Startup

4 Cara untuk mengembangkan startup Anda

Selamat! Jika Anda membaca artikel ini, mungkin Anda telah meraih produk/pasar yang sesuai. Langkah berikutnya, tentu saja adalah…berkembang. Dan pada subjek ini, Paul Graham, pendiri Y Combinator mengatakan, “Startup merupakan perusahaan yang di desain untuk berkembang dengan cepat. Kabar baiknya adalah jika Anda berhasil berkembang, semuanya akan berada pada tempat yang tepat. Artinya adalah Anda dapat menggunakan perkembangan bisnis seperti kompas dalam membuat setiap keputusan yang harus Anda ambil.”

Membangun startup untuk sebuah produk atau pasar yang sesuai membutuhkan setiap keputusan yang tepat. Pertama, Anda akan fokus pada daya tarik kemudian menemukan channel yang tepat untuk kegiatan pemasaran Anda.

Kedua, untuk membangun sebuah startup menjadi besar, membutuhkan keputusan dimana Anda harus fokus untuk mengidentifikasi pertumbuhan channel yang paling baik, dan mengeksploitasinya semaksimal mungkin sebelum channel tersebut menjadi jenuh. Pada topik ini, Brian balfour, Vice President dari HubSpot, menulis bahwa, “Kebanyakan perusahaan besar mendapatkan 80 persen pertumbuhan mereka dari satu channel. Zynga -> Facebook, LinkedIn / Facebook -> Virality (via email), Instagram -> Virality (via Sharing), HubSpot -> Content Marketing dan TipAdvisor -> Search.”

Ketiga, adalah mengoptimalkan tingkat pertumbuhan bisnis Anda, dan ini mungkin merupakan hal yang paling sulit bagi Anda. Graham, pada essaynya mengatakan bahwa, “Sebuah pertumbuhan bisnis yang baik berada pada kisaran 5 hingga 7 persen setiap minggu.” Dia menambahkan, “Jika Anda berhasil mendapatkan tingkat pertumbuhan sebesar 10 persen seminggu, itu artinya Anda telah melakukan hal yang luar biasa. Tetapi jika Anda hanya mendapatkan pertumbuhan sebesar 1 persen, ini artinya Anda belum tahu apa yang Anda lakukan.”

Baca juga:  3 Tanda saatnya Anda melakukan pivot

Ok, sekarang mari kita lihat empat faktor yang dapat membantu Anda mempengaruhi pertumbuhan  dalam startup Anda.

Memahami perbedaan antar traksi dan pertumbuhan

Sebelum perusahaan mereka mulai berkembang, kebanyakan pengusaha salah menilai antara traksi dan pertumbuhan. Keduanya berada pada tahap yang berbeda dalam alur kehidupan startup dan kedua hal tersebut juga memainkan peran yang berbeda.

Dengan mengetahui dimana Anda saat ini berada akan membantu Anda menangani waktu dan sumber daya Anda dengan efisien.

Balfour menulis perbedaan dari kedua hal tersebut. Dia menyebutkan bahwa tujuan dari sebuah startup dalam fase traksi mendapatkan produk atau pasar yang sesuai, mendapatkan pengguna, dan fokus untuk memelihara hal tersebut. Dia mengatakan bahwa, “jika produk Anda tidak dapat memelihara pengguna, maka tidak mungkin Anda dapat berkembang menjadi yang terbaik.”

Pertumbuhan merupakan tentang sebuah fokus pada hal – hal yang akan menarik keramaian, kemudian meningkatkan popularitas hal itu. Dia juga menulis, “beberapa hal yang dapat terjadi pada tahap pertumbuhan. Pertama, proses pertumbuhan Anda harus seperti sebuah mesin. Kedua, Anda harus memiliki dana dan sumber daya tim. Ketiga, channel utama Anda mungkin akan mulai jenuh. Pada titik ini, Anda harus mulai untuk mendiversifikasi channel Anda.”

Baca juga:  Siap untuk memulai usaha? Lakukan 3 langkah berikut ini terlebih dahulu

Mencari kesamaan

Ini merupakan tahap dimana Anda akan menarik keramaian melalui produk Anda, Anda harus fokus pada apa yang dapa bekerja dan apa yang tidak. Ini akan memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi pertumbuhan pada channel tertentu atau channel yang dapat Anda gunakan.

Strategi terbaik untuk melakukan hal ini adalah dengan mencari kesamaan yang ada pada pelanggan terbaik Anda atau industri yang merepresentasi produk yang mirip dengan Anda. Dari hal tersebut, Anda akan mendapatkan petunjuk mana yang dapat bekerja dengan baik dan mana yang tidak.

Mengidentifikasi apa yang memperlambat Anda

Ketika mengembangkan bisnis menjadi besar, akan ada banyak tugas harian atau mingguan yang akan memperlambat kerja Anda. Ketika Anda merasakan hal tersebut, Anda harus mengumpulkan fokus Anda pada satu hal yaitu pertumbuhan.

Jadi, delegasikan pekerjaan tersebut kepada anggota tim Anda yang tidak memberikan kontribusi secara langsung pada tujuan Anda. Jika perlu, outsourcingkan saja pekerjaan – pekerjaan yang tidak Anda inginkan.

Intinya adalah mengidentifikasi dan membebaskan diri Anda dari segala hal yang memperlambat Anda dalam meraih tujuan Anda. Contoh yang paling baik dalam hal ini adalah ketika Steve Jobs mengambil alih Apple dan memotong semua produk yang memperlambat perusahaan, sebelum berfokus pada pekerjaan yang dapat memberikan pertumbuhan untuk perusahaan.

Baca juga:  3 Cara untuk membangun kepercayaan konsumen

Jangan menolak partnership

Sebuah partnership yang strategik dapa menjadi senjata yang kuat untuk melakukan distribusi. Ketika Tamara Steffens memimpin perkembangan bisnis di Path, dia melakukan perjanjian dengan WordPress yang akhirnya membuat lebih banyak orang untuk melakukan posting pada Path dari WordPress dibandingkan sumber lainnya.

Balfour mengatakan sebuah partnership yang sukses adalah, “ketika Anda menjual ke perusahaan lain, Anda dapat mengintegrasikan produk atau layanan Anda kepada produk atau layanan mereka, agar dapat meraih konsumen yang memberikan penghasilan (melalui iklan atau pembayaran tertentu). Kebanyakan dari hubungan ini akan melibatkan pembagian pendapatan antara dua perusahaan.”

Contoh dari partnership seperti ini adalah Uber dengan NFL, TaksRabbit dengan Gap dan Square dengan Starbucks.

Apapun jalan yang Anda tempuh untuk berkembang, hal terakhir yang Anda inginkan adalah kehabisan uang. Jadi, jangan menghabiskan uang untuk hal – hal yang tidak memberikan pertumbuhan dalam pendapatan atau efisiensi. Anda juga harus dapat mulai membawa pendapatan lebih awal dalam perjalanan startup Anda. Hal ini akan membantu Anda agar tetap memiliki uang, sehingga Anda dapat melakukan segala sesuatu untuk setiap channel pertumbuhan yang bekerja bagi bisnis Anda.

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *