3 Alasan umum karyawan dipecat

By -

Dipecat dari sebuah pekerjaan merupakan salah satu kejadian yang sangat traumatis bagi para profesional. Hal ini akan membuat seseorang bingung, terluka, frustasi, sedih, dan takut. Tidak ada satu orang pun yang kebal terhadap hal tersebut. Ini merupakan kenyataan seberapa besar perusahaan tempat Anda bekerja memberi dampak pada kehidupan Anda. Yang mana terkadang akan membawa Anda pada krisis kepercayaan diri untuk mengontrol karir dan masa depan profesional Anda.

J.T. O’Donnell founder dan CEO dari CareerHMO.com mengatakan bahwa dia merasa sulit ketika harus memecat seseorang. Apapun alasannya, hal ini merupakan pekerjaan yang sangat sulit dilakukan. Ini merupakan bagian terburuk dalam pekerjaan saya. Hal itu juga yang membuat saya meninggalkan posisi saya sebagai HRD untuk menjadi career coach agar saya dapat membantu orang – orang supaya mereka dapat mengontrol karir mereka dengan lebih baik sehingga mereka terhindar dari situasi seperti ini. Ketika seseorang datang kepada saya setelah dipecat, tujuan utama saya adalah menentukan apa jenis pemecatan yang mereka alami dan mengapa itu bisa terjadi? Berdasarkan tipe tersebut, pendekatan mereka selanjutnya dapat bervariasi.

Berikut ini merupakan 3 alasan umum mengapa karyawan dipecat:

Dipecat karena kinerja yang buruk. Pada situasi ini, Anda mungkin sudah diberitahukan baik secara verbal maupun tulisan (beberapa kali) bahwa kinerja Anda tidak memenuhi ekspektasi perusahaan. Anda juga mungkin telah mendapatkan review kinerja formal yang menjelaskan bahwa Anda akan dipecat jika Anda tidak dapat meningkatkan kinerja Anda. Atau, mungkin Anda sudah melanggar perusahaan yang fatal yang membuat perusahaan Anda harus memecat Anda secepatnya.

Baca juga:  4 Rahasia untuk interview tanpa dicurigai bos

Tips ketika mencari kerja: Anda harus dapat meyakinkan dan menjelaskan secara efisien kepada perusahaan tempat Anda melamar bahwa Anda sudah belajar dari pengalaman tersebut dan berjanji bahwa hal tersebut tidak akan terulang kembali. Bila Anda mencoba untuk mencari alasan atau mengatakan bahwa itu bukan kesalahan Anda maka hal tersebut malah akan memberikan kesan yang negatif. Perusahaan ingin mengetahui apakah Anda dapat mengambil pelajaran dari sebuah kejadian negatif dan berkembang menjadi lebih baik di kemudian hari. Karena jika tidak, maka mereka tidak akan mempekerjakan Anda karena mereka khawatir bahwa kejadian di masa lalu akan terulang kembali.

Dipecat karena perampingan. Jika seperti ini kasusnya, itu artinya perusahaan tempat Anda bekerja tidak dapat meraih tujuan bisnis mereka, terutama pada keuangan, dan hal tersebut harus berubah. Oleh karena itu biasanya mereka menutup divisi yang tidak menguntungkan bagi perusahaan. Atau, mereka mengurangi beberapa karyawan agar tetap mendapatkan keuntungan karena penjualan mereka menurun. Jika seperti ini kasusnya, Anda harus menyadari bahwa bukan Anda saja yang dipecat.

Baca juga:  4 Cara untuk mendapatkan rasa hormat di kantor

Tips ketika mencari kerja: Jangan pernah berasumsi bahwa semua yang terjadi tidak ada hubungannya dengan Anda. Perusahaan tempat Anda melamar kerja tentu ingin mengetahui mengapa Anda termasuk ke dalam kategori yang harus dipecat. Jika Anda tidak bisa memberikan alasan yang logis (yang disertai informasi detil), mereka tentu akan menduga bahwa ini ada hubungannya dengan kinerja Anda.

Dipecat karena restrukturisasi. Terkadang, perusahaan sadar bahwa kinerja mereka tidak baik dan memutuskan untuk mengevaluasi karyawan mereka, memindahkan karyawan mereka ke bagian lain, dan kemudian memecat karyawan yang tidak memberikan nilai lebih kepada mereka agar mereka dapat mengganti orang tersebut dengan orang lain yang lebih mampu bekerja. Ini merupakan kombinasi dari kedua tipe di atas. Dan ini agak sedikit tricky karena perusahaan dapat memberikan Anda pesangon, sementara di saat yang bersamaan Anda ditandai sebagai “Karyawan yang tidak dapat dipekerjakan (atau tidak boleh direkrut).”

Tips ketika mencari kerja: Anda harus tahu dengan jelas kebijakan perusahaan di tempat Anda melamar. Pastikan bahwa Anda mengatakan yang sebenarnya tentang kinerja Anda. Anda juga jangan berharap bahwa perusahaan tempat Anda bekerja dulu akan memberikan Anda referensi yang baik. Dan sama seperti saran saya di dua tips sebelumnya bahwa Anda harus dapat memberikan penjelasan yang logis kepada perusahaan tempat Anda melamar kerja.

Baca juga:  4 Hal yang harus Anda diskusikan dengan HRD sebelum menerima pekerjaan

Bagaimana Anda bereaksi ketika dipecat merupakan hal yang sangat penting

Hal yang paling penting yang dapat saya sampaikan kepada setiap orang yang telah dipecat adalah orang – orang memperhatikan bagaimana Anda menangani hal ini secara profesional. Berhati – hatilah ketika Anda meluapkan emosi. Simpan rasa marah dan kesal Anda untuk diri sendiri, sebab jika Anda sampai melepaskan emosi negatif Anda ke hadapan publik secara sembarangan, maka Anda akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru. Anda juga harus mengingat bahwa hampir setiap pekerjaan yang dimiliki setiap orang berasal dari referral. Jika Anda tidak dapat menangani hal ini dengan baik di hadapan keluarga, teman, dan rekan kerja, maka mereka akan berpikir kembali jika mereka ingin mereferensikan Anda ke orang lain.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *