BisnisMemulai BisnisStartup

Mengapa Anda tidak boleh mengirim bisnis plan kepada investor

Sebagian besar pengusaha berpikir mereka bisa mendapatkan dana hanya dengan mengirimkan bisnis plan mereka. Namun sayangnya, hal ini jarang sekali terjadi. Selama 15 tahun terakhir, perusahaan saya, Growthink telah mengembangkan ribuan bisnis plan bagi para pengusaha yang sedang mencari dana kata Dave Lavinsky.

Tapi saya selalu memberitahu orang-orang untuk tidak mengirimkan rencana tersebut kepada investor. Untuk mendapatkan perhatian dari investor mengenai bisnis plan Anda tidak semudah mengirimkan rencana tersebut, melainkan harus menemukan cara untuk mengekspos rencana Anda kepada mereka.

Berikut ini beberapa alasannya mengapa Anda tidak boleh mengirimkan bisnis plan Anda kepada investor:

Rencana Bisnis Anda Tidak Dapat Menjawab Semua Pertanyaan

Terlepas dari seberapa baik rencana bisnis Anda, tentu saja hal itu tidak sempurna. Sebagai contoh, bisnis plan Anda tidak pernah bisa menjawab setiap pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh investor. Jika hal itu terjadi, itu akan menjadi 100 atau lebih halaman yang tidak akan dibaca.

Demikian juga, dokumen tertulis, termasuk bisnis plan Anda yang merupakan subjek interpretasi. Akibatnya, berdasarkan pengalaman dari investor, mereka mungkin akan salah menilai peluang atau tantangan dari rencana Anda.

Baca juga:  Apa yang warna logo Anda katakan tentang bisnis Anda?

Itu sebabnya, idealnya, korespondensi pertama yang Anda tulis untuk investor berpotensial hanya mencakup gambaran atau informasi singkat tentang perusahaan Anda. Masukkan ke dalam bentuk email atau satu halaman yang ringkas. Termasuk di dalamnya poin – poin mengenai apa yang perusahaan Anda lakukan dan mengapa hal tersebut unik dan memenuhi syarat untuk berhasil dalam bisnis. Dokumen tersebut harus memberikan investor gambaran atas usaha Anda dan memungkinkan mereka untuk menentukan apakah itu merupakan hal yang dapat membuat mereka tertarik.

Ajak investor untuk investasi waktu pertama

Setelah memberikan investor gambaran perusahaan Anda, tujuan Anda berikutnya adalah untuk mengadakan pertemuan. Sadarilah bahwa investor memiliki dua sumber daya yang langka : waktu dan uang mereka. Mulailah dengan mengajak mereka untuk menginvestasikan waktu mereka untuk mempelajari Anda dan perusahaan Anda. Yang penting adalah bagaimana perasaan mereka tentang Anda secara pribadi yang seringkali sama pentingnya dengan bagaimana mereka merasakan tentang prospek kesuksesan perusahaan Anda .

Baca juga:  Mengapa takut merupakan teman Anda dalam bisnis

Jadi, adakan pertemuan, jalin ikatan dengan investor, dan gunakan waktu untuk menentukan dan menjawab semua pertanyaan mereka. Biasanya Anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang jauh lebih baik secara pribadi daripada memasukkannya ke dalam rencana bisnis Anda, karena Anda dapat menyesuaikannya berdasarkan pertanyaan yang akan ditanyakan dan / atau intonasi dan bahasa tubuh investor.

Kapan harus mengirimkan bisnis plan Anda

Setelah Anda bertemu dengan investor dan mereka tertarik dalam pendanaan bisnis Anda, mereka akan sering meminta bisnis plan Anda. Ini adalah saat yang tepat untuk Anda berikan kepada mereka. Bisnis plan, pada saat ini, lebih dari formalitas. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengkonfirmasi bahwa Anda telah sepenuhnya berpikir melalui bisnis Anda dan akan menggunakan uang mereka dengan bijak.

Meskipun rencana Anda hanya formalitas, tetapi hal ini merupakan hal yang sangat penting untuk Anda lakukan. Tidak hanya memberikan investor kepercayaan terakhir yang dibutuhkan untuk mendanai Anda. Tetapi juga dalam mengembangkan bisnis plan Anda. Pada tahap ini Anda telah mengembangkan :

Baca juga:  3 Langkah untuk membuat pelanggan senang

1 . informasi gambaran menarik untuk Anda bagikan dengan investor

2 . pemahaman komprehensif perusahaan Anda

3 . material untuk pertemuan dan presentasi yang Anda lakukan sendiri

4 . menjawab semua pertanyaan yang mungkin mereka tanyakan selama proses tersebut

Pendekatan dalam mendapatkan pendanaan dari investor sama seperti yang Anda lakukan dalam kegiatan pemasaran lainnya. Contohnya seperti cara seorang sales dalam menjual mobil. Hal ini dimulai dengan iklan komersial atau brosur untuk mendapatkan minat pelanggan. Hal ini sama seperti email atau satu halaman ringkasan yang Anda buat. Kemudian, calon pelanggan akan diajak untuk test drive. Hal ini mirip dengan pertemuan dan presentasi yang Anda lakukan. Dan akhirnya, jika calon pelanggan memiliki pertanyaan, mereka mungkin akan diberikan panduan untuk memahami lebih lengkap bagaimana mobil tersebut beroperasi. Hal ini mirip dengan bisnis plan Anda.

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *