Memulai BisnisTips Karir

10 pertanyaan yang harus ditanyakan sebelum berhenti kerja untuk menjalankan perusahaan anda sendiri

Mimpi menjadi bos bagi diri sendiri merupakan penyebab sebagian besar seseorang untuk memulai usaha, tetapi meninggalkan pekerjaan yang sudah biasa Anda kerjakan demi memenuhi visi tersebut merupakan langkah yang tidak boleh dilakukan terburu-buru.

Dalam bukunya, Quitter : Closing the Gap Between Your Day Job & Your Dream Job (Lampo Press, 2011), penulis yang tinggal di Nashville, Jon Acuff mengatakan bahwa sekitar 70 sampai 80 persen orang berpikir tentang berhenti dari pekerjaan mereka untuk melakukan sesuatu yang lebih memuaskan. “Banyak orang yang bangun di hari Senin pagi dan berkata, ‘Kenapa aku bisa disini ?’ ” Katanya. “Terkadang Anda mengambil pekerjaan untuk enam bulan, namun Anda masih menemukan diri Anda tetap disana beberapa tahun kemudian”.

Acuff dan beberapa orang ahli lainnya mengatakan ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum berhenti dari pekerjaan Anda untuk memulai bisnis.

Berikut ini merupakan sepuluh pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri Anda .

1. Apakah ini akan membuat saya bahagia ?

Sebelum meninggalkan pekerjaan Anda untuk wilayah yang belum dipetakan, pastikan ini benar-benar apa yang Anda inginkan – bukan hanya apa yang Anda pikir Anda inginkan atau cara untuk menghindari pekerjaan Anda saat ini. “Saya pribadi percaya Anda harus mendapatkan kenikmatan dari karir Anda”, kata Chris Hurn, penulis The Entrepreneur Secret to Creating Wealth: How the Smartest Business Owners Build Their Fortunes (Advantage, 2012). “Terlalu banyak orang diam-diam menderita dalam pekerjaan mereka, tetapi sebelum Anda pergi keluar untuk menjadi bos bagi diri Anda sendiri, Anda harus percaya Anda akan lebih bahagia. Jika Anda tidak dapat mengatakan bahwa itu akan membuat Anda lebih bahagia, jangan lakukan itu.”

2. Apakah waktunya tepat ?

Jika istri Anda sedang hamil atau Anda baru saja mengambil alih perawatan orangtua, mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk meninggalkan keamanan pekerjaan untuk mengejar mimpi itu. Kita lempar pemikiran seperti, “Lakukan saja” atau “Percayalah Anda akan berhasil”. Dan kemudian kita berpura-pura bahwa kita tidak memiliki tanggungan atau tagihan, “kata Acuff. Sebaliknya, jujurlah ​​tentang situasi Anda saat ini: jadilah orang yang realistis tentang tagihan Anda dan komitmen Anda, dan kemudian baru mengambil keputusan.

Baca juga:  4 Aturan dalam menentukan harga produk

3. Bagaimana saya akan menanggung biaya saya?

Kerugian terbesar saat memulai bisnis adalah kekurangan modal, kata Deborah Shane dari Fort Myers, Florida, penulis dari Career Transition – Make the Shift : Your Five Steps to Successful Career Reinvention ( Deborah Shane, 2010). Anda harus memiliki dana tak terduga atau tabungan yang dibangun untuk melindungi Anda dan bisnis Anda dalam jangka waktu tertentu, jangka waktu tersebut ditentukan oleh bisnis dan seberapa cepat Anda mampu membayar gaji Anda sendiri (meskipun Shane menunjukkan 12 bulan sebagai awal yang baik untuk memulai ). “Pastikan Anda memiliki uang untuk membayar baik pengeluaran pribadi dan pengeluaran bisnis untuk periode tersebut sebelum Anda memulainya”, kata Shane.

4. Apakah saya memiliki dukungan dari keluarga dan teman dekat ?

Bakat dan kekurangan kita merupakan hal yang paling sulit untuk kita sadari sendiri. Jadi sebelum merambah jauh dari situasi yang aman, Acuff menyarankan untuk menanyakan orang-orang yang Anda percaya mengenai seberapa besar kesempatan Anda berhasil jika Anda memulai bisnis Anda sendiri”. Berbicara dengan keluarga dan teman-teman dekat akan membantu Anda menyadari apakah Anda memang benar – benar ingin melakukan sesuatu yang Anda ingin lakukan, atau hanya melarikan diri dari situasi Anda saat ini”, katanya. “Jangan hanya berbicara dengan pemimpi dalam kelompok yang akan memberitahu Anda untuk melakukan hal tersebut. Berbicaralah dengan orang yang akan jujur ​​dengan Anda dan mendorong Anda untuk berada di jalan yang tepat”.

Baca juga:  3 Hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum memulai bisnis

5. Berapa banyak saya bersedia untuk mengubah gaya hidup saya ?

Beberapa orang sangat baik terhadap struktur. Bangun pagi dan bekerja dalam jumlah waktu tertentu, melakukan beberapa pekerjaan, dan berinteraksi dengan rekan kerja sangat baik untuk mereka. Namun dalam membangun bisnis Anda sendiri apa saja bisa terjadi kecuali strukturisasi dan hal ini dapat berarti jumlah waktu kerja yang panjang dan keras – dan waktu ini sering dihabiskan sendirian”. Selalu ada banyak motivasi diri yang terlibat. Anda harus terstruktur, inovatif, kreatif dan proaktif “, kata Shane. “Sifat solo itu bukan untuk semua orang”.

6. Apakah saya benar-benar memiliki disiplin untuk menjadi bos bagi diri sendiri ?

Banyak orang berpikir jika mereka bisa menjadi bos untuk diri mereka sendiri, itu akan membuat hidup lebih mudah. Kadang-kadang itu benar, tetapi tidak selalu, menurut Hurn. Tidak semua orang dapat menjadi pemilik bisnis. Meskipun pengusaha datang dalam segala bentuk dan ukuran, mereka sering berbagi sifat seperti keterampilan kepemimpinan yang baik dan keinginan untuk berada dalam kontrol”. Banyak orang berpikir kewirausahaan adalah untuk mengambil risiko, dan tentu saja tidak semuanya seperti itu”, katanya. “Saya pikir pengusaha sukses melakukan due diligence sebelum memulai bisnis mereka dan meminimalkan risiko yang terlibat dalam sebuah proyek baru”.

7. Dapatkah saya memulainya tanpa harus melepaskan pekerjaan saya saat ini ?

Acuff mendesak orang-orang untuk ‘beta test’ pekerjaan impian mereka sebelum meninggalkan situasi yang stabil untuk mengejar hal itu secara full-time. Anda mungkin menemukan bahwa Anda tidak menyukai karir baru sebanyak yang Anda pikirkan”. Sebelum Anda berhenti dari pekerjaan akuntansi Anda untuk membuka sebuah kedai kopi, mungkin baik untuk bekerja di Starbucks paruh waktu selama enam bulan untuk melihat apakah Anda benci kopi dan manusia”, katanya.

Baca juga:  Cara paling mudah untuk menemukan jalan karir ideal Anda

8. Apakah ada keterampilan yang masih perlu saya poles ?

Sebelum melangkah keluar, pastikan Anda memiliki keterampilan yang relevan, kualitas dan hal – hal lain untuk membuat bisnis baru Anda berjalan. Sangat penting untuk menjadi up to date pada teknologi terbaru di bidang Anda dan mampu menggunakan social media untuk keuntungan Anda. “Pastikan Anda memiliki ketreampilan yang Anda butuhkan dalam bisnis Anda dan bahwa Anda siap untuk mengikuti tren dan mempraktikannya ke area yang ingin Anda masuki, mengikuti blog dan situs web”, kata Shane. “Begitu banyak yang berubah cepat – tetap relevan sangat penting untuk sukses“.

9. Apakah saya yakin ide bisnis saya mampu menjual ?

Sangat penting untuk memastikan apa yang Anda rencanakan merupakan sesuatu yang dapat dijual, yang mampu mengisi niche. Apakah ada kebutuhan untuk hal yang ingin Anda lakukan ini ? “Saya bekerja dengan banyak orang-orang kreatif yang telah memulai usaha berdasarkan pada gaya hidup masyarakat saat ini”, kata Shane. “Mereka telah menemukan niche untuk membantu ibu bekerja, keluarga, individu yang kekurangan waktu”. Pastikan ide Anda relevan sebelum membuat lompatan itu.

10. Apakah saya memiliki rencana bisnis ?

Rencana bisnis ini tidak harus sepanjang novel, tetapi siapa pun yang ingin memulai bisnis baru harus menyusun rencana yang mencakup penjualan dan rencana pemasaran. Hal ini bukan merupakan pilihan di pasar yang kompetitif saat ini”. Hal Itu tidak harus rumit, tetapi bisa dilakukan sesederhana ringkasan dalam satu halaman”, kata Shane. “Lihatlah itu sebagai peta jalan”.

Tags

Fill Gunawan

Dia adalah seorang web developer yang sudah berkecimpung selama kurang lebih 7 tahun dalam industri kreatif, dia juga merupakan founder situs kerjayuk.com. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan startup dan mulai merintis usaha di industri kreatif.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *