Inspirasi

7 cara mengatasi rasa gugup di depan umum

Ketika saya berusia 11 tahun, saya mengikuti sebuah kompetisi bercerita. Dengan percaya diri saya menceritakan sebuah cerita dan menarik perhatian semua orang, sampai tiba-tiba saya mendengar suara tepat di depan panggung mengomentari hidung saya. Ini benar-benar sebuah bencana. Sejak saat itu saya kehilangan fokus dan melupakan naskah cerita saya. Itulah saat dimana saya mulai memiliki rasa gugup untuk berbicara di depan umum, kata Mohamad Zaki.

Selama bertahun-tahun saya mencoba berbagai cara, hingga akhirnya saya berhasil mengatasi rasa gugup saya berbicara di depan umum. Sekarang saya bisa berbicara di depan umum dengan segala kondisi, baik ketika saya sudah melakukan persiapan maupun ketika saya melakukannya tanpa persiapan dan meskipun kegugupan itu masih ada, saya bisa mengendalikannya. Ini tidak mudah tapi saya berhasil dengan bantuan beberapa buku dan beberapa teknik yang saya kembangkan sendiri, kata Zaki.

Mudah-mudahan trik ini bisa membantu Anda karena buku ini telah membantu saya mengatasi rasa gugup ketika berbicara di depan umum.

Mengakui jika Anda gugup

Yang harus Anda lakukan adalah mengakui bahwa Anda gugup ketika berbicara dengan audiens Anda. Bila Anda melakukan ini, penonton akan memaklumi jika kegugupan Anda muncul ketika Anda berbicara. Lebih penting lagi Anda akan merasa lebih rileks karena mereka tidak akan mengharapkan presentasi kelas dunia.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan bercanda. Inilah contoh yang bagus. “Dalam perjalanan ke sini, hanya Tuhan dan saya yang tahu apa yang akan saya presentasikan. (terlihat sedikit gugup) Sekarang, hanya Tuhan yang tahu.”

Baca juga:  5 Tips untuk membuat keputusan yang lebih baik

Redefinisi audiens Anda

Redefinisi audiens Anda berarti mengubah cara Anda melihat audiens Anda. Alih-alih melihat mereka sebagai dosen yang sedang mengevaluasi Anda, mungkin Anda bisa meyakinkan diri Anda bahwa mereka semua adalah sesama siswa yang mengantri untuk presentasi setelah Anda. Mereka semua sama gugupnya sehingga tidak ada alasan bagi Anda untuk melakukan hal yang sama.

Atau menganggap mereka sebagai teman lama yang hilang yang belum pernah Anda lihat selama 10 tahun. Dengan cara ini Anda dapat mempertahankan kontak mata dengan mereka dan mencoba untuk mencari tahu di mana Anda pernah melihatnya sebelumnya. Bagi penonton, mereka akan melihat presentasi yang sangat ramah dan personal.

Jangan mencoba meyakinkan diri Anda bahwa tidak ada orang di sekitar Anda, seperti yang disarankan oleh beberapa buku. Sangat sulit untuk meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada orang di sekitar saat Anda benar-benar berbicara kepada mereka.

Gunakan bantuan visual

Bayangkan sebuah presentasi dengan slide PowerPoint yang indah. Percayalah mata mereka tidak akan tertuju pada Anda. Mereka akan membaca slide PowerPoint Anda. Ini akan sangat membantu karena Anda tentu menjadi lebih mudah untuk berbicara dengan orang-orang yang tidak melihat Anda. Saat mereka melihat Anda, Anda hanya perlu mengubah fokus Anda ke orang lain yang tidak melihat. Memberikan pidato kepada orang – orang yang tidak melihat Anda selalu lebih mudah.

Baca juga:  3 Cara untuk menjawab “Apa kelebihan Anda?” saat interview

Buat kesalahan dengan sengaja

Ini adalah trik lain yang saya rasa perlu untuk Anda coba. Begitu saya “secara tidak sengaja” menjatuhkan catatan saya ke lantai, dan saat memungutnya, saya memperingatkan audiens bahwa presentasi akan semakin membingungkan setelah ini. Lalu saya mendengar ada tawa dari kursi audiens.

Intinya adalah mengendalikan penonton Anda. Jika Anda bisa membuat mereka tertawa dan bersikap lebih interaktif dengan Anda, presentasi Anda akan terasa lebih santai sehingga bisa membuat presentasi Anda lebih berkesan daripada yang lain.

Berbicara ke satu orang pada satu waktu

Salah satu hal yang paling mengerikan ketika berbicara di depan umum adalah keramaian. Hanya dengan melihat kerumunan orang dan semua orang diam hanya untuk mendengar Anda berbicara akan mengirim rasa gugup ke sekujur tubuh Anda. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu berbicara dengan satu orang pada satu waktu.

Pilih salah satu anggota audiens Anda dan persembahkan seluruh presentasi Anda kepada dia. Anggap saja bahwa orang lain tidak memperhatikan. Ketika seseorang mengajukan pertanyaan kepada Anda, ubah fokus Anda ke orang itu dan jawab pertanyaannya seolah – olah Anda berdua sedang berada di kedai kopi untuk mengobrol. Bukankah itu cara yang paling santai untuk menangani keramaian?

Baca juga:  5 Tanda Anda Menghalangi Jalan Anda Sendiri untuk Sukses

Selalu terkesan dengan pendapat pribadi seseorang

Sama seperti ngeblog, setiap orang bisa menyalin artikel dan menempelkannya ke blog mereka. Namun, orang membaca blog tidak hanya untuk mengetahui hal-hal yang sedang terjadi, tetapi untuk mengetahui apa pendapat blogger tentang masalah ini.

Saat Anda berbicara atau memberikan presentasi, cobalah memeras beberapa pemikiran pribadi Anda mengenai masalah ini. Tentu ini harus sudah disiapkan sejak awal. Namun, Anda harus membuatnya seolah-olah gagasan itu “tepat” saat Anda mempresentasikannya. Itu akan membedakan presentasi Anda dari yang lain, dan saat Anda melihat ekspresi tertarik pada wajah audiens Anda, ini akan meningkatkan presentasi Anda ke level berikutnya, level di mana Anda mulai rileks dan santai ketika membawakan presentasi.

Lakukan eksperimen yang menyenangkan

Inilah tips terpenting dari semuanya. Cobalah cara – cara baru untuk memberikan presentasi terbaik kepada audiens Anda. Mungkin bereksperimen dengan pendekatan hal – hal lucu yang baru, atau berjalan mengelilingi panggung. Bersenang-senanglah dengan bereksperimen pada perilaku manusia dan Anda akan melihat bahwa berbicara di depan umum sama sekali tidak buruk.

Ingat bahwa tidak ada kegagalan, yang ada hanya hasil yang berbeda.

Selamat bersenang-senang!

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *