StartupTips Karir

7 Cara untuk bertahan dan berkembang di startup

Sebagai salah satu 20 karyawan awal TheLadders, saya paham betul apa penghargaan dan tantangan pekerjaan pada perusahaan startup, terutama jika Anda orang baru ditempat kerja tersebut, kata Amanda Augustine. Mainkan kartu rahasia Anda dengan benar dan Anda akan belajar banyak dalam satu tahun melebihi teman kamu yang bekerja di perusahaan besar, organisasi yang lebih tradisional.

Media seringkali membuat sensaional mengenai besarnya tunjangan dan kesenangan bekerja di sebuah perusahaan startup, tetapi kehidupan startup berarti tidak ada waktu untuk liburan. Anda akan sering beroperasi dengan menggunakan pedoman mental “work hard play hard”. Selagi Anda menikmati beberapa waktu istirahat dan turnamen ping pong, Anda juga akan menemukan bahwa tuntutan pekerjaan sangat intens, jauh daripada apa yang pernah Anda alami.

Berikut ini merupakan tujuh tips yang saya pelajari selama bertahun – tahun tidak hanya untuk membantu Anda untuk bertahan, tetapi berkembang di perusahaan startup:

Hadapi misi

Kebanyakan entrepreneur yang sukses sangat passionate terhadap pekerjaan mereka. Itu merupakan api semangat yang ada pada diri mereka untuk membawa mereka menuju kesuksesan. Jika Anda berkomitmen untuk bekerja di perusahaan startup, Anda harus percaya bahwa kesuksesan tersebut ada pada misinya. Cari organisasi yang melakukan hal yang Anda sukai. Anda tidak akan membuat sebuah bisnis, jika Anda tidak bersemangat untuk bekerja.

Baca juga:  Untuk menemukan klien ideal, mulailah mempelajari diri Anda sendiri

Akui jam kerja yang panjang dan terima hal tersebut

Jika Anda ingin berhasil dalam dunia startup, pertama kali Anda harus mengakui bahwa jam kerja Anda akan panjang. Langkah kedua adalah untuk menerima hal tersebut. Pada awalnya, bukan hal yang biasa bagi tim saya untuk bekerja lebih dari dua belas jam sehari atau datang pada saat weekend untuk mencapai tujuan kami. Di perusahaan startup, akan selalu ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan tidak banyak orang yang akan mengerjakannya. Anda tidak akan berada di kantor hanya untuk menunggu waktu pulang, ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Terima kenyataan ini dan Anda akan berada pada kondisi yang lebih baik.

Tentukan ekspektasi dengan orang yang Anda sayang

Tidak setiap lingkaran pertemanan Anda akan memahami atau mengapresiasi komitmen yang dituntut oleh perusahan startup. Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan ekspektasi dengan orang yang Anda sayang. Tidak ada hal yang lebih buruk dibandingkan dengan keluarga Anda menelpon pada pukul 17.30 sore dan mengatakan bagaimana hari Anda, ketika pekerjaan Anda jauh dari kata selesai. Untuk menghindari rasa frustasi ini, tentukan ekspektasi diawal seperti beritahukan kepada teman – teman Anda atau keluarga Anda kapan waktu yang tepat untuk dapat menghubungi Anda dan melalui apa Anda dapat berkomunikasi.

Baca juga:  Cara menjadi pemimpin yang dibutuhkan perusahaan

Berinisiatif

Pada hari pertama, saya diberikan sebuah komputer yang masih berada di dalam kardus dan sebuah paket kecil yang berisi instruksi dasar untuk menggunakan sistem perusahaan dan menangani layanan pelanggan. Hari itu, saya mempelajari dua hal: yang pertama adalah bagaimana merakit sebuah komputer dan yang kedua, jika saya ingin bertahan di perusahaan ini, saya harus mengambil inisiatif. Jangan mengharapkan perusahaan untuk menjelaskan semua hal kepada Anda, sebuah perusahaan startup biasanya sedang menciptakan guideline dan formalitas bisnis mereka. Itulah sebabnya mengapa bekerja di perusahaan startup sangat menyenangkan, sekaligus menyeramkan. Daripada Anda menghindari, lebih baik hadapi kekacauan tersebut dan ambil peran aktif dalam membentuk bisnis.

Isi kekosongan

Dalam dunia startup, prioritas dan proyek dapat berubah dengan cepat. Berkomunikasilah dengan lebih terbuka untuk menghidari kebingungan. Cek secara rutin dengan tim Anda untuk memastikan bahwa setiap orang berada pada halaman yang sama dan bekerja untuk mencapai tujuan yang sama. Jika Anda tidak yakin ada pekerjaan yang belum dikerjakan, bicaralah! Jangan pernah berasumsi bahwa ada orang lain yang mengerjakannya. Akan lebih baik jika Anda banyak berkomunikasi daripada membiarkan sesuatu yang penting terlewatkan.

Baca juga:  6 Cara untuk membangun loyalitas pelanggan

Jaga keseimbangan

Saya tidak berbohong dan mengatakan sangat mudah untuk menjaga keseimbangan antara bekerja dan bermain, dan terima kasih atas teknologi mobile saat ini, hal ini menjadi jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Identifikasi mana yang lebih penting untuk Anda dan cari cara yang lebih kreatif untuk meluangkan waktu agar dapat menyelesaikan prioritas tersebut. Sebagai contoh, temukan waktu tertentu yang cocok untuk Anda dapat bekerja dirumah, sehingga Anda dapat makan malam dengan orang yang Anda cintai dan masih dapat melakukan konferensi dengan kolega Anda pada pukul 20.00. Alternatif lain, gunakan fitur aplikasi mobile seperti Face Time yang membuat Anda tetap terhubung untuk keluarga selagi Anda masih bekerja di kantor.

Tahu kapan harus beristirahat

Pekerjaan terkadang akan membuat Anda stress. Itulah pentingnya mengapa Anda harus tahu kapan Anda harus meninggalkan laptop, sehingga Anda dapat kembali dengan mata yang lebih fresh. Cari tempat atau aktifitas untuk menghilangkan stress Anda seperti bermain drum, meditasi selama sepuluh menit, atau bermain dart bersama dengan kolega Anda. Recharge batere Anda dan kembalilah untuk menyelesaikan tantangan yang tersisa dengan perpektif yang lebih fresh.

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Related Articles