6 Hal yang dilakukan pemimpin sejati

By -

“Karena sekarang saya adalah pemimpin, saya takut jika orang lain tahu bahwa saya pemimpin gadungan.” Banyak pemimpin dengan berbagai tingkat pendidikan mengalami pengalaman seperti ini. Dilema ini merupakan transisi dari seorang “pelaku yang memiliki keahlian” menjadi “pemimpin dengan visi.” Perubahan ini sangatlah mudah bergantung dari perusahaan, posisi, dan jumlah tanggung jawab yang Anda miliki dalam organisasi. Seperti yang sudah Anda asumsikan, posisi kepemimpinan akan membawa Anda menjauh dari tugas rutinitas.

Pada awal karir, Anda akan terikat dengan pencapaian setiap individual, Anda akan dinilai berdasarkan hasil yang dapat Anda berikan untuk organisasi. Ada beberapa output yang dapat Anda katakan dengan rasa bangga, dan Anda juga dapat meninggalkan pekerjaan Anda dengan perasaan berhasil.

Ketika Anda bertransisi menjadi seorang pemimpin, nilai yang harus Anda berikan tidak lagi sama, seperti ketika Anda berada pada awal karir Anda. Pekerjaan Anda tidak lagi memiliki hasil yang tangible, dan hal ini akan menciptakan tekanan dari dalam diri Anda, serta rasa tidak aman. Oleh karena itu, tidak aneh bagi seseorang yang berada pada posisi pemimpin ketika meninggalkan pekerjaannya bertanya – tanya “Apa yang sudah saya lakukan hari ini?”

Baca juga:  Cara mengatasi kehilangan ketika rekan kerja keluar dari perusahaan

Karena menjadi seorang pemimpin membutuhkan perhatian yang luas dalam bisnis, sangat tidak mungkin bagi Anda untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif sekaligus pelaku operasional. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mereview kembali ekspektasi Anda.

Di bawah ini merupakan enam strategi untuk melakukan transisi dari pelaku operasional menjadi pemimpin sejati.

Definisikan seperti apa kesuksesan bagi tim Anda dan bagikan hal tersebut secara konsisten

Cobalah untuk menulis definisi kesuksesan Anda dalam kertas berukuran 3×5. Hal ini akan memastikan bahwa yang Anda lakukan dapat diukur, fokus, dan mudah bagi Anda dan tim Anda untuk mengingatnya.

Buat ekspektasi yang jelas untuk setiap individu dan posisi mereka dalam tim Anda

Ini merupakan bagian yang sangat penting sebagai seorang pemimpin, namun hal ini seringkali dianggap remeh. Orang – orang menginginkan ekspektasi yang jelas terhadap diri mereka sendiri, terutama bagi karyawan yang baru bekerja di perusahaan.

Baca juga:  Cara membuat orang untuk melakukan apa yang Anda inginkan

Menyadari bahwa Anda tidak mungkin tahu segala hal

Aspek yang paling kurang dihargai dari seorang pemimpin adalah bahwa Anda tidak harus tahu segala hal. Seharusnya ini merupakan kelegaan. Semakin nyaman Anda dalam bergantung kepada orang lain dan menggunakan area keahlian mereka, maka semakin besar potensi tim Anda.

Dukung tim dan kolega Anda dengan membantu mereka memecahkan masalah

Menjalankan sebuah bisnis secara efisien membutuhkan kemampuan tim Anda dalam memecahkan masalah harian dengan efektif dan percaya diri. Penghargaan terbesar yang dapat Anda berikan kepada mereka adalah dengan memberitahukan kepada mereka bahwa Anda akan selalu ada dan siap untuk membantu mereka.

Berikan pertanyaan cerdas yang memicu pemikiran dan tindakan

Sudah hal yang umum untuk mengatakan kepada tim Anda apa yang harus mereka lakukan, karena Anda memang Anda digaji untuk itu bukan? Tetapi ingat jangan pernah meremehkan nilai dari bertanya daripada memerintah. Dengan memberikan pertanyaan secara terbuka, Anda telah mendorong tim Anda untuk terus meningkatkan praktik mereka dan menciptakan solusi yang inovatif.

Baca juga:  5 Faktor yang mempengaruhi kinerja kerja karyawan

Mengeliminasi rasa bingung dengan menghilangkan rintangan

Walaupun bukan cara yang elegan, namun dengan turut campur tangan dalam membuka jalan bagi kesuksesan tim, dapat menjadi komponen kunci dalam peran Anda. Sebagai pemimpin, bagian dari pekerjaan Anda adalah mengantisipasi hal – hal yang berpotensial menjadi masalah dan membuat rencana untuk mengatasi hal tersebut, sehingga anggota tim Anda sudah siap ketika maslaah tersebut muncul.

Kepemimpinan yang efektif sulit untuk diraih, karena tentunya sulit bagi Anda untuk melepas kebiasaan Anda sebagai pelaku operasional. Namun, dengan semakin bergantungnya Anda pada prinsip – prinsip kepemimpinan di atas, maka semakin besar nilai yang dapat Anda berikan kepada tim dan organisasi Anda, semakin puas Anda terhadap pekerjaan Anda, maka semakin berkurang perasaan Anda sebagai pemimpin gadungan.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *