5 Langkah untuk menjadi pemimpin otentik

By -

Ketika Anda berpikir mengenai pemimpin yang memimpin secara otentik, dan ingin mencontoh mereka, mungkin Anda berpikir apa yang harus Anda serahkan atau apa harga yang harus dibayarkan untuk menjadi seorang pemimpin yang otentik.

Tetapi itu merupakan pertanyaan yang salah, sebab kenyataannya ketika Anda otentik, Anda akan menjadi lebih efektif sebagai pemimpin. Orang – orang akan mengikuti Anda dengan sendirinya.

Berikut ini merupakan lima langkah untuk menjadi pemimpin otentik.

Membangun kepemimpinan

Orang – orang ingin mengikuti. Ketika Anda masuk ke dalam ruang meeting, sebagai pemimpin, orang – orang akan menunggu untuk mendengar visi Anda. Sudah tugas Anda untuk menentukan apa yang harus terjadi. Terlalu banyak pengusaha, terutama orang yang menjadi pendiri dan membangun bisnis mereka sendiri, tidak membangun peran dalam kepemimpinan.

Beberapa pemimpin ingin tim manajemen mereka datang dengan membawa strategi, memberikan alasan mengapa manajer mereka yang harus mengimplementasikannya. Tetapi perspektif seperti itu tidak akan berhasil, mengapa? Karena manajer bukanlah jabatan untuk mengatur strategi.

Pernahkah Anda melihat di ruang ganti baju ketika pelatih berbicara dengan pemain mereka? Apakah ada pertanyaan mengenai siapakah pemimpin dalam situasi tersebut?

Beranilah. Kepemimpinan berarti memiliki visi, dan kemudian mengajak setiap orang untuk meraihnya bersama.

Menjadi pelayan dari visi Anda

Prioritas utama dan kesetiaan Anda harus berada pada perusahaan. Bukan pada investor, pelanggan, atau karyawan. Semua hal tersebut hanya untuk perusahaan dan visi Anda. Sehingga, ketika Anda melakukan apapun, Anda akan membuat perusahaan bergerak ke arah yang tepat. Dan menyingkirkan rintangan yang menghalangi Anda.

Baca juga:  8 Tanda - tanda pemimpin yang tidak baik

Apakah Anda memiliki karyawan yang sudah lama bersama dengan Anda, tetapi meskipun perusahaan sudah berkembang, karyawan tersebut tetap tidak berkembang? Inilah saatnya untuk melepaskannya. Mempertahankan karyawan seperti ini merupakan salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan oleh pengusaha. Anda akan merugikan orang – orang yang ada disekitar mereka, termasuk karyawan itu sendiri.

Pertimbangkanlah diri Anda untuk menjadi pemimpin yang menciptakan penawaran menarik. Apakah Anda berpikir bahwa Steve Jobs akan mengijinkan orang – orang untuk tetap berada pada timnya jika mereka tidak bekerja dengan baik? Anda akan kehilangan integritas diri Anda sendiri dengan mempertahankan mereka.

Sebaliknya, berikan mereka kebebasan untuk mencari perusahaan dimana mereka dapat menambah nilai diri mereka dengan sangat baik. Sudah tugas Anda untuk merekrut karyawan terbaik dan memastikan bahwa hanya yang terbaik yang dapat berada pada anggota tim Anda.

Menjadi terbuka

Ada masa ketika saya bekerja dengan seorang CEO dari sebuah perusahaan yang memiliki pertumbuhan dengan sangat baik selama 10 tahun berturut – turut, sebelum akhirnya industri yang digelutinya mengalami guncangan. Dia sangat khawatir. Dia mengadakan meeting dengan seluruh perusahaannya di dunia, dimana dia akan memberitahukan berita buruk tersebut, untuk pertama kalinya, perusahaan yang dipimpinnya akan mengalami kerugian, kata R. Michael Anderson, founder dari The Executive JOY Institute.

Saya bertanya apakah ada orang lain yang mengetahui bahwa perusahaan sedang tidak baik, dan dia berkata tentu saja, semua kompetitor mereka juga mengalami hal yang sama.

Baca juga:  10 hal yang menghancurkan produktivitas tim Anda

Saya kemudian bersama dengan dia menghadapi hal tersebut. Dia memberitahukan situasinya kepada seluruh perusahaannya, tetapi dia tidak terpuruk, dia malah menggunakan kabar buruk tersebut untuk memangkas biaya dan membuat perusahaan menjadi lebih efisien, sementara dia mendapatkan banyak kepercayaan dari orang – orangnya, kata Anderson.

Berkata jujur

Ketika Anda mengalami situasi yang sulit untuk diatasi, Anda akan terkejut bahwa berkata jujur akan bekerja dengan baik. Namun Anda harus memahami cara yang sehat untuk dapat menggunakannya.

Katakanlah Anda memiliki tenaga penjual yang tidak bekerja maksimal. Daripada Anda mencari yang baru di belakang orang tersebut, lebih baik berikan dia sebuah kebenaran.

Ajak meeting empat mata. Katakan kepada dia bahwa ini tidak dapat terus berlangsung. Berikan kesempatan satu bulan lagi dan berikan juga kebebasan bagi orang tersebut agar dapat mencari pekerjaan yang baru, dan menyetujui bahwa dia tidak akan membawa atau membocorkan informasi yang sensitif mengenai perusahaan, dan sebagai itikad awal yang baik, tenaga penjual tersebut dapat memberikan akun atau pelanggan yang dia tangani kepada manajer penjualan atau tenaga penjual yang lain.

Hal ini akan membuat karyawan meninggalkan perusahaan dengan kesan yang positif, menyelamatkan Anda dari musuh dan memberikan waktu untuk mencari pengganti yang lebih baik.

Saya menyebut tindakan ini sebagai “kejujuran netral” karena Anda tidak menyalahkan siapa pun. Anda hanya fokus pada fakta. Dan tidak ada satu orang pun yang dapat membantahnya. Jadi, jangan pernah menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang personal, dan Anda akan mendapatkan solusi yang kreatif.

Baca juga:  Tips Untuk Motivasi Kerja Karyawan

Memiliki rasa kepemilikan

Saya akan memberitahukan kepada Anda sebuah rahasia: Anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

Jika perusahaan Anda tidak mencapai angka penjualan yang sudah ditentukan, bukan hanya direktur penjualan saja yang salah. Tetapi Anda juga salah. Dan hal ini bukan ditanggung berdua, tetapi 100 persen kesalahan Anda.

Jika orang – orang yang Anda pimpin tidak melihat Anda bertanggung jawab penuh, mereka juga tidak akan mau. Hal ini bukan berarti Anda harus menambah pekerjaan Anda, tetapi mengubah mindset Anda. Ketika hal itu terjadi, segera renungkan bagaimana kepemimpinan Anda dapat membuat hal tersebut terjadi, kemudian cari tahu bagaimana cara untuk mengatasinya.

Orang – orang akan segera menerima pesan, bahwa ini bukan untuk mencari kambing hitam, ini tentang bagaimana mendapatkan hasil.

Bonus: Berikan waktu istirahat untuk diri Anda

Langkah terakhir ini merupakan self-compassion. Ingatlah hal – hal positif yang telah Anda lakukan untuk dunia. Pada pekerjaan Anda, kehidupan pribadi, dan kedermawanan Anda. Ketika sesuatu tidak sempurna, ketika Anda tidak sempurna, perlakukan diri Anda dengan baik. Ingatlah bahwa Anda merupakan pengambil resiko, seorang pencipta. Jadi, tersenyumlah ketika Anda tidak sempurna.

Manfaat yang Anda dapatkan sangatlah besar. Anda akan lebih disukai, orang – orang akan lebih mempercayai Anda, dan Anda akan berubah menjadi “pemimpin alami” yang sudah sering kita dengar. Sebenarnya Anda sudah memiliki jiwa kepemimpinan, sekarang yang perlu Anda lakukan adalah keberanian untuk hidup bersama dengan hal tersebut.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

1 Comment to 5 Langkah untuk menjadi pemimpin otentik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *