4 Cara Untuk Mengubah Fans Sosial Media Menjadi Pelanggan Setia

By -

Sangat menyenangkan ketika perusahaan melihat fans dan pelanggan menanggapi produk dan pesan secara positif melalui sosial media. Namun mengetahui bagaimana cara mengkonversi semua energi positif tersebut menjadi penjualan dan strategi marketing yang efektif dapat menjadi sebuah kesulitan tersendiri.

Hanya dengan sedikit fokus dan strategi, bisnis dari berbagai macam ukuran dapat mengubah pelanggan baru atau fans biasa menjadi pendukung yang berpengaruh dan pelanggan yang tetap, kata Danny Maloney, co-founder dan chief executive dari Tailwind, sebuah perusahaan intelijen pemasaran sosial media yang membangun tools untuk memanfaatkan kekuatan data dari sosial media.

Di sini, Maloney menawarkan empat cara perusahaan untuk mengangkat sosial media presence mereka menjadi alat marketing yang efektif :

1 . Gunakan pendekatan yang sudah ditargetkan

Memberikan kesadaran skala besar di media sosial dengan cara yang sama seperti merek besar tidak cocok secara ekonomi untuk perusahaan kecil hingga menengah. Sebaliknya, Maloney mengatakan perusahaan dengan anggaran yang lebih kecil harus menghabiskan waktu dan sumber daya mereka pada pelanggan mereka yang paling mungkin untuk dikonversi.

Baca juga:  Cara mendapatkan verifikasi dari Twitter

“Dengan alat yang tepat Anda dapat memonitor kata kunci dan frase yang berhubungan dengan bisnis Anda” dan menanggapi apa yang dikatakan pelanggan, penggemar bahkan pencela secara real time, kata Maloney.

Mention, misalnya sebuah program sederhana yang memungkinkan pengguna melacak orang – orang yang menyebutkan merek mereka di Facebook, Twitter, RSS dan web pada umumnya. Tagboard adalah program serupa yang digunakan untuk memantau hashtags di Twitter, Facebook, Instagram, Vine dan Google+. Berdasarkan query, aplikasi tersebut akan menempatkan tampilan konten yang sudah disesuaikan dari berbagai platform sosial media.

2 . Biarkan penggemar Anda tahu bahwa Anda mendengarkan mereka.

Tidak seperti media lain – sosial media bukanlah saluran satu arah, ini merupakan percakapan dan merek memiliki kewajiban untuk bersikap responsif.

“Fans merek Anda ingin tahu bahwa Anda ada dan mendengar mereka”, kata Maloney. “Jika mereka mengambil waktu untuk berbagi posting blog yang Anda tulis atau memberikan review positif dengarkan mereka dan ucapkan terima kasih kepada mereka”.

Baca juga:  3 Alasan mengapa bergantung pada media sosial marketing merupakan strategi yang buruk

Beberapa perusahaan mengambil langkah lebih lanjut dengan menggunakan fans merek terkuat mereka sebagai nara sumber untuk pemasaran yang sedang mereka jalankan dengan meminta penggemar mereka untuk menulis testimonial. Dengan melakukan hal ini pelanggan Anda akan berpikir bahwa perusahaan Anda benar-benar peduli dan mendengarkan mereka, tentu saja mereka akan senang dan akan membagikannya kepada orang banyak mengenai perusahaan Anda, kata Maloney.

3 . Targetkan penawaran khusus Anda.

Para pelanggan yang sudah memberikan pujian kepada Anda di Twitter dan Facebook kadang-kadang membutuhkan dorongan agar mereka terus dating kembali. Jadi saat Anda berterima kasih kepada mereka, mempertimbangkan untuk menawarkan mereka insentif, seperti diskon, untuk mengunjungi bisnis Anda kembali.

Ini memungkinkan pelanggan untuk mengtahui bahwa Anda sedang mendengarkan dan menghargai mereka dan mengubah mereka menjadi fans yang lebih kuat sekaligus pelanggan tetap.

4 . Memberikan konten yang menarik.

Salah satu cara merek untuk dapat mengembangkan hubungan yang bermakna dengan fans dan pelanggan mereka di sosial media adalah dengan mencari dan membagikan konten yang menarik pada topik khusus tertentu. Merek yang lebih besar diharapkan untuk mempublikasikan konten setara dengan kualitas majalah, tetapi Maloney mengatakan perusahaan dari berbagai ukuran dapat mengembangkan strategi konten – pemasaran yang efektif.

Baca juga:  4 Kunci pemasaran pada twitter

“Anda harus membangun hubungan dengan orang-orang, engage mereka berdasarkan minat dan jangan menjual secara langsung “, kata Maloney. “Jika Anda adalah perusahaan yang langsung berhadapan dengan konsumen, akan sangat penting untuk membagikan sesuatu yang menarik dan “sharable” sehingga audiens Anda dapat menyebarkan pesan tersebut”.

Maloney mengatakan sangat penting juga untuk menyesuaikan konten pada berbagai jaringan sosial – tweet 140 – karakter tidak akan bekerja dengan baik pada sosial media berbasis gambar seperti Pinterest. Dengan melakukan hal ini Anda dapat membuat fans Anda untuk terus kembali ke jejaring sosial media Anda lagi dan lagi.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *