Inspirasi

4 Cara pengusaha untuk mengatasi depresi

Depresi merupakan tempat yang gelap dan sepi untuk ditempati oleh siapa pun tanpa memandang apa pekerjaan atau profesi mereka. Pengusaha menghadapi beberapa tantangan ketika mengalami depresi. Karena bagi beberapa pengusaha, kesehatan pribadi mereka mencerminkan kesehatan bisnis mereka.

Ketika Anda depresi, Anda menjadi tidak produktif. Ketika Anda tidak produktif, bisnis Anda akan terkena imbasnya. Ketika bisnis Anda terkena imbasnya, depresi Anda akan semakin mendalam. Dan lingkaran tersebut akan terus menerus berulang dan dapat menjadi hal yang berbahaya.

Pengusaha tahu bahwa kesuksesan bisnis mereka adalah kesuksesan pribadi mereka, dan tantangan bisnis mereka, merupakan tantangan pribadi mereka. Istilah “Jangan menganggap hal ini sebagai hal pribadi, ini hanya bisnis” tidak berlaku untuk mereka.

Jadi bagaimana cara bagi pemimpin bisnis untuk mendapatkan pencerahan ketika berada dalam depresi dan menghindari hal – hal yang negatif?

Menerima kenyataan

Nicholas Kusmich merupakan seorang ahli Facebook bagi beberapa klien dan perusahaan besar dalam menciptakan kampanye iklan untuk platform media sosial. Dia baru saja menikah dan melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk berbicara pada acara besar. Tetapi, siapa sangka, bahwa empat tahun yang lalu dia pernah googling “Bagaimana cara paling mudah untuk mati?”

“Saya melakukan segala hal yang dikatakan oleh para ahli,” kata dia, tetapi “semua itu tidak berhasil untuk saya, jadi saya berpikir pasti ada yang salah dengan diri saya,” kata Kusmich.

Baca juga:  Mengapa setiap personal brand membutuhkan target audiens

Apa yang membuat dia berhasil mengubah sebuah depresi menjadi sebuah pemenuhan diri?

“Hal yang membuat saya merasa paling bebas adalah ketika saya menghancurkan visi saya,” kata Kusmich menjelaskan.

“Saya memutuskan untuk berhenti melihat keluar,” kata dia. “Saya menyadari bahwa daripada saya melihat target, visi, tujuan sebagai sesuatu yang harus terus dikejar dan diraih, saya memutuskan untuk menghadapi dan menerima keadaan saya saat ini.” Dia menegaskan “Inilah tempat saya berada saat ini. Inilah hal yang harus saya perbaiki.”

“Saya melihatnya, menerimanya, dan menghadapinya,” kata Kusmich.

Memiliki sebuah visi dan selalu berorientasi pada masa depan merupakan hal yang dibutuhkan bagi pengusaha. Tetapi, jika menatap masa depan memberikan Anda sebuah depresi, maka akan lebih baik jika Anda memfokuskan diri Anda pada keadaan saat ini.

Kusmich menambahkan, “Saya menyadari bahwa kesuksesan dalam kehidupan saya dan bisnis saya bukan ditentukan dari apa yang sudah saya capai, melainkan kemampuan saya untuk berada pada masa ini untuk bersama dengan keluarga, teman, dan klien saya.”

Mencari tempat aman

Sebagian hal yang memberikan rasa depresi adalah rasa malu. Brene Brown mengatakan dengan jelas bahwa keterbukaan dapat menghilangkan rasa malu. Melakukan terapi merupakan cara yang paling baik untuk seseorang yang mengalami depresi.

Baca juga:  5 Tips untuk merangsang kreativitas tim Anda

Memiliki sekelompok mastermind dapat menjadi tempat yang aman untuk berbagi bisnis dan masalah pribadi. Setiap anggota mastermind pasti dapat memahami masalah yang Anda hadapi dan mungkin dapat memberikan Anda masukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Menutup jarak

Sudah hal yang umum bagi pengusaha untuk mengejar tujuan mereka. Tetapi, ketika Anda berada pada kondisi depresi, tujuan tersebut akan terlihat sangat jauh.

Ketika sebuah tujuan atau target tidak dapat dicapai, menghantui, dan tidak jelas. Dan Sullivan, pendiri dari Strategic Coach di Toronto, mengajarkan sebuah teknik yang sangat luar biasa yang dapat mengubah situasi ini menjadi lebih baik. Dia menyebutnya sebagai “menutup jarak”. Intinya adalah seorang individual harus mengubah perspektif mereka dari melihat ke depan menjadi melihat ke belakang.

Dalam keadaan depresi, Anda seringkali fokus pada apa yang belum Anda capai dan fokus pada tempat dimana Anda seharusnya berada. Namun, dengan menggunakan teknik ini, Anda disarankan untuk melihat ke belakang, mengakui, dan merayakan apa yang sudah Anda capai. Perhatikan dan apresiasi setiap langkah yang sudah Anda capai tersebut, kecil atau besar, Anda telah melangkah menuju visi Anda.

Baca juga:  5 Alasan mengapa kamu harus bekerja cuma – cuma

Dengan mempraktikkan hal ini, Anda akan melihat bahwa Anda akan berada lebih dekat dengan tujuan Anda. Menutup jarak akan memberikan Anda hasil yang positif, memotivasi Anda untuk terus melakukan lebih banyak tindakan.

Menjauh dari informasi yang begitu cepat

Jika Anda pernah dibombardir dengan postingan Facebook mengenai kesuksesan seseorang, kemudian diikuti oleh orang lain dan terus menerus seperti itu, maka Anda akan memahami bahwa terkadang motivasi tersebut dapat memberikan efek yang berlawanan, terutama pada orang yang sedang mengalami depresi.

Tentu saja, postingan atau artikel tersebut dapat membantu seseorang untuk melihat kemungkinan dan memberikan motivasi agar terus melangkah maju dalam kehidupan. Tetapi, bila Anda berada pada kondisi depresi, postingan tersebut dapat menimbulkan pemikiran untuk membandingkan diri Anda. Anda mungkin berpikir, “Lihat, ternyata ada orang lain yang mampu melakukan hal tersebut, sedangkan saya masih stuck disini. Mereka pasti orang – orang spesial. Saya mungkin seorang pecundang.”

Terkadang hal yang paling baik untuk menjaga pikiran Anda adalah dengan menjauhkan diri Anda dari hal – hal yang dapat menimbulkan pemikiran negatif seperti itu. Keluar dari akun Facebook Anda. Jangan membaca postingan apapun. Mungkin Anda harus menjauh sejenak dari informasi yang membludak, agar Anda dapat menjernihkan pikiran Anda.

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *