yang diinginkan. Mereka bekerja dengan individu dan tujuan dan sasaran mereka.

  1. Pemimpin melatih, manajer memerintah.

Pemimpin tahu bahwa orang yang bekerja untuk mereka memiliki jawaban atau dapat menemukan jawaban untuk mereka. Mereka melihat orang – orang mereka sebagai individual yang kompeten dan optimis dengan potensi mereka. Mereka tidak suka memerintahkan orang – orang mereka untuk melakukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Sedangkan manajer menetapkan tugas dan memberikan panduan bagaimana menyelesaikannya.

  1. Pemimpin menciptakan fans, manajer memiliki karyawan.

Pemimpin memiliki orang – orang yang bukan hanya menjadi pengikut (follower) mereka. Tetapi mereka juga merupakan fans dan pendukung nomor satu mereka dalam membantu membangun merek dan mencapai tujuan yang ingin diraih. Penggemar mereka membantu meningkatkan visibilitas dan kredibilitas mereka. Manajer memiliki staf yang mengikuti arahan dan berusaha menyenangkan atasan.

perbedaan pemimpin dan manajer

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.