5 Cara menghentikan stress

By -

Pada tahun 2008, diakhir perjalanan bisnis yang membawanya dari Kenya ke India ke Rumania, Ellen Barnard menyadari bahwa ia perlu membuat perubahan atau stress akan melanda dirinya. Dia merupakan co-owner dan produser eksekutif dari perusahaan produksi yang berbasis di Atlanta, Tomorrow Picture selama 12 tahun dan tidak memiliki banyak waktu untuk fitness atau bersosialisasi.

“Saya tidak hanya lelah. Saya benar-benar stress”, kata Barnard. “Saya memiliki momen ah-ha di mana saya berpikir, Jika saya bisa menyingkirkan beberapa stress ini, saya bisa menjadi lebih produktif”. Jadi, dia mendaftar untuk kelas merajut. Sampai hari ini, dia bertemu dengan kelompoknya setiap Senin malam. “Ini merupakan suatu perubahan hidup untuk saya”, katanya.

Tenang saja. Saya tidak memberitahu Anda untuk mengambil merajut. Merajut, sebenarnya tidak membuat perbedaan pada tingkatan stress Barnard. Itu merupakan tindakan sederhana untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang dalam lingkungan sosial. Sekarang, Barnard juga bertemu setiap minggu dengan sekelompok perempuan pengusaha dan berjalan dengan tetangganya tiga kali seminggu.

Daripada menunggu sampai Anda merasa kewalahan oleh stress, cobalah mengambil langkah-langkah berikut ini untuk mencegahnya:

Luangkan waktu untuk teman-teman

Cerita Barnard jelas menunjukkan bahwa menciptakan waktu untuk teman-teman dan keluarga dapat mengurangi stress – dan bahkan mungkin hidup lebih lama. Sebuah studi 2010 Universitas Brigham Young menemukan bahwa kurangnya hubungan sosial sebanding dengan merokok dan hal ini menimbulkan efek negatif pada kesehatan. Tapi di hadapan orang lain, otak memproduksi oxytocin, hormon yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, kata Kathleen Hall, pendiri dan CEO dari The Stress Institute, sebuah organisasi yang berbasis di Atlanta yang melatih perusahaan pada ketahanan stress.

Baca juga:  5 Tips untuk merangsang kreativitas tim Anda

Hubungan sosial bahkan dapat membuat tantangan yang Anda hadapi menjadi lebih mudah dikelola. sebuah studi pada tahun 2012 dalam Journal of Experimental Social Psychology menemukan bahwa orang-orang yang penyediri diperkirakan memiliki pemikiran yang kurang tajam dan sebaliknya bila mereka berada dalam lingkungan social, mereka memiliki pemikiran yang lebih tajam. “Koneksi sosial benar-benar akan mengubah persepsi Anda tentang dunia di sekitar Anda”, kata Heidi Hanna, penulis The Sharp Solution: a Brain-Based for Optimal Performance (Wiley, 2013) dan rekanan di American Institute of Stress, a Fort Worth, Texas-Based clearinghouse of stress-related information. “Ini seperti inti dari sebuah kehidupan dimana kita harus menjadi bagian dari sebuah suku atau komunitas”.

Jaga lingkungan Anda

Berada di alam juga dapat membantu mencegah stress. Itu sebabnya eco-terapi, didasarkan pada pemikiran bahwa dengan menghubungkan suara dan gambar di alam dapat memicu bagian otak untuk tenang, kata Hall. Sebuah studi 2007 di University of Essex di Inggris menemukan bahwa orang yang berjalan di luar di alam mengalami perasaan yang lebih santai daripada mereka yang berjalan di dalam ruangan. Tapi jika Anda tidak bisa keluar kantor untuk berjalan-jalan di taman, Hall merekomendasikan Anda untuk men-download aplikasi alam ke ponsel Anda dan menghabiskan minimal dua menit setiap hari untuk mendengarkan apa pun dari suara air, burung, atau gemerisik pohon. Jika suara alam bukan sesuatu yang Anda sukai, pertimbangkan untuk mendengarkan musik yang menenangkan, lihat gambar natural atau nyalakan lilin terapi. Hanna mengatakan, “Jika Anda tidak bisa ke alam, bawa alam kepada Anda”.

Baca juga:  5 Tanda Anda Menghalangi Jalan Anda Sendiri untuk Sukses

Beri makan otak Anda

Ibu sering mengatakan untuk selalu sarapan sebelum memulai aktivitas dan itu merupakan hal yang tepat karena hal pertama yang diperlukan otak di pagi hari adalah asam amino, kata Hall. Melakukan aktivitas yang terlalu lama tanpa makan dapat memicu respon stress yang dapat menyebabkan pemikiran menjadi berkabut, pencernaan lebih lambat dan efek negatif lainnya, kata Hanna. Apa yang harus kita makan untuk menghindari hal ini? awal yang baik adalah makan makanan yang mengandung serat dan vitamin B6, yang membantu menghasilkan lebih banyak hormon serotonin untuk menenangkan otak Anda. Hal Ini termasuk tuna, kalkun dan pisang. Hall juga merekomendasikan blueberry yang banyak mengandung antioksidan dan vitamin C. Sementara kopi juga boleh untuk dikonsumsi namun jangan berlebihan karena hal ini dapat membuat tekanan darah Anda meningkat.

Baca juga:  21 cara untuk mencari inspirasi

Luangkan waktu beberapa menit untuk beristirahat

Mencegah stress bukan berarti harus menjadwal ulang kegiatan harian Anda. Hanna merekomendasikan untuk mengambil waktu tiga menit pada saat mengerjakan tugas untuk mengistirahatkan pikiran Anda sejenak. “Melakukan sedikit istirahat akan memberikan kesempatan pada sistem tubuh untuk me-reset dan mengurangi hormon stress di otak”, katanya. Ketika Anda sedang stress, tubuh Anda memproduksi terlalu banyak kortisol yang mengganggu fokus mental dan produktivitas. Sangat penting juga untuk mengambil beberapa menit istirahat mental sebelum makan untuk membantu mengurangi hormon stress yang menghambat pencernaan. Hal ini dapat dilakukan secara sederhana seperti mengambil napas dalam-dalam atau mengunjungi seorang teman di kantor.

Lebih banyak bergerak

Olahraga merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah stress. Jika Anda tidak bisa ke gym untuk latihan penuh, ambil waktu istirahat untuk melakukan dua menit peregangan atau berjalan beberapa lap di sekitar gedung kantor Anda. Ini akan menghasilkan endorfin, yang membantu Anda mengelola stress, ujar Hall. Ambil waktu tersebut sebelum makan merupakan hal yang penting. Ini tidak hanya membantu tubuh Anda untuk memproses makanan, tetapi juga dapat mencegah stress yang berhubungan dengan berat badan di sekitar perut Anda.

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *