5 Cara Untuk Membuat Karyawan Tetap Termotivasi

By -

Seorang pegawai yang termotivasi merupakan karyawan yang berharga – dan juga yang paling sulit untuk dicari. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Dale Carnegie Training, Pekerja yang mampu bekerja secara mandiri dan termotivasi lebih sedikit daripada jumlah pekerja biasa. Hanya 45 persen dari manajer dan supervisor dan 23 persen orang di tingkat lainnya yang memenuhi syarat sebagai orang yang benar – benar “terlibat” yang berarti mereka merasa antusias, diberdayakan, terinspirasi, dan percaya diri dalam pekerjaan mereka.

Pengaruh terbesar pada keterlibatan seorang karyawan adalah ketidakpuasan dengan atasan langsung. Orang yang memiliki keluhan dengan bos mereka memiliki peluang 80 persen tidak terlibat di tempat kerja.

Roxanne Peplow, pemilik bisnis dan instruktur pengembangan profesional di Institusi Sistem Komputer, sebuah sekolah teknik dengan kampus di sekitar Chicago, mengatakan ada lima hal penting yang dapat Anda lakukan untuk menjadi atasan yang luar biasa dan mampu memupuk kebahagiaan dan produktif karyawan.

1. Gunakan sikap sopan santun Anda.

Ketika orang merasa dihargai, mereka bahagia, pekerja akan lebih produktif. Mengatakan “halo” kepada karyawan ketika Anda mulai bekerja serta mengatakan “tolong” dan “terima kasih” merupakan hal yang mudah untuk dilakukan dan cukup memberikan efek positif untuk membuat orang merasa dihargai.

“Ketika orang-orang dari manajemen atas atau pemilik datang, karyawan akan merasa cemas atau diremehkan jika tidak disambut dengan baik. Pendekatan manajemen merupakan suatu keharusan bagi karyawan. Ini memanusiakan dan mendengarkan mereka” kata Peplow.

Baca juga:  Menjaga pola hidup sehat di tempat kerja

Dan dalam dunia digital, orang yang paling sopan tahu bagaimana mematikan perangkat mereka dan memperhatikan dengan siapa mereka bersama, seperti yang sudah ditunjukkan Eliza Browning dalam cerita populernya Business Etiquette: 5 Rules That Matter Now.

2. Berikan kredit jika memang diperlukan.

Mengingat jam kerja karyawan Anda yang dihabiskan di tempat kerja – seringkali lebih dari apa yang mereka dapatkan dengan keluarga – sangat penting untuk memberitahu mereka ketika mereka sudah unggul pada sebuah proyek atau melampaui target.

Saya bisa memberikan contoh sempurna dari sejarah karir saya sendiri. Ingat Y2K? Saya berada di tim komunikasi kecil yang menghabiskan malam tahun baru 1999 di departemen IT untuk melakukan maintenance. CEO perusahaan besar ditempat saya bekerja mencari saya dan mendatangi saya secara personal untuk mengucapkan terima kasih dan memberi saya surat penghargaan serta cek sebesar $ 2000 – yang membuat saya merasa dihargai, bersyukur untuk pekerjaan saya dan termotivasi untuk melanjutkan melakukan pekerjaan yang baik.

“Ini seperti menangkap orang yang melakukan sesuatu yang baik, bukan mencari hal-hal yang dikeluhkan,” kata Peplow.

3. Dorong untuk bersenang-senang di tempat kerja.

Kerja tidak harus menjadi kata lima huruf, kata Peplow. Dia menyarankan mengadakan acara untuk karyawan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, melainkan untuk melepaskan stress, bersenang-senang dan membangun hubungan dengan anggota tim.

Baca juga:  3 Cara untuk membangun kepercayaan konsumen

“Ini menunjukkan bahwa Anda peduli tentang mereka dan kesejahteraan mereka. Ini menunjukkan bahwa Anda menghargai pekerjaan yang mereka lakukan dan bukan karena Anda mencoba untuk melakukan acara yang berfokus pada perusahaan” katanya.

4. Berkomunikasi dengan jelas, konsisten, dan sering.

Komunikasi merupakan bagian integral dari setiap hubungan, termasuk di tempat kerja. Idealnya, karyawan Anda akan menjadi jelas tentang apa yang Anda harapkan dari mereka dan menerima umpan balik tentang apa yang mereka lakukan pada rapat penentuan target.

“Jika seorang karyawan terlihat bingung maka Anda harus bertanya kepada mereka apakah mereka membutuhkan bantuan. Sebuah kata pembukaan juga dapat diterima dengan baik dan hal ini sering menyebabkan komunikasi menjadi lebih terbuka,” kata Peplow.

Untuk lebih lanjut tentang topik ini, baca Inc. guide How to communicate with employees, yang memberitahukan bahwa ada banyak cara untuk memfasilitasi komunikasi karyawan, sangat penting untuk Anda secara sengaja memulai percakapan, baik informal maupun formal dan memiliki tujuan tertentu. Cara yang dapat membantu Anda agar tidak lupa melakukan hal tersebut adalah dengan menempatkan jadwal komunikasi di kalender, seperti rapat pada waktu yang sama setiap hari atau selama satu jam sesi tanya jawab yang diadakan setiap kuartal.

Baca juga:  Butuh 3 hal untuk menjalankan bisnis

5. Tawarkan keuntungan yang fantastis.

Anda tidak bisa meremehkan betapa pentingnya keuntungan bagi karyawan, apakah itu asuransi kesehatan, parkir gratis, makan siang gratis, atau kebijakan liburan yang baik. Itu sebabnya perusahaan di Silicon Valley – di mana menemukan dan mempertahankan bakat jenius adalah masalah besar.

Perusahaan seperti Google, Facebook, Evernote, Airbnb, dan Zynga menawarkan fasilitas seperti rumah bersubsidi, potongan rambut gratis, nasihat hukum, bantuan perjalanan, dan laundry, belum lagi pilihan yang mengijinkan Anda untuk membawa anjing Anda ke tempat kerja dan bahkan, dalam kasus Google, seorang karyawan yang meninggal tetap akan menerima setengah gajinya selama sepuluh tahun yang diberikan kepada pasangan atau partnernya.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa kemurahan hati melahirkan loyalitas, yang membuat orang-orang yang ingin mendapatkan dan mempertahankannya.

Dan jangan lupa tentang training yang berkelanjutan, karena itu sangat berarti bagi para pekerja kata Peplow.

“Anda ingin staf Anda berada di atas performa mereka dan jika Anda berinvestasi di dalamnya maka mereka akan menjaga investasi mereka dengan Anda. Jika Anda terus memberikan mereka pelatihan atau sertifikasi, sesuatu yang dapat membuat mereka semakin pandai di bidang mereka, maka mereka tahu Anda peduli tentang kesejahteraan mereka. Mereka akan merasa dihargai sebagai pribadi, dan kemudian kecil kemungkinan bagi mereka untuk pindah ke tempat lain” katanya.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

3 Comments to 5 Cara Untuk Membuat Karyawan Tetap Termotivasi

  1. Memang karyawan yang bekerja profesional demi kemajuan suatu perusahaan memang butuh hal-hal seperti yang disebutkan pada artikel di atas dan tidak termasuk karyawan yg malas2an saat tidak ada bos. jika karyawan malas dan bos tidak paham cara memotivasi karyawan maka perusahaan sendiri yg dirugikan. nice article..

  2. saya membaca hal diatas turut puas karena saya sudah melakukan itu…cuma kekurangan saya adalah saya tidak bisa menunjukan sikap happy depan karyawan saya karena saya merasa mereka tidak memberikan feedback yang sama spt yang saya berikan.

    well … lalu jika saya sudah memberikan itu semua kepada karyawan, lalu mereka malah merasa bahwa hal itu sudah biasa gimana ?
    jadi tidak ada yang berharga bukan ??

    saya juga jadi ikut jenuh melihatnya… sepertinya saya juga butuh motivasi…

    terima kasih.

    Salam,
    SM

    • Fill Gunawan

      Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas komentarnya dan saya ingin sedikit menanggapi komentarnya dari sudut pandang saya. Semoga bisa jadi bahan pembelajaran kita semua.

      Kita sebagai atasan memang tidak akan mungkin selalu puas dengan bawahan kita, tanpa kita sadari seringkali kita menganggap mereka tidak bekerja dengan maksimal (ada saja hal yang salah dimata kita). Namun sebagai atasan, sudah merupakan tanggung jawab kita untuk membangun suasana kerja yang baik, sehingga bawahan kita merasa nyaman bekerja dan tercipta kerjasama tim yang solid, sebab jika mereka sudah tidak nyaman bekerja, percayalah mereka tidak akan memiliki produktifitas yang baik, bahkan kasus terburuk mereka tidak akan bertahan lama. Jika semua itu terjadi maka Anda juga yang terkena dampaknya seperti target penjualan tidak tercapai, pekerjaan tidak selesai dengan baik, dll.

      Jika mereka merasa hal yang Anda lakukan itu sudah biasa, biarkan saja. Saya pribadi tidak pernah menganggap hal itu sebagai beban atau tuntutan, saya menganggap hal ini sebagai tanggung jawab saya sebagai atasan mereka dan saya percaya bahwa dengan membangun suasana kerja yang menyenangkan maka akan tercipta produktifitas kerja yang lebih baik, tim yang solid, kreatifitas yang tinggi, dan loyalitas terhadap perusahaan mereka.

      Salam sukses!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *