Entrepreneur

9 Mindset yang harus Anda ubah dari pekerja menjadi entrepreneur

Mindset mungkin menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan hampir setiap hal dalam kehidupan. Dengan kata lain, pola pikir Anda akan menentukan hasil yang Anda capai.

Namun dalam keadaan dan situasi yang berbeda membutuhkan mindset yang berbeda pula, hal ini juga berlaku pada seseorang yang ingin meninggalkan pekerjaan dan memulai usahanya sendiri harus mengetahui hal tersebut. Sayang sekali, tidak semua entrepreneur mengerti perubahan mindset yang dibutuhkan, tanpa mengerti hal tersebut sangat sulit untuk sukses dalam bisnis.

Jadi bagaimana, sebagai calon entrepreneur apakah Anda dapat berpikir berbeda untuk sukses?

Anda bertanggung jawab pada setiap keputusan baik atau buruk

Entrepreneur memiliki kesempatan yang besar untuk menciptakan sesuatu dari nol dengan cara yang mustahil bagi kebanyakan orang. Namun ini berarti Anda harus membuat keputusan besar mengenai apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana. Anda tidak dapat menunggu sesuatu terjadi begitu saja, atau seseorang mengatakan apa yang harus Anda lakukan, Anda yang harus melakukan sesuatu. Entrepreneur yang sukses juga mengerti bahwa kesempatan mungkin tidak selalu ada, dan Anda harus mengembangkan perasaan urgent yang akan membantu Anda mencapai tujuan.

Anda harus bertahan pada visi jangka pendek dan panjang secara berkala

Jika Anda bekerja untuk orang lain, Anda harus bertanggung jawab untuk memastikan apa yang harus diselesaikan saat ini selesai tepat pada waktunya. Sebagai seorang entrepreneur, Anda harus dapat memproyeksikan pikiran Anda jauh ke depan, berpikir mengenai potensi kegagalan dan kesempatan yang berada di ujung jalan, dan membuat keputusan berdasarkan ketidakpastian. Hal ini membuat Anda menentukan sesuatu berdasarkan fakta dan memutuskan apa yang harus Anda lakukan atau tidak lakukan karena hal ini akan berdampak pada bisnis Anda selama tiga bulan, bahkan lima tahun.

Baca juga:  Mengapa membenci kompetisi tidak akan membawa Anda kemana pun

Merasa tidak nyaman merupakan “comfort zone” Anda yang baru

Sebagai pegawai, Anda selalu berpikir “di dalam kotak” dibandingkan “luar kotak”. Sebagai seorang entrepreneur, tidak boleh ada kotak. Anda harus dapat melihat apa yang orang lain tidak lihat, test ide baru, meraih teritori baru, mengambil resiko. Hal ini membutuhkan keberanian, kulit yang tebal dan kemampuan untuk bertahan terhadap tolakan dan sikap skeptis.

Belajar merupakan perjalanan yang berlanjut

Sebagai pegawai, Anda memiliki deskripsi pekerjaan, membutuhkan beberapa skill tertentu. Menjadi seorang entrepreneur melibatkan pembelajaran skill baru, kecuali jika Anda memiliki dana untuk outsource untuk hal – hal yang tidak dapat Anda lakukan atau tidak mau Anda lakukan. Hal ini termasuk mempelajari cara membuat spreadsheet, mencari investor, memasarkan ide Anda, membangun cara pitching yang baik, atau menggunakan teknologi yang tidak familiar. Apa yang harus dilakukan, harus dilakukan. Tidak ada tempat untuk beralasan.

Baca juga:  5 Tips untuk kerja cerdas

Angka tidak bohong

Setiap angka yang berkaitan, cukup untuk memberitahukan pegawai apa yang masuk dan apa yang keluar. Sebagai seorang entrepreneur, Anda harus cepat belajar untuk mencintai angka, karena aliran dana tersebut akan memberitahukan apakah Anda berada dalam bisnis atau tidak. Penjualan, biaya, keuntungan dan kerugian akan membuat Anda tidak bisa tidur saat malam hari atau Anda menjalani hidup dengan lifestyle yang luar biasa.

Mencintai bisnis Anda, tetapi tetap objektif

Sebagai pegawai, Anda dapat melakukan suatu hal yang tidak Anda sukai hanya untuk mendapatkan gaji. Namun sebagai entrepreneur, Anda akan membutuhkan rasa cinta terhadap bisnis Anda karena hal ini akan membutuhkan usaha dan waktu yang panjang. Tetapi Anda tidak boleh terjebak dalam pikiran dan bertindak sebagai seorang pegawai di perusahaan Anda sendiri.

Suka melanggar aturan

Sebagai pegawai, melanggar aturan dapat berarti pemecatan. Kebalikan dari entrepreneur, seorang entrepreneur tidak menyukai status quo, mereka selalu mencari cara untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Itu artinya membutuhkan perspektif secara global, selalu melihat dari tempat yang tinggi atau setidaknya menuju tempat tersebut, ke tempat dimana sesuatu yang besar menunggu.

Baca juga:  4 Tugas pengusaha yang lebih baik di outsource

Waktu tidak linear

Sebagai pegawai, Anda memiliki timetable yang harus Anda kerjakan. Sebagai seorang entrepreneur, walaupun Anda tidak sedang berada pada meja kerja atau komputer Anda, Anda akan selalu memikirkan bisnis Anda, apa yang sudah baik dan apa yang dapat diubah untuk menjadi lebih baik lagi. Tidak ada waktu untuk beristirahat, Anda akan selalu hidup dan bernafas bersama hal tersebut.

Mulai sekarang

Kebanyakan orang – orang meremehkan waktu yang harus diluangkan untuk membuat transisi menjadi entrepreneur, sehingga hal ini menjadi lebih masuk akal untuk memulai pergeseran pola pikir selagi Anda masih bekerja, bahkan mungkin memulai bisnis ketika Anda masih bekerja. Hal ini akan memberikan Anda kesempatan untuk mengembangkan skill dan membangun pengalaman selagi Anda masih menikmati keamanan dari sebuah gaji. Sesuatu yang pada titik tertentu harus Anda lepaskan, jika Anda ingin mengembangkan bisnis Anda.

Jadi, pegawai atau entrepreneur? Apakah ini waktunya Anda berubah? Pilihan ada pada Anda.

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *