BisnisBrandingInspirasiMemulai BisnisStartup

10 Pertanyaan yang harus ditanyakan sebelum memberi nama bisnis Anda

Sebuah nama bisnis bisa jadi terlalu luas atau terbatas. Bisa menjadi aneh atau tidak cukup mengesankan. Tantangan dalam memberikan nama sebuah perusahaan adalah memilih sebuah nama yang catchy, namun juga cocok dengan tipe bisnis Anda.

Berikut ini adalah 10 pertanyaan yang harus Anda tanyakan ketika Anda memikirkan berbagai nama, ingatlah bahwa pilihan Anda dapat membuat perbedaan ketika membangun perusahaan Anda di pasar.

Apa nama yang saya inginkan untuk pencapaian perusahaan saya?

Sebuah nama dapat membedakan Anda dengan kompetitor dan membantu Anda lebih mudah untuk membangun image perusahaan, kata Steve Manning, founder Sausalito sebuah perusahaan agensi di California. Dia menyarankan agar Anda mendefiniskan dengan jelas positioning brand Anda sebelum memilih sebuah nama, seperti yang Apple lakukan untuk mendiferensiasi diri mereka dari perusahaan terkenal seperti IBM dan NEC. “Mereka mencari sebuah nama yang akan mendukung brand positioning strategy mereka sebagai suatu hal yang sederhana, hangat, manusiawi, dekat dan berbeda”, kata Manning.

Apakah nama tersebut terlalu membatasi?

Jangan mengkotakkan diri Anda, kata Martin Zwiling, CEO sekaligus founder dari Startup Professionals Inc sebuah perusahaan penasihat staartup pada tahap awal. Hindari pemilihan nama yang dapat membatasi bisnis Anda dari ekspansi sebuah produk atau lokasi, kata dia, mengambil contoh dari Angelsoft.com, sebuah perusahaan yang dibentuk pada tahun 2004 untuk membantu menghubungkan perusahaan startup dengan angel investor. Beberapa tahun yang lalu. Perusahaan tersebut menyadari bahwa mereka perlu menjadi sebuah perusahaan venture capital, sehingga akhirnya mereka melakukan rebranding menjadi Gust.com.

Apakah nama tersebut cocok untuk bisnis saya?

Untuk beberapa perusahaan, sangat bagus jika mereka mengambil nama yang dapat memberikan informasi mengenai produk dan jasa mereka. Hal ini bukan berarti nama tersebut tidak menjadi catchy. Sebagai contoh, Lawn and  Order merupakan nama yang bagus untuk bisnis landscaping karena hal ini akan menarik perhatian orang – orang dan juga menjelaskan bisnis perusahaan tersebut, kata Zwiling. Walaupun terkadang nama yang tidak biasa seperti Yahoo dan Fogdog juga dapat digunakan, namun hal itu dapat menjadi suatu hal yang tricky.

Baca juga:  4 Cara untuk menghadapi ketakutan akan kegagalan

Apakah nama tersebut mudah untuk diingat?

Semakin pendek sebuah nama, maka semakin baik, kata Zwiling yang menyarankan agar pemilik bisnis membatasinya dengan dua suku kata dan menghindari penggunaan tanda hubung atau karakter khusus lainnya. Dia juga merekomendasikan agar melewatkan akronim yang tidak memiliki arti apapun bagi kebanyakan orang dan memilih nama yang dekat dengan huruf A daripada Z karena berbagai algoritma dan daftar direktori berdasarkan abjad. “Ketika memilih sebuah identitas untuk sebuah perusahaan atau produk, sederhana dan straightforward merupakan hal yang terbaik dan tidak memakan biaya yang besar untuk branding”, katanya.

Apakah nama tersebut mudah untuk dilafalkan oleh orang – orang?

Beberapa perusahaan dengan sengaja memilih nama perusahaan yang sulit untuk dilafalkan oleh pelanggan mereka. Ini merupakan strategi yang beresiko ketika ingin membuat perusahaan Anda menonjol dan beberapa perusahaan konsultan penamaan tidak merekomendasikannya. “Jika nama perusahaan Anda terlihat seperti typo, maka hilangkan nama tersebut dari daftar Anda”, kata Alexandra Watkins, founder dan kepala inovasi dari Eat My Words, perusahaan jasa pemberian nama yang berbasis di San Fransisco. Dia juga percaya bahwa sangat penting jika nama perusahaan Anda di lafalkan sesuai dengan bunyinya. Jika tidak, Anda akan mengulang – ulang untuk menyebutkan nama perusahaan Anda kepada orang – orang atau ketika menyebutkan email atau website perusahaan Anda. “Pikirkan seberapa sering Anda melafalkan nama depan Anda atau nama belakang Anda kepada orang – orang”, kata dia. “Lalu mengapa Anda menginginkan sebuah nama brand dengan masalah yang sama?”

Baca juga:  Kapan saatnya Anda menggaji diri Anda sendiri?

Bagaimana pelanggan potensial Anda pertama kali menemukan nama Anda?

Beberapa ahli penamaan percaya bahwa ada pengecualian mengenai aturan “mudah untuk dilafalkan“, terutama jika kebanyakan orang akan melihat nama Anda dalam media cetak atau iklan online. Sebagai contoh, Zulily, sebuah perusahaan online yang menawarkan diskon harian untuk ibu, bayi, dan anak – anak. “Jika Anda baru mendengar nama tersebut, mungkin Anda tidak akan tahu bagaimana melafalkannya, tetapi perusahaan tersebut mengadakan kampanye online dengan agresif untuk meyakinkan bahwa orang yang pertama kali melihatnya dapat melafalkannya”, kata Chris Johnson, seorang konsultan penamaan yang berbasis di Seattle dan seorang penulis di blog The Name Inspector, adalah orang yang memiliki ide untuk memberikan nama Zulily. “Hasilnya adalah bunyi ucapan yang tidak biasanya dan pelafalan yang tidak umum membantu mereka untuk menciptakan brand yang berbeda”.

Apakah nama tersebut bagus dan mudah untuk diucapkan?

Manning mengatakan bahwa bunyi pengucapan sebuah nama sangat penting untuk menyampaikan perasaan yang berenergi dan kegembiraan. Anda juga harus yakin pelanggan berpotensial ini dapat dengan mudah mengucapkan nama perusahaan Anda. “Ini adalah fakta nyata bahwa setiap oang dapat mengucapkannya, menyebutkannya, dan mengingat nama yang mereka rasa familiar”, kata dia, sebut saja Apple, Stingray, Oracle, dan Virgin merupakan nama – nama perusahaan yang kuat dan melekat diingatan setiap orang. Tetapi dia tidak menyukai nama perusahaan seperti Chordiant, Livent, dan Naviant. “Nama ini sangat sulit untuk dilafalkan atau diingat tanpa anggaran marketing yang kuat, dan menampilkan image, ritme, dan suara yang terdengar dingin, tidak nyata”, kata dia.

Apakah nama tersebut memiliki arti hanya untuk Anda?

Sebuah nama dengan makna tersembunyi atau pribadi tidak menimbulkan apapun mengenai brand Anda, dan Anda tidak akan berada disana untuk menjelaskannya ketika banyak orang menemukannya. Watkins memberikan contoh Lynette Hoy, yang menggunakan nama pertama dan terakhir dia untuk perusahaan PR yang dia miliki. Nama tersebut tidak berjalan dengan baik karena tidak berhasil membangkitkan passion dan semangat berapi – api Hoy. Kemudian perusahaan tersebut melakukan rebranding dan mengubah nama mereka menjadi Firetalker PR dan Hoy mengambil posisi sebagai Fire Chief. Dia menyebut kantor dia sebagai The Firehouse, dan mulai menawarkan paket PR seperti Inferno, Controlled Burn and The Matchbox. “Keseluruhan brand dia dibangun sekitar nama tersebut dan akhirnya dia berhasil mengembangkan nama tanpa batas”, kata Watkins.

Baca juga:  Jangan menjalankan bisnis Anda tanpa data

Apakah nama tersebut memiliki tampilan visual yang menarik?

Anda juga harus memikirkan bagaimana nama perusahaan Anda akan terlihat di logo perusahaan, atau iklan, atau billboard, kata Manning. Dia memberi contoh Gogo, perusahaan yang bergerak dalam jasa penyediaan internet, sebuah nama dengan desain yang baik. “Keseimbangan dalam huruf, semua bulat dan ramah berlawanan dengan kata yang keras seperti huruf K, T, dan R”, kata Manning. Nama yang memiliki tampilan visual lainnya adalah Volvo karena dalam nama tersebut tidak ada huruf yang menggantung dan Xerox untuk simetris di huruf awal dan akhir.

Apakah saya sudah melakukan pencarian merek dagang yang tepat?

Sebuah nama besar tidak ada gunanya jika sudah diklaim oleh orang lain. Mulailah melakukan pencarian pada situs seperti merek-indonesia.dgip.go.id untuk melihat apakah nama yang ingin Anda gunakan sudah terdaftar atau belum. Jika belum, Anda dapat menghubungi konsultan atau advokat atau pengacara merek dagang untuk melakukan pencarian lebih detail, dan jika nama tersebut belum diambil, daftarkan ke dirjen intelektual. “Daftarkan nama tersebut secepatnya”, kata Watkins. “Ancaman ketiga sebuah bisnis datang dari pelanggaran merek dagang”.

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *