5 Kegagalan pemasaran yang umumnya terjadi pada startup

By -

Tidak peduli apapun bidang industri Anda, setiap pemilik bisnis pasti akan merasakan hal yang sama ketika mereka meluncurkan bisnis mereka yaitu: Bangga, walaupun mereka sadar bahwa mereka akan menghadapi banyak kesulitan di masa yang akan datang.

Ketika Anda mempertaruhkan segalanya untuk mengejar mimpi, tentu Anda tidak mengharapkan bahwa Anda akan gagal bukan? Oleh karena itu, Anda harus menemukan cara agar Anda sukses atau setidaknya meminimalisasi kemungkinan Anda untuk gagal.

Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah melalui pemasaran, tetapi sangat penting bagi Anda untuk memahami bahwa Anda tidak akan dapat dengan mudah untuk menyingkirkan orang – orang yang berkompetisi pada pasar yang sama. Berikut ini merupakan kegagalan pemasaran yang pada umumnya terjadi pada startup.

Merekrut tim PR (public relation) terlalu dini

Anda tidak memerlukan tim PR ketika Anda baru mulai menjalankan bisnis. Yang Anda butuhkan adalah basis pelanggan yang solid yang terbentuk dari kesetiaan pada brand Anda, dan cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah dengan berinteraksi dengan pelanggan Anda melalui media sosial dan menjadi terbuka tentang bisnis Anda. Orang – orang sangat suka untuk membaca blog dan mengikuti akun twitter, jadi berikanlah apa yang diinginkan oleh orang – orang.

Baca juga:  Rahasia untuk menjual brand Anda dengan satu tagline

Mencontek mentah – mentah strategi pemasaran dari kompetitor Anda

Walaupun Anda memang harus terus memantau kompetitor agar Anda dapat sukses dalam bisnis Anda, namun jika Anda menerapkan strategi pemasaran mereka secara mentah – mentah maka kemungkinan Anda untuk sukses sangat kecil. Mengapa? Karena strategi pemasaran yang mereka jalankan belum tentu sesuai dengan yang Anda butuhkan atau mungkin strategi tersebut tidak cocok untuk Anda jalankan karena kondisi tertentu. Sadarilah bahwa setiap bisnis itu berbeda dan masing – masing bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda pula pada strategi pemasarannya. Walaupun Anda melihat bahwa strategi pemasaran yang dijalankan oleh kompetitor Anda sukses, namun jika Anda memaksa untuk menjalankan strategi tersebut tanpa memperhitungkan kebutuhan dan kondisi bisnis Anda, maka strategi tersebut bukan membawa Anda menuju kesuksesan tetapi kegagalan.

Baca juga:  20 Alasan untuk memulai bisnis Anda sendiri

Menghindari penggunaan teknologi baru

Cara terbaik untuk mendapatkan pelanggan pada pasar yang serba canggih saat ini adalah dengan menggunakan teknologi terbaru untuk menjangkau orang – orang. Tetapi jangan hanya sekedar menggunakan teknologi terbaru saja, Anda juga harus benar – benar paham bagaimana cara menggunakan teknologi tersebut untuk kemajuan bisnis Anda.

Takut dengan pemasaran

Setiap orang benci dengan tenaga penjual yang agresif, jadi saya paham jika Anda tidak ingin menjadi seperti mereka. Namun, bukan berarti Anda harus berdiam diri menunggu pelanggan untuk datang dan membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Sebuah perusahaan startup jelas membutuhkan pemasaran agar mereka dapat menarik pelanggan pertama mereka. Oleh karena itu dengan berinvestasi pada pemasaran, maka akan membantu tim penjualan Anda untuk mendapatkan lebih banyak trafik dan menutup penjualan lebih banyak.

Baca juga:  Valadoo berhenti beroperasional

Menangani semua hal sendirian

Pemasaran biasanya dilakukan berkelompok (satu tim) dan hal itu memang dilakukan karena ada alasannya. Pemasaran merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan berbagai sudut pandang dan waktu yang cukup lama untuk mengerjakannya. Sedangkan Anda sebagai pemilik bisnis tentu memiliki area lain yang harus dikerjakan, dan pemasaran merupakan area yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk mengatasi hal ini biasanya pemilik bisnis membentuk sebuah tim atau merekrut beberapa ahli pemasaran untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan bisnis Anda.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *