3 Cara Untuk Menjadi Manager Yang Baik

By -

Ini terjadi ketika saya mulai bekerja dengan atasan baru, saya sadar telah menjadi manager yang buruk.

Ketika mantan bos saya berhenti, saya dan tim saya dipindahkan ke departemen baru di perusahaan dan atasan baru saya coba untuk merasakan tim barunya yang dia pimpin, dia mulai menanyakan pertanyaan ke saya: “Siapa di tim anda yang pantas mendapatkan kenaikan pangkat?”, “Performa siapa yang sedang di bawah standard?”, “Seberapa sering anda mengadakan meeting personal dengan bawahan?”

Dan saat saya menjawab berturut-turut, “Um, saya tidak yakin”, “Saya pikir semuanya baik-baik saja”, dan “ya, ketika saya butuh saja”, saya sadar kalau saya tidak melakukan pekerjaan saya dengan sebaik-baiknya. Saya ingin sekali menjadi manager yang baik — tetapi mudah untuk dilihat kalau saya menjadi sedikit cuek dan tidak berusaha semaksimal mungkin untuk membimbing tim saya.

Saat itu, saya memutuskan untuk membalikkan keadaan. Saya tahu tidak ada perbaikan yang langsung, tetapi ada beberapa langkah yang pasti saya ambil yang membuat saya menjadi manager yang lebih dipercaya, dihormati, dan sukses. Jadi, jika anda pernah menemukan diri anda dalam posisi saya dan menyadari kalau anda tidak memenuhi deskripsi pekerjaan anda, saya menghimbau anda untuk mengikuti arahan saya dengan beberapa tips untuk meningkatkan profesi managerial anda.

1. Menaruh meeting personal di Kalendar

Setiap atasan menghimbau saya untuk melakukan meeting personal yang dijadwalkan dengan setiap bawahan. Meskipun dengan saran itu, saya selalu menundanya, lebih memilih mengadakan meeting ketika sangat diperlukan (ketika ada seseorang yang sudah sering melakukan kesalahan). Saya tidak berpikir kalau itu penting untuk bawahan saya — saya berkeliling dan bicara dengan mereka setiap hari, jadi mengapa harus membatasi pembicaraan kami hanya sebatas di dalam kantor.

Baca juga:  Alasan mengapa Anda harus merekrut orang yang lebih pandai dari Anda

Tetapi, sebenarnya berbicara secara pribadi adalah kesempatan anda untuk memberikan saran yang serius (dimana tidak sering terjadi ketika anda berbicara seperti biasa), dan memberikan bawahan anda kesempatan untuk membicarakan tentang hal yang mereka pikirkan — seperti potensi naik pangkat, konflik dalam kelompok atau bahkan sesuatu tentang gaya manajemen anda yang membuat pekerjaan mereka seakan-akan berat.
Ketika saya memutuskan kalau saya membutuhkan dorongan dalam manajemen saya, saya mengirim surat undangan untuk setiap bawahan saya, dengan sungguh-sungguh menetapkan meeting personal setiap 2 minggu. Dengan cara ini, mereka dapat bersiap dan sedikit kesempatan saya untuk berkata “Oh, kita bisa bertemu minggu depan”, dimana akan terjadi kalau saya melanjutkan untuk menjadwalkan mereka kapanpun saya suka.

Ada juga peluang bagus kalau bawahan anda tidak mengeluarkan perasaan mereka yang paling dalam di meeting pertama — dan faktanya, mereka mungkin merasa sedikit aneh. Tapi, jika anda melanjutkan untuk bertemu secara rutin dan membuktikan kalau anda berkomitmen untuk tetap berkomunikasi, anda akhirnya akan membangun ikatan yang membantu anda dan tim anda untuk memiliki kesamaan. Anda akan mengetahui bawahan anda di level personal dan profesional dan anda dapat membaca lebih baik situasi tentang mereka.

2. Berhenti menambal

Ketika saya melihat gaya manajemen saya, saya terpaksa mengakui kalau saya lebih memilih jalan yang mudah. Bukan mengidentifikasi akar masalah performa dan membantu bawahan melewati itu, saya hanya menambal di situ — dengan mengambil pekerjaan mereka yang sangat sulit untuk dikerjakan dan membagikan ke seseorang yang lebih ahli dari perkerjaan tersebut. Saya tidak membantu mengembangkan bawahan saya; saya malah mengabaikan permasalahan dan menggunakan cara cepat.

Baca juga:  5 Cara untuk membangun integritas Anda

Jika anda mencari cara untuk mengubah performa manajemen, inilah saatnya untuk menghadapi bawahan anda dan isu mereka (baik dan buruk).

Di kasus saya, itu berarti menyediakan pelatihan dan pembinaan individual jika saya menemukan bawahan yang tidak menyelesaikan tugas dengan benar. Ya, hal itu akan lebih menghemat waktu jika menyerahkannya ke anggota tim lain, tapi dengan mengambil waktu untuk duduk bersama dengan bawahan untuk melakukan pembinaan, saya lebih bisa meningkatkan kemampuan tim secara keseluruhan. Dan itu membantu kami untuk mencapai lebih jauh lagi.

Bersamaan dengan itu, tidak cukup jika anda bergantung pada gaji karyawan sebagai hadiah atas pekerjaan yang bagus. Jika pengakuan pribadi telah dikesampingkan (bagi saya, saya lebih memilih mengatakan “kerja yang bagus.” di dalam tim meeting), mulailah memuji anggota tim anda. Entah anda mengirim email ke bawahan anda, memanggilnya untuk berbicara empat mata, atau mengakui kerja mereka di depan yang lain, sangatlah penting membuat mereka merasa dihargai. Dan jika ini bukan prioritas anda, jadikanlah.

3. Bantu bawahan anda Mempercayai anda

Sebagai manager, anda punya permintaan yang datang ke anda dari segala arah. Atasan anda terus menerus memberi goal baru kepada anda, menanyakan kenapa anda tidak mencapai jumlah yang diperkirakan, dan memberi tekanan agar tim anda termotivasi. Dari bawahan anda, anda akan mendapat permintaan untuk pelatihan tambahan, mengeluh tentang pekerjaan yang terlalu banyak, dan, ide anda yang belum mendapat waktu saat itu.

Saat saya ada di situasi ini. saya lebih memilih biarkan tekanan atasan yang menjadi kegiatan sehari-hari, mengesampingkan permintaan bawahan saya. Jadi, mereka tidak dapat pelatihan yang mereka inginkan, pekerjaan mereka tetap berlebihan (atau kebosanan-mendekati kosong), dan ide mereka ada di daftar pertimbangan yang tidak pernah saya pertimbangkan.

Baca juga:  9 Alasan yang membuat karyawan berhenti kerja

Sebenarnya, tidak akan mudah untuk membuat seimbang 50/50 antara jumlah waktu dan perhatian yang anda berikan ke bawahan anda dengan manajemen anda. Dan sekali lagi, haruskah terbagi jadi sama besar? Sejujurnya, sayapun tidak tahu — tapi, saya tahu itu bagian dari pekerjaan saya untuk mendukung tim saya. Dan itu berarti menyediakan mereka dengan apa yang mereka butuhkan untuk menjadi sukses, menekankan ide mereka hingga selesai. (atau setidaknya mempertimbangkannya), dan membantu mereka sebisa mungkin,

Kuncinya? Menindaklanjuti, prioritas, dan kejujuran. Kapanpun bawahan anda membuat permintaan atau menanyakan bantuan yang tidak bisa langsung diberikan, tulislah. Lalu, sediakan waktu untuk mengurutkan dan mulai menyelesaikan permintaan itu, Baik itu berarti mendapatkan jam latihan ekstra yang sudah diterima atau mempresentasikan ide baru ke atasan anda. Yang paling penting, apapun hasilnya, balikkan lagi ke bawahan anda dan biar mereka tahu apa yang terjadi — jikapun anda membiarkan mereka tahu ketika ide tersebut dibiarkan sementara waktu (atau hanya tidak akan diimplementasikan).

Ketika anda bertindak sesuai kata-kata anda, anda akan menunjukkan kepada bawahan anda bahwa tidak hanya ada anda di sisi mereka, tapi mereka bisa mempercayai anda untuk membantu mereka sebisa anda.

Bersiaplah: bawahan anda mungkin menjadi sedikit ragu dengan perubahan yang telah terjadi kepada anda. Jika anda tidak diperhatikan dan tim yang berfokus ke manager di masa lalu, mereka mungkin tidak mempercayai anda 100% langsung. Berita baiknya, langkah-langkah ini akan menaruh anda kembali ke jalan yang benar tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan manajemen anda, tapi untuk membantu tim secara keseluruhan menjadi sukses.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *