Alasan mengapa karyawan mengundurkan diri

By -

Ada banyak faktor yang menyebabkan karyawan-karyawan Anda mengundurkan diri. Beberapa alasan mungkin tidak dapat dikontrol, namun banyak alasan lain yang sebenarnya berada dalam kontrol Anda sebagai atasan. Semua elemen dalam perusahaan, budaya dan lingkungan perusahaan, persepsi karyawan terhadap pekerjaan mereka, dan kesempatan – kesempatan pengembangan diri adalah faktor yang dipengaruhi Anda sebagai bos.

Ketika seorang karyawan mengundurkan diri, perusahaan mungkin mengalami kerugian dari segi finansial, namun kehilangan seorang karyawan yang baik adalah kerugian yang jauh lebih besar. Anda bisa kehilangan hal-hal yang telah dikembangkan karyawan tersebut selama bekerja, seperti koneksi serta energi dan dedikasinya. Kenali sebab-sebab yang dapat membuat karyawan mengundurkan diri, kemudian segera atasi sebelum karyawan Anda mengundurkan diri massal.

Alasan Mengapa Karyawan Mengundurkan Diri?

Ada masalah dengan bos atau rekan kerja

Karyawan tidak perlu bersahabat karib dengan bos mereka, namun hubungan baik adalah suatu kewajiban. Bos memainkan peran cukup besar terhadap kehidupan sehari-hari karyawan di kantor, sehingga hubungan yang kurang baik akan sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Jika Anda mendengar karyawan mengeluh tentang bos mereka (baca: Anda), sebaiknya mulai cari tahu ada apa sebenarnya. Apalagi, ketika keluhan tersebut tidak hanya datang dari satu karyawan saja. Perhatikan pula hubungan antar karyawan agar Anda tanggap dalam menghadapi konflik seperti bullying di kantor.

Baca juga:  Cara menjawab pertanyaan “Mengapa Anda keluar dari tempat kerja Anda sebelumnya?”

Bosan dan tidak tertantang dengan pekerjaannya

Tidak ada yang ingin merasa bosan di kantor, termasuk Anda dan karyawan Anda. Jika Anda menemukan karyawan yang merasa bosan dan tidak tertantang dengan pekerjaannya, bantulah mereka memecahkan masalah ini. Anda dapat meluangkan waktu untuk bekerja secara lebih dekat dengan mereka untuk memastikan karyawan-karyawan Anda merasa terlibat, termotivasi, dan tertantang untuk berkontribusi, menghasilkan sesuatu yang baru, serta mencapai target.

Pekerjaan tidak sesuai ekspektasi awal

Pihak perusahaan harus berhati-hati dalam menyusun deskripsi pekerjaan dan menjelaskan kepada calon pegawai potensial tentang tugas-tugasnya. Persiapkan calon pegawai potensial mengenai pekerjaan yang mereka lamar untuk menghindari pengunduran diri tidak lama setelah mereka masuk. Anda pasti ingin memiliki karyawan paling pintar, berbakat, dan berpengalaman, namun Anda juga harus memastikan bahwa pekerjaan yang Anda tawarkan tepat dengan kualifikasi karyawan tersebut.

Baca juga:  Cara menjawab pertanyaan “Seperti apa Anda 5 tahun ke depan?”

Merasa terkekang

Perusahaan atau organisasi banyak berbicara tentang pemberdayaan, kemandirian, dan kebebasan, namun hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa Anda lakukan atau berikan begitu saja kepada seseorang. Hal tersebut adalah karakteristik yang perlu dipahami dan dicapai para pegawai. Sebagai bos, Anda bertanggung jawab memberikan lingkungan kerja yang memungkinkan mereka mencapai hal tersebut. Dengan menciptakan budaya yang bertanggung jawab, Anda menciptakan pula suatu pemberdayaan saat pegawai mengetahui dan menjalankan tanggung jawabnya. Jika mereka merasa kelewat terkekang, Anda pasti sudah paham apa yang akan terjadi.

Kurangnya loyalitas

Setiap tahunnya, berbagai perusahaan membiarkan ratusan bahkan ribuan pegawai keluar dari kantor lama mereka untuk menemukan kesempatan baru di perusahaan lain. Jika dilihat, tidak ada loyalitas dari kedua belah pihak dan masing-masing tidak merasa memiliki keterikatan kuat antara satu sama lain. Atasi masalah ini dengan mulai belajar lebih mendengarkan karyawan untuk menunjukkan bahwa Anda peduli dan memperhatikan mereka sebagai bagian dari perusahaan. Dengarkan kekhawatiran dan saran para pegawai, karena seorang pemimpin yang baik seharusnya mampu membuat para karyawan merasakan kepemilikan dalam perusahaan.

Baca juga:  Kesalahan terbesar interview yang pernah saya lakukan

Merasa tidak berkembang

Ketika karyawan menggunakan kemampuan dan keahlian dalam pekerjaan, mereka akan merasa bangga, puas, dan percaya diri. Tentunya mereka ingin berpartisipasi pada aktivitas yang mereka gemari untuk meningkatkan keahlian serta kemampuan diri. Jika pegawai Anda merasa tidak bisa mengembangkan diri di perusahaan Anda, tentu mereka akan mencari tempat lain yang menawarkan kesempatan tersebut. Anda dan perusahaan harus memperbaiki sistem pengembangan diri dan karier karyawan untuk memastikan mereka memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

Perusahaan dirasa tidak stabil

Ketidakstabilan perusahaan yang disebabkan oleh menurunnya penjualan, pemutusan hubungan kerja, gaji tidak lancar, kabar buruk, banyak yang mengundurkan diri, merjer, dan akuisisi perusahaan membuat pegawai merasa tidak aman serta mengakibatkan krisis kepercayaan. Kekhawatiran tersebut dapat membuat pegawai Anda ingin keluar dari perusahaan. Berikan transparansi dan kejelasan tentang kebijakan yang akan diambil untuk mengembalikan stabilitas perusahaan. Jika pegawai percaya dan menghormati tim manajemen, besar kemungkinan mereka tidak akan mengundurkan diri.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *